SOAL JAWAB
AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN
INVESTASI YANG DIBUKUKAN MENGGUNAKAN METODE EKUITAS
A. Soal pilihan Ganda
1. Invest...
b. Segala perubahan atas modal perusahaan anak, selalu diikuti oleh
perusahaan induk dan dilakukan penyesuaian terhadap re...
Akibatnya jumlah laba ditahan perusahaan induk akan bertambabh sebesar
Rp 600juta ( hasil operasi sendiri) + Rp 96 juta (h...
Jumlah aktiva
Hutang dan modal
Hutang wesel
Hutang lain – lain
Hak anak :
Saham
Agio saham
Laba yang ditahan
Hak induk
Sah...
b. Rp 450 juta
c. Rp 600 juta
d. Rp 200 juta
Penghitungan :
Modal saham anak dalam neraca gabungan sebesar Rp 150 juta dan...
12. Dari soal nomer 8, jumlah rekening investasi pada perusahaan anak sebelum
digabung jika menggunakan metode ekuitas ada...
d. Rekekning invetasi pada perusahaan anak disajikan terlalu bear
dan demikian pula laba ditahan terlalu besar.
14. Rekeni...
1. Perusahaan Laksmi dan Atikah masing – masing mempunyai 1.000 lembar
saham yang beredar, nilai nominal @ Rp 100. Perubah...
Modal saham Rp 100.000
Laba ditahan :
Saldo awal, 1 Januari 2010 Rp 50.000
Ditambah laba bersih, 1 Januari –
30 Juni 2010 ...
Dividen yang dibayarkan, tahun 2012 (Rp 5 juta)
(Rp 30 juta) Rp 50 juta
Laba (rugi) bersih, tahun 2012 Rp 15 juta (Rp 10 j...
Des, 31 Ekuitas dalam laba
perusahaan Kartika
Investasi dalam
saham perusahaan
Kartika
Laba : 80% x Rp 5 juta, laba
bersih...
Des, 31 Investasi dalam saham
perusahaan Kartika
Ekuitas dalam laba
perusahaan Kartika
Laba : 80% x Rp 15 juta =
Rp 14 jut...
Goodwill
Modal saham perusahaan Rukmi
Laba ditahan
Investasi dalam saham
perusahaan Rukmi
Eliminasi : modal saham - 80% x ...
ketika aktiva bersih investee bertambah dan saldo akun investasi akan
berkurang ketika aktiva bersih investee berkurang. S...
bulan Januari 1978
Laba(rugi) bersih tahun
1977
(1.250.000) (500.000) 3.000.000
8. Dari soal nomer 5, buatlah neraca pada ...
Biaya bunga yang masih
harus dibayar
Uang muka dari langganan
Hutang dividen
Hutang jangka panjang
Diskonto huntang jangka...
PT Dina @ Rp 15.000,00
30 Desember 1976 :
Pembagian dividen
PT Dina Rp 1.000.000,00
PT Dona Rp 500.000,00
31 Desember 1976...
semester kedu PT melaporkan kerugian sebesar Rp 50.000,00. Pada tanggal 10
Desember 2010 PT A mengumumkan pembagian divide...
Dalam hal ini dari segi ekonomis PT H dapat mengakui bagian atas laba PT A
sebesar RP 450.000,00 (90% x Rp 500.000,00) aka...
Bagian keuntungan dari perusahaan anaka yang tidak / belum
dibagikan sebagai dividen diakui oleh perusahaan induk sebagai
...
perusahaan S. Investasi dalam
saham perusahaan S
Rp 8 juta
20 Desember 2011
Pembayaran dividen oleh
perusahaan S.
Kas
Piut...
dividen
sebesar Rp 10
juta oleh
perusahaan S.
Investasi
dalam
perusahaan
S
Rp 9 juta Investasi
dalam
saham
perusahaan
S
Ke...
Buku Perusahaan Rukmi : Wesel tagih (diterima dari perusahaan
Kartika) Rp 10 juta, wesel tagih didiskonto (didiskontokan o...
Modal pemegang saham Rp 1.150 juta Rp 210 juta Rp 40 juta
Pada tanggal April 2010, perusahaan Laksmi membeli per kas Rp 7....
kepada Perusahaan Induk :
75% (9/12 x Rp 10 juta) = Rp 5,
625 juta
Investasi pada perusahaan Rukmi
Laba ditahan
Keuntungan...
Rp 260.000
Pendapatan dividen perusahaan Kartika
Investasi dalam Perusahaan
Kartika
Dividen perusahaan Kartika : Rp 1.000
...
Kartika
Dividen perusahaan Kartika : Rp 2.500
x 2.000 lembar = Rp 5 juta
18. Dari soal nomer 17 buatlah :
a. Kelebihan har...
Modal perusahaan Rukmi pada tanggal akuisisi modal
saham, 1 Mei 2010
Modal saham
Defisit, 1 Januari 2010
Modal saham, 1 Ja...
minoritas, 31
Desember 2012
sebesar 25%.
Perusahaan Rukmi
Modal saham, 1 Januari 2010
Laba bersih, 2010
Modal saham, 31 De...
Kerugian dari operasi sendiri
Pengumuman dividen, Rp 6.000
pada 8.000 lembar
Amortisasi goodwill
Kerugian bersih perusahaa...
Amortisasi goodwill
Pengumuman dividen, Rp 6.000
pada 8.000 lembar
Laba ditahan, 31 Desember 2012
Rp 260.000
Rp 48 juta Rp...
DAFTAR PUSTAKA
Drebin, Allan R.1991. Advanced Accounting Edisi Kelima. Penerbit Erlangga : Jakarta.
Machfoedz, Drs. Mas’ud...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Soal jawab akuntansi lanjutan 2

31,195

Published on

Published in: Education
0 Comments
6 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
31,195
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
848
Comments
0
Likes
6
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Soal jawab akuntansi lanjutan 2"

  1. 1. SOAL JAWAB AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN INVESTASI YANG DIBUKUKAN MENGGUNAKAN METODE EKUITAS A. Soal pilihan Ganda 1. Investasi dicatat pada biaya perolehan dan disesuaikan dengan keuntungan, kerugian, dan dividen disebut metode? a. Ekuitas b. Biaya c. Cost d. Semua salah 2. Asumsi apa saja yang akan timbul apabila terjadi ketiadaan bukti bahwa aktiva bersih dapat diidentifikasi terlalu rendah? a. Goodwill b. Hak minoritas c. Dividen d. Hak opsi 3. Bila metode ekuitas dipergunakan untuk mencatat investasi dalam saham biasa, mana hal berikut ini yang akan mempengaruhi laporan penghasilan investor? Perubahan Nilai Pasar atas saham biasa investee Dividen Kas dari investee a. Ya Ya b. Ya Tidak c. Tidak Ya c. Tidak Tidak 4. Salah satu ciri atau tanda bahwa perusahaan induk menggunakan metode ekuitas untuk mengikuti perubahan modal perusahaan anak adalah : a. Segala perubahan atas modal perusahaan anak, tidak mempengaruhi rekening “ Investasi pada perusahaan anak”.
  2. 2. b. Segala perubahan atas modal perusahaan anak, selalu diikuti oleh perusahaan induk dan dilakukan penyesuaian terhadap rekening “investasi pada perusahaan anak”. c. Perusahaan ana dianggap sebagai suatu kekayaan yang terpisah. d. Perubahan mdal perusahaan anak, baru dikaui pada saat disusun laporan neraca gabungan. 5. Laba perusahaan anak diakui oleh perusahaan induk pada metoda ekuitas akan dijurnal ? Debit Kredit a. Laba pada perusahaan anak Laba yang ditahan untuk induk b. Laba pada perusahaan anak Investasi pada saham anak c. Investasi pada saham anak Laba yang ditahan untuk anak d. Investasi pada saham anak Laba perusahaan anak 6. PT Menanti (perusahaan induk) menguasai 80% saham PT Menunggu (perusahaan anak). Pada periode akuntansi 2010, PT Menunggu saham Pmelaporkan laba sebesar Rp 120 juta, dan pembagian hasil dividen sebesar Rp 30 juta. Laba PT Menanti sebagai hasil operasinya sendiri adalah Rp 600 juta. Rekening investasi pada saham perusahaan anak dalam neraca PT Menanti untuk menguasai 80% PT Menunggu adalah sebesar Rp 960 juta. Dengan metode ekuitas, maka dalam neraca gabungan laba yang ditahan perusahaan induk akan bertambah sebesar ? a. Rp 600 juta b. Rp 696 juta c. Rp 720 juta d. Rp 624 juta Perhitungan : pada saat pengakuan laba perusahaan anak, jurnal yang dibuat adalah : Investasi saham perusahaan anak Rp 96 juta Laba perusahaaan anaka Rp 96 juta (Laba sebagai hak induk : 80% x Rp 120 juta = Rp 96 juta)
  3. 3. Akibatnya jumlah laba ditahan perusahaan induk akan bertambabh sebesar Rp 600juta ( hasil operasi sendiri) + Rp 96 juta (hak laba dari perusahaan anak) = Rp 696 juta. 7. Dari soal nomer 6, jumlah investasi pada saham perusahaan anak dalam neraca sebelum digabung pada akhir tahun 2010, bila digunakan metode ekuitas yang digunakan sebesar : a. Rp 960 juta b. Rp 936 juta c. Rp 1.032 juta d. Rp 1.080 juta Perhitungan : Jumlah investasi awal perusahaaan anak Ditambah : Hak atas laba anak = 80% x Rp 120 juta Dikurangi : Pembagian dividen dari anak = 80% x Rp 30 juta Jumlah investasi tahun 2010 Rp 960 juta Rp 96 juta Rp 1.056 juta Rp 24 juta Rp 1032 juta 8. Perusahaan induk yng menguasai 75% saham perusahaan anak, pada saat membuat kertas kerja penyusunan Laporan Keuangan Gabungan mempunyai data – data sebagai berikut : Perusahaan Induk Neraca gabungan Aktiva Kas Persediaan Aktiva lancar lain Gedung dan mesin Aktiva tetap lain Investasi pada saham anak KHNDP Rp 100 juta Rp 200 juta Rp 400 juta Rp 1.000 juta Rp 600 juta Rp 830 juta - Rp 140 juta Rp 280 juta Rp 650 juta Rp 1.590 juta Rp 940 juta - Rp 110 juta
  4. 4. Jumlah aktiva Hutang dan modal Hutang wesel Hutang lain – lain Hak anak : Saham Agio saham Laba yang ditahan Hak induk Saham Agio saham Laba yang ditahan Jumlah hutang dan modal Rp 3.130 juta Rp 100 juta Rp 300 juta - - - Rp 1.000 juta Rp 500 juta Rp 1.230 juta Rp 3.130 juta Rp 3.710 juta Rp 150 juta Rp 350 juta Rp 150 juta Rp 50 juta Rp 100 juta Rp 1.000 juta Rp 500 juta Rp 1.410 juta Rp3.710 juta Dengan metode ekuitas yang digunakan, maka laba ditahan dari perusahaan induk sebelum penggabungan usaha akan menunjukkan jumlah sebesar : a. Rp 180 juta b. Rp 100 juta c. Rp 240 juta d. Rp 1.410 juta Perhitungan : Dengan menggunakan metode ekuitas, berari perusahaan induk akan mencatat segala aktivitas perusahaan anak. Dengan demikian pula dalam hal perusahaan anak memperoleh laba. Laba ditahan perusahaan induk sebelum penggabungan Ditambah : Hak atas laba operasi perusahaan anak : 75% x Rp 240 juta Laba perusahaan induk sebelum penggabungan Rp 1.230 juta Rp 180 juta Rp 1.410 juta 9. Berdasarkan soal nomer 8, eliminasi saham menggunakan metode ekuitas adalah sebesar : a. Rp 225 juta
  5. 5. b. Rp 450 juta c. Rp 600 juta d. Rp 200 juta Penghitungan : Modal saham anak dalam neraca gabungan sebesar Rp 150 juta dan jumlah ini merupakan minority interest sebesar 25 %. Jadi modal saham anak sebelum dieliminasi adalah sebesar : Demikian juga untuk agio saham perusahaan anak sebelum dieliminasi berjumlah : Sedang untuk laba yang ditahan peruahaan anak akan berjumlah : Dari perincian diatas, maka jumlah eliminasi saham adalah sebesar : 75% x Rp 600 juta = Rp 450 juta. 10. Dari soal nomer 8, laba ditahan dalam meode ekuitas adalah sebesar? a. Rp 300 juta b. Rp 400 juta c. Rp 450 juta d. Rp 200 juta Perhitungan : jumlah laba yang ditahan perusahaan anak adalah sebesar Rp 400 juta. Jadi jumlah laba ditahan adalah 75% x Rp 400 juta = Rp 300 juta. 11. Jumlah modal perusahaan anak sebelum dieliminasi adalah sebesar ? a. Rp 300 juta b. Rp 150 juta c. Rp 1.200 juta d. Rp 1.000 juta Perhitungan : jumlah modal peruahaan anak dalam neraca gabungan adalah sebesar Rp 150 juta + Rp 50 juta + Rp 100 juta = Rp 300 juta, dimana jumlah ini merupakan 25%nya. Jadi jumlah modal sebelum eliminasi adalah sebesar :
  6. 6. 12. Dari soal nomer 8, jumlah rekening investasi pada perusahaan anak sebelum digabung jika menggunakan metode ekuitas adalah sebesar ? a. Rp 830 juta b. Rp 180 juta c. Rp 940 juta d. Rp 1.010 juta Perhitungan : dalam metoda ekuitas, jumlah rekening investasi berubah sesaui dengan perubahan kekayaan perusahaan anak. Perusahaan anak pada perioda tersebut memeperoleh laba sebuesar Rp 240 juta. ( lihat penjelasan nomer 10). Akibatnya jumlah rekening investasi akan menjaadi sebagai berikut : Jumlah investasi pada saat penggabungan Ditambah : Laba dari perusahaan anak : 75% x Rp 240 juta Jumlah investasi sebelum digabung Rp 830 juta Rp 180 juta Rp 1.010 juta 13. Perusahaan induk menggunakan metode ekuitas untuk mencatat 70 % kepemilikan anak. Dalam perioda berjalan, perusahaan anak melaporkan laba bersih sebesar Rp 20 juta, dan pembagian dividen sebesar Rp 5 juta. Jurnal yang dibuat oleh perusahaan induk untuk mengakui hak atas laba dan divien dari perusahaan anaka adalah : Investasi pada perusahaan anak Rp 14 juta Laba investasi pada perusahaan anak Rp 14 juta Kas Rp 3, 5 juta Pendapatan dividen Rp 3, 5 juta Dengan adanya jurnal diatas, apa pengaruhnya terhadap neraca perusahaan induk? a. Neraca perusahaan induk akan menjadi sebesar nilai wajarnya. b. Rekening investasi pada perusahaan anak disajikan terlalu besar danlaba ditahan terlalu kecil. c. Rekening investasi pada perusahaan anak disajikan terlalu kecil dan laba ditahan juga terlalu kecil.
  7. 7. d. Rekekning invetasi pada perusahaan anak disajikan terlalu bear dan demikian pula laba ditahan terlalu besar. 14. Rekening laba ditahan perusahaan anak akan tampak dalam ? a. Kertas kerja penyusunan laporan gabungan b. Catatan akuntansi perusahaan induk c. Catatan akuntansi perusahaan anak d. Jawaban a dan b 15. Rekening piutang dividen dari perusahaan anak yang dicatat di sebelah neraca perusahaan induk, dapat menunjukkan bahwa perusahaan induk menggunakan? a. Metode ekuitas b. Metode cost c. Metode pembelian d. Jawaban a atau b benar 16. Dalam laoran keuangan perusahaan induk tidak dikonsolidasikan,rekening yang manakah, selain kas, yang dipengaruhi oleh adanya pengumumna laba dan dividen dari perusahaan anak? a. Pendapatan dividen, laba atasinvestasi perusahaan anak, dan laba yang ditahan b. Pendapatan dividen dan laba yang ditahan c. Investasi pada perusahaan anak, laba atas investasi perusahaan anak, pendapatan anak, laba ditahan d. Investasi pada perusahaan anak, laba atas investasi perusaan anak, laba ditahan. 17. Bila menggunakan metode ekuitas utnuk mencatat investasi pada perusahaan anak, dividen dari perusahaan anak akan dihitung oleh perusahaan induk sebagai ? a. Pendapatan sebelum penggabungan badan usaha b. Pendapatan, pada saaat dividen diumumkan oleh perusahaan anak c. Kredit yang ditangguhkan d. Pengurangan nilai investasi pada perusahaan anak 18. B. Soal Isian C. Soal Essay
  8. 8. 1. Perusahaan Laksmi dan Atikah masing – masing mempunyai 1.000 lembar saham yang beredar, nilai nominal @ Rp 100. Perubahan modal dari tanggal 1 Januari 2010 sampai dengan tanggal 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut: Perusahaan Laksmi Perusahaan Atikah Laba yang ditahan (deifsit), 1 Januari 2010 Rp 50.000 (Rp 15.000) Dividen yang diumumkan dan dibayarkan dalam bulan Desember 2011 (Rp 10.000) Rp 40.000 (Rp 15.000) Laba (rugi) bersih untuk tahun 2010 Rp 30.000 (Rp 5.000) Laba yang ditahan (defisit), 31 Desember 2010 Rp 70.000 (Rp 20.000) Dividen yang diumumkan dan dibayarkan dalam bulan Juni 2011 (Rp10.000) Rp 60.000 (Rp 20.000) Laba (rugi) bersih untuk tahun 2011 (Rp 5.000) (Rp 15.000) Laba ditahan (defisit), 31 Desember 2011 Rp 55.000 (Rp 5.000) Perusahaan Rukmi memperoleh 800 lembar saham Perusahaan Laksmi dengan harga Rp 200 dan 900 lembar perusahaan Atikah dengan harga Rp 100 pada tanggal 1 Juli 2010. Asumsikan bahwa seluruh aktiva yang dapat diidentifikasi ditetapkan dengan nilai wajar. Berapa besar goodwill untuk masing – masing invesasi untuk tujuan penyusunan neraca konsolidasi? Jawab : Goodwill pembelian saham Perusahaan Laksmi Jumlah kepentingan yang dibayar Rp 160.000 Modal pada tanggal akuisisi:
  9. 9. Modal saham Rp 100.000 Laba ditahan : Saldo awal, 1 Januari 2010 Rp 50.000 Ditambah laba bersih, 1 Januari – 30 Juni 2010 (6/12*Rp 30.000) Rp 15.000 Rp 65.000 Rp 165.000 Kepemilikan 80% Nilai buku saham yang diakuisisi Rp 132.000 Goodwill Rp 28.000 Goodwill pembelian saham Perusahaan Atikah Jumlah kepentingan yang dibayar Rp 90.000 Modal pada tanggal akuisisi: Modal saham Rp 100.000 Laba ditahan : Saldo awal, 1 Januari 2010 (Rp 15.000) Ditambah laba bersih, 1 Januari – 30 Juni 2010 (6/12*Rp 5.000) (Rp 2.500) (Rp 17.500) Rp 82.500 Kepemilikan 90% Nilai buku saham yang diakuisisi Rp 74.250 Goodwill Rp 15.750 2. Perusahaan Laksmi memperoleh 80% saham perusahaan Kartika dan Rukmi pada tanggal 1 Juli 2011 dengan harga Rp 75 juta dan Rp 120 juta. Modal saham yang beredar masing – masing perusahaan anak sebesar Rp 100 juta. Perubahan laba ditahan kedua perusahaan adalah sebagai berikut : Perusahaan Kartika Perusahaan Rukmi Laba ditahan (defisit) 1 Januari 2011 (Rp 20 juta) Rp 30 juta Dividen yang dibayarkan, tahun 2011 (Rp 5 juta) (Rp 20 juta) Rp 25 juta Laba (rugi) bersih, tahun 2011 (Rp 10 juta) Rp 30 juta (Rp 30 juta) Rp 55 juta
  10. 10. Dividen yang dibayarkan, tahun 2012 (Rp 5 juta) (Rp 30 juta) Rp 50 juta Laba (rugi) bersih, tahun 2012 Rp 15 juta (Rp 10 juta) Laba ditahan (defisit) 1 Januari 2011 (Rp 15 juta) Rp 40 juta Perusahaan induk membukukan perkiraan investasi dengan metode ekuivalen. Penghapusan apa yang dilakukan dalam penyusunan lembar kerja konsolidasi pada tanggal 1 Juli 2011? Jawab : Eliminasi pada kertas kerja Konsolidasi pada tanggal 1 Juli 2011 : Goodwill Rp 15 juta Modal saham perusahaan Kartika Rp 80 juta Laba ditahan perusahaan Kartika Rp 20 juta Investasi dsb pada Perusahaan Kartika Rp 75 juta Eliminasi : modal saham – 80% x Rp 100 juta (Rp 80 juta), defisit – 80% x Rp 25 juta (Rp 20 juta) + rugi bersih – 6/12 x Rp 10 juta (Rp 5juta) Goodwill Rp 8 juta Modal saham perusahaan Rukmi Rp 80 juta Laba ditahan perusahaan Rukmi Rp 32 juta Investasi dsb pada Perusahaan Rukmi Rp 120 juta Eliminasi : modal sahan – 80% x Rp 100 juta ( Rp 80 juta), laba ditahan – 80% x Rp 40 juta( Rp 30 juta) dikurangi dividen (Rp 5juta) + laba bersih 6/12 x Rp 30 juta (Rp 15 juta) 3. Berdasarkan soal nomer 2, buatlah ayat jurnal buku perusahaan induk untuk tahun 2011 dan 2012! Jawab : Tahun 2011
  11. 11. Des, 31 Ekuitas dalam laba perusahaan Kartika Investasi dalam saham perusahaan Kartika Laba : 80% x Rp 5 juta, laba bersih Juli 1 – Des 31 : 6/12 x Rp 10 juta = Rp 4 juta Rp 4 juta Rp 4 juta Des, 31 Investasi dalam saham perusahaan Rukmi Ekuitas dalam laba perusahaan Rukmi Laba : 80% x Rp 15 juta, laba bersih Juli 1 – Des 31 : 6/12 x Rp 30 juta = Rp 12 juta Rp 12 juta Rp 12 juta Des, 31 Ekuitas dalam laba perusahaan Kartika Ekuitas dalam laba perusahaan Rukmi Investasi dalam saham perusahaan Kartika Investasi dalam saham perusahaan Rukmi Rp 188.000 Rp 100.000 Rp 188.000 Rp 100.000 Tahun 2012 Des, 31 Kas Investasi dalam saham perusahaan Rukmi Dividen : 80% x Rp 5 juta = Rp 4 juta Rp 4 juta Rp 4 juta
  12. 12. Des, 31 Investasi dalam saham perusahaan Kartika Ekuitas dalam laba perusahaan Kartika Laba : 80% x Rp 15 juta = Rp 14 juta Rp 12 juta Rp 12 juta Des, 31 Investasi dalam saham perusahaan Rukmi Ekuitas dalam laba perusahaan Rukmi Rp 8 juta Rp 8 juta Des, 31 Ekuitas dalam laba perusahaan Kartika Ekuitas dalam laba perusahaan Rukmi Investasi dalam saham perusahaan Kartika Investasi dalam saham perusahaan Rukmi Rp 375.000 Rp 200.000 Rp 375.000 Rp 200.000 4. Berdasarkan soal nomer 2, buatlah penghapusan lembar kerja konsolidasi 31 Desember tahun 2012! Jawab : Modal saham perusahaan Kartika Goodwill Laba ditahan perusahaan Kartika Investasi dalam saham perusahaan Kartika Eliminasi : modal saham – 80 % x Rp 100 juta = Rp 80 juta Laba ditahan – 80% x Rp 40 juta = Rp 32 juta Rp 80 juta Rp 14.437.000 Rp 12 juta Rp 82.437.000
  13. 13. Goodwill Modal saham perusahaan Rukmi Laba ditahan Investasi dalam saham perusahaan Rukmi Eliminasi : modal saham - 80% x Rp 100 juta = Rp 80 juta Laba ditahan - 80% x Rp 40 juta = Rp 32 juta Rp 7.700.000 Rp 80 juta Rp 32 juta Rp 119.700.000 5. Berdasarkan apa perlakuan akuntansi yang digunakan untuk mencatat investasi saham biasa dalam pembukuan investor? Jawab : Perlakuan akuntansi untuk mencatat investasi saham biasa dalam pembukuan investor adalah berdasarkan seberapa luas pengaruh yang dimiliki investor atas aktivitas yang dijalankan investee. Jika kepemilikan investor kurang dari 20 %, investor tidak memiliki pengaruh yang signifikan, maka investor akan mencatat investasinya menggunakan metode cost. Tetapi jika besarnya kepemilikan antara 20% sampai 50%, investor memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perusahaan investee, maka investor akan mencatat investasinya menggunakan metode ekuitas. Namun jika besarnya kepemilikan lebih dari 50%, maka investor menggunakan metode ekuitas dan prosedur likuidasi. 6. Bagaimana perlakuan akuntansi untuk mencatat investasi saham biasa dalam pembukuan investor dengan kepemilikan antara 20% sampai 50%? Jawab : Dengan kepemilikan saham antara 20% sampai dengan 50%, akun “ investasi dsb” secara berkala disesuaikan untuk mencerminkan perubahan yang terjadi dalam aktiva bersih investee. Saldo akun “ínvestasi dsb” akan bertambah untuk mencerminkan bagian proporsional atas laba bersih yang dilaporkan oleh investee atau berkurang untuk mencerminkan bagian proporsional atas rugi bersih yang dilaporkan oleh investee. Ketika dividen tunai diterima oleh investor, atau pada saat investee mengumumkan dividen, akun investasi akan berkurang. Dengan metode ekuitas, saldo akun investasi akan bertambah
  14. 14. ketika aktiva bersih investee bertambah dan saldo akun investasi akan berkurang ketika aktiva bersih investee berkurang. Sama seperti halnya metode cost, apabila investee mengumumkan atau membagikan dividen saham, investor tidak perlu membuat jurnal, tetapi cukup membuat suatu memo yang menunjukkan jumlah kenaikan saham yang dimiliki. Dalam hal ini, jurnal tidak dibuat karena besarnya kepemilikan investor terhadap perusahaan investee akan tetap sama, baik sebelum maupun sesudah dividen dibagikan. 7. PT. Dani memiliki masing – masing 90% saham yang beredar dari PT. Dina dan 80% saham – saham yang beredar dari PT. Dona yang semuanya dibeli dari para pemegang saham sebelumnya pada tanggal dan dengan harga sebagai berikut : a) 1 Oktober 1976, membeli 900 lembar saham – saham PT Dina dengan harga @ Rp 15.000,00 per lembar = Rp 13.500,00. b) 1 Juli 1976, membeli 800 lembar saham – saham PT Dona dengan harga @ Rp 7.500,00 per lembar = Rp 6.000,00. Bagaimana posisi modal dari masing – masing perusahaan pada tanggal 31 Desember 1975, serta laba ( rugi ) dan dividen yang dibagikan selama periode tahun buku 1976 dan 1977? Jawab : Keterangan PT Dani (Rp) PT Dina (Rp) PT Dona (Rp) Modal saham, nominal @ Rp 10.000,00 Laba yang ditahan( defisit) 31 Desember 1975 Pembagian Dividen, 30 Desember 1976, ddibayar 10 Januari 1977 Laba(rugi) bersih tahun 1976 Pembagian dividen 30 Desember 1977, dibayar 25.000.000 5.000.000 1.000.000 2.500.000 1.000.000 10.000.000 2.500.000 - (1.000.000) - 10.000.000 (1.000.000) 500.000 1.500.000 500.000
  15. 15. bulan Januari 1978 Laba(rugi) bersih tahun 1977 (1.250.000) (500.000) 3.000.000 8. Dari soal nomer 5, buatlah neraca pada tanggal 31 Desember 1977 dari masing – masing perusahaan! Neraca 31 Desember 1977 Rekening Neraca PT Dani PT Dina PT Dona Aktiva Kas Bank Piutang wesel (PT Dina) Piutang dagang Cadangan Kerugian Pitang Pendapatan yang Masih Harus diterima (Bunga wesel ditagih PT Dina) Piutang dividen (PT Dona) Uang muka pembelian ( PT Dina) Persediaan Barang Dagang Mesin dan Peralatan Akumulasi penyusutan mesin dan peralatan Tanah Investasi saham PT Dina Investasi saham PT Dona Jumlah aktiva Hutang dan Modal Hutang wesel*1 Hutang dagang*2 500.000 2.500.000 3.000.000 5.000.000 (125.000.000) 37.500.000 400.000.000 2.000.000 3.500.000 20.000.000 (2.500.000) 10.000.000 12.825.000 8.200.000 65.337.500 5.000.000 12.700.000 250.000 4.250.000 - 3.000.000 (75.000) - - - 1.325.000 12.500.000 (1.250.000) - - - 20.000.000 3.000.000 5.962.500 500.000 2.500.000 - 4.500.000 (62.500) - - - 3.312.500 7.500.000 (750.000) - - - 17.500.00 - 2.500.000
  16. 16. Biaya bunga yang masih harus dibayar Uang muka dari langganan Hutang dividen Hutang jangka panjang Diskonto huntang jangka panjang Modal saham Laba yang ditahan Jumlah hutang dan modal 212.500 - 1.000.0000 15.000.0000 (150.000) 25.000.000 6.575.0000 65.337.500 37.500 - - - - 10.000.000 1.000.000 20.000.000 - 2.000.000 500.000 - - 10.000.000 2.500.000 17.500.000 Catatan : *1. Hutang wesel PT Dina sebesar Rp 3.000.000,00 adalah kepada PT Dani. *2. Biaya bunga yang masih harus dibayar kepada PT Dina adalah sebasar Rp 37.500,00 merupakan bunga atas hutang wesel kepada PT Dani. 9. Akibat dari soal 5 dan 6, akan terjadi perubahan dan perkembangan metode ekuitas perusahaan anak yang selalu diikuti oleh perusahaan induk melalui rekening investasinya dan rekening laba yang ditahan, maka sejak kepemilikkannya sampai dengan akhir periode tahun buku 1977, perubahan dlam rekening rersebut diikhtisarkan dengan ? Perubhaan dalam hak – hak pemegang saham Investasi Laba yang ditahan PT Dani Saham – sahma PT Dina Saham – saham PT Dona 31 Desember 1975 : Saldo laba yang ditahan 1 Juli 1976 : Membeli 800 lembar saham PT Dona @ Rp 7.500,00 per lembar 1 Oktober 1976 : Membeli 900 lembar saham - - 13.500.000 - 6.000.000 - 5.000.000 - -
  17. 17. PT Dina @ Rp 15.000,00 30 Desember 1976 : Pembagian dividen PT Dina Rp 1.000.000,00 PT Dona Rp 500.000,00 31 Desember 1976: Laba(rugi) tahun 1976 : PT Dina ( Rp 1.000.000,00) PT Dani Rp 1.500.000,00 PT Dona Rp 2.500.000 30 Desember 1977 : Pembagian dividen : PT Dani Rp 1.000.000,00 PT Dona Rp 500.000,00 31 Desember 1977 : Laba (rugi) bersih tahun 1977 : PT Dina ( Rp 500.000,00) PT Dani Rp 3.000.000,00 PT Dona Rp 1.250.000,00 - - 13.500.000 (225.000) - - 13.275.000 - - 13.275.000 (450.000) - - - (400.000) 5.000.000 - 600.000 - 6.200.000 - (400.000) 5.800.000 - 2.400.000 - (1.000.000) - 4.000.000 (225.000) 600.000 2.500.000 6.875.000 1.000.000 - 5.875.000 (450.000) 2.400.000 (1.250.000) Saldo, 31 Desember 1977 12.825.000 8.200.000 6.575.000 10. Pada tanggal 1 Januari 2010, PT I membeli 80% saham PT A dengan harga Rp 1.000.000.,00. Pada saat itu, modal saham PT A yang telah beredar adalah sebesar nominal Rp 1.000.000,00 sedang rekening laba ditahan mempunyai saldo kredit Rp 200.000,00. Untuk semester pertama dalam tahun buku 2010 PT A memperoleh keuntungan sebesar Rp 200.000,00. Sedangkan untuk
  18. 18. semester kedu PT melaporkan kerugian sebesar Rp 50.000,00. Pada tanggal 10 Desember 2010 PT A mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp 100.000,00. Sedangkan pembayaran baru dilakukn pada tanggal 20 Desember. Dari operasinya selama tahun 2010, PT I memperoleh keuntungan Rp 250.000,00. Dari data tersebut diatas, buatlah jurnal pencatatan dan pengakuan terhadap : keuntungan, kerugian dan pembagian dividen oleh PT A ! Jawab : Transaksi Pencatatan pada buku perusahaan Induk (PT I) 30 Juni 2010 : PT A melaporkan laba untuk semester pertama tahun 2010 sebesar Rp 200.000,00 Pencatatan saham PT A Pendapatan PT A Rp 160.000,00 Rp 160.000,00 10 Desember 2010 : Pengumuman pembagian dividen sebesar Rp 100.000,00 Piutang dividen PT A Investasi saham PT A (80% x Rp 100.000,00) Rp 80.000,00 Rp 80.000,00 20 Desember 2010 : Pembayaran dividen oleh PT A Kas Piutang dividen Rp 80.000,00 Rp 80.000,00 31 Desember 2010 : PT A melaporkan rugi operasi untuk semester kedua sebesar Rp 50.000,00 Rugi dari PT A Investasi saham PT A (80% x Rp 50.000,00) Rp 40.000,00 Rp 40.000,00 11. Pada tanggal 1 Januari 2010, PT H membeli 90% saham PT A. Dalam tahun 2010, PT memperoleh laba sebesar Rp 500.000,00 dan membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp 100.000,00. Dari data tersebut diatas, buatlah jurnal menurut metode ekuitas secara konvensional dan modifikasi ! Jawab:
  19. 19. Dalam hal ini dari segi ekonomis PT H dapat mengakui bagian atas laba PT A sebesar RP 450.000,00 (90% x Rp 500.000,00) akan tetapi dari segi yuridis kepada pemegang saham, perusahaan induk hanya berkewajiban untuk membagikan dividen (selain yang berasal dari laba operasi sendiri) sebesar Rp 90.000,00 (yaitu 90% dari laba perusahaan anak yang sudah direalisasikan). Transaksi Metode konvensional (Laba PT A diakui sebagai laba ditahan) Metode yang dimodifikasi ( Laba PT A diakui sebagai moal penilaian (Appraisal Capital) PT A melaporkan laba sebesar Rp 500.000,00 Investasi saham PT A Pendapatan dari PT A Rp 450.000,00 Rp 450.000,00 Investasi saham PT A Modal penilaian Rp 450.000,00 Rp 450.000,00 PT A membagikan dividen sebesar Rp 100.000,00 Kas Investasi saham PT A Rp 90.000,00 Rp90.000,00 Kas Investasi saham PT A Modal penilaian Penghasia n dividen Rp 90.000,00 Rp 90.000,00 Rp 90.000,00 Rp 90.000,00 12. Dari soal nomer 9, buatlah kesimpulan terhadap metode ekuitas modifikasi! Jawab : Bagian laba atas perusahaan anak diakui sebgai kenaikan dari investasi saham perusahaan anak dengan prosedur sebagai berikut : - Rekening investasi saham didebit sebagian besar aas laba tersebut dengan rekening lawan “modal penilaian”. Demikian sebaliknya terhadap bagian atas kerugian yang diderita oelh perusahaan anak. Pada metode penilaian ini, untuk menampung dan mengikhtisarkan hasil usaha perusahaan anak, dipakai rekening modal penilaian dan laba ditahan.
  20. 20. Bagian keuntungan dari perusahaan anaka yang tidak / belum dibagikan sebagai dividen diakui oleh perusahaan induk sebagai kenaikan modal penilaian. - Sedang keuntungan yang telah dibagikan sebgai dividen diakui sebagai bagian saldo laba yang ditahan. Meskipun pada kedua cara (metode konvensional dan metode penilaian ) berakibat besarnya total aktiva perusahaan induk sama, namun oada metode penilain menghasilkan informasi yang lengkap. Karena disini dijelaskan perbedaan antara pengakuan pendapataan yang sudah direlisasikan sebagai benar – benar laba ditahan dan pendapatan diperlakukan sebgai kenaikan di dalam modal penilaian. 13. Tanggal 1 Januari 2011, perusahaan P memperoleh 80% saham perusahaan S dengan harga sebesar Rp 100 juta. Pada tanggal ini, perusahaan S mempunyai modal saham beredar sebesar Rp 100 juta dan pendapatan sisihan bersaldo sebesar RP 20 juta. Perusahaan S melaporkan pendapatan neto untuk periode 6 bulan yang berakhir per 30 Juni 2011 sebesar Rp 20 juta. Dividen sebesar Rp 10 juta diumumkan oleh perusahaan S pada tanggal 5 Desember dan dibayarkan pada tanggal 20 Desember. Untuk periode 6 bulan yang berakhir per 31 Desember 2011, perusahaan S melaporkan rugi neto sebesar Rp 5 juta. Buatlah jurnal – jurnal yang dibutuhkan dalam buku – buku induk perusahan dalam tahun 2011 sebagai akibat dai kepentingan sebesar 80 % dalam perusahaan S ! Jawab : Transaksi Pembukuan perkiraan investasi dengan metode ekuitas 30 Juni 2011 Pelaporan pendapatan neto sebesar Rp 20 juta untuk periode 6 bulan oleh perusahaan S Investasi dalam saham biasa Perusahaan S Pendapatan perusahan S Rp 16 juta Rp 16 juta 5 Desember 2011 Pengumuman dividen sebesar Rp 10 juta oleh Piutang dividen dari perusahaan S Rp 8 juta
  21. 21. perusahaan S. Investasi dalam saham perusahaan S Rp 8 juta 20 Desember 2011 Pembayaran dividen oleh perusahaan S. Kas Piutang dividen perusahaan S Rp 8 juta Rp 8 juta 31 Desember 2011 Pelaporan rugi neto sebesar Rp 5 juta untuk periode 6 bulan oleh perusahaan S. Rugi anak perusahaan S Investasi dalam saham perusahaan S Rp 4 juta Rp 4 juta 14. Tanggal 1 Januari 2011, perusahaan H memperoleh 90% saham perusahaan S. Pendapatan neto perusahaan S untuk tahun 2011 sebesar Rp 50 juta, akan tetapi jumlah dividen kepada para pemegang sahamnya untuk tahun itu hanya sebesar Rp 10 juta. Perusahaan H memang dapt memandang diriny lebih baik dengan memperoleh 90 % dari pendapatan neto anak perusahaan, yakni sebesar Rp 45 juta. Kemampunannya mengumumkan dividen kepada para pemegang saham saat ini hanya terbatas sebesar Rp 9 juta. Buatlah jurnal untuk perusahaan H! Transaksi Pembukuan Perkiraan Investasi dengan metode ekuitas Prosedur konvensioal Prosedur alternatif Pelaporan pendapatan neto sebesar Rp 50 juta oleh perusahaan S. Investasi dalam saham biasa Pendapatan perusahaan S. Rp 45 juta Rp 45 juta Investasi dalam saham perusahaan S Kenaikan modal taksir- pendapatan tak dibagi perusahaan S Rp 45 juta Rp 45 juta Pembayaran Kas Rp 9 juta Kas Rp 9 juta
  22. 22. dividen sebesar Rp 10 juta oleh perusahaan S. Investasi dalam perusahaan S Rp 9 juta Investasi dalam saham perusahaan S Kenaikan modal taksir- pendapatan tak dibagi perusahaan S Pendapatan dividen Rp 9 juta Rp 9 juta Rp 9 juta 15. Dari soal nomer 12 buatlah prosedur pembukuannya ! Jawab : - Pendapatan neto suatu perusahaan dianggap sebagai dukungan untuk menetapkan kenaikan penilain dalam investasi dalam anak perusahaan, dengan demikian, induk perusahaan mendebet perkiraan investasi dan mengkredti modal taksir untuk bagiannya dalam pendapatan neto anak perusahaan. - Pembagian pendapatan berikutnya sebagai dividen oleh suatu anak perusahaan dipandang sebagai realisasi kenaikna penilaian, dengan demikian, induk perusahaan mendebet perkiraan piutang dividen atau perikiraan kas dan mengkredit perkiraan investasi sebesar bagiannya dalam dividen anak perusahan, hal ini disertai dengan pos jurnal kedua, yang mendebet saldo modal taksir yang mengkredit pendapatan. 16. Apa saja penghapusan yang dibutuhkan dalam masing – masing hal berikut ini. perusahaan Kartika memiliki 80% saham Perusahaan Rukmi. a. Buku Perusahaan Kartika : Panjar kepada perusahaan Rukmi Rp 15 juta. Buku Perusahaan Rukmi : Panjar dari Perusahaan Kartika Rp 15 juta. b. Buku Perusahaan Kartika : Wesel tagih diskonto (didiskontokan oleh perusahaan Rukmi) Rp 10 juta, wesel tagih Rp 20 juta.
  23. 23. Buku Perusahaan Rukmi : Wesel tagih (diterima dari perusahaan Kartika) Rp 10 juta, wesel tagih didiskonto (didiskontokan oleh bank) Rp 8 juta. Wesel tagih didiskonto (wesel perusahaan Kartika yang didiskontokan oleh bank) Rp 5 juta. c. Buku Perusahaan Kartika : wesel bayar (diterbitkan kepada perusahaan Rukmi ) Rp 5 juta. Buku Perusahaan Rukmi : Wesel tagih (diterima dari perusahaan Kartika) Rp 5 juta. Wesel tagih didiskonto (wesel perusahaan Kartika yang didiskontokan oleh bank) Rp 5 juta. d. Buku Perusahaan Kartika : Piutang dividen dari perusahaan Rukmi, Rp 1,6 juta Buku Perusahaan Rukmi : hutang dividen Rp 2 juta Jawab : a. Panjar dari perusahaan Kartika Rp 15 juta Panjar kepada perusahaan Rukmi Rp 15 juta b. Wesel tagih diskonto Rp 10 juta Wesel tagih Rp 10 juta c. Wesel bayar Rp 5 juta Wesel tagih Rp 5 juta Wesel tagih diskonto Rp 5 juta Wesel bayar Rp 5 juta d. Piutang Dividen Rp 1,6 juta Pendapatan dividen dari perusahaan Rukmi Rp 1,6 juta 17. Modal pemegang saham per 1 Januari 2010 dalam buku – buku perusahaan Laksmi, Kartika, dan Rukmi adalah sebagai berikut : Perusahaan A Perusahaan B Perusahaan C Modal saham Rp 800 juta, nn : Rp 100.000 Rp 100 juta, nn : Rp 10.000 Rp 50 juta, nn: Rp 20.000 Laba yang dipakai (defisit) Rp 350 juta Rp 110 juta (Rp 10 juta)
  24. 24. Modal pemegang saham Rp 1.150 juta Rp 210 juta Rp 40 juta Pada tanggal April 2010, perusahaan Laksmi membeli per kas Rp 7.500 lembar saham perusahaan Kartika dengan harga 16 ½ dan pada tanggal 1 Mei 2010 membeli 2.000 lembar saham perusahaan Rukmi dengan harga 22. Setiap kelebihan harga pokok atas kelebihna nilai bukunya ditangani sebagai goodwill. Laba yang dilaporkan pada tiap akhir tahun dan dividen yagn diumumkan pada tiap akhir tahun, yang dapat dibayarkan dalam bulan Januari tahun berikutnya, adalah sebagai berikut : Perusahaan Laksmi Perusahaan Kartika Perusahaan Rukmi Laba (rugi) bersih dari operasi sendiri dividen per lembar saham Laba (rugi) bersih dividen per lembar saham Laba (rugi) bersih dividen per lembar saham 2010 (Rp 50 juta) Rp 6.000 (Rp 10 juta) dilewat kan Rp 6.juta dilewatk an 2011 Rp 10juta Rp 6.000 Rp 12 juta Rp 150 Rp 14 juta Rp 1.000 2012 Rp 32 juta Rp 6.000 Rp 20 juta Rp 500 Rp 20 juta Rp 2.500 Dengan asumsi bahwa perkiraan investasi dibukukan dengan metode ekuitas, maka tunjukan ayat jurnal yang dibutuhkan dalam buku perusahaan Laksmi pada akhir tahun 2010, 2011, dan 2012. Jawab : Tahun 2010 Laba ditahan Ikhtisar laba rugi Rp 50 juta Rp 50 juta Laba ditahan Utang dividen Pengumuman dividen : Rp 6.000 x 8.000 lembar = Rp 48 juta Rp 48 juta Rp 48 juta Laba ditahan Investasi pada perusahaan Kartika Kerugian bersih perusahaan Kartika Rp 5,625 juta Rp 5,625 juta
  25. 25. kepada Perusahaan Induk : 75% (9/12 x Rp 10 juta) = Rp 5, 625 juta Investasi pada perusahaan Rukmi Laba ditahan Keuntungan bersih perusahaan Rukmi kepada Perusahaan Induk : 80% (8/12 x Rp 6 juta) = Rp 3,2 juta, amortisasi goodwill : ( Rp 10,4 juta/40) x 8/12 =Rp 173.000 Rp3, 027 juta Rp3, 027 juta Tahun 2011 Ikhtisar laba rugi Laba ditahan Rp 10 juta Rp 10 juta Laba ditahan Utang dividen Pengumuman dividen : Rp 6.000 x 8.000 lembar = Rp 48 juta Rp 48 juta Rp 48 juta Laba ditahan Investasi pada perusahaan Kartika Keuntungan bersih kepada perusahaan Induk : 75% x Rp 12 juta = Rp 9 juta Rp 9 juta Rp 9 juta Pendapatan dividen perusahaan Kartika Investasi dalam Perusahaan Kartika Dividen perusahaan Kartika : Rp 15.000 x 7.500 lembar = Rp 1,125 juta Rp 1,125 juta Rp 1,125 juta Investasi pada perusahaan Rukmi Laba ditahan Keuntungan bersih perusahaan Rukmi kepada Perusahaan Induk : 80% (Rp 14 juta) = Rp 11,2 juta, amortisasi goodwill : Rp 10,4 juta/40 = Rp 10, 940 juta Rp 10, 940 juta
  26. 26. Rp 260.000 Pendapatan dividen perusahaan Kartika Investasi dalam Perusahaan Kartika Dividen perusahaan Kartika : Rp 1.000 x 2.000 lembar = Rp 2 juta Rp 2 juta Rp 2 juta Tahun 2012 Ikhtisar laba rugi Laba ditahan Rp 32 juta Rp 32 juta Laba ditahan Utang dividen Pengumuman dividen : Rp 6.000 x 8.000 lembar = Rp 48 juta Rp 48 juta Rp 48 juta Investasi pada perusahaan Rukmi Laba ditahan Keuntungan bersih perusahaan Rukmi kepada Perusahaan Induk : 75% x Rp 20 juta = Rp 15 juta Rp 15 juta Rp 15 juta Pendapatan dividen perusahaan Kartika Investasi dalam Perusahaan Kartika Dividen perusahaan Kartika : Rp 50.000 x 7.500 lembar = Rp 3,75 juta Rp 3,75 juta Rp 3,75 juta Investasi pada perusahaan Rukmi Laba ditahan Keuntungan bersih perusahaan Rukmi kepada Perusahaan Induk : 80% (Rp 20 juta) = Rp 16 juta, amortisasi goodwill : Rp 10,4 juta/40 = Rp 260.000 Rp15,740 juta Rp15,740 juta Pendapatan dividen perusahaan Kartika Investasi dalam Perusahaan Rp 5 juta Rp 5 juta
  27. 27. Kartika Dividen perusahaan Kartika : Rp 2.500 x 2.000 lembar = Rp 5 juta 18. Dari soal nomer 17 buatlah : a. Kelebihan harga pokok ata kelebihan nilai buku masing – masing investasi; b. Kepentingan minoritas masing – masing perusahaan pada akhir tahun 2010, 2011, dan 2012; c. Saldo laba ditahan untuk kepentingan pengendali, yang akn tercantum pada neraca konsolidasi pada akhir tahun 2010, 2011, dan 2012. Jawab : a. Perusahaan Kartika Modal perusahaan Kartika pada tanggal akuisisi modal saham, 1 April 2010 Modal saham Laba ditahan, 1 Januari 2010 Modal saham, januari 2010 Dikurangi : estimasi kerugian bersih, 1 Januari – 1 April 2010, 3/12 x Rp 10 juta Modal saham 1 April 2010 Selisih nilai buku atas kelebihan biaya pada pembelian modal saham perusahaan Kartika : Bunga yang diakui, (7.500/10.000) x Rp 207,5 juta Jumlah yang harus dibayar atas bunga yang diakui, 7.500 lembar pada 16 ½ Selisih nilai buku atas kelebihan biaya Saham perusahaan A Reduksi pada nilai tanah Rp 100 juta Rp 110 juta Rp 210 juta Rp 2, 5 juta Rp 207 juta Rp 155,625 juta Rp 123,750 juta Rp 31, 875 juta 7.500 lembar 4,25 Perusahaan Rukmi
  28. 28. Modal perusahaan Rukmi pada tanggal akuisisi modal saham, 1 Mei 2010 Modal saham Defisit, 1 Januari 2010 Modal saham, 1 Januari 2010 Ditambah : estimasi laba bersih 1 Januari – 1 Mei 2010, 4/12 x Rp 6 juta Modal saham, 1 Mei 2010 Goodwill pada pembelian modal saham perusahaan Rukmi : Jumlah yang harus dibayar atas bunga yang diakui, 7.500 lembar pada 16 ½ Bunga yang diakui, (7.500/10.000) x Rp 207,5 juta Goodwill Rp 50 juta (Rp 10 juta) Rp 40 juta Rp 2 juta Rp 42 juta Rp 44 juta Rp 33,6 juta Rp 10,4 juta b. Perusahaan Kartika Modal saham, 1 Januari 2010 Reduksi pada nilai tanah Kerugian bersih, 2010 Modal saham, 31 Desember 2010 Laba bersih 2011 Dividen 2011, Rp 15.000 pada 10.000 lembar saham Modal saham, 31 Desember 2011 Laba bersih 2012 Dividen 2012, Rp 50.000 pada 10.000 lembar saham Modal saham, 31 Desember 2011 Rp 210 juta (Rp 42,5 juta) (Rp 10 juta) Rp 157,5 juta Rp 12 juta Rp 169,5 juta (Rp1,5 juta) Rp 168 juta Rp 20 juta Rp 188 juta (Rp 5 juta) Rp 183 juta Kepentingan minoritas, 31 Desember 2010 sebesar 25%. Kepentingan minoritas, 31 Desember 2011 sebesar 25%. Kepentingan
  29. 29. minoritas, 31 Desember 2012 sebesar 25%. Perusahaan Rukmi Modal saham, 1 Januari 2010 Laba bersih, 2010 Modal saham, 31 Desember 2010 Laba bersih 2011 Dividen 2011, Rp 1.000 pada 2.500 lembar saham Modal saham, 31 Desember 2011 Laba bersih 2012 Dividen 2012, Rp 2.500 pada 2.500 lembar saham Modal saham, 31 Desember 2011 Rp 40 juta Rp 6 juta Rp 46 juta Rp 14 juta Rp 60 juta (Rp2,5 juta) Rp 57,5 juta Rp 20 juta Rp 77,5 juta (Rp 6,25 juta) Rp 71,25 juta Kepentingan minoritas, 31 Desember 2010 sebesar 20%. Kepentingan minoritas, 31 Desember 2011 sebesar 20%. Kepentingan minoritas, 31 Desember 2012 sebesar 20%. c. Laba ditahan, 31 Desember 2010 : Laba ditahan, 1 Januari 2010 Ditambah : pendapatan saham dari perusahaan Rukmi, 1 Mei – 31 Desember 2010, 80% x Rp 4 juta Dikurangi : Rp 350 juta Rp 3,2 juta Rp 353,2 juta
  30. 30. Kerugian dari operasi sendiri Pengumuman dividen, Rp 6.000 pada 8.000 lembar Amortisasi goodwill Kerugian bersih perusahaan Kartika, 1 April – 31 Desember 2010, 75% x Rp 7,5 juta Laba ditahan, 31 Desember 2010 Laba ditahan, 31 Desember 2011 : Laba ditahan, 1 Januari 2011 Ditambah : Laba bersih dari operasi sendiri Laba bersih perusahaan Kartika Laba bersih perusahaan Rukmi Dikurangi : Amortisasi goodwill Pengumuman dividen, Rp 6.000 pada 8.000 lembar Laba ditahan, 31 Desember 2011 Laba ditahan, 31 Desember 2012 : Laba ditahan, 1 Januari 2012 Ditambah : Laba bersih dari operasi sendiri Laba bersih perusahaan Kartika Laba bersih perusahaan Rukmi Dikurangi : Rp 50 juta Rp 48 juta Rp 173.000 Rp 5,625 juta Rp 10 juta Rp 9 juta Rp 11,2 juta Rp 260.000 Rp 48 juta Rp 32 juta Rp 15 juta Rp 16 juta Rp 103,798 juta Rp 249, 402 juta Rp 249, 402 juta Rp 30,2 juta Rp 279,602 juta Rp 48, 26 juta Rp 231,342 juta Rp 231,342 juta Rp 63 juta Rp 294,342 juta
  31. 31. Amortisasi goodwill Pengumuman dividen, Rp 6.000 pada 8.000 lembar Laba ditahan, 31 Desember 2012 Rp 260.000 Rp 48 juta Rp 48, 26 juta Rp 246, 082 juta 19.
  32. 32. DAFTAR PUSTAKA Drebin, Allan R.1991. Advanced Accounting Edisi Kelima. Penerbit Erlangga : Jakarta. Machfoedz, Drs. Mas’ud Akt. Dan Drs. Arififen Sabeni, Akt. 1986. Ikhtisar Teori dan Saal Jawab Akuntansi Lanjutan Dua Edisi Pertama. BPFE: Yogyakarta. Simons, Harry M.A. C.P. A dan Wilbert E. Karrenbrock, Ph.D. 1982. PT. Bina Aksara : Jakarta Yunus, Drs. Hadori dan Drs. Harnanto. 1981. Akuntansi Keuangan Lanjutan. BPFE : Yogyakarta

×