Perkembangan ilmu pengetahuan sampai masa abbasiyyah 2

  • 23,813 views
Uploaded on

 

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
No Downloads

Views

Total Views
23,813
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1

Actions

Shares
Downloads
235
Comments
1
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. A.CHOIRUL MAGHFUR (01) LILIK NADYA MUSTIKA (17) MOCH.SAL IS (20) NIA KURNIASI H (23) NUR ASIFATUL MAHMUDA (24) ZAHROTUL FITRIYAH (35) PERKEMBANGN ILMU PENGETAHUAN SAMPAI MASA ABBASYIYAH
  • 2. Sejarah Pertumbuhan ilmu Pengetahuan sebelum masa Abbasiyah Sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan dikalangan kaum muslimin, dimulai sejak masa Rasulullah S.A.W karena beliau mewajibkan umat islam untuk menuntut ilmu, baik itu ilmu yang berhubungan dengan agama maupun ilmu yang berhubungan dengan pengetahuan umum. Dengan diwajibkannya menuntut ilmu itulah kemudian lahirlah ulama-ulama, antara lain: Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Setelah Rasulullah wafat, perkembangan ilmu pengetahuan berkembang kenegara- negara lain, mulai dari semenanjung Arab, Eropa, bahkan sampai ke Cina. Daulah islamiyah yang telah berjasa mengembangkan islam dimulai pada masa Umayyah dan mencapai puncaknya pada masa Daulah Abbasiyah (750M- 1258M). Pusat perkembangan ditimur adalah dikota Bagdad yaitu di negeri Irak dan berpusat di Kordoba yaitu negeri Spanyol. Sebagai tanda kejayaan umat islam, mendirikan perpustakaan terbesar didunia yaitu Baitul Hikmah tahun 830 M. Sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan sblm masa abbasiyah Sejarah singkat bani abbasyiyah Perkembangan islam pada masa bani abbasyiyah Kronologi kekhalifahan bani abbasyiyah Perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan di masa bani abbasyiyah
  • 3. A. SEJARAH SINGKAT BANI ABBASIYYAH Daulah Bani Abbasiyyah berkuasa selama 5 abad yaitu mulai tahun 132 – 656 H / 750 – 1258 M, menggantikan Daulah Bani Umayyah yang telah berkuasa selama 92 tahun (40 – 132 H / 660 – 750M). Dinamakan bani Abbasiyyah, karena para pendiri dan kholifahnya merupakan keturunan dari Abbas bin Abdul Mutholib (paman Nabi Muhammad S.A.W.) Kholifah yang pertama kali menduduki jabatan adalah Abdul Abbas Asy Syafah yang berkuasa pada tahun 132 – 136 H / 750 – 753 M yang kemudian diikuti oleh kholifah-kholifah yang lain silih berganti sebanyak 37 kholifah. Selama berkuasa Daulah bani Abbasiyyah mengalami masa kejayannya, mulai dari berdirinya hingga sampai pada masa pemerintahan kholifah Alt Watsik Billah tahun 232 H / 879 M. Diantara kholifah yang besar adalah Abu Abbas Asy Sofa, Abu Jafar al Mansyur, Harun ar-Rasyid, Al Makmum, Al Mu’tazim dan Al Watsik. Mereka adalah para kholifah yang telah menghantarkan ke puncak masa kejayaan dan keemasan daulah bani Abbasiyyah. Setelah itu hampir tidak ada kholifah yang besar lagi, ini dikarenakan mereka lebih banyak disibukkan dengan hal duniawi dan saling berebut kekuasaan. Kholifah yang terakhir adalah Al Mu’tazim yang berkuasa pada tahun 124 H / 1258 M dan mati terbunuh oleh pasukan Mongol pimpinan Hulogu Khan (cucu dari Jengis Khan). Sesudah al watsik masih ada lagi 28 kholifah yang memerintah
  • 4. maka kekuasaanpun pindah ke tangan bani Abbasiyyah, sehingga wilayahnya meliputi : Afrika Utara, Mesir, Tripoli dan sekitarnya juga negaa-negara yang berbeda di Asia Tengah sepeti Turki, Siberika, Romawi Timur, Persia, Irak, Yaman, Palestina, Afghanistan dan sebagian India dengan Ibukotanya Bagdad. Daulah bani Abbasiyyah mengambil pusat kegiatannya dikota Bagdad dan sekaligus dijadikan sebagai ibu kota negara. Dari sinilah segala kegiatan baik politik, sosial, ekonomi, keuangan, kekuasaan, pengetahuan, kebudayaan dan lain-lain dijalankan. Kota Baghdad dijadikan sebagai kota pintu terbuka, artinya siapapun boleh memasuki dan tinggal di kota tersebut, sehingga semua bangsa yang menganut berbagai agama dan keyakinan diijinkan bermukim didalamnya, dengan begitu Baghdad menjadi kota interenasional yang sangat ramai dan didalamnya berkumpul berbagai unsur : Arab, Turki, Persia, Romawi. Qibthi dan sebagainya. Sehingga bisa diketakan, bahwa pada masa pemerintahan Bani Abbasiyyah upaya perluasan daerah kurang begitu diperhatikan akan tetapi dibidang ilmu pengetahuan dan kebudayaan terjadi kemajuan yang begitu spektakuler, hal ini ditandai dengan munculnya para ilmuwan/cendekiawan dan ulama yang terkenal seperti halnya Ibnu Sina Al Gozali –Al Farabi, Imam Syafii, Hanafi, Hambali, Imam Maliki, Ibnu Rusydi kholifah yang telah membawa kemajuan bani Abbasiyyah dan lain-lain.
  • 5. B. Perkembangan Islam Pada Masa Bani Abbasiyyah Pada masa Daulah Abbasiyyah kehidupan peradaban Islam sangat maju, sehingga pada masa itu dikatakan sebagai jaman keemasan Islam, karena kaum muslim sudah sampai pada puncak kemuliaan, baik kekayaan, bidang kekuasaan, politik, ekonomi dan keuangan lebih lagi dalam bidang kebudayaan dan ilmu pengetahuan, baik pengetahuan agama maupun pengetahuan umum mengalami kemajuan yang sangat pesat. • Berbagai Ilmu Telah Lahir, Hal Ini Dikarenakan Antara Lain : 1. Penerjemahan buku berbahasa asing 2. Penelitian dan pengkajian yang dilakukan oleh kaum muslimin itu sendiri. • Pengetahuan Umum Atau Agama Berkembang Sangat Tinggi. Sebagai Bukti Antara Lain : 1. Didirikanlah Baitul Hikmah sebagai pusat penterjemahan, peneliti dan pengkajian ilmu pengetahuan baik agama maupun umum. 2. Didirikan “Majelis Munazarot” yaitu suatu tempat berkumpulnya para sarjana muslim, untuk membahas ilmu pengetahuan, para sarjana muslim untuk membahas ilmu pengetahuan, para sajarna muslim diberi kebebasan berfikir dari ilmu pengetahuan tersebut. 3. Dibentuk Korps Ulama yang anggotanya terdiri dari berbagai negara dan berbagai agama yang bertugas menterjemahkan, membahas dan menyusun sisa-sisa kebudayaan
  • 6. sehingga pada masa itu muncullah tokoh-tokoh muslim yang menyebarluaskan agama Islam dan menghasilkan karya-karya yang besar antara lain : a. Imam Abu Hanifah ( 700 – 767 M ). Imam Malik ( 713 – 765 M ) Imam Syafii ( 767 – 820 M ) Imam Ahmad bin Hanibal ( 780 – 857 M ). b. Imam Sibawaih, is bin Umar as Saqofi sebagai tokoh bahasa Arab, Nahwu shorof Balaghoh dan lain-lain. Imam bukhori dengan hasil karyanya shoheh Bukhari. Imam Muslim dengan hasil karyanya shoheh muslimnya Imam Abu dawud dengan hasil karyanya Sunan Abu Dawudnya. Imam bin Majah dengan hasil karyanya Sunan ibnu majahnya Imam Tirmidhi dengan hasil karyanya sunan Tirmidhinya c. Rabi’ah al Adawiyah ahli tasawuf dengan ajarannya mahabbah. d. Abu Hamid Muhammad bin Ahmad Ghozali dengan hasil karyanya ihya ulumudin
  • 7. C.KRONOLOGI KEKHALIFAHAN BANI ABBASIYAH 1. Abu Al-Abbas al-Safah menjadi khalifah pertama Bani Abbasiyah. • Abu al-'Abbas merupakan pemimpin salah satu cabang Bani Hashim, yang menisbatkan nasabnya kepada Hasyim, buyut NabiMuhammad, melalui Al-abbas, paman Nabi SAW. Bani Hasyim mendapat dukungan besar dari golongan Syi’ah yang berpikir bahwa keluarganya, yang telah diturunkan dari Nabi Muhammad dan Ali bin Abi Thalib, akan menurunkan pemimpin besar lainnya atau Mahdi yang akan membebaskan Islam. Kebijakan tanggung-tanggung penguasa terakhir Umayyah untuk mentoleransi Muslim non-Arab dan Syi’ah telah gagal memadamkan kerusuhan antara minoritas-minoritas itu.
  • 8. 2. Harun Ar-rasyid Menjadi Khalifah • Harun Ar-Rasyid bernama lengkap Abu Ja’far bin Al-Mahdi bin Al-Mansyur Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Al-Abbas. Ia lahir di Rayy pada 766 M. Ia adalah khlifah kelima dari kekhalifahan Abbasiyah dan memerintah antara tahun 786 hingga 803. Ayahnya bernama Muhammad Al-Mahdi, khalifah yang ketiga dan kakaknya, Musa Al-Hadi adalah khalifah yang keempat. Ibunya Jurasiyah dijuluki Khayzuran berasal dari Yaman.
  • 9. 3. KAIDAH KEILMUAN MULAI TERBENTUK. AL JABAR DI CIPTAKAN OLEH AL KHAWARIZMI Kitab I - Aljabar Al-Kitāb al-mukhtaṣar fī ḥisāb al-jabr wa-l-muqābala atau Kitab yang Merangkum Perhitungan Pelengkapan dan Penyeimbangan adalah buku matematika yang ditulis pada tahun 830. Kitab ini merangkum definisi aljabar. Dalam kitab tersebut diberikan penyelesaian persamaan linear dan kuadrat dengan menyederhanakan persamaan menjadi salah satu dari enam bentuk standar (di sini b dan c adalah bilangan bulat positif) kuadrat sama dengan akar (ax2 = bx) kuadrat sama dengan bilangan konstanta (ax2 = c) akar sama dengan konstanta (bx = c) kuadrat dan akar sama dengan konstanta (ax2 + bx = c) kuadrat dan konstanta sama dengan akar (ax2 + c = bx) konstanta dan akar sama dengan kuadrat (bx + c = ax2) dengan membagi koefisien dari kuadrat dan menggunakan dua operasi: al-jabr ( ) atau pemulihan atau pelengkapan) dan al-muqābala (penyetimbangan). Al-jabr adalah proses memindahkan unit negatif, akar dan kuadrat dari notasi dengan menggunakan nilai yang sama di kedua sisi. Contohnya, x2 = 40x - 4x2 disederhanakan menjadi 5x2 = 40x. Al-muqābala adalah proses memberikan kuantitas dari tipe yang sama ke sisi notasi. Contohnya, x2 + 14 = x + 5 disederhanakan ke x2 + 9 = x. Beberapa pengarang telah menerbitkan tulisan dengan nama Kitāb al-ǧabr wa-l- muqābala, termasuk Abū Ḥanīfa al-Dīnawarī, Abū Kāmil (Rasāla fi al-ǧabr wa-al- muqābala), Abū Muḥammad al-‘Adlī, Abū Yūsuf al-Miṣṣīṣī, Ibnu Turk, Sind bin ‘Alī, Sahl bin Bišr, dan Šarafaddīn al-Ṭūsī.
  • 10. Perang Salib Para Raja, adalah sebuah perang yang dikobarkan para pemimpin Eropa untuk mendapatkan kembali Tanah Suci dari tangan Shalahudin Al-Ayyubi dalam rangkaian Perang Salib. Setelah Perang Salib Kedua, dinasti Zengid yang berhasil mengontrol Suriah terlibat dalam konflik dengan Mesir pimpinan dinasti Fatimiyah, yang berakhir dengan bersatunya Mesir dan Suriah di bawah pimpinan Shalahudin Al-Ayyubi. Shalahudin Al-Ayyubi kemudian menggunakan kekuatannya untuk menaklukan Yerusalem pada tahun 1187. Serangan salib ketiga ini dipimpin oleh tokoh-tokoh Eropa yang paling terkenal: Friedrich I Barbarosa dari Jerman, Richard I Lionheart dari Inggris dan Phillip II dari Perancis. Namun di antara mereka ini sendiri terjadi perselisihan dan persaingan yang tidak sehat, sehingga Friedrich mati tenggelam, Salahuddin berhasil di potong kepalanya oleh Richard I Kegagalan dari Perang Salib Ketiga lalu mengarah pada panggilan untuk Perang Salib Keempat enam tahun setelah Perang Salib Ketiga berakhir pada 1192.
  • 11. D. PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN KEBUDAYAAN DI MASA BANI ABBASYIYAH 1. Kemajuan yang dicapai pada masa kejayaan islam dibuktikan dengan perkembangan ilmu – ilmu sebagai berikut : A. Perkembangan ilmu pengetahuan • Ilmu Tafsir Yaitu ilmu yang menjelaskan tentang makna atau kandungan ayat Al- Qur’an, sebab – sebab turunnya ayat / asbabun nuzulnya, hukumnya, dll. • Ilmu Hadits Yaitu ilmu yang mempelajari tentang hadits dari sanat, parawinya, isi, dll. • Ilmu Fiqih Yaitu ilmu yang mempelajari tentang hukum – hukum islam (segala sesuatu yang diwajibkan, dimakruhkan, dibolehkan, dan yang diharamkan oleh agama islam). • Ilmu Tasawuf Yaitu ilmu yang mengajarkan cara – cara membersihkan hati, pikiran dan ucapan dari sifat yang tercela, sehingga tumbuh rasa taqwa dan dekat kepada Allah. Untuk dapat mencapai kebahagiaan abadi (bersih lahir dan batin).
  • 12. • Filsafat Islam Yaitu pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakekat segala sesuatu yang ada, sebab asal hukumnya atau ketentuan – ketentuannya berdasarkan Al- Qur’an dan hadits. Manfaat filsafat islam adalah untuk menemukan hakekat segala sesuatu sebagai ciptaan Allah dan merupakan bukti kebesaranNya. A. Al-Kindi (185 – 252 H / 805 – 873 M) B. Al-Farabi (180 – 260 H / 780 – 863 M)
  • 13. C. Ibnu Sina (Abdullah Bin Sina) (370 – 480 H / 980 – 1060 M) Di Eropa dikenal dengan nama Avicena. Beliau seorang filosof yang terkenal dengan idenya mengenai faham serba wujud atau “Wahdatul wujud”, juga ahli fisika dan ahli jiwa. Karangan ibnu sina lebih dari dua ratus buku,yang terkenal antara lain : a. ASY SYIFA b. AL-QONUN atau CANON OF MEDICINE. D. Ibnu rusyd Dilahirkan di cardova pada tahun 250 H / 1126 M dan meninggal tahun 675 H / 1198 M.
  • 14. • Kedokteran Pada masa daulah bani abbasiyyah kedokteran mengalami perkembangan dan kemajuan, pada pemerintahan harun ar rasyid dan khalifah – khalifah besar sesudahnya, banyak mendirikan sekolah – sekolah tinggi kedokteran, sehingga banyak mencetak sarjana kedokteran. Diantara dokter – dokter muslim tersebut yang terkenal antara lain : a. Hunain ibnu iskak, lahir pada tahun 809 M dan meninggal pada tahun 874 M, beliau adalah dokter spesialis mata. b. Ibnu sina. • Astronomi adalah ilmu yang mempelajari perjalanan matahari, bumi, bulan, bintang – bintang dan planet – planet yang lain. Tokoh – tokohnya antara lain : a. Abu mansur al falaqi b. Jabir al batani, beliau pencipta alat teropong bintang yang pertama
  • 15. • Matematika Para tokohnya antara lain : a. Al-khawarizmi (194 – 266 H) Beliau telah menyusun buku aljabar, dan yang menemukan angka nol. b. Umar khayam Buku karyanya adalah Treatise On Algebra. • Sejarah Sejarah ialah ilmu yang mempelajari tentang berbagai peristiwa masa lampau yang meliputi waktu dan tempat peristiwa itu terjadi, pelakunya, peristiwanya dan disusun secara sistematis. Tokoh sejarah antara lain : a. Ibnu qutaibah (828 – 889 M) dengan hasil karyanya uyun al akhbar yang berisi sejarah politik negeri – negeri islam. b. At thobari (839 – 923 M) menulis tentang sejarah para rasul dan raja – raja. c. Ibnu khaldun (1332 – 1406 M) hasil karyanya al-ihbar banyaknya 7 jilid dan setiap jilidnya berisi 500 halaman.
  • 16. 2. Perkembangan kebudayaan Pada masa abbasiyyah terdapat berbagai macam kebudayaan antara lain kebudayaan persia, arab, yunani dan hindia. Yang menyebabkan dinasti abbasiyyah memiliki beragam kebudayaan, yaitu : A. Warga negara yang berasal dari berbagai bangsa B. Pergaulan yang intim dan perkawinan campuran C. Kebutuhan akan ilmu pengetahuan yang menyebabkan keinginan untuk berkembang dan menciptakan sesuatu yang baru D. Pindahnya ibu kota negara ke bangdad E. Adanya hubungan perdagangan dengan orang – orang yang berasal dari luar bangdad