Your SlideShare is downloading. ×

K On

350

Published on

Published in: Technology, Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
350
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
1
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. K-On!
    けいおん!
    Author: Kakifly.
    Publisher: Houbunsha (Manga Time Kirara).
    Volume: 2 volumes.
    K-On, atau dibaca Keion berasal dari nama Keion-bu, klub light music, atau untuk mudahnya, klub band.
    Komik 4koma karangan Kakifly ini diterbitkan di majalah Manga Time Kirara terbitan Houbunsha. Sampai tahun ini, sudah terbit sampai dengan buku kedua.
    Ceritanya adalah tentang empat orang siswi dalam klub band sekolahan. Ah, awalnya hanya satu saja, Tainaka Ritsu, yang mengejar teman kecilnya Akiyama Mio untuk bersama-sama memenuhi janji mereka untuk main band bersama (dan upah dibagi 7:3). Mio sebenarnya sudah mau bergabung dengan klub sastra, tapi surat pendaftarannya disobek paksa, lalu Ritsu menyeretnya ke ruang guru.
    Sayangnya, klub band sudah dibubarkan karena kehabisan anggota.
    Masih terlalu cepat untuk Mio bernafas lega. Ritsu punya pikiran lain. Kalau klub band didirikan lagi, artinya dia bisa jadi ketua kan? Bukan hal yang jelek. Yang diperlukan tinggal mencari anggota (baca: korban). Ada satu di depan mata. Kotobuki Mugi yang baru mau mendaftar langsung diseret untuk bergabung.
    Mugi tadinya ingin menolak, tapi karena melihat Ritsu dan Mio yang menarik, akhirnya dia memilih untuk masuk klub band, lagipula dia bisa sedikit main keyboard (tapi sudah main piano sejak 4 tahun dan sering ikut concour).
    Drum, bas, keyboard, tinggal butuh seorang lagi untuk melengkapi jumlah anggota minimum.
    Di kelas lain, adalah seorang siswi, Hirasawa Yui, yang masih bingung mau bergabung dengan klub apa. Selain kurang atletis untuk klub olahraga, dia juga kurang mengerti untuk bergabung di klub kebudayaan. Akhirnya pilihan jatuh pada klub light music. Namanya saja musik yang ringan kan? Pasti kegiatannya juga enteng. Berbekal keyakinan tak berdasar itu, Yui pergi untuk mendaftar jadi anggota.
    Sampai di depan pintu ruang klub, baru Yui berpikir, anggota klub itu seperti apa ya? Apakah seram dengan dandanan aneh dan make up tebal (image: Krauser dari Detroit Metal City). Untung saja bukan begitu. Ritsu yang menguntit sejak Yui melihat iklan di papan pengumuman menyeretnya masuk.
    Meski awalnya ingin bergabung, pengalaman musik Yui adalah Nol, tak ada sama sekali, kalau main kastanyet tidak dihitung. Baca not musik belum bisa, chord pun tidak hapal. Tapi hebatnya, setelah begadang, Yui langsung hapal dan bisa mulai memetik gitar. Tentu saja kemajuan begitu besar ada harganya. Nilai ujian Yui hancur total sampai harus ikut ujian perbaikan. Demi ujian, Yui belajar bersama Mio, tapi sebagai gantinya semua hapalan chord dalam kepala terhapus bersih.
    Setelah masalah anggota, klub band yang baru ini masih belum diakui. Karena itu juga mereka tak punya pembimbing dan bisa seenaknya memakai ruang klub tanpa diawasi (karena mereka tidak ada). Ruang klub band sudah jadi ruang untuk minum teh. Ternyata semua karena Ritsu yang lupa menyerahkan formulir pendaftaran.
    Meski telat, mereka segera mencari guru untuk pembimbing, dan pilihan jatuh pada Yamanaka Sawako, guru musik yang cantik dan populer. Awalnya Sawa-chan menolak, tapi Yui langsung mengenali dia sebagai alumni klub band (jaman musik metal). Meski sekarang berusaha menjaga image, nalurinya yang dulu masih ada.
    Dengan kelemahannya di tangan, Sawa-chan akhirnya menyanggupi untuk jadi pembimbing, bahkan berbaur di antara para karakter yang unik itu. Tidak begitu sulit sebenarnya, karena dia juga sebenarnya tak jauh berbeda dari Ritsu dan kawan-kawan yang lebih banyak santai daripada latihan serius.
    Klub sudah diakui, berikutnya tinggal latihan, dan pertunjukan!
    Characters
    Hirasawa Yui. Posisi: Gitar, vokal; tennen chara (polos). Yui ini tipe yang bisa dibilang jenius, dalam artian tertentu, tapi bego, dalam arti yang lain. Yui adalah siswi yang prestasinya biasa-biasa saja. Tapi di balik sifatnya, Yui punya kemampuan belajar yang hebat. Baru beberapa minggu bergabung, dia sudah mahir memetik gitar, bahkan melakukan tuning senar cuma dengan mendengar. Tapi setelah belajar satu hal, biasa dia jadi lupa hal lain (misalnya bahan ujian).
    Akiyama Mio. Posisi: Gitar bas, penulis lirik, vokal; yarare chara (korban). Mio yang cantik sebenarnya mau bergabung dengan klub sastra yang lebih damai. Berbeda dengan penampilannya yang cool, sifatnya sangat pemalu, jadi klub band yang akan ada pementasan di depan umum tentunya diluar pertanyaan. Tetapi, temannya Ritsu menarik paksa Mio untuk masuk. Alasannya memilih bas daripada gitar adalah agar tidak terlalu jadi pusat perhatian. Selama di klub yang lebih banyak main-main daripada latihan ini juga Mio adalah korban langganan, terutama oleh guru pembimbing mereka yang suka membuatkan kostum. Setelah konser pertama dan kejadian memalukan seumur hidup, Mio mendapat fan club (dan tambahan alasan ingin bunuh diri). Dari anggota klub senior, Mio mungkin satu-satunya yang serius soal latihan. Tangannya kidal, jadi dia senang sekali kalau melihat ada alat musik untuk orang kidal.
    Tainaka Ritsu. Posisi: Drum; nekketsu chara (semangat tinggi). Teman masa kecil Mio yang paling bersemangat mendirikan klub. Karena saat mereka masuk sekolah klub band sudah dibubarkan, Ritsu mendirikannya lagi dengan dia sebagai ketuanya. Semangat dan sangat seenaknya, tapi sering juga bergantung pada Mio untuk menolongnya. Alasannya main drum… tentu saja karena dia bukan tipe yang bisa main alat musik yang memerlukan ketrampilan jari.
    Kotobuki Mugi. Posisi: Keyboard; ojousama (nona besar). Awalnya, Mugi juga belum menentukan akan masuk klub apa, tapi melihat keakraban Mio dan Ritsu, dia memutuskan untuk ikut bergabung ke klub band. Orangnya selalu my pace, santai dan menontoni teman-temannya yang lain. Tapi meski kelihatan adem ayem, keluarga Mugi jelas kaya raya. Dia punya beberapa villa besar, liburan ke luar negeri tiap tahun dan punya pelayan di rumah, pokoknya tipikal nona besar. Berkat Mugi juga, klub band mendapat diskon super besar untuk membeli keperluan. Selain itu, Mugi juga menjadi sponsor teh dan kue-kue di ruang klub. Tujuan bergabung, tentu saja karena anggota klubnya sangat menghibur untuk ditonton.
    Nakano Azusa. Posisi: Gitar; kouhai (adik kelas). Murid angkatan baru yang langsung memutuskan ingin masuk klub band (kebanyakan anak kelas 1 langsung menolak klub yang itu). Posisinya sama dengan Yui, tapi beda dengan seniornya, Azusa yang ayahnya anggota band jazz ini sudah main gitar sejak kelas 4 SD. Sama seperti Mio, dia juga serius ingin latihan musik, tapi akhirnya terbawa arus juga. Karena saat bergabung dipaksa pakai neko-mimi oleh Sawa-chan, Azusa dipanggil Azu-nyan oleh Yui.
    Yamanaka Sawako. Guru pembimbing klub band. Tadinya Sawa-chan juga lulusan dari klub band juga, hanya saja dulu musiknya beraliran metal (lengkap dengan make up tebal). Dulunya, Sawa-chan lebih liar (pemalasnya sih nggak berubah), tapi setelah menjadi guru tentunya dia mau memperbaiki image. Hobinya adalah membuat kostum untuk dipakaikan ke para anggota klub, kalau perlu paksa sekalian. Aslinya dia pembimbing klub alat musik tiup, tapi karena ketahuan sejarahnya, dia akhirnya jadi pembimbing klub band juga.
    Hirasawa Yuu. Adik Yui yang berkebalikan dengan kakaknya, bisa dibilang sempurna. Sifatnya dewasa, terampil dalam urusan rumah tangga, bahkan permainan musiknya (yang baru belajar sebentar) jauh lebih baik dari kakaknya (sampai ketahuan dia menyamar). Daripada adik, Yuu memang lebih cocok menjadi kakak. Waktu Yui belajar untuk ujian juga Yuu yang mengajarinya.
    Manabe Nodoka. Anggota dewan murid dan teman sekelas Yui di kelas 1 (waktu kelas 2 sekelas Mio). Anggota kelompok karakter yang lebih waras.

×