Your SlideShare is downloading. ×
Laporan ringkasan   mutiara ayu banjarsari
Laporan ringkasan   mutiara ayu banjarsari
Laporan ringkasan   mutiara ayu banjarsari
Laporan ringkasan   mutiara ayu banjarsari
Laporan ringkasan   mutiara ayu banjarsari
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Laporan ringkasan mutiara ayu banjarsari

531

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
531
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
10
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Pengaruh Perkembangan Fashion terhadap Cara Berpakaian Mahasiswa di Lingkungan Kampus (Studi Kasus : FMIPA Unlam) Mutiara Ayu Banjarsari Jurusan Ilmu Komputer Fakultas MIPA, Universitas Lambung Mangkurat Jl. A.Yani KM.36 Kampus Unlam Banjarbaru Kalsel 70714 Telp/Fax.0511-4773112/4782899 Email: mutiaraayuuu@yahoo.com Abstrak Fashion merupakan suatu hal yang sudah menjadi lifestyle setiap orang. Pada umumnya fashion dapat mencerminkan kepribadian orang tersebut dengan kata lain orang dapat berekspresi melalui fashion yang ia kenakan. Perkembangan fashion sudah tidak perlu diragukan lagi, karena pergantian trend fashion sudah sering terjadi bahkan akan selalu berganti setiap tahunnya. Dari perkembangan fashion inilah yang menjadi sebuah permasalahan ketika peraturan yang ditetapkan oleh fakultas maupun universitas menjadi tidak begitu dihiraukan lagi karena adanyan trend fashion yang berkembang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif dan pengambilan sample digunakan teknik purposive sampling dimana sample dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh perkembangan fashion dikalangan mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian, trend fashion terlihat mulai mendominasi misalnya mahasiswa yang menggunakan skinny jeans, blouse, semi sweater, denim, varsity jacket, sneaker serta hijab ala street fashion. Hal ini membuktikan bahwa trend fashion tanpa disadari akan mempengaruhi gaya berpakaian para mahasiswa. Gaya berpakaian ini akan berdampak positif apabila trend yang digunakan masih wajar dan membuat penampilan menjadi lebih menarik atau modis. Namun akan berdampak negative apabila trend fashion tersebut melanggar peraturan yang ditetapkan oleh fakultas maupun universitas. Kata Kunci : fashion, lifestyle, skinny jeans, blouse, sweater, denim, varsity jacket, sneaker. Perkembangan dunia fashion yang PENDAHULUAN disebut mode ini telah mengalami kemajuan Fashion berasal dari kata bahasa yang pesat di Indonesia. Pada masa inggris yang berarti mode, cara, gaya, sekarang dunia fashion sudah menjadi hal model dan kebiasaan. Sebenarnya yang umum dan menjadi gaya hidup setiap pengertian fashion itu sendiri berbeda-beda orang. Dari gaya hidup inilah bagi setiap orang. Ada yang berpendapat berkembangnya fashion di kalangan fashion adalah busana atau pakaian yang masyarakat menjadi faktor yang dapat menentukan penampilan seseorang dalam mempengaruhi gaya atau style setiap orang. suatu acara tertentu, sehingga terlihat Orang akan cenderung mengikuti trend berbeda dari sebelumnya. Lalu, ada juga fashion yang sedang berlangsung. yang berpendapat fashion adalah suatu Bentuk dari suatu gaya hidup dapat bentuk dari komunikasi dan lain-lain. berupa gaya hidup dari suatu penampilan Biasanya dengan fashion kita dapat melalui media iklan, modeling dari artis memperlihatkan gaya yang sesuai dengan yang di idolakan, gaya hidup yang hanya selera kita masing-masing sehingga akan mengejar kenikmatan semata sampai menimbulkan kepercayaan diri bagi yang dengan gaya hidup mandiri yang menuntut mengikutinya.
  • 2. penalaran dan tanggung jawab dalam pola perilakunya. Kita dapat dengan mudah menemukan informasi mengenai fashion diberbagai media misalnya surat kabar, majalah, internet, televisi dan lain-lain. Setiap tahunnya dunia fashion selalu berganti-ganti gaya dan konsep yang melahirkan suatu trend tertentu dikalangan masyarakat. Gaya-gaya dan style fashion pun menjadi syarat-syarat penting untuk para wanita bahkan pria yang juga sebagian besar adalah pelajar atau mahasiswa. Perubahan-perubahan yang terjadi ini menghasilkan dampak baik positif maupun negatif. Salah satu dampak positif dari fashion adalah kita dapat selalu terlihat modis dan chic dengan pakaian dan aksesoris yang kita kenakan. Tetapi dampak negatif perkembangan fashion ini adalah kita melupakan pakaian tradisional kita seperti batik dan memilih menjadi pengikut fashion barat. Bagi mahasiswa seharusnya dapat dengan bijak memilih mana trend fashion yang sekiranya pantas untuk dikenakan dalam lingkungan kampus, jangan dengan mudah mengikuti trend sehingga menyimpang dari peraturanperaturan yang telah ditetapkan oleh universitas. RINGKASAN a. Penelitian Kuantitatif Penelitian kuantitatif pada dasarnya merupakan suatu pengamatan yang melibatkan suatu ciri tertentu, berupa perhitungan, angka atau kuantitas. Penelitian kuantitatif ini didasarkan pada perhitungan persentase, rata-rata, chi kuadrat, dan juga perhitungan statistik lainnya. b. Perumusan Masalah Dalam Penelitian Kuantitatif Perumusan masalah ini berguna untuk memberikan petunjuk agar dapat mencari jawaban permasalahan. bentuk masalah dapat dikelompokkan atas tiga kelompok yaitu: 1. Rumusan masalah deskriptif berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri. Contoh : Seberapa besar tingkat efisiensi yang dihasilkan dari pemanfaatan Teknologi informasi di Dit. PTA? 2. Rumusan masalah komperatif adalah rumusan masalah penelitian yang membendingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada sample dan waktu yang berbeda. Contoh: Apakah pengguna sistem kompeten atau merasa cemas dalam melakukan interaksi dengan komputer? 3. Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Contoh : Apakah keharusan menggunakan sistem mengarah pada ketidakpuasan? c. Variabel Variabel adalah sesuatu yang akan menjadi objek atau sering juga sebagai faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti. Variable dapat dibagi atas dua bagian yaitu: 1. Variabel bebas (Independent Variable) – Biasa disebut dengan variabel prediksi atau variabel yang sebenarnya. – Merupakan hasil manipulasi – Atribut atau potensial kasus diberikan pada investigasi penelitian. 2. Variable terikat (Dependent Variable) disebut juga variable luaran atau variable yang bukan sebenarnya. Ditinjau dari sifatnya variabel dapat dibedakan menjadi variabel kualitatif dan kuantitatif.
  • 3. (1) Variabel Kualitatif adalah menunjukkan sifat kualitas dari obyek yang menghasilkan data kualitatif melalui pengamatan. Data kualitatif harus dikuantitatifkan melalui cara pemberian skor (skoring). (2) Variabel kuantitatif, adalah variabel yang menujukkan sifat kuantitas, akan menghasilkan data kuantitatif melalui cara pencacahan, atau pengukuran, atau pemeriksaan laboratorium dan lain-lain, yang bisa berupa data diskrit atau kontinyu dengan skala ukur interval dan rasio. Macam-macam Data Variabel:  Berdasarkan kategori (Categorical) – Binary/dichotomous yaitu variabel yang mempunyai dua nilai kategori yang saling berlawanan. Contohnya murid dan bukan murid, laki dan perempuan, dan sebagainya – Nominal/non-ordered polytomous :dipergunakan angka-angka, namun angka-angka tersebut hanya merupakan tanda untuk mempermudah analisis.  Ordinal adalah data yang didasarkan pada hasil dari kuantifikasi data kualitatif, biasanya data ini diambil dari suatu penentuan skala pada suatu individu. Misalnya skala untuk tingkat kepuasan (Ordered polytomous).  Ukuran-Ukuran (Metric Variables) – Interval merupakan angka kuantitatif namun tidak memiliki nilai nol mutlak. – Rasio hanya berupa angka kuantitatif yang memiliki nilai nol mutlak. d. Validitas dan Reliabilitas Validitas menunjukkan ukuran yang benar-benar mengukur apa yang akan diukur. Suatu test dapat dikatakan mempunyai validitas tinggi apabila test tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur sesuai dengan makna dan tujuan diadakannya test tersebut. Pengertian validitas atau kesahihan dan reliabilitas atau keterandalan (yang berarti mengukur sesuatu secara konsisten, apapun yang diukur dan jika pengukuran dilakukan dalam kondisi apapun akan memberikan hasil yang sama) dari data yang dikumpulkan. Jadi, dapat kita simpulkan bahwa suatu alat ukur yang tidak reliable pasti tidak valid begitu pula dengan alat ukur yang reliable belum tentu valid. e. Pengumpulan Data Data dikelompokkan pada berbagai macam jenis dan bagian. a. Jenis Data Menurut Cara Memperolehnya 1. Data Primer Data primer adalah data yang diambil langsung dari obyek penelitian atau merupakan data yang berasal dari sumber asli atau pertama. Data primer tersebut harus dicari melalui narasumber atau responden. 2. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang tidak didapatkan secara langsung dari objek penelitian, melainkan data yang berasal dari sumber yang telah dikumpulkan oleh pihak lain. Contohnya dari perpustakaan, perusahaan-perusahaan, organisasiorganisasi perdagangan, biro pusat statistik, dan kantor-kantor pemerintahan dan lain-lain. b. Jenis Data Berdasarkan Sumber Data 1. Data Internal : data yang menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal. Misal : data keuangan, data pegawai, data produksi, dan sebagainya. 2. Data Eksternal : data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang ada di luar organisasi. Contohnya adalah data jumlah penggunaan suatu produk pada
  • 4. konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk, dan lain sebagainya. c. Klasifikasi Data Berdasarkan Jenis Datanya 1. Data Kuantitatif : data yang dipaparkan dalam bentuk angkaangka. Misalnya adalah jumlah pembeli pada saat menjelang hari raya Idul Fitri, tinggi badan mahasiswa MTI, dan lain-lain. 2. Data Kualitatif : data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung makna. Contohnya seperti persepsi konsumen terhadap botol air minum dalam kemasan. d. Pembagian Jenis Data Berdasarkan Sifat Data 1. Data Diskrit : data yang nilainya adalah bilangan asli. Contoh nilai mata uang rupiah dari waktu ke waktu dan lainsebagainya. 2. Data Kontinyu : data yang nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada pada nilai yang satu ke nilai yang lainnya. Contohnya penggunaan kata sekitar, kurang lebih, kira-kira, dan sebagainya. Dinas pertanian daerah mengimpor bahan baku pabrik pupuk kurang lebih 850 ton. e. Jenis Data Menurut Waktu Pengumpulannya 1. Data Cross Section : data yang menunjukkan titik waktu tertentu. Contohnya laporan keuangan per 31 Desember 2006, data pelanggan PT. PLN bulan April 2006, dan lain sebagainya. 2. Data Time Series (Berkala) : data yang datanya menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara historis. Contoh data time series adalah data perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dollar amerika dari tahun 2005 sampai 2006. f. Tabulasi Data Ada dua cara yang biasa digunakan oleh seseorang untuk menyajikan hasil dari sebuah studi kuantitatif. Cara yang pertama adalah membeberkan angka-angka dalam sebuah tabel atau daftar, dan cara yang kedua adalah menyajikan grafik. Penyajian data selain dapat disajikan dalam bentuk tabel, juga dapat disajikan dalam bentuk gambar atau grafik. Penyajian data dalam bentuk gambar dapat memudahkan dalam pengambilan kesimpulan dengan cepat. Ada beberapa macam grafik antara lain grafik garis (line Chart), grafik batang (bar chart), grafik lingkaran (pie chart), grafik gambar (pictogram) dan lain sebagainya. g. Analisa Data Kuantitatif 1. Distribusi Frekuensi : digunakan untuk memberikan informasi yang menggambarkan keseluruhan sampel atau populasi yang diteliti. 2. Cross-Tabulation : digunakan untuk memeberikan gambaran tentang data yang dikumpulkan selama penelitian. 3. Korelasi : digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan (asosiasi) linier diantara dua variable. 4. Regresi : digunakan apabila kita ingin memprediksi hasil penelitian kita dengan menggunakan dua varibel atau lebih. 5. Uji T (T-test) : digunakan untuk membandingkan dua kelompok dengan menggunakan mean kelompok sebagai dasar perbandingan. 6. Uji F (F-test) : berguna untuk menguji apakah populasi tempat sampel diambil memiliki korelasi
  • 5. nol atau adanya relasi yang signifikan antara variabel independent dengan variabel dependent. 7. Uji Z (Z-test) : digunakan untuk mengetahui atau menghitung estimasi standar deviasi dari populasi dengan melihat rata-rata sampelnya. PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif sehingga dalam menentukan hasilnya hanya diperlukan deskripsi dari hasil wawancara serta informasi-informasi lain yang mendukung misalnya dari Koran/majalah/internet. Jenis rumusan masalah pada penelitian ini adalah rumusan masalah deskriptif yang perumusannya adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perkembangan fashion terhadap cara berpakaian mahasiswa di lingkungan kampus maupun keseharian. Jenis data menurut cara memperolehnya dari penelitian ini adalah data primer yang mana data tersebut berasal dari sumber asli yakni sample (obyek penelitian). Sedangkan klasifikasi data berdasarkan jenis datanya adalah data kualitatif yaitu data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung makna. Validitas dan reliabilitas dari penelitian ini dapat dibuktikan dari hasil kuesioner serta wawancara langsung yang telah dilakukan kepada responden. KESIMPULAN melibatkan suatu ciri tertentu, berupa perhitungan, angka atau kuantitas. Salah satu tahapan pada penelitian kuantitatif adalah mengidentifikasi variable dengan mengenal variabel yang sedang diteliti seorang peneliti akan dapat memahami hubungan dan makna variable-variabel yang sedang ditelitinya. Terdapat beberapa macam jenis data dalam penelitian kuantitatif. Setelah mengumpulkan data, langkah selanjutnya adalah mengolah data tersebut menjadi sebuah tabel atau grafik yang dapat membuat kita mudah memahaminya. Berbeda dengan penelitian ini yang menggunakan metode kualitatif, Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang tidak menggunakan model-model matematik, statistik atau komputer. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik dan dengan deskripsi kata-kata dan bahasa. REFERENSI [1] Plummer,R. 1983. Life Span Development Psychology: Personality and Socialization. New York: Academic Press. [2] Prastowo, Andi. 2012. Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan Penelitian. Jogjakarta: ArRuzz Media. [3] Subandy, Idi. 1997. Ecstasy Gaya Penelitian kuantitatif pada dasarnya Hidup. Bandung: Penerbit Mizan. merupakan suatu pengamatan yang

×