Pentingnya Kewaspadaan Dini Masyarakat untuk Menjaga Keamanan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Pentingnya Kewaspadaan Dini Masyarakat untuk Menjaga Keamanan

on

  • 8,872 views

Keamanan merupakan keperluan setiap orang. Ia sangat primer bagi manusia. Oleh karena itu, diperlukan upaya dini untuk mencegah terjadi ketidak-amanan dan ketidak-nyamanan di masyarakat.

Keamanan merupakan keperluan setiap orang. Ia sangat primer bagi manusia. Oleh karena itu, diperlukan upaya dini untuk mencegah terjadi ketidak-amanan dan ketidak-nyamanan di masyarakat.

Statistics

Views

Total Views
8,872
Views on SlideShare
8,865
Embed Views
7

Actions

Likes
1
Downloads
42
Comments
0

2 Embeds 7

http://www.slashdocs.com 6
http://www.docshut.com 1

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Pentingnya Kewaspadaan Dini Masyarakat untuk Menjaga Keamanan Pentingnya Kewaspadaan Dini Masyarakat untuk Menjaga Keamanan Presentation Transcript

  • Kewaspadaan Dini Masyarakat untuk Menjaga Keamanan Oleh Musni Umar, Ph.D
  • 1. Latar Belakang• Salah satu kebutuhan primer masyarakat adalah keamanan. Ia diperlukan setiap orang, keluarga, lingkungan tempat tinggal, kantor, organisasi, partai politik dan Negara. Untuk menjamin terwujudnya keamanan pribadi bagi yang mempunyai kedudukan, mereka menyewa petugas keamanan (security) untuk menjaga keamanan bagi yang bersangkutan dimanapun berada. Demikian pula keluarga, yang mempunyai dana cukup, mempekerjakan personil keamanan untuk menjaga keamanan rumah. Seterusnya lingkungan tempat tinggal (kompleks), pada umumnya mempekerjakan personil keamanan yang direkrut dari masyarakat untuk bertugas menjaga keamanan secara bergiliran. Begitu pula di kantor, untuk menjaga keamanan, perusahaan atau instansi pemerintah mempekerjakan tenaga keamanan.• Selanjutnya, organisasi massa dan partai politik, pada umumnya membentuk Satuan Tugas (Satgas) Keamanan untuk menjaga keamanan pada saat ada kegiatan yang menghimpun massa. Pada tingkat Negara, dibentuk TNI dan Polisi untuk menjaga pertahanan keamanan dan ketertiban Negara.
  • Kewaspadaan Dini
  • Pengertian dan Pentingnya Kewaspadaan Dini• Masalah keamanan merupakan kebutuhan semua pihak, sehingga kewaspadaan dini tidak hanya perlu dilakukan oleh polisi dan tentara, tetapi seluruh rakyat Indonesia. Apalagi di DKI Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan ibukota Negara Republik Indonesia, memiliki dinamika sosial, politik, ekonomi dan keamanan yang sangat tinggi, karena pusat pertarungan kepentingan nasional yang terkait dengan kepentingan global, sehingga warga DKI Jakarta sangat penting mengembangkan kewaspadaan dini terhadap keamanan dilingkungan masing-masing.• Adapun yang dimaksud dengan kewaspadaan dini masyarakat menurut Prof. Dr. Nur Syam, M.Si adalah kondisi kepekaan, kesiagaan dan antisipasi masyarakat dalam menghadapi potensi dan indikasi timbulnya bencana, baik bencana perang, bencana alam, maupun bencana karena ulah manusia (Nur Syam, Urgensi Kewaspadaan Nasional, Blog, 14/3/2012).
  • Maka, pengertian kewaspadaan dini masyarakat untukmenjaga keamanan ialah kondisi kepekaan, kesiap-siagaandan antisipasi masyarakat dalam menghadapi kemungkinantimbulnya gangguan keamanan. Potensi dan indikasi sekecilapapun kemungkinan timbulnya gangguan keamanan, harusdiantisipasi dengan penuh kepekaan dan kesiagaan.Pentingnnya kewaspadaan keamanan diantisipasi secara dinidengan penuh kepekaan dan kesiagaan karena benturankepentingan ekonomi, politik, sosial, agama, etnis danidiologi setiap saat bisa muncul. Deteksi dini adanya indikasidan potensi gangguan keamanan harus selalu dilakukandilingkungan masing-masing. Ia amat penting dilakukan olehsetiap warga Negara Indonesia terutama warga DKI Jakarta,dalam upaya mewujudkan DKI Jakarta yang aman, damai,maju dan sejahtera.
  • Antisipasi Gangguan Keamanan
  • Apa yang Harus Dilakukan• Kewaspadaan dini harus diwujudkan dengan melakukan Langkah-langkah sebagai berikut, pertama, selalu membina hubungan dan silaturrahim dengan lingkungan terkecil dalam masyarakat, mulai dari lingkungan keluarga, Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). Ini amat perlu dilakukan supaya secara dini mengetahui kondisi masyarakat secara ekonomi, sosial, agama, politik, keamanan dan lain sebagainya.• Kedua, harus ada komunikasi dan hubungan dengan pemuda dan remaja dilingkungan terkecil, karena dinamika orang- orang muda sangat tinggi. Kalau bisa diarahkan kepada hal- hal positif, supaya menjadi penyanggah keamanan dan ketertiban. Sebaliknya, jika tidak arah dan pembinaan, maka dapat menimbulkan masalah.
  • Silaturrahim dengan Masyarakat
  • Ketiga, memanfaatkan modal sosial yang ada di dalammasyarakat seperti pengajian remaja, pengajian ibu-ibudan bapak-bapak, perkumpulan arisan, Pemberdayaandan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Komunitas Remaja,Karang Taruna, dan lain sebagainya.Keempat, mengetahui identitas yang mengontrakrumah dilingkungan masing-masing, dan tamu yangmenginap, sebagai wujud deteksi dini terhadapkemungkinan sebagai teroris atau penjahat.Kelima, mengusahakan adanya interaksi dankomunikasi dengan lingkungan masyarakat dari unitterkecil seperti keluarga, RT, RW dan kelurahan. Iniamat penting karena lingkungan yang disebutkanadalah miniatur Negara. Kalau lingkungan terkecilseperti RT dan RW sudah aman, damai dan stabil, makaProvinsi DKI Jakarta dan Negara Republik Indonesiaakan aman, damai dan tenteram.
  • Gubernur Fauzi Bowo Interaksi Masyarakat
  • Penting Partisipasi Warga• Partispasi warga masyarakat untuk mewujudkan kewaspadaan dini sangat penting, bahkan dapat dikatakan sebagai kunci untuk menyukseskan deteksi dini terhadap ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan untuk menjaga keamanan dari lingkungan terkecil (tetangga) sampai dilingkungan paling besar (Negara).• Pengertian partisipasi yang dikutip dari Turindra Corporation Indonesia (15/3/2012) adalah keikutsertaan, peranserta atau keterlibatan yang berkaitan dengan keadaaan lahiriahnya (Sastropoetro;1995). Participation becomes, then, peoples involvement in reflection and action, a process of empowerment and active involvement in decision making throughout a programme, and access and control over resources and institutions (Cristóvão, 1990).• Dengan demikian, pengertian partisipasi ialah masyarakat berperan secara aktif dalam proses atau alur tahapan program dan pengawasannya, mulai dari tahap sosialisasi, perencanaan, pelaksanaan, dan pelestarian kegiatan dengan memberikan sumbangan tenaga, pikiran, atau dalam bentuk materill (PTO PNPM PPK, 2007).
  • Untuk bisa mewujudkan partisipasi, maka harus ada tiga Kyaitu: 1. Kemauan (will) 2. Kemampuan (ability) 3. Kesempatan (opportunity)Ketiga hal tersebut merupakan kunci untuk bisamelaksanakan partisipasi. Satu dengan yang lain saling terkait.Walaupun ada kemauan, jika tidak ada kemampuan fisik, jugatidak bisa adanya partisipasi. Seterusnya, sekalipun adakemauan dan kemampuan, jika tidak ada kesempatan, makapartisipasi tidak dapat dilakukan.
  • Kemauan Partisipasi
  • Dalam melaksanakan partisipasi, setidaknya terdapat dua macam yaitu:1. Autonomous participation (partisipasi otonom)2. Mobilized participation (partisipasi yang dimobilisasi). Partispasi yang bersifat otonom ialah partisipasi yang muncul dantumbuh dari kesadaran dalam diri yang bersangkutan untuk ikut sertamenjaga keamanan dan ketertiban dalam lingkungannya. Partispasisemacam ini bisa bersifat pribadi dan kelompok. Mereka menjagakeamanan dan melakukan deteksi dini tanpa disuruh atau dimobilisasi.Partisipasi semacam inilah yang sangat baik untuk mewujudkankewaspadaan dini untuk menjaga keamanan.Sebaliknya, terdapat partisipasi yang dimobilisasi. Masyarakatmelakukan kewaspadaan dini karena dimobilisasi dengan anjuran,himbauan, perintah dan desakan dengan imbalan uang atau hadiahserta janji untuk mendapatkan misalnya pekerjaan, promosi dan lainsebagainya. Partispasi semacam ini sifatnya sesaat dan tidak langgeng.
  • Partisipasi Mobilisasi
  • Kesimpulan• Kewaspadaan dini sangat penting dilakukan untuk mewujudkan keamanan lingkungan. Karena terwujudnya keamanan lingkungan akan lahir keamanan wilayah dan nasional. Dapat dikatakan, tidak akan ada stabilitas wilayah apalagi nasional kalau tidak ada stabilitas lingkungan.• Kewaspadaan dini yang dimulai dari lingkungan terkecil, diperlukan untuk mendeteksi secara awal kemungkinann adanya ancaman, tantangan, hambatan dan gagngguan (ATHG). Ini hanya bisa diwujudkan jika ada partisipasi atau keikutsertaan masyarakat secara otonom.
  • Partisipasi Otonom
  • Partisipasi otonom untuk mewujudkan kewaspadaan dinidiperlukan karena tidak mungkin mengharapkan polisi danTNI melakukannya sebab jumlah mereka terbatas dan tidakberada disetiap lingkungan masyarakat.Maka untuk mewujudkan sistem keamanan yang merata(siskamrata), partisipasi otonom masyarakat merupakankunci untuk melakukan kewaspadaan dini dan keamanan yangmerata dari lingkungan terkecil, wilayah dan nasional.-----------------------------* Musni Umar, Ph.D adalah Direktur Eksekutif Institute for SocialEmpowerment and Democracy (INSED), Sosiolog UIN SyarifHidayatullah Jakaarta dan Universitas Nasional Jakarta