Pentingnya Deteksi Dini Terhadap Ancaman dan Gangguan di Masyarakat DKI Jakarta

3,612 views
3,358 views

Published on

Keamanan di masyarakat sangat penting dan menjadi prioritas yang harus selalu diupayakan dan diwujudkan.
Oleh karena itu, penting dilakukan deteksi dini untuk mengetahui seberapa besar ancaman dan gangguan di masyarakat

Published in: News & Politics
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,612
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
33
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pentingnya Deteksi Dini Terhadap Ancaman dan Gangguan di Masyarakat DKI Jakarta

  1. 1. Deteksi Dini TerhadapAncaman dan Gangguan di Masyarakat DKI Jakarta Oleh Musni Umar, Ph.DDirektur Institute for Social Empowerment and Democracy
  2. 2. Musni Umar. Ph.D
  3. 3. Pengantar DKI Jakarta adalah ibu kota Negara Republik Indonesia.Konsekuensi dari itu, maka segala macam kepentingan sosial,politik, ekonomi, pertahanan keamanan, asing dan lainsebagainya, berpusat di DKI Jakarta.Dengan demikian, DKI Jakarta menjadi pusat pertarungankepentingan semua kekuatan dalam negeri dan kekuatanasing. Oleh karena itu, banyak ancaman, tantangan,hambatan, dan gangguan terhadap stabilitas keamanan di DKIJakarta.Dampaknya, permasalahan sosial, ekonomi, politik dan lain-lain bisa dimanfaatkan untuk menciptakan ketidakamanan diDKI Jakarta. Selain itu, dampak dari partisipasi masyarakatDKI Jakarta dalam berbagai lapangan kehidupan, bisamenimbulkan ancaman dalam hidup berbangsa danbernegara. Dalam mewujudkan partisipasi, bisa bernilaipositif, bisa juga sebaliknya bersifat destruktif.
  4. 4. Jakarta Ibukota RI
  5. 5. Disamping itu, pembangunan yang dilaksanakan di eraOrde Reformasi, disatu sisi harus disyukuri karena telahmenciptakan berbagai kemajuan dalam segala bidang.Akan tetapi dalam pelaksanaannya timbulpermasalahan. Misalnya dalam bidang politik, terjadikebebasan berpendapat, berserikat, dan berkumpul,yang tidak jarang melampaui batas sehingga langsungataupun tidak langsung menimbulkan ancaman,tantangan, hambatan, dan gangguan. Terjadi gangguaninstabilitas politik, karena kedewasaan politik danbudaya politik masyarakat belum terbangun denganbaik.Dalam bidang sosial, terjadi kemajuan yangmenggembirakan dengan tumbuhnya kelas menengah(middle class) dan kelas atas (high class) sertakelompok masyarakat yang sangat kaya. Tetapimenimbulkan kesenjangan sosial yang tajam antarayang kaya dan miskin.
  6. 6. Mass Kuasai Gedung Parlemen RI
  7. 7. Selanjutnya dalam bidang ekonomi, terjadikemajuan dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi didi Negara kita, di tengah krisis global yang melandasebagian Negara di Eropa Barat. Indonesiatermasuk yang beruntung karena mengalamipertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi sekitar 6,5persen pertahun. Namun pertumbuhan itu, barudinikmati sekelompok kecil masyarakat.Dalam bidang pertahanan keamanan, bangsaIndonesia juga patut bersyukur karena walaupunmasih banyak ancaman, tantangan, hambatan dangangguan dalam hidup berbangsa dan bernegara,tetapi Indonesia masih berdiri kukuh dan tidakmengalami perpecahan seperti yang dialami UniSovyet, Yugoslavia, dan sebagainya.
  8. 8. Kesenjangan Ekonomi
  9. 9. Permasalahan di DKI JakartaBadan Pusat Statistik (BPS) mengemukakan bahwaberdasarkan hasil sensus penduduk DKI Jakarta tahun2012 bahwa Penduduk DKI Jakarta sebanyak 9.607.787jiwa. Jumlah tersebut akan meningkat pada pagihingga sore hari, yang diperkirakan mencapai 13 jutaorang, akibat banyaknya orang yang masuk ke DKIJakarta dari Depok, Bekasi, Bogor, Tanggerang dankawasan sekitar Jakarta untuk bekerja.Dengan besarnya jumlah penduduk di DKI Jakarta,maka menimbulkan banyak permasalahan. Semuapermasalahan , bisa menjadi ancaman, tantangan,hambatan dan gangguan dalam hidup bermasyarakat,berbangsa dan bernegara, jika tidak dideteksi secaradini, dikelola dan dipecahkan satu persatu.
  10. 10. Kepadatan Penduduk DKI
  11. 11. Kepadatan Penduduk DKI
  12. 12. 1. KemiskinanKemiskinan merupakan permasalahan besar yang dihadapi masyarakat diDKI Jakarta.BPS mengemukakan bahwa jumlah orang miskin di DKI Jakarta telahmengalami penurunan yang signifikan menjadi 363.200 orang (HarianTerbit, 7 September 2012). Rendahnya jumlah orang miskin di DKI Jakarta,tidak terlepas dari kecilnya batas miskin yang ditetapkan BPS yaitu Rp259.520 perkapita perbulan atau Rp 8.650/hari. Kalau setiap orangberpenghasilan sebesar Rp 8.650/hari, maka dianggap sudah tidakmiskin.Dengan demikian, kalau satu keluarga satu anak, dengan berpenghasilansetiap bulan sebesar Rp 778.560/bulan, maka dianggap sudah tidak miskin.Pertanyaannya, apakah ada orang di DKI Jakarta bisa hidup denganberpenghasilan Rp 259.520 perkapita perbulan atau Rp 8.650/hari?Rasanya tidak ada, karena untuk makan satu kali dengan membayar Rp8.650 mungkin sudah langkah, walaupun makan di Warteg.Gubernur Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama telahmembuat terobosan dengan mengemukakan bahwa jumlah orang miskin diDKI Jakarta, 4,7 juta orang (41 persen). Dengan demikian, sebanyak 4,7 jutaorang harus mendapat Kartu Jakarta Sehat karena mereka tergolongmiskin.
  13. 13. Kemiskinan di DKI Jakarta
  14. 14. 2. PendidikanPendidikan sebagai sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai yangtertuang dalam pembukaan UUD 1945 antara lain untuk “mencerdaskan kehidupanbangsa”, masih menjadi barang mewah bagi masyarakat bawah. Pada hal dalam amandemen UUD 1945 telah ditetapkan dalam Bab XIII Pendidikandan Kebudayaan Pasal 31 ayat (3) bahwa Negara memprioritaskan anggaranpendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan danbelaja negara dan anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhikebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.Akan tetapi dalam realitas, orang-orang miskin masih menghadapi permasalahanbesar untuk menyekolahkan anak-anak mereka.Pendidikan gratis yang digembar-gemborkan tidak banyak dinikmati masyarakatbawah karena setelah anak-anak mereka tamat dari Sekolah Dasar (SD) Negeri yangmenyediakan “pendidikan gratis”, pada umumnya tidak bisa diterima di SekolahMenengah Pertama (SMP) Negeri , karena NEM (Nilai Ebtanas Murni) merekarendah, sehingga tidak bisa diterima di sekolah negeri di SMP maupun di SMA.Akibatnya , mayoritas masyarakat berpendidikan tamat SD dan tidak tamat SMP.Mereka yang berpendidikan rendah, mustahil diterima bekerja di sektor formal(pemerintah apalagi di swasta). Akibatnya mereka menganggur dan menjadimiskin. dampak lanjutannya, mereka mudah tawuran, dan melakukan kriminal.
  15. 15. Sekolah Anak-anak Miskin
  16. 16. 3. PengangguranPermasalahn besar lainnya ialah pengangguran. Jumlah Pengangguran diDKI Bertambah karena pengusaha tidak memperpanjang kontrak kerjaburuh.Pengusaha terus mengurangi jumlah karyawannya. Bulan ini, sebanyak3.447 buruh menjadi korban rasionalisasi, dan sampai akhir tahundiperkirakan sebanyak 22.567 orang akan kehilangan pekerjaan dari 41perusahaan. Tingginya upah minimum dinilai menjadi pemicunya (Kompas,3 April 2013).Jumlah tersebut belum termasuk jumlah penganggur tahun-tahunsebelumnya, yang jumlahnya bisa mencapai jutaan orang.Masalah tersebut sangat serius karena mereka yang menganggurmenghadapi banyak persoalan pertama, tidak ada income (pendapatan)uang. Kedua, merasa tidak berguna dan bermanfaat. Ketiga, rendah diri.Keempat, terpuruk secara ekonomi dan psikologis. Kelima, malu terhadapkeluarga dan lingkungan.Oleh karena itu, mereka yang menganggur sangat sensitif dan mudahmeledak amarahnya, yang kadang kala masalah sepele, menjadi masalahbesar.
  17. 17. Pengangguran di DKI Jakarta
  18. 18. 4. Kampung Kumuh dan Padat Masalah lain yang penting dideteksi secara dini ialah kawasan kampungkumuh dan padat. Di Kawasan yang padat dan kumuh sangat mudahdisusupi berbagai kepentingan untuk menimbulkan persoalan keamanan.Pertama, sangat mudah terjadi gesekan sosial, karena mereka tinggal dirumah yang sempit, lingkungan yang kumuh dan padat. Warga mudahemosi dan meledak amarahnya jika ada persoalan yang memicu.Kedua, kampung kumuh dan padat, pada umumnya dihuni oleh marekayang miskin, marjinal, penganggur dan sebagainya. Oleh karena itu,ledakan sosial bisa muncul sekejap jika ada yang menyulut mereka denganberbagai isu yang menggugah rasa ketidakadilan.Ketiga, tingkat stress, depresi dan frustrasi mereka tinggi karena dihimpitberbagai persoalan yang tidak bisa mereka atasi, dan tidak ada menolongmereka. Oleh karena itu, sebagai solusi untuk keluar dari kampung kumuh, padatdan miskin (padkumis), maka mau tidak mau dan suka tidak suka, kita harussukseskan pembangunan kampung deret yang digagas Gubernur JokoWidodo dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.
  19. 19. Kampung Kumuh di DKI
  20. 20. 5. Sembako MahalDiberbagai pasar tradisional yang saya kunjungi, termasuk diKampung Rawah, para pedagang dan pembeli berteriakmahalnya harga sembilan bahan pokok (sembako). Parapedagang terteriak karena sepi pembeli, akibat daya belimasyarakat merosot luar biasa. Para pembeli juga berteriakkarena barang-barang mahal, mereka tidak mampu membelibarang sebagaimana biasa.Kombinasi merajalelanya kemiskinan, pengangguran dansembako yang mahal, menyebabkan tingkat stress, depresidan frustrasi masyarakat meningkat dan juga kriminalitas dimasyarakat meningkat. Perampokan yang disertai kekerasanbersenjata, hampir tiap hari terjadi di DKI Jakarta dansekitarnya.Kondisi demikian, harus dideteksi secara dini sebelummeledak menjadi persoalan sosial yang membahayakankeamanan dan kenyamanan masyarakat.
  21. 21. Harga Sembako Mahal
  22. 22. 6. Kesenjangan Ekonomi Masalah lain yang amat berbahaya dan bisa memicu kerusuhansosial ialah kesenjangan ekonomi (economic inequality).Pembangunan yang dilaksanakan semakin memperkaya orang-orangyang sudah kaya, sementara orang-orang miskin semakin terpuruk.Fenomena kesenjangan ekonomi di DKI Jakarta luar biasa, dananehnya tidak ada upaya yang sistimatis, terencana dan serius untukmengurangi kesenjangan ekonomi. Seolah kesenjangan ekonomibersifat alamiah yang tidak perlu dipersoalkan. Pada hal terjadinyakesenjangan ekonomi akibat kita menganut system liberal kapitalisyang mengagungkan persaingan bebas (free fight competition).Pada hal pembukaan UUD 1945, Pancasila dan UUD 1945, menolaksystem ekonomi yang memperhambakan diri pada system liberalkapitalis. Akan tetapi realitasnya seperti yang kita saksikan sejak diera Orde Baru sampai di era Orde Reformasi, system ekonomi yangdiamalkan menganut system ekonomi liberal.
  23. 23. Kesenjangan Ekonomi
  24. 24. Perlu Deteksi DiniBerbagai permasalahan yang digambarkan diatas,mengandung potensi kerawanan yang sewaktu-waktubisa meledak menjadi kerusuhan yang dimanfaatkanoleh pihak-pihak tertentu. Apalagi mulai tahun ini 2013sampai tahun depan 2014 merupakan tahun politikkarena akan dilaksanakan pemilu parlemen dan pemiluPresiden.Semua kekuatan politik termasuk kekuatan laten didalam masyarakat seperti MKRI (Majelis KedaulatanRakyat Indonesia), langsung ataupun tidak langsungberusaha memanfaatkan dan mengeksploitir segalapermasalahan yang disebutkan diatas untukkepentingan politik masing-masing.
  25. 25. Pentingnya Deteksi Dini
  26. 26. Supaya suasana damai tetap tercipta, dan agendademokrasi sekali dalam lima tahun bisa dijalankandengan sebaik-baiknya, maka berbagai potensi di dalammasyarakat yang bisa menimbulkan masalah, harusdiketahui secara dini. Itulah yang disebut deteksi dini.Istilah deteksi dini, pada mulanya digunakan paradokter untuk mendeteksi berbagai penyakit yangmenyerang manusia. Oleh karena itu, doktermenganjurkan kepada setiap orang untuk melakukangeneral check up untuk memeriksa kesehatan. Darigeneral check up bisa terdeteksi secara dini gejalapenyakit yang bisa menyerang setiap orang.Dalam perkembangan, kemudian konsep deteksi dinidipergunakan oleh intelijen dan ilmuan sosial untukmengetahui masalah-masalah di dalam masyarakatsecara lebih dini yang juga dapat disebut sebagai“penyakit” yang bisa menular dan membahayakan“keselamatan” masyarakat.
  27. 27. KesimpulanDeteksi dini di masyarakat DKI Jakarta sangat diperlukan untukmengetahui lebih awal berbagai potensi yang bisa menimbulkankerawanan, gangguan dan bahaya yang sewaktu-waktu meledakdalam segala bentuk yang mengganggu keamanan sosial, politik,persatuan dan kesatuan.Pentingnya deteksi dini supaya lebih awal mengetahuipermasalahan di dalam masyarakat yang bisa melahirkan gejolak,supaya bisa diambil tindakan untuk mencegahnya.Bentuk pencegahan ialah dialog dan pendekatan kesejahteraan(welfare approach). Untuk bisa mendeteksi keadaan masyarakat,maka pertama, mengetahui permasalahan di dalam masyarakat.Kedua, berkolaborasi dengan ketua RT, ulama dan tokohmasyarakat untuk mengetahui keadaan masyarakat dari waktu kewaktu. Ketiga, berkolaborasi dengan setiap orang yang bertempattinggal di suatu pemukiman, supaya memberi informasi jika adagejala yang tidak normal di dalam masyarakat.
  28. 28. Dalam mengakhiri makalah ini, saya ingin memberi warning bahwamasyarakat bawah yang berada diakar rumput (grassroot) dari semuagolongan, saat ini sangat susah kehidupan mereka, akibat sembilan bahanpokok (sembako) harganya tidak terjangkau oleh mereka. Dalam beberapa bulan mendatag, bulan Ramadan akan datang danberlanjut lebaran Idul Fitri, harga-harga sembako akan semakin mahalharganya. Kondisi sosial semacam ini, bisa melahirkan stress, depresi danfrustrasi sosial yang berpotensi melahirkan gerakan sosial. Disamping itu,bisa semakin meningkat kriminalitas> Oleh karena itu, kita harus menginformasikan kepada pemerintah DKIJakarta untuk mengambil langkah-langkah pencegahan dengan menurunkanharga sembako dalam upaya menurunkan tingkat stress, depresi danfrustrasi masayarakat bawah.Semoga makalah singkat ini, menjadi bahan pembuka dialog dalampertemuan yang sangat penting ini. -----------------------------------------* Makalah ini dipersiapkan untuk dipresentasikan dalam temu PimpinanPartai Politik, Organisasi Kemasyarakatan, dan Lembaga SwadayaMasyarakat yang diselenggarakan Kantor Kesbangpol Jakarta Pusat 8 April2013 di Hotel Golden Boutique, Jakarta Pusat

×