Musni Umar Pencegahan Tawuran antar Warga dan Kumpulan Orang Banyak

2,217 views

Published on

Tawuran nama lain dari konflik yang banyak terjadi di DKI Jakarta dan di seluruh Indonesia.
Tawuran bisa diatasi, asal pemerintah berusaha memecahkan akar yang menimbulkan konflik.

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,217
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
17
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Musni Umar Pencegahan Tawuran antar Warga dan Kumpulan Orang Banyak

  1. 1. Musni Umar: PencegahanTawuran antar Warga danKumpulan Orang Banyakdi DKI Jakarta
  2. 2. PengantarPencegahan adalah kata yang sering diucapkanberbagai pihak. Bahkan ada ungkapan “lebih baikmencegah daripada mengobati”. Pencegahanmerupakan kata benda yang berasal dari kata kerja“cegah” yaitu proses, cara, perbuatanmencegah, penegahan dan penolakan.Pencegahan atau cegah bisa bermakna membantumencegah, menghambat, menahan, mengelakkan,protektif.
  3. 3. Dari pengertian cegah atau pencegahan, dapat dikemukakanbahwa dalam konteks sosial sangat relevan menggunakan“pencegahan atau cegah” terhadap berbagai fenomena sosialyang terjadi di DKI Jakarta, khususnya masalah tawuran yangsering terjadi di masyarakat, yang telah mengangguketenangan dan kedamaian masyarakat.Pengertian TawuranTawuran atau Tubir adalah istilah yang sering digunakanmasyarakat Indonesia ketika terjadi perkelahian antarpelajar, antar warga dan kelompk masyarakat yang padaumumnya terjadi di kota-kota besar.Tawuran sudah hampir menjadi budaya, karena setiapkesempatan para siswa, warga dan kelompok masyarakatterlibat perkelahian. Sebagai contoh yang palingmutakhir, para siswa SMA di Jakarta yang baru usai ujiannasional (UN) 18 April 2013, terlibat tawuran denganmembawa berbagai peralatan tajam. Untung saja polisicukup sikap, sehingga tawuran tidak meluas.
  4. 4. Tawuran Warga di Manggarai
  5. 5. Tawuran atau tawur bisa bermakna keributan,kericuhan, kerusuhan dan perkelahian.Dari kata sinonim tawuran diatas dapat diambilkesimpulan bahwa “tawuran” dan lain dari itumerupakan fenomena sosial yang sudah menjadimomok karena hampir setiap hari terjadi di DKIJakarta dan seluruh Indonesia, yaitu perkelahianantar pelajar, mahasiswa, antar warga dankelompok besar dalam masyarakat, sehinggamerusak ketenangan dan kedamaian masyarakat.
  6. 6. Twuran Warga di Bangka
  7. 7. Penyebab TawuranPenyebab tawuran pelajar, antar warga dan kelompok besarmasyarakat, setidaknya disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.1. Faktor keluargaKeluarga yang kurang harmonis berdampak buruk pada anak.Setelah besar, seorang anak kemudian mempraktikkan kebiasaanburuk di dalam keluarga dalam pergaulan dengan teman-teman danlingkungan sosial. Seorang anak yang lahir dari lingkungan keluargakurang baik, sering terlibat perkelahian dengan temannya, kemudianmelibatkan kelompok yang lebih besar karena ada solidaritaskelompok.Setelah bersekolah, seorang pelajar dari kalangan keluarga tidakharmonis dan kurang mengamalkan ajaran agama, secara langsungmaupun tidak langsung, selalu menginspirasi teman-temannya untuktawuran.Plato pernah mengatakan bahwa “keluarga adalah miniatur Negara,kalau keluarga baik, maka baiklah masyarakat dan Negara. Kalaukeluarga rusak maka rusaklah masyarakat dan Negara”.
  8. 8. Keluarga Bobrok
  9. 9. 2. Faktor SekolahSekolah dapat menjadi sarana pencegahan tawuran kalausekolah bisa dijadikan sebagai laboratorium untukpengembangan ilmu pengetahuan tempat persemaian anakdidik yang berakhlak mulia dan berprilaku baik. Untukmewujudkan hal itu, maka para guru, kepala sekolah harusselalu memberikan pencerahan dan penyadaran kepada anakdidik selama mengikuti pendidikan di sekolah. Moto “tiadahari tanpa pencerahan dan penyadaran” kepada anak didik,bisa mencegah terjadinya tawuran antar pelajar dan antarsekolah.Fenomena yang menyedihkan, sekolah negeri yang dibiayaioleh Negara dari uang rakyat, justeru menjadi pusat tawuranpelajar. Sebaliknya di sekolah yang berbasis agama, yangpada umumnya mandiri, menjadi contoh yang baik, karenatidak ada tawuran.
  10. 10. Tawuran Warga
  11. 11. 3. Faktor LingkunganFaktor lain yang mendorong maraknya tawuranadalah lingkungan. Faktor lingkungan rumahtangga, lingkungan pergaulan di masyarakat,lingkungan sekolah yaitu masyarakat yang beradadisekitar sekolah dan kakak-kakak alumni yangmasih memiliki hubungan erat dengan adik-adiknyadi sekolah, sering menjadi faktor pendorongterjadinya tawuran. Selain itu, sekolah yangberdekatan sering terjadi tawuran karenapersaingan dan iri hati antara satu pelajar denganpelajar lain.
  12. 12. Faktor Lingkungan
  13. 13. Lingkungan Kumuh dan Padat
  14. 14. 4. Faktor PacarMasalah pacar seperti berebut pacar, saing-saingan pacar, adayang menggoda pacar satu sekolah, juga acapkali menimbulkantawuran yang kemudian bereskalasi menjadi tawuran antarsekolah yang melibatkan massa yang besar karena solidaritas atassesama.5. Faktor GengHampir setiap sekolah terutama sekolah negeri memiliki gengyang didirikan oleh kakak-kakak kelas, yang kemudian diwariskankepada adik-adiknya di sekolah. Proses pewarisan geng ini kepadaadik kelas sekaligus menanamkan budaya geng yang harus ditaatidan dilaksanakan telah menjadikan sekolah sebagai pusat tawurandan bullying. Mereka yang sudah telanjur menjadi anggotageng, tidak berani mengundurkan diri, karena takut mendapatperlakukan kasar dan membahayakan jiwa mereka.Pengaruh alumni dari geng suatu sekolah sangat kuat, sehinggakekerasan seolah menjadi budaya yang sulit dihapus.
  15. 15. Nasib Anak-anak di Kampung Kumuh
  16. 16. 5. Faktor EkonomiMasalah ekonomi juga acapkali menjadi faktor yangmenyebabkan terjadinya tawuran. Kesenjanganekonomi antar pelajar, dan persaingan antarsesama, menyebabkan sering terjadi tawuran dikalangan pelajar dan masyarakat.Faktor ekonomi, bahkan bisa menimbulkan eskalasitawuran yang bersifat massive seperti yang terjadipada tahun 1998 menjelang runtuhnya rezim OrdeBaru yang turut menjadi penyebab PresidenSoeharto terpaksa mengundurkan diri sebagaiPresiden RI.
  17. 17. Faktor Ekonomi
  18. 18. Cara Mencegah TawuranSebagaimana dikemukakan bahwa mencegah lebih daripada mengobati.Masalahnya bagaimana mencegah supaya tawuran tidak terjadi atausetidak-tidaknya mengurungai frekuensi tawuran.1. Ajarkan Cinta dan Penghayatan Ajaran Agama di RumahSumber utama timbulnya tawuran dan segala macam kejahatan bermuladari keluarga. Keluarga yang baik, dimana ajaran agama dipahami dandiamalkan dengan baik, hampir tidak pernah kedengaran menimbulkanmasalah dalam keluarga, di sekolah, di masyarakat dan bahkan dalamNegara.Oleh karena itu, pendidikan dini terhadap anak-anak merupakan kunciuntuk mencegah segala macam tawuran dan perbuatan tidak benar didalam masyarakat, bangsa dan Negara.Sejak dini harus ditanamkan cinta kepada anak-anak untuk mencintai Allahsebagai Pencipta semesta alam, cinta kepada kedua orang, dan cinta kepadasesama. Dalam rangka mewujudkan cinta, orang tua harus selalumengajarkan dan memberi contoh untuk selalu mendoakan kedua orangtua, mempraktikkan akhlak mulia serta bersyukur atas segala pemberianTuhan kepada manusia.
  19. 19. Cinta Pengamalan Ajaran Agama
  20. 20. 2. Jadikan Sekolah Pusat Pembinaan Generasi MudaSekolah memiliki fungsi, peran dan tugas mulia, tidak hanyamendidik anak-anak didik supaya menjadi cerdas danberilmu, tetapi juga memiliki akhlak mulia, cinta kepada Allahsebagai Sang Pencipta, kepada kedua orang tua, guru,karyawan dan teman-teman sekolah di dalam dan di luarsekolah.Oleh karena itu, sekolah harus dijadikan sebagai laboratoriumpembinaan generasi muda. Kesalahan dan kelemahan selamaini, karena sekolah hanya dijadikan sebagai tempatpembelajaran bukan sebagai pusat pendidikan yangmengajarkan ilmu pengetahuan dan bagaimana hidup yangbenar dengan penuh taburan cinta kepada Allah, kepadakedua orang tua, para guru, karyawan dan teman-teman satusekolah dan di berbagai sekolah yang tengah menimbah ilmupengetahuan dan ilmu kehidupan.Dengan menjadikan sekolah sebagai pusat pembinaangenerasi muda, maka berarti kita telah mencegah terjadinyatawuran di masa datang.
  21. 21. Sekolah Pusat Pembinaan
  22. 22. 3. Pandu Anak-anak Memilih Teman BergaulLingkungan pergaulan turut menentukan perilakudan akhlak seorang anak. Orang tua suka tidak sukadan mau tidak mau, harus memandu danmengarahkan anak-anaknya supaya bergaul dengananak-anak dari keluarga yang baik-baik, dalam artimengamalkan ajaran agama, cinta kasih kepadaAllah, kedua orang tua, dan sesama manusia.Orang tua harus tegas melarang anak-anaknyauntuk bergaul dengan sembarang orang, kalau tidakingin anaknya terjerembab ke lembaga kejahatantermasuk tawuran.
  23. 23. Berteman dengan yang Baik-baik
  24. 24. 4. Lakukan Penyuluhan BerkesinambunganManusia memiliki kelemahan yaitu suka lengah, lupa, malas, puasdiri, dan merasa tidak tepat terus-menerus menjadi orang baik.Maka tidak ada orang yang selamanya baik, dan tidak ada orangyang selamanya tidak baik.Untuk mencegah supaya manusia tidak selalu tidak baik, makadiperlukan penyuluhan yang berkesimbangungan. Penyuluhansebagai sarana pencerahan, penyadaran dan tukar-menukarpandangan dan pikiran sangat diperlukan, agar manusia kembalisadar (eling) dan waspada.Penyuluhan kepada anak-anak didik dan generasi muda(pemuda), semakin diperlukan karena mereka sedangmenghadapi goncangan psikologis karena mengalami pubersitas,depresi karena khawatir terhadap masa depan, galau karenasedang jatuh cinta, stress menghadapi banyak mata pelajaran, danberbagai persoalan yang tidak mudah dipecahkan.Menghadapi banyak persoalan, penyluhan kepada mereka amatdiperlukan untuk menanamkan dan menumbuhkan kembali spiritdan harapan baru.
  25. 25. Penyuluhan
  26. 26. Penyuluhan (Dakwah)
  27. 27. 5. Ajak Dialog dan Beri Ruang ApresiasiMenghadapi anak-anak dan generasi muda, tidak lagi cocokdengan system komando, perintah dan menekan. Karenatelah terjadi perubahan sosial yang luar biasa akibatperkembangan telekomunikasi yang sangat maju, sehinggaanak-anak sejak kecil sudah melakukan hubungan sosialdengan berbagai kalangan melalui dunia maya.Untuk mendekati anak-anak dan generasi muda termasukuntuk mencegah terjadinya tawuran, tidak punya pilihankecuali sering menggelar dialog untuk mendengar apamaunya mereka.Selain itu, untuk mencegah tawuran, anak-anak mudaterutama pelajar dan siswa, harus diberi apresiasi, saranaprasarana dan dana supaya mereka bisa mengekspresikanbakat dan minat. Dengan adanya berbagai kesibukan, makamereka tidak punya waktu untuk tawuran.
  28. 28. Ajak Dialog
  29. 29. Gubernur Jokowi berdialog Warga
  30. 30. KesimpulanMencegah tawuran lebih baik daripada mengatasi tawuran. Untukbisa mencegah terjadinya tawuran, maka berbagai penyebabtawuran seperti rumah tangga yang bobrok dan tidak harmonis,sekolah yang tidak menjadi pusat pencerahan, penyadaran,pembinaan dan pembentukan manusia terdidik dan berakhlakmulia yang mencintai Allah, kedua orang tua, para guru, karyawandan masyarakat, harus menjadi PR (pekerjaan rumah) bagipemerintah DKI Jakarta, dan seluruh masyarakat untuk dibenahi.Selain itu, faktor lingkungan yang mempengaruhi terjadinyatawuran harus mendapat perhatian, dengan memandu danmengarahkan para remaja dan generasi muda serta setiap orangsupaya tidak bergaul dengan orang yang tidak baik dan rusakakhlaknya. Pengawasan kepada mereka diperlukan dalam rangkamelindungi mereka agar tidak terkontaminasi dengan berbagaiprilaku dan akhlak yang bejad.
  31. 31. Oleh karena kesadaran setiap orang terlebih lagi para remajadan kaum muda, selalu berubah sesuai dengan kondisi danlingkungan, maka sangat penting adanya penyuluhan yangterus-menerus dan berkesinambungan. Disamping itu, pararemaja dan generasi muda, harus diberi apresiasi dandorongan untuk berprestasi sesuai bidang yang diminatidengan menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan.Dengan memberi peluang dan kesempatan untuk melakukanberbagai aktivitas yang positif dan konstruktif, maka energyberlebih yang dimiliki para remaja dan kaum muda, tersalursecara baik, sehingga potensi untuk melakukan tawuran dansegala macam bentuk kejahatan, insya Allah akan berkurangdan pada akhirnya akan lenyap.-----------------------------------------------------------------* Tulisan ini adalah makalah singkat untuk dipresentasikandihadapan para tokoh masyarakat, pimpinan Ormas danLSM, dalam Program Kesbangpol Jakarta Selatan tentangPencegahan Tawuran , pada 22 April 2013, di Puncak, BogorJawa Barat.

×