• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Musni Umar: Konflik di Indonesia dalam Perspektif Perjalanan Sejarah Bangsa
 

Musni Umar: Konflik di Indonesia dalam Perspektif Perjalanan Sejarah Bangsa

on

  • 5,619 views

Konflik di Indonesia setidaknya dapat dibahagi kepada dua macam yaitu konflik vertikal dan konflik horizontal. Konflik vertikal ialah konflik antara sekelompok atau beberapa kelompok masyarakat ...

Konflik di Indonesia setidaknya dapat dibahagi kepada dua macam yaitu konflik vertikal dan konflik horizontal. Konflik vertikal ialah konflik antara sekelompok atau beberapa kelompok masyarakat terhadap pemerintah. Sedang konflik horizontal ialah konflik antara masyarakat dengan masyarakat lainnya.
Dari dua macam konflik dapat diperinci menjadi lima macam konflik yaitu konflik ideologi, politik, ekonomi, komunal dan sosial.

Statistics

Views

Total Views
5,619
Views on SlideShare
5,619
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
61
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Musni Umar: Konflik di Indonesia dalam Perspektif Perjalanan Sejarah Bangsa Musni Umar: Konflik di Indonesia dalam Perspektif Perjalanan Sejarah Bangsa Presentation Transcript

    • Konflik di Indonesia dalam Perspektif Perjalanan Sejarah Bangsa Oleh Musni Umar, Ph.D Sociologist and Researcher
    • PengantarKonflik di Indonesia telah menjadi bagian dari perjalanansejarah bangsa sebelum dan sesudah Indonesia merdeka.Konflik berasal dari kata kerja dalam bahasa latin "configere"yang berarti saling memukul. Konflik secara sosiologis dapatdiartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang ataulebih (dapat juga kelompok) di mana salah satu berusahamenyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya ataumembuatnya tidak berdaya.Konflik mempunyai makna yang sama dengan tawuran, friksi,perselisihan, bentrokan, pertengkaran, dan kericuhan.Bahkan dalam Kamus Bahasa Indonesia disebutkan bahwasinonim konflik ialah berkelahi yaitu pergelutan,pertempuran, peperangan, bertegang-tegangan, dantawuran.
    • Jauh sebelum Indonesia lahir, pada tahun 1911 telah terjadi konflik Kong Sing Cinadengan Kong Sing Jawa, isu yang memicu konflik tersebut ialah persaingan dagangdan ras.Begitu juga konflik pada tahun 1918-1923 terjadi sehubungan munculnya gerakanradikal di Jawa yang menentang feodalisme dan kapitalisme. Isu yang memicukonflik ialah penolakan terhadap Gubernemen yang membatasi luas tanah yangditanami tebu.Bahkan jauh sebelum itu Sultan Hasanuddin (1631-1670), Pangeran Diponegoro(1827-1830), Teuku Umar (1854-1899), dan lain-lain telah melakukan pertempuranmelawan penjajahan Belanda, yang kemudian mereka dilantik oleh pemerintahIndonesia menjadi pahlawan nasional.Pada tahun 1926, PKI memimpin peperangan melawan Belanda di Jawa Barat danSumatera Barat.Sesudah Indonesia merdeka 17 Agustus 1945, konflik terus terjadi sepertipergolakan anti swapraja pada tahun 1946-1950. Isu yang memicu konflik ialah prokontra feodalisme.Selain itu terjadi konflik bersenjata seperti Permesta, Andi Aziz, Darul Islam/TIIKartosuwiryo yang diproklamirkan 12 Syawal 1368 (7 Agustus 1949) di Jawa Barat,DI/TII Kahar Muzakkar di Sulsel, DI/TII Daud Beureuh di Aceh, Gerakan AcehMerdeka (GAM) di Aceh, Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua, dan berbagaikonflik lainnya.
    • Pemetaan KonflikSebelum dan sesudah Indonesia merdeka, sama ada diera Orde Lama, Orde Baru maupun Orde Reformasi,konflik yang merebak di berbagai daerah di seluruhIndonesia, dapat dipetakan dalam dua macam yaitu:1. Konflik Vertikal2. Konflik Horizontal.Dari dua macam konflik tersebut dapat diperincimenjadi lima jenis konflik yaitu:1) Konflik Ideologi2) Konflik Politik3) Konflik ekonomi4) Konflik komunal5) Konflik sosial
    • 1.1 Konflik IdeologiSesudah Indonesia merdeka merebak konflik ideologi yaitu konflik antarakelompok yang menghendaki Islam sebagai dasar negara Indonesia, dankelompok yang menghendaki Indonesia berdasar sekuler dan komunis.Konflik ideologi dipicu dari beberapa kelompok dalam Islam, yang tidakpuas kemudian melakukan pemberontakan dengan menggunakan Islamsebagai alat perjuangan untuk mendapat dukungan masyarakat seperti DI/TII tahun 1949 di Jawa Barat oleh Kartosuwiryo, di Aceh oleh DaudBeureueh, di Kalimantan Selatan oleh Ibnu Hajar, di Jawa Tengah oleh AmirFatah, di Sulawesi Selatan oleh Kahar Muzakkar.Konflik ideologi yang berbentuk pemberontakan bersenjata, akhirnyadipatahkan oleh pemerintah melalui pengerahan kekuatan angkatanbersenjata.Akan tetapi, tidak berarti konflik ideologi berakhir, karena tetap tumbuhdan bersemi keinginan sebagian masyarakat untuk mewujudkan Islamsebagai dasar negara Indonesia, yang diwujudkan dengan berbagai konflikdan teror. Di masa Orde Baru, mereka di cap sebagai eksterim kanan, dandi era Orde Reformasi, dicap sebagai teroris.
    • Selain itu terdapat pula konflik ideologi yang didalangi partaikomunis Indonesia, yang diwujudkan dalam pemberontakanMadiun Affairs tahun 1948. Peristiwa ini diawali dengandiproklamasikannya Negara Republik Soviet Indonesia pada 18September 1948 di Madiun oleh Muso, seorang tokoh PartaiKomunis Indonesia dengan didukung oleh seorang MenteriPertahanan saat itu, Amir Sjarifoeddin.Kemudian pada tahun 1965 PKI melancarkan pemberontakan G30 S PKI dan berhasil membunuh para Jenderal TNI AngkatanDarat. Setelah pemberontakan Gestapu PKI, Presiden Soehatomembubarkan PKI dan seluruh elemen partai komunis Indonesia.Untuk mengakhiri secara permanen gerakan PKI, setelah terjadipemberontakan G 30 S, para pentolan PKI banyak yang ditembakmati, di hukum penjara, dan diberi cap eksterim kiri. Walaupunbegitu, tidak benar-benar kelompok ini hilang. Di era OrdeReformasi, mereka mencoba bangkit dengan dugaanbermetamorfosis dalam berbagai gerakan sosial dan HAM danterus beroperasi di bawah tanah sampai sekarang.
    • 1.2 Konflik PolitikKonflik di Indonesia tidak ada habis-habisnya sampai saat ini. Salah satujenis Konflik ialah konflik politik.Tahun 1950 terjadi konflik di Makassar yang dilakukan Andi Aziz, seorangbekas perwira KNIL yang memproklamirkan dan mempertahankankeberadaan Negara Indonesia Timur, dan enggan kembali kepada NegaraKesatuan Republik Indonesia.Pemberontakan politik ini berhasil diakhiri oleh pemerintah setelahmengirim pasukan ke Makassar dibawah pimpinan Kolonel Alex Kawilarang,dan berhasil menangkap Andi Aziz dan membawanya ke Jakarta dankemudian menyerah.Disamping itu pernah pula terjadi konflik politik yang dilancarkan Permesta(Perjuangan Rakyat Semesta) pada tahun 1957. Gerakan ini dideklarasikanoleh pemimpin sipil dan militer Indonesia Timur yang dipimpin LetkolVentje Sumual. Pusat Pemberontakan ini di Makassar yang pada waktu itumerupakan ibukota Sulawesi.
    • Awalnya masyarakat Makassar mendukung perjuangan ini, perlahan-lahanmasyarakat mulai memusuhinya dan sampai akhirnya pada 1958, markaspermesta dipindahkan ke Manado. Pemberontakan ini dipicuketidakpuasan dengan keadaan pembangunan di daerah Manado, sehinggamenuntut hak menentukan diri sendiri (self determination) sesuai dengansejumlah dekolonisasi, diantaranya perjanjian Linggarjati, PerjanjianRenville, dan Konferensi Meja Bundar.Disamping itu, terjadi pula konflik politik dengan dengan berdirinyaRepublik Maluku Selatan (RMS) pada tahun 1950, di mana banyak anggotaKNIL yang tidak mau dimasukkan ke dalam APRIS. Keresahan itudimanfaatkan oleh tokoh-tokoh pro Belanda, seperti Manusama, yangmenggagas supaya Maluku terpisah dari RIS dan menjadi negara merdekayang diberi nama Republik Maluku Selatan (RMS).Juga muncul konflik sehubungan lahirnya Gerakan Pemerintah RevolusionerRepublik Indonesia (PRRI), yang disebabkan ketidakpuasan beberapadaerah di Sumatera dan Sulawesi terhadap alokasi biaya pembangunan daripemerintah pusat, dan rasa tidak puas tersebut didukung oleh beberapapanglima besar TNI. Beberapa panglima militer membantu dewan-dewandaerah seperti:
    • 1. Dewan Banteng di Sumatera Barat yang dibentuk oleh Letkol Ahmad Husein 2. Dewan Gajah di Medan yang dibentuk Kolonel Simbolon, 3. Dewan Garuda di Sumatera Selatan 4. Dewan Manguni di Manado yang dibentuk oleh Letkol Ventje Sumual. Dari gerakan tersebut akhirnya berkembang menjadi suatu gerakan terbuka yang dikenal PRRI/Permesta.• Pada 12 Februasi 1958, A.H Nasution mengeluarkan perintah untuk membekukan Komando Daerah Militer.• Selain itu, terjadi pula Konflik politik yang berskala besar dan tergolong lama, yang menimbulkan banyak korban nyawa dan kehilangan harta, ialah pemberontakan di Aceh yang dikobarkan oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang berjuang untuk merdeka diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka berjuang untuk merdeka sejak tahun 1976. Pemicu konflik ialah ketidakadilan dalam bidang ekonomi. Begitu pula konflik Papua, yaitu konflik di Papua Barat dan Papua, karena daerah ini menjadi bagian dari Indonesia pada tahun 1963. Konflik ini dilancarkan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) dengan melakukan pemberontakan bersenjata dalam upaya mewujudkan kemerdakaan politik. Pemicu konflik yang tidak ada akhirnya ialah ketidakadilan ekonomi, dimana kekayaan alam Papua yang luar biasa, tetapi masyarakatnya masih miskin dan tertinggal.
    • Di era Orde Baru, berbagai konflik di daerah berhasil diredam dengan pendekatankeamanan ( security approach). Hanya konflik di Aceh, Papua dan Timor Timur(Timor Leste) sebelum merdeka melalui referendum tahun 1999 yang tidak bisadihentikan dengan berbagai operasi militer yang dilakukan oleh TNI.Di akhir pemerintahan Orde Baru, terjadi konflik yang disertai penjarahan dankerusuhan sosial sehingga mendorong eskalasi politik, dan memberi andil besaryang memaksa Presiden Soeharto lengser dari tahta kekuasaannya setelahberkuasa selama 32 tahun lamanya.Pada era Orde Reformasi, terjadi konflik ketika KH. Abdurrahman Wahid terpilihmenjadi Presiden RI karena pendukung Megawati Sukarno Puteri tidak bisamenerima kekalahan dalam pemilihan Presiden RI di Sidang Umum Istimewa MPRtahun 1999. Begitu juga ketika KH. Abdurrahman Wahid dilengserkan oleh MPR RI. Selain itu, konflik politik yang dipicu oleh ketidakpuasan dari hasil pemilukadamenjadi marak. Persaingan politik para calon Bupati/Wakil Bupati, calonWalikota/Wakil Walikota, calon. Gubernur/calon Wakil Gubernur, banyakmenimbulkan konflik.Bahkan hasil Sidang Umum Istimewa MPR 1999 yang berhasil memilih KHAbdurrahman Wahid menjadi Presiden RI, telah memicu konflik dibeberapadaerah di Indoensia, karena para pendukung Megawati Sukarno Putri tidak maumenerima kekalahan dalam pemilihan Presiden yang dilaksanakan MPR RI hasilpemilu tahun 1999.
    • Begitu pula hasil pemilukada di era Orde Reformasi banyak menimbulkankonflik seperti hasil pemilukada di Kabupaten Tolikara, Papua, tahun 2012telah menimbulkan konflik yang berlangsung dari 14-18 Fabruari 2012 yangmengakibatkan 11 orang tewas.Konflik pemilukada, ada yang menimbulkan bentrokan fisik antarapendukung dari calon yang kalah dan pendukung dari calon yang menang.Akan tetapi, pada umumnya konflik hasil pemilukada disampaikan kepadaMahkamah Konstitusi (MK) untuk diadili perkara konflik tersebut.Dalam masalah ini, Georg Sorensen (2003) seorang pemikir politik telahmengingatkan bahwa dalam sebuah demokrasi tidak ada satu kelompokpun yang semestinya yakin bahwa kelompoknya yang akan menang. Bahkankelompok yang paling kuat sekalipun, harus siap menghadapi kemungkinanbahwa mereka bisa saja kalah dalam kompetisi dengan pihak lainnya.Dalam kompetisi harus siap menang dan siap kalah. Namanya sajakompetisi, pasti ada yang menang dan kalah. Jadi dalam pemilukada serbakemungkinan bisa terjadi, menang atau kalah harus siap mental.
    • 1.3 Konflik EkonomiSesudah Indonesia merdeka, terutama di era Orde Reformasi, konflikpaling banyak terjadi ialah konflik ekonomi. Jusuf Kalla menyebut sekitar 75persen konflik di Indonesia adalah disebabkan persoalan ekonomi. Disebutkonflik ekonomi karena pemicu konflik dilatar-belakangi oleh kepentinganekonomi.Penyebab konflik ekonomi merebak di Indonesia karena sistem ekonomiIndonesia tidak memihak kepada rakyat. Sistem ekonomi Indonesia yangdiamalkan sangat "ramah" kepada para pemodal, perusahaan-perusahaanbesar multinasional dan kepentingan asing, dan tidak mengakomodirkepentingan rakyat yang hidup diakar rumput (grass roots).Akibatnya konflik ekonomi menjadi marak dengan berbagai pemicu yangtidak jarang “sepele” seperti konflik yang terjadi di Bima, dimana massamengobarkan konflik yang menuntut kepada Bupati Bima untuk mencabutizin pertambangan yang diberikan kepada pengusaha. Konflik semacam itu,sangat banyak terjadi di berbagai daerah, hanya tidak mencuatkepermukaan dalam pemberitaan karena cepat dilokalisir oleh investoryang bekerjasama dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah.
    • Sebenarnya hampir semua konflik yang digambarkan diatas,banyak terkait dengan konflik ekonomi, karena sumber dayaalamnya dikuras, sementara rakyat di daerah itu tidakmendapat manfaat ekonomi, sehingga memicupemberontakan untuk mendapat keadilan. Itu terjadi diberbagai daerah seperti di Aceh, Papua dan lain-lain.Oleh karena itu, konflik diberbagai daerah dapat juga disebut“konflik ekonomi-politik” karena akhirnya bermuara padaperjuangan politik untuk mewujudkan kemerdekaan. Dalamkasus di Aceh, akhirnya dicapai solusi damai melaluiperundingan di Helsinki dengan win-win solution setelahterjadi stunami di Aceh tahun 2004.Begitu pula konflik di Papua, pada hakikat adalah “konflikekonomi-politik” yang disebabkan kekayaan alam Papuadikuras, sementara masyarakat Papua, masih banyak yanghidup miskin, kurang pendidikan, dan masyarakatnyasebagian masih berada dalam keterbelakangan.
    • 1.4 Konflik KomunalKonflik komunal ialah konflik yang dipicu oleh persoalan SARA (suku,agama, dan ras).Konflik ini mudah meledak jika isu SARA dijadikan alat untuk membakaremosi masyarakat.Sebagai contoh konflik bernuansa “SARA” yang pernah meledak di Ambonpada awal Orde Reformasi. Konflik ini sering disebut “konflik agama”karena yang konflik ialah kaum Muslim dan kaum Nasrani.Akan tetapi kalau digali akar masalahnya bukanlah persoalan agama, tetapisumbernya dari persoalan ekonomi. Sebagaimana diketahui bahwa padamasa penjajahan Belanda, masa Orde Lama dan Orde Baru, yangmenguasai ekonomi dan pemerintahan di daerah itu adalah kaum Nasrani.Mereka memiliki kebun cengkeh yang luas dan harganya cukup bagus.Mereka juga memegang pemerintahan di Maluku.
    • Pada masa Orde Baru, banyak suku Bugis dan suku Butondatang ke Maluku (Ambon). Sebagai perantau, merekamemiliki semangat yang tinggi, rajin bekerja dan padaumumnya bergerak di bidang perdagangan dan ekonomi.Pembangunan yang dilaksanakan di masa Orde Baru, merekabanyak mendapat manfaat ekonomi sehingga terjadimobilitas vertikal dari kalangan mereka. Secara populasiterus bertambah jumlah mereka, pendidikan anak-anakmereka juga mengalami peningakatan.Dampaknya, setelah anak-anak mereka menamatkanpendidikan di berbagai universitas, mereka memasukipemerintahan sebagai PNS dan dunia politik. Kemudianposisi kaum Nasrani tersisih di berbagai bidang. Momentumreformasi, dimanfaatkan untuk melakukan perlawanan gunamengembalikan posisi semua sehingga timbul konflikkomunal yang melibatkan kaum Nasrani dan kaum Muslim,dimana para perantau dari suku Bugis dan suku Buton yangdigambarkan diatas, pada umumnya adalah kaum Muslim.
    • 1.5 Konflik SosialKonflik sosial ialah konflik yang terjadi antara satu kelompokdengan kelompok yang lain. Ia sering juga disebut konflikkelompok yaitu pertentangan yang terjadi antara satu kelompokatau beberapa kelompok sosial yang mengatasnamakan suku, ras,jenis kelamin, organisasi tertentu, status ekonomi, status sosial,agama, bahasa, dan keyakinan politik, dalam sebuah interaksisosial yang bersifat dinamis.Konflik sosial dapat terjadi dalam masyarakat homogen, maupunmasyarakat heterogen. Konflik sosial adalah bagian darikehidupan umat manusia. Tidak bisa dihilangkan sama sekali,karena sudah merupakan sunnatullah (natural law), manusiamemiliki perbedaan.Dengan demikian, istilah konflik sosial bisa terjadi yangdiakibatkan oleh konflik ideologi, konflik politik, konflik ekonomi,konflik komunal, dan sebagainya.
    • Konflik Vertikal dan HorizontalDari lima jenis konflik yang dikemukakan diatas dapatdipetakan kepada dua macam:1. Konflik Vertikal ialah konflik antara kelompok masyarakat dengan pemerintah seperti konflik ideologi, dan konflik politik seperti konflik antara GAM dan pemerintah, konflik OPM dengan pemerintah, Andi Aziz, Permesta, PRRI, dan konflik ekonomi.2. Konflik Horizontal ialah konflik antara sekelompok masyarakat dengan kelompok lainnya seperti konflik sosial, dan konflik komunal.
    • KesimpulanSudah merupakan tabiat manusia suka berbeda (konflik). Oleh karena konflikmembahayakan mereka yang berkonflik dan lingkungannya, maka konflik harusdicegah, dilokalisir jika terjadi, konflik, dan dimediasi supaya tidak meluas danmenimbulkan kerugian bagi masyarakat, bangsa dan negara.Pertama, mencegah supaya konflik tidak meledak, dengan sering melakukansilaturrahim ke masyarakat bawah untuk mengetahui permasalahan mereka dansegera memecahkannya.Kedua, melokalisir konflik jika terjadi dengan pendekatan dan dialog.Ketiga, meredam konflik dengan membuka dialog yang mengedepankan sikapsabar, tenang dan akal sehat.Keempat, menunjuk mediator (juru damai) untuk melakukan negosiasi dalamrangka mencari dan menemukan solusi damai bagi pihak-pihak yang berkonflik.Kelima, menyelesaikan akar masalah dan penyebab utama terjadinya konflik.
    • Di era Orde Reformasi, hampir tidak ada hari tanpa konflik. Bahkan dalam satuhari, bisa terjadi banyak konflik di seluruh Indonesia.Sebelum Indonesia merdeka, konflik politik sering terjadi, tujuannya untukmelawan penjajah. Setelah Indonesia merdeka, konflik politik merebak di berbagaidaerah seperti pemberontakan Andi Aziz, PRRI, Permesta, RMS, dan lain-lain..Disamping itu, marak pula terjadi konflik ideologi, seperti yang dilakukan DI/TIIoleh Kartosuwiryo, di Jawa Barat, Kahar Muzzakar di Sulawesi Selatan, DaudBeureueh di Aceh, dan lain-lain. Selain itu, pemberontakan PKI di Madiun Affairstahun 1949, dan G 30 S PKI tahun 1965. Konflik Ideologi sampai saat ini masihberlanjut dalam bentuk perang melawan teroris.Di era Orde Reformasi, konflik yang banyak muncul di masyarakat ialah konflikekonomi yaitu konflik yang terjadi di masyarakat karena dipicu oleh kepentinganekonomi seperti konflik Bima, konflik Mesuji, dan lain sebagainya.Maraknya konflik ekonomi karena pembangunan ekonomi sejak Orde Baru sampaiOrde Reformasi, pemerintah lebih pro pemodal, perusahaan-perusahaanmultinasional, para konglomerat, dan pro asing, sehingga keadilan sosial nyaristidak wujud di Indonesia.
    • Daftar RujukanKamus Besar Bahasa Indonesia. 2012. www.kamus.sabda.kamus/konflik, <8 Desember >Musni Umar. 2011. Demokrasi dan Islam di Kalangan Orang-Orang Miskin,Jakarta, INSED. ----------------2012. Bahaya Konflik Mengancam Indonesia, Wawancara TVONE, Upload di You Tube, 30 Oktober.----------------- 2012. Konflik di Berbagai Daerah di Indonesia Kesalahan ParaPemimpin. Wawancara TV ONE, Upload di You Tube, 30 Oktober.----------------- 2012. Atasi Konflik di Daerah dengan Special Treatment,Wawancara TV ONE, Upload di You Tube, 30 Oktober.---------------- 2012. Konflik Antar Geng Akarnya Pertarungan Ekonomi.Wawancara ANTV, Upload di You Tube, 31 Agustus.---------------- 2012. Impelemntasi Nilai-Nilai Pancasila dan PemecahanKonflik Sosial, Upload Slide share, 22 November.--------------- 2012. Manajemen Konflik: Cara Mengatasi Konflik di DKIJakarta, Musni Umar Website, 31 Juli.
    • Musni Umar. 2012. Ketidakadilan Ekonomi Penyebab Konflik di berbagaiDaerah di Indonesia, Wawancara RRI Pro 3, Upload di You Tube, 01November.--------------- 2012. Kepemimpinan ala Jokowi Bisa Cegah Budaya Amok,Wawancara Trans TV, Upload di You Tube, 20 November.--------------- 2012. Tawuran Pelajar dan Solusinya, Wawancara Kompas TV,Upload di You Tube, 30 November.--------------- 2012. Manajemen Konflik: Cara mengatasi Konflik diMasyarakat DKI Jakarta, Ceramah di Dinas Sosial DKI, Upload di Slide share,30 Juli.--------------- 2012. Tawuran Antar Warga dan Upaya Pemecahannya,Ceramah di Kesbangpol Jakarta Utara, Upload di Slide share, 3 September.--------------- 2012. Partisipasi Masyarakat terhadap Keamanan Lingkungan,Ceramah di Kesbangpol Jaksel, Upload di Slide share, 26 November.--------------- 2012. Pemberdayaan Masyarakat di Daerah Rawan Konflik:Studi Kasus Johar Baru, bahan ceramah di Kantor PMP Jakarta Pusat,Upload di Slide share, 8 Desember.Wikipedia Eksiklopedia Bebas, Konflik,www.id.wikipedia.org/wiki/konflik < 9 Desember >