Mencari Pemimpin untuk Masa Depan Jakarta
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Mencari Pemimpin untuk Masa Depan Jakarta

on

  • 1,032 views

Pemimpin sangat penting kedudukannya. Dalam Islam, pemimpin yang boleh dipilih dalam pemilu/pemilukada ialah yang amanah (terpercaya)), sidiq (jujur), fathanah (cerdas), dan tabligh (mampu ...

Pemimpin sangat penting kedudukannya. Dalam Islam, pemimpin yang boleh dipilih dalam pemilu/pemilukada ialah yang amanah (terpercaya)), sidiq (jujur), fathanah (cerdas), dan tabligh (mampu berkomunikasi). Selain itu, yang dipilih adalah dari kalangan orang-orang yang beriman.

Statistics

Views

Total Views
1,032
Views on SlideShare
943
Embed Views
89

Actions

Likes
0
Downloads
5
Comments
0

1 Embed 89

http://musniumar.wordpress.com 89

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Mencari Pemimpin untuk Masa Depan Jakarta Mencari Pemimpin untuk Masa Depan Jakarta Presentation Transcript

  • Mencari Pemimpinuntuk Masa Depan Jakarta Oleh Musni Umar, Ph.D
  • PengantarJakarta adalah miniatur Indonesia. Semua sukubangsa dan budaya yang ada di seluruhIndonesia, ada di Jakarta. Sesuai dengan jumlahpenduduk terbesar di Indonesia, yang ditempatisuku Jawa, maka di DKI Jakarta penduduk terbesarpertama ditempati suku Jawa, kemudian sukuSunda, dan berbagai etnis lainnya yangberjumlahnya sekitar 300 suku bangsa, denganbudaya yang berbeda dan bahasa yang beranekaragam dan tidak saling memahami maknanya.
  • Jakarta Miniatur Indonesia
  • Walaupun begitu, bangsa Indonesia dan lebih khusus lagipenduduk DKI, patut bersyukur karena memiliki bahasanasional yaitu bahasa Indonesia, yang berhasilmempersatukan seluruh suku bangsa Indonesia danpenduduk DKI dengan bahasa yang satu yaitu bahasaIndonesia.Keunikan Indonesia khususnya DKI Jakarta,sekalipun mayoritas penduduknya suku Jawa dan pendudukasli adalah Betawi, tetapi yang dipergunakan bahasa resmiadalah bahasa Indonesia yang diadopsi dari bahasaMelayu. Melalui Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, parapemuda tokoh pejuang membuat ikar, satu bangsa bangsaIndonesia, satu tanah air tanah air Indonesia, satu bahasabahasa Indonesia.Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus1945, yang diucapkan di Pegangsaan Timur 56 Jakarta, telahmengukuhkan ikrar para pemuda tokoh pejuang, kemudiandijadikan landasan bangsa Indonesia dalam membentuk,membina, dan membangun Indonesia khususnya DKI Jakartasampai saat ini.
  • Jakarta Kawasan Unik
  • Budaya dan Agama MenentukanDalam pembangunan bangsa Indonesia termasuk dalampemilukada DKI sebagai pengamalan demokrasi, masalah budayadan agama sangat menentukan. Siapa yang menguasai budayadan agama akan berperan dan dominan dalam menentukan arahpemilukada DKI dan pembangunan DKI selanjutnya.Akan tetapi, di DKI Jakarta, walaupun mayoritas penduduknyaMuslim, tetapi budaya politiknya sangat beragam sehinggaperpolitikan di DKI sangat dinamis dan mudah berubah.Oleh karena itu, kalau kita membicarakan tentang kepemimpinanmasa depan di Jakarta, maka tidak bisa mengesampingkanperanan agama yang dianut mayoritas penduduk DKIJakarta. Akan tetapi, kelemahannya belum terinternalisasi kedalam budaya politik karena masih adanya pemilahan budayapolitik abangan dan santri
  • Masjid Istiqlal Jakarta
  • Gereja Katedral Jakarta
  • Sebagai perbandingan dan gambaran, dalam pemilukadadiberbagai daerah di Indonesia terutama di era OrdeReformasi, sangat jelas dan menonjol peranan etnis danagama. Di Solo misalnya, walaupun penduduknya mayoritasberagama Islam, tetapi karena budaya yang dominan didaerah itu adalah budaya abangan, maka yang selalu tampilmemenangkan pemilukada di era Orde Reformasiadalah Walikota Surakarta dari kalangan abangan.Selain itu, karena dalam demokrasi yang berlaku adalah oneman one foot, maka walaupun mayoritas penduduknyaadalah Muslim, tetapi karena banyak pasangan calon dariMuslim, maka yang memenangkan pemilukadaSurakarta adalah calon dari kalangan abangan yangberpasangan dengan calon yang beragama katolik. Ini terjadikarena walaupun mereka minoritas tetapi bersatu, sehinggasukses memenangkan pemilukada di Surakarta yang calonnyadari kalangan mereka hanya satu pasangan. Begitu juga diKalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
  • Mempersiapkan DiriPemimpin dalam sistem demokrasi, bukan berdasarkanketurunan. Setiap warga negara Indonesia, berhak memilihdan dipilih. Konsekuensinya, setiap orang mempunyaikesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin.Oleh karena itu, setiap WNI harus mempersiapkandiri. Menurut saya, para bakal calon Gubernur/WakilGubernur DKI secara sadar atau kebetulan telahmempersiapkan diri menjadi pemimpin. Pertama, para bakalcalon Gubernur/Wakil Gubernur memiliki pendidikan yangbaik. Sejak kecil telah belajar serius mulai di tingkat sekolahdasar atau sederat sampai Universitas. Bahkan terdapat calonGubernur/wakil Gubernur yang menyandang pendidikan Ph.D(Doctor of Philosophy).
  • Para Calon Pemimpin DKI
  • Ketiga, menjadi pemimpin atau anggota partai politilk. Parabakal calon Gubernur/Wakil Gubernur, walaupun ada yangtidak menggunakan kendaraan partai politik untuk berlagadalam pemilukada DKI, tetapi pernah bersinggungan dengandunia politik atau partai politik. Dalam demokrasi, partaipolitilk merupakan instrumen demokrasi, sehingga dapatdikatakan tidak ada pemilukada sebagai pengamalandemokrasi tanpa partai politik. Di era Orde Reformasi, partaipolitik belum ideal karena belum sepenuhnya menjalankanfungsi kepartaian karena baru sebagai sarana rekrutmencalon pemimpin bangsa dan belum melakukan pembinaanmasyarakat supaya mengetahui hak-hak politiknya danberbagai kewajiban yang harus diemban.Walaupun begitu, partai-partai politik telah berperanmenyajikan bakal calon Gubernur/Wakil Gubernur DKI darikader partai yang terbaik. Mereka adalah para pemimpinyang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Ini harus disyukuriatas peran dan jasa baik dari partai-partai politik dalampemilukada DKI Jakarta.
  • Jalan Menjadi PemimpinJalan menjadi pemimpin di DKI bisa beragam. Pertama,menjadi usahawan dan Walikota. Karir diawali dari kegiatanusaha, kemudian di era Orde Reformasi terjun ke dunia politikmenjadi kader partai dan kemudian berlaga dalampemilukada dan terpilih menjadi Walikota. Pada masa OrdeBaru sebagai perbandingan, ada pemimpin usaha yangmenapaki jalan seperti itu, seperti Abdul Latief, pendiri danpemimpin Pasaraya, yang dianggap berhasil dalammenjalankan bisnis kemudian dilantik menjadi menteri. Dimasa Orde Reformasi, banyak pengusaha yang tampilmenjadi pemimpin di daerah sebagai Bupati/Wakil Bupati,Walikota/Wakil Walikota, Gubernur/Wakil Gubernur, Menteri,sampai Wakil Presiden seperti Jusuf Kalla, Fahmi Idris, FadelMuhammad, dan lain-lain
  • Jalan Menjadi Pemimpin: Usahawan
  • Kedua, menjadi birokrat dan ilmuan. Diantara bakal calon Gubernur/WakilGubernur DKI, terdapat bakal calon yang merintis karir yang memulai daribirokrat kemudian melanjutkan studi Ph.D (ilmuan) dan kemudian menjadibirokrat dan menapaki tangga menjadi Wakil Gubernur dan Gubernur. Jugaada yang menjalani karir politik setelah menjadi birokrat lalu menjadi Bupatidan terus menjadi Gubernur. Di era Orde Reformasi, cukup banyak tokohyang menjalani karir dari birokrat kemudian terjun ke dunia politik.Sebaliknya, di era Orde Baru, banyak ilmuan yang menjadi menteri yangpada umumnya ekonom seperti Widjojo Nitisastro, Ali Wardhana, EmilSalim, Subroto dan lain-lain. Di era Orde Reformasi, ilmuan yang direkrutmenjadi Menteri seperti Rokhmin Dahuri, Soleh Solahuddin dan lain-lain.Dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid dua yang dipimpin Presiden SBY adamenteri yang latar belakangnya dari ilmuan seperti Prof. Dr.Muhammad Nuh, mantan Rektor ITS.Ketiga, aktivis sosial, ilmuan dan politisi. Bakal calon Gubernur/WakilGubernur DKI, terdapat bakal calon dari latar belakang seperti itu. Partaipolitik yang mencalonkannya, melihat sosok kader yang dicalonkan bisameraih dukungan publik DKI untuk menduduki DKI 1. Bakal calon WakilGubernurnya direkrut dari partai lain dengan harapan bisa meraih dukunganpublik karena memiliki kepakaran yang berbeda, sehingga dapat menjadidream team untuk membangun Jakarta yang maju, sejahtera dan makmur.
  • Jalan Menjadi Pemimpin: Birokrat
  • Jalan Menjadi Pemimpin: Ilmuan dan Politisi
  • Jalan Menjadi Pemimpin: TNI
  • Keempat, mantan TNI yang terkenal disiplin tampil menjadi bakalcalon Gubernur dengan menggait tokoh mudah yang menjadipemimpin pemuda di DKI. Pasangan calon memilih jalan lain yaitujalur independen yang sama sekali tidak didukung partai politik.Apakah calon ini bisa meraih dukungan publik DKI, pemilukada DKI11 Juli 2012 bisa memberi jawaban.Kelima, ilmuan dan tokoh masyarakat. Dalam pemilukada DKIterdapat pula tokoh yang lebih dikenal sebagai ilmuan yang kritis,yang menggait wakilnya dari tokoh masyarakat yang mantananggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Pasangan ini memilihjalur independen untuk menjadi calon Gubernur/Wakil GubernurDKI. Akan tetapi sebagai gambaran, Sugeng Sarjadi Sindicatepernah merilis hasil survei mereka yang menyebutkan bahwamasyarakat DKI sekitar 48 persen akan memilih pasangan calonGubernur/Wakil Gubernur dari kalangan independen. Apakahcalon independen ini bisa meraih dukungan pemilih DKI secaramasif sesuai hasil survei tersebut, pemilukada DKI 11 Juli 2012akan memberi jawaban
  • Mencari Pemimpin di DKIPemilukada adalah sarana demokrasi, di mana rakyat DKI setiap lima tahunsekali diberi kesempatan seluas-luasnya untuk memilih Gubernur/WakilGubernur DKI Jakarta untuk memimpin DKI lima tahun berikutnya.Sebagai sosiolog dan warga DKI saya bersyukur karena para bakal calonGubernur/Wakil Gubernur DKI periode 2012-2017 adalah para kader bangsayang terbaik. Adanya enam bakal calon Gubernur/Wakil Gubernur DKI darikalangan independen sebanyak dua pasang calon, dan empat bakal calonGubernur/Wakil Gubernur DKI yang dicalonkan partai-partai politik, makamasyarakat DKI mempunyai banyak pilihan, sehingga saya optimis tingkatpartisipasi pemilih pada pemilukada 11 Juli 2012 akan meningkat.Untuk menyukseskan pemilukada DKI, maka strateginya, pertama, semuapeserta seminar harus berpartisipasi secara aktif untuk memberipenyadaran supaya warga DKI yang menjadi pemilih supaya menggunakanhak pilihnya dengan baik.Kedua, semua harus mengkampanyekan dan menyadarkan masyarakat yangmenjadi pemilih supaya tidak terlibat dalam politik uang dengan menerimasogok untuk memilih salah satu pasangan calon Gubernur/Wakil GubernurDKI.
  • Jalan Menjadi Pemimpin
  • Ketiga, para pemilih harus dipandu supaya tidak salah memilih. Olehkarena para peserta seminar adalah para kader dan tokoh, makasebaiknya turut ambil bahagian yang konstruktif untuk menjagakeamanan pemilukada DKI, sehingga berlangsung aman dan damai. Masa kepemimpinan Gubernur DKI selama lima tahun masih terasasangat singkat jika dilihat tingginya dinamika politik masyarakatJakarta, banyaknya permasalahan di DKI dan nasional yangberhimpitan, dan tidak mudahnya menjalankan pemerintahan di eraOrde Reformasi, karena semua kebijakan pembangunan yang sudahdiputuskan dan harus dijalankan, terlebih dahuluharus dimusyawarahkan dengan masyarakat yang terkena langsungatau tidak langsung dampak dari pembangunan.Maka logika sehat dapat dipahami jika pembangunan tidak secepatyang diharapkan oleh masyarakat Jakarta untuk menuntaskanmasalah besar yang dihadapi seperti macet, banjir dan masalah sosiallainnya. Oleh karena itu, sebagai sosiolog saya bisa faham danmengerti jika masih banyak masyarakat DKI yang menginginkan FauziBowo untuk melanjutkan kepemimpinannya lima tahun mendatangsupaya bisa menuntaskan pembangunan di DKI Jakarta dengankhusnul khatimah (akhir yang baik), yang menjadi tempat beliaulahir, besar dan insya Allah mengakhiri hidupnya.
  • Gunakan Hak Pilih
  • Rakyat Dipandu dalam Memilih
  • KesimpulanUntuk menjadi pemimpin di DKI "banyak jalan ke Roma."If there is a will there is a way," di mana ada kemauandisitu ada jalan.Oleh karena itu, kita semua harus menancapkanharapan setinggi bintang dan berusahamewujudkannya supaya Gubernur/Wakil Gubernuryang dipilih rakyat Jakarta adalah yang terbaik untukkelangsungan dan peningkatan pembangunan Jakartadi masa depan.Masa depan pembangunan di DKI Jakarta, sangatditentukan hasil pemilukada DKI 11 Juli 2012. Masadepan itu adalah masa kini dan masa lalu. Oleh karenaitu, kita harus berpartisipasi supaya pemilukada DKIberlangsung aman, damai, tertib dan tidak ada politikuang.
  • Demi Masyarakata DKI
  • Hasil pemilukada DKI akan memberi warna dan corak dalam pemiluparlemen dan pemilu Presiden/wakil Presiden 2014. Oleh karena itu, paracalon Gubernur/Wakil Gubernur yang dicalonkan partai-partai politik akanbekerja sekeras-kerasnya untuk merebut dukungan publik DKI supayamemenangkan pemilukada DKI 11 Juli 2012.Kepemimpinan Fauzi Bowo selama lima tahun di DKI, disampingkelebihannya, masih banyak kekurangannya. Rakyat DKI yang menjadipemilih dalam pemilukada akan menjadi hakim untuk memutus, apakahFauzi Bowo yang mencalonkan kembali untuk periode kedua, masih diberikesempatan untuk melanjutkan kepemimpinannya di DKI sehingga berakhirdua periode dengan khusnul khatimah (akhir yang baik) atausebaliknya. Masyarakat DKI yang sudah amat dewasa dan cerdas, bisamenentukan yang terbaik untuk masa depan pembangunan di DKI._______________* Drs. Musni Umar, SH, M.Si, menyelesaikan Ph.D pada Fakultas SainsSosial dan Kemanusiaan Univ. Kebangsaan Malaysia (UKM). Kini menjadipeneliti, Direktur Eksekutif Institute for Social Empowerment anddemocracy (INSED), pengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta danUniversitas Nasional (Unas) Jakarta.* Makalah singkat ini dipersiapkan untuk dipresentasikan dalam seminaryang bertajuk "Strategi Politik Mencari Kepemimpinan untuk Masa DepanJakarta," pada 8 Mei 2012 di Hotel Tjokro, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.