Musni Umar: Manajemen Konflik Cara Mengatasi Konflik di DKI

6,421 views
6,094 views

Published on

Konflik merupakan bagian dari kehidupan. Sejak manusia ada di dunia sudah melakukan konflik. Yang bisa dilakukan adalah mengeliminir supaya konflik tidak meluas dan membahayakan masyarakat.

Published in: News & Politics
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
6,421
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
144
Actions
Shares
0
Downloads
85
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Musni Umar: Manajemen Konflik Cara Mengatasi Konflik di DKI

  1. 1. MANAJEMEN KONFLIK: CARA MENGATASI KONFLIKDI MASYARAKAT DKI JAKARTA Oleh Musni Umar, Ph.D
  2. 2. PENGANTAR• Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Ada juga yang megatakan bahwa konflik berasal dari bahasa Inggris “conflict.”• Adapun sinonim atau persamaan arti daripada konflik adalah:
  3. 3. TAWURAN KONFRONTASI PERTIKAIANPERTENTANGAN KONFLIK SENGKETA PERTENGKARAN
  4. 4. Konflik di DPR beberapa Anggota Walk Out
  5. 5. Contoh Konflik FBR
  6. 6. Konflik Forkabi
  7. 7. Konflik Warga di Tambora
  8. 8. Buruh Mogok KBN Cilincing
  9. 9. • Dari pengertian diatas dapat dikemukakan bahwa konflik sangat luas maknanya. Ia telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak manusia ada di dunia. Dalam sejarah umat manusia, konflik pertama terjadi antara dua putera Nabi Adam yaitu Kabil dan Habil, ketika keduanya berkurban. Akan tetapi, kurban Habil yang dilandasi takwa diterima oleh Allah, sementara kurban Kabil ditolak, kemudian dia melampiaskan kemarahan dengan membunuh Habil, walaupun Habil sudah menasehatinya bahwa yang bersalah adalah Kabil karena berkurban tanpa dilandasi ikhlas dan takwa.
  10. 10. Penyebab, Jenis dan akibat KonflikKonflik bisa timbul kapan saja dengan berbagaimacam penyebab yang kadang-kadang bisa sepele. Penyebab konflik bisa disebabkan macam-macam:1. Perbedaan pendirian dan perasaan,2. Perbedaan latar belakang budaya,3. Perbedaan kepentingan individu dan kelompok,4. Perubahan nilai yang cepat dan mendadak5. Lingkungan sosial ekonomi dan lingkungan hidup6. Kepentingan politik dan ekonomi.
  11. 11. Konflik Mesuji
  12. 12. Tawuran Warga di Johar Baru
  13. 13. Adapun jenis-jenis konflik menurut Dahrendorft yaitu:1) Konflik antara atau dalam peran sosial,2) Konflik antar kelompok-kelompok sosial3) Konflik kelompok terorganisasi dan tidak terorganisasi4) Konflik antar satuan nasional (kampanye dan perang saudara)5) Konflik antar atau tidak antar agama
  14. 14. Konflik Umat Beragama
  15. 15. Akibat konflik(1) Meningkatkan solidaritas sesama (ingroup)(2) Keretakan hubunagn antar kelompok yang bertikai(3) Perubahan kepribadian pada individu misalnya timbul rasa dendam, benci dan saling curiga(4) Kerusakan harta benda dan kehilangan nyawa(5) Dominasi bahkan penaklukan salah satu fihak yang terlibat dalam konflik.
  16. 16. Konflik Politik (Pemilukada)
  17. 17. Strategi Mengatasi Konflik1. Intra-individual conflict Strategy (mengatasi konflik dlm diri indviduMenurut Wijono (1993 : 42-66), untuk mengatasi konflik dalam diri individu diperlukan paling tidak tujuh strategi yaitu: 1) Menciptakan kontak dan membina hubungan 2) Menumbuhkan rasa percaya dan penerimaan 3) Menumbuhkan kemampuan /kekuatan diri sendiri 4) Menentukan tujuan 5) Mencari beberapa alternatif 6) Memilih alternatif 7) Merencanakan pelaksanaan jalan keluar
  18. 18. Interpersonal conflict strategy Ardhita Maharindra menyebut 4 faktor penyebab konflik interpersonal:1) Interdepence2) Disagreement3) Interference (gangguan campur tangan)4) Negative emotionsCara mengatasi konflik:(1) Asserting (pernyataan, penegasan)(2) Accomodating (penyesuaian)(3) Compromissing(4) Problem Solving(5) Avoiding (penghindaran)
  19. 19. Avoiding /Penghindaran Konflik
  20. 20. Lose-lose Strategy (Strategi kalah-kalah)Menurut Wijono (1993 : 66-112),Biasanya individu atau kelompok yang bertikai mengambil jalan tengah(berkompromi) atau membayar sekelompok orang yang terlibat dalamkonflik atau menggunakan jasa orang atau kelompok ketiga sebagaipenengah. Dalam strategi kalah-kalah, konflik bisa diselesaikan dengancara melibatkan pihak ketiga bila perundingan mengalami jalan buntu.Maka pihak ketiga diundang untuk campur tangan oleh pihak-pihak yangberselisih atau barangkali bertindak atas kemauannya sendiri. Ada dua tipeutama dalam campur tangan pihak ketiga yaitu:a. Arbitrasi (Arbitration)Arbitrasi merupakan prosedur di mana pihak ketiga mendengarkan keduabelah pihak yang berselisih, pihak ketiga bertindak sebagai hakim danpenengah dalam menentukan penyelesaian konflik melalui suatu perjanjianyang mengikat.b. Mediasi (Mediation)Mediasi dipergunakan oleh Mediator untuk menyelesaikan konflik tidakseperti yang diselesaikan oleh abriator, karena seorang mediator tidakmempunyai wewenang secara langsung terhadap pihak-pihak yang bertikaidan rekomendasi yang diberikan tidak mengikat.
  21. 21. Win-Lose Strategy (Strategi menang-kalah)Dalam strategi ini menekankan adanya salah satu pihak yangsedang konflik kalah tetapi yang lain menang.Beberapa cara yang digunakan untuk menyelesaikan konflikdengan win-lose strategy (Wijono, 1993 : 44), dapat melalui:a. Penarikan diri,b. Penghalusan dan damai, yaitu dengan melakukan tindakanperdamaian dengan pihak lawan untuk menghindari terjadinyakonfrontasi Bujukan, yaitu dengan membujuk pihak lain untuk mengubahposisinya untuk mempertimbangkan informasi-informasi faktualyang relevan dengan konflik,Paksaan dan penekanan, yaitu menggunakan kekuasaan formaldengan menunjukkan kekuatan (power) Tawar-menawar danpertukaran persetujuan sehingga tercapai suatu kompromi yangdapat diterima oleh dua belah pihak, untuk menyelesaikan konflikyang berkaitan dengan persaingan terhadap sumber-sumber(competition for resources) secara optimal bagi pihak-pihak yangberkepentingan.
  22. 22. Win-Win Strategy (Strategi Menang-Menang)Penyelesaian dengan strategi menang-menang memerlukan sikapdan ketrampilan menciptakan relasi komunikasi dan interaksi yangdapat membuat pihak-pihak yang konflik saling merasa aman dariancaman, merasa dihargai, menciptakan suasana kondusif danmemperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi masing-masing dalam upaya penyelesaian konflik. Strategi ini menolongmemecahkan konflik, bukan hanya sekedar memojokkan orang.Ada 2 cara didalam strategi ini yang dapat dipergunakan sebagaialternatif pemecahan konflik interpersonal yaitu:a. Pemecahan masalah terpadu (Integrative Problema Solving)secara mufakat atau memadukan kepentingan kedua belah pihak.b. Konsultasi proses antar pihak (Inter-Party ProcessConsultation). Biasanya ditangani oleh konsultan proses, dimanakeduanya tidak mempunyai kewenangan untuk menyelesaikankonflik dengan kekuasaan atau menghakimi salah satu atau keduabelah pihak yang berkonflik
  23. 23. Strategi Mengelola dan Mengatasi Konflik Organisasi (Organizational Conflict)Menurut Stevanim (2000, hlm 134-135) setidaknyaada 5 (lima) langkah menyelesaikan masalah:1. Pengenalan2. Diagnosis, siapa, apa, mengapa, di mana dan bagaimana?3. Menyepakati suatu solusi4. Pelakasanaan5. Evaluasi.
  24. 24. Mengelola Konflik
  25. 25. KesimpulanKonflik merupakan bagian dari dinamika partai politik dan organisasikemasyarakatan, karena perbedaan kepentingan dan persaingan untukmerebut kekuasaan politik dan kepentingan ekonomi.Yang harus dilakukan ialah mengelola konflik supaya tidak memecah partaipolitik dan organisasi kemasyarakatan. Persatuan dan kesatuan harus dijagadan dipelihara dengan menjaga keseimbangan berbagai kepentingan yangada dalam partai politik dan ormas di semua tingkatan.Untuk bisa memelihara soliditas dan dinamika internal partai politik danormas, maka harus ada kekuatan di luar partai dan ormas yang dijadikansparing partner (teman bertanding) atau lawan. China maju sepertisekarang karena menjadikan Amerika Serikat sebagai lawan dalamkekuatan global yang harus dikalahkan. Korea Selatan, bisa maju danmenyaingi Jepang karena menjadikan Jepang sebagai lawan dalam ekonomiyang harus dikalahkan atau paling tidak menyamai.Akan tetapi yang baik ialah setiap partai politik dan ormas berlombaberbuat kebaikan yang berarti bersaing untuk berbuat yang lebih baikuntuk kemajuan masyarakat, bangsa dan negara, jangan konflik terbukayang menciptakan kerusakan dan ketakutan masyarakat. Cipanas, 20 Desember 2011

×