Hijab itu kewajiban muslimah termasuk polwan

349 views
211 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
349
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
3
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Hijab itu kewajiban muslimah termasuk polwan

  1. 1. 04/12/13 Hijab itu Kewajiban Muslimah Termasuk Polwan | BringIslam.web.id Hijab itu Kewajiban Muslimah Termasuk Polwan Ditulis oleh: Syarif Lee - Selasa, 03 Desember 2013 Oleh Ustadz Felix Y Siauw Saya kaget bukan kepalang tatkala mendapatkan satu tautan tentang pernyataan Wakapolri berkaitan dengan isu yang sedang hangat yaitu polwan berhijab; “Komjen Oegroseno: #Polri Organisasi Resmi Negara, Bukan Arisan Ibuibu RT/RW”. Suatu pernyataan yang bukan hanya tendensius tapi juga sarat dengan olok-olokan terhadap perintah Allah dalam agama Islam yaitu agar setiap manusia menutupi auratnya termasuk Muslimah dengan pakaian penutup aurat. Supaya adil dan tetap berbaik sangka, mari kita baca dua berita dari detik.com sebagaimana saya lampirkan dibawah ini Jumat, 29/11/2013 19:52 WIB “Beredar Kabar Polri Larang Sementara Polwan Berjilbab” Jak arta – Tersiar k abar adanya Telegram Rahasia (TR) yang berisi pelarangan sementara bagi #Polwan yang ingin menggunak an #jilbab. Kabar ini tentu bertolak belak ang dengan pernyataan Kapolri Jenderal Sutarman yang mempersilak an Polwan untuk #berjilbab. Anggota Kompolnas Hamidah Abdurrahman menyatak an, k abar tersebut benar adanya. Namun Hamidah sendiri belum melihat langsung isi surat yang menyatak an Polwan untuk tidak dulu mengenak an jilbab sampai dengan k eluar payung huk um yang mengatur mengenai itu. “Yang menandatangani itu Pak Wak apolri,” k ata Hamidah saat dihubungi wartawan, Jumat (29/11/2013). Dari informasi yang diterimanya, isi surat menyatak an perlu diatur lebih lanjut mengenai pengenaan jilbab di lingk ungan Polri. Surat tersebut disebar k e masing-masing Kapolda. “Tentu sangat disayangk an, k arena ini bertolak -belak ang dengan pernyataan Kapolri sebelumnya yang mempersilak an Polwan mengenak an jilbab, Kapolri tidak k onsisten,” k atanya. Dihubungi terpisah, Kadiv Humas Polri Irjen Ronny F Sompie membantah perihak surat larangan berjilbab tersebut. “Enggak ada larangan, itu k an hak asasi manusia,” ujar Ronny. Mesk i belum ada aturan bak u mengenai pengenaan jilbab, imbuh Ronny, para Polwan tersebut secara aturan berjilbab diharapk an mengacu k epada peraturan berjilbab di Aceh Minggu, 01/12/2013 11:00 WIB “Penundaan Jilbab Bagi Polwan; Komjen Oegroseno: Polri Organisasi Resmi Negara, Bukan Arisan Ibu-ibu RT/RW” www.bringislam.web.id/2013/12/hijab-itu-kewajiban-muslimah-termasuk-polwan.html 1/3
  2. 2. 04/12/13 Hijab itu Kewajiban Muslimah Termasuk Polwan | BringIslam.web.id Jak arta – Wak il Kapolri Komjen Oegroseno tegas menyatak an penundaan penggunaan jilbab di k alangan Polwan hingga ada payung huk um yang mengatur hal tersebut. Penundaan itu dik arenak an polisi merupak an organisasi resmi negara. “Polri itu organisasi resmi negara, buk an organisasi arisan ibu-ibu RT/RW,” ujar Oegro saat dihubungi detik com, Minggu (1/12/2013). Buk ank ah bisa mengacu pada tata cara penggunaan jilbab di Polda Aceh yang sudah lama berlak u? “Mengacu pun itu juga harus pak ai peraturan Kapolri (Perk ap),” jawab Oegro. Komjen Oegro membandingk an peraturan tersebut dengan aturan-aturan lain yang mengik at setiap personel Polri. “Sama dengan anggota Polri boleh bersenjata api, apak ah anggota Polri diizink an beli senjata sendiri dan menyimpan sendiri?” tanya Oegro. “Kan harus ada aturan yang mengatur, yaitu peraturan Kapolri,” imbuhnya. Komjen Oegroseno membenark an pihak nya mengeluark an surat edaran terk ait penggunaan jilbab di k alangan Polwan. Surat tersebut berisi mengenai k etentuan penggunaan jilbab nanti di lingk ungan k epolisian. Sebagaimana yang kita ketahui, Polri memang sebuah lembaga negara, dan memang memiliki aturan tersendiri namun yang perlu kita pertanyakan pertama-tama adalah apakah lantas aturan yang Polri itu layak diutamakan dan layak didahulukan daripada aturan Allah Swt? Semua Muslim jelas mengakui bahwa Allah itu yang menciptkan alam semesta termasuk manusia, lalu memerintahkan semua manusia agar menyembah kepada-Nya secara penuh, karena kepada-Nya setiap jiwa akan dikembalikan dan diminta pertanggungjawaban atas semua perbuatannya di dunia. Maka Allah pun menurunkan aturan bagaimana cara menyembah-Nya di dunia, dan aturan inilah yang layak diutamakan dan didahulukan, bahkan menjadi landasan dan dasar pertimbangan bagi aturan-aturan teknis lainnya yang dibuat manusia untuk tidak menyimpang apalagi menyalahi dari aturan Allah. Allah sendiri telah mengatur ketentuan hijab atau penutup aurat dengan jelas bagi Muslimah (tanpa terkecuali polisi wanita) pada QS 24:31 dan QS 33:59. Dan dipertegas dengan hijan kelakuan pada QS 33:33. Semua ulama salaf dari dulu hingga sekarang tidak ada yang berbeda pendapat tentang ketentuan hijab yang diambil dari kitab suci AlQur’an. Kitab yang diimani oleh mayoritas rakyat Indonesia termasuk kepolisian tentunya. Tidak lantas karena Polri adalah lembaga resmi negara, lalu Polri boleh mengharamkan yang sudah dihalalkan oleh Allah atau bahkan melarang yang sudah Allah perintahkan kepada hamba-Nya. Mengenai aturan teknis tentu saja itu kewenangan Polri dan bisa dibicarakan dibelakang, namun tidak dengan pelarangan dengan alasan belum ada peraturan atau payung hukum yang mengaturnya. Apakah lantas ketika belum ada ketentuan Polri tentang shalat (yang juga sama wajibnya seperti hijab), lantas polisipolisi harus menunda shalatnya? Tentu tidak. Yang kedua, bukankah ketika seorang polisi lalu diapun bertakwa kepada Allah Tuhannya lantas dia akan semakin menjalankan tugasnya dengan baik? Karena bukan hanya manusia yang lemah dan terbatas sebagai pengawasnya, namun Allah Yang Maha Tahu dan Selalu Terjaga itulah yang mengawasinya. Nilai pekerjaannya pun menjadi ganda, mengamankan di dunia, dan diapun aman di akhirat. Tentu jika seorang polisi lelaki maupun wanita dia menaati Allah, maka akan semakin aman tenteram negeri kita ini. Polisi akan jauh dari pandangan manusia yang negatif semisal suap, main hakim sendiri, menyulitkan dan arogan. www.bringislam.web.id/2013/12/hijab-itu-kewajiban-muslimah-termasuk-polwan.html 2/3
  3. 3. 04/12/13 Hijab itu Kewajiban Muslimah Termasuk Polwan | BringIslam.web.id Saya secara pribadi mengenal polisi-polisi yang salih dan taat dan itu sangat membentuk citra positif terhadap kepolisian. Yang ketiga, bilapun Polri masih terbentur ketentuan hukum dan menunggu payung yang menjadi dasar administratif dari aturan berhijab tersebut, tidak perlu kiranya mengeluarkan pernyataan-pernyataan resmi dari petinggi Polri yang bisa menimbulkan keresahan pada ummat Islam, apalagi pernyataan yang terkesan mengolok-olok aturan Allah seperti “Polri itu organisasi resmi negara, bukan organisasi arisan ibu-ibu RT/RW”. Apakah lantas yang dimaksud Wakapolri, hanya ibu-ibu arisan yang wajib menggunakan hijab? Atau malah memandang organisasi Polri lebih hebat dan lebih mulia dari arisan ibu-ibu RT/RW? MasyaAllah semoga Wakapolri selalu dijauhkan Allah dari sifat arogan dalam berlisan dan bertindak. Sebagai rakyat biasa tentu kita mengharapkan kebijakan-kebijakan petinggi negara yang lebih bajik lagi dalam memandang satu hal, lebih memperhatikan bahwa kita bukan hanya manusia yang hanya hidup di dunia namun juga akan mempertanggungjawabkan semua yang kita punya pada Allah Swt. Kita juga menghimbau kepada Polri untuk memberikan pengawasan ekstra pada pernyataan-pernyataan yang mengusik ketenangan dan memancing keburukan. Karena sebagaimana yang kita ketahui pada awal-awal isu hijab polwan di bulan Juni 2013 ini, Wakapolri (Nanan Soekarna) juga sempat mengeluarkan pernyataan “Aturan di kepolisian memang tidak boleh berjilbab,” lalu dilanjutkan “Kalau keberatan sebetulnya ya silakan, tidak jadi polwan”. Keempat, mengenai busana Polri agar tidak makin seksi. Alhamdulillah, inilah yang pernyataan yang baik lagi sesuai dengan Islam. Sebagaimana kami kutipkan dari tempo.co/read/news/2013/12/02/063533889/OegrosenoJangan-Sampai-Jilbab-Lebih-Seksi “Ak hirnya dengan Irwasum memutusk an ditunda dulu. Jangan sampai menggunak an jilbab lebih sek si,” ujar Oegroseno dalam perayaan Ulang Tahun Direk torat Kepolisian Perairan dan Udara, Senin, 2 Desember 2013. Wak apolri Oegroseno berpendapat, model baju muslim lebih cocok digunak an k etimbang hanya jilbab namun bajunya masih k etat. “Nanti malah menimbulk an nafsu-nafsu tertentu,” Begitulah seharusnya hijab syar’i, tidak ketat dan tidak transparan, karena sudah ada ketentuan-ketentuan dari Allah yang menjadi pembatas. Kita tentu mengapresiasi hal ini dan saya siap membantu seandainya Polri memerlukan konsultasi mengenai hijab syar’i yang bisa diaplikasikan di kepolisian. Semoga tulisan ini menjadi pengingat bagi saya selaku hamba Allah yang masih jauh dari kebaikan-kebaikan yang Allah perintahkan. Juga sebagai tanda peduli saya pada kepolisian Indonesia, juga sebagai kewajiban saya sbagai seorang Muslim untuk menyampaikan Islam. Kita doakan pula dengan tulus semoga Kapolri menuntaskan niat baiknya mengizinkan polwan untuk berhijab karena tidak pantas manusia melarang apa yang sudah diizinkan dan diwajibkan oleh AllahSwt. Pada Allah kita berserah dan kita mendoakan selalu agar polisi-polisi kita diberikan Allah kebaikan dan kemudahan dalam menaati-Nya [www.bringislam.web.id] www.bringislam.web.id/2013/12/hijab-itu-kewajiban-muslimah-termasuk-polwan.html 3/3

×