Berdakwah di Bulan Ramadhan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Berdakwah di Bulan Ramadhan

on

  • 288 views

 

Statistics

Views

Total Views
288
Views on SlideShare
288
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
13
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Berdakwah di Bulan Ramadhan Berdakwah di Bulan Ramadhan Presentation Transcript

  • 02/08/13 Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Berdakwah di Bulan Ramadhan m.hizbut-tahrir.or.id/2013/08/02/berdakwah-di-bulan-ramadhan/?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+hizbindonesia+%28Hiz… 1/5 HOME BERITA TERBARU TENTANG KAMI FAQ DEKSTOP Berdakwah di Bulan Ramadhan August 2nd, 2013 by MHTI Oleh Dedeh Wahidah Achmad Hakikat dan Hukum Dakwah Menurut bahasa, dakwah berarti mengajak atau menyeru. Sementara secara istilah dakwah bermakna mengajak dan menyeru manusia ke jalan Allah (da’watun naas ilallah). Dari makna ini VIDEO FOTO KEGIATAN
  • 02/08/13 Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Berdakwah di Bulan Ramadhan m.hizbut-tahrir.or.id/2013/08/02/berdakwah-di-bulan-ramadhan/?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+hizbindonesia+%28Hiz… 2/5 maka aktivitas dakwah bisa difahami sebagi upaya mengajak manusia dari kekafiran kepada keimanan, dari syirik kepada tauhid, dari kesesatan kepada petunjuk, dari kebodohan kepada ilmu, dari kehidupan sekuler kepada penerapan Islam kaffah, dari kemaksiatan kepada ketaatan, dari bid’ah kepada sunnah, dari keburukan kepada kebaikan. Tidak ada keraguan tentang kewajiban melakukan dakwah. Banyak nash yang menegaskannya, baik di dalam Al Qur’an maupun as sunnah, diantaranya firman Allah SWT: ‫ون‬ُ‫ﺣ‬ِ‫ﻠ‬ْ‫ﻔ‬ُ‫ﻣ‬ْ‫ﻟ‬‫ا‬ ُ‫م‬ُ‫ھ‬ َ‫ك‬ِ‫ﺋ‬َ‫ﻟ‬‫و‬ُ‫أ‬ َ‫و‬ ِ‫َر‬‫ﻛ‬ْ‫ﻧ‬ُ‫ﻣ‬ْ‫ﻟ‬‫ا‬ ِ‫َن‬‫ﻋ‬ َ‫ن‬ْ‫و‬َ‫ﮭ‬ْ‫ﻧ‬َ‫ﯾ‬َ‫و‬ ِ‫وف‬ُ‫ر‬ْ‫ﻌ‬َ‫ﻣ‬ْ‫ﻟ‬‫ﺎ‬ِ‫ﺑ‬ َ‫ون‬ُ‫ر‬ُ‫ﻣ‬ْ‫ﺄ‬َ‫ﯾ‬َ‫و‬ ِ‫ر‬ْ‫ﯾ‬َ‫ﺧ‬ْ‫ﻟ‬‫ا‬ ‫ﻰ‬َ‫ﻟ‬ِ‫إ‬ َ‫ُون‬‫ﻋ‬ْ‫د‬َ‫ﯾ‬ ٌ‫ﺔ‬‫ﱠ‬‫ﻣ‬ُ‫أ‬ ْ‫م‬ُ‫ﻛ‬ْ‫ﻧ‬ِ‫ﻣ‬ ْ‫ُن‬‫ﻛ‬َ‫ﺗ‬ْ‫ﻟ‬َ‫و‬ “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar ; merekalah orang-orang yang beruntung” (TQS. Al-Imran[3] : 104) ً‫ﺔ‬َ‫ﯾ‬‫آ‬ ْ‫و‬َ‫ﻟ‬ َ‫و‬ ‫ﻲ‬ِّ‫ﻧ‬َ‫ﻋ‬ ‫وا‬ُ‫ﻐ‬ِّ‫ﻠ‬َ‫ﺑ‬ َ‫ل‬‫ﺎ‬َ‫ﻗ‬ َ‫م‬‫ﱠ‬‫ﻠ‬َ‫ﺳ‬ َ‫و‬ ِ‫ﮫ‬ْ‫ﯾ‬َ‫ﻠ‬َ‫ﻋ‬ ُ‫ﱠ‬‫ا‬ ‫ﻰ‬‫ﱠ‬‫ﻠ‬َ‫ﺻ‬ ‫ﱠ‬‫ﻲ‬ِ‫ﺑ‬‫ﱠ‬‫ﻧ‬‫اﻟ‬ ‫ﱠ‬‫ن‬َ‫أ‬ ‫و‬ ٍ‫ر‬ْ‫ﻣ‬َ‫ﻋ‬ ِ‫ْن‬‫ﺑ‬ ِ‫ﱠ‬‫ا‬ ِ‫د‬ْ‫ﺑ‬َ‫ﻋ‬ ْ‫ن‬َ‫ﻋ‬ “Dari ‘Abdullah bin ‘Umar ra dituturkan, bahwasanya Rasulullah sawbersabda, “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.” [HR. Bukhari] ِ‫ﺎن‬َ‫ﻣ‬‫ﯾ‬ِْ‫اﻹ‬ ُ‫ف‬َ‫ﻌ‬ْ‫ﺿ‬َ‫أ‬ َ‫ك‬ِ‫ﻟ‬َ‫ذ‬ َ‫و‬ ِ‫ﮫ‬ِ‫ﺑ‬ْ‫ﻠ‬َ‫ﻘ‬ِ‫ﺑ‬َ‫ﻓ‬ ْ‫ﻊ‬ِ‫ط‬َ‫ﺗ‬ْ‫ﺳ‬َ‫ﯾ‬ ْ‫م‬َ‫ﻟ‬ ْ‫ن‬ِ‫ﺈ‬َ‫ﻓ‬ ِ‫ﮫ‬ِ‫ﻧ‬‫ﺎ‬َ‫ﺳ‬ِ‫ﻠ‬ِ‫ﺑ‬َ‫ﻓ‬ ْ‫ﻊ‬ِ‫ط‬َ‫ﺗ‬ْ‫ﺳ‬َ‫ﯾ‬ ْ‫م‬َ‫ﻟ‬ ْ‫ن‬ِ‫ﺈ‬َ‫ﻓ‬ ِ‫ه‬ِ‫د‬َ‫ﯾ‬ِ‫ﺑ‬ ُ‫ه‬ ْ‫ّر‬ِ‫ﯾ‬َ‫ﻐ‬ُ‫ﯾ‬ْ‫ﻠ‬َ‫ﻓ‬ ‫ا‬ً‫ر‬َ‫ﻛ‬ْ‫ﻧ‬ُ‫ﻣ‬ ْ‫م‬ُ‫ﻛ‬ْ‫ﻧ‬ِ‫ﻣ‬ ‫ى‬َ‫أ‬َ‫ر‬ ْ‫ن‬َ‫ﻣ‬ “Siapa saja yang melihat kemungkaran hendaknya ia mengubah dengan tangannya. Jika dengan tangan tidak mampu, hendaklah ia ubah dengan lisannya; dan jika dengan lisan tidak mampu maka ubahlah dengan hatinya; dan ini adalah selemah-lemah iman.” [HR. Muslim] َ‫ب‬‫ﱠ‬‫ذ‬َ‫ﻋ‬ َ‫ك‬ِ‫ﻟ‬َ‫ذ‬ ‫وا‬ُ‫ﻠ‬َ‫ﻌ‬َ‫ﻓ‬ ‫ا‬َ‫ذ‬ِ‫ﺈ‬َ‫ﻓ‬ ُ‫ه‬‫و‬ُ‫ر‬ِ‫ﻛ‬ْ‫ﻧ‬ُ‫ﯾ‬ َ‫ﻼ‬َ‫ﻓ‬ ُ‫ه‬‫و‬ُ‫ر‬ِ‫ﻛ‬ْ‫ﻧ‬ُ‫ﯾ‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ﻰ‬َ‫ﻠ‬َ‫ﻋ‬ َ‫ون‬ُ‫ر‬ِ‫د‬‫ﺎ‬َ‫ﻗ‬ ْ‫م‬ُ‫ھ‬ َ‫و‬ ْ‫م‬ِ‫ﮭ‬ْ‫ﯾ‬َ‫ﻧ‬‫ا‬َ‫ر‬ْ‫ﮭ‬َ‫ظ‬ َ‫ْن‬‫ﯾ‬َ‫ﺑ‬ َ‫ر‬َ‫ﻛ‬ْ‫ﻧ‬ُ‫ﻣ‬ْ‫ﻟ‬‫ا‬ ‫ا‬ ْ‫و‬َ‫ر‬َ‫ﯾ‬ ‫ﻰ‬‫ﱠ‬‫ﺗ‬َ‫ﺣ‬ ِ‫ﺔ‬‫ﱠ‬‫ﺻ‬‫َﺎ‬‫ﺧ‬ْ‫ﻟ‬‫ا‬ ِ‫ل‬َ‫ﻣ‬َ‫ﻌ‬ِ‫ﺑ‬ َ‫ﺔ‬‫ﱠ‬‫ﻣ‬‫ﺎ‬َ‫ﻌ‬ْ‫ﻟ‬‫ا‬ ُ‫ب‬ِّ‫ذ‬َ‫ﻌ‬ُ‫ﯾ‬ َ‫ﻻ‬ ‫ﱠ‬‫ل‬َ‫ﺟ‬ َ‫و‬ ‫ﱠ‬‫ز‬َ‫ﻋ‬ َ‫ﱠ‬‫ا‬ ‫ﱠ‬‫ن‬ِ‫إ‬ َ‫ﺔ‬‫ﱠ‬‫ﻣ‬‫ﺎ‬َ‫ﻌ‬ْ‫ﻟ‬‫ا‬ َ‫و‬ َ‫ﺔ‬‫ﱠ‬‫ﺻ‬‫َﺎ‬‫ﺧ‬ْ‫ﻟ‬‫ا‬ ُ‫ﱠ‬‫ا‬ “Sesungguhnya Allah tidak akan mengadzab orang-orang secara keseluruhan akibat perbuatan mungkar yang dilakukan oleh seseorang, kecuali mereka melihat kemungkaran itu di depannya, dan mereka sanggup menolaknya, akan tetapi mereka tidak menolaknya. Apabila mereka melakukannya, niscaya Allah akan mengadzab orang yang melakukan kemungkaran tadi dan semua orang secara menyeluruh.” [HR. Imam Ahmad] Berdasarkan dalil-dalil di atas jelas sekali bahwa dakwah merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh orang beriman yang akan mengangkatnya menjadi orang beruntung dan menyelamatkannya dari adzab Allah SWT. Urgensi Dakwah di Bulan Ramadhan Kewajiban dakwah tidak dikhususkan dilakukan pada waktu tertentu saja. Dakwah harus dilaksanakan kapanpun dan dimana pun. Hanya saja, di bulan Ramadhan ini aktivitas dakwah
  • 02/08/13 Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Berdakwah di Bulan Ramadhan m.hizbut-tahrir.or.id/2013/08/02/berdakwah-di-bulan-ramadhan/?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+hizbindonesia+%28Hiz… 3/5 perlu mendapat perhatian lebih karena beberapa alasan: Pertama, Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an(QS.Al Baqarah[2]:185) sebagai petunjuk, penjelas-penjelas bagi petunjuk tersebut dan pembeda antara yang hak dengan yang batil. Seluruh fungsi Al Qur’an yang dinyatakan dalam ayat ini tidak mungkin bisa diperoleh manusia tanpa memahami isinya. Orang yang tidak memahami Al Qur’an tidak akan bisa menjadikannya sebagai petunjuk sekalipun boleh jadi mereka selalu membacanya. Di sinilah letak urgensi adanya upaya memberikan pemahaman yang benar terkait hakikat Al Qur’an dan pemahaman tentang kandungannya. Dengan kata lain penting adanya aktivitas dakwah untuk menyerukan Al Qur’an. Kedua, nuansa keimanan di bulan Ramadhan relatif lebih besar dibanding di bulan lain. Orang- orang yang berpuasa berkeinginan untuk mengisi bulan ini dengan berbagai ‘amal shalih seperti infaq shadaqah, membaca Al Qur’an termasuk mengkaji ilmu-ilmu Islam dan mengajarkannya. Semangat beramal shalih ini diharapkan kondusif untuk semakin tersebarnya syi’ar Islam. Semangat yang menggelora selayaknya disambut dengan penyampaian tsaqofah dan ilmu-ilmu Islam yang akan mengarahkan semangat tersebut ke arah pengamalan Islam yang sempurna bukan hanya Islam ritual atau Islam seremonial semata. Dan semestinya selepas Ramadhan, kebiasaan mengkaji dan menyampaikan risalah Islam ini akan terus melekat. Ketiga, fakta semarak Ramadhan sekarang hanya dipenuhi aktivitas ceremonial belaka dan dominan unsur canda bahkan terkesan main-main, sekedar menunggu berbuka puasa atau penghantar waktu sahur. Hampir semua stasiun TV menayangkan acara berbau ramadhan seperti sahur bareng, grebeg sahur, sahur on the road, buka bersama bareng artis, dll. Di penghujung bulan hanya dihabiskan untuk memborong barang perlengkapan lebaran seperti kue dan pakaian. Momen berburu lailatul qadar pun seolah hilang tergerus budaya konsumeristik. Semua acara dikaitkan dengan Ramadhan namun kosong dari nilai-nilai yang semestinya diraih di bulan Ramadhan yaitu sikap taat pada syariat dan upaya kuat untuk menjauhi maksiat, sebagaimana hikmah dibalik kewajiban shaum Ramadhan yaitu untuk menggapai nilai ketakwaan. Jika kita diam saja terhadap realitas ini, maka umat akan semakin jauh dari nuansa keimanan yang seharusnya semakin terpupuk di bulan yang penuh berkah ini. Pada akhirnya akan kehilangan peluang meraih pahala sebesar-besarnya, Ramadhan hanya mendapat haus dan lapar. Karenanya, harus segera dilakukan dakwah untuk meluruskan pemahaman umat tentang hakikat amal di bulan Ramadhan. Umat harus segera diselamatkan dari semua hal yang menjerumuskannya pada kesia-siaan dan kemaksiatan. Sebagaimana firman Allah SWT: 3 - 1 : ‫]اﻟﻣؤﻣﻧون‬ َ‫ون‬ُ‫ﺿ‬ ِ‫ر‬ْ‫ﻌ‬ُ‫ﻣ‬ ِ‫و‬ْ‫ﻐ‬‫ﱠ‬‫ﻠ‬‫اﻟ‬ ِ‫ن‬َ‫ﻋ‬ ْ‫م‬ُ‫ھ‬ َ‫ﯾن‬ِ‫ذ‬‫ﱠ‬‫ﻟ‬‫ا‬ َ‫و‬ (2) َ‫ون‬ُ‫ﻌ‬ِ‫ﺷ‬‫َﺎ‬‫ﺧ‬ ْ‫م‬ِ‫ﮭ‬ِ‫ﺗ‬ َ‫ﻼ‬َ‫ﺻ‬ ‫ﻲ‬ِ‫ﻓ‬ ْ‫م‬ُ‫ھ‬ َ‫ﯾن‬ِ‫ذ‬‫ﱠ‬‫ﻟ‬‫ا‬ (1) َ‫ون‬ُ‫ﻧ‬ِ‫ﻣ‬ْ‫ؤ‬ُ‫ﻣ‬ْ‫ﻟ‬‫ا‬ َ‫ﺢ‬َ‫ﻠ‬ْ‫ﻓ‬َ‫أ‬ ْ‫د‬َ‫ﻗ‬] Artinya:”Beruntunglah orang-orang yang beriman[1] Yaitu orang-orang yang khusyu dalam shalatnya[2] Mereka berpaling dari perkataan sia-sia[3]” (TQS.Al Mu’minun[23]:1-3) Keempat, Rasulullah SAW dan para sahabatnya memberikan contoh pada kita mengisi View slide
  • 02/08/13 Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Berdakwah di Bulan Ramadhan m.hizbut-tahrir.or.id/2013/08/02/berdakwah-di-bulan-ramadhan/?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+hizbindonesia+%28Hiz… 4/5 Ramadhan dengan aktivitas perjuangan. Lapar dan haus tidak menghalangi baginda Nabi untuk terus berdakwah menyampaikan risalah Islam dan meninggikan kalimat Allah SWT. Sejarah mencatat bahwa salah satu kegemilangan Islam dan kaum muslimin dicapai di bulan Ramadhan. Kemenangan dalam perang Badar dan Futuh Mekah merupakan bukti tak terbantahkan bahwa Ramadhan adalah bulan dakwah dan perjuangan. Kelima, dalam Al Baqarah[2] ayat 186 Allah SWT menyatakan bahwa Dia itu dekat dan akan mengabulkan permohonan orang-orang yang berdo’a. Namun Rasulullah SAW bersumpah bahwa Allah tidak akan menjawab do’a ketika dakwah(amar ma’ruf nahi munkar) tidak ditegakkan. Karenanya dakwah itu penting agar semua do’a dan permohonan kita dikabulkan Allah SWT. Sabda Rasulullah SAW: َ‫م‬‫ﱠ‬‫ﻠ‬َ‫ﺳ‬ َ‫و‬ ِ‫ﮫ‬ْ‫ﯾ‬َ‫ﻠ‬َ‫ﻋ‬ ُ‫ﱠ‬‫ا‬ ‫ﻰ‬‫ﱠ‬‫ﻠ‬َ‫ﺻ‬ ِّ‫ﻲ‬ِ‫ﺑ‬‫ﱠ‬‫ﻧ‬‫اﻟ‬ ْ‫ن‬َ‫ﻋ‬ ِ‫ﺎن‬َ‫ﻣ‬َ‫ﯾ‬ْ‫ﻟ‬‫ا‬ ِ‫ْن‬‫ﺑ‬ َ‫ﺔ‬َ‫ﻔ‬ْ‫ﯾ‬َ‫ذ‬ُ‫ﺣ‬ ْ‫ن‬َ‫ﻋ‬ ِّ‫ي‬ ِ‫ﺎر‬َ‫ﺻ‬ْ‫ﻧ‬َْ‫اﻷ‬ ِ‫ﱠ‬‫ا‬ ِ‫د‬ْ‫ﺑ‬َ‫ﻋ‬ ْ‫ن‬َ‫ﻋ‬ ‫و‬ ٍ‫ر‬ْ‫ﻣ‬َ‫ﻋ‬ ‫ﻲ‬ِ‫ﺑ‬َ‫أ‬ ِ‫ْن‬‫ﺑ‬ ‫و‬ ِ‫ر‬ْ‫ﻣ‬َ‫ﻋ‬ ْ‫ن‬َ‫ﻋ‬ ٍ‫د‬‫ﱠ‬‫ﻣ‬َ‫ﺣ‬ُ‫ﻣ‬ ُ‫ْن‬‫ﺑ‬ ِ‫ﯾز‬ ِ‫ز‬َ‫ﻌ‬ْ‫ﻟ‬‫ا‬ ُ‫د‬ْ‫ﺑ‬َ‫ﻋ‬ ‫َﺎ‬‫ﻧ‬َ‫ﺛ‬‫ﱠ‬‫د‬َ‫ﺣ‬ ُ‫ﺔ‬َ‫ﺑ‬ْ‫ﯾ‬َ‫ﺗ‬ُ‫ﻗ‬ ‫َﺎ‬‫ﻧ‬َ‫ﺛ‬‫ﱠ‬‫د‬َ‫ﺣ‬ ‫ُو‬‫ﺑ‬َ‫أ‬ َ‫ل‬‫ﺎ‬َ‫ﻗ‬ ْ‫م‬ُ‫ﻛ‬َ‫ﻟ‬ ُ‫ﺎب‬َ‫ﺟ‬َ‫ﺗ‬ْ‫ﺳ‬ُ‫ﯾ‬ َ‫ﻼ‬َ‫ﻓ‬ ُ‫ﮫ‬َ‫ﻧ‬‫و‬ُ‫ﻋ‬ْ‫د‬َ‫ﺗ‬ ‫ﱠ‬‫م‬ُ‫ﺛ‬ ُ‫ﮫ‬ْ‫ﻧ‬ِ‫ﻣ‬ ‫ًﺎ‬‫ﺑ‬‫ﺎ‬َ‫ﻘ‬ِ‫ﻋ‬ ْ‫م‬ُ‫ﻛ‬ْ‫ﯾ‬َ‫ﻠ‬َ‫ﻋ‬ َ‫ث‬َ‫ﻌ‬ْ‫ﺑ‬َ‫ﯾ‬ ْ‫ن‬َ‫أ‬ ُ‫ﱠ‬‫ا‬ ‫ﱠ‬‫ن‬َ‫ﻛ‬ِ‫ﺷ‬‫ُو‬‫ﯾ‬َ‫ﻟ‬ ْ‫و‬َ‫أ‬ ِ‫ر‬َ‫ﻛ‬ْ‫ﻧ‬ُ‫ﻣ‬ْ‫ﻟ‬‫ا‬ ْ‫ن‬َ‫ﻋ‬ ‫ﱠ‬‫ن‬ ُ‫و‬َ‫ﮭ‬ْ‫ﻧ‬َ‫ﺗ‬َ‫ﻟ‬ َ‫و‬ ِ‫وف‬ُ‫ر‬ْ‫ﻌ‬َ‫ﻣ‬ْ‫ﻟ‬‫ﺎ‬ِ‫ﺑ‬ ‫ﱠ‬‫ن‬ُ‫ر‬ُ‫ﻣ‬ْ‫ﺄ‬َ‫ﺗ‬َ‫ﻟ‬ ِ‫ه‬ِ‫د‬َ‫ﯾ‬ِ‫ﺑ‬ ‫ﻲ‬ِ‫ﺳ‬ْ‫ﻔ‬َ‫ﻧ‬ ‫ي‬ِ‫ذ‬‫ﱠ‬‫ﻟ‬‫ا‬ َ‫و‬ َ‫ل‬‫ﺎ‬َ‫ﻗ‬ ُ‫ه‬ َ‫و‬ْ‫ﺣ‬َ‫ﻧ‬ ِ‫د‬‫َﺎ‬‫ﻧ‬ْ‫ﺳ‬ ِْ‫اﻹ‬ ‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ﮭ‬ِ‫ﺑ‬ ‫و‬ ٍ‫ر‬ْ‫ﻣ‬َ‫ﻋ‬ ‫ﻲ‬ِ‫ﺑ‬َ‫أ‬ ِ‫ْن‬‫ﺑ‬ ‫و‬ ِ‫ر‬ْ‫ﻣ‬َ‫ﻋ‬ ْ‫ن‬َ‫ﻋ‬ ٍ‫ر‬َ‫ﻔ‬ْ‫ﻌ‬َ‫ﺟ‬ ُ‫ْن‬‫ﺑ‬ ُ‫ل‬‫ﯾ‬ِ‫ﻌ‬َ‫ﻣ‬ْ‫ﺳ‬ِ‫إ‬ ‫َﺎ‬‫ﻧ‬َ‫ر‬َ‫ﺑ‬ْ‫ﺧ‬َ‫أ‬ ٍ‫ر‬ْ‫ﺟ‬ُ‫ﺣ‬ ُ‫ْن‬‫ﺑ‬ ‫ﱡ‬‫ﻲ‬ِ‫ﻠ‬َ‫ﻋ‬ ‫َﺎ‬‫ﻧ‬َ‫ﺛ‬‫ﱠ‬‫د‬َ‫ﺣ‬ ٌ‫ن‬َ‫ﺳ‬َ‫ﺣ‬ ٌ‫ﯾث‬ِ‫د‬َ‫ﺣ‬ ‫ا‬َ‫ذ‬َ‫ھ‬ ‫ﻰ‬َ‫ﺳ‬‫ﯾ‬ِ‫ﻋ‬ “Demi Dzat Yang jiwaku ada di dalam genggaman tanganNya, sungguh kalian melakukan amar makruf nahi ‘anil mungkar, atau Allah pasti akan menimpakan siksa; kemudian kalian berdoa memohon kepada Allah, dan doa itu tidak dikabulkan untuk kalian.” [HR. Turmudziy, Abu 'Isa berkata, hadits ini hasan] Penutup Ramadhan adalah bulan dakwah dan perjuangan. Waktu yang tepat untuk mengajak umat taat syariat. Semoga tauladan Nabi SAW dan sahabat menginspirasi kita untuk semakin semangat meraih keberkahan Ramadhan lewat seruan risalah Islam, aamiin.[] Baca juga : 1. Bulan Ramadhan, Bulan Jihad, Bulan Kemenangan Kaum Muslim 2. Pernyataan Hizbut Tahrir Indonesia “Menyambut Bulan Ramadhan 1431 H” 3. HTI Sulsel Semarakkan Dakwah di Bulan Ramadhan 4. Seruan Hizbut Tahrir Indonesia Menyambut Bulan Ramadhan 1433 H 5. Kafarat Bagi Yang Tidak Puasa Sehari Saja di Bulan Ramadhan TweetTweet 0 Posted in Telaah Kritis | No comments Previous post: SODA (Sanlat One Day) MHTI DPD II Karawang Leave a comment Name (required) View slide
  • 02/08/13 Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Berdakwah di Bulan Ramadhan m.hizbut-tahrir.or.id/2013/08/02/berdakwah-di-bulan-ramadhan/?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+hizbindonesia+%28Hiz… 5/5 Mail (required, but not published) Website http:// Comment Submit comment HOME BERITA TERBARU TENTANG KAMI FAQ DEKSTOP Kantor Pusat Hizbut Tahrir Indonesia: Crown Palace A25, Jl Prof. Soepomo No. 231, Jakarta Selatan 12390 Telp/Fax: (62-21) 83787370 / 83787372, Email: info@hizbut-tahrir.or.id