Your SlideShare is downloading. ×

Hq3

548

Published on

"Sesungguhnya aku diutus adalah untuk menyempurnakan budipekerti yang mulia."(H.R.Ahmad) …

"Sesungguhnya aku diutus adalah untuk menyempurnakan budipekerti yang mulia."(H.R.Ahmad)

Akhlak ataupun budipekerti memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Akhlak yang baik akan membedakan antara manusia dengan hewan. Manusia yang berakhlak mulia, dapat menjaga kemuliaan dan kesucian jiwanya, dapat mengalahkan tekanan hawa nafsu syahwat syaitoniah, berpegang teguh kepada sendi-sendi keutamaan. Menghindarkan diri dari sifat-sifat kecurangan, kerakusan dan kezaliman. Manusia yang berakhlak mulia, suka tolong menolong sesama insan dan makhluk lainnya. Mereka senang berkorban untuk kepentingan ersama.Yang kecil
hormat kepada yang tua,yang tua kasih kepada yang kecil.Manusia yang memiliki budi pekerti yang mulia, senang kepada kebenaran dan keadilan, toleransi, mematuhi janji, lapang dada dan tenang dalam menghadapi segala halangan dan rintangan.

Akhlak yang baik akan mengangkat manusia ke darjat yang tinggi dan mulia. Akhlak yang buruk akan membinasakan seseorang insan dan juga akan membinasakan ummat manusia. Manusia yang mempunyai akhlak yang buruk senang melakukan sesuatu yang merugikan orang lain. Senang melakukan kekacauan, senang melakukan perbuatan yang tercela, yang akan membinasakan diri dan masyarakat seluruhnya. Nabi s.a.w.bersabda yang bermaksud:

"Orang Mukmin yang paling sempurna imannya, ialah yang paling baik akhlaknya."(H.R.Ahmad)

Manusia yang paling baik akhlaknya ialah junjungan kita Nabi
s.a.w. sehingga budi pekerti beliau tercantum dalam al-Quran, Allah
berfirman yang maksudnya: "Sesungguhnya engkau (Muhammad), benar-benar berbudi pekerti yang agung. "Sesuatu Ummat bagaimanapun hebat Kekuatan dan Kekayaan yang dimilikinya, akan tetapi jika budi pekertinya telah binasa, maka Ummat itu akan mudah binasa. Manusia yang tidak punya akhlak, mereka sanggup melakukan apa saja untuk kepentingan dirinya. Mereka sanggup berbohong, membuat fitnah, menjual marwah diri dan keluarga, malah dengan tidak segan silu lagi dia menjual Agama dan
Negaranya.

Published in: Spiritual, Sports, Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
548
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
18
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Honorable Quasar Dari Tinta Pengarang Dengan nama Allah yang maha pemurah, maha penyayang. Segala puji bagi Allah tu- han sekalian alam. Syukur kepada pengatur segala urusan di dunia ini kerana dengan izin- Nya rislah ini terus dapat diterbitkan. Untuk edisi kali ini, pihak penerbit berminat untuk berkongsi satu adab yang biasa kita dengar. Isu kali ini adalah tentang adab makan. Se- lamat membaca... Inside this issue: Adab Makan... 1 Dari tinta pen- garang Sebagai permulaan, kita perlu sedar bahawa per- 2 Mulakan dengan buatan makan adalah perkara yang menjadi satu keper- “Bismillah” 2 luan bagi seorang manusia. Sekiranya kita tidak makan, Sudahi dengan hamdalah tentu badan akan jadi lemah dan seterusnya mungkin Jangan Cela 3 saja kita akan mati. Jadi perbuatan makan adalah satu Makanan perbuatan yang dilakukan oleh setiap insan yang berny- Makan dari tepi 3 awa untuk terus hidup di muka buma ini. Maka adalah piring 3 penting untuk kita memperhatikan adab makan kita Makan sambil bersandar?? setiap hari. “Kita - kaum Muslimin - adalah suatu kaum Akhir kata... 4 yang tidak akan makan sehingga kita merasa lapar dan apabila kita makan tidak sampai kekenyangan”.
  • 2. Honorable Quasar Mulakan dengan “Bismillah” D ari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Apabila seseorang dari engkau semua makan, maka hendaklah menyebutkan nama Allah Ta'ala - yakni mengucapkan Bismillah. Jikalau ia terlupa menyebutkan nama Allah Ta'ala pada permulaan makannya itu, maka hendaklah mengucapkan: "Bismillahi awwalahu wa akhirahu," artinya: Dengan nama Allah pada permulaan makan dan pada penghabisannya. Diriwayatkan oleh Imam- imam Abu Dawud dari Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih. “Rasulullah makan dengan tiga jari Sudahi dengan hamdalah kemudian setelah D selesai makan, baginda menjilat- jilatnya” ari Mu'az bin Anas r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang setelah selesai makan sesuatu makanan lalu mengucapkan - yang artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan makanan ini padaku dan memberikan rezeki itu padaku tanpa adanya daya serta kekuatan daripadaku, maka diampunkanlah untuknya apa- apa yang telah terdahulu dari dosanya." Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadith hasan. Page 2
  • 3. Jangan Cela Makanan Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. itu tidak pernah mencela samasekali pada sesuatu makanan. Jikalau beliau s.a.w. ingin pada makanan itu beliaupun memakannya dan jikalau tidak menyukainya, maka beliau tinggalkan - tanpa mengucapkan celaan padanya." (Muttafaq 'alaih) Makan dari tepi piring Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma dari Nabi s.a.w., sab- danya: "Keberkahan itu turun di tengah makanan, maka “Makan ketika makanlah engkau semua dari kedua tepi makanan itu dan lapar & janganlah makan dari tengahnya." Diriwayatkan oleh Imam berhenti -imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan sebelum bahwa ini adalah Hadis hasan shahih. kenyang” Makan sambil bersandar?? Dari Abu Juhaifah yaitu Wahab bin Abdullah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Saya tidak akan makan sambil bersandar." (Riwayat Bukhari) Page 3
  • 4. Adab Makan "Yang paling aku takuti di antara hal-hal yang aku takuti atas ummatku ialah besarnya perut, gendut karena banyak makan, terus menerus tidur, kege- maran tidur yang melampaui batas, malas-malasan dan lemahnya keyakinan, tidak mempunyai pendir- ian yang tegas dan mantap." Sebarang komen dan cadangan bolehlah dikirimkan kepada e-mail: ismiabudzar@gmail.com Akhir kata... Jikalau perut sudah terisi banyak makanan, maka sem- pitlah jadinya untuk isi minuman. Jikalau sudah diisi terlampau banyak dengan minuman, maka sempitlah jad- inya untuk diisi udara. Kalau demikian itu, terjadi, maka kelesuan, kemalasan, kelelahan akan menghinggapi orang yang berbuat semacam itu. Hal ini sangat membahaya- kan kesihatannya, sebab akhirnya akan sering sakit- sakitan tubuhnya dan jiwanya menjadi pemalas dan ge- mar menganggur, fikirannya tumpul dan hilanglah se- mangat kerjanya.

×