Your SlideShare is downloading. ×
7. mulyati ojl sarpra
7. mulyati ojl sarpra
7. mulyati ojl sarpra
7. mulyati ojl sarpra
7. mulyati ojl sarpra
7. mulyati ojl sarpra
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

7. mulyati ojl sarpra

4,736

Published on

Published in: Business, News & Politics
1 Comment
6 Likes
Statistics
Notes
  • mksh ilmunya y bu.....
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
4,736
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
390
Comments
1
Likes
6
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. LAPORAN KEGIATAN ON THE JOB LEARNING (OJL) PROGRAM PENYIAPAN CALON KEPALA SEKOLAH LPPKS SURAKARTA PENGELOLAAN SARANA PRASARANAA. Rasional Keberhasilan program pendidikan melalui proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu di antaranya adalah tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai disertai pemanfaatan dan pengelolaan secara optimal. Sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu sumber daya yang penting dan utama dalam menunjang proses pembelajarandi sekolah, untuk itu perlu dilakukan peningkatan dalam pendayagunaan dan pengelolaannya, agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Dewasa ini masih sering ditemukan banyak sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki oleh sekolah yang diterima sebagai bantuan, baik dari pemerintah maupun masyarakat yang tidak optimal penggunaannya dan bahkan tidak dapat lagi digunakan sesuai dengan fungsinya. Hal itu disebabkan antara lain oleh kurangnya kepedulian terhadap sarana dan prasarana yang dimiliki serta tidak adanya pengelolaan yang memadai. Seiring dengan perubahan pola pemerintahan setelah diberlakukannya otonomi daerah, maka pola pendekatan manajemen sekolah saat ini berbeda pula dengan sebelumnya, yakni lebih bernuansa otonomi. Untuk mengoptimalkan penyediaan, pendayagunaan, perawatan dan pengendalian sarana dan prasarana pendidikan pada setiap jenis dan jenjang pendidikan, diperlukan penyesuaian manajemen sarana dan prasarana. Sekolah dituntut memiliki kemandirian untuk mengatur dan mengurus kepentingan sekolah menurut kebutuhan dan kemampuan sendiri serta berdasarkan pada aspirasi dan partisipasi warga sekolah dengan tetap mengacu pada peraturan dan perundangan-undangan pendidikan nasional yang berlaku. Hal itu terutama ditujukan untuk meningkatkan mutu pendidikan pada semua jenis dan jenjang pendidikan, khususnya pada pendidikan dasar dan menengah. 1
  • 2. Untuk mewujudkan dan mengatur hal tersebut, maka pemerintahmelalui Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tetang Standar NasionalPendidikan yang menyangkut standar sarana dan prasarana pendidikansecara nasional pada Bab VII Pasal 42 dengan tegas disebutkan bahwa; (1)Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot,peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya,bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjangproses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. (2) Setiap satuanpendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruangpimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruangperpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi,ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolah raga, tempat beribadah,tempat bermain, tempat bekreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untukmenunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Standar sarana dan prasarana untuk SMP/MTS mencakup kriteriaminimum sarana dan kriteria minimum prasarana. Hal ini tertuang dengan jelaspada permen 24 tahun 2007, dengan standar inilah segala sesuatu yangberhubungan dengan proses pembelajaran di sekolah seharusnya ada,berfungsi, cukup dalam jumlah dan memenuhi spesifikasi untuk menunjangproses belajar tersebut. Agar proses pengelolaan sarana prasarana di sekolah dapat berjalanmaksimal dalam menunjang proses pembelajaran, maka diperlukan KepalaSekolah yang mampu dan memahami tentang manajemen sarana danprasarana pendidikan persekolahan berbasis sekolah. Hal ini sesuai dengankebijakan yang telah digariskan oleh Depdikanas tentang standar kompetensiyang harus dimiliki oleh Kepala Sekolah, salah satu di antaranya adalahdimensi kompetensi manajerial. Dalam hal ini Kepala Sekolah harus memilikikemampuan mengelola sarana dan prasarana sekolah dalam rangkapencapaian tujuan sekolah secara maksimal. 2
  • 3. B. Tujuan Tujuan kajian pengelolaan sarana prasarana adalah agar Calon Kepala Sekolah dapat memahami cara-cara pengelolaan sarana dan prasarana sekolah/madrasah sebagai perwujudan kompetensi manajerial calon kepala sekolahC. Kompetensi yang Diharapkan Kompetensi yang diharapkan dimiliki calon Kepala Sekolah dapat: 1. Perencanaan kebutuhan fasilitas (bangunan, peralatan, perabot, lahan, infrastruktur) sekolah sesuai dengan Permen 20 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana Sekolah/Madrasah; 2. Pengelolaan pengadaan fasilitas sesuai dengan peraturan yang berlaku; 3. Pengelolaan pemeliharaan fasilitas, baik perawatan preventif maupun perawatan terhadap kerusakan fasilitas sekolah; 4. Pengelolaan kegiatan iventaris sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan sistem pembukuan yang berlaku; dan 5. Pengelolaan penghapusan barang inventaris sekolah.D. Langkah-langkah Kegiatan Langkah-langkahnya: 1. Mempelajari sumber materi/referensi dan panduan sarana prasarana 2. Menyusun instrumen kajian sarana dan prasarana 3. Melakukan survey ke sekolah dan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menentukan jadwal kajian 4. Meminjam Dokumen profil sekolah tentang penyediaan sarana dan prasarana 5. Melakukan inventarisasi pengelolaan sarana prasarana di sekolah dengan instrumen yang telah disusun 6. Melakukan analisis terhadap hasil kajian sarana dan prasarana 7. Melakukan diskusi dengan pihak sekolah (bagian sarana dan prasarana) tentang hasil analisis dan menyampaikan temuan-temuan yang perlu direvisi dan dikembangkan lebih lanjut 3
  • 4. E. Hasil Kajian Berdasarkan hasil kajian dan wawancara menunjukkan bahwa 1. Semua sekolah magang sudah memiliki sarana dan prasarana untuk menunjang proses pembelajaran hanya sebagian belum memadai baik kuallitas maupun kuantitas. Di SMP 25 dan SMP 24 untuk media dan buku-buku referensi penunjang pembelajaran belum memadai. Sedangkan di SMP 2 di ruang kelas sudah terpasang LCD. 2. Semua sekolah magang memiliki sarana prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, kantin, tempat berolah raga, dan tempat beribadah. Tetapi ruang laboratorium di SMP 24 dan SMP 25 juga belum memadai 3. Proses perencanaan sarana dan prasarana untuk masing-masing sekolah magang berkaitan dengan: perencanaan, prosedur perencanaan dan pengadaan sudah berjalan dengan baik. 4. Pengadaan (cara-cara pengadaan, prosedur pengadaan, proses pengadaan dan pengendalian sarana prasarana) juga sudah cukup baik dan hampir sama di tiga sekolah magang. 5. Terkait dengan penyediaan alat dan sumber belajar SMP 25 dan SMP 24 Surakarta sudah memenuhi kondisi sarana prasarana pendidikan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal, sedangkan untuk SMP Negeri 2 sudah memenuhi tahapan Standar Nasional Pendidikan. 6. Pemeliharaan fasilitas dan bangunan sudah dilaksanakan secara rutin dan berkala sesuai prosedur yang berlaku. 7. Inventarisasi sarana dan prasarana meliputi pengadministrasian barang inventaris, klasifikasi dan kode barang inventaris, dan pelaporan juga sudah baik tetapi belum tertib administrasinya 8. Penghapusan sarana dan prasarana di SMP 25 dan SMP 2 belum pernah, sedangkan di SMP 24 yang sudah melakukan penghapusan sesuai prosedur yang berlaku yaitu melalui pemusnahan barang-barang yang sudah rusak dan pelelangan. Untuk proses pelelangan dilakukan SMP 24 untuk buku-buku bekas Sekolah Teknik (ST) yang sudah tidak terpakai). 4
  • 5. F. Refleksi Berdasarkan hasil kajian menunjukkan bahwa peralatan penunjang pembelajaran sebagian besar belum memadai khususnya media pembelajaran dan laboratorium. Sedangkan prosedur pengelolaan sarana prasarana di masing-masing sekolah sudah berjalan baik.G. Penutup Berdasarkan hasil kajian dan refleksi maka dapat diberikan saran tindak lanjut berkaitan pengelolaan sarana prasarana sekolah sebagai berikut: 1. Sekolah magang (khususnya SMP 25 dan SMP 24) perlu membuat perencanaan dan usulan ke pemerintah atau penggalian dana secara mandiri untuk pengadaan sarana pendidikan khususnya media pembelajaran dan buku-buku referensi untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran. 2. Sekolah magang (khususnya SMP 25 dan SMP 24) perlu membuat usulan untuk pembangunan ruang lab (moving class) ke pemerintah atau penggalian dana secara mandiri agar proses belajar mengajar dapat optimal. 3. Kepala sekolah perlu menertibkan proses inventarisasi dan pengadministrasian barang di sekolah masing-masing agar pengelolaan sarana prasarana dapat terkendali dengan baik.DAFTAR PUSTAKABSNP, 2010. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/kota. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional. Kepala Bagian Penyusunan Rancangan Peraturan Perundang-undangan dan Bantuan HukumBSNP, 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional. Kepala Bagian Penyusunan Rancangan Peraturan Perundang-undangan dan Bantuan Hukum 5
  • 6. Depdiknas, 2007. Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Persekolahan Berbasis Sekolah. Materi Pendidikan dan Pelatihan Kepala Sekolah. Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional.Kemendiknas dan Kemenag RI, 2011. Materi Pelatihan Peningkatan Manajemen Melalui Penguatan Tata Kelola dan Akuntabilitas di Sekolah/Madrasah. Dirjen Pendidikan Dasar Kementrian Pendidikan Nasional - Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI.LPPKS, 2011. Bahan Pembelajaran Pengelolaan Sarana dan Prasarana. Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah Surakarta. 6

×