Bab 5 fungsi dan kedudukan pancasila

  • 2,099 views
Uploaded on

pkn

pkn

More in: Education
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
2,099
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4

Actions

Shares
Downloads
58
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. FUNGSI DAN KEDUDUKAN PANCASILA HENDRAWAN PRASETYO, S.SOS
  • 2. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK): Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan pengertian Pancasila sebagai Jatidiri Bangsa, pancasila sebagai Ideologi Bangsa Indonesia, Tipologi Ideologi, Ideologi pancasila adalah Ideologi Terbuka
  • 3. Sebelum Pancasila dirumuskan dan disahkan sebagai Dasar Filsafat Negara nilai-nilainya telah ada pada Bangsa Indonesia yang merupakan Pandangan Hidup yang berupa nilai-nilai adat istiadat dan kebudayaan serta nilai-nilai religius. Hal ini dapat dikatakan juga bahwa Bangsa Indionesia sebagai causa materialis Pancasila. Dalam pengertian inilah Pancasila dengan Bangsa Indonesia tidak dapat dipisahkan sehingga Pancasila sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia.
  • 4. Setelah Bangsa Indonesia mendirikan negara maka Pancasila disahkan sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Sebagai suatu bangsa dan negara Indonesia memiliki cita-cita yang dianggap paling sesuai dan benar sehingga segala cita-cita, gagasan, ide-ide tertuang dalam Pancasila maka dalam pengertian inilah Pancasila berkedudukan sebagai Ideologi Bangsa dan Negara Indonesia dan sekaligus sebagai Asas Persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Indonesia.
  • 5. PANCASILA SEBAGAI JATIDIRI BANGSA INDONESIA Proses terjadinya Pancasila melalui suatu proses kauslitas yaitu sebelum disahkan menjadi dasar negara nilai-nilai Pancasila telah dimiliki oleh Bangsa Indonesia sejak zaman dahulu kala yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari sebagai Pandangan Hidup Bangsa dan sekaligus sebagai Filsafat Hidup Bangsa Indonesia. Dalam pengertian inilah maka Bangsa Indonesia sebagai causa materialis dari Pancasila.
  • 6.  Makna hidup bagi bangsa Indonesia harus ditemukan dalam budaya dan peradaban bangsa Indonesia sendiri yang merupakan perwujudan dan pengejawantahan nilai-nilai yang dimiliki, diyakini dan dihayati kebenarannya oleh masyarakat sepanjang masa dalam sejarah pekembangan dan pertumbuhan bangsa sejak lahirnya.
  • 7.  Nilai-nilai tersebut sebagai hasil pemikiran dan gagasan dasar bangsa Indonesia tentang kehidupan yang dianggap baik. Mereka menciptakan tata nilai yang mendukung tata kehidupan sosial dan tata kehidupan kerohanian bangsa yang memberi corak, watak dan ciri masyarakat dan bangsa Indonesia yang membedakannya dengan masyarakat atau bangsa lain. Kenyataan yang demikian merupakan kenyataan obyektif yang merupakan jatidiri bangsa Indonesia.
  • 8. › Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia Secara etimologis ideologi dibentuk dari dua kata : idea yang berarti konsep, pemikiran atau gagasan dan logos yang berarti pengetahuan. Jadi ideologi adalah ilmu pengetahuan tentang ide-ide, tentang keyakinan atau gagasan.  Dilihat dari peranan atau fungsi-nya maka ideologi tidak lebih dari suatu instrumental, alat penjelas yang kaku dan ketat yang dibutuhkan guna mengarahkan pikiran dan tindakan secara efisien. 
  • 9.  Ideologi menjadi instrumen yang menggantikan nalar dan daya pikir para pendukungnya. Suatu ideologi manakala telah ditetapkan sebagai ideologi negara maka ia akan berperan sebagai jiwa yang akan menyemangati dan mewarnai konstitusi atau perundang-undangan negara.
  • 10. Unsur Yang Paling Pokok Dalam Ideologi  Adanya suatu realitas hidup yang diyakini sepenuhnya.  Adanya tujuan hidup yang dicitacitakan.  Adanya cara atau program aksi guna mewujudkan terealisasinya tujuan hidup yang dicita-citakan. 
  • 11. Peranan Ideologi  Jika sebuah idelogi merupakan suatu ideologi negara maka akan memainkan peranan yang cukup penting untuk memelihara integritas nasional. 
  • 12. Sebuah ideologi dapat berfungsi demikian tergantung kualitas yang ada pada dirinya yang dapat diukur melalui tiga dimensi, yaitu :  Dimensi Realita  Dimensi ini mencerminkan kemampuan ideologi untuk megagregasikan serta mengadaptasikan nilai-nilai yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Ideologi mencerminkan citra bahwa dirinya identik dengan realitas yang ada dalam masyarakat. 
  • 13. Dimensi Idealisme  Kadar atau kualitas idealisme yang terkandung di dalamnya mampu menggugah harapan, optimisme, dan motivasi bagi para pendukungnya hingga gagasan-gagasan pokok yang terkandung di dalamnya benar-benar diyakini pasti dapat diwujudkan dalam kenyataan. 
  • 14. Dimensi Fleksibilitas  Mencerminkan kemampuan suatu ideologi dalam mempengaruhi dan sekaligus menyesuaikan diri dengan pertumbuhan dan perkembangan masyarakatnya. 
  • 15. › Tipologi Idelogi Secara garis besar ada dua macam tipologi ideologi, yaitu :  Ideologi Tertutup  Ideologi yang menutup iri rapat –rapat dari berbagai interpretasi baru utnuk disesuaikan dengan tuntutan zaman. Oleh karena itu jika ada sikap ketertutupan maka ideologi itu akan kehilangan fungsinya sebagai pmbimbing kelakuan manusia. 
  • 16. Ideologi Terbuka  Yaitu ideologi yang memiliki unsur-unsur fleksibilitas. Unsur ini mencerminkan adanya kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan pertumbuhan dan perkembangan masyrakatnya. 
  • 17. › Ideologi Pancasila Adalah Idelogi Terbuka Di dalam ideologi Pancasila hakekat sifat manusia sebagai mahluk individu sekaligus sebagai mahluk sosial diletakkan secara seimbang (well balance)  Ideologi Pancasila adalah ideologi yang memiliki dimensi realitas karena nilai-nilai yang ada di dalamnya diambil dari nilainilai dasar yang hidup di tengah-tengah masyarakat pendukungnya, baik dari nilai– nilai budaya bangsa maupun nilai agama. 
  • 18.  Demikian pula ideologi Pancasila memiliki dimensi Idalisme karena memberikan harapan dan optimisme untuk terwujudnya tujuan yang dicitacitakan. Ideologi Pancasila harus memiliki dimensi fleksibilitas, yaitu menjadi ideologi yang terbuka terhadap penafsiran-penafsiran baru karena tuntutan masyarakat seiring perubahan dan perkembangan zaman.