Your SlideShare is downloading. ×
macam macam teori komunikasi
macam macam teori komunikasi
macam macam teori komunikasi
macam macam teori komunikasi
macam macam teori komunikasi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

macam macam teori komunikasi

24,625

Published on

indonesia saling berbagi

indonesia saling berbagi

0 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
24,625
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
603
Comments
0
Likes
4
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Teori Behavioral dan Cognitive Teori Konvensional dan Interaksional Teori Kritisdan Interpretatif teori-teori behavioral dan cognitif Menurut Bungin (2006:250) Teori-teori kritis dan interpretatif ini populer juga merupakan gabungan dari dua mengatakan bahwa kehidupan sosial di negara-negara eropa kemudia melahirkan tradisi yang berbeda. Perbedaan utama merupakan suatu proses interaksi yang teori dan pendekatan baru dalam komunikasi teori antara aliran behavioral dan membangun, memelihara serta seperti sosiologi komunikasi, hukum kognitif dengan aliran struktural dan mengubah kebiasaan –kebiasaan komunikasi dan hukum media, komunikasi fungsional terletak pada fokus tertentu, termasuk bahasa dan simbol- antar budaya, komunikasi politik, komunikasi pegamatan serta sejarahnya. Teori simbol. Komunikasi, berdasarkan teori organisasi, komunikasi publik, semiotika Behavioral dan fungsional berkembang ini dianggap sebagai alat perekat komunikasi, dan sebagainya dari ilmu sosial dan ilmu-ilmu lainnya masyarakat (the glue of society). Fokus yang cenderung memusatkan struktur pengamatan teori ini tidak pada terhadap Dua karakteristik umum pada teori ini sosial dan budaya. Sementara teori-teori struktur, tetapi tentang bagaimana behvioral dan kognitif berkembang dari bahasa dan simbol-simbol lainnya psikologi dan ilmu-ilmu behavioral direproduksi , dipelihara, serta diubah 1. Penekanan terhadap peran lainnya yang cenderung memusatkan dalam penggunaannya. subjektivitas yang didasarkan pengamatan pada diri manusia secara pada pengalaman individu individual. Salah satu konsep pemikiran yang terkenal adalah Model S-R 2. Makna atau meaning (Stimulus Respon)Te Teori Kontekstual Teori Agenda Setting Teori informasi organisasi Agenda-setting diperkenalkan oleh Seperti dijelaskan oleh Sendjaja Teori informasi organisasi merupakan salah McCombs dan DL Shaw (1972). Asumsi (2002:1.25) dalam Bungin (2006: 252), satu teori komunikasi yang membahas teori ini adalah bahwa jika media memberi berdasarkan konteks atau tingkatan mengenai pentingnya penyebaran informasi tekanan pada suatu peristiwa, maka media analisisnya, teori komunikasi secara dalam organisasi untuk menjaga itu akan mempengaruhi khalayak untuk umum dapat dibagi dalam lima konteks kelangsungan hidup organisasi tersebut. Teori menganggapnya penting. Jadi apa yang atau tingkatan: ini menekankan proses dimana individu dianggap penting media, maka penting mengumpulkan, mengelola, dan juga bagi masyarakat. Dalam hal ini media menggunakan informasi. (1) komunikasi intra-pribadi diasumsikan memiliki efek yang sangat (intra-personal kuat, terutama karena asumsi ini communication); berkaitan dengan proses belajar bukan Teori informasi organisasi memiliki sejumlah dengan perubahan sikap dan pendapat. asumsi dasar, yaitu (2) komunikasi antarpribadi (interpersonal Organisasi manusia ada dalam sebuah communication); Teori The Spiral of Silence lingkungan informasi. Asumsi ini menyatakan bahwa organisasi bergantung pada informasi Teori the spiral of silence (spiral agar dapat berfungsi dengan efektif dan (3) komunikasi kelompok (group keheningan) dikemukakan oleh Elizabeth mencapai tujuan mereka. Informasi yang communication); Noelle-Neuman (1976), berkaitan dengan diterima sebuah organisasi berbeda dalam hal pertanyaan bagaimana terbentuknya ketidakjelasannya. Ketidakjelasan yang (4) komunikasi organisasi pendapat umum. Teori ini menjelaskan dimaksud disini adalah ambiguitas dalam hal (organizational bahwa terbentuknya pendapat umum informasi yang diterima oleh organisasi. communication); ditentukan oleh suatu proses saling Organisasi manusia terlibat di dalam mempengaruhi antara komunikasi massa, pemrosesan informasi untuk mengurangi komunikasi antar pribadi, dan persepsi ketidakjelasan informasi. Dalam upaya (5) komunikasi massa (mass individu tentang pendapatnya dalam mengurangi ambiguitas tersebut, organisasi communication). hubungannya dengan pendapat orang- mulai melakukan aktivitas kerja sama untuk orang lain dalam masyarakat. membuat informasi yang diterima dapat dipahami dengan baik.
  • 2. Teori Dependensi Efek Komunikasi Massa Teori disonansi kognitif Teori Uses and Gratifications (Kegunaan dan Kepuasan)Teori ini dikembangkan oleh Sandra Ball- merupakan sebuah teori komunikasi yangRokeachdan Melvin L. DeFluer (1976), yang Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh membahas mengenai perasaanmemfokuskan pada kondisi struktural suatu Herbert Blumer dan Elihu Katz (1974). Teori ketidaknyamanan seseorang yang diakibatkanmasyarakat yang mengatur kecenderungan ini mengatakan bahwa pengguna media oleh sikap, pemikiran, dan perilaku yang tidakterjadinya suatu efek media massa. Teori ini memainkan peran aktif untuk memilih dan konsisten dan memotivasi seseorang untukberangkat dari sifat masyarakat modern, menggunakan media tersebut. Dengan kata mengambil langkah demi mengurangidiamana media massa diangap sebagai sistem lain, pengguna media adalah pihak yang aktif ketidaknyamanan tersebut. Teori disonansiinformasi yang memiliki peran penting dalam dalam proses komunikasi. Pengguna media kognitif memiliki sejumlah anggapan atauproses memelihara, perubahan, dan konflik berusaha mencari sumber media yang paling asumsi dasar diantaranya adalah:pada tataran masyarakat,kelompok, dan baik di dalam usaha memenhi kebutuhannya.individu dalam aktivitas sosial. Secara ringkas Artinya pengguna media mempunyai pilihankajian terhadap efek tersebut dapat Manusia memiliki hasrat akan alternatif untuk memuaskan kebutuhannya.dirumuskan dapat dirumuskan sebagai adanya konsistensi padaberikut: keyakinan, sikap, dan perilakunya. Elemen dasar yang mendasari pendekatan Teori ini menekankan sebuah teori ini (Karl dalam Bungin, 2007): (1)1. Kognitif, menciptakan atau menghilangkan model mengenai sifat dasar dari Kebutuhan dasar tertentu, dalam interaksinyaambiguitas, pembentukan sikap, agenda- manusia yang mementigkan dengan (2) berbagai kombinasi antara intrasetting, perluasan sistem keyakinan adanya [stabilitas] dan dan ekstra individu, dan juga dengan (3)masyarakat, penegasan/ penjelasan nilai-nilai. [konsistensi]. struktur masyarakat, termasuk struktur media, menghasilkan (4) berbagai percampuran2. Afektif, menciptakan ketakutan atau Disonansi diciptakan oleh personal individu, dan (5) persepsi mengenaikecemasan, dan meningkatkan atau inkonsistensi biologis. Teori ini solusi bagi persoalan tersebut, yangmenurunkan dukungan moral. merujuk pada fakta-fakta harus menghasilkan (6) berbagai motif untuk3. Behavioral, mengaktifkan atau tidak konsisten secara psikologis mencari pemenuhan atau penyelesaianmenggerakkan atau meredakan, pembentukan satu dengan lainnya untuk persoalan, yang menghasikan (7) perbedaanisu tertentu atau penyelesaiannya, menimbulkan disonansi kognitif. pola konsumsi media dan ( perbedaan polamenjangkau atau menyediakan strategi untuk Disonansi adalah perasaan tidak perilaku lainnya, yang menyebabkan (9)suatu aktivitas serta menyebabkan perilaku suka yang mendorong orang untuk perbedaan pola konsumsi, yang dapatdermawan. melakukan suatu tindakan dengan memengaruhi (10) kombinasi karakteristik dampak-dampak yang tidak dapat intra dan ekstra individu, sekaligus akan diukur. Teori ini menekankan memengaruhi pula (11) struktur media danTeori Inokulasi/jarum suntik (Mc. Gure) seseorang yang berada dalam berbagai struktur politik, kultural, dan disonansi memberikan keadaan ekonomi dalam masyarakat.Teori ini mengasumsikan individu/kelompok yang tidak nyaman, sehingga iayang lemah terhadap pemahaman informasi akan melakukan tindakan untukberupa persepsi akan semakin mudah keluar dari ketidaknyamanandipengaruhi. Teori Inokulasi memberi tersebut.“vaksin” berupa informasi atau persepsi untuk Disonansi akan mendorong usahamenghindarkan individu untuk memperoleh konsonansi danterpengaruhi/menangkal pengaruh. usaha untuk mengurangi disonansi. Teori ini beranggapan bahwa rangsangan disonansi yang diberikan akan memotivasi seseorang untuk keluar dari inkonsistensi tersebut dan mengembalikannya pada konsistensi.Teori Konstruksi sosial media massa Teori Proses selektif (selective processes theory) Teori ini merupan hasil penelitianGagasan awal dari teori ini adalah untuk lanjutan tentang efek media massa padamengoreki teori konstruksi sosial atas realitas Perang Dunia II, yang isinya menyatakanyang dibangun oleh Peter L Berrger dan bahwa penerimaan selektif media massaThomas Luckmann (1966, The social mengurangi sejumlah dampak media. Teoriconstruction of reality. A Treatise in the ini menganggap bawha khalayak melakukansociology of knowledge. Tafsir sosial atas selective exposure (terpaan selektif), artinya,kenyataan: sebuah risalah tentang sosisologi mereka menolak pesan yang berbeda denganpengetahuan). Mereka menulis tentang kepercayaan mereka.konstruksi sosial atas realitas sosial dibangunsecara simultan melalui tiga proses, yaitu Menurut Joseph Klapper, melaluieksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. kajian penilitiannya pada 1960, pengaruhProses simultan ini terjadi antara individu satu media itu lemah, persentase pengaruhnyadengan lainnya di dalam masyrakat. kecil bagi pemilihdalam pemilihan umum,Bangunan realitas yang tercipta karena proses pasar saham, dan para pengiklan.sosial tersebut adalah objektif, subjektif, dansimbolis atau intersubjektif.
  • 3. Teori Peluru atau Jarum Hipodermik Teori Difusi Inovasi Individual Defferences Theory (Melvin DeFleur) Teori difusi yang paling terkemukaTeori ini mengasumsikan bahwa media Pesan-pesan yang disampaikan media massa dikemukakan oleh Everett Rogers dan paramemiliki kekuatan yang sangat perkasa dan koleganya. Rogers menyajikan deksripsi yangkomunikan dianggap pasif atau tidak tahu ditangkap individu sesuai dengan kebutuhan menarik mengenai mengenai penyebaranapa-apa. Teori ini muncul pada 1950an oleh dengan proses perubahan sosial, di mana personal individu dan latar belakangWilbur Schram, kemudian dicabut kembali terdiri dari penemuan, difusi (ataupada tahun 1970an karena khalayak sasaran perbedaan tingkat pendidikan, agama, budaya, komunikasi), dan konsekwensi-konsekwensi.media massa ternyata tidak pasif. Hal ini Perubahan seperti di atas dapat terjadi secara ekonomi sesuai dengan karakteristik. Efekdidukung oleh Lazarsfeld dan Raymond internal dari dalam kelompok atau secaraBauer. Lazarsfeld mengatakan bahwa eksternal melalui kontak dengan agen-agen pesan pada individu akan beragam walaupunkhalayak yang ditterpa peluru tidak jatuh perubahan dari dunia luar. Kontak mungkinterjerembab (peluru tidak menembus, efek individu menerima pesan yang sama. terjadi secara spontan atau daritidak seuai dengan tujuan pnembak, sasaran ketidaksengajaan, atau hasil dari rencana Terdapat faktor psikologis dalam menerimasenang ditembak). Sedangkan Bauer bagian dari agen-agen luar dalam waktu yangmenyatakan bawa khalayak sebenarnya tidak pesan yang disampaikan media massa. bervariasi, bisa pendek, namun seringkalipasif (mencari yang diinginkan dari media memakan waktu lama.massa). Pada tahun 1960an, muncul teory Masing-masing individu mempunyai Dalam difusi inovasi ini, satu ide mungkinlimited effect model oleh Hovland. Dia memerlukan waktu bertahun-tahun untuk perhatian, minat, keinginan yang berbedamenyatakan bahwa pesan komunikasi efektif dapat tersebar. Rogers menyatakan bahwadalam menyebarkan informasi, bukan untuk yang dipengaruhi faktor-faktor psikologis pada realisasinya, satu tujuan dari penelitianmengubah perilaku. Coooper dan Jahoda difusi adalah untuk menemukan sarana gunamenunjukan bahwa persepsi selektif yang ada pada diri individu tersebut sehingga memperpendek keterlambatan ini. Setelahmengurangi efektivitas suatu pesan. terselenggara, suatu inovasi akan mempunyai mempengaruhi dalam menerima pesan yang konsekuensi konsekuensi – mungkin merekaTeori dialektika relasional berfungsi atau tidak, langsung atau tidak disampaikan media massa. langsung, nyata atau laten (Rogers dalam Littlejohn, 1996 : 336).Teori dialektika relasional merupakan 36. Teori Social Category (DeFleur)sebuah teori komunikasi yang menyatakanbahwa hidup berhubungan dicirikan oleh Individu yang masuk dalam kategori sosialketegangan-ketegangan atau konflik antar 44. Uses and Gratificationindividu. Konflik tersebut terjadi ketika  Teori Uses and Grativifation tertentu/sama akan cenderung memilikiseseorang mencoba memaksakan dikemukakan oleh Katz dan prilaku atau sikap yang kurang lebih samakeinginannya satu terhadap yang lain. Teori Gurevitch (1959 )dialektika relasional memiliki asumsi pokok terhadap rangsangan-rangsangan tertentu.mengenai hidup berhubungan,  Bukan lagi melihat pada pengaruhyakni:Hubungan tidak bersifat linear. Non- Pesan-pesan yang disampaikan media massa media terhadap khalayak, tetapilinear yang dimaksud di sini adalah fluktuasi apa yang dilakukan khalayak cenderung ditanggapi sama oleh individuyang terjadi antara keinginan-keinginan yang terhadap media yang termasuk dalam kelompok sosialkontradiktif.  Konsep ini dibuktikan dengan tertentu. Penggolongan sosial ini berdasarkan 1. Otonomi dan keterikatan, merujuk studi dari Riley & Riley yang usia, jenis kelamin, suku bangsa, pendidikan, pada keinginan-keinginan yang menyatakan bahwa anak-anak selalu muncul untuk menjadi tidak ekonomi, agama dsb. tergantung pada orang-orang yang menggunakan cerita-cerita penting, dan juga untuk petualangan di telivisi untuk Dengan adanya penggolongan sosial ini menemukan kedekatan hubungan. berkhayal dan bermimpi. Hal ini muncullah media massa yang sifatnya special Ketegangan dialektika merupakan mengindikasikan bahwa orang hal-hal yang berlangsung secara menggunakan media massa untuk atau khusus yang diperuntukan bagi kalangan terus-menerus, dan untuk tujuan-tujuan yang berbeda. tertentu, dengan mengambil mengatasinya terdapat empat strategi dasar yang dapat Teori Uses and Gratifications ini pada segmentasi/pangsa pasar tertentu. Sebagai. ditempuh, yakni pergantian hakekatnya; bersiklus, segmentasi, seleksi, dan  Untuk menjelaskan bagaimana integrasi. Kelebihan teori ini individu menggunakan adalah heurisme. Teori ini komunikasi massa untuk memberikan pandangan yang luas memenuhi kebutuhannya. terhadap hubungan dan telah menjadi bahan lintas bidang ilmu. Sedangkan, kekurangannya  Untuk “menjelajahi” motivasi terletak pada kemungkinan individu dalam penggunaan media. pengujiannya dalam mengatasi berbagai hubungan dan sifatnya Mengidentifikasikan konsekuensi positif dan yang terlalu parsimoni. negatif bagi individu pada penggunaan media
  • 4. Teori efek moderat media massa 38. Cultural Norms Theory (Norma  Teori efek moderat ini merupakan Budaya) – (DeFleur)Teori pelanggaran :harapan merupakan hasil penelitian tentangsalah satu teori komunikasi yang komunikasi di tahun tujuhmenggambarkan bahwa seseorang memiliki puluhan.harapan terhadap jarak perilaku non-verbal Media massa menyampaikan informasi  Dasar asumsi teori efek moderatorang lain yang dapat memberikan ini adalah pertama, model efek dengan cara-cara tertentu dapat menimbulkankenyamanan kepadanya. Teori ini melihat terbatas terlalu mengecilkankomunikasi sebagai pertukaran informasi kesan yang oleh khalayak disesuaikan dengan pengaruh komunikasi massa. Iniyang dapat dianggap positif atau negatif berarti bahwa pada situasi tertentu norma-norma dan nilai-nilai budayanya.tergantung pada rasa suka atau harapan antara komunikasi massa dapatdua orang yang berinteraksi. mempunyai pengaruh yang Pesan media mampu mengubah norma-norma pentingHubungan ruang yang dimaksud di sini  kedua, pengaruh efek terbatas budaya yang telah ada/berlaku dalamadalah ruang personal yang menunjukkan hanya melihat efek media pada masyarakat.jarak yang dipilih untuk diambil oleh tingkat sikap dan pendapat,seseorang dalam berhadapan dengan orang sedangkan sesungguhnya masih a. Memperkuat normalain. Jarak tersebut dapat dibedakan menjadi 4 ada variabel lain yang dapat b. Mengubah normazona yakni: menjadi faktor pengaruh dan dampak dari media massa c. Menciptakan norma baru.  1. Jarak intim mencakup perilaku 42. Teori spiral kebisuan (spiral of silence) yang ada pada jarak 0-18 meter.  Spiral kebisuan dikembangkan Teori penanaman atau cultivation 2. Jarak personal mencakup oleh Elizabeth Noelle-Neumann. theory perilaku yang ada pada jarak Teori ini berpendapat bahwa ini berasal dari penelitian Gerbner 46cm-1,2 meter. media memiliki efek yang sangat tentang pola menonton televisi di 3. Jarak sosial mencakup perilaku kuat dalam membentuk opini Amerika Serikat. yang ada pada jarak 1,2-3,6 meter. publik. Penelitian Gerbner menemukan 4. Jarak publik merupakan jarak  Menurut teori spiral kebisuan, ada bahwa rata-rata penduduk yang cakupannya melampaui 3,7 tiga karakteristik komunikasi Amerika Serikat menonton televisi meter. massa yang dapat berpengaruh kurang lebih 4-5 jam sehari. pada opini publik, yaitu kumulasi Mereka yang menonton lebih dariTeori pelanggaran harapan memiliki tiga (cummulation) atau penimbunan; waktu tersebut disebut sebagaiasumsi dasar, yakni: ubiquitas (ubiquity): keberadaan penonton berat atau heavy viewers. media yang selalu ada dimana- Sedangkan mereka yang menonton mana; dan konsonansi kurang dari jam tersebut disebut 1. Harapan mendorong terjadinya (consonance) atau persesuaian dengan light viewers interaksi antar manusia. Sebelum antara apa yang disampaikan Efek dari seluruh terpaan pada seseorang melakukan interaksi media massa dengan opini publik pesan yang diproduksi inilah yang dengan orang lain, seseorang  Media massa memainkan peran disebut Gerbner sebagai teori memiliki harapan interaksional penting, sebab media berfungsi kultivasi (cultivation), dimana yang mencakup keahlian dan sebagai sumber informasi, dimana televisi mengajarkan pandangan pengetahuan yang dibutuhkan oleh orang mencari distribusi opini dunia secara umum, peran-peran komunikator sebelum ia memasuki publik. Media massa dapat umum dan nilai-nilai umum. sebuah percakapan[Harapan mempengaruhi spiral kebisuan terhadap perilaku manusia dengan tiga cara, yaitu satu, media dipelajari. membentuk kesan-kesan tertentu 2. Orang membuat prediksi mengenai tentang opini mana yang dominan; perilaku nonverbal. Ketika dua, media membentuk kesan- seseorang berhadapan dengan kesan tertentu tentang opini yang orang lain, sebenarnya seseorang sedang naik atau berkembang; dan mampu untuk membuat prediksi ketiga, media membentuk kesan perilaku non-verbal yang muncul tentang opini yang mutlak dari orang tersebut. diperhatikan khalayak tanpa menampilkannya secara khusus. Ruang lingkup terhadap teori ini  Istilah spiral kebisuan diberikan terlalu luas karena komunikasi didasarkan pada logika bahwa non-verbal adalah area yang semakin tersebar opini yang sangat luas. dominan oleh media massa dalam masyarakat maka semakin senyap Kemungkinan pengujian pula suara perseorangan yang merupakan kemampuan teori ini bertentangan dengan opini untuk dapat dibuktikan kebenaran mayoritas tersebut atau kesalahannya. Akan tetapi, kenyataannya teori ini hanya sebatas memprediksi respon terhadap pelanggaran norma- norma suatu hubungan.
  • 5. Teori efek terbatas media massa  Teori komunikasi massa yang Teori Ketergantungan (Dependency menekankan pada kekuatan media Theory) untuk mengubah perilaku ini pada Teori ketergantungan terhadap media mula- beberapa dekade berikutnya mulai mula diutarakan oleh Sandra Ball-Rokeach mendapat beberapa kritikan. dan Melvin Defleur. Seperti teori uses and  Penelitian-penelitian yang gratifications, pendekatan ini juga menolak dilakukan membuktikan bahwa asumsi kausal dari awal hipotesis penguatan. sesungguhnya media massa Untuk mengatasi kelemahan ini, pengarang memiliki efek yang kecil dalam ini mengambil suatu pendekatan sistem yang mengubah perilaku. lebih jauh. Di dalam model mereka mereka  Hal ini ditunjukkan oleh penelitian mengusulkan suatu relasi yang bersifat dari Carl I. Hovland mengenai integral antara pendengar, media. dan sistem efek film pada militer yaitu bahwa sosial yang lebih besar. proses komunikasi massa hanyalah Sejalan dengan apa yang dikatakan oleh teori melakukan transfer informasi pada uses and gratifications, teori ini khalayak dan bukannya mengubah memprediksikan bahwa khalayak tergantung perilaku sehingga perubahan yang kepada informasi yang berasal dari media terjadi hanyalah sebatas pada massa dalam rangka memenuhi kebutuhan kognisi saja. khalayak bersangkutan serta mencapai tujuan  Terbatasnya efek komunikasi tertentu dari proses konsumsi media massa. massa hanya pada taraf kognisi Namun perlu digarisbawahi bahwa khalayak dan (afeksi) ini menyebabkan teori tidak memiliki ketergantungan yang sama aliran baru ini disebut sebagai terhadap semua media. limited effect theory atau teori efek Sumber ketergantungan yang kedua adalah terbatas. kondisi sosial. Model ini menunjukkan sistem Konsep tentang teori efek terbatas media dan institusi sosial itu saling ini dikukuhkan melalui karya berhubungan dengan khalayak dalam Klapper, The Effects of Mass menciptakan kebutuhan dan minat. Pada Communication (1960). gilirannya hal ini akan mempengaruhi Klapper menyatakan bahwa proses khalayak untuk memilih berbagai media, komunikasi massa tidak langsung sehingga bukan sumber media massa yang menuju pada ditimbulkannya efek menciptakan ketergantungan, melainkan tertentu, melainkan melalui kondisi sosial. beberapa faktor (disebut sebagai Untuk mengukur efek yang ditimbulkan mediating factor) media massa terhadap khalayak, ada beberapa Faktor-faktor tersebut merujuk metode yang dapat digunakan, yaitu riset pada proses selektif berpikir eksperimen, survey dan riset etnografi. manusia yang meliputi persepsi selektif, terpaan selektif dan retensi (penyimpanan/memori) selektif. Ini berarti bahwa media massa memang punya pengaruh, tetapi bukanlah satu-satunya penyebab.

×