<ul><li>KELOMPOK 6 </li></ul><ul><li>Drs Sugeng HARIANTO </li></ul><ul><li>Drs.KISWANTO </li></ul><ul><li>Badaruddin S.pd ...
DEFINISI OTONOMI BELAJAR <ul><li>Adalah kemampuan untuk bertanggung jawab terhadap pembelajaran sendiri. (Henri Holec) </l...
Lanjutan….. <ul><li>Adalah sebuah situasi dimana pelajar sama sekali tidak bertanggung jawab atas semua keputusan yang ber...
Prinsip-prinsip Otonomi Belajar <ul><li>Otonomi berarti memindahkan fokus dari mengajar untuk belajar. </li></ul><ul><li>O...
Lanjutan... <ul><li>Otonomi berarti membuat penggunaan nilai sendiri atau rekan. </li></ul><ul><li>Otonomi membutuhkan dan...
Lanjutan…. <ul><li>Peran guru sebagai perancang mendukung dan menciptakan ruang bagi pengembangan otonomi sangat menuntut ...
Aspek Otonomi Pelajar <ul><li>Adanya pilihan materi belajar sesuai dengan kebutuhan pelajar. </li></ul><ul><li>Pengaturan ...
Lanjutan…. <ul><li>Lokasi belajar dipilih sendiri oleh pelajar </li></ul><ul><li>Dilakukannya diagnosis kemampuan awal dan...
Home Schooling <ul><li>Pendidikan pelajar yang dilaksanakan di rumah dan biasanya oleh orang tua tapi kadang-kadang tutor,...
<ul><li>OTONOMI BELAJAR </li></ul>Suatu tindakan yang dapat mengendalikan dan mengoptimalkan cara belajar di kelas dan di ...
<ul><li>Salah satu aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan otonomi belajar adalah apakah kita melihatnya...
Simpulan <ul><li>Otonomi belajar adalah sesuatu kesadaran atau ketegasan bahwa kita tidak bisa menerima tanggung jawab unt...
Terima Kasih,
COOPERATIVE LEARNING <ul><li>OLEH : </li></ul><ul><li>KELOMPOK 6 : </li></ul><ul><li>Drs. Sugeng </li></ul><ul><li>Drs Kis...
PENGERTIAN COOPERATIVE LEARNING Cooperative adalah strategi mengajaryang sukses dalam kelompok kecil dengan siswa pertingk...
UNSUR COOPERATIVE LEARNING <ul><li>Ketergantungan yg positif (tenggelam / berenang bersama) </li></ul><ul><li>Interaksi ta...
Alasan Penggunaan Pembelajaran Kooperatif <ul><li>Meningkatkan Pembalajaran Siswa dan prestasi akademik siswa </li></ul><u...
AKTIFIKAS KELAS YG MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN  COOPERATIVE LEARNING <ul><li>Jigsaw </li></ul><ul><li>Think Pair And Share </...
(ARONSON, BLANEY, STEPHEN, SIKES, AND SNAPP, 1978) JIGSAW (MODEL TIM AHLI) <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Sis...
+  - =  * +  - =  * +  - =  * +  +  +  + -  - -  - =  =  =  = *  *  *  *  +  - =  * Kelompok Asal   Kelompok Ahli
(FRANK LYMAN, 1985) THINK PAIR AND SHARE <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan inti materi dan kom...
MEMBERI KESEMPATAN KEPADA KELOMPOK UNTUK MEMBAGIKAN HASIL DAN INFORMASI DENGAN KELOMPOK LAINNYA.   <ul><li>Caranya : </li>...
BERTUKAR PASANGAN <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru bisa menunjuk pasa...
<ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan kompentensi yang ingin dicapai </li></ul><ul><li>Guru menyaj...
KOOPERATIF TERPADU MEMBACA DAN MENULIS (STEVEN & SLAVIN, 1995) COOPERATIVE INTEGRATED READING  AND COMPOSITION (CIRC) <ul>...
<ul><li>APA YANG DILAKUKAN? </li></ul><ul><li>BEKERJA BERPASANGAN </li></ul><ul><li>Guru membentuk tim berpasangan berjuml...
(PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH) PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI) <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menje...
MIND MAPPING <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai </li></ul><ul><li...
ROLE PLAYING <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan </li></ul...
( Khusus materi yang memerlukan peragaan atau percobaan misalnya Gussen) <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru ...
(KEPALA BERNOMOR) (SPENCER KAGAN, 1992) NUMBERED HEADS TOGETHER <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Siswa dibagi d...
(MODIFIKASI DARI NUMBER HEADS) KEPALA BERNOMOR STRUKTUR <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Siswa dibagi dalam kel...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Tugas kelompok ppt

2,941 views

Published on

tugas kelompok

Published in: Education, Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,941
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
100
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tugas kelompok ppt

  1. 1. <ul><li>KELOMPOK 6 </li></ul><ul><li>Drs Sugeng HARIANTO </li></ul><ul><li>Drs.KISWANTO </li></ul><ul><li>Badaruddin S.pd </li></ul><ul><li>H.MUHSIN S.pd I </li></ul><ul><li>Maimunah S.Pd </li></ul><ul><li>Drs.Nur Akhmad </li></ul><ul><li>Supian S.Pd </li></ul><ul><li>Suprihadi. S.Pd </li></ul><ul><li>Nurwito S.Pd </li></ul><ul><li>Imam S.Pd </li></ul><ul><li>Nanang S.Pd </li></ul>OTONOMI BELAJAR (LEANER OTONOMY) DAN BELAJAR KELOMPOK (COOPERATIVE LEARNING)
  2. 2. DEFINISI OTONOMI BELAJAR <ul><li>Adalah kemampuan untuk bertanggung jawab terhadap pembelajaran sendiri. (Henri Holec) </li></ul><ul><li>Otonomi pada dasarnya adalah masalah psikologi belajar sehubungan dengan proses dan isi pembelajaran (David Little) </li></ul>Learner Autonomy (Otonomi Belajar)
  3. 3. Lanjutan….. <ul><li>Adalah sebuah situasi dimana pelajar sama sekali tidak bertanggung jawab atas semua keputusan yang bersangkutan dengan belajar dan pelaksanaan keputusan tersebut. (Leslie Dickinson) </li></ul><ul><li>Adalah pengakuan terhadap hak-hak pembelajar dalam sistem peendidikan. (Phil Benson) </li></ul>
  4. 4. Prinsip-prinsip Otonomi Belajar <ul><li>Otonomi berarti memindahkan fokus dari mengajar untuk belajar. </li></ul><ul><li>Otonomi memungkinkan adanya pengaruh yang maksimal ke peserta didik. </li></ul><ul><li>Otonomi mendorong dan membutuhkan dukungan dan kerjasama rekan. </li></ul>
  5. 5. Lanjutan... <ul><li>Otonomi berarti membuat penggunaan nilai sendiri atau rekan. </li></ul><ul><li>Otonomi membutuhkan dan menjamin 100% diferensiasi. </li></ul><ul><li>Otonomi hanya dapat dipraktekkan dengan hasil kerja siswa yang merupakan dokumentasi belajar sebagai alat refleksi. </li></ul>
  6. 6. Lanjutan…. <ul><li>Peran guru sebagai perancang mendukung dan menciptakan ruang bagi pengembangan otonomi sangat menuntut dan sangat penting. </li></ul><ul><li>Otonomi berarti memberdayakan siswa, namun dapat membatasi ruang kelas </li></ul>
  7. 7. Aspek Otonomi Pelajar <ul><li>Adanya pilihan materi belajar sesuai dengan kebutuhan pelajar. </li></ul><ul><li>Pengaturan waktu belajar yang luwes sesuai dengan kondisi pelajar. </li></ul><ul><li>Kemajuan belajar dipantau oleh berbagai pihak dan dapat dilakukan kapan saja pelajar merasa siap. </li></ul>
  8. 8. Lanjutan…. <ul><li>Lokasi belajar dipilih sendiri oleh pelajar </li></ul><ul><li>Dilakukannya diagnosis kemampuan awal dan kebutuhan belajar peserta didik serta remidi bila kemampuan kurang atau pengecualian jika kemampuan sudah dikuasai. </li></ul><ul><li>Evaluasi belajar dilakukan dengan berbagai cara dan bentuk sesuai kondisi pelajar. </li></ul>
  9. 9. Home Schooling <ul><li>Pendidikan pelajar yang dilaksanakan di rumah dan biasanya oleh orang tua tapi kadang-kadang tutor, bukan diatur melalui pendidikan formal umum atau sekolah swasta. </li></ul>
  10. 10. <ul><li>OTONOMI BELAJAR </li></ul>Suatu tindakan yang dapat mengendalikan dan mengoptimalkan cara belajar di kelas dan di luar kelas yang lebih mengutamakan belajar dengan tata cara dalam penggunaan bahasa untuk belajar mandiri. Sebagai kapasitas untuk mempunyai tanggung jawab pada suatu tindakan dalam pelajaran yang dimiliki pada diri sendiri dimana melibatkan kemampuan dan sikap seseorang yang menguasai dan dapat dikembangkan berbagai derajat.
  11. 11. <ul><li>Salah satu aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan otonomi belajar adalah apakah kita melihatnya sebagai sebuah alat untuk mencapai tujuan belajar atau sebagai tujuan pembelajar. </li></ul>
  12. 12. Simpulan <ul><li>Otonomi belajar adalah sesuatu kesadaran atau ketegasan bahwa kita tidak bisa menerima tanggung jawab untuk pelajaran kita sendiri kecuali jika kita mempunyai beberapa gagasan untuk apa, mengapa dan bagaimana kita sedang berusaha untuk belajar. </li></ul><ul><li>Suatu kesadaran individu untuk memperkaya pengetahuan atas gagasan tersendiri. </li></ul>
  13. 13. Terima Kasih,
  14. 14. COOPERATIVE LEARNING <ul><li>OLEH : </li></ul><ul><li>KELOMPOK 6 : </li></ul><ul><li>Drs. Sugeng </li></ul><ul><li>Drs Kiswanto </li></ul><ul><li>H. Muhsin, S.Pd.I </li></ul><ul><li>Drs. Nur Ahmad </li></ul><ul><li>Badarudin, S.Pd </li></ul><ul><li>Maimunah, S.Pd </li></ul><ul><li>Supian , S.Pd </li></ul><ul><li>Suprihadi , S.Pd </li></ul><ul><li>Nurwito, S.Pd </li></ul><ul><li>Imam, S.Pd </li></ul><ul><li>Nanang, S.Pd </li></ul>
  15. 15. PENGERTIAN COOPERATIVE LEARNING Cooperative adalah strategi mengajaryang sukses dalam kelompok kecil dengan siswa pertingkat kemampuan yg berbeda-beda
  16. 16. UNSUR COOPERATIVE LEARNING <ul><li>Ketergantungan yg positif (tenggelam / berenang bersama) </li></ul><ul><li>Interaksi tatap muka (mempromosikan kesuksesan masing-masing) </li></ul><ul><li>Tanggungjawab individu dan kelompok </li></ul><ul><li>Keterampilan personal dan ketrampilan kelompok kecil </li></ul><ul><li>Proses dlm kelompok </li></ul>
  17. 17. Alasan Penggunaan Pembelajaran Kooperatif <ul><li>Meningkatkan Pembalajaran Siswa dan prestasi akademik siswa </li></ul><ul><li>Meningkatkan daya ingat siswa </li></ul><ul><li>Mempertinggi kepuasan siswa dengan pengalaman belajar mereka </li></ul><ul><li>Membantu siswa mengembangkan keterampilan dalam kumunikasi lisan </li></ul><ul><li>Mengembangkan keterampilan sosial siswa </li></ul><ul><li>Meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri siswa </li></ul><ul><li>Membantu meningkatkan hubungan positif antar siswa dari latar budaya yang berbeda </li></ul>
  18. 18. AKTIFIKAS KELAS YG MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING <ul><li>Jigsaw </li></ul><ul><li>Think Pair And Share </li></ul><ul><li>Dua tinggal dua tamu </li></ul><ul><li>Bertukar pasangan </li></ul><ul><li>Consept pasangan </li></ul><ul><li>Kooperatif terpadu membaca dan menulis </li></ul><ul><li>Pair Ches </li></ul><ul><li>Pembelajaran berdasakan masalah </li></ul><ul><li>Peta konsep </li></ul><ul><li>Role playing </li></ul><ul><li>Demonstration </li></ul><ul><li>Kepala bernomor </li></ul><ul><li>Kepala bernomor struktur </li></ul>
  19. 19. (ARONSON, BLANEY, STEPHEN, SIKES, AND SNAPP, 1978) JIGSAW (MODEL TIM AHLI) <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim </li></ul><ul><li>Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda </li></ul><ul><li>Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan </li></ul><ul><li>Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka </li></ul><ul><li>Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh </li></ul><ul><li>Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi </li></ul><ul><li>Guru memberi evaluasi </li></ul><ul><li>Penutup </li></ul>
  20. 20. + - = * + - = * + - = * + + + + - - - - = = = = * * * * + - = * Kelompok Asal Kelompok Ahli
  21. 21. (FRANK LYMAN, 1985) THINK PAIR AND SHARE <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai </li></ul><ul><li>Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru </li></ul><ul><li>Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing </li></ul><ul><li>Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya </li></ul><ul><li>Berawal dari kegiatan tersebut, Guru mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa </li></ul><ul><li>Guru memberi kesimpulan </li></ul><ul><li>Penutup </li></ul>
  22. 22. MEMBERI KESEMPATAN KEPADA KELOMPOK UNTUK MEMBAGIKAN HASIL DAN INFORMASI DENGAN KELOMPOK LAINNYA. <ul><li>Caranya : </li></ul><ul><li>Siswa bekerja sama dalam kelompok yang berjumlah 4 (empat) orang </li></ul><ul><li>Setelah selesai, dua orang dari masing-masing menjadi tamu kedua kelompok yang lain </li></ul><ul><li>Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas membagikan hasil kerja dan informasi ke tamu mereka </li></ul><ul><li>Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain </li></ul><ul><li>Kelompok mencocokkan dan membahas hasil kerja mereka </li></ul>DUA TINGGAL DUA TAMU (TWO STAY TWO STRAY) SPENCER KAGAN 1992
  23. 23. BERTUKAR PASANGAN <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru bisa menunjuk pasangannya atau siswa memilih sendiri pasangannya). </li></ul><ul><li>Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya. </li></ul><ul><li>Setelah selesai setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan yang lain. </li></ul><ul><li>Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan, kemudian pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mencari kepastian jawaban mereka. </li></ul><ul><li>Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula. </li></ul>
  24. 24. <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan kompentensi yang ingin dicapai </li></ul><ul><li>Guru menyajikan materi secukupnya </li></ul><ul><li>Guru membentuk kelompok yang anggotanya ± 4 orang secara heterogen </li></ul><ul><li>Guru Menyajikan beberapa kata kunci sesuai materi yang disajikan </li></ul><ul><li>Tiap kelompok disuruh membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat </li></ul><ul><li>Hasil diskusi kelompok didiskusikan kembali secara pleno yang dipandu oleh Guru </li></ul><ul><li>Kesimpulan </li></ul>
  25. 25. KOOPERATIF TERPADU MEMBACA DAN MENULIS (STEVEN & SLAVIN, 1995) COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen </li></ul><ul><li>Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran </li></ul><ul><li>Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas </li></ul><ul><li>Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok </li></ul><ul><li>Guru membuat kesimpulan bersama </li></ul><ul><li>Penutup </li></ul>
  26. 26. <ul><li>APA YANG DILAKUKAN? </li></ul><ul><li>BEKERJA BERPASANGAN </li></ul><ul><li>Guru membentuk tim berpasangan berjumlah 2 (dua) siswa. Setiap pasangan mengerjakan soal yang pas sebab semua itu akan membantu melatih </li></ul><ul><li>PELATIH MENGECEK </li></ul><ul><li>Apabila patner benar pelatih memberi kupon </li></ul><ul><li>BERTUKAR PERAN </li></ul><ul><li>Seluruh patner bertukar peran dan mengurangi langkah 1 – 3 </li></ul><ul><li>PASANGAN MENGECEK </li></ul><ul><li>Seluruh pasangan tim kembali bersama dan membandingkan jawaban </li></ul><ul><li>PENEGASAN GURU </li></ul><ul><li>Guru mengarahkan jawaban /ide sesuai konsep </li></ul>PAIR CHEKS SPENCER KAGEN 1993
  27. 27. (PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH) PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI) <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai dan menyebutkan sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan. Memotivasi siswa untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. </li></ul><ul><li>Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.) </li></ul><ul><li>Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah. </li></ul><ul><li>Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya </li></ul><ul><li>Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap eksperimen mereka dan proses-proses yang mereka gunakan </li></ul>
  28. 28. MIND MAPPING <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai </li></ul><ul><li>Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa dan sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban </li></ul><ul><li>Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang </li></ul><ul><li>Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi </li></ul><ul><li>Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru </li></ul><ul><li>Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi perbandingan sesuai konsep yang disediakan guru </li></ul>Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban
  29. 29. ROLE PLAYING <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan </li></ul><ul><li>Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dalam waktu beberapa hari sebelum KBM </li></ul><ul><li>Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang </li></ul><ul><li>Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai </li></ul><ul><li>Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan </li></ul><ul><li>Masing-masing siswa berada di kelompoknya sambil mengamati skenario yang sedang diperagakan </li></ul><ul><li>Setelah selesai ditampilkan, masing-masing siswa diberikan lembar kerja untuk membahas penampilan masing-masing kelompok. </li></ul><ul><li>Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya </li></ul><ul><li>Guru memberikan kesimpulan secara umum </li></ul><ul><li>Evaluasi </li></ul><ul><li>Penutup </li></ul>
  30. 30. ( Khusus materi yang memerlukan peragaan atau percobaan misalnya Gussen) <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai </li></ul><ul><li>Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan disampaikan </li></ul><ul><li>Menyiapkan bahan atau alat yang diperlukan </li></ul><ul><li>Menunjuk salah seorang siswa untuk mendemontrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan. </li></ul><ul><li>Seluruh siswa memperhatikan demontrasi dan menganalisanya. </li></ul><ul><li>Tiap siswa mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalaman siswa didemontrasikan. </li></ul><ul><li>Guru membuat kesimpulan. </li></ul>DEMONSTRATION
  31. 31. (KEPALA BERNOMOR) (SPENCER KAGAN, 1992) NUMBERED HEADS TOGETHER <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor </li></ul><ul><li>Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya </li></ul><ul><li>Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya </li></ul><ul><li>Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka </li></ul><ul><li>Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain </li></ul><ul><li>Kesimpulan </li></ul>
  32. 32. (MODIFIKASI DARI NUMBER HEADS) KEPALA BERNOMOR STRUKTUR <ul><li>Langkah-langkah : </li></ul><ul><li>Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor </li></ul><ul><li>Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomor terhadap tugas yang berangkai </li></ul><ul><li>Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya. </li></ul><ul><li>Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka </li></ul><ul><li>Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain </li></ul><ul><li>Kesimpulan </li></ul>

×