Tujuan memplj  pancasila 1
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Tujuan memplj pancasila 1

on

  • 1,132 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,132
Views on SlideShare
1,132
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
5
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Tujuan memplj  pancasila 1 Tujuan memplj pancasila 1 Presentation Transcript

  • Tujuan Mempelajari PancasilaTujuan Mempelajari Pancasila Untuk mengetahui Pancasila yangUntuk mengetahui Pancasila yang benar, yakni yang dapatbenar, yakni yang dapat dipertanggungjawabkan, baik secaradipertanggungjawabkan, baik secara yuridis konstitusional maupunyuridis konstitusional maupun secara objektif ilmiahsecara objektif ilmiah..
  • Secara Yuridis KonstitusionalSecara Yuridis Konstitusional Pancasila sebagai dasar negara yangPancasila sebagai dasar negara yang dipergunakan sebagai dasardipergunakan sebagai dasar mengatur/menyelenggarakanmengatur/menyelenggarakan pemerintahan negarapemerintahan negara
  • Secara Objektif IlmiahSecara Objektif Ilmiah Pancasila adalah suatu pahamPancasila adalah suatu paham filsafat, suatufilsafat, suatu philosophical way of thinking atauatau philosophical system  sehingga uraiannya harus logis dansehingga uraiannya harus logis dan dapat diterima oleh akal sehatdapat diterima oleh akal sehat
  • Pancasila sebagai dasar negaraPancasila sebagai dasar negara mempunyai sifat imperatif/memaksamempunyai sifat imperatif/memaksa  artinya setiap warga negara Indonesiaartinya setiap warga negara Indonesia harus tunduk/taat kepada Pancasila.harus tunduk/taat kepada Pancasila. Pengamalan dan pelaksanaan PancasilaPengamalan dan pelaksanaan Pancasila sebagaisebagai weltanschauung, yaitu, yaitu pelaksanaan Pancasila dalam hidup sehari-pelaksanaan Pancasila dalam hidup sehari- hari tidak disertai sanksi hukum, tetapihari tidak disertai sanksi hukum, tetapi mempunyai sifat mengikat,mempunyai sifat mengikat,
  • Sifat mengikat, artinya setiapSifat mengikat, artinya setiap manusia Indonesia terikat dalammanusia Indonesia terikat dalam cita-cita yang terkandung di dalamcita-cita yang terkandung di dalam Pancasila untuk mewujudkan dalamPancasila untuk mewujudkan dalam hidup dan kehidupannya, sepanjanghidup dan kehidupannya, sepanjang tidak melanggar peraturantidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.perundang-undangan yang berlaku.
  • Pancasila secara etimologis • Berasal dari bahasa Sanskerta • Ada dua macam arti (menurut Muhammad Yamin), yaitu: panca, artinya “lima” syila, artinya “batu sendi”, “alas”, atau “dasar”. syiila, artinya “peraturan tingkah laku yang penting/baik/ senonoh””
  • PancasilaPancasila secara etimologissecara etimologis • Panca-SyilaPanca-Syila  berbatu sendi yangberbatu sendi yang lima, berdasar yang lima atau limalima, berdasar yang lima atau lima dasardasar • Panca-SyiilaPanca-Syiila  lima aturan tingkah lakulima aturan tingkah laku yang pentingyang penting
  • Pancasila secara historis • Awal mula dipergunakan oleh pemelukAwal mula dipergunakan oleh pemeluk agama Budhaagama Budha pancasila berarti limapancasila berarti lima aturan yang harus ditaati dan dilaksanakanaturan yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh para penganut agama Budhaoleh para penganut agama Budha
  • Lima aturan atau lima pantangan : • Panatipata veramani sikkhapadam samadiyami  janganlah mencabut nyawa setiap yang hidup • Adinnadana veramani sikkhapadam samadiyami janganlah mengambil barang yang tidak diberikan. • Kameshu micchacara veramani skkhapadam  janganlah berhubungan kelamin yang tidak sah dengan perempuan.
  • • Musawada veramani skkhapadam samadiyami  janganlah berkata palsu. • Sura-meraya-majja-pamadatthana veramani  jangannlah meminum minuman yang menghilangkan pikiran.
  • • Dalam kesusteraan Jawa Kuno, pada jaman Majapahit • Pancasila  lima dasar • Istilah Pancasila sejak jaman Majapahit (abad XIV) di dalam buku “Nagarakertagama” karangan Prapanca dan buku “Sutasoma” karangan Tantular.
  • Dalam buku Negarakertagama dalam sarga 53 bait ke 2 berbunyi: “Yatnanggegwani pancasyila kertasangskarabhisekakakrama”  (Raja) mennjalankan dengan setia kelima pantangan (Pancasila) itu, begitu pula upacara-upacara ibadat dan penobatan- penobatan.
  • Dalam buku “Sutasoma” istilah Pancasila disamping mempunyai arti berbatu sendi yang kelima (dari bhs Sansekerta), juga mempunyai arti pelaksanaan kesusilaan yang lima (Pancasila Krama), yaitu: 1) tidak boleh melakukan kekerasan; 2) tidak boleh mencuri; 3) tidak boleh berjiwa dengki; 4) tidak boleh berbohong; 5) tidak boleh mabuk minuman keras.
  • Setelah Majapahit runtuh dan agama Islam tersebar di seluruh Indonesia • Ajaran moral Budha masih dikenal dalam masyarakat Jawa sebagai lima larangan (pantangan, wewaler, pamali), isinya: “Ma-lima”  mateni, maling, madon, madat, main. • Lima larangan moral ini sampai sekarang dalam masyarakat Jawa masih dikenal dan menjadi pedoman moral, tetapi namanya bukan Pancasila, tetap Ma-lima
  • Pancasila secara terminologis • Istilah Pancasila tgl 1 Juni 1945 digunakan pertama kali oleh Ir. Soekarno yang mengusulkan lima dasar bagi Negara Indonesia: - Kebangsaan Indonesia - Internasionalisme atau Perikemanusiaan - Mufakat atau Demokrasi - Kesejahteraan Sosial - Ketuhanan yang berkebudayaan
  • • Sebelumnya tgl 29 Mei 1945 Mr. Muhammad Yamin secara lisan mengusulkan lima asas dan dasar negara kebangsaan Republik Indonesia, yaitu: - Peri Kebangsaan - Peri Kemanusiaan - Peri Ketuhanan - Peri Kerakyatan - Kesejahteraan Rakyat Secara tertulis M. Yamin mengusulkan: - Ketuhanan Yang Maha Esa - Kebangsaan Persatuan Indonesia - Rasa Kemanusiaan yang adil dan beradab - Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan - Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
  • Kemudian Ir. Soekarno juga mengemukakan usul alternatifnya, dari lima rumusan diringkas menjadi tiga rumusan yang diberi nama Tri Sila, yaitu: 1. Kebangsaan Indonesia 2. Internasionalisme atau Perikemanusiaan 3. Mufakat atau Demokrasi 4. Kesejahteraan Sosial 5. Ketuhanan yang berkebudayaan 1. Sosio Nasionalisme 2. Sosio Demokrasi 3. Ketuhanan Kemudian yang tiga tersebut diusulkan pula diperas lagi menjadi satu disebut Eka Sila  Gotong-Royong
  • Panitia Kecil (Panitia Sembilan) memusyawaratkan dua usulan rumusan dan menghasilkan rumusan Rancangan Mukadimah Hukum Dasar yang dinamakan Jakarta Charter atau Piagam Jakarta Dalam Piagam Jakarta rumusan Pancasila sebagai berikut: - Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya - Kemanusiaan yang adil dan beradab - Persatuan Indonesia - Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan - Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
  • Tanggal 14 Juli 1945 Piagam Jakarta diterima Rancangan Mukadimah Hukum Dasar oleh BPUPKI dan disahkan sebagai Pembukaan UUD RI PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945
  • Pada tanggal 18 Agustus 1945 PPKI mengessahkan Undang-Undang Dasar Negara yaitu UUD 1945 yang terdiri dari dua bagian: Pembukaan dan Batang Tubuh • Rumusan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945Rumusan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 - Ketuhanan Yang Maha Esa- Ketuhanan Yang Maha Esa - Kemanusiaan yang adil beradab- Kemanusiaan yang adil beradab - Persatuan Indonesia- Persatuan Indonesia - Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat- Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilanperwakilan - Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia- Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia