PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN PADA KANTOR PT. JASA RAHARJA               TANJUNGPINANG      ...
MOTTO“ Hidup Berakal, Mati Beriman”(Ayahanda Zakaria Ak)“Awalnya cita-cita besar itu dipandang tak mungkin terjadi (imposi...
KATA PENGANTARAssalamu’alaikum Wr.Wb.       Tiada kata dan syair yang lebih indah dan agung selain panjatkan puji dansyuku...
meluangkan waktu dan kesempatan untuk memberikan bimbingan dengan penuhkesabaran kepada peneliti, sehingga penyusunan lapo...
bimbingan agar dalam penulisan yang akan datang dapat menjadi lebih baik. Danpenulis berharap semoga skripsi ini dapat mem...
ABSTRAK         Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki satu atau beberapa kelebihanyang khas sebagai predisposisi a...
ABSTRACT       Leader is a person who has one or several distinct advantages as a predisposingor inborn talent and the nee...
DAFTAR ISIHALAMAN PENGESAHANHALAMAN PERNYATAANHALAMAN TANDA TANGAN TIM PENGUJIHALAMAN MOTTOKATA PENGANTAR ...................
A. Analisis Koefisien Korelasi…………………………………………... 99         B. Uji Hipotesis………………………………………………………….103BAB V : KESIMPULAN ...
DAFTAR TABELTabel I.1    Jumlah populasi dan Sampel ................................................................      ...
Tabel IV.44   Pekerjaan yang menantang .................................................................. 99Tabel IV.45   ...
DAFTAR GAMBARGambar 1 hubungan variabel Gaya Kepemimpinan Terhadap Motivasi kerja……….11Gambar 2 Uji signifikansi koefisien...
DAFTAR LAMPIRAN1. Surat Keputusan Penetapan Komisi Pembimbing Skripsi Mahasiswa FISIP   UMRAH2. Surat Keputusan Dosen Pene...
BAB 1                              PENDAHULUAN1. LATAR BELAKANG     Masyarakat    modern    sekarang    ini   sangat    be...
kepemimpinan atau kepemimpinan yang handal dan motivasi yang tinggi danterarah.      Sebagaimana yang dikemukakan Thoha (2...
Secara sederhana kepemimpinan itu sendiri menurut Rivai (2007:3) adalahsebuah alat, sarana atau proses untuk membujuk oran...
“Gaya kepemimpinan mempengaruhi motivasi kerja karyawan dan sehinggameningkatkan kinerja karyawan. Peran gaya kepemimpinan...
jawab untuk memupuk dana melalui iuran dan sumbangan wajib berdasarkanUndang-undang No. 33 dan 34 Tahun 1964 yang selanjut...
Raharja Tanjungpinang yang sebagai sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN)yang lebih berorientasai kepada pelayanan masyara...
bawahan dengan pimpinan. Contoh kasus ; dalam keadaan          kerja dalam kantor seakan bawahan dalam keaadaan tekanan   ...
Berdasarkan uraian dari fenomena tersebut diatas penulis tertarik untukmelakukan penulisan dengan judul “Pengaruh Gaya Kep...
b) Untuk mengetahui motivasi kerja karyawan pada kantor PT. Jasa              Raharja Tanjungpinang.          c) Untuk men...
bahwa untuk dapat mengindentifikasikan dan dapat diaplikasikanya suatu proses,gaya kepemimpinan dalam pengambilan keputusa...
5) Hipotesis                                  Gambar 1          Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Motivasi Kerja Karyawa...
4. Delegasib. Variabel Terikat (Y) : Motivasi Kerja, yang terdiri dari indikator sebagai    berikut :       1. Kebutuhan f...
       Inspeksi pekerjaan para bawahan,             Mekanisme pengambilan keputusan yang terpusat,             Memperha...
pada Kantor Jasa Raharja Tanjungpinang dengan pengukuran      yaitu :               Memberikan      kepercayaan    setiap...
    Keselamatan kerja          situasi kerja yang nyaman          Jaminan karirc. Kebutuhan sosial, adalah kebutuhan ka...
   Kesempatan untuk mengungkapkan ide atau gagasan                         pekerjaan.7. Metode Penelitian       A. Jenis ...
b) Belum pernah dilakukan penelitian pada PT. Jasa Raharja Tanjungpinang      C. Populasi dan sampel       Populasi menuru...
Tabel 1.1                             Jumlah populasi dan sampel                                   JUMLAH        JUMALH   ...
dengan cara membaca buku-buku serta literatur yang terkait dengan masalahpenelitian.E. Teknik dan Alat Pengumpulan Data Ad...
digunakan bila berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja,           gejala-gejala alam dan bila responden yang diama...
dengan alternatif-alternatif jawaban yang dipilih dari masing-masing pertanyaan,dengan pilihan jawaban a =3, b=2, c=1     ...
3. Rendah dikategorikan Kurang Baik        Analisa data yang dipergunakan adalah analisa data secara kuantitatifsedangkan ...
Tabel 2                   Pedoman untuk memberikan interprestasi                            Koefisien korelasi            ...
BAB II                               LANDASAN TEORI1. Pengertian Kepemimpinan       Kepemimpinan menurut Locke dalam buku ...
komunikasi.     Kejelasan informasi dan data akan mempengaruhi kinerjapengikutnya, (3) Kepemimpinan memfokuskan pada upaya...
mereleasasikan tugas pokok masing-masing sebagai bagian tugas              dari organisasi.       Gibson (1993:134), Menya...
namun harus disesuaikan dengan karakter-karakter tingkat kemampuan dalamtugas setiap bawahannya. Pemimpin yang efektif dal...
memiliki kemampuan dan keyakinan untuk memikul tanggung jawab dalampengarahan prilaku mereka sendiri.        Dalam pendeka...
Menurut Hersey dan Blanchard (dalam Rivai 2007:24) Pengembanganteori kontegensi melahirkan teori-teori yaitu:       1. Teo...
Lebih jauh, menurut teori jalur – tujuan, prilaku seseorang pemimpinbersifat motivasional sejauh : (1) membuat memerlukan ...
Untuk    mempermudah      pemahaman      motivasi   kerja,    dibawah    inidikemukakan pengertian motif, motivasi dan mot...
akan keselamatan dan keamanan, kebutuhan akan kebersamaan dan kasih sayang,kebutuhan akan aktualisasi diri.        Kebutuh...
3) Faktor Komunikasi         komunikasi yang lancar adalah komunikasi terbuka dimana informasi         mengalir secara beb...
dan dorongan kepada orang lain, dalam hal ini karyawannya untuk mengambiltindakan-tindakan,   Pemberian   dorongan   ini  ...
sesuai dengan bidang tugasnya. dapat disimpulkan bahwa beberapa             ukuran untuk mengukur disiplin kerja yang anta...
5. Usaha-usaha pemimpin terhadap motivasi       Agar terdapat sifat kerja yang positif pada para bawahan menurut gagasanHe...
c. Pekerjaan itu sendiri (the work it self)            Pemimpin membuat usaha-usaha yang riil dan meyakinkan,     sehingga...
mencapai sasaran atau menyelesaikan suatu tugas maupun mengatasi persoalanatau tantangan yang dihadapinya. Salah satu kara...
Menurut Ulrich tugas kepemimpinan masa depan adalah : (a) Mengalihkanharapan    menjadi   tindakan,   (b)   Menyadarkan   ...
hampir disemua situasi menghasilkan prestasi tingkat absensi dan perputaranrendah serta kepuasan yang tinggi ”Maksudnya ad...
BAB III                 GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN1. SEJARAH BERDIRI        Sejarah berdirinya Jasa Raharja tidak ter...
Peraturan Pemerintah tersebut ditetapkan tanggal 16 Januari 1960, namunberlaku surut sampai tanggal 3 Desember 1957.      ...
No.             NAMA LAMA                            NAMA BARU            Llyod di Jakarta.         3. NV Brandwaarberg Ma...
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
M.alamfadillah
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

M.alamfadillah

2,613 views

Published on

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,613
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
87
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

M.alamfadillah

  1. 1. PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN PADA KANTOR PT. JASA RAHARJA TANJUNGPINANG Skripsi Oleh : MUHAMMAD ALAMFADILLAH NIM. 080563201024 PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS MARITIM RAJA HAJI TANJUNGPINANG 2012
  2. 2. MOTTO“ Hidup Berakal, Mati Beriman”(Ayahanda Zakaria Ak)“Awalnya cita-cita besar itu dipandang tak mungkin terjadi (imposible)lalu mungkin (probable), dan sering kali terjadi”(Christopher reeve) Skripsi ini kupersembahan untuk :  Ayah dan Ibu tercinta sebagai tanda bakti terima kasihku atas setiap doa disetiap langkah cita - citaku.  Mak long, Pak long, icong, Mbak, adikku deli dan Ayi yang ku Sayangi  Almamater yang kubanggakan.
  3. 3. KATA PENGANTARAssalamu’alaikum Wr.Wb. Tiada kata dan syair yang lebih indah dan agung selain panjatkan puji dansyukur kekhadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat serta karunianya kepadapeneliti. Dalam perjuangan yang menghabiskan banyak pikiran, tenaga dan emosisehingga akhirnya dapat menyelesaikan penyusunan laporan skripsi dengan judul“PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI KERJAKARYAWAN PADA KANTOR PT. JASA RAHARJA TANJUNGPINANG”. Penulisan skripsi ini membahas tentang pengaruh gaya kepemimpinan terhadapmotivasi kerja karyawan pada kantor PT. Jasa Raharja Tanjungpinang, ini dimaksudkansebagai syarat untuk mendapatkan gelar kesarjanaan dibidang ilmu sosial dan politikpada Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang, Jurusan Ilmu AdministrasiNegara. Terwujudnya laporan skripsi ini juga tidak terlepas dari bantuan, bimbingan, doaserta nasihat hidup yang sangat berharga serta menyentuh sisi insan peneliti dariberbagai pihak. Untuk itu sudah selayaknya peneliti dengan segala ketulusan hati inginmenyampaikan terimakasih yang mendalam dan rasa hormat yang tulus kepadaayahanda Zakaria Ak dan Ibunda Gadi Suryana, yang selalu memberikan dukungan baikmoril maupun materil, kasih sayang juga doa yang tiada hentinya serta kenangan indahpenuh makna kepada peneliti. Perkenankanlah peneliti untuk mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya Dalam penyusunan laporan skripsi ini yang telah memberikan dukungan, i
  4. 4. meluangkan waktu dan kesempatan untuk memberikan bimbingan dengan penuhkesabaran kepada peneliti, sehingga penyusunan laporan skripsi ini dapat diselesaikan.1. Bapak Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang2. Bapak Dr. Rumzi Samin,M.Si , selaku pembimbing utama dan sebagai Dekan FISIP UMRAH Tanjungpinang3. Ibu Wahjoe Pangoestoeti,M.Si, selaku Ketua program studi Ilmu Administrasi Negara FISIP UMRAH Tanjungpinang.4. Bapak Alfiandri,M.Si selaku pembimbing kedua dan sebagai sekretaris program studi Ilmu Administrasi Negara FISIP UMRAH Tanjungpinang.5. Bapak, Ibu dosen selaku staff pada program studi ilmu administrasi Negara FISIP UMRAH Tanjungpinang.6. Pimpinan PT. Jasa Raharja beserta karyawan yang telah membantu peneliti selama melakukan penelitian. Selanjutnya tak lupa peneliti ucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnyakepada :1. Mak long dan Pak long tercinta roslita dan Sugianto. Makasih yang telah memberikan kasih sayangnya dan mendukung serta memberikan semangat untuk mempercepat menyelesaikan laporan skripsi.2. Adik-adikku ku tercinta, Dinda Deli Zakaria dan Hari sugianto yang selalu menghiburku.3. Rekan-Rekan Seperjuangan Mahasiswa dan Mahasiswi Jurusan administrasi Negara “08 Pagi : Ogik, Imam,Turi, Bento, Ts, Gunawan, Rian, tika, Ulan Penulis juga menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh darikesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritikan maupun ii
  5. 5. bimbingan agar dalam penulisan yang akan datang dapat menjadi lebih baik. Danpenulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan banyak manfaat bagi kita semua. Akhir kata semoga segala amal kebaikan dari semua pihak yang telahmembantu peneliti dalam penyelesaian laporan skripsi ini mendapatkan pahala yangsetimpal dari Allah SWT. Wassalamu’alaikum Wr.Wb. Tanjungpinang, Juli 2012 Muhammad Alamfadillah iii
  6. 6. ABSTRAK Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki satu atau beberapa kelebihanyang khas sebagai predisposisi atau bakat yang dibawa sejak lahir dan merupakankebutuhan dari situasi atau zaman, sehingga mempunyai kekuasaan dan kewibawaanuntuk mengarahkan dan membimbing para bawahan serta mendapatkan pengakuan dandukungan dari bawahannya. Seorang pemimpin harus dapat mempengaruhi bawahannyauntuk melaksanakan tugas yang diperintahkan tanpa paksaan sehingga bawahan secarasukarela akan berperilaku dan berkinerja sesuai tuntutan organisasi melalui arahanpimpinannya. Gaya kepemimpinan yang diterapkan pada sebuah organisasi selalu berbeda-beda, semua itu tergantung pada tugas, fungsi dan tujuan yang ditugaskan kepada parabawahannya. Dalam skripsi ini penulis membahas tentang Pengaruh GayaKepemimpinan Terhadap Motivasi Kerja Karyawan Pada Kantor PT. Jasa RaharjaTanjungpinang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat asosiatif yaitupenelitian yang mencari pengaruh/hubungan antara satu variabel dengan variabellainnya. data yang digunakan adalah data primer berupa kuesioner. Populasi daripenelitian ini sebanyak 10 orang sedangkan sampel penelitian ini juga sebanyak 10orang yang dikatakan sampel jenuh. teknik analisis data dengan menggunakan metodestatistik dengan alat ukur skala likert. Analisa data secara kuantitatif dan melihatpengaruh menggunakan teknik koefisien korelasi rank spearman (rs). Pimpinan PT. Jasa Raharja Tanjungpinang menggunakan gaya instruksi dalammemberikan perintah dan pimpinan masin mempergunakan otoritasnya sebagaipemegang kekuasaan tertinggi. Dan Dari hasil pengujian hipotesis pengaruh gayakepemimpinan terhadap motivasi kerja karyawan ternyata mempunyai pengaruh positifdan signifikan, karena berdasarkan data hasil analisis korelasi Rank Spearman, terlihatbahwa antara gaya kepemimpinan dan motivasi terdapat angka korelasi sebesar 0,757,dari uji hipotesis yang melihat derajat kebebasan dengan taraf signifikan 5% terlihatpada Rho tabel sebesar 0,738, sehingga dapat ditafsirkan R hitung > r tabel = 0,757 >0,738, berarti hipotesis Ha diterima. Selanjutnya dibuktikan melalui koefisiendeterminant yaitu rxy2 = 0,7562 x 100% =57,1 %. Persentase pengaruh variabel Xterhadap variabel Y adalah sebesar 57,1% . Hasil Penelitian `menunjukkan gaya kepemimpinan berpengaruh positif dansignifikan terhadap motivasi kerja karyawan. Hal ini hendaknya menjadi perhatianpimpinan PT. Jasa Raharja Tanjungpinang dan para pimpinan lainnya yang dimana parapimpinan memperhatikan gaya yang ia terapkan pada organisasi dan para bawahannyaagar dapat memotivasi para karyawan dapat bertindak dan bekerja sebagaimana dalammewujudkan pencapaian tujuan organisasi.Kata kunci: Gaya kepemimpinan, motivasi kerja karyawan iv
  7. 7. ABSTRACT Leader is a person who has one or several distinct advantages as a predisposingor inborn talent and the needs of the situations or the time, so as to have power andAuthority to directs subordinates and guide as well as gaining recognition and supportsfrom subordinates. A leader must be able to influence his subordinates to carry outduties and instructed without force so they willingly will behave and perform accordingto the demands of the organization through leadership direction. Leadership style applied to an organization is always different; it all depends onthe duties, function and objectives assigned to his subordinates. In this Research, theauthor discusses the influence of leadership style on employee motivation in the Officeof PT. Jasa Raharja Tanjungpinang. The type of this Research used in this study is associative Research that seekinginfluence between one variable with another variable. Data used in this study is theprimary data in the form of a questionnaire. Population of the study as many as 10people, while these 10 people are also called saturated sample. Quantitative dataanalysis techniques and see the effect of using the spearman rank correlation coefficienttechnique (rs). The leader of PT. Jasa Raharja Tanjungpinang is using the type of instruction inproviding command and leadership are still using his Authority as the holder of thehighest Authority. And the result of hypothesis testing and significant influence of thestyle, because based on the result of spearman rank correlation analysis shows thatbetween leadership styles and motivation There is a correlation rate of 0,757 fromhypothesis testing to see the degrees of freedom with a significant level of 5% seen onthe table by 0,738 Rho, construed so as to calculate R> r table = 0,757 > 0,738, itmeans the hypothesis Ha is received. Further evidenced by the coefficient determinantis = 0,7572 x 100% =57,3 %. Percentage effect of the X variable to the Y variable isequal to 57,3%. The results showed a positive effect of leadership style and significant impact onemployee motivation. This should be a concern for the leader of PT. Jasa RaharjaTanjungpinang and the other leaders where the leader attention to the style that heapplied to the organization and its subordinates can motivate employees to act andwork as in realizing the achievement of organizational goals.Key Word: Relationship Style, Motivation Of Working v
  8. 8. DAFTAR ISIHALAMAN PENGESAHANHALAMAN PERNYATAANHALAMAN TANDA TANGAN TIM PENGUJIHALAMAN MOTTOKATA PENGANTAR .............................................................................................. iABSTRAK ................................................................................................................ ivDAFTAR ISI ............................................................................................................. viDAFTAR TABEL ..................................................................................................... viiiDAFTAR GAMBAR ................................................................................................ xDAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................. xiBAB I : PENDAHULUAN 1. Latar Belakang................................................................................................ 1 2. Perumusan Masalah.........................................................................................8 3. Tujuan dan Kegunaan penelitian..................................................................... 9 4. Konsep Teoritis............................................................................................... 9 5. Hipotesis........................................................................................................ 11 6. Konsep Operasional.......................................................................................12 7. Metode Penelitian.......................................................................................... 16 A. Jenis pelitian................................................................................ 16 B. Lokasi penelitian......................................................................... 16 C. Populasi dan Sampel....................................................................17 D. Jenis Data.................................................................................... 18 a. Data Primer...................................................................... 18 b. Data Sekunder................................................................. 18 E. Teknik dan Alat pengumpul Data……………………………... 19 F. Teknik Analisis Data………………………………………….. 20 a. Analisis koefisien Determinasi........................................ 22BAB II : LANDASAN TEORI 1. Pengertian Kepemimpinan………………………………………………..... 24 2. Pengertian Gaya Kepemimpinan………………………………………….... 25 3. Pengertian Motivasi Kerja………………………………………………...... 30 4. Jenis-jenis Motivasi……………………………………………………….... 35 5. Usaha-Usaha pemimpin terhadap Motivasi………………………………... 36 6. Pentingnya Kepemimpinan dalam Organisasi atau perusahaan…………..... 38 7. Pengaruh Gaya kepemimpinan terhadap Motivasi Kerja…………………... 39BAB III : GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN 1. Sejarah berdiri…………………………………………………………….... 44 2. Struktur Organisasi Perusahaan……………………………………………..48 3. Aktivitas Perusahaan……………………………………………………….. 50BAB IV : ANALISA DAN PEMBAHASAN 1. Karakteristik Responden…………………………………………………....52 2. Analisis Data………………………………………………………………. 57 A. Gaya Kepemimpinan………………………………………………….... 58 B. Motivasi Kerja………………………………………………………….. 78 3. Analisis hasil perhitungan Koefisien Korelasi……………………………. 99 vi
  9. 9. A. Analisis Koefisien Korelasi…………………………………………... 99 B. Uji Hipotesis………………………………………………………….103BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan………………………………………………………………... 106 Saran………………………………………………………………………..107DAFTAR PUSTAKA................................................................................................. 109DAFTAR RIWAYAT HIDUP vii
  10. 10. DAFTAR TABELTabel I.1 Jumlah populasi dan Sampel ................................................................ 18Tabel I.2 Skala Likert .......................................................................................... 21Tabel I.3 Pedoman Memberikan Interprestasi Koefisien Korelasi ...................... 55Tabel IV.1 Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ................................................ 56Tabel IV.2 Responden Berdasarkan umur .............................................................. 56Tabel IV.3 Responden Berdasarkan Lama Bekerja ................................................ 57Tabel IV.4 Responden berdasarkan status .............................................................. 58Tabel IV.5 Responden berdasarkan pendidikan ..................................................... 59Tabel IV.6 Instruksi yang diberikan pimpinan kepada karyawan .......................... 61Tabel IV.7 Perintah tugas yang bersifat procedural ............................................... 62Tabel IV.8 Inspeksi pekerja para bawahan ............................................................. 62Tabel IV.9 Mekanisme pengambilan keputusan yang terpusat .............................. 63Tabel IV.10 Memperhatikan setiap hasil kerja bawahan .......................................... 64Tabel IV.11 Rekapitulasi variabel gaya kepemimpinan melalui instruksi ............... 65Tabel IV.12 Mendengarkan saran dari bawahan dalam pengambilan keputusan .... 66Tabel IV.13 Menjalin komunikasi kepada bawahan ................................................ 68Tabel IV.14 Pola interaksi bersama bawahan .......................................................... 68Tabel IV.15 Rekapitulasi variabel gaya kepemimpinan melalui konsultasi ............ 69Tabel IV.16 Kemampuan mengatur strategi ............................................................ 71Tabel IV.17 Bijaksana dalam bertindak ................................................................... 72Tabel IV.18 Kemampuan meningkatkan kerjasama ................................................ 72Tabel IV.19 Rekapitulasi gaya kepemimpinan melalui partisipasi .......................... 73Tabel IV.20 Memberikan kepercayaan setiap pekerjaan kepada bawahan .............. 75Tabel IV.21 Bersama-sama menyusun program kerja ............................................. 76Tabel IV.22 Penampilan dalam berprilaku ............................................................... 76Tabel IV.23 Konsisten dalam waktu ........................................................................ 77Tabel IV.24 Bijaksana dan objektif dalam setiap keputusan .................................... 78Tabel IV.25 Rekapitulasi gaya kepemimpinan melalui delegasi .............................. 79Tabel IV.26 Gaji ....................................................................................................... 81Tabel IV.27 Sandang,pangan,papan ......................................................................... 82Tabel IV.28 Rekapitulasi motivasi kerja melalui kebutuhan fisiologis .................... 83Tabel IV.29 Keselamatan kerja ................................................................................. 84Tabel IV.30 Situasi kerja yang nyaman .................................................................... 85Tabel IV.31 Jaminan Karir ....................................................................................... 85Tabel IV.32 Fasilitas membuat nyaman dalam berkerja .......................................... 86Tabel IV.33 Rekapitulasi motivasi kerja melalui kebutuhan akan rasa aman .......... 87Tabel IV.34 Interaksi dengan atasan ........................................................................ 88Tabel IV.35 Interaksi dengan sesama rekan kerja .................................................... 89Tabel IV.36 Interaksi sesama mitra kerja .................................................................. 90Tabel IV.37 Rekapitulasi motivasi kerja melalui kebutuhan sosial ......................... 91Tabel IV.38 Penghargaan atas prestasi kerja ............................................................ 93Tabel IV.39 Pujian atas hasil kerja ........................................................................... 93Tabel IV.40 Penghargaan selalu diterima ................................................................ 94Tabel IV.41 Selalu menerima pujian atas hasil kerja ............................................... 95Tabel IV.42 Tanggapan responden bonus dari hasil kerja ....................................... 96Tabel IV.43 Rekapitulasi motivasi kerja melalui kebutuhan penghargaan .............. 97 viii
  11. 11. Tabel IV.44 Pekerjaan yang menantang .................................................................. 99Tabel IV.45 Kesempatan mengungkapkan idea atau gagasan pekerjaan ................. 100Tabel IV.46 Rekapitulasi motivasi kerja melalui kebutuhan aktualisasi ................. 101Tabel IV.47 Pengolahan data dari jawaban responden ............................................ 103 ix
  12. 12. DAFTAR GAMBARGambar 1 hubungan variabel Gaya Kepemimpinan Terhadap Motivasi kerja……….11Gambar 2 Uji signifikansi koefisien korelasi dengan uji dua pihak x
  13. 13. DAFTAR LAMPIRAN1. Surat Keputusan Penetapan Komisi Pembimbing Skripsi Mahasiswa FISIP UMRAH2. Surat Keputusan Dosen Penelaah Seminar Usulan Skripsi Mahasiswa FISIP UMRAH3. Surat Rekomendasi Penelitian dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang4. Surat Pemberitahuan Penelitian dari Badan Kesatuan Bangsa, politik, Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tanjungpinang5. Surat Keterangan Selesai Penelitian dari kantor PT. Jasa Raharja Tanjungpinang6. Lembar Kuesioner7. Hasil Kuesioner Variabel Gaya Kepemimpinan8. Hasil Kuesioner Variabel Motivasi Kerja9. Tabel Rho xi
  14. 14. BAB 1 PENDAHULUAN1. LATAR BELAKANG Masyarakat modern sekarang ini sangat berkepentingan dengankepemimpinan yang baik, yang mampu menuntun organisasi sesuai dengan azas-azas manajemen modern. Azas-azas manajemen merupakan suatu tumpuanberpikir dalam manajemen yang mempunyai dasar-dasar logika, manajemen tidaklagi dipandang sebagai suatu proses teknik yang ketat, manajemen harussistematik dan pendekatan digunakan dengan hati-hati, dan pendekatanmotivasinya yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap tujuan organisasi.Manusia pada akhirnya harus menyadari bahwa dirinya adalah anggota dari satudunia yang teratur dan mempunyai ketertiban sendiri. Segenap aspek kebudayaanmanusia merupakan bentuk tata tertib yang dinamis dan mempunyai hukum-hukum serta otonomi sendiri. Demi berjalanya suatu organisasi dibutuhkanseorang pemimpin yang memberikan sumbangan fikiran, pemberian motivasikerja terhadap karyawan agar menghasilkan kinerja yang baik, sehinggadiperlukan gaya kepemimpinan dari organisasi tersebut. Dalam sebuah perusahaan, karyawan merupakan aset penting yang wajibmereka jaga, oleh karena itu perusahaan di bidang jasa pelayanan akanmeningkatkan jasa pelayanan yang terbaik yang akan mengandalkan kinerjakaryawan diperusahaannya, maka perusahaan dituntut untuk mengoptimalkankinerja karyawan sebaik-baiknya. Salah satu upaya pendekatan dalam upayameningkatkan kinerja karyawan tersebut dapat dilakukan melalui praktek 1
  15. 15. kepemimpinan atau kepemimpinan yang handal dan motivasi yang tinggi danterarah. Sebagaimana yang dikemukakan Thoha (2010:34) yaitu ia mengatakanbahwa adapun karakteristik yang dipunyai oleh organisasi antaranya adalahketeraturan yang diwujudkan dalam susunan hirarki, pekerjaan-pekerjaan, tugas-tugas, wewenang dan tanggung jawab, sistem penggajian (reward system), sistempengendalian dan lain sebagainya. Organisasi juga merupakan suatu wadah makaorganisasi akan selalu melakukan aktivitas-aktivitasnya yang bertujuan untukmencapai tujuan dari organisasi yang ditetapkan dan ditentukan agar dapattercapainya suatu tingkat hasil organisasi yang efektif maupun efesien,sebagaimana yang dikemukakan oleh Siagian ( 2006;6 ) dalam teori organisasinyabahwa : “Organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja sama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan mana terdapat seorang/beberapa orang yang disebut atasan dan seorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan.”Dalam pembahasan ini yang dimaksud dengan organisasi adalah perusahaan, jadiuntuk mencapai tujuan perusahaan dan tujuan karyawan, hal ini bukanlahpekerjaan yang mudah dilakukan, karena efektivitas seorang pemimpin diukurdari kinerja dan pertumbuhan organisasi yang dipimpinnya serta kepuasankaryawan terhadap pimpinannya. Oleh sebab itu, seorang pemimpin harus dapatmempengaruhi bawahannya untuk melaksanakan tugas yang diperintahkan tanpapaksaan sehingga bawahan secara sukarela akan berperilaku dan berkinerja sesuaituntutan organisasi melalui arahan pimpinannya. 2
  16. 16. Secara sederhana kepemimpinan itu sendiri menurut Rivai (2007:3) adalahsebuah alat, sarana atau proses untuk membujuk orang agar bersedia melakukansesuatu secara sukarela/sukacita. Dan menurut Samsudin (2006:287)menyebutkan kepemimpinan adalah kemampuan meyakinkan dan menggerakkanorang lain agar mau bekerja sama sebagai kepemimpinan tim agar mencapai suatutujuan. Selanjutnya setiap pemimpin pada dasarnya memiliki sifat kepemimpinanyang berbeda dalam memimpin pengikutnya. Perilaku para pemimpin itu disebutdengan gaya kepemimpinan. Kepemimpinan mempunyai hubungan yang sangaterat terhadap motivasi, karena keberhasilan seorang pemimpin dalammenggerakkan orang lain dalam tujuan yang ditetapkan sangat tergantung kepadakewibawaan dan pemimpin itu juga mampu menciptakan motivasi atas orangbawahan, kolega maupun atasan pemimpin itu sendiri. Sejumlah pemimpin memiliki kharisma atau daya tarik pribadi yang luarbiasa dan para pengikutnya sangat patuh dan menghormati. Meskipun jenis-jenispemimpin lain jarang mendapat reference power ( kekuasaan atas kesukaan ),namun sumber-sumber kepeminpinan yang lainnya mereka miliki juga. Referentpower sebagian ditentukan oleh kepribadian pemimpin dan kapasitasnyamemberikan inspirasi bawahan serta memberikan harapan-harapan dan nilai-nilai. Hasil penelitian Reza (2010;108) yang dilakukan pada PT. Sinar SantosaPerkasa, Banjarnegara menunujukkan bahwa : 3
  17. 17. “Gaya kepemimpinan mempengaruhi motivasi kerja karyawan dan sehinggameningkatkan kinerja karyawan. Peran gaya kepemimpinan sangat berdampakpositif dengan gaya kepemimpinan pemimpin dalam memberikan motivasi yangtinggi kepada karyawan.” Setiap pimpinan di lingkungan organisasi kerja, selalu memerlukansejumlah pegawai sebagai pembantunya dalam melaksanakan tugas-tugas yangmenjadi volume dan beban kerja unit masing-masing. Hal ini membawakonsekuensi bahwa setiap pimpinan berkewajiban memberikan perhatian yangsungguh-sungguh untuk membina, menggerakkan dan mengarahkan semuapotensi pegawai di lingkungannya agar terwujud volume dan beban kerja yangterarah pada tujuan. Pimpinan perlu melakukan pembinaan yang sungguh-sungguh terhadap pegawai di lingkungannya agar dapat meningkatkan kepuasankerja, komitmen organisasi dan kinerja yang tinggi. Setiap pemimpin pasti beraneka ragam cara ia memimpin suatu perusahaandan mengarahkan dan mengendalikan karyawannya. Dapat dikatakan seperti apagaya kepemimpinan dari setiap pimpinan suatu organisasi mengarahkan danmengendalikan karyawannya sendiri. Pemberian motivasi kerja sangat pentingdalam meningkatkan kinerja yang baik dan semangat kerja yang tumbuh dalampencapaian tujuan dari pimpinan dan tujuan dari perusahaan itu sendiri. Motivasiyang tercipta dari gaya kepemimpinan suatu pimpinan organisasi akanmempermudah dalam teknik kerja baik secara tim, individu yang akan dengansendirinya mendirikan pondasi yang kuat suatu organisasi itu. PT. Jasa Raharja (Persero) sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara(BUMN) di bawah Departemen Keuangan adalah badan usaha yang bergerakdalam bidang perasuransian. PT. Jasa Raharja (Persero) mempunyai tanggung 4
  18. 18. jawab untuk memupuk dana melalui iuran dan sumbangan wajib berdasarkanUndang-undang No. 33 dan 34 Tahun 1964 yang selanjutnya disalurkan kembalimelalui santunan asuransi Jasa Raharja. PT. Jasa Raharja (Persero) adalah BadanUsaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang perasuransian,pembinaanya dibawah Departemen Keuangan. Yang sebagaimana diatur dari suratkeputusan menteri yang telah diperbaharui yaitu SK Menteri KeuanganNO.36.37/pmk.010/2008. Badan usaha inilah yang mengelola iuran dansumbangan wajib, guna memperbaiki peningkatan iuran dan sumbangan wajibdan selanjutnya meningkatkan santunan PT. Jasa raharja sesuai denganperkembangan perekonomian dan peningkatan kebutuhan akan kesehatansekarang dan yang akan datang. Dengan visi Menjadi perusahaan terkemuka dibidang Asuransi dengan mengutamakan penyelenggaraan program AsuransiSosial dan Asuransi Wajib sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Misi CaturBakti Ekakarsa Jasa Raharja :1. Bakti kepada Masyarakat, dengan mengutamakan perlindungan dasar dan pelayanan prima sejalan dengan kebutuhan masyarakat.2. Bakti kepada Negara, dengan mewujudkan kinerja terbaik sebagai penyelenggara Program Asuransi Sosial dan Asuransi Wajib, serta Badan Usaha Milik Negara.3. Bakti kepada Perusahaan, dengan mewujudkan keseimbangan kepentingan agar produktivitas dapat tercapai secara optimal demi kesinambungan Perusahaan.4. Bakti kepada Lingkungan, dengan memberdayakan potensi sumber daya bagi keseimbangan dan kelestarian lingkungan. Namun pada kenyataan, masih terdapat karyawan kurang mendapatkandukungan dan perhatian oleh pimpinan. Demikian halnya dengan kantor Jasa 5
  19. 19. Raharja Tanjungpinang yang sebagai sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN)yang lebih berorientasai kepada pelayanan masyarakat dibidang asuransi jiwa. Berikutnya dari pengamatan dan wawancara penulis pada saat melakukanpra survey dilokasi peneltian dan terdapat gejala-gejala atau fenomena atasmasalah sebagai berikut : a) Fenomena yang berkenaan dengan Gaya Kepemimpinan yaitu : 1. Dalam wawancara penulis bersama salah seorang informan pada Kantor Jasa Raharja Tanjungpinang pada tanggal 13 Desember 2011, menyatakan bahwa terkadang kurang jelasnya instruksi yang diberikan kepada bawahan sehingga memperlambat kinerja dari karyawan. Contoh kasus: pelaksanaan survey ahli waris ditanjungpinang, terkesan lama karena instruksi yang diberikan kurang jelas dan lambat sehingga mengganggu efesiennya kerja karyawan dan membuat bingung karyawan. 2. Berikutnya wawancara penulis bersama informan pada tanggal 13 Desember 2011. Menyatakan bahwa terkadang pula keputusan pimpinan selalu bersifat terpusat. Contoh kasus: setiap keputusan yang dibuat dan ditetapkan hampir lambat dikonfirmasikan kepada bawahan sehingga kerja bawahan menjadi mendesak dan lambat untuk dilaksanakan. 3. Selanjutnya wawancara penulis bersama informan pada tanggal 13 desember 2011, yang menyatakan rendahnya komunikasi 6
  20. 20. bawahan dengan pimpinan. Contoh kasus ; dalam keadaan kerja dalam kantor seakan bawahan dalam keaadaan tekanan sehingga suasana kantor terasa pasif.b) Fenomena yang berkenaan dengan Motivasi Kerja Karyawan yaitu: 1. Dalam wawancara penulis bersama salah seorang informan pada Kantor Jasa Raharja Tanjungpinang pada tanggal 13 Desember 2011, menyatakan para karyawan kurang bergairah dalam bekerja karena karena kecilnya ruang kerja dan tidak ada batasan antara pimpinan. Sebagai contoh: dalam melaksanakan kerja para karyawan bisa melihat karyawan lainnya bahkan pimpinan sehingga kerja seperti ada yang mengawasi. 2. Berikutnya wawncara penulis bersama informan pada tanggal 13 Desember 2011, dan menyatakan suka terlambatnya karyawan masuk kantor. Contoh kasus; masuk kantor pukul 08.00 wib. tetapi karena ada karyawan yang masuk tidak sesuai jadwal yang ditentukan, keesokan harinya karyawan lain yang terlambat dalam masuk kerja. 3. Selanjutnya wawancara penulis bersama informan pada tanggal 13 Desember 2011, yang menyatakan karyawan merasa malas karena kerja yang terlalu padat. Contoh kasus: karyawan merasa diporsir dalam kerja sehingga dalam waktu istirahat karyawan yang sangat kurang sehingga kinerja tidak optimal dari karyawan. 7
  21. 21. Berdasarkan uraian dari fenomena tersebut diatas penulis tertarik untukmelakukan penulisan dengan judul “Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadapMotivasi Kerja Karyawan pada kantor PT. Jasa Raharja Tanjungpinang.”2. Perumusan masalah Pada umumnya perusahaan menginginkan setiap karyawanya memilikimotivasi kerja yang tinggi, sehingga perusahaan dapat mencapai tujuannya. untukmencapai prestasi kerja karyawan, perusahaan kesulitan untuk menentukan carayang paling efektif dalam peningkatanya. Salah satu cara memotivasi kerja karyawan yang baik adalah denganmenerapkan kepemimpinan yang baik, kepemimpinan ini sangat pentingperananya untuk memotivasi kerja karyawan yang akan menghasilkan prestasikerja karyawan. Berdasarkan pada latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas makapenulis merumuskan permasalahan sebagai berikut : ”Bagaimana pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerjakaryawan pada kantor PT. Jasa Raharja Tanjungpinang”.3. Tujuan dan kegunaan penelitian 1) Tujuan penelitian a) Untuk mengetahui gaya kepemimpinan pada kantor PT. Jasa Raharja Tanjungpinang. 8
  22. 22. b) Untuk mengetahui motivasi kerja karyawan pada kantor PT. Jasa Raharja Tanjungpinang. c) Untuk mengetahui mengetahui besar pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja karyawan pada PT. Jasa Raharja Tanjungpinang 2) Kegunaan penelitian a. Sebagai masukan kepada kantor PT. Jasa Raharja Tanjungpinang. b. Sumber informasi bagi penelitian yang sama terutama tentang Gaya Kepemimpinan terhadap Motivasi kerja karyawan c. Bagi penulis, penelitian ini berguna untuk mengembangkan Wawasan dan menerapkan disiplin Ilmu Administrasi Negara.4. Konsep Teoritis Dalam kenyataannya gaya kepemimpinan (leadership style) senantiasamelekat pada cara-cara seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya.Dengan kata lain prilaku seorang pemimpin mempengaruhi orang lain agar maubekerja sama melahirkan gaya kepemimpinan sendiri. Menurut Thoha, (2003:67-68) Gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan oleh seorangpemimpin dalam mempengaruhi perilaku orang lain. Dari gaya ini dapat diambilmanfaatnya untuk dipergunakan sebagai pemimpin dalam memimpin bawahanatau para pengikutnya. Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yangdipergunakan oleh seseorang pemimpin pada saat mencoba mempengaruhiperilaku orang lain atau bawahan. Adapun tugas pokok atau tugas utama pemimpin dalam menjalankanfungsinya adalah pengambilan keputusan, maka Thoha (2003:70) mengemukakan 9
  23. 23. bahwa untuk dapat mengindentifikasikan dan dapat diaplikasikanya suatu proses,gaya kepemimpinan dalam pengambilan keputusan tersebut dapat diintensifikasisebagai berikut : 1. Gaya Instruksi 2. Gaya Konsultasi 3. Gaya Partisipasi 4. Gaya delegasi Selanjutnya akan dikemukakan pengertian dari motivasi kerja MenurutManullang (2000:194) motivasi kerja adalah pekerjaan yang dilakukan olehseseorang manajer dalam memberikan inspirasi, semangat dan dorongan kepadaorang lain, dalam hal ini karyawanya untuk mengambil tindakan-tindakan. Selanjutnya Maslow dalam Hasibuan (2007:104) dalam teorinyamenjelaskan bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki kebutuhan pokokyang dapat digambarkan sebagai 5 tingkatan dalam bentuk piramid yang dikenaldengan sebutan Hirarki Kebutuhan Maslow. Kebutuhan ini dimulai darikebutuhan biologis dasar sampai kebutuhan psikologis yang lebih kompleks.Kebutuhan yang lebih kompleks akan muncul dengan sendirinya setelahkebutuhan yang lebih dasar terpenuhi baik secara penuh maupun secara sebagian. 1) Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya) 2) Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya) 3) Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan orang lain, diterima, memiliki) 4) Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan dukungan serta pengakuan) 5) Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik: keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan aktualisasi diri: mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya) 10
  24. 24. 5) Hipotesis Gambar 1 Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Motivasi Kerja Karyawan Gaya Kepemimpinan (X) Motivasi Kerja(Y) 1. Kebutuhan fisiologis 5. 2. 2. Kebutuhan akan rasa 6.1. Instruksi aman 2. Konsultasi. 3. Kebutuhan sosial 3. Partisipasi 4. Kebutuhan 4. Delegasi penghargaan (Variabel Bebas) (Variabel Terikat) 5. Kebutuhan aktualisasi diri (Variabel Bebas) (Variabel Terikat) Hipotesis yang digunakan pada penelitian ini adalah : Ho : p = 0 : Tidak ada pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja karyawan. Ha : p ≠ 0 : Gaya Kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Motivasi Kerja karyawan. Kriteria pengujian yaitu: Ho = 0,jika t hitung ≤ t tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak. Ha ≠ 0,jika t hitung ≥ t tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak.a. Variabel Bebas (X): Gaya Kepemimpinan, yang terdiri dari indikator sebagai berikut: 1. Instruksi 2. Konsultasi 3. Partisipasi 11
  25. 25. 4. Delegasib. Variabel Terikat (Y) : Motivasi Kerja, yang terdiri dari indikator sebagai berikut : 1. Kebutuhan fisiologis 2. Kebutuhan akan rasa aman 3. Kebutuhan sosial 4. Kebutuhan penghargaan 5. Kebutuhan aktualisasi diri6. Konsep Operasional Untuk menghindari adanya penafsiran yang berbeda mengenai variabelpenelitian, maka penulis perlu kiranya untuk menjelaskan konsep yang jelasmengenai variabel-variabel penelitian. Berikut ini dikemukakan definisi darimasing-masing variabel, yaitu : 1) Gaya kepemimpinan dalam penelitian ini yaitu segenap keseluruhan aktivitas untuk dapat mempermudah pimpinan dalam menggerakkan dan mengarahkan karakteristik perilaku bawahan kepada pencapaian tujuan organisasi pada kantor Jasa Raharja Tanjungpinang dengan sub variabel (dimensi) yaitu : a. Instruksi, adalah suatu cara seorang pemimpin dalam memberikan perintah dengan gaya atau tipe instruksi kepada bawahan dalam mencapai tujuan dan kinerja karyawan dalam organisasi pada Kantor Jasa Raharja Tanjungpinang dengan pengukuran yaitu :  Perintah tugas yang bersifat prosedural, 12
  26. 26.  Inspeksi pekerjaan para bawahan,  Mekanisme pengambilan keputusan yang terpusat,  Memperhatikan setiap hasil kerja bawahan.b. Konsultasi, adalah suatu cara seorang pimpinan dalam memberikan perintah dengan gaya atau tipe konsultasi kepada bawahan dalam mencapai tujuan dan prestasi kerja karyawan dalam organisasi pada Kantor Jasa Raharja Tanjungpinang dengan pengukuran yaitu:  Mendengarkan ssaran dari bawahan dalam pengambilan keputusan,  menjalin komunikasi kepada bawahan,  Pola interaksi bersama bawahan.c. Partisipasi, adalah suatu cara seorang pimpinan dalam memberikan perintah dengan gaya atau tipe partisipasi kepada bawahan dalam mencapai tujuan dan kinerja karyawan dalam organisasi pada Kantor Jasa Raharja Tanjungpinang dengan pengukuran yaitu :  Kemampuan mengatur strategi,  Bijaksana dalam bertindak,  Kemampuan meningkatkan kerjasama.d. Delegasi, adalah suatu cara seorang pimpinan dalam memberikan perintah dengan gaya atau tipe delegasi kepada bawahan dalam mencapai tujuan dan prestasi kerja karyawan dalam organisasi 13
  27. 27. pada Kantor Jasa Raharja Tanjungpinang dengan pengukuran yaitu :  Memberikan kepercayaan setiap pekerjaan kepada bawahan,  Bersama-sama menyusun program kerja,  Penampilan dalam berprilaku,  Konsisten dalam waktu,  Bijaksana dan objektif dalam setiap keputusan.2) Motivasi Kerja dalam penelitian ini, yaitu usaha untuk mendorong seseorang agar mau merubah sikap dan prilaku sehingga pencapaian hasil kerja yang baik dan terlaksananya tujuan yang diinginkan oleh organisasi pada Kantor Jasa Raharja Tanjungpinang dengan sub variabel (dimensi) yaitu : a. Kebutuhan Fisiologis, adalah kebutuhan yang mendasar pada karyawan dapat mempertahankan hidupnya pada Karyawan Kantor Jasa Raharja Tanjungpinang dengan pengukuran yaitu :  Gaji,  Sandang,Pangan, dan Papan. b. Kebutuhan Akan Rasa Aman, adalah kebutuhan untuk terbebas dari ancaman fisik dan perampasan kebutuhan pokok atau kebutuhan akan akan perlindungan diri dan hal-hal menyangkut pekerjaan masa depan karyawan Jasa Raharja Tanjungpinang dengan pengukuran yaitu : 14
  28. 28.  Keselamatan kerja  situasi kerja yang nyaman  Jaminan karirc. Kebutuhan sosial, adalah kebutuhan karyawan dalam memiliki banyak mitra di organisasi sehingga karyawan dalam suatu organisasi memerlukan berinteraksi sesama karyawan, atasan dan menumbuhkan pengakuan atas prestasi kerja pada karyawan Kantor Jasa Raharja Tanjungpinang dengan pengukuran yaitu :  Interaksi dengan Atasan  Interaksi dengan sesama rekan kerjad. Kebutuhan Penghargaan, adalah kebutuhan akan pengakuan rasa hormat dari diri orang lain yang mereka bermanfaat dan memiliki pengaruh terhadap organisasi pada karyawan Kantor Jasa Raharja Tanjungpinang dengan pengukuran yaitu :  Penghargaan atas prestasi kerja,  Pujian atas Hasil kerja.e. Kebutuhan aktualisasi diri, adalah kebutuhan untuk memaksimalkan potensi karyawan dan menunjukkan keahlian dengan mengerjakan hal-hal yang menantang dan kesempatan untuk mengungkapkan ide atau gagasan pekerjaan pada Kantor Jasa Raharja Tanjungpinang dengan pengukuran yaitu :  Pekerjaan yang menantang, 15
  29. 29.  Kesempatan untuk mengungkapkan ide atau gagasan pekerjaan.7. Metode Penelitian A. Jenis penelitian Penelitian yang dilakukan ini bersifat Asosiatif, yaitu penelitian yangmencari hubungan antara satu variabel dengan variabel lain. Sugiyono (2009:11)menjelaskan bahwa: “Pada penelitian Asosiatif minimal terdapat dua variabel yang dihubungkan. Jadi penelitian asosiatif ini merupakan suatu penelitian yang mencari hubungan/pengaruh antara satu variabel dengan variabel lain. Hubungan/pengaruh antara variabel ada tiga bentuk yaitu: simetris, kausal dan interaktif “. Berdasarkan pendapat tersebut maka dapat dipahami bahwa masalah GayaKepemimpinan dan Motivasi Kerja merupakan konsep yang abstrak ataufenomena sosial yang perlu diteliti untuk mengetahui hubungan di antara keduakonsep/variabel tersebut dengan menggunakan penelitian Asosiatif. Demikian, penelitian ini bermaksud untuk mengumpulkan data tentangGaya Kepemimpinanan dan Motivasi Kerja yang kemudian hasilnyadideskripsikan atau digambarkan secara jelas sebagaimana kenyataan di lapangan. B. Lokasi Penelitian Yang menjadi lokasi penelitian ini adalah pada kantor PT Jasa Raharja Tanjungpinang yang terletak jalan engku putri no 5 Tanjungpinang. Dan alasan penulisuntuk melakukan penelitian dikantor PT. Jasa raharja Tanjungpinang karena a) ingin mengetahui gaya kepemimpinan dan motivasi kerja karyawan pada lokasi ini. 16
  30. 30. b) Belum pernah dilakukan penelitian pada PT. Jasa Raharja Tanjungpinang C. Populasi dan sampel Populasi menurut Sugiyono (2010:80) adalah wilayah generalisasi yangterdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yangditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Jadipopulasi bukan hanya orang tetapi juga benda - benda alam yang lain. Populasijuga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapimeliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh objek/subjek itu. Sampel menurut Sugiyono (2010:81) adalah bagian dari jumlah dankarakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Dalam pengambilan sampelArikunto (2006:134) mengemukakan pendapat sebagai berikut : “sebagaipermulaan apabila subjek penelitian yang kurang dari 100, lebih baik populasitersebut diambil semua, sehingga penelitian terus bisa dikatakan sebagaipenelitian populasi, selanjutnya jika subjeknya lebih besar, dapat diambil antara10% - 15% atau 20% - 25%”, selanjutnya penelitian akan menggunakan tekniksampling jenuh, sesuai dengan pendapat Sugiyono (2010:85) yang menerangkan“sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasidigunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatifkecil, kurang dari 30 orang. Berdasarkan kutipan tersebut maka ini yang menjadi sampel adalah karyawandengan jumlah sampel 10 orang. 17
  31. 31. Tabel 1.1 Jumlah populasi dan sampel JUMLAH JUMALH PRESENTASE No JABATAN POPULASI SAMPEL (%) (orang) (orang) 1 Bagian Klaim 3 3 100 1 Bagian Keuangan 3 3 100 2 Administrasi 2 2 100 3 PKWT 2 2 100 Jumlah 10 10 100 Sumber : Kantor Jasa Raharja Tanjungpinang, Tahun 2012 D. Jenis dataDalam penelitian ini sumber data yang digunakan yaitu :a. Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya (responden) yaitu melalui kuesioner, yang merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang diajukan dengan cara memberikan daftar pertanyaan yang bersifat tertutup kepada responden mengenai permasalahan yang sedang diteliti.b. Data sekunder merupakan data primer yang yang diperoleh lebih lanjut dan disajikan baik oleh pengumpul data primer atau perihal lainnya. Penulis didalam mendapatkan data sekunder dengan cara mempelajari buku-buku serta literatur yang berkaitan dengan penelitian. Selain itu penulis juga melakukan pengutipan langsung dari teori-teori yang menjadi landasan didalam penulisan skripsi ini, dimana penulisan ini langsung dilakukan 18
  32. 32. dengan cara membaca buku-buku serta literatur yang terkait dengan masalahpenelitian.E. Teknik dan Alat Pengumpulan Data Adapun teknik dan alat yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Penelitian kepustakaan dan dokumentasi, yaitu dimaksud memperoleh data yang bersifat teoritis, yaitu dengan mengumpulkan bahan-bahan dari catatan kuliah yang penulis ikuti selama perkuliahan. Disamping itu juga dilakukan dengan membaca buku-buku, literatur - literatur, dan beberapa penelitian yang dilakukan saat ini sebagai dasar perbandingan dalam pembahasan, hal ini tentu hanya terbatas pada buku-buku yang ada hubunganya dengan masalah yang dibahas. 2. Angket, yaitu mengumpulkan data dengan memberikan daftar pertanyaan kepada responden secara tertulis sebagai subjek yang dibutuhkan untuk memberikan gambaran kegiatan maupun data yang diperlukan dalam penelitian. Angket ini dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan terstruktur. kuesioner yang digunakan dalam bentuk pilihan objektif dan menyilangi jawaban yang dianggap benar. Selanjutnya penulis menyebarkan Angket tersebut kepada 10 orang responden secara langsung. Hal ini dimaksudkan agar penulis memperoleh data yang akurat. 3. Observasi, yaitu suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses pengamatan dan ingatan. Observasi 19
  33. 33. digunakan bila berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar. 4. Penelusuran Data On Line Penelusuran data On Line adalah tata cara melakukan penelusuran data melalui media on line seperti internet atau media jaringan lainya yang menyediakan fasilitas on line, sehingga memungkinkan peneliti dapat memanfaatkan data-data on line yang berupa data maupun informasi teori, secepatnya atau semudah mungkin dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis (Bungin, 2009:125). Adapun sumber data on line berasal dari internet pada penelitian ini yaitu yang memuat teori-teori gaya kepemimpinan dan lain sebagainya yang berkaitan dengan penelitian ini.8. Teknik analisis data Analisis data merupakan suatu proses penyederhanaan data ke dalambentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan. Dengan menggunakanmetode kuantitatif, diharapkan akan didapatkan hasil pengukuran yang lebihakurat tentang respon yang diberikan oleh responden, sehingga data yangberbentuk angka tersebut dapat diolah dengan menggunakan metode statistik. Alat ukur yang dipakai adalah dengan menggunakan skala Likert dandiolah dengan metode statistik. Skala Likert digunakan untuk menggukur sikap,pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.(Sugiyono, 2006:86). Untuk mengisi skala likert dalam instrument penelitian telahdisediakan alternatif jawaban dari setiap butir jawaban 1 sampai 3 disesuaikan 20
  34. 34. dengan alternatif-alternatif jawaban yang dipilih dari masing-masing pertanyaan,dengan pilihan jawaban a =3, b=2, c=1 Tabel 1.2 Skala Likert Bobot Penilaian Tinggi 3 Sedang 2 Rendah 1 Penentuan didalam kriteria atau kategori pada setiap variabel yaitu dengananalisis pembobotan dengan cara menentukan rata-rata nilai skor sebagai berikut : - Rata-rata Nilai Skor dari 1 sampai skor 1,5 menunjukkan penilaian Rendah - Rata-rata Nilai Skor Dari 1,6 sampai skor 2,5 menunjukkan penilaian Sedang - Rata-rata Nilai Skor Dari 2,6 sampai skor 3,5 menunjukkan penilaian Tinggi Adapun untuk mempermudah penulis dalam membuat kesimpulan dalamsetiap analisis tanggapan responden terhadap masing-masing indikator maka,penulis mengartikan kategori tanggapan sebagai berikut : 1. Tinggi dikategorikan Baik 2. Sedang dikategorikan Cukup Baik 21
  35. 35. 3. Rendah dikategorikan Kurang Baik Analisa data yang dipergunakan adalah analisa data secara kuantitatifsedangkan untuk melihat pengaruh dengan menggunakan teknik koefisien korelasiRank Spearman (rs), dengan rumus : rs = Ʃx2 + Ʃy2 – di2 2 √ Ʃx2 . Ʃy2Keterangan rumus :rs = Koefisien korelasi Rank SpearmanX2 = Nilai-nilai terkorelasi untuk variabel X yang memiliki nilai-nilai kembarY2 = Nilai-nilai terkorelasi untuk variabel Y yang memiliki nilai-nilai kembardi = Selisih antara rank variabel X dan rank variabel Ydi2 = Mengkuadratan nilai yang terdapat pada diTX = Menunjukkan jumlah variabel nilai kembar (T) dari semua kelompok nilai kembar pada variabel XTY = Menunjukkan jumlah variabel nilai kembar (T) dari semua kelompok nilai kembar pada variabel Y Untuk dapat memberi interpretasi seberapa kuat hubungan tersebut,dipergunakan tabel yang dikemukakan sebagai berikut: 22
  36. 36. Tabel 2 Pedoman untuk memberikan interprestasi Koefisien korelasi Inter Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199 SANGAT RENDAH 0,20 – 0,399 RENDAH 0,40 – 0,599 SEDANG 0,60 – 0,799 KUAT 0,80 – 1,000 SANGAT KUAT Sumber: Sugiyono (2010:184)2) Analisis koefisien determinasiKoefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuanmodel dalam menerangkan variabel-variabel terikat (kuncoro, 2010:100),koefisien determinasi digunakan menghitung berapa besar kontribusi variabelgaya (X) mempengaruhi variabel motivasi kerja (Y). Analisa koefisiendeterminasi yaitu suatu alat untuk menunjukkan seberapa besar persentasekontribusi variabel gaya kepemimpinan (X) terhadap variabel motivasi kerja(Y). Rumus menghitung determinasi adalah : R = r2 x 100%Dimana R=Koefisien determinasi r = koefisien korelasi Rank Spearman (rs) 23
  37. 37. BAB II LANDASAN TEORI1. Pengertian Kepemimpinan Kepemimpinan menurut Locke dalam buku The essence of leadership(1997:3) adalah sebagai proses membujuk orang lain untuk mengambil langkahmenuju sasaran bersama. Dimana defenisi ini mendefinisikan tiga elemen yaitu : 1. Kepemimpinan merupakan suatu konsep relasi, Dimana kepemimpinan hanya ada dalam relasi dengan orang-orang lain. 2. Kepemimpinan merupakan suatu proses. 3. Dan kepemimpinan harus membujuk orang-orang lain untuk mengambil tindakan. Thoha (2010:262) Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhiprilaku orang lain, atau seni mempengaruhi manusia baik perorangan maupunkelompok selanjutnya Menurut Terry (2000:13), kepemimpinan adalah aktivitas mempengaruhiorang-orang untuk berusaha mencapai tujuan kelompok secara suka rela Selanjutnya Handoko (1999:290) menyatakan bahwa: “Kenyataan parapemimpin dapat mempengaruhi moral dan kepuasan kerja kualitas kehidupankerja, dan terutama tingkat prestasi suatu perusahaan. Kepemimpinan yang efektikdalam hampir semua situasi menghasilkan prestasi tingkat absensi dan perputaranrendah serta kepuasan yang tinggi.” Dari beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli tentangkepemimpinan maka dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu (1) Bahwakepemimpinan meliputi penggunaan pengaruh dan semua hubungan dapatmelibatkan pimpinan, (2) Kepemimpinan mencakup pentingnya proses 24
  38. 38. komunikasi. Kejelasan informasi dan data akan mempengaruhi kinerjapengikutnya, (3) Kepemimpinan memfokuskan pada upaya pencapaian tujuanorganisasi. Pemimpin yang efektif harus berhubungan dengan tujuan-tujuanindividu, kelompok dan organisasi. Keefektifan pemimpin khususnya dipandangmenurut derajat pencapaian tujuan organisasi dan tercapainya tujuan para individuyang dalam organisasi tersebut. Dalam kenyataanya praktik bahwasanyapermintaan atau perintah pimpinan sangat bertumpu pada harapan-harapanpengikut sehingga diharapkan tumbuhnya respon positif dari bawahan yang akanmengarah pada hasil-hasil yang akan diharapkan.2. Pengertian Gaya Kepemimpinan Menurut Nawawi (2003:115) Gaya kepemimpinan adalah prilaku atau carayang dipilih dan dipergunakan pemimpin untuk mempengaruhi pikiran, perasaansikap dan prilaku para anggota organisasi/bawahanya. Beberapa gaya kepemimpinan tersebut adalah sebagai berikut : A. Gaya kepemimpinan otoriter Gaya kepemimpinan ini menghimpun sejumlah prilaku atau gaya kepemimpinan yang bersifat terpusat pada pimpinan sebagai satu- satunya penentu dan pengendali anggota organisasi dan kegiatanya dalam usaha mencapai tujuan organisasi. B. Gaya kepemimpinan demokratis Gaya kepemimpinan demokratis menempatkan manusia sebagai faktor terpenting dalam kepemimpinan yang dilakukan berdasarkan dan mengutamakan orientasi pada hubungan dengan anggota organisasi. C. Gaya kepemimpinan bebas ( Laissez Faire atau free-rein) gaya kepemimpinan ini pada dasarnya berpandangan bahwa anggota organisasinya mampu membuat keputusannya sendiri atau mampu mengurus dirinya masing-masing, dengan sesedikit mungkin pengarahan atau pemberian petunjuk dalam 25
  39. 39. mereleasasikan tugas pokok masing-masing sebagai bagian tugas dari organisasi. Gibson (1993:134), Menyatakan bahwa bawahan/anggota organisasi dapatmemenuhi tugas-tugas organisasinya sebahagian besar adalah tergantung padagaya kepemimpinan yang digunakan oleh pemimpin. Menurut Tampubolon, (2007:46) Gaya kepemimpinan adalah perilaku danstrategi, sebagai hasil kombinasi dari falsafah, ketrampilan, sifat, sikap, yangsering diterapkan seorang pemimpin ketika ia mencoba mempengaruhi kinerjabawahannya. Menurut Kartono (2005:62), gaya kepemimpinan adalah cara bekerja dantingkah laku pemimpin dalam membimbing para bawahanya untuk berbuatsesuatu. Di dalam suatu organisasi, gaya kepemimpinan merupakan salah satufaktor lingkungan intern yang sangat jelas mempunyai pengaruh terhadapperumusan kebijaksanaan dan penentuan strategi organisasi yang bersangkutan.Hal ini penting mendapatkan perhatian karena seorang pemimpin dalammenjalankan tugasnya memperhatikan beberapa bentuk sikap yang berbeda. Menurut Thoha, (2003:67-68) Gaya kepemimpinan adalah suatu cara yangdigunakan oleh seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku orang lain. Darigaya ini dapat diambil manfaatnya untuk dipergunakan sebagai pemimpin dalammemimpin bawahan atau para pengikutnya. Gaya kepemimpinan merupakannorma perilaku yang dipergunakan oleh seseorang pemimpin pada saat mencobamempengaruhi perilaku orang lain atau bawahan. Pemimpin tidak dapatmenggunakan gaya kepemimpinan yang sama dalam memimpin bawahannya, 26
  40. 40. namun harus disesuaikan dengan karakter-karakter tingkat kemampuan dalamtugas setiap bawahannya. Pemimpin yang efektif dalam menerapkan gaya tertentudalam kepemimpinannya terlebih dahulu harus memahami siapa bawahan yangdipimpinnya, mengerti kekuatan dan kelemahan bawahannya, dan mengertibagaimana caranya memanfaatkan kekuatan bawahan untuk mengimbangikelemahan yang mereka miliki. Istilah gaya adalah cara yang dipergunakanpimpinan dalam mempengaruhi para pengikutnya. Adapun tugas pokok atau tugas utama pemimpin dalam menjalankanfungsinya adalah pengambilan keputusan, maka Thoha (2003:70) mengemukakanbahwa untuk dapat mengindentifikasikan dan dapat diaplikasikanya suatu proses,gaya kepemimpinan dalam pengambilan keputusan tersebut dapat diintensifikasisebagai berikut: A. Gaya Instruksi, Gaya ini bercirikan komunikasi satu arah, pemimpinmemberikan batasan peranan pengikutnya dan memberitahu mereka tentang apa,bagaimana, bilamana, dan dimana melaksanakan berbagai tugas. Inisiatifpemecahan masalah dan pembuatan keputusan semata-mata dilakukan olehpemimpin. Pemecahan masalah dan keputusan yang diumumkan, dan pelaksanaandiawasi secara ketat oleh pemimpin. B. Gaya Konsultasi, Gaya ini bercirikan komunikasi dua arah, pemimpinmasih banyak memberikan pengarahan dan masih membuat hampir sama dengankeputusan, tetapi hal itu diikuti dengan prilaku mendukung dan berusahamendengar perasaan pengikut tentang keputusan yang dibuat serta tentang ide-idedan saran-saran mereka. C. Gaya Partisipasi, Gaya ini menempatkan posisi kontrol atas pemecahanmasalah dan pembuatan keputusan dipegang secara bergantian. Komunikasi duaarah ditingkatkan, dan peranan pemimpin adalah secara aktif mendengar.Tanggung jawab pemecahan masalah dan pembuatan keputusan sebagian besarberada pihak pengikut. D. Gaya delegasi, Gaya ini merupakan rendahnya pengarahan yangdilakukan oleh seorang pemimpin, karena pemimpin mendiskusikan masalahbersama-sama dengan bawahan sehingga tercatat kesepakatan mengenai definisimaslah yang kemudian proses pembuatan keputusan didelegasikan secarakeseluruhan kepada bawahan. Pemimpin memberikan kesempatan yang luas bagibawahan untuk melaksanakan pertunjukan mereka sendiri karena mereka 27
  41. 41. memiliki kemampuan dan keyakinan untuk memikul tanggung jawab dalampengarahan prilaku mereka sendiri. Dalam pendekatan situsional lebih muncul beberapa tipe kepemimpinan.Siagian (1994:27) menyebut gaya kepemimpinan otokratik, militeristis,paternalistis, karismatis dan demokratis. Sedangkan Brown dalam bukunya “Thesocial psychology of industry” memberikan konsep tipe-tipe kepemimpinan yangterbagi menjadi 3 (tiga) golongan besar yaitu : 1). Pemimpin otokratis, yangmendasarkan kekuasaan pada tangan seseorang (a one man orchestra). 2).Pemimpin demokratis yang hanya memberikan perintah setelah mengadakankonsultasi dahulu dengan kelompok masyarakatnya. 3). Pemimpin Liberal /laissez-faire, yaitu kebebasan tanpa pengendalian. Pemimpin disini tidak pernahmemimpin / mengendalikan bawahanya sepenuhnya. Munculnya teori kepemimpinan situsional sebagai ketidakpuasan ataskegagalan studi-studi kepemimpinan prilaku dalam mengidentifikasikanhubungan yang konsisten antara pola prilaku kepemimpinan dalam kinerjakelompok yang nampak hilang adalah pertimbangan dari faktor-faktor situsional(kontigensi) yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan seorang pemimpin.Teori kontigensi mengidenfikasikan tiga faktor situsional yang menentukan sesuaitidaknya penerapan gaya kepemimpinan faktor-faktor itu adalah (1) hubunganantara pemimpin dengan bawahan (2) struktur tugas dan (3) kekuatan posisi.Penelitian yang dilakukan oleh Fiedler mengungkapkan gaya kepemimpinan yangpaling efektif tergantung pada situasi yang dirumuskan dalam ketiga faktortersebut diatas. 28
  42. 42. Menurut Hersey dan Blanchard (dalam Rivai 2007:24) Pengembanganteori kontegensi melahirkan teori-teori yaitu: 1. Teori kontegensi Hersey dan Blanchard, yaitu suatu teori kepemimpinan yang memusatkan perhatian pada kesiapan pengikut. Kepemimpinan yang berhasil menurut teori tersebut dicapai dengan memilih gaya kepemimpinan yang tepat tergantung pada tingkat kesiapan atau kedewasaan para penggikutnya. Kepemimpinan situasional ini menggunakan dua dimensi kepemimpinan yang sama seperti dikembangkan Fiedler : prilaku tugas dan hubungan. Tetapi Hersey dan Blanchard melangkah lebih jauh dengan menggabungkan semuanya menjadi empat prilaku pemimpin yang spesifik : mengintruksikan (inztruction), mengkonsultasikan (concultation), berperan serta (participation) dan mendelegasikan (delegation). 2. Teori pertukaran pemimpin-anggota mengajukan premis dasarnya yaitu bahwa para pemimpin menciptakan kelompok dalam dan kelompok luar, dan bawahan dengan status kelompok dalam akan mempunyai penilaian kinerja yang lebih tinggi, tingkat keluarnya karyawan lebih rendah, dan kepuasan yang lebih besar bersama atasan mereka. 3. Teori jalur – tujuan mengasumsikan bahwa prilaku pemimpin dapat diterima baik oleh bawahan sejauh mereka pandang sebagai suatu sumber dari atau kepuasan masa depan (Robbin,1996). Kepemimpinan jalur tujuan (path goal) , yang mengasumsikan bahwamotivasi adalah hasil perkalian dari harapan dan valensi (kekuatan pilihanseseorang untuk hasil tertentu). Hal ini menyiratkan bahwa kepemimpinan harusmembangun valensi dan harapan untuk karyawan. Pemimpin mendorongpengembangan valensi yang segaris dengan yang ditawarkan oleh organisasi.Dengan cara tersebut tujuan-tujuan karyawan dikaitkan dengan tujuan organisasi.Berkaitan dengan harapan karyawan, pemimpin harus menata jalur (path) kearahpencapaian tujuan sehingga karyawan akan melihat bahwa tindakan-tindakanmereka mengarah pada tujuan-tujuannya. Intinya, para pemimpin path goalmenjadi instrumental dalam membantu bawah mencapai keberhasilan denganmelakukan kerja yang lebih baik. 29
  43. 43. Lebih jauh, menurut teori jalur – tujuan, prilaku seseorang pemimpinbersifat motivasional sejauh : (1) membuat memerlukan kepuasan yang tergantungpada kinerja yang efektif, dan (2) memberikan latihan, bimbingan, dukungan danganjaran yang perlu untuk kinerja yang efektif. Untuk menguji pernyataan tersebut, House (dalam Miftah thoha 2010:42)mendefinisikan empat prilaku kepemimpinan yaitu: 1) Pemimpin direktif, membiarkan atau apa yang diharapkan mereka, menjadwalkan kerja untuk dilakukan, dan memberi bimbingan khusus mengenai bagaimana menyelesaikan tugas. 2) Pemimpin pendukung bersifat ramah dan menunjukkan keperdulian akan kebutuhan bawahan. 3) Pemimpin partisipatif berkonsultasi dengan bawahan dan menggunakan saran mereka sebelum mengambil keputusan. 4) pemimpin berorientasi prestasi pada tingkat tertinggi mereka.3. Pengertian Motivasi Kerja Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia motivasi adalah dorongan yangtimbul pada diri seseorang sadar atau tidak untuk melakukan tindakan dengantujuan tertentu atau usaha-usaha yang didapat menyebabkan seseorang atausekelompok orang bergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuanyang dikehendakinya atau mendapat kepuasan atas perbuatanya. Robbins (2007:241) mengatakan bahwa motivasi kerja adalah kesediaanuntuk mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi ke arah tujuan organisasi, yangdikondisikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi suatu kebutuhanindividual. Stanford (dalam mankunegara 2002:93) bahwa motivasi sebagai kondisimanusia yang menggerakkan manusia kearaah tujuan tertentu. 30
  44. 44. Untuk mempermudah pemahaman motivasi kerja, dibawah inidikemukakan pengertian motif, motivasi dan motivasi kerja. Abraham Sperling(dalam Mangkunegara, 2002:93) mengemukakan bahwa motif di definisikansebagai suatu kecenderungan untuk beraktivitas, dimulai dari dorongan dalam diri(drive) dan diakhiri dengan penyesuaian diri. Penyesuaian diri dikatakan untukmemuaskan motif. William J. Stanton dalam Mangkunegara, (2002:93)mendefinisikan bahwa motif adalah kebutuhan yang di stimulasi yang berorientasikepada tujuan individu dalam niencapai rasa puas. Martoyo (1992:139) mengemukakan bahwa motivasi kerja adalah sesuatuyang menimbulkan dorongan atau semangat kerja. Atau dengan kata lainpendorong semangat kerja. Menurut Malthis ( 2006:114 ), motivasi adalah keinginan dalam diriseseorang yang menyebabkan orang tersebut bertindak. Biasanya orang bertindakkarena suatu alasan untuk mencapai tujuan. Memahami motivasi sangatlahpenting karena kinerja, reaksi terhadap kompensasi dan persoalan sumber dayamanusia yang lain dipengaruhi dan mempengaruhi motivasi. Pendekatan untukmemahami motivasi berbeda - beda, karena teori yang berbeda mengembangkanpandangan dan model mereka sendiri. Teori motivasi manusia yangdikembangkan oleh Maslow , mengelompokkan kebutuhan manusia menjadi limakategori yang naik dalam urutan tertentu. Sebelum kebutuhan lebih mendasarterpenuhi, seseorang tidak akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan yang lebihtinggi. Hierarki Maslow yang terkenal terdiri atas kebutuhan fisiologis, kebutuhan 31
  45. 45. akan keselamatan dan keamanan, kebutuhan akan kebersamaan dan kasih sayang,kebutuhan akan aktualisasi diri. Kebutuhan seseorang merupakan dasar untuk model motivasi. Kebutuhanadalah kekurangan yang dirasakan oleh seseorang pada saat tertentu yangmenimbulkan tegangan yang menyebabkan timbulnya keinginan. Karyawan akanberusaha untuk menutupi kekurangannya dengan melakukan suatu aktivitas yanglebih baik dalam melaksanakan pekerjaannya. Dengan melakukan aktivitas yanglebih banyak dan lebih baik karyawan akan memperoleh hasil yang lebih baikpula sehingga keinginannya dapat terpenuhi. Keinginan yang timbul dalam dirikaryawan dapat berasal dari dalam dirinya sendiri maupun berasal dari luardirinya, baik yang berasal dari lingkungan kerjanya maupun dari luar lingkungankerjanya. Motivasi bukanlah merupakan sesuatu yang berdiri sendiri, melainkanada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Menurut Arep ( 2003:51) adaSembilan faktor motivasi, yang dari kesembilan tersebut dapat dirangkum dalamenam faktor secara garis besar, yaitu: 1) Faktor kebutuhan manusia a. Kebutuhan dasar ( ekonomis ) Kebutuhan dasar yang dimaksud disini adalah kebutuhan akan makanan, pakaian, dan perumahan yang biasa disebut sebagai kebutuhan primer. b. Kebutuhan rasa aman ( psikologis ) Yang termasuk dalam kategori kebutuhan psikologis disini diantaranya adalah kebutuhan akan status, pengakuan, penghargaan, dan lain – lain. c. Kebutuhan sosial Satu cara meyakinkan para karyawan betah bekerja adalah dengan meyakinkan bahwa dirinya memiliki banyak mitra di organisasi “. 2) Faktor Kompensasi Menurut Handoko (2001:155), kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima para karyawan sebagai balas jasa bekerja. 32
  46. 46. 3) Faktor Komunikasi komunikasi yang lancar adalah komunikasi terbuka dimana informasi mengalir secara bebas dari atas ke bawah atau sebaliknya, Dalam suatu organisasi komunikasi perlu dijalin secara baik antara atasan dengan bawahan atau sesama bawahan. 4) Faktor Kepemimpinan kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk memguasai atau mempengaruhi orang lain atau masyarakat yang berbeda – beda menuju pencapaian tertentu. 5) Faktor pelatihan Pelatihan merupakan suatu sarana untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam suatu organisasi Manfaat pelatihan bagi karyawan adalah: a) Meningkatkan motivasi b) Meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan dalam melaksankan tugas sehari-hari c) meningkatkan rasa percaya diri dan menghilangkan rasa rendah diri. d) Memperlancar pelaksanaan tugas e) Menumbuhkan sikap positif terhadap organisasi. f) Meningkatkan semangat dan gairah kerja. g) Mempertinggi rasa perduli terhadap organisasi. h) Meningkatkan rasa saling menghargai sesame karyawan. i) Memberikan dorongan kepeda karyawan untuk menghasilkan yang terbaik j) Memberikan dorongan kepada karyawan untuk memberikan pelayanan yang terbaik. 6) Faktor prestasi Penilaian presasi kerja karyawan bagi organisasi merupakan sarana untuk mengembangkan sumber daya manusia. Sedangkan bagi karyawan penilaian prestasi dapat memacu semangat kerja, guna peningkatkan kinerja. Menurut Manullang (2000:194) motivasi kerja adalah pekerjaan yangdilakukan oleh seseorang manajer dalam memberikan inspirasi, semangat dandorongan kepada orang lain, dalam hal ini karyawanya untuk mengambiltindakan-tindakan. Untuk lebih jelasnya, penulis akan menekankan pengertian danmakna motivasi kerja yaitu suatu sikap dan kepuasan dengan keinginan yang terus– menerus dan kesediaan untuk mengejar tujuan organisasi, serta faktor semangat 33
  47. 47. dan dorongan kepada orang lain, dalam hal ini karyawannya untuk mengambiltindakan-tindakan, Pemberian dorongan ini ini untuk bertujuan untukmenggiatkan orang-orang atau karyawan agar mereka bersemangat dan dapatmencapai hasil sebagaimana dikehendaki dari orang-orang tersebut. Faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya motivasi kerja di dalamsuatu organisasi khususnya pada Kantor Jasa Raharja Tanjungpinang antara lain: 1. Lingkungan kerja lingkungan kerja disini tidak lain adalah faktor pemimpin dan bawahan. seperti kebijaksanaan - kebijaksanaan yang telah ditetapkan dan persyaratan kerja yang perlu dipenuhi oleh bawahan, dan pendukung sarana dalam pendukung pelaksanaan pekerjaan dan gaya kepemimpinan atasan.dan dari bawahan seperti semangat kerja, rasa kebersamaan, kemampuan bekerja. 2. Absensi Absensi disini diantaranya waktu yang hilang, sakit / kecelakaan, serta pergi meninggalkan pekerjaan karena keperluan pribadi baik diberi wewenang maupun tidak. Yang tidak diperhitungkan dalam absensi yaitu tidak ada pekerjaan, cuti yang sah, periode libur panjang, dan diberhentikan kerja atau pemberhentian bekerja. 3. Kerjasama kerjasama ini meliputi keaktifan di dalam organisasi dan kesediaan karyawan untuk bekerja sama dan saling membantu, baik dengan pimpinan maupun teman – teman sekerja untuk mendapatkan tujuan bersama. 4. Komunikasi Komunikasi merupakan cara karyawan berinteraksi dalam melakukan aktivitas pekerjaan baik secara lisan maupun tulisan agar pekerjaan yang dilaksanakan terlaksana dengan baik. 5. Tekanan psikologis Tekanan-tekanan batin: rasa kecemasan,perasaan tegang, rasa khawatir, tersinggung, merasa tiada diperhatikan dan sebagainya. Tekanan psikologis akan merusak motivasi kerja karyawan. 6. Disiplin Disiplin adalah kesediaan dan kesadaran karyawan untuk menaati peraturan yang berlaku, baik menaati perintah kedinasan yang diberkan oleh pimpinan, selalu menaati jam kerja, selalu memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik – baiknya 34
  48. 48. sesuai dengan bidang tugasnya. dapat disimpulkan bahwa beberapa ukuran untuk mengukur disiplin kerja yang antara lain: a) Kepatuhan karyawan pada jam kerja. b) Kepatuhan pelayanan pada perintah/instruksi dari pimpinan serta menaati peraturan dan tata tertib yang berlaku. c) Berpakaian yang baik, sopan, dan menggunakan tanda – tanda pengenal instansi. d) Menggunakan dan memelihara bahan – bahan dan alat – alat perlengkapan kantor dengan hati – hati. e) Bekerja dengan mengikuti peraturan yang telah ditentukan oleh organisasi.Pemberian insentifPemberian insentif kepada karyawan dapat meningkatkan kinerja karyawan dan menimbulkan semangat kerja agar setiap karyawan tersebut memperolen insentif atau bonus-bonus dari setiap pekerjaan.4. Jenis-jenis motivasi Ada dua jenis motivasi, motivasi positif dan motivasi negatif. Dimanabiasanya pemberian motivasi ini dilakukan kedua-duanya oleh suatu perusahaansebagai alat bagi perusahaan agar karyawan dapat bekerja degan maksimal keduamotivasi ini dikemukakan oleh Hasibuan (2007:99), yaitu sebagai berikut : a. Motivasi Positif Motivasi positif maksudnya manejer memotivasi(merangsang) bawahan dengan memberikan hadiah kepada mereka yangberprestasi. Dengan motivasi positif gairah kerja meningkat karenaumumnyamanusia senang menerima yang bai-baik saja. b. Motivasi Negatif Motivasi negatif maksudnya manejer memotivasibawahan dengan standar mereka akan mendapatkan hukuman. Dengan motivasinegatif ini semangat atau gairah kerja karyawan dalam jangkawaktu pendek akanmeningkat karena mereka takut dihukum, tetapiuntuk jangka waktu panjang dapatberakibat kurang baik. 35
  49. 49. 5. Usaha-usaha pemimpin terhadap motivasi Agar terdapat sifat kerja yang positif pada para bawahan menurut gagasanHerzberg (dalam Manullang, 2001:179), para pemimpin harus memberi perhatianyang sungguh-sungguh agar faktor-faktor motivator memberikan motivasi kepadapara bawahan sebagai berikut: a. Keberhasilan pelaksanaan (Achievement) Agar seseorang bawahan dapat berhasil dalam pelaksanaan pekerjaanya, maka pemimpin harus mempelajari bawahanya dan pekerjaanya dengan memberikan kesempatan kepadanya agar bawahan dapat berusaha mencapai hasil kesempatan tersebut harus sedemikian rupa sehingga orang-orang berkembang sendiri. Selanjutnya agar pemimpin memberi semangat pada para bawahanya sehingga bawahan mau berusaha mengerjakan sesuatu dirasa bawahan tidak dapat dapat dikuasainya. Bila bawahan telah berhasil mengerjakan pekerjaannya, pemimpin harus menyatakan keberhasilan itu. b. pengakuan (Recognizing) Sebagai lanjutan dari keberhasilan pelaksanaan pemimpin harus memberi pernyataan pengakuan akan keberhasilan tersebut. Pengakuan terhadap keberhasilan bawahan dapat dilakukan dengan berbagai cara sebagai berikut : a. Langsung menyatakan keberhasilan ditempat pekerjaanya, lebih baik dilakukan sewaktu ada orang lain. b. Memberi surat penghargaan c. Memberi hadiah berupa uang tunai d. Memberi medali, surat penghargaan dan uang tunai e. Memberikan kenaikan gaji dan promosi. 36
  50. 50. c. Pekerjaan itu sendiri (the work it self) Pemimpin membuat usaha-usaha yang riil dan meyakinkan, sehingga bawahan mengerti akan pentingnya pekerjaan yang dilakukannya dan berusaha menghindarkan kebosanan dalam pekerjaan bawahan serta mengusahakan agar setiap bawahan sudah tepat dalam pekerjaanya. d. Tanggung Jawab (Responsibility) Agar tanggung jawab benar-benar menjadi faktor motivator bagi bawahan, pemimpin harus menghindari supervise yang ketat, dengan membiarkan bawahan bekerja sendiri sepanjang pekerjaan itu memungkinkan dan menerapkan prinsip partisipasi membuat bawahan sepenuhnya merencanakan dan melaksanakan pekerjaanya. e. pengembangan (Development) Pengembangan merupakan salah satu faktor motivator bagi bawahan agar faktor pengembangan benar-benar berfungsi sebagai motivator maka pemimpin dapat memulainya dengan melatih bawahanya untuk pekerjaan yang lebih bertanggung jawab. Bila ini sudah dilakukan, selanjutnya pemimpin memberikan rekomendasi tentang bawahan yang siap untuk pengembangan, untuk menaikkan pangkatnya atau dikirim mengikuti pendidikan atau latihan lanjutan. Menurut Rivai (2003:2), Hubungan Motivasi kepemimpinan denganmotivasi tugas dan kepemimpinan dapat dipergunakan untuk mengefektifkankepemimpinan dalam beberapa situasi, didalam tujuan meningkatkanproduktivitas organisasi. Ada banyak cara untuk memotivasi orang lain untuk 37
  51. 51. mencapai sasaran atau menyelesaikan suatu tugas maupun mengatasi persoalanatau tantangan yang dihadapinya. Salah satu karakteristik utama yang harusdimiliki oleh seseorang pemimpin adalah kemampuannya untuk memotivasi oranglain dalam mencapai tujuannya.6. Pentingnya kepemimpinan dalam organisasi atau perusahaan Robin (2003:40) Perusahaan terhadap usaha-usaha semua pekerjaan dalammencapai tujuan-tujuan organisasi perusahaan maupun lembaga pemerintahanharus diberikan oleh pemimpin sehingga kepemimpinan tersebut dapat menjadiefektif. Kepemimpinan menyangkut hal mengatasi perubahan . Pemimpinmenetapkan arah dengan mengembangkan suatu visi ini dan mengilhami merekauntuk mengatasi rintangan. Keadaan ini menggambarkan suatu kenyataan bahwasanya kepemimpinansangat diperlukan jika suatu organisasi atau perusahaan memiliki perbedaandengan yang lainya adalah dapat dilihat dari sejauhmana kepemimpinandidalamnya dapat bekerja secara efektif. Pada kepemimpinan terdapat dua unsur-unsur yaitu : a. Kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok b. kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Kartono (1995:60) Kepemimpinan yang buruk dan tidak efisien padasuatu perusahaan misalnya : karena terjadi penurunan produksi buruh menjadiresah dan keluar absensinya tinggi, terjadi banyak pencurian milik perusahaan danbanyak terdapat konflik dikalangan karyawan. 38
  52. 52. Menurut Ulrich tugas kepemimpinan masa depan adalah : (a) Mengalihkanharapan menjadi tindakan, (b) Menyadarkan pada asumsi-asumsi, (c)Kepemimpinan dipuncak kepemimpinan bersama, (d) kejadian satu kali menjadiproses kesinambungan, (e) dari juara individual ke kemenangan tim, (f) Daripemecah masalah ke perintis, (g) Dari pemikiran unidimensional keparadoksiokal, (h) Memerlukan kredibilitas pribadi dan kapabilitas organisasi. Menurut Ritonga (2004:8), beberapa tugas pemimpin secara umum adalah(a) mengusahakan supaya kelompok yang dipimpinnya dapat merealisasikantujuan dengan baik dalam kerjasama yang produktif. (b) mengawasi tingkah lakuanggota kelompok berdasarkan patokan yang telah dirumuskan bersama, (c)menyadari dan merasakan segala kebutuhan, keinginan, cita-cita para anggotakelompok serta mewakili kelompoknya, baik kedalam maupun keluar.7. Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Motivasi Kerja Pemahaman beberapa aspek kepemimpinan serta kebutuhan manusia,termasuk bawahan, penting sekali bagi seorang pemimpin, karena hal tersebutberkaitan sekali dengan motivasi. Dengan memahami kebutuhan pengikut makaseorang pemimpin akan dapat menetukan cara yang tepat untuk dipakaimemotivasi pengikutnya untuk mencapai tujuan perusahaan. Sehingga akhirnyaharus disadari bahwa peranan kepemimpinan dalam suatu perusahaan sangatlahpenting. Menurut Handoko (1999:299-300) Menyatakan bahwa; “Kenyataan parapemimpin dapat mempengaruhi moral dan kepuasan kerja, kualitas kehidupankerja dan terutama tingkat prestasi suatu perusahaan. Kepemimpinan yang efektif 39
  53. 53. hampir disemua situasi menghasilkan prestasi tingkat absensi dan perputaranrendah serta kepuasan yang tinggi ”Maksudnya adalah suatu kenyataan bahwapimpinan memainkan peranan yang sangat penting, bahkan dapat dikatakan amatmenentukan dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.Pimpinan membutuhkan orang lain yaitu bawahan untuk melaksanakan secaralangsung tugas-tugas, disamping memerlukan sarana dan prasarana lainya.Kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang mampu menumbuhkan,memelihara dan mengembangkan usaha dan iklim yang kondusif dalamperusahaan. Tujuan perusahaan harus dicapai dengan sebaik-baiknya, hal ini hanyadapat dilakukan jika pemimpin dapat bekerja sama dengan karyawannya.Pemimpin yang baik harus mengembangkan pengetahuan dan keterampilankaryawannya serta harus mampu mempengaruhi mereka agar mau bekerja denganbaik. Hal ini dapat dilakukan dengan cara semangat dan kepuasan dalam bekerja.Jika gaya kepemimpinan baik maka motivasi kerja karyawan semakin tinggi dansebaliknya jika gaya kepemimpinan kurang baik maka motivasi kerja karyawansemakin rendah. Keberhasilan suatu perusahaan tergantung pemimpin dankaryawan yang bekerja diperusahaan tersebut. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan adanya ketergantungan antaramotivasi kerja karyawan terhadap atasan dimana pimpinan dapat mempengaruhimoral, kepuasan kerja, kualitas kehidupan kerja dalam rangka meningkatkanmotivasi kerja. 40
  54. 54. BAB III GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN1. SEJARAH BERDIRI Sejarah berdirinya Jasa Raharja tidak terlepas dari kebijakan pemerintahuntuk melakukan nasionalisasi terhadap Perusahaan-Perusahaan milik Belandadengan diundangkannya Undang-Undang No.86 tahun 1958 tentang NasionalisasiPerusahaan Belanda. Penjabaran dari Undang-Undang tersebut dalam bidang asuransi kerugian,pemerintah melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan asuransi kerugianBelanda berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No.6 tahun 1960 tentangPenentuan Perusahaan Asuransi Kerugian Belanda yang dikenakan Nasionalisasi. Adapun perusahaan-perusahaan yang dinasionalisasi dimaksud sebagaiberikut: 1. Perusahaan Firma Bekouw & Mijnssen di Jakarta. 2. Perusahaan Firma Blom & van Der Aa di Jakarta. 3. Perusahaan Firma Sluyters di Jakarta. 4. Perusahaan N.V. Assurantie Maatschappij Jakarta di Jakarta. 5. Perusahaan N.V. Assurantie Kantor Langveldt-Schroder di Jakarta. 6. Perusahaan N.V. Zee-en Brandassurantie Maatschappij van 1851 c.s. di Jakarta. 7. Perusahaan N.V. Javasche Verzekerings Agenturen Maatschappij di Jakarta. 8. Perusahaan N.V. Nederlandsche Lloyd di Jakarta. 9. Perusahaan N.V. Maskapai Asuransi dan Administrasi Umum Nusantara Llyod di Jakarta. 10. Perusahaan N.V. Assurantie Kantor O.W.J. Schlenceker di Jakarta. 11. Perusahaan N.V. Kantor Asuransi “Kali Besar” di Jakarta. 12. Perusahaan Jakarta Assurantie & Administratie Kantor di Jakarta. 13. Perusahaan Yayasan Onderlinge Landmolestverzekerings Fonds (O.L.F) di Jakarta. 14. Perusahaan PT Maskapai Asuransi Arah Baru (Arba) di Jakarta. 41
  55. 55. Peraturan Pemerintah tersebut ditetapkan tanggal 16 Januari 1960, namunberlaku surut sampai tanggal 3 Desember 1957. Selanjutnya, beberapa perusahaan yang telah dinasionalisasi tersebutditetapkan dengan status badan hukum Perusahaan Negara Asuransi Kerugian(PNAK) sesuai dengan Undang-Undang Nomor 19 Prp Tahun 1960 tentangPerusahaan Negara yang seluruh modalnya merupakan kekayaan Negara RepublikIndonesia. Sebagai perusahaan negara, berdasarkan Pengumuman Keputusan MenteriUrusan Pendapatan, Pembiayaan dan Pengawasan RI No.12631/B.U.M. II.tanggal 9 Februari 1960, kemudian nama perusahaan-perusahaan tersebut diubahsebagai berikut :No. NAMA LAMA NAMA BARU 1. Firma Blom & Van Der Aa di Perusahaan Asuransi Kerugian Jakarta Negara “IKA BHAKTI” 2. Firma Bekouw & Mijnssen di Jakarta. 1. 3. Firma Sluyters & Co 4. N.V. Assurantie Maatschappij Jakarta di Jakarta. N.V. Assurantie Kantoor Langveldt- Perusahaan Asuransi Kerugian 2. Schroder di Jakarta Negara “IKA DHARMA” 1. N.V. Zee-en Brandassurantie Perusahaan Asuransi Kerugian Maatschappij van 1851 c.s. di Negara “IKA CHANDRA” Jakarta. 3. 2. N.V. Javasche Verzekerings Agenturen Maatschappij di Jakarta. 1. N.V. Nederlandsche Lloyd di Perusahaan Asuransi Kerugian Jakarta. Negara “IKA CHANDRA” 4. 2. N.V. Maskapai Asuransi dan Administrasi Umum Nusantara 42
  56. 56. No. NAMA LAMA NAMA BARU Llyod di Jakarta. 3. NV Brandwaarberg Maatschaapij B.M.I van 1863 1. N.V. Assurantie Kantor O.W.J. Perusahaan Asuransi Kerugian Schlenceker di Jakarta. Negara “IKA MULYA” 5. 2. N.V. Kantor Asuransi “Kali Besar” di Jakarta Jakarta Assurantie & Administratie Perusahaan Asuransi Kerugian 6. Kantor di Jakarta. Negara “IKA DJASA” PT Maskapai Asuransi Arah Baru (Arba) Perusahaan Asuransi Kerugian 7. di Jakarta. Negara “IKA SAKTI” Yayasan Onderlinge Perusahaan Asuransi Kerugian 8. Landmolestverzekerings Fonds (O.L.F) Negara “IKA BHARATA”a. Tahun 1961 Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1961 tentang PendirianPerusahaan Negara Asuransi Kerugian Eka Karya, keempat PNAK tersebut yangsemula berdasarkan Pengumuman Menteri Keuangan (Badan PenguasaPerusahaan-perusahaan Asuransi Kerugian Belanda) No.12631/B.U.M. II. tanggal9 Februari 1960 yang nama perusahaannya disebut dengan “Ika” menjadi “Eka”. Berdasarkan Peraturan Pemerintah itu pula, keempat PNAK tersebut yaituEka Bhakti, Eka Dharma, Eka Mulya dan Eka Sakti pada tanggal 1 Januari 1961dilebur untuk menjadi satu perusahaan dengan nama PNAK Eka Karya. Denganpeleburan tersebut, maka segala hak dan kewajiban, kekayaan, pegawai dan usahakeempat perusahaan tersebut beralih kepada PNAK Eka Karya. Namun dalam Pengumuman Menteri Keuangan (Badan PenguasaPerusahaan-perusahaan Asuransi Kerugian Belanda) No.: 29495%/B.U.M.IItanggal 31 Desember 1960, penyebutan nama perusahaan-perusahaan tersebut 43

×