Esm 02 bab i. pendahuluan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Like this? Share it with your network

Share

Esm 02 bab i. pendahuluan

on

  • 5,234 views

 

Statistics

Views

Total Views
5,234
Views on SlideShare
5,234
Embed Views
0

Actions

Likes
2
Downloads
52
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Esm 02 bab i. pendahuluan Document Transcript

  • 1. BAB I. PENDAHULUAN Tujuan Instruksional Umum (TIU): Setelah menyelesaikan mata kuliah Ekonomi Sumber Daya Manusia (pada akhir semester), mahasiswa program studi Sosial Ekonomi Perikanan / Agrobisnis Perikanan semester VII akan dapat memahami permasalahan dan solusi dalam pengelolaan sumber daya manusia di pasar tenaga kerja serta berbagai dinamika ketenagakerjaan. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): Setelah membaca bab ini mahasiswa dapat menjelaskan Pengertian dan Ruang Lingkup Ekonomi Sumberdaya Manusia Dalam Konteks Pembangunan Nasional dan Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Sumberdaya Manusia. A. Pengertian dan Ruang Lingkup Ekonomi Sumberdaya Manusia Ekonomi Sumberdaya Manusia adalah ilmu ekonomi yang diterapkan untuk menganalisis pembentukan dan pemanfaatan sumberdaya manusia yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi. Dengan kata lain, ekonomi sumberdaya manusia merupakan penerapan teori ekonomi pada analisis sumberdaya manusia. Ruang lingkup ekonomi sumberdaya manusia antara lain meliputi: dinamika kependudukan, ketenagakerjaan, struktur ketenagakerjaan, sektor informal-formal, transisi kependudukan, mobilitas dan migrasi penduduk, permintaan dan penawaran tenaga kerja, pekerja anak, perencanaan ketenagakerjaan, serta penduduk dan pembangunan ekonomi. Pendauhuluan
  • 2. 2 Melihat ruang lingkup tersebut berarti ekonomi sumberdaya manusia (Human resources economic) berkaitan dengan studi : perencanaan sumberdaya manusia (Human resources planning), ekonomi ketenagakerjaan (Labor economics), dan ekonomi kependudukan (Population economics). B. Sumberdaya Manusia dalam Konteks Pembangunan Nasional Hubungannya dengan konteks pembangunan nasional, pembangunan manusia yang seutuhnya, kemampuan professional dan kematangan kepribadian saling memperkuat satu sama lain. Profesionalisme dapat turut membentuk sikap dan perilaku serta kepribadian yang tangguh, sementara kepribadian yang tangguh merupakan prasyarat dalam membentuk profesionalisme. Minimal ada empat kebijakan pokok dalam upaya peningkatan sumberdaya manusia (SDM) yaitu: (1) Peningkatan kualitas hidup yang meliputi baik kualitas manusianya seperti jasmani, rohani dan kejuangan, maupun kualitas kehidupannya seperti perumahan dan pemukiman yang sehat; (2) Peningkatan kualitas SDM yang produktif dan upaya pemerataan penyebarannya; (3) Peningkatan kualitas Sumberdaya Manusia yang berkemampuan dalam memanfaatkan, mengembangkan dan menguasai iptek yang berwawasan lingkungan; serta (4) Pengembangan pranata yang meliputi kelembagaan dan perangkat hukum yang mendukung upaya peningkatan kualitas Sumberdaya Manusia. Kebijaksanaan ini merupakan kebijaksanaan yang bersifat lintas sektoral serta menjadi dasar keterpaduan kebijaksanaan dan program yang bersifat sektoral. Secara operasional upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia dilaksanakan melalui berbagai sektor pembangunan, antara lain sektor pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, kependudukan, tenaga kerja, dan sektor-sektor pembangunan lainnya. Kebijaksanaan dalam peningkatan kualitas Ekonomi Sumberdaya Manusia
  • 3. 3 hidup, antara lain meliputi: (1) Pembangunan pendidikan akan memperhatikan arah pembangunan ekonomi di masa mendatang, dalam arti responsive terhadap dinamika pembangunan dan permintaan pasar kerja, sehingga sesuai dengan kebutuhan (deman driven); (2) Pembangunan kesehatan mendapat perhatian dengan menanamkan budaya hidup sehat, serta memperluas cakupan dan mutu pelayanan kesehatan terutama kepada penduduk miskin dan daerah terpencil; (3) Untuk penduduk miskin, peningkatan kualitasnya dilakukan dengan memberikan keterampilan praktis, menumbuhkan sikap produktif, serta mendorong semangat keswadayaan dan kemandirian untuk bersama melepaskan diri dari kemiskinan; (4) Menekan laju pertumbuhan penduduk dengan meningkatkan pelaksanaan gerakan keluarga berencana, serta meningkatkan keseimbangan kepadatan dan penyebaran penduduk antara lain melalui transmigrasi dan industry di pedesaan. Secara umum, peningkatan produktivitas tenaga kerja dilakukan dengan peningkatan kemampuan/keterampilan, disiplin, etos kerja produktif, sikap kreatif dan inovatif, dan membina lingkungan kerja yang sehat untuk memacu prestasi. Pelatihan tenaga kerja lebih diarahkan kepada pengembangan usaha yang mandiri dan professional, sehingga dapat berkembang menjadi kader wiraswasta yang mampu menciptakan lapangan kerja. Selanjutnya, mobilitas sumberdaya, terutama tenaga kerja dari kegiatan yang kurang produktif ke kegiatan yang lebih produktif di tingkatkan, disertai oleh pengembangan system perlindungan tenaga kerja. Pendahuluan
  • 4. 4 Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas, maka koordinasi antar lembaga pemerintah, maupun antara lembaga-lembaga dimasyarakat dalam pengembangan sumberdaya manusia perlu lebih dikembangkan. Masyarakat, termasuk dunia usaha (swasta), koperasi dan organisasi kemasyarakatan lainnya di dorong untuk lebih partisipatif dalam berbagai upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia. C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Sumberdaya Manusia Proses pengembangan sumberdaya manusia adalah suatu condition sine quanon, yang harus ada dan terjadi di suatu organisasi. Namun demikian dalam pelaksanaan pengembangan sumberdaya manusia ini perlu mempertimbangkan faktor-faktor baik dari dalam diri organisasi itu sendiri maupun dari luar organisasi yang bersangkutan (internal dan eksternal). C.1. Faktor Internal Faktor internal di sini mencakup keseluruhan kehidupan organisasi yang dapat dikendalikan oleh pimpinan maupun oleh anggota organisasi yang bersangkutan. Secara terinci faktor-faktor tersebut antara lain: C.1.1. Misi dan Tujuan Organisasi Pelaksanaan kegiatan atau program organisasi dalam rangka mencapai tujuan ini diperlukan kemampuan tenaga (sumberdaya manusia), dan ini hanya dapat dicapai dengan pengembangan sumberdaya manusia dalam organisasi tersebut. Ekonomi Sumberdaya Manusia
  • 5. 5 C.1.2. Strategi Pencapaian Tujuan Setiap organisasi mempunyai strategi tertentu, untuk itu diperlukan kemampuan karyawannya dalam memperkirakan dan mengantisipasi keadaan diluar yang dapat mempunyai dampak terhadap organisasinya. C.1.3. Sifat dan Jenis Kegiatan Suatu organisasi yang sebagian besar melaksanakan kegiatan teknis, maka pola pengembangan sumberdaya manusianya akan berbeda dengan organisasi yang bersifat ilmiah misalnya. C.1.4. Jenis dan Teknologi yang Digunakan Pengembangan sumberdaya manusia diperlukan, baik untuk mempersiapkan tenaga guna menangani pengoperasian teknologi itu, atau mungkin untuk menangani pengoperasian teknologi itu, atau mungkin untuk menangani terjadinya otomatisasi kegiatan-kegiatan yang semula dilakukan oleh manusia. C.2. Faktor Eksternal Organisasi itu berada di dalam lingkungan dan tidak terlepas dari pengaruh lingkungan di mana organisasi itu berada. C.2.1. Kebijaksanaan Pemerintah Kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah, baik yang dikeluarkan melalui perundangan-undangan, peraturan-peraturan pemerintah, surat-surat keputusan menteri dan pejabat pemerintah, dan sebagainya adalah merupakan arahan yang harus diperhitungkan oleh organisasi. Pendahuluan
  • 6. 6 C.2.1. Sosial Budaya Masyarakat Suatu organisasi apapun didirikan untuk kepentingan masyarakat yang mempunyai latar belakang sosio-budaya yang berbeda-beda. Oleh karena itu dalam mengembangkan sumberdaya dalam suatu organisasi faktor ini perlu dikembangkan. C.2.2. Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di luar organisasi dewasa ini telah sedemikian pesatnya. Sudah barang tentu suatu organisasi yang baik harus mengikuti arus tersebut. RINGKASAN 1. Ekonomi Sumberdaya Manusia adalah ilmu ekonomi yang diterapkan untuk menganalisis pembentukan dan pemanfaatan sumberdaya manusia yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi. 2. Ruang lingkup ekonomi sumberdaya manusia antara lain meliputi: dinamika kependudukan, ketenagakerjaan, struktur ketenagakerjaan, sektor informal- formal, transisi kependudukan, mobilitas dan migrasi penduduk, permintaan dan penawaran tenaga kerja, pekerja anak, perencanaan ketenagakerjaan, serta penduduk dan pembangunan ekonomi. 3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengembangan Sumberdaya Manusia A. Faktor Internal o Misi dan Tujuan Organisasi o Strategi pencapaian tujuan o Sifat dan jenis kegiatan Ekonomi Sumberdaya Manusia
  • 7. 7 o Jenis dan teknologi yang digunakan B. Faktor Eksternal o Kebijaksanaan pemerintah o Sosial budaya masyarakat o Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi LATIHAN 1. Jelaskan pengertian ekonomi sumber daya manusia 2. Jelaskan ruang lingkup ekonomi sumberdaya manusia 3. Jelaskan faktor Internal dan Eksternal yang mempengaruhi pengembangan sumberdaya manusia DAFTAR PUSTAKA Mulyadi S., 2002. Ekonomi Sumberdaya Manusia dalam Perspektif Pembangunan. Divisi Perguruan Tinggi PT Raja Grafindo Persada. Jakarta. Soekidjo Notoatmodjo, Prof, DR., 2003. Pengembangan Sumberdaya Manusia. PT. Rineka Cipta. Jakarta Pendahuluan