03 bahan makro pendahuluan1
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

03 bahan makro pendahuluan1

on

  • 12,351 views

 

Statistics

Views

Total Views
12,351
Views on SlideShare
12,351
Embed Views
0

Actions

Likes
3
Downloads
437
Comments
4

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

14 of 4 Post a comment

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • nice, ijin nge save'
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • JASA PENGURUSAN PERIZINAN EXPORT IMPORTIR
    “Corporate Legal services”
    http://www.saranaijin.com
    Komplek Ruko Segitiga Atrium Blok A1 Lt 2 Jl. Senen Raya No. 135 Jakarta Pusat 10410
    Tep: +(62) 21- 34833034 Fax : +(62) 21- 34833038
    Mobile: 081585427167
    Pin BB 285200BC
    Email: legal@saranaizin.com

    JASA PERNGURUSAN PERIZINAN EXPORT IMPORTIR
    - URUS API-P (ANGKA PENGENAL IMPORTIR PRODUSEN)
    - URUS API-U (ANGKA PENGENAL IMPORTIR UMUM)
    - URUS API PERUBAHAN
    - URUS APIP (Produsen) PMA BKPM
    - URUS APIU (Umum) PMA BKPM
    - URUS NIK EXPORT IMPORT
    - URUS NPIK
    - URUS IT ELEKTRONIKA
    - IT PAKAIAN JADI
    - IT ALAS KAKI
    - IT MAKANAN DAN MINUMAN
    IT OBAT TRADISINAL DAN HERBAL
    - URUS IP PLASTIK, IP BESI/BAJA, IP TEKSTIL
    - URUS PI BARANG MODAL BUKAN BARU
    - URUS ETPIK
    - URUS SKPLBI BARANG / LABEL PRODUK IMPORTIR
    - URUS POSTEL
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • thx.. membantu persiapan uts.. :D
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • thank you
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    03 bahan makro pendahuluan1 03 bahan makro pendahuluan1 Document Transcript

    • Bahan Ajar Teori Ekonomi Makro (GSEP 308) BAB 1 PENDAHULUAN Tujuan : Setelah membaca bab ini, mahasiswa akan mengetahui dan memahami pendahuluan. Sasaran : Mahasiswa diharapkan mampu : 1. Menjelaskan pengertian ekonomi makro 2. Menjelaskan masalah-masalah ekonomi makro 3. Menjelaskan bekerjanya empat pasar dalam perekonomian nasional 4. Menjelaskan lima pelaku kegiatan ekonomi makro A. Pengertian dan Masalah Ekonomi Makro Ekonomi makro adalah ilmu ekonomi yang mempelajari peristiwa/ kegiatan ekonomi secara keseluruhan (agregat). Ekonomi makro sebagai satu cabang dari ilmu ekonomi, berkaitan dengan permasalahan kebijakan tertentu, yaitu permasalahan kebijaksanaan makro. Kebijaksanaan makro pada asasnya mencakup masalah-masalah yang berkaitan dengan pengelolaan dan pengendalian umum perekonomian. Tugas pengendalian makro adalah juga mengusahakan agar perekonomian bisa bekerja dan tumbuh secara seimbang, terhindar dari keadaan-keadaan yang bisa mengganggu keseimbangan umum. Secara garis besar, permasalahan kebijaksanaan makro mencakup dua permasalahan pokok. Bab I. Pendahuluan 1
    • Bahan Ajar Teori Ekonomi Makro (GSEP 308) 1) Masalah jangka pendek atau masalah stabilisasi. Masalah ini berkaitan dengan bagaimana menyetir perekonomian nasional dalam jangka pendek agar terhindar dari tiga penyakit makro utama yaitu (1) inflasi, (2) pengangguran, dan (3) ketimpangan dalam neraca pembayaran. 2) Masalah jangka panjang atau masalah pertumbuhan. Masalah ini adalah mengenai bagaimana kita menyetir perekonomian kita agar ada keserasian antara pertumbuhan penduduk, pertambahan kapasitas produksi, dan tersedianya dana untuk investasi. Pada asasnya masalahnya juga berkisar pada bagaimana menghindari ketiga penyakit makro di atas, hanya perspektif waktunya adalah lebih panjang (lima tahun, sepuluh tahun, atau bahkan dua puluh lima tahun). Masalah Pengangguran Pengangguran adalah suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Sebab Berlakunya Pengangguran Faktor utama yang menimbulkan pengangguran adalah kekurangan pengeluaran agregat. Para pengusaha memproduksi barang dan jasa dengan maksud untuk mencari keuntungan. Keuntungan tersebut hanya akan dapat diperoleh apabila para pengusaha dapat menjual barang yang mereka produksikan. Semakin besar permintaan, semakin banyak barang dan jasa yang akan mereka wujudkan. Kenaikan produksi yang dilakukan akan menambah penggunaan tenaga kerja. Dengan demikian terdapat hubungan yang erat di antara tingkat pendapatan nasional yang dicapai dengan penggunaan tenaga kerja yang dilakukan; semakin tinggi pendapatan nasional, semakin banyak penggunaan tenaga kerja dalam perekonomian. Bab I. Pendahuluan 2
    • Bahan Ajar Teori Ekonomi Makro (GSEP 308) Faktor-faktor lain yang menimbulkan pengangguran adalah (i) menganggur karena ingin mencari kerja lain yang lebih baik, (ii) pengusaha menggunakan peralatan produksi modern yang mengurangi penggunaan tenaga kerja, dan (iii) ketidaksesuaian di antara keterampilan pekerja yang sebenarnya dengan keterampilan yang diperlukan dalam industri-industri. Akibat Buruk Pengangguran Pengangguran mengurangi pendapatan masyarakat, dan ini mengurangi tingkat kemakmuran yang mereka capai. Ketiadaan pendapatan menyebabkan para penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya. Disamping itu dapat mengganggu taraf kesehatan keluarga. Pengangguran yang berkepanjangan menimbulkan efek psikologis yang buruk ke atas diri penganggur dan keluarganya. Apabila keadaan pengangguran di sesuatu negara adalah sangat buruk, kekacauan politik dan sosial selalu berlaku dan menimbulkan efek buruk kepada kesejahteraan masyarakat dan prospek pembangunan ekonomi dalam jangka panjang. Masalah Inflasi Inflasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses kenaikan harga- harga yang berlaku dalam sesuatu perekonomian. Tingkat inflasi (persentasi pertambahan kenaikan harga) berbeda dari satu periode ke periode lainnya, dan berbeda pula dari satu negara ke negara lain. Adakalanya tingkat inflasi adalah rendah – yaitu mencapai di bawah 2 atau 3 persen. Tingkat inflasi yang moderat mencapai di antara 4 – 10 persen. Inflasi yang sangat serius dapat mencapai tingkat beberapa puluh atau beberapa ratus persen dalam setahun. Bab I. Pendahuluan 3
    • Bahan Ajar Teori Ekonomi Makro (GSEP 308) Faktor-faktor Penyebab Inflasi Masalah kenaikan harga-harga yang berlaku di berbagai negara diakibatkan oleh banyak faktor. Di negara-negara industri pada umumnya inflasi bersumber dari salah satu atau gabungan dari dua masalah berikut. 1) Tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan- perusahaan untuk menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa. Keinginan untuk mendapatkan barang yang mereka butuhkan akan mendorong para konsumen meminta barang itu pada harga yang lebih tinggi. Sebaliknya, para pengusaha akan mencoba menahan barangnya dan hanya menjual kepada pembeli-pembeli yang bersedia membayar pada harga yang lebih tinggi. Kedua-dua kecenderungan ini akan menyebabkan kenaikan harga-harga. 2) Pekerja-pekerja di berbagai kegiatan ekonomi menuntut kenaikan upah. Apabila para pengusaha mulai menghadapi kesukaran dalam mencari tambahan pekerja untuk menambah produksinya, pekerja-pekerja yang ada akan terdorong untuk menuntut kenaikan upah. Apabila tuntutan kenaikan upah berlaku secara meluas, akan terjadi kenaikan biaya produksi dari berbagai barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian. Kenaikan biaya produksi tersebut akan mendorong perusahaan-perusahaan menaikkan harga-harga barang mereka. Kedua masalah yang diterangkan di atas biasanya berlaku apabila perekonomian sudah mendekati tingkat penggunaan tenaga kerja penuh. Dengan kata lain di dalam perekonomian yang sudah sangat maju, masalah inflasi sangat erat kaitannya dengan tingkat penggunaan tenaga kerja. Faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan inflasi adalah (i) kenaikan harga-harga barang yang diimpor, (ii) penambahan penawaran uang yang berlebihan tanpa diikuti oleh pertambahan produksi dan penawaran barang, dan (iii) kekacauan politik dan ekonomi sebagai akibat pemerintahan yang kurang bertanggung jawab. Bab I. Pendahuluan 4
    • Bahan Ajar Teori Ekonomi Makro (GSEP 308) Akibat Buruk Inflasi Salah satu akibat penting dari inflasi ialah ia cenderung menurunkan taraf kemakmuran segolongan besar masyarakat. Sebagian besar pelaku- pelaku kegiatan ekonomi terdiri dari pekerja-pekerja yang bergaji tetap. Inflasi biasanya berlaku lebih cepat dari kenaikan upah para pekerja. Oleh sebab itu upah riil para pekerja akan merosot disebabkan oleh inflasi dan keadaan ini berarti tingkat kemakmuran segolongan besar masyarakat mengalami kemerosotan. Prospek pembangunan ekonomi jangka panjang akan semakin memburuk sekiranya inflasi tidak dapat dikendalikan. Inflasi yang bertambah serius tersebut cenderung untuk mengurangi investasi yang produktif, mengurangi ekspor dan menaikkan impor. Kecenderungan ini akan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Ketidakseimbangan Neraca Pembayaran Pada perekonomian terbuka yaitu sesuatu perekonomian itu mempunyai hubungan ekonomi dengan negara-negara lain, dan terutama ini dilakukan dengan menjalankan kegiatan ekspor dan impor. Disamping itu aliran modal untuk investasi juga berlaku di antara berbagai negara. Ketidakseimbangan di antara ekspor dan impor dan aliran keluar/masuk modal dapat menimbulkan masalah serius terhadap kestabilan sesuatu perekonomian. Kebaikan dan Keburukan Perekonomian Terbuka Para ahli ekonomi Klasik telah menunjukkan bahwa kegiatan perdagangan luar negeri mempunyai beberapa sumbangan penting kepada pertumbuhan ekonomi. Ekspor, misalnya akan memperluas pasar barang buatan dalam negeri dan ini memungkinkan perusahaan-perusahaan dalam negeri mengembangkan kegiatannya. Kegiatan impor juga dapat memberi Bab I. Pendahuluan 5
    • Bahan Ajar Teori Ekonomi Makro (GSEP 308) sumbangan kepada pertumbuhan ekonomi. Industri-industri dapat mengimpor mesin-mesin dan bahan mentah yang diperlukannya. Sebaliknya bahwa keterbukaan sesuatu perekonomian tidak selalu menguntungkan. Impor yang berlebih-lebihan dapat mengurangi kegiatan ekonomi di dalam negeri karena hal tersebut berarti konsumen menggunakan barang luar negeri dan tidak menggunakan barang buatan dalam negeri. Lebih banyak pengangguran akan berlaku. Implikasi berikutnya dari keadaan ini ialah modal dalam negeri akan mengalir ke luar negeri. Akibatnya ketidakseimbangan di antara uang dari dalam ke luar negeri akan berlaku. Ini cenderung menurunkan nilai mata uang domestik. Efek dari Defisit dalam Neraca Pembayaran Neraca pembayaran adalah suatu ringkasan pembukuan yang menunjukkan aliran pembayaran yang dilakukan dari negara-negara lain ke dalam negeri, dan dari dalam negeri ke negara-negara lain dalam satu tahun tertentu. Pembayaran-pembayaran yang dilakukan tersebut meliputi: 1) Penerimaan dari ekspor dan pembayaran untuk impor barang dan jasa. 2) Aliran masuk penanaman modal asing dan pembayaran penanaman modal ke luar negeri. 3) Aliran ke luar dan aliran masuk modal jangka pendek (seperti mendepositkan uang di luar negeri). Dua neraca penting dalam suatu neraca pembayaran adalah neraca perdagangan dan neraca keseluruhan. Neraca perdagangan menunjukkan perimbangan di antara ekspor dan impor. Sedangkan neraca keseluruhan menunjukkan perimbangan di antara keseluruhan aliran pembayaran ke luar negeri dan keseluruhan aliran penerimaan dari luar negeri. Defisit neraca pembayaran berarti pembayaran ke luar negeri melebihi penerimaan Bab I. Pendahuluan 6
    • Bahan Ajar Teori Ekonomi Makro (GSEP 308) dari luar negeri. Faktor-faktor penting yang menimbulkan masalah ini adalah impor melebihi ekspor, pengaliran modal yang terlalu banyak ke luar negeri. Defisit neraca pembayaran menimbulkan beberapa efek buruk terhadap kegiatan dan kestabilan ekonomi negara. Defisit sebagai akibat impor yang berlebihan akan mengakibatkan penurunan dalam kegiatan ekonomi dalam negeri karena konsumen menggantikan barang dalam negeri dengan barang impor. Harga valuta asing akan meningkat dan menyebabkan harga-harga barang impor bertambah mahal. Kegiatan ekonomi dalam negeri yang menurun mengurangi kegairahan pengusaha- pengusaha untuk melakukan penanaman modal dan membangun kegiatan usaha yang baru. Masalah Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah. Dari satu periode ke periode lainnya memampuan suatu negara untuk menghasilkan barang dan jasa akan meningkat. Kemampuan yang meningkat ini disebabkan oleh faktor- faktor produksi yang akan selalu mengalami pertambahan dalam jumlah dan kualitasnya. Investasi akan menambah jumlah barang modal. Teknologi yang digunakan berkembang. Disamping itu tenaga kerja bertambah sebagai akibat perkembangan penduduk, dan pengalaman kerja dan pendidikan menambah keterampilan mereka. B. Kerangka Analisa Makro Ada dua aspek utama dari kerangka analisa makro. Pertama adalah aspek mengenai “apa” yang disebut kegiatan ekonomi makro dan “di Bab I. Pendahuluan 7
    • Bahan Ajar Teori Ekonomi Makro (GSEP 308) mana” kegiatan tersebut dilakukan. Kedua adalah aspek mengenai “siapa” pelaku-pelakunya. C. Empat Pasar Makro Dalam ekonomi makro tidak hanya mempelajari satu pasar, misalnya “pasar barang” saja. Tetapi perekonomian nasional dilihat sebagai suatu sistem yang terdiri dari empat pasar besar yang saling berhubungan satu sama lain, yaitu : (a) pasar barang, (b) pasar uang, (c) pasar tenaga kerja, dan (d) pasar luar negeri. Sejalan dengan pengertian mengenai “pasar” dalam teori ekonomi mikro, maka masing-masing pasar besar inipun kita bayangkan sebagai pertemuan antara permintaan (demand) dan penawaran (supply). Di pasar barang, permintaan (total dari masyarakat) akan barang- barang dan jasa-jasa bertemua dengan seluruh barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksikan (dan ditawarkan) oleh seluruh produsen di masyarakat dalam suatu periode. Di pasar uang, permintaan (atau kebutuhan) masyarakat akan uang (kartal dan giral) bertemu dengan jumlah uang (kartal dan giral) yang beredar. Di pasar tenaga kerja, permintaan (kebutuhan) total akan tenaga kerja dari sektor dunia usaha dan pemerintah bertemu dengan jumlah angkatan kerja yang tersedia pada waktu itu. Di pasar luar negeri, permintaan dunia akan hasil-hasil ekpor kita bertemu dengan penawaran dari hasil-hasil tersebut yang bisa disediakan oleh eksportir-eksportir kita; dan pada sisi lain, permintaan (kebutuhan) negara kita akan barang-barang impor bertemu dengan penawaran barang-barang tersebut oleh pihak luar negeri (supply barang- barang impor). Sejalan dengan pengertian pasar dalam teori ekonomi mikro, maka dalam masing-masing pasar “makro” tersebut juga akan dipelajari dua aspek utama pasar, yaitu apa yang terjadi dengan harga (P) dan kuantitas yang Bab I. Pendahuluan 8
    • Bahan Ajar Teori Ekonomi Makro (GSEP 308) ditransaksikan (Q). Jadi dalam pasar barang ingin diketahui apa yang terjadi dengan tingkat harga umum (P) dari barang-0barang/jasa-jasa (seperti yang dicerminkan oleh indeks harga yang merupakan ukuran tingkat harga dari satu kelompok barang/jasa yang dihasilkan dari suatu negara) dan apa yang terjadi dengan kuantitas total (Q) dari barang/jasa yang dipasarkan (yang biasanya dinyatakan oleh statistik GDP atau Gross Domestic Product, yaitu nilai total dari semua hasil produksi akhir dari suatu negara). Dengan kata lain, dengan mempelajari pasar barang/jasa maka akan diketahui (a) tinggi rendahnya tingkat inflasi (gerak harga umum) dan naik turunnya GDP (gerak produksi total) (Gambar 1.1). Harga Umum S P D O Q GDP Gambar 1.1. Pasar Barang Di pasar uang permintaan akan uang dan penawaran akan uang menentukan “harga” dari uang atau harga dari penggunaan uang (yang dipinjamkan) yaitu tidak lain adalah tingkat bunga dan jumlah uang (giral dan kartal) yang beredar (Gambar 1.2). Bab I. Pendahuluan 9
    • Bahan Ajar Teori Ekonomi Makro (GSEP 308) Tingkat Bunga S r D M (Jumlah uang beredar) O Gambar 1.2. Pasar Uang Di pasar tenaga kerja permintaan dan penawaran tenaga kerja menentukan “harga” tenaga kerja, yaitu tingkat upah dan kuantitas tenaga kerja yang dipekerjakan atau employment (Gambar 1.3). Tingkat Upah S W D N Jumlah orang O yang bekerja Gambar 1.3. Pasar Tenaga Kerja Di pasar luar negeri, permintaan akan barang ekspor bersama dengan penawaran akan barang tersebut menentukan harga rata-rata Bab I. Pendahuluan 10
    • Bahan Ajar Teori Ekonomi Makro (GSEP 308) ekspor dan kuantitas atau volume-ekspor. Harga rata-rata dikalikan volume ekspor memberikan penerimaan devisa dari ekspor. Di pasar yang sama permintaan masyarakat akan barang-barang impor dan menentukan harga rata-rata impor dan volume impor. Juga di sini, harga rata-rata dikalikan volume impor memberikan pengeluaran devisa untuk impor barang-barang/jasa tersebut. Untuk pasar luar negeri, seringkali digabungkan pasar ekspor dan pasar impor dan diamati apa yang terjadi dengan : a) Neraca perdagangan, yaitu penerimaan devisa ekspor dikurangi pengeluaran devisa untuk impor; atau Neraca pembayaran apabila ingin pula mengetahuitentang aliran keluar-masuknya modal. b) Dasar penukaran luar negeri (terms of trade), yaitu harga rata-rata ekspor dibagi dengan harga rata-rata impor. c) Cadangan devisa, yaitu persediaan devisa yang dimiliki pada awal tahun ditambah saldo neraca pembayaran. Secara ringkas persoalan-persoalan yang dipelajari dalam teori ekonomi makro adalah seperti yang tercantum dalam Tabel 1.1. Bab I. Pendahuluan 11
    • Bahan Ajar Teori Ekonomi Makro (GSEP 308) Tabel 1.1. Persoalan-persoalan yang Dipelajari dalam Teori Ekonomi Makro No. Pasar Hal-hal yang DipelajariAngka-angka Statistik yang Perilakunya Diamati dalam Praktik 1. Barang Tingkat harga umum Indeks Biaya Hidup GDP Implicit Deflator GDP Statistik GDP dengan harga konstan 2. Uang Tingkat bunga Bunga atas deposito Bunga atas pinjaman bank Bunga di pasar bebas (di luar bank) Volume uang Jumlah uang (kartal & giral) yang beredar Kredit yang diberikan oleh bank 3. Tenaga kerja Tingkat upah rata-rata Indeks-indeks upah di berbagai sektor ekonomi Employment (orang Jumlah orang yang bekerja di yang bekerja) berbagai sektor Unemployment Angkatan kerja minus jumlah (pengangguran) orang yang bekerja 4. Luar negeri Neraca Peradagangan Statistik neraca perdagangan Dasar Penukaran (Term Statistik dasar penukaran of Trade) Cadangan Devisa Statistik cadangan devisa D. Lima Pelaku Makro Dalam teori makro, orang-orang atau lembaga-lembaga yang melakukan kegiatan ekonomi digolongkan menjadi lima kelompok besar, yaitu : (a) rumah tangga, (b) produsen, (c) pemerintah, (d) lembaga-lembaga keuangan, dan (e) negara-negara lain. Kegiatan dari kelima kelompok pelaku ini serta kaitannya dengan keempat pasar di atas digambarkan secara skematis dalam Gambar 1.4. Keterangan Gambar 1.4. Bab I. Pendahuluan 12
    • Bahan Ajar Teori Ekonomi Makro (GSEP 308) aliran permintaan aliran penawaran aliran tidak lewat pasar Permintaan 1. Pengeluaran konsumsi oleh rumah tangga 2. Belanja barang oleh pemerintah 3. Investasi oleh prusahaan 4. Ekspor ke luar negeri 5. Kebutuhan tenaga kerja oleh pemerintah 6. Kebutuhan tenaga kerja oleh perusahaan 7. Kebutuhan uang tunai dan kredit 8. Kebutuhan rumah tangga akan uang tunai 9. Kebutuhan perusahaan-perusahaan asing akan rupiah Penawaran 10. Hasil produksi dalam negeri 11. Impor dari luar negeri 12. Tenaga kerja yang disediakan oleh rumah tangga 13. Suplai uang kartal 14. Tabungan rumah tangga 15. Suplai uang giral 16. Suplai dana luar negeri. Kelompok Rumah Tangga melakukan kegiatan pokok berupa : a) menerima penghasilan dari para produsen dari “penjualan” tenaga kerja mereka (upah), deviden, dan dari menyewakan tanah hak milik mereka (tidak terlihat dalam gambar). b) menerima penghasilan dari lembaga keuangan berupa bunga atas simpanan-simpanan mereka. c) membelanjakan penghasilan tersebut di pasar barang (sebagai konsumen). d) menyisihkan sisa dari penghasilan tersebut untuk ditabung pada lembaga-lembaga keuangan. Bab I. Pendahuluan 13
    • Bahan Ajar Teori Ekonomi Makro (GSEP 308) e) membayar pajak kepada pemerintah. f) masuk dalam pasar uang sebagai “peminta” (demanders) karena kebutuhan mereka akan uang tunai untuk misalnya transaksi sehari- hari. Kelompok Produsen melakukan kegiatan-kegiatan pokok berupa : a) memproduksikan dan menjual barang-barang/jasa-jasa (yaitu sebagai suplier di pasar barang). b) menyewa/menggunakan faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh kelompok rumah tangga untuk proses produksi. c) menentukan pembelian barang-barang modal dan stok barang-barang lain (selaku investor masuk dalam pasar barang sebagai peminta atau demander). d) meminta kredit dari lembaga keuangan untuk membiayai investasi mereka (sebagai demander di pasar uang). e) membayar pajak. Kelompok Lembaga Keuangan mencakup semua bank-bank dan lembaga- lembaga keuangan lainnya kecuali bank sentral (Bank Indonesia). Kegiatan mereka berupa : a) menerima simpanan/deposito dari rumah tangga. b) menyediakan kredit dan uang giral (sebagai suplier dalam pasar uang). Pemerintah (termasuk di dalamnya bank sentral) melakukan kegiatan berupa : a) menarik pajak langsung dan tak langsung. b) membelanjakan penerimaan negara untuk membeli barang-barang kebutuhan pemerintah (sebagai demander di pasar barang). c) meminjam uang dari luar negeri. d) menyewa tenaga kerja (sebagai demander di pasar tenaga kerja). Bab I. Pendahuluan 14
    • Bahan Ajar Teori Ekonomi Makro (GSEP 308) e) menyediakan kebutuhan uang (kartal) bagi masyarakat (sebagai suplier di pasar uang). Negara-negara lain, berupa : a) menyediakan kebutuhan barang impor (sebagai suplier di pasar barang). b) membeli hasil-hasil ekspor (sebagai demander di pasar barang). c) menyediakan kredit untuk pemerintah dan swasta dalam negeri. d) membeli dari pasar barang untuk kebutuhan cabang perusahaannya di Indonesia (sebagai investor). e) masuk ke dalam pasar uang dalam negeri sebagai penyalur uang (devisa) dari luar negeri (sebagai suplier dana) dan sebagai peminta kredit dan uang kartal rupiah untuk kebutuhan cabang-cabang perusahaan mereka di Indonesia (demander akan dana). Bab I. Pendahuluan 15
    • Bahan Ajar Teori Ekonomi Makro (GSEP 308) Bab I. Pendahuluan 16
    • Bahan Ajar Teori Ekonomi Makro (GSEP 308) RINGKASAN 1. Ekonomi makro adalah ilmu ekonomi yang mempelajari peristiwa/kegiatan ekonomi secara keseluruhan (agregat). 2. Permasalahan kebijaksanaan ekonomi makro mencakup dua permasalahan pokok yaitu masalah jangka pendek (stabilitasi) dan masalah jangka panjang (pertumbuhan). 3. Kebijaksanaan ekonomi makro jangka pendek dan jangka panjang pada dasarnya adalah untuk menghindari tiga penyakit makro utama yaitu (1) inflasi, (2) pengangguran, dan (3) ketimpangan dalam neraca pembayaran. 4. Perekonomian nasional dilihat sebagai suatu sistem yang terdiri dari empat pasar besar yang saling berhubungan satu sama lain, yaitu (1) pasar barang, (2) pasar uang, (3) pasar tenaga kerja, dan (4) pasar luar negeri. 5. Pada pasar barang, permintaan (total dari masyarakat) akan barang- barang dan jasa-jasa bertemu dengan keseluruhan barang-barang dan jasa-jasa diproduksikan (dan ditawarkan) oleh keseluruhan di masyarakat dalam suatu periode. 6. Pada pasar uang, permintaan (atau kebutuhan) masyarakat akan uang (kartal dan giral) bertemu dengan jumlah uang yang beredar. 7. Pada pasar tenaga kerja, permintaan (kebutuhan) total akan tenaga kerja dari sektor dunia usaha dan pemerintah bertemu dengan angkatan kerja yang tersedia pada waktu itu. 8. Pada pasar luar negeri, permintaan dunia akan hasil-hasil ekspor nasional bertemu dengan penawaran dari hasil-hasil tersebut yang bisa disediakan oleh eksportir nasional; di sisi lain, permintaan dalam negeri akan barang-barang impor bertemu dengan penawaran barang-barang tersebut oleh pihak luar negeri. Bab I. Pendahuluan 17
    • Bahan Ajar Teori Ekonomi Makro (GSEP 308) 9. Lima pelaku ekonomi makro yaitu : (1) rumah tangga, (2) produsen, (3) pemerintah, (d) lembaga-lembaga keuangan, dan (5) negara-negara lain. LATIHAN 1. Jelaskan pengertian ekonomi makro ! 2. Jelaskan istilah di bawah ini secara singkat tetapi benar ! a. Pengangguran b. Inflasi c. Necara pembayaran d. Pertumbuhan ekonomi 3. Mengapa pengangguran merupakan masalah bagi perekonomian nasional ? 4. Jelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya inflasi ! 5. Jelaskan masalah ekonomi yang timbul akibat terjadinya inflasi ! 6. Defisit neraca pembayaran menimbulkan beberapa efek buruk terhadap kegiatan dan kestabilan ekonomi negara. Berikan tanggapan saudara terhadap pernyataan tersebut ! 7. Jelaskan bekerjanya empat pasar makro dalam perekonomian nasional! 8. Dalam ekonomi makro terdapat lima pelaku utama, jelaskan masing- masing peranan kelima pelaku tersebut terhadap perekonomian ! KUNCI JAWABAN 1. Ekonomi makro adalah ilmu ekonomi yang mempelajari peristiwa/kegiatan ekonomi secara keseluruhan (agregat). Bab I. Pendahuluan 18
    • Bahan Ajar Teori Ekonomi Makro (GSEP 308) 2. a. Pengangguran adalah suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. b. Inflasi adalah suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam sesuatu perekonomian. c. Neraca Pembayaran adalah suatu ringkasan pembukuan yang menunjukkan aliran pembayaran yang dilakukan dari negara-negara lain ke dalam negeri, dan dari dalam negeri ke negara-negara lain dadalam satu tahu tertentu. d. Pertumbuhan ekonomi adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah. 3. Pengangguran merupakan masalah bagi perekonomian nasional. Pengangguran mengurangi pendapatan masyarakat, dan ini mengurangi tingkat kemakmuran yang mereka capai. Apabila keadaan pengangguran di sesuatu negara adalah sangat buruk, kekacauan politik dan sosial selalu berlaku dan menimbulkan efek buruk kepada kesejahteraan masyarakat dan prospek pembangunan ekonomi jangka panjang. 4. Inflasi terutama bersumber dari salah satu atau gabungan dari dua masalah berikut. a. Tingkat pengeluaran agregat yang melebihi kemampuan perusahaan-perusahaan untuk menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa. Keinginan untuk memenuhi kebutuhan akan barang mendorong konsumen meminta barang itu pada harga yang lebih tinggi. Sementara produsen mencoba menahan barangnya dan menjual pada harga yang lebih tinggi. Kedua kecenderungan ini akan menyebabkan kenaikan harga-harga. Bab I. Pendahuluan 19
    • Bahan Ajar Teori Ekonomi Makro (GSEP 308) b. Pekerja-pekerja di berbagai kegiatan ekonomi menuntut kenaikan upah. Apabila tuntutan kenaikan upah berlaku secara meluas, akan terjadi kenaikan biaya produksi dari berbagai barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian. Kenaikan biaya produksi tersebut akan mendorong perusahaan-perusahaan menaikkan harga-harga barang mereka. 5. Masalah ekonomi yang timbul akibat terjadinya inflasi adalah inflasi biasanya berlaku lebih cepat dari kenaikan upah para pekerja. Oleh sebab itu upah riil para pekerja akan merosot disebabkan oleh inflasi dan keadaan ini berarti tingkat kemakmuran segolongan besar masyarakat mengalami kemerosotan. 6. Defisit neraca pembayaran akibat impor yang berlebihan akan mengakibatkan penurunan kegiatan ekonomi dalam negeri, harga valuta asing akan meningkat dan menyebabkan harga-harga barang impor bertambah mahal, akhirnya terjadi penurunan investasi dan pembangunan kegiatan usaha baru. Untuk itu perlu adanya upaya untuk menekan impor melalui perbaikan teknologi dan efisiensi produksi sehingga dihasilkan barang dengan kualitas yang sama, dan pemerintah harus lebih penggalakan cinta produk dalam negeri. 7. Perekonomian nasional dilihat sebagai suatu sistem yang terdiri dari empat pasar besar yang saling berhubungan satu sama lain, yaitu (1) pasar barang, (2) pasar uang, (3) pasar tenaga kerja, dan (4) pasar luar negeri. 8. Lima pelaku ekonomi makro yaitu : (1) rumah tangga, (2) produsen, (3) pemerintah, (d) lembaga-lembaga keuangan, dan (5) negara-negara lain. Bab I. Pendahuluan 20
    • Bab I. Pendahuluan Teori Ekonomi Makro Pajak 11 Pemerintah 2 Negara- 4 negara lain Pajak Pasar Barang 10 Produsen 3 13 Rumah Tangga 1 6 5 Pasar Tenaga 14 12 Kerja 8 7 9 15 Pasar Uang Lembaga Keuangan 16 Gambar 1.4. Lima Pelaku Makro serta Kaitannya dengan Keempat Pasar Makro 16