Your SlideShare is downloading. ×
0
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Hukum perikatan
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Hukum perikatan

639

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
639
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
43
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. HUKUM PERIKATANHUKUM PERIKATAN
  • 2. Definisi PerikatanDefinisi Perikatan• Menurut Hofmann :Suatu hubungan hukum antara sejumlahterbatas subyek-subyek hukumsehubungan dengan itu denganseseorang atau beberapa orangdaripadanya mengikatkan dirinya untukbersikap menurut cara-cara tertentuterhadap pihak lain, yang berhak atassikap yang demikian itu
  • 3. • Menurut Pitlo :Perikatan adalah suatu hubungan hukumyang bersifat harta kekayaan antara 2orang atau lebih, atas dasar mana pihakyang satu berhak (kreditur) dan pihak lainberkewajiban (debitur) atas sesuatuprestasi
  • 4. Perikatan adalah suatu hubungan hukumantara 2 pihak, yang mana pihak yangsatu berhak menuntut sesuatu dari pihakyang lainnya yang berkewajibanmemenuhi tuntutan itu
  • 5. Unsur-Unsur PerikatanUnsur-Unsur Perikatan1. Hubungan HukumHubungan hukum ialah hubungan yangterhadapnya hukum meletakkan “hak”pada 1 pihak dan melekatkan“kewajiban” pada pihak lainnya.
  • 6. Perhatikanlah contoh sebagai berikut :Perhatikanlah contoh sebagai berikut :1. A menitipkan sepedanya dengan Cuma-Cuma kepada B, maka terjadilahperikatan antara A dan B yangmenimbulkan hak pada A untukmenerima kembali sepeda tersebut dankewajiban pada B untuk menyerahkansepeda tersebut.2. X menjual mobil kepada Y, apakah yangtimbul dari perikatan antara X dan Y?
  • 7. 2. Para Pihak Para pihak dalam suatu perikatan disebutdengan subjek perikatan Harus terjadi antara 2 orang atau lebih Pertama,pihak yang berhak atas prestasi,ataupihak yang berpiutang disebut denganKREDITUR Kedua,pihak yang berkewajiban memenuhiatas prestasi, atau pihak yang berutangdisebut dengan DEBITUR
  • 8. Debitur memiliki 2 unsur yaitu “schuld”dan “haftung”Schuld adalah utang debitur kepadakrediturHaftung adalah harta kekayaan debituryang dipertanggungjawabkan bagipelunasan utang debitur tersebut
  • 9. 3. Objek Yang menjadi objek perikatan adalahprestasi, yaitu hal pemenuhan perikatan Pasal 1234 KUHPerdata, menyatakan :“tiap-tiap perikatan adalah untukmemberikan sesuatu, untuk berbuatsesuatu, dan tidak berbuat sesuatu”
  • 10. Memberikan sesuatu, yaitu menyerahkankekuasaan nyata atas benda dari debiturkepada kreditur, termasuk pemberiansejumlah uang, penyerahan hak milik atasbenda bergerak dan tidak bergerak
  • 11. Prestasi dengan “berbuat sesuatu”adalahperikatan untuk melakukan sesuatumisalnya membangun rumahPrestasi dengan “tidak melakukansesuatu” misalnya x membuat perjanjiandengan y ketika menjual butiknya, untuktidak menjalankan usaha butik dalamdaerah yang sama
  • 12. Sifat PrestasiSifat Prestasi1. Harus sudah tertentu atau dapat ditentukan. Jikaprestasi itu tidak tertentu atau tidak dapat ditentukanmengakibatkan perikatan batal (nietig)2. Harus mungkin, artinya prestasi itu dapat dipenuhi olehdebitur secara wajar dengan segala usahanya. Jikatidak demikian perikatan menjadi batal3. Harus diperbolehkan (halal), artinya tidak dilarang olehUU, tidak bertentangan dengan kesusilaan danketertiban umum. Jika prestasi tidak halal, makaperikatan batal
  • 13. 4. Harus ada manfaat bgai kreditur, artinyakreditur menggunakan, menikmati, danmengambil hasilnya. Jika tidak demikian,perikatan dapat dibatalkan.5. Terdiri dari satu perbuatan atauserentetan perbuatan. Jika prestasi ituberupa satu kali perbuatan dilakukanlebih dari satu kali dapat mengakibatkanpembatalan perikatan.
  • 14. 4. Kekayaan Pasal 1131 BW menyatakan bahwa : “segalakebendaan si berutang, baik yang bergerakmaupun yang tak bergerak, baik yang sudahada maupu yg akan ada dikemudian hari,menjadi tanggungan untuk segala perikatanperserorangan”
  • 15. Ingkar Janji (wanprestasi)Ingkar Janji (wanprestasi)• Para debitur terletak kewajiban untukmemenuhi prestasi. Dan jika ia tidakmelaksanakan kewajibannya tersebut bukankarena keadaan memaksa maka debiturdianggap melakukan inkar janji (wanprestasi)• Ada 3 bentuk wanprestasi, yaitu :a) Tidak memenuhi prestasi sama sekalib) Terlambat memenuhi prestasic) Memenuhi prestasi secara tidak baik
  • 16. • Akibat hukum bagi debitur yang wanprestasiadalah :a) Debitur diwajibkan membayar ganti kerugianyang telah diderita oleh kreditur (pasal 1243BW)b) Apabila perikatan itu timbal balik, krediturdapat menuntut pemutusan/pembatalanmelalui hakim (pasal 1266 BW)c) Dalam perikatan untuk memberikan sesuatu,resiko beralih kepada debitur sejak terjadiwanprestasi (pasal 1237 BW)
  • 17. d. Debitur diwajibkan memenuhi perikatanjika masih dapat dilakukan, ataupembatalan disertai pembayaran gantikerugian (pasal 1267 BW)e. Debitur wajib membayar biaya perkarajika diperkarakan di muka pengadilannegeri, dan debitur dinyatakan bersalah
  • 18. • Tidak terpenuhinya kewajiban olehdebitur disebabkan oleh dua alasan,yaitu :a) Karena kesalahan debitur, baik dengansengaja maupun lalaib) Karena keadaan memaksa (Overmacht /Force Majure )
  • 19. • Adanya kesalahan harus dipenuhi unsur-unsursebagai berikut :a) Perbuatan yang dihindarkan harus dapatdihindarkanb) Perbuatan tersebut dapat dipersalahkankepada si pembuat, yaitu bahwa ia dapatmenduga tentang akibatnya• Apakah suatu akibat itu dapat diduga atautidak, haruslah diukur secara obyektif dansubyektif• Obyektif, yaitu apabila menurut manusianormal akibat tsbt dapat diduga• Subyektif, jika akibat tersebut menurutkeahlian seseorang dapat diduga
  • 20. • Kesengajaan adalah perbuatan yangdiketahui dan dikehendaki• Kelalaian adalah perbuatan yang mana sipembuatnya mengetahui akankemungkinan terjadinya akibat yangmerugikan orang lain
  • 21. Keadaan memaksa (overmacht / forceKeadaan memaksa (overmacht / forcemajure )majure )• Keadaan memaksa ialah keadaan tidakdipenuhinya prestasi oleh debitur karenaterjadi peristiwa yang tidak dapat diketahuiatau tidak dapat diduga akan terjadi ketikamembuat perikatan.• Unsur-unsur keadaan memaksa :1. Tidak dipenuhi prestasi karena terjadi peristiwayang membinasakan/memusnahkan objekperikatan2. Tidak dipenuhi prestasi karena terjadi peristiwayang menghalangi debitur u/ berprestasi3. Peristiwa itu tidak dapat diketahui atau didugaakan terjadi pada waktu membuat perikatan
  • 22. SOMASI Adalah teguran dari si kreditur kepada debitur agardapat memenuhi prestasi sesuai dengan isiperjanjian yang telah disepakati Ketentuan somasi dalam pasal 1238 dan pasal1243 BW Ada 3 cara terjadinya somasi :1. Debitur melaksanakan prestasi yang keliru2. Debitur terlambat memenuhi prestasi3. Prestasi yg dilaksanakan tidak berguna
  • 23.  Isi yang harus dimuat dalam suratIsi yang harus dimuat dalam suratsomasi adalah :somasi adalah :a.a. Dasar TuntutanDasar Tuntutanb.b. Apa yang dituntutApa yang dituntutc.c. Tanggal paling lambat memnuhi prestasiTanggal paling lambat memnuhi prestasi Somasi tidak diperlukan apabila :Somasi tidak diperlukan apabila :a.a. Kreditur menolak pemenuhanKreditur menolak pemenuhanb.b. Debitur mengakui kelalaianDebitur mengakui kelalaianc.c. Pemenuhan prestasi tidak mungkinPemenuhan prestasi tidak mungkindilakukandilakukand.d. Pemenuhan prestasi tidak berarti lagiPemenuhan prestasi tidak berarti lagie.e. Debitur telah melaksanakan prestasiDebitur telah melaksanakan prestasisebagaimana mestinyasebagaimana mestinya
  • 24. Ganti rugi dalam Wanprestasi Menurut pasal 1244, 1245 dan 1246BW,ganti rugi menggunakan istilah biaya,rugi dan bunga Rugi adalah kerugian nyata yang dapatdiduga atau dapat diperkirakan pada saatperikatan itu diadakan, yang timbul akibatwanprestasi
  • 25. Syarat-syarat ganti rugi Kerugian yang dapat diduga atau sepatutnyadiduga pada saat waktu perikatan dibuat Kerugian yang merupakan akibat langsungwanprestasi (mempunyai hubungan kausal)
  • 26. Jenis – Jenis PerikatanA. Perikatan Menurut isi prestasinya :1) Perikatan Positif dan Negatif2) Perikatan sepintas lalu dan berkelanjutan3) Perikatan alternatif4) Perikatan fakultatif5) Perikatan generik dan spesifik6) Perikatan yang dapat dibagi dan yang tidak dapatdibagi
  • 27. B. Perikatan Menurut subjeknya1) Perikatan tanggung renteng2) Perikatan pokok (principle)3) Perikatan Tambahan (accesoire)C. Perikatan menurut mulai dan berakhirnyaperikatan1) Perikatan bersyarat2) Perikatan dengan ketentuan waktu
  • 28.  Perikatan Positif adalah perikatan yangprestasinya berupa perbuatan nyata,misalnya memberi atau berbuat sesuatu Perikatan Negatif adalah perikatan yangprestasinya tidak berbuat sesuatu Perikatan sepintas lalu adalah pemenuhanprestasi cukup dengan satu perbuatan saja.Misalnya perikatan untuk menyerahkanbarang yang dijual dan membayarnya
  • 29.  Perikatan berkelanjutan adalah perikatandimana prestasinya bersifat terus menerusdalam jangka waktu tertentu,misalnyaperikatan yang timbul dari sewa menyewaatau persetujuan kerja Perikatan alternatif adalah perikatan dimanadebitur berkewajiban melaksanakan satu daridua atau lebih prestasi yang dipilih
  • 30.  Perikatan Fakultatif adalah suatu perikatanyang obyeknya hanya berupa satu prestasi,dimana debitur dapat menggantikan denganprestasi yang lainnya Perikatan generik adalah perikatan, dimanaobyeknya ditentukan menurut jenis danjumlahnya Perikatan specifik adalah perikatan yangobyeknya ditentukan secara terperinci
  • 31. Perikatan bersyarat Perikatan bersyarat– a/ perikatan yg pemenuhn prestasiny dikaitkan pdsyarat tertentu.– Apa yg dimaksud dgn syarat? a/ peristiwa yg akan datang dan blm pasti terjadi(P.1253)31
  • 32.  Syarat dibedakan atas 2 macam:– Syarat yang menangguhkan Artinya apabila syarat tsb dipenuhi, maka perikatannymenjadi berlaku– A akan menjual rumahnya kpd B, kalo A jadi dipindah o/perusahaanny ke Jakart. Yg menentukan apakah A jadidipindah o/ perusahaanny ato tdk tergantungperusahaanny. Jadi blum pasti terjadi.– Kalo A betul dipindah ke Jakarta, maka perikatannyberlaku, yakni A hrs menjual rumahny kpd B32
  • 33. – Syarat yg memutuskn atau membatalkn Artinya apabila syarat tersebut dipenuhi, makaperikatannya menjadi putus atau batal.– A akan menyewakan rumahny kpd B asal tdk dipakai utkgudang. Jika B menggunakan rumah tsb utk gudang,maka syarat itu tlah terpenuhi dan perikatan menjadiputus ato batal dan pemulihan dlm keadaan semulaseperti tdk pernah terjadi perikatan.33
  • 34.  Perikatan yg bertujuan melakukan sesuatuyg tdk mungkin dilaksanakan, bertentangandg kesusilaan dan dilarang UU a/ batalhukumny. Dg demikian perikatan yg dikaitkan dgsyarat-syarat tertentu di atas jadi batal. Syarat yg tdk mungkin terlaksana, artinyascara obyektif syarat itu tdk mungkindipenuhi.34
  • 35. – A akan memberikan hadiah senilai 1 juta rupiah kepada B,dgn syarat B dpt menempuh perjalanan Semarang –Jakarta dlm waktu satu hari. Ukuran bertentangan dg kesusilaan ato UU? UU sendiri tidak mengatur lebih lanjut. Ukuran yg dipakai biasanya a/ manusia bebas utkmengambil keputusan mengenai dirinya sendiri, tapiapabila ada paksaan ato tekanan batin sehingga iatidak bebas lg, maka ini dianggap bertentangan dgkesusilaan.35
  • 36. – A akan memberi B hadiah sebuah mobil dgsyarat, B tdk blh menikah dg C. Di sini hibahnyaakan batal.– Demikian jg halnya ketika A akan menaikkanupah B, jika B mau menikah dgn C. Inibertentangan dg kesusilaan. Syarat dibedakan menurut isinya:– Syarat potestatif– Syarat kebetulan– Syarat campuran04/26/13 36
  • 37.  Syarat potestatif– a/ syarat yg pemenuhannya tergantung dari kekuasaansalah satu pihak Syarat kebetulan– a/ syarat yg pemenuhannya tdk tergantung dari kekuasaankedua belah pihak Syarat campuran– a/ syarat yg pemenuhanny tergantung dari kemauan salahsatu pihak jg bergantung dari kemauan pihak ketigabersama-sama. A akan memberi rumah kpd B, jika B mau menikah dgnkeponakanny. Jadi syarat ini tergantung dari B dan jgkeponakanny. 37
  • 38.  Dalam perikatan yang bersyarat, debitur tdkberkewajiban utk berprestasi sbelum syaratitu dipenuhi. Jika debitur tlh berprestasi sbelum syarat itudipenuhi, maka debitur dpt minta kembaliprestasiny sampai syarat itu dipenuhi. Jadimerupakan pembayaran tdk terutang.38
  • 39. 2.Perikatan dengan ketetapan waktu Perikatan dgn ketetapan waktu– a/ perikatan yg pemenuhn prestasinya dikaitkanpd waktu yg tertentu ato dg peristiwa tertentu ygpasti terjadi. Ketetapan waktu dibedakn atas dua:– Ketetapan waktu yang menangguhkan (P.1268-1271) Ketetapan waktu yg menangguhkan tdk menangguhkanperikatannya tapi menangguhkan pelaksanaanya.04/26/13 39
  • 40. – Ketetapn waktu yg memutuskan ato membatalkn Perjanjian kerja utk waktu satu tahun, atau sampaimeninggalny buruh Perikatan dpt sekaligus ditentukan mulainydan berakhirny, yaitu sewa menyewa dimulaidesember yg akan datang sampai satu tahnlamany. Jika tdk ditentukn mulainy kapan,maka perikatn sgera berlaku dan kreditursgera minta pemenuhanny.40
  • 41.  Perbedaan perikatan dgn ketetapan waktu dgnperikatan bersyarat a/ adany kepastian waktu ituakan datang. Ketetapan waktu dapat tetap.– penyerahan barang dilakukan tanggal 20 April yg akan akandatang atau 4 hari lg. Ketetapan waktu dapat tidak tetap.– A akan memberikan rumah kpd B kalo A mati. Kematian A a/pasti, tapi kapan itu terjadi a/ tdk dpt ditetapkn. Soal:– A dan B berjanji akan memberikan rumahnya masing-masing kpd yg lain berdasarkn siapa yg meninggal duluan 41
  • 42.  Akibat hukum dari perikatan ini bermacam-macam. UU menentukan bahwa ketetapanwaktu a/ utk keuntungan dari debitur, kecualiditentukan lain (P.1270).– Pada umumnya, pembayaran sbelum waktunyadari debitur tdk dpt dituntut o/ kreditur jg tdk akanditolak o/ kreditur.– Tapi apabila ketentuan waktu itu utk keuntungankreditur, maka pembayaran sbelum waktunyaakan merugikan kreditur. 42
  • 43. – Hutang piutang dgn bunga.– Debitur behak utk tdk digugat sbelum waktunya dan krediturjg berhak utk tdk dibayar sbelum waktuny. Dalam perikatan dengan ketetapan waktu,pembayaran sbelum waktunya tdk dpt dimintakembali.dan ini berbeda dgn perikatan bersyarat. Ketetapan waktu menangguhkan disebut terme dedroit. Harus dibedakan dgn terme de grace dlm pasal1266. yg pertama menagguhkan pelaksanaanprestasi, yg kedua debitur minta penangguhanpemenuhan prestasi krn tlah ditagih oleh kreditur.43
  • 44. Kehilangan hak untukmemanfaatkan ketetapan waktu. Debitur tidak lg dpt menarik manfaat dari suatuketetapan waktu jika ia telah dinyatakan pailit(dinyatakan tidak mampu lagi) ato krn kesalahan debiturjaminan yg diberikn kpd kreditur tlah berkurang atomerosot nilainy.– Artinya, meskipun batas ketetapan waktu yg ditentukn itu belumtiba, namun kreditur sdh dpt menagih krn debitur dinyatakanpailit ato krn kesalahan debitur jaminan yg diberikn kpd krediturtlah berkurang ato merosot nilainy.44
  • 45. Perbedaan perikatan bersyarat danperikatan dengan ketetapan waktu Debitur yg blum waktuny datang telah memenuhiprestasi. Dalam perikatan bersyarat prestasinya dptdimintakan lg dan merupakan pembayaran tdkterutang Berlakunya pemenuhan prestasi.– Dlm perikatan bersyarat pemenuhan prestasi itu berlakusurut sejak perjanjian itu dibuat krn syaratnya belum pastiterjadi.– Dlm perikatan dgn ketetapan waktu pemenuhan prestasi itutdk berlaku surut. Ketetapan waktu tdk menangguhkanperikatan melainkan menangguhkan pelaksanaan.45
  • 46. Perikatan tanggung menanggung atautanggung renteng Perikatan tanggung menanggung atau tanggungrenteng– Pada umumnya para pihak dlm perjanjian terdiri dari satuorang pihak yg satu dan satu orang pihak yg lain. Tapisering terjadi salah satu pihak atau kedua belah pihakterdiri dari lebih dari satu orang. Jika A dan B bersama-sama mempunyai piutang Rp.1000,00 utkX. Artinya, A dan B masing-masing dapat menuntut kepada XRp.500,00. Sebaliknya, X dan Y hutang kepada A, sehingga A dpt menuntutkpd X dan Y masing-masing setengah bagian dari hutang itu.46
  • 47.  Artinya, tiap-tiap kreditur dpt menuntut prestasiseluruhny dgn ketentuan masing-masing debiturdpt dipertanggung gugatkan utk sluruh prestasi.Ini dimaksudkan dgn sekali pemenuhan prestasi,maka hubunganny menjadi lenyap.– Karena A dan B bersama-sama mempunyai Hak atasRp.1000,00. Jika X tlah melunasi kpd A maka tuntutn Bkepada X jg akan lenyap. Demikian jg sebaliknya, jika X danY bersama-sama hutang kpd A Rp.1000,00 maka A tlahdibayar lunas kalo X telah membayar hutang itu seluruhny.47
  • 48.  Umumnya X dan Y mengadakan perhitunganintern diantara mereka sendiri. Perhitunganinter inilah yang dinamakan perikatan ygtanggung menanggung atau tanggungrenteng. Perikatan tanggung renteng dapat terjadikarena:PerjanjianKetentuan UU 48
  • 49.  Tanggung rentengAktif (Pasal 1278,1279)Pasif (Pasal 130)– Artinya, adakalanya terdapat lebih dari seorang kreditur atoterdapat lebih dari seorang debitur. Mungkin jg terjadi kombinasi,yaitu lebih dari seorang kreditur di pihak yg satu dan lebih dariseorang debitur di pihak yg lain Tanggung renteng aktif dlm praktek jarang terjadi.Tanggung renteng aktif yg timbul dari UU jg tdk ada Tiap-tiap kreditur dlm tanggung renteng aktif berhakmenuntut pemenuhan sluruh prestasi, dgn pengertianpelunasan kpd salah satu kreditur membebaskn debiturdari kewajibanny thd kreditur-kreditur lainny (P.1278).49
  • 50.  Tanggung renteng pasif dlm banyak haltimbul dari UU.– Mereka yg merampas dan orang yg menyuruh,bertanggung jawab utk seluruhny secaratanggung renteng.– Orang yg bersama-sama menerima suatu barangsbg pinjaman, maka masing-masing mereka utkseluruhny bertanggungjawab thd orang ygmemberi pinjaman (P.1479).50
  • 51.  Tanggung renteng pasif biasanya terdiri dari unsur:– Dua orang debitur atau lebih– Kewajiban debitur utk prestasi yg sama– Pelunasan salah seorang debitur akan membebaskandebitur lainny– Perikatanny mempunyai dasar ato sebab yg sama. Dlm tanggung renteng pasif, kreditur dpt menuntutpemenuhan prestasi kpd setiap debitur, dlmpengertian pelunasan dari seorang debiturmembebaskan debitur-debitur lainny (P.1280)51
  • 52. Daya berlaku tanggung renteng Dlm perikatan tanggung renteng terjadi duapola hubungan: Hubungan intern (1278-1291)– A/ hubungan antara para kreditur atau debiturtanggung renteng itu sendiri. Artinya, setelah satu debitur melunasi utk seluruhny,mereka dpt memperhitungkn bagianny masing-masingkpd debitur yg dilunasiny itu. Hubungan ekstren (1292-1295)– A/ hubungan antara para kreditur tanggungrenteng dgn debitur 52
  • 53.  Dlm hubungan ekstern ini, debitur tanggungrenteng tdk mempunyai hak utama– utk diganti. Artinya, kalo ditagih tdk blh mintadebitur lainny sj ditagih– Utk dibagi. Artinya kalo ditagih tdk blh mintasupaya hutangny dibagi-bagi sj di antara debiturlainny.53
  • 54.  Kadang kala terjadi prestasi itu harus dipenuhi o/dua ato lebih debitur ato dpt ditagih o/ dua ato lebihkreditur. Hal ini dpt terjadi sejak semula dariperikatan ato akibat dari suatu peristiwa ygkemudian terjadi. Misal pewarisan– A, B dan C secara tanggung renteng berkewajibanmembayar Rp.500,- dan ternyata A wafat dgn meninggalkn5 orang ahli waris. Maka kreditur dpt menagih B ato Cmasing-masing Rp.500,- akan tetapi terhadap ahli waris Akreditur hanya dpt menagih masing-masing Rp.500,- Kalo prestasi tdk dpt dibagi, maka para debitur harusmemenuhi sluruh prestasi sekaligus54
  • 55. Perbedaan antara tanggung rentengdan perikatan tak dapat dibagi: Tanggung renteng slalu dikehendaki, baik o/perjanjian maupun UU– Tak dpt dibagi a/ mengenai prestasinya,prestasiny yg tak dpt dibagi. Jadi tanggungrenteng terletak pd subyekny, tak dpt dibagiterletak pd obyeknya/prestasiny. Tanggung renteng a/ akibat perjanjian atoakibat dari ketentuan UU– tak dpt dibagi a/ berdasarkan atas sifat atomaksud dari perikatan.55
  • 56. 4.Perikatan yang dapat dibagi Perikatan yg dpt dibagi a/ perikatan ygprestasiny dpt dibagi-bagi Jika terdapat satu kreditur dan satu debitur,maka perikatan yg dpt dibagi harusdilaksanakn seperti perikatan yg tdk dptdibagi. Jika terdapat lebih dari satu kreditur danlebih dari satu debitur, maka tiap-tiap krediturtdk blh menagih lebih dari bagiannya.Demikian pula tiap-tiap debitur tdk perlumemenuhi prestasi lebih dari bagiannya56
  • 57. 5.Perikatan yang tidak dapat dibagi Perikatan yg tdk dpt dibagi a/ perikatan yg prestasinytdk dpt dibagi-bagi Menurut UU tak dpt dibagi mempunyai akibat:– Kalo debiturnya banyak, tiap-tiap debitur dpt dipertanggunggugatkn sluruh prestasinya (berlakunya tak dpt dibagi ygpasif)– Kalo krediturnya banyak, tiap-tiap kreditur dpt menagihprestasi (berlakunya tak dpt dibagi yg aktif)57
  • 58.  Pembayaran o/ seorang debitur ato kpdsalah seorang kreditur melenyapknperikatan. Pd umumny,debitur yg tlah melunasihutangny mempunyai hak utk menagih kpdsesama debitur yg lain, jg kalo kreditur ygtlah menerima hutang seluruhny dari debiturberkewajibn utk memperhitungkn dgnkreditur-kreditur lain. 58
  • 59. Sumber PerikatanPerikatan1233Perjanjian1313Undang-Undang1352Perbuatan manusia1353Ditentukan UUPerbuatan MenurutHukum1354 & 1359Perbuatan MelawanHukum1365
  • 60. Perikatan yang terjadi karenaperjanjianPerjanjian adalah suatuperbuatan, dimana satu orangatau lebih mengikatkan dirinyaterhadap satu orang atau lebih
  • 61. Rumusan ps 1313 BWmemiliki kelemahan• Yang Dimaksud dengan“Perbuatan” tidak jelas• Tidak tampak asaskonsensualisme
  • 62. Definisi persetujuanyang baru :• Suatu persetujuan dengan dua orangatau lebih yang saling mengikatkandirinya pada lapangan hartakekayaan ( Abdulkadir Muhammad)• Suatu perbuatan hukum, dimana satuorang atau lebih mengikatkan dirinyaatau saling mengikatkan dirinyaterhadap satu orang atau lebih( setiawan )
  • 63. Unsur – Unsur Perjanjian1. Para Pihak ( Subjek)2. Ada persetujuan yang bersifat tetap3. Ada tujuan yang hendak dicapai4. Ada prestasi yang dapatdilaksanakan5. Ada bentuk tertentu ( Tulis/Lesan)6. Ada Syarat-syarat tertentu sebagaiisi perjanjian
  • 64. Syarat Sah perjanjian• Ps. 1320 BW :1. Sepakat Mereka yangmengikatkan dirinya2. Kecakapan Untuk membuatSuatu persetujuan3. Suatu Hal tertentu4. Suatu sebab yang halal
  • 65. Sepakat mereka ygmengikatkan dirinya• Kedua belah pihak harus mempunyaikemauan yg bebas untukmengikatkan diri dan kemauan ituharus dinyatakan• Kemauan yg bebas dianggap tidakterjadi ketika perjanjian itu terjadikarena paksaan(Dwang),kekhilafan(dwaling) atau penipuan(bedrof)
  • 66. kekhilafan• Periksa ps 1321 dan ps 1322• Dibedakan menjadi 2 yaitukekhilafan mengenai orangnya(error in persona) dankekhilafan mengenai hakikatbarangnya (error in subtansia)
  • 67. Paksaan• Periksa ps 1323, ps 1324• Yang dimaksud dengan paksaanadalah kekerasan jasmani tauancaman dgn sesuatu ygdiperbolehkan hukum yangmenimbulkan ketakutan kpdsesorang sehingga ia membuatperjanjian• Bandingkan dgn ps 1326 dan 1327
  • 68. penipuan• Lihat ps 1328• Penipuan mensyaratkan adanyatipu muslihat• Penipuan tidak dipersangkakan,tetapi harus dibuktikan
  • 69. Kecakapan u/ membuatpersetujuan• Kedua belah pihak harus cakapmenurut hukum u/ bertindaksendiri• UU telah menetapkan “tidakcakap” untuk melakukanperbuatan hukum
  • 70. Suatu Hal tertentu• Yang diperjanjikan dlm suatuperjanjian haruslah suatu halatau suatu barang yg cukupjelas atau tertentu• Kejelasan mengenai objekperjanjian ialah untukmemungkinkan pelaksanaanhak dan kewajiban
  • 71. Suatu Sebab(Causa)Yang Halal• “Causa” diartikan bahwa isiperjanjian itu yangmenggambarkan tujuan yangakan dicapai para pihak• Jadi isi dari perjanjian tsb tidakboleh melanggar UU, ketertibanumum dan kesusilaan
  • 72. Akibat Hukum jika tidakterpenuhi syarat sahperjanjian1. Syarat 1 dan Syarat 2 disebutsebagai syarat subyektif, jikasyarat ini tidak terpenuhi makaperjanjian itu dapat dimintakanpembatalannya kepada hakim.Pembatalan dapat dimintakandalam tenggang waktu 5 tahun(ps.1454)
  • 73. 2. Syarat 3 dan 4 disebut syaratObyektif, jika syarat ini tidakterpenuhi perjanjian batal.Perjanjian dianggap tidakpernah ada
  • 74. Azas-Azas Umumperjanjian1. Azas Kebebasan Berkontrak• Azas ini mrpkan perwujudanps.1338• Azas ini memberikan kebebasanuntuk :a) Berbuat/tidak berbuatb) Mengadakan perjanjian dgnsiapapunc) Menentukan isi dan bentuk perjanj.
  • 75. 2. Azas Konsesualisme• Azas ini mrpkn perwujudanps.1320 (1)• Suatu perikatan terjadi sejaksaat tercapainya kata sepakatantara para pihak
  • 76. 3. Azas Kekuatan mengikat• Ps 1338 : “semua persetujuanyg dibuat secara sah berlakusebagai UU bg mereka yangmembuatnya”
  • 77. 4. Azas Pelengkap• Pasal-pasal yang terdapat dlm UU(BW) dpt dikesampaingkan, apabilapara pihak menghendaki danmembuat ketentuan yg berbedadari UU5. Azas Kepatutan• Azas ini dituangkan dalam pasal1339 BW
  • 78. Jenis-jenis Perjanjian1. Perjanjian Timbal Balik• Adalah perjanjian yangmewajibkan kedua belah pihakberprestasi secara timbal balik• Contoh; jual beli, sewamenyewa, tukar menukar
  • 79. 2. Perjanjian sepihak• Adalah perjanjian yangmewajibkan pihak yang satuberprestasi dan memberi hakkepada pihak yang lain untukmenerima prestasi• Contoh; perjanjian hibah,hadiah
  • 80. 3. Perjanjian Bernama• Adalah perjanjian yg sudahmempunyai nama sendiri,ygdikelompokkan sbg perjanjiankhusus karena ditentukansedemikan oleh UU• Misal : jual beli, sewamenyewa, tukar menukar
  • 81. 4. Perjanjian Tak Bernama• Adalah perjanjian yg tidak diaturdlm UU tetapi terdapat dalammasyarakat. Jumlah perjanjian initidak terbatas dan nama ygdisesuaikan dgn kebutuhan parapihak• Misal : perjanjian kerjasama,perjanjian pemasaran, perjanjianpengelolahan
  • 82. 5. Perjanjian Atas Beban• Adalah perjanjian di mana terhadapprestasi dari pihak yg satu selaluterdapat kontraprestasi dari pihaklain, dan antara kedua prestasi ituada hubungannya menurut hukum• Misalnya; X menyanggupimemberikan Y sejumlah uang, jikaY menyerah-lepaskan suatu barangtertentu kpd X
  • 83. 6. Perjanjian Kebendaan (zakelijkoverenkomst)• Adalah perjanjian u/memindahkan hak milik dlmperjanjian jual beli. Perjanjiankebendaan ini sebagaipelaksanaan perjanjianobligator
  • 84. Bagian-bagianPerjanjiana) Esensialia• Bagian ini mrpkan sifat ygharus ada dlm perjanjian• Sifat yg menetukan ataumenyebabkan perjanjian itutercipta• Misalnya persetujuannya ttgapa, objeknya
  • 85. b) Naturalia• Bagian ini mrpkan (sifat)bawaan perjanjian sehinggasecara diam-diam melekatpada perjanjian• Misalnya menjamin tidak adacacat dalam benda yang dijual
  • 86. c) Aksidentialia• Bagian ini mrpkan sifat yangmelekat pada perjanjian dalamhal secara tegas diperjanjikanoleh para pihak• Misal ketentuan mengenaidomisili para pihak
  • 87. Akibat Hukum Perjanjian Sah Berlaku sebagai UU Tidak dapat ditarik kembali secarasepihak Pelaksanaan dengan itikad baik
  • 88. Pelaksanaan Perjanjian PembayaranAlat bayar yg digunakan pada umumnya adalah matauang. Pembayaran harus dilakukan ditempat yg telahditentukan Penyerahan bendadalam setiap perjanjian yang mengandung tujuanmemindahkan penguasaan dan atau hak milik perludilakukan penyerahan bendanya. Penyerahan ada 2macam yaitu penyerahan hak milik dan penyerahanpenguasaan benda Pelayanan JasaAdalah memberikan pelayanan dengan melakukanperbuatan tertentu. Misalnya servis, pengangkutan,perkerjaan buruh, dsb
  • 89. ACTIO PAULIANA Berasal dari hukum Romawi Actio paulina adalah perwujudan pasal 1341 BW Adalah hak kreditur u/ membatalkan perjanjianyang diadakan debiturnya dgn pihak ketiga karenamerugikannya Syarat actio pauliana :1. Harus merupakan perbuatan hukum2. Bukan merupakan perbuatan hukum yangdiwajibkan3. Hanya kreditur yg dirugikan berhak mengajukanpembatalan4. Debitur dan pihak ketiga harus mengetahui bahwaperbuatannya merugikan kreditur
  • 90. Perikatan yang lahir dari UU Perikatan ini diatur dalam ps 1352 –1380 BW Perikatan ini timbul karena telahditentukan oleh UU sendiri Perikatan ini dibagi menjadi 2 yaitu : Perikatan yang lahir dari UU Perikatan yang lahir dari UU karenaperbuatan manusia
  • 91. Perikatan yang lahir dari UU Yaitu perikatan yang timbul karena hubungankekeluargaan Misalnya; suami istri berkewajiban mendidikatau memelihara anak-anak mereka, anakwajib memberikan nafkah kepada orang tuayg sudah tidak bekerja (alimentasi) (UU No.1Tahun 1974), pemilik pekarangan ygberdampingan menurut pasal 625 berlakubeberapa hak dan kewajiban
  • 92. Perikatan yg lahir dari UUkarena perbuatan manusia1. Perbuatan manusia yangdiperbolehkan oleh Hukum2. Perbuatan Manusia yang MelawanHukum
  • 93. 1. Perbuatan Manusia ygdiperbolehkan o/ HukumA. Perwakilan sukarela (ZaakWaar-Neming) Adalah suatu perbuatan, dimana seseorangsecara sukarela menyediakan dirinyadengan maksud mengurus kepentinganorang lain, dengan perhitungan dan resikoorang tersebut Perwakilan sukarela diatur dalam pasal1354 – 1358 BW
  • 94. Syarat perwakilan sukarela1. Yang diurus adalah kepentingan orang lain2. Harus mengurus kepentingan orangdiwakilinya secara sukarela3. Harus mengetahui dan menghendaki dalammengurus kepentingan orang lain4. Harus terdapat keadaan yg sedemikianrupa yg membenarkan inisiatifnya untukbertindak sebagai wakil sukarela
  • 95. Hak dan kewajiban perwakilansukarela1. Bertindak sbg bpk rumah yg baik danmengurus dengan layak kepentingan orangyg diwakili (ps 1356 jo.psl 1357)2. Secara diam-diam mengikatkan dirinya u/meneruskan pekerjaannya, sehingga orangyg diwakili dpt mengurus kepentingannya(1354)3. Meneruskan pengurusannya jika orangyang diwakili meninggal dunia (1355)
  • 96. 4. Memberikan laporan, dan perhitunganmengenai apa yg diterima5. Bertanggung jawab atas kerugian ygdiderita oleh orang yg diwakili, karenapelaksanaan tugas kurang baik6. Berhak mendapat penggantian biaya-biaya7. Mempunyai hak retensi
  • 97. 2. Pembayaran Tak terutang Pasal 1359 menyatakan bahwa seseorang ygmembayar tanpa adanya utang, berhakmenuntut kembali apa yang telah dibayarkan.Dan yang menerima tanpa hak wajibmengembalikan Pembayarn ini diartikan setipa pemenuhanprestasi. Jadi tidak hanya pembayarn uangsaja melainkan penyerahan barang,memebrikan kenikmatan dan mengerjakansesuatu pekerjaan
  • 98. 3. Perikatan Alam (NaturlijkeVerbintenis) Pasal 1359 menentukan bahwa perikatanalam yang secara sukarela dipenuhi, tidakdapat dituntut pengembaliannya Istilah sukarela menunjukkan bahwapemenuhan prestasi dilakukan debitur adalahkarena kewajiban moral bukan karenakewajiban hukum Misalnya Pembayaran bunga yang tidakdiperjanjikan
  • 99. Perbuatan Melanggar Hukum(onrechmatige daad)(1365)1. Perbuatan yang melawan hukum2. Harus ada kesalahan3. Harus ada kerugian yg ditimbulkan4. Adanya hubungan kausal antaraperbuatan dan kerugian
  • 100. Perbuatan melawan hukum PMH dalam arti sempit :“suatu perbuatan yang melanggar hak oranglain atau jika orang berbuat bertentangan dgnkewajiban hukumnya sendiri” PMH dalam arti luas :“berbuat atau tidak berbuat yang melanggarhak orang lain atau bertentangan dengankewajiban hukum orang yang berbuat itusendiri, atau bertentangan dengan kesusilaanatau norma kesopanan
  • 101. Kesalahan Syarat kesalahan dapat diukur secarasubyektif maupun obyektif Secara subyektif bila manusia normal dapatmenduga kemungkinan timbulnya akibat dankemungkinan ini dapat dicegah Secara obyektif, perlu diadakan pembuktianapakah orang tsb berdasarkan keahlian yangdimiliki dapat menduga akibat perbuatannya.Misalnya didorong oleh keadaan memaksa
  • 102. Kerugian Kerugian materiil adalah kerugian yangnyata-nyata diderita dan keuntunganyang seharusnya diperoleh Kerugian immateriil misalnya ketakutan,sakit dan kehilangan kesenangan hidup
  • 103. Hubungan kausal antaraperbuatan melawan hukumdengan kerugian Teori Conditio Sine Qua Non (Van Buri)Menurut teori ini, orang yangmelakukan perbuatan hukum selalubertanggung jawab. Suatu peristiwatidak hanya disebabkan oleh satu faktasaja, namun juga oleh beberapa fakta-fakta yang lainnya, sehinggamerupakan suatu mata rantai yangmenimbulkan akibat tertentu
  • 104.  Teori Adequate veroorzaking (VonKries)Menurut teori ini si pembuat hanyabertanggung jawab untuk kerugian,yang selayaknya dapat diharapkansebagai akibat dari perbuatan melawanhukum
  • 105. PMH oleh Badan Hukum Untuk PMH yg dilakukan oleh orgaanbadan hukum, pertanggungjawabnyadidasarkan pada ps 1365 Untuk PMH yg dilakukan olehseseorang wakil badan hukum ygmempunyai hubungan kerja denganbadan hukum, dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan ps. 1367

×