Materi uh 3 permintaan penawaran

6,128
-1

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
6,128
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
191
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Materi uh 3 permintaan penawaran

  1. 1. MATERI UH 3 – PERMINTAAN1. Pengertian permintaan2. Pengertian Penawaran3. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan4. Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran5. Pengertian Elastisitas6. Rumus Elastisitas7. Rumus mencari fungsi permintaan dan penawaran8. Kurva Permintaan dan penawaran9. Titik Keseimbangan10. Kurva keseimbangan Pengertian/Arti Definisi Permintaan dan Penawaran Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu. Permintaan adalah keinginan konsumen membeli suatu barang pada berbagai tingkat harga selama periode waktu tertentu. Singkatnya permintaan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot. Hukum Permintaan Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan : “Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya apabila harga turun jumlah barang meningkat.” Hukum Penawaran “Semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin rendah harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.” Hukum Penawaran Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya. Semua terjadi karena semua ingin mencari kepuasan (keuntungan) sebesar-besarnya dari harga yang ada. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli mungkin akan membeli sedikit karena uang yang dimiliki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau diproduksi agar keuntungan yang didapat semakin besar. Harga yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen/pembeli akan mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN 1. Perilaku konsumen / selera konsumen Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
  2. 2. 2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkapJika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.3. Pendapatan/penghasilan konsumenOrang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jikapendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.4. Perkiraan harga di masa depanBarang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masihrendah misalnya seperti bbm/bensin.5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumenKetika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa(ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggidibandingkan bulan lainnya.6. Harga barang itu sendiriJika harga suatu barang semakin murah, maka permintaan terhadap barang itu bertambah.7. Harga barang lain yang terkaitBerpengaruh apabila terdapat 2 barang yang saling terkait yang keterkaitannya dapat bersifat subtitusi (pengganti)dan bersifat komplemen (penggenap).8. Tingkat pendapatan perkapitaDapat mencerminkan daya beli. Makin tinggi tingkat pendapatan, daya beli makin kuat, sehingga permintaanterhadap suatu barang meningkat.9.Selera atau kebiasaanTinggi rendahnya suatu permintaan ditentukan oleh selera atau kebiasaan dari pola hidup suatu masyarakat.10.Jumlah pendudukSemakin banyak jumlah penduduk yang mempunyai selera atau kebiasaan akan kebutuhan barang tertentu, makasemakin besar permintaan terhadap barang tersebut.11. Perkiraan harga di masa mendatangBila kita memperkirakan bahwa harga suatu barang akan naik, adalah lebih baik membeli barang tersebutsekarang, sehingga mendorong orang untuk membeli lebih banyak saat ini guna menghemat belanja di masadepan.12.Distribusi pendapatanTingkat pendapatan perkapita bisa memberikan kesimpulan yang salah bila distribusi pendapatan buruk. Jikadistribusi pendapatan buruk, berarti daya beli secara umum melemah, sehingga permintaan terhadap suatu barangmenurun.13. Usaha-usaha produsen meningkatkan penjualan.Bujukan para penjual untuk membeli barang besar sekali peranannya dalam mempengaruhi masyarakat. Usaha-usaha promosi kepada pembeli sering mendorong orang untuk membeli banyak daripada biasanya.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakanJika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikitdengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak lakuterjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicupenurunan harga.2. Tujuan PerusahaanPerusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya
  3. 3. dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris danmenguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendahsehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.3. PajakPajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikitproduk akibat permintaan konsumen yang turun.4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkapJika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih keproduk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.5. Prediksi / perkiraan harga di masa depanKetika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyakoutput produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.6. Harga barang itu sendiriJika harga suatu barang naik, maka produsen cenderung akan menambah jumlah barang yang dihasilkan. Hal inikembali lagi pada hokum penawaran.7. Harga barang lain yang terkaitApabila harga barang subtitusi naik, maka penawaran suatu barang akan bertambah, dan sebaliknya. Sedangkanuntuk barang complement, dapat dinyatakan bahwa apabila harga barang komplemen naik, maka penawaransuatu barang berkurang, atau sebaliknya.8. Harga faktor produksiKenaikan harga faktor produksi akan menyebabkan perusahaan memproduksi outputnya lebih sedikit denganjumlah anggaran yang tetap yang nantinya akan mengurangi laba perusahaan sehingga produsen akan pindah keindustry lain dan akan mengakibatkan berkurangnya penwaran barang.9. Biaya produksiKenaikan harga input juga mempengaruhi biaya produksi. Bila biaya produksi meningkat, maka produsen akanmenbgurangi hasil produksinya, berarti penawaran barang berkurang.10. Teknologi produksiKemajuan teknologi menyebabkan penurunan biaya produksi, dan menciptakan barang-barang baru sehinggamenyebabkan kenaikan dalam penawaran barang.11. Jumlah pedagang/penjualApabila jumlah penjual suatu produk tertentu semakin banyak, maka penawaran barang tersebut akan bertambah.12. Tujuan perusahaanTujuan perusahaan adalah memaksimumkan laba buka hasil produksinya. Akibatnya tiap produsen tidak berusahauntuk memanfaatkan kapasitas produksinya secara malksimum, tetapi akan menggunakannya pada tingkatproduksi yang akan memberikan keuntungan maksimum.13. Kebijakan pemerintahKebijakan pemerintah untuk mengurangi komoditas impor menyebabkan supply dan keperluan akan kebutuhantersebut dipenuhi sendiri sehingga dapat meningktakan penawaran.Keseimbangan permintaan dan penawaranDalam ilmu ekonomi, harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titikpertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasarmerupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang dimintadan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akanbertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.
  4. 4. Dengan kata lain Harga keseimbangan adalah harga dimana baik konsumen maupun produsen sama-sama tidak ingin menambah atau mengurangi jumlah yang dikonsumsi atau dijual. Permintaan sama dengan penawaran. Jika harga dibawah harga keseimbangan, terjadi kelebihan permintaan. Sebab permintaan akan meningkat, dan penawaran menjadi berkurang. Sebaliknya jika harga melebihi harga keseimbangan, terjadi kelebihan penawaran. Jumlah penawaran meningkat, jumlah permintaan menurun. Perubahan Keseimbangan Pasar Perubahan keseimbangan pasar terjadi bila ada perubahaan di sisi permintaan dan atau penawaran. Jika faktor yang menyebabkan perubahan adalah harga, keseimbangan akan kembali ke titik awal. Tetapi jika yang berubah adalah faktor-faktor ceteris paribus seperti teknologi untuk sisi penawaran, atau pendapatan untuk sisi permintaan, keseimbangan tidak kembali ke titik awal. a. Jika harga berubah, terjadi kelebihan penawaran yang menyebabkan harga turun kembali ke Po. Titik keseimbangan tetap Eo. b. Kurva penawaran bergeser ke kanan karena perubahan teknologi. Titik keseimbangan bergeser dari Eo ke E1. c. Kurva permintaan bergeser ke kanan karena perubahan pendapatan. Titik keseimbangan bergeser dari Eo ke E1. Macam-macam Permintaan dan Penawaran A. Macam-macam Permintaan1. Permintaan Menurut Daya Beli,dibedakan menjadi 3 macam diantaranya : a. Permintaan efektif, yaitu permintaan konsumen terhadap suatu barang diikuti dengan daya beli/ kemampuan membeli. b. Permintaan potensial, yaitu memiliki kemampuan daya beli tetapi belum memiliki keinginan membeli. c. Permintaan absolut, yaitu permintaan konsumen yang tidak diikuti dengan daya beli/ kemampuan membeli. 2. Permintaan Menurut Jumlah Subjek Pendukungnya a. Permintaan individu, yaitu permintaan yang dilakukan oleh seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. b.Permintaan kolektif,yaitu kumpulan dari permintaan-permintaan perorangan/individu atau permintaan secara keseluruhan para konsumen di pasar. B. Macam-macam Penawaran : a. Penawaran Individu, yaitu jumlah barang yang akan dijual oleh seorang penjual. b. Penawaran Kolektif, yaitu keseluruhan jumlah suatu barang yang ditawarkan oleh penjual di pasar. Penawaran pasar merupakan penjumlahan dari keseluruhan penawaran perorangan. Kurva Permintaan
  5. 5. Hukum permintaan yang telah kalian pelajari di atas dapat digambarkan menggunakan suatu grafik yang disebutkurva permintaan. Perhatikan kembali daftar permintaan yang dilakukan Desi dalam membeli jeruk pada tabelberikut ini.Berdasarkan tabel di atas dapat dibuat grafik seperti gambar di samping. Bentuk kurva permintaan di sampingmemiliki kemiringan (slope) negatif atau bergerak dari kiri atas ke kanan bawah. Artinya apabila harga jeruk turun,jumlah barang yang diminta bertambah atau sebaliknya (ceteris paribus). Perlu kalian sadari, bahwa ketikamenganalisis permintaan, terdapat dua istilah yang berbeda, yaitu permintaan dan jumlah barang yang bersediadiminta.Apakah perbedaan dari kedua istilah tersebut? Menurut para ahli ekonomi, permintaan adalah keseluruhan darikurva permintaan atau keseluruhan dari titik yang ada pada kurva (A + B + C + D + E + F + G). Dengan demikianpermintaan menggambarkan keadaan keseluruhan daripada hubungan antara harga dan jumlah permintaan.Adapun jumlah barang yang bersedia diminta adalah banyaknya permintaan pada suatu tingkat harga tertentu.Misalnya titik A, menggambarkan bahwa pada harga Rp4.500,00 jumlah yang diminta adalah 140 kg. Dengandemikian, setiap titik yang ada pada kurva menggambarkan jumlah barang yang diminta.A. Fungsi PermintaanFungsi Permintaan adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah suatu barang yang dimintadengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. fungsi permintaan adalah suatu kajian matematis yang digunakanuntuk menganalisa perilaku konsumen dan harga. fungsi permintaan mengikuti hukum permintaan yaitu apabilaharga suatu barang naik maka permintaan akan barang tersebut juga menurun dan sebaliknya apabila hargabarang turun maka permintaan akan barang tersebut meningkat. jadi hubungan antara harga dan jumlah barangyang diminta memiliki hubungan yang terbalik, sehingga gradien dari fungsi permintaan (b) akan selalu negatif.Bentuk umum fungsi permintaan dengan dua variabel adalah sebagai beriut :Qd = a - bPd atau Pd = -1/b ( -a + Qd)dimana :a dan b = adalah konstanta, dimana b harus bernilai negatifb = ∆Qd / ∆PdPd = adalah harga barang per unit yang dimintaQd = adalah banyaknya unit barang yang dimintaSyarat, P ≥ 0, Q ≥ 0, serta dPd / dQ < 0untuk lebih memahami tentang fungsi permintaan, dibawah ini disajikan soal dan pembahasan tentang fungsipermintaan.
  6. 6. Pada saat harga Jeruk Rp. 5.000 perKg permintaan akan jeruk tersebut sebanyak 1000Kg, tetapi pada saat harga jeruk meningkat menjadi Rp. 7.000 Per Kg permintaan akan jeruk menurun menjadi 600Kg, buatlah fungsi permntaannya ? Pembahasan : Dari soal diatas diperoleh data : P1 = Rp. 5.000 Q1 = 1000 Kg P2 = Rp. 7.000 Q2 = 600 Kg untuk menentukan fungsi permintaannya maka digunakan rumus persamaan garis melalui dua titik, yakni : y - y1 x - x1 ------ = -------- y2 - y1 x2 - x1 dengan mengganti x = Q dan y = P maka didapat, P - P1 Q - Q1 ------- = -------- P2 - P1 Q2 - Q1 mari kita masukan data diatas kedalam rumus : P - 5.000 Q - 1000 ----------------------- = ---------------- 7.000 - 5.000 600 - 1000 P - 5.000 Q - 1000 ----------------------- = ---------------- 2.000 -400 P - 5.000 (-400) = 2.000 (Q - 1000) -400P + 2.000.000 = 2000Q - 2.000.000 2000Q = 2000.000 + 2.000.000 - 400P Q = 1/2000 (4.000.000 - 400P) Q = 2000 - 0,2P ============ Jadi Dari kasus diatas diperoleh fungsi permintan Qd = 2000 - 0,2P B. Fungsi Penawaran Fungsi penawaran adalah persamaan yang menunjukkan hubungan harga barang di pasar dengan jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen. Fungsi penawaran digunakan oleh produsen untuk menganalisa kemungkinan2 banyak barang yang akan diproduksi. Menurut hukum penawaran bila harga barang naik, dengan asumsi cateris paribus (faktor-faktor lain dianggap tetap), maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan sebaliknya apabila harga barang menurun jumlah barang yang ditawarkan juga menurun. jadi dalam fungsi penawaran antara harga barang dan jumlah barang yang ditawarkan memiliki hubungan posifit, karenanya gradien (b) dari fungsi penawaran selalu positif. Bentuk umum dari fungsi penawaran linear adalah sebagai berikut: Qs = a + bPs dimana : a dan b = adalah konstanta, dimana b harus bernilai positif b = ∆Qs/ ∆Ps Ps= adalah harga barang per unit yang ditawarkan Qs= adalah banyaknya unit barang yang ditawarkan Ps≥ 0, Qs≥ 0, serta dPs/ dQs > 0 Pada saat harga durian Rp. 3.000 perbuah toko A hanya mampu menjual Durian sebanyak 100 buah, dan pada
  7. 7. saat harga durian Rp. 4.000 perbuah toko A mampu menjual Durian lebih banyak menjadi 200 buah. dari kasus tersebut buatlah fungsi penawarannya ? Jawab : dari soal diatas diperoleh data sebagai berikut : P1 = 3.000 Q1 = 100 buah P2 = 4.000 Q2 = 200 buah Langkah selanjutnya, kita memasukan data-data diatas kedalam rumus persamaan linear a: P - P1 Q - Q1 -------- = --------- P2 - P1 Q2 - Q1 P - 3.000 Q - 100 -------------- = ------------- 4.000 - 3.000 200 - 100 P - 3.000 Q - 100 -------------- = ------------- 1.000 100 (P - 3.000)(100) = (Q - 100) (1.000) 100P - 300.000 = 1.000Q - 100.000 1.000Q = -300.000 + 100.000 + 100P 1.000Q = -200.000 + 100P Q = 1/1000 (-200.000 + 100P ) Q = -200 + 0.1P ============ Jadi dari kasus diatas diperoleh Fungsi penawaran : Qs = -200 + 0,1Pd C. Keseimbangan Harga Keseimbangan harga di pasar tercapai apabila Qd = Qs atau Pd = Ps, Jadi keseimbangan harga merupakan kesepakatan-kesepakatan antara produsen dan konsumen dipasar. untuk lebih jelasnya perhatikan contoh soal dibawah ini :Tentukan jumlah barang dan harga pada keseimbangan pasar untuk fungsi permintaan Qd = 10 - 0,6Pd dan fungsi penawaran Qs = -20 + 0,4Ps. Jawab: Keseimbangan terjadi apabila Qd = Qs, Jadi 10 - 0,6Pd = -20 + 0,4Ps 0,4P + 0,6P = 10 + 20 P = 30 Setelah diketahui nilai P, kita masukan nilai tersebut kedalam salah satu fungsi tersebut: Q = 10 - 0,2(30) Q = 10 - 6 Q = 4, Jadi keseimbangan pasar terjadi pada saat harga (P)=30 dan jumlah barang (Q) = 4. Elastisitas Harga Permintaan Elastisitas harga permintaan mengukur seberapa banyak permintaan barang dan jasa (konsumsi) berubah ketika harganya berubah. Elastisitas permintaan ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang diminta sebagai akibat dari satu persen perubahan harga. Koefisien Elastisitas Permintaan Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah sebagai berikut :
  8. 8. Rumus elastisitas : ∆Q x P ∆P Q Dalam perhitungan koefisien elastisitas ini, angka minus tidak perlu ditulis karena kita telah mengetahui bahwa antara harga dan permintaan berslope negatif. Artinya, kenaikan harga akan menurunkan permintaan, dan sebaliknya (hukum permintaan). Jenis-jenis Elastisitas Permintaan Ada lima jenis elastisitas permintaan :1. Permintaan tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. Perubahan harga tidak mempengaruhi jumlah yang diminta. Dengan demikian, kurvanya berbentuk vertikal. Kurva berbentuk vertikal ini berarti bahwa berapapun harga yang ditawarkan, kuantitas barang/jasa tetap tidak berubah. Contoh barang yang permintaannya tidak elastis sempurna adalah tanah (meskipun harganya naik terus, kuantitas yang tersedia tetap terbatas), lukisan milik pelukis yang telah meninggal (berapapun harga yang ditawar atas lukisan, pelukis tersebut tidak akan mampu menambah kuantitas lukisannya), dan contoh lainnya yang sejenis.2. Permintaan tidak elastis : elastisitas < 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan < dari prosentase perubahan harga. Contoh permintaan tidak elastis ini dapat dilihat diantaranya pada produk kebutuhan. Misalnya beras, meskipun harganya naik, orang akan tetap membutuhkan konsumsi beras sebagai makanan pokok. Karenanya, meskipun mungkin dapat dihemat penggunaannya, namun cenderung tidakakan sebesar kenaikan harga yang terjadi. Sebaliknya pula, jika harga beras turun konsumen tidak akan menambah konsumsinya sebesar penurunan harga. Ini karena konsumsi beras memiliki keterbatasan (misalnya rasa kenyang). Contoh lainnya yang sejenis adalah bensin. Jika harga bensin naik, tingkat penurunan penggunaannya biasanya tidak sebesar tingkat kenaikan harganya. Ini karena kita tetap membutuhkan bensin untuk bepergian. Sama halnya, ketika harganya turun, kita juga tidak mungkin bepergian terus menerus demi menikmati penurunan harga tersebut. Karakteristik produk yang seperti ini mengakibatkan permintaan menjadi tidak elastis.3. Permintaan uniter elastis : elastisitas = 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan = prosentase perubahan harga. Contoh produk yang elastisitasnya uniter tidak dapat disebutkan secara spesifik. Jenis permintaan ini sebenarnya lebih sebagai pembatas antara permintaan elastis dan tidak elastis, sehingga belum tentu ada produk yang dapat dikatakan memiliki permintaan uniter elastis.4. Permintaan elastis : elastisitas > 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan > prosentase perubahan harga. Ini sering terjadi pada produk yang mudah dicari substitusinya. Misalnya saja pakaian, makanan ringan, dan lain sebagainya. Ketika harganya naik, konsumen akan dengan mudah menemukan barang penggantinya.5. Permintaan elastis sempurna : elastisitas tak terhingga. Dimana pada suatu harga tertentu pasar sanggup membeli semua barang yang ada di pasar. Namun, kenaikan harga sedikit saja akan menjatuhkan permintaan menjadi 0. Dengan demikian, kurvanya berbentuk horisontal. Contoh produk yang permintaannya bersifat tidak elastis sempurna diantaranya barang/jasa yang bersifat komoditi, yaitu barang/jasa yang memiliki karakteristik dan fungsi sama meskipun dijual di tempat yang berbeda atau diproduksi oleh produsen yang berbeda. Dengan demikian, secara nalar barang/jasa tersebut seharusnya memiliki harga yang sama pula. Misalnya saja paperclip dan pen tinta biasa (seperti pen merek S dan P yang rata-rata berharga 1000-1500). Jika kita pergi ke supermarket untuk membeli paperclip, misalnya, kita cenderung tidak akan memperhatikan perbedaan merek. Satu-satunya yang sering kita jadikan bahan perbandingan adalah harga, dimana kita akan membeli paperclip yang harganya paling murah (atau pada harga rata-rata yang diterima pasar). Akibatnya, bagi perusahaan yang menjual paperclip diatas harga rata-rata, permintaan akan barangnya akan turun ke nol. Ini karena semua paperclip, meskipun harganya berbeda-beda, memberikan fungsi yang sama. Faktor Penentu Elastisitas Permintaan Ada empat faktor utama dalam menentukan elastisitas permintaan : 1. Produk substitusi. Semakin banyak produk pengganti (substitusi), permintaan akan semakin elastis. Hal ini dikarenakan konsumen dapat dengan mudah berpindah ke produk substitusi jika terjadi kenaikan harga, sehingga permintaan akan produk akan sangat sensitif terhadap perubahan harga.
  9. 9. 2. Prosentase pendapatan yang dibelanjakan. Semakin tinggi bagian pendapatan yang digunakan untuk membelanjakan produk tersebut, maka permintaan semakin elastis. Produk yang harganya mahal akan membebani konsumen ketika harganya naik, sehingga konsumen akan mengurangi permintaannya. Sebaliknya pada produk yang harganya murah. 3. Produk mewah versus kebutuhan. Permintaan akan produk kebutuhan cenderung tidak elastis, dimana konsumen sangat membutuhkan produk tersebut dan mungkin sulit mencari substitusinya. Akibatnya, kenaikan harga cenderung tidak menurunkan permintaan. Sebaliknya, permintaan akan produk mewah cenderung elastis, dimana barang mewah bukanlah sebuah kebutuhan dan substitusinya lebih mudah dicari. Akibatnya, kenaikan harga akan menurunkan permintaan. 4. Jangka waktu permintaan dianalisis. Semakin lama jangka waktu permintaan dianalisis, semakin elastis permintaan akan suatu produk. Dalam jangka pendek, kenaikan harga yang terjadi di pasar mungkin belum disadari oleh konsumen, sehingga mereka tetap membeli produk yang biasa dikonsumsi. Dalam jangka panjang, konsumen telah menyadari kenaikan harga, sehingga mereka akan pindah ke produk substitusi yang tersedia. Selain itu, dalam jangka panjang kualitas dan desain produk juga berubah, sehingga lebih mudah menyebabkan konsumen pindah ke produk lain. Elastisitas dan Total Penerimaan (penjual/produsen) Elastisitas permintaan mempengaruhi total penerimaan yang diterima oleh penjual ataupun produsen. Hubungan keduanya adalah sebagai berikut : 1. Permintaan tidak elastis sempurna (= 0), perubahan harga tidak mempengaruhi kuantitas yang diminta atas barang. Dengan demikian, kenaikan harga akan meningkatkan total penerimaan, vice versa. 2. Permintaan tidak elastis (< 1), prosentase perubahan kuantitas yang diminta < dari prosentase perubahan harga. Oleh karena itu, kenaikan harga akan meningkatkan total penerimaan penjual/produsen, vice versa. 3. Permintaan uniter elastis (= 1), prosentase perubahan kuantitas = prosentase perubahan harga. Dengan demikian, tidak ada pengaruh terhadap total penerimaan. 4. Permintaan elastis (> 1), prosentase perubahan kuantitas yang diminta > dari prosentase perubahan harga. Oleh karenanya, kenaikan harga akan menurunkan total penerimaan penjual/produsen, vice versa. 5. Permintaan elastis sempurna (tak terhingga), kenaikan harga akan menyebabkan permintaan turun jadi 0. Oleh karenanya, kenaikan harga sekecil apapun akan menghilangkan total penerimaan. Sementara penurunan harga akan menurunkan total penerimaan. Pembuktian akan hubungan antara hubungan antara elastisitas dan total penerimaan ini dapat disimulasikan sendiri dengan menentukan koefisien elastisitas sebuah produk. Jenis-jenis Elastisitas Penawaran Ada lima jenis elastisitas penawaran :1. Penawaran tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. Penawaran tidak dapat ditambah pada tingkat harga berapapun, sehingga kurva penawaran (S) akan terlihat vertikal.2. Penawaran tidak elastis : elastisitas < 1. Perubahan penawaran lebih kecil dari perubahan harga, artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif kecil terhadap penawaran.3. Penawaran uniter elastis : elastisitas = 1. Perubahan penawaran sama dengan perubahan harga.4. Penawaran elastis : elastisitas > 1. Perubahan penawaran lebih besar dari perubahan harga, artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif besar terhadap penawaran.5. Penawaran elastis sempurna : elastisitas tak terhingga. Perusahaan dapat menyuplai berarapun kebutuhan pada satu tingkat harga tertentu. Perusahaan mampu menyuplai pada biaya per unit konstan dan tidak ada limit kapasitas produksi.
  10. 10. Faktor Penentu Elastisitas PenawaranAda dua faktor yang sangat penting dalam menentukan elastisitas penawaran, yaitu :1. Kemampuan penjual/produsen merubah jumlah produksi.Ini berkaitan dengan biaya dan kapasitas produksi. Penawaran akan cenderung tidak elastis apabila salah satudari hal-hal berikut terjadi :- Biaya produksi untuk menaikkan jumlah penawaran besar. Misalnya jika produksi saat ini telah mencapaiskala ekonomis dan biaya rata-rata minimal, maka penambahan satu unit produksi akan menambah biaya rata-rata dan mengakibatkan produksi berada dalam skala tidak ekonomis.- Atau kapasitas produksi telah terpakai penuh, sehingga penambahan kapasitas akan memerlukanpabrik/mesin baru, misalnya, yang membutuhkan investasi besar.Sementara penawaran akan cenderung elastis jika yang terjadi adalah sebaliknya.2. Jangka waktu analisis.Pengaruh waktu analisis terhadap elastisitas penawaran dibedakan menjadi tiga :- Jangka waktu yang sangat singkat. Pada jangka waktu yang sangat singkat, penjual/produsen tidak dapatmenambah penawarannya, sehingga penawaran menjadi tidak elastis sempurna.- Jangka pendek. Kapasitas produksi tidak dapat ditambah dalam jangka pendek, namun perusahaan masihdapat menaikkan produksi dengan kapasitas yang tersedia dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi yangada. Hasilnya, penawaran dapat dinaikkan dalam prosentase yang relatif kecil, sehingga penawaran tidakelastis.- Jangka panjang. Produksi dan jumlah penawaran barang lebih mudah dinaikkan dalam jangka panjang,sehingga penawaran lebih bersifat elastis.3. Stok persediaan.Semakin besar persediaan, semakin elastis persediaan. Ini karena produsen dapat segera memenuhi kenaikanpermintaan dengan persediaan yang ada.4. Kemudahan substitusi faktor produksi/input.Semakin tinggi mobilitas mesin (atau kapital lainnya) dan tenaga kerja, semakin elastis penawaran. Semakinelastis mobilitas kapital dan tenaga kerja, semakin mudah produsen memenuhi perubahan permintaan yangterjadi. Ini karena kapital dan tenaga kerja ebih fleksibel, sehingga dapat ditambah atau dikurangi sewaktu-waktu dibutuhkan.Keseimbangan PasarPasar suatu macam dikatakan berada dalam keseimbangan ( equilibrium ) apabila jumlah barang yang dimintadipasar tersebut sama dengan jumlah barang ang ditawarkan. Secara matematis dan secara grafis ditunjukkanoleh persamaan Qd = Qs . Yakni pada perpotongan kurva permintaan dengan kurva penawaran. Pada keadaanseimbang akan tercipta harga keseimbangan ( equilibrium price ) dan jumlah keseimbangan ( equilibriumquantity ).Rumus Keseimbangan Pasar :Qd = QsKeterangan :Qd : jumlah permintaanQs : jumlah penawaranE : titik keseimbanganPe : harga keseimbanganQe : jumlah keseimbangan

×