MODUL II:GOLONGAN ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHANKegiatan Belajar 2:OPT Golongan Tumbuhan (Gulma)<br />I W. Mudita<br />Prod...
ALUR URAIAN<br />6.2.1. Cara Organisme Penggaggu Golongan Tumbuhan Menimbulkan Kerusakan dan Kerugian<br />6.2.2. Faktor-F...
KONSEP<br />Organisme tumbuhan yang dapat mengganggu dan merugikan budidaya tanaman disebut gulma. Dengan kata lain, gulma...
CARA GULMA MENIMBULKAN KERUSAKAN DAN KERUGIAN<br />Gulma menimbulkan kerusakan dan kerugian secara langsung maupun tidak l...
KERUSAKAN DAN KERUGIAN SECARA LANGSUNG<br />Gulma menimbulkan kerusakan dan kerugian karena keunggulannya dalam bersaing u...
KERUSAKAN DAN KERUGIAN SECARA TIDAK LANGSUNG<br />Menimbulkan gangguan terhadap pekerja sehingga pekerjaan menjadi lebih l...
STATUS SEBAGAI GULMA<br />Organisme pengganggu golongan tumbuhan dapat menjadi gulma yang merusak dan merugikan karena pen...
KARAKETRISTIK INTRINSIK TUMBUHAN<br />Kemampuan berkembang biak tinggi dengan cara membentuk organ perkembangbiakan: (a) b...
SEJARAH KEHIDUPAN<br />Karakteristik intrinsik tumbuhan memungkinkan tumbuhan mengembangkan sejarah kehidupan (life histor...
FAKTOR LINGKUNGAN<br />Kejadian ekstrik:<br />Kekeringan berkepanjangan: biji masuk ke dalam rekahan tanah atau tertimbun ...
PENGELOLAAN LAHAN<br />Pengelolaan lahan yang dilakukan secara kurang tepat akan menguntungkan perkembangan gulma karena: ...
PENGGOLONGAN GULMA<br />Berdasarkan morfologi daun: (1) Golongan rumput, (2) Golongan teki, dan (3) Golongan berdaun lebar...
IDENTIFIKASI GULMA<br />Setiap golongan gulma terdiri atas banyak spesies gulma yang masing-masing perlu diidentifikasi <b...
BUNGA MONOKOTIL VS DIKOTIL<br />
BUNGA MAJEMUK<br />
MORFOLOGI BUAH<br />
SISTEM KLASIFIKASI TUMBUHAN BERBUNGA<br />
FASILITAS IDENTIFIKASI GULMA<br />Identifikasi gulma dilakukan harus dengan merujuk kepada salah satu sistem klasifikasi y...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Modul2 kb3, tumbuhan hama_(gulma)

4,495

Published on

Uraian mengenai OPT Golongan Tumbuhan (Tumbuhan Pengganggu atau Gulma)

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
4,495
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
84
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Modul2 kb3, tumbuhan hama_(gulma)

  1. 1. MODUL II:GOLONGAN ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHANKegiatan Belajar 2:OPT Golongan Tumbuhan (Gulma)<br />I W. Mudita<br />Prodi IHPT Faperta Undana<br />http://iwayanmudita.blogspot.com<br />http://citrusbiosecurity.blogspot.com<br />http://perlintanfapertaundana.blogspot.com<br />
  2. 2. ALUR URAIAN<br />6.2.1. Cara Organisme Penggaggu Golongan Tumbuhan Menimbulkan Kerusakan dan Kerugian<br />6.2.2. Faktor-Faktor yang Menyebabkan Organisme Pengganggu Golongan Tumbuhan Menjadi Gulma yang Merusak dan Merugikan<br />6.2.3. Pengelompokan dan Identifikasi Organisme Pengganggu Golongan Tumbuhan<br />
  3. 3. KONSEP<br />Organisme tumbuhan yang dapat mengganggu dan merugikan budidaya tanaman disebut gulma. Dengan kata lain, gulma adalah OPT golongan tumbuhan.<br />Status tumbuhan sebagai gulma bersifat relatif, tergantung pada tempat dan waktu. Hal ini terjadi karena selain berpotensi mengganggu dan merugikan, jenis-jenis gulma tertentu juga dapat memberikan manfaat khusus<br />Bahkan tanaman sekalipun dapat berstatus sebagai gulma manakala tanaman tersebut tumbuh pada tempat dan waktu yang tidak tepat<br />
  4. 4. CARA GULMA MENIMBULKAN KERUSAKAN DAN KERUGIAN<br />Gulma menimbulkan kerusakan dan kerugian secara langsung maupun tidak langsung<br />Gulma menimbulkan kerugian secara langsung dengan cara menurunkan kuantitas dan kualitas hasil<br />Gulma menimbulkan kerusakan dan kerugian secara tidak langsung dengan banyak cara selain menurunkan hasil<br />
  5. 5. KERUSAKAN DAN KERUGIAN SECARA LANGSUNG<br />Gulma menimbulkan kerusakan dan kerugian karena keunggulannya dalam bersaing untuk memperoleh air, unsur hara, sinar matahari, dan ruang tumbuh. <br />Persaingan oleh gulma menyebabkan produksi tanaman menjadi berkurang, baik secara kuantitas maupun kualitas. Besarnya penutunan produksi yang terjadi tergantung pada waktu perkecambahan gulma dan periode gulma tumbuh bersaing dengan tanaman. <br />Bagi gulma yang berkecambah cepat, semakin awal gulma kerkecambah dan semakin lama dibiarkan bersaing dengan tanaman maka semakin besar penurunan produksi yang terjadi. <br />Bagi gulma yang berkecambah lambat, semakin lama dibiarkan bersaing dengan tanaman maka semakin besar peluang bijinya mengkontaminasi hasil sehingga kualitas hasil menjadi menurun. <br />
  6. 6. KERUSAKAN DAN KERUGIAN SECARA TIDAK LANGSUNG<br />Menimbulkan gangguan terhadap pekerja sehingga pekerjaan menjadi lebih lambat. <br />Menghambat aliran air pada saluran irigasi dan meningkatkan kehilangan air melalui transpirasi. <br />Menjadi inang, tempat berlindung, atau tempat bertahan bagi organisme pengganggu golongan binatang dan golongan parasit dan patogen. <br />Meningkatkan biaya produksi, panen, dan pengolahan hasil. <br />Menyebabkan lahan menjadi kurang produktif dan nilainya turun. <br />Menimbulkan kebakaran. <br />
  7. 7. STATUS SEBAGAI GULMA<br />Organisme pengganggu golongan tumbuhan dapat menjadi gulma yang merusak dan merugikan karena pengaruh faktor karakteristik jenis tumbuhan itu sendiri, pengaruh faktor lingkungan, dan pengaruh praktik pengelolaan lahan yang dilakukan oleh manusia. <br />Ketiga faktor ini berpengaruh secara saling terkait satu sama lain, baik terhadap jenis-jenis gulma yang sudah ada maupun yang berasal dari luar. <br />Dalam memahami faktor-faktor yang menyebabkan organisme pengganggu golongan gulma dapat berkembang menjadi gulma yang merugikan, perlu dicatat bahwa organisme pengganggu golongan tumbuhan ini bukan hanya dipengaruhi, tetapi juga sebaliknya mempangaruhi faktor-faktor tersebut. <br />
  8. 8. KARAKETRISTIK INTRINSIK TUMBUHAN<br />Kemampuan berkembang biak tinggi dengan cara membentuk organ perkembangbiakan: (a) biji dalam jumlah banyak, (b) biji dengan alat melekat atau menempel, (c) organ perkembangbiakan vegetatif khusus, dan (d) organ perkembangbiakan yang mengalami dormansi.<br />Kemampuan bersaing yang tinggi dengan cara: (a) pertumbuhan yang cepat dan rindang untuk menimbulkan naungan, (b) tumbuh dengan pola khusus (melilit, memanjat), (c) menghasilkan senyawa kimia metabolit sekunder (allelopaty), dan (d) mengembangkan organ khusus untuk mengatasi teekanan lingkungan yang berat (kekeringan, kebakaran, banjir).<br />Kemampuan menghindarkan diri dari herbivor dengan cara: (a) menghasilkan senyawa kimia sehingga tidak disukai atau beracun bagi herbivor, (b) mengembangkan adaptasi morfologi khusus sehingga dihindari oleh herbivor (berduri kasar atau halus, menjadi tempat semut bersarang).<br />
  9. 9. SEJARAH KEHIDUPAN<br />Karakteristik intrinsik tumbuhan memungkinkan tumbuhan mengembangkan sejarah kehidupan (life history).<br />Seleksi r versus K oleh MacArthur (1972): (1) seleksi untuk meningkatkan populasi secara cepat melalui proses perkembangbiakan (reproduction) atau (2) seleksi untuk daya dukung tinggi melalui optimalisasi pertumbuhan (growth) individu.<br />Seleksi R, C, atau S oleh Grime (1977): (1) habitat sementara dengan sumberdaya berlimpah untuk mendukung proses perkembangbiakan (reproduction) guna dapat melakukan kolonisasi secara cepat oleh spesies ‘ruderal’ (disebut seleksi R), (2) habitat menetap dengan sumberdaya melimpah untuk mendukung pertumbuhan (growth) yang menguntungkan spesies dengan daya saing tinggi (disebut seleksi C), atau (3) habitat miskin sumberdaya yang hanya cukup untuk melakukan pemeliharaan diri (maintenance) guna dapat mendukung kehidupan spesies-spesies yang dapat menghadapi tekanan berat (disebut seleksi S)<br />Tumbuhan yang berpotensi menjadi gulma pada umumnya adalah tumbuhan dengan sejarah kehidupan r menurut MacArthur atau R menurut Grime.<br />
  10. 10. FAKTOR LINGKUNGAN<br />Kejadian ekstrik:<br />Kekeringan berkepanjangan: biji masuk ke dalam rekahan tanah atau tertimbun debu, biji masuk bersama pakan dari luar, tanaman menjadi lemah<br />Kebakaran dan pembakaran mendorong suksesi sekunder ke arah jenis-jenis gulma yang tahan api<br />Banjir membawa biji gulma dari hulu ke hilir, dari lereng ke tempat datar di kaki lereng<br />Pemanasan global:<br />Iklim menjadi lebih sesuai sehingga tumbuhan yang sebelumnya bukan gulma menjadi berstatus sebagai gulma<br />Memperluas sebaran geografis gulma dari tropika ke sub-tropika, dari dataran rendah ke dataran tinggi<br />Menyebabkan tanaman menjadi kurang mampu untuk bersaing dengan gulma<br />
  11. 11. PENGELOLAAN LAHAN<br />Pengelolaan lahan yang dilakukan secara kurang tepat akan menguntungkan perkembangan gulma karena: <br />menyediakan tempat kosong (vacant site) untuk berlangsungnya proses invasi dan <br />mengurangi kemampuan spesies tumbuhan lokal untuk bersaing dan mengalahkan spesies tumbuhan yang menginvasi.<br />Invasi merupakan proses masuknya spesies tumbuhan baru dari luar untuk kemudian berkembang menjadi gulma melalui proses introduksi, kolonisasi, dan naturalisasi <br />Invasi terjadi bukan hanya oleh spesies asing (alien species), tetapi juga oleh spesies tumbuhan bukan gulma atau spesies gulma setempat. <br />dari seluruh spesies yang menginvasi, 10% di antaranya berpotensi menjadi gulma. <br />spesies tumbuhan memerlukan waktu senjang (lag time) yang cukup lama sebelum dapat berkembang menjadi menggulma. <br />
  12. 12. PENGGOLONGAN GULMA<br />Berdasarkan morfologi daun: (1) Golongan rumput, (2) Golongan teki, dan (3) Golongan berdaun lebar<br />Berdasarkan umur pertumbuhan: (1) Gulma semusim dan Gulma tahunan<br />Berdasarkan bentuk pertumbuhan: (1) Golongan rumput, (2) Golongan herba, (3) Golongan perdu, (4) golongan pemanjat, (5) golongan pohon<br />Berdasarkan habitat: (1) Gulma badan perairan, (2) Gulma sawah, (3) Gulma tanaman semusim, (4) Gulma tanaman tahunan, (5) Gulma padang rumput, (6) Gulma kawasan hutan<br />Berdasarkan sektor pembangunan: (1) Gulma pertanian, (2) Gulma peternakan, (3) Gulma fasilitas umum, (4) Gulma kehutanan dan lingkungan hidup<br />
  13. 13. IDENTIFIKASI GULMA<br />Setiap golongan gulma terdiri atas banyak spesies gulma yang masing-masing perlu diidentifikasi <br />Untuk mengidentifikasi perlu dilakukan langkah-langkah determinasi dan klasifikasi. <br />Determinasi gulma dilakukan dengan menggunakan ciri-ciri morfologi, terutama morfologi bunga dan buah sebagai penciri utama dan ciri-ciri morfologi lainnya sebagai penciri tambahan. <br />Perlu dipelajari struktur morfologi tumbuhan, khususnya bunga dan buah. <br />Bunga terdiri atas bagian-bagian yang berbeda antara tumbuhan monokotil dan dikotil, dapat bersifat tunggal atau majemuk. <br />Buah dapat berupa buah berdaging atau buah kering (Gambar 6.3). Selain itu juga perlu dipelajari morfologi daun, cabang, batang, dan seterusnya. <br />Dewasa ini terdapat bermacam-macam sistem klasifikasi tumbuhan berbunga, di antaranya adalah sistem APG-II, Cronquist, Dahlgren, Reveal, Stevens, Takhtajan, dan Thorne. <br />
  14. 14. BUNGA MONOKOTIL VS DIKOTIL<br />
  15. 15. BUNGA MAJEMUK<br />
  16. 16. MORFOLOGI BUAH<br />
  17. 17. SISTEM KLASIFIKASI TUMBUHAN BERBUNGA<br />
  18. 18. FASILITAS IDENTIFIKASI GULMA<br />Identifikasi gulma dilakukan harus dengan merujuk kepada salah satu sistem klasifikasi yang ada. <br />Seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi, di Internet sekarang terdapat banyak situs yang memberikan panduan untuk mempelajari morfologi tumbuhan maupun panduan untuk melakukan identifikasi. <br />Untuk organisme pengganggu golongan tumbuhan tertentu bahkan tersedia perangkat lunak aplikasi untuk melakukan identifikasi, misalnya WeedID untuk mengidentifikasi gulma pada budidaya padi sawah<br />
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×