Your SlideShare is downloading. ×
  • Like
Dinamika sistem sosial budaya indonesia
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Now you can save presentations on your phone or tablet

Available for both IPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Dinamika sistem sosial budaya indonesia

  • 2,628 views
Published

 

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
2,628
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
58
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Dinamika Sistem Sosial budaya Indonesia Program Studi Ilmu Komunikasi Univ Ibnu Chaldun Jakarta 2013 1
  • 2. Undang-Undang Dasar 1945 : “Mewajibkan pemerintah dan lain-lain menyelenggarakan negara untuk memelihara budi pekerti kemanusiaanyang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur” 2. UUD 1945 pasal 27 ayat (2) : “setiap swarga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”.Pasal ini menggambarkan asas keadilan sosial dan kerakyatan. 1. 1. Landasan (Azas) 2
  • 3. 3. 4. 5. UUD 1945 Pasal 28 : “setiap orang berhak untuk berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat yang ditetapkan undang-undang. UUD 1945 Pasal 29 ayat (1) : “Negara berdasarkan atas ketuhanan yang maha esa, dan Ayat (2) :”Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. UUD 1945 Pasal 31 ayat (1) : ”Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, dan ayat (3) :”Mewajibkan pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. 3
  • 4. 6. 7. 8. 9. UUD 1945 Pasal 37 : “Menetapkan agar pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia ditengah perdaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dan memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. Dalam penjelasan UUD 1945 memberikan rumusan tentang kebudayaan bangsa sebagai berikut ; “kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budidaya rakyat Indonesia seluruhnya termasuk kebudayaan lama dan nasli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudyaan didaerah daerah diseluruh Indonesia terhitung sebagai kebudayaan nasional. UUD 1945 Pasal 34 : “mengatur bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”. UUD 1945 Pasal 36 : “Menetapkan bahasa negara ialah bahasa Indonesia 4
  • 5. 10. Dalam penjelasan UUD 1945 memberikan penjelasan bahwa bahasa daerah akan tetap dihormati dan dipelihara oleh negara.  “Untuk menyusun dan membentuk sistem sosial budaya maka apa yang telah tertuang dalam berbagai azas-azas diatas harus terangkum dalam suatu susunan terpadu dan integralistik sehingga sistem ini benar benar dapat mendukung proses kegiatan pembangunan nasional”.(Jacobus Ranjabar, 2006) Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan :  1. Unsur –unsur sosial budaya, mencakup bidang kehidupan yang sangat luas dan mempunyai keterkaitan saling dukug dan interpedensi satu dengan yang lainya. 5
  • 6. 2. 3. Untuk membentuk keterkaitan yang bersifat fungsional maka pembangunan nasional membutuhkan rujukan dan kriteria yang mengacu kepada suatu sistem sosial budaya yang bertumpu pada ideologi pancasila, Untuk mempererat kaitan antara pembangunan bidang sosial politik, sosial budaya, sosial ekonomi, pertahanan dan keamanan sehingga bidang-bidang tersebut dapat saling menunjang, wawalaupun titik berat pembangunan tetap pada bidang-bidang ekonomi. 6
  • 7. Sistem Sosial budaya Indonesia sebagai suatu totalitas tata nilai, tata sosial, dan tata laku manusia Indonesia yang merupakan manifestasi dari karya, cipta da rasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Sistem Sosial budaya mencakup dua segi kehidupan manusia, yaitu :  1. Segi Kemasyarakatan, kehidupan pergaulan manusia mengandung nilai-nilai kebersamaan, senasib sepenannggungan dan solideritas sosial yang merupakan pemersatu kelompok sosial tersebut. 2. Pengertian Sistem Sosial Budaya Indonesia 7
  • 8. 1.  Segi Kemasyarakatan, kehidupan pergaulan manusia mengandung nilai-nilai kebersamaan, senasib sepenannggungan dan solideritas sosial yang merupakan pemersatu kelompok sosial tersebut. 2. Segi kebudayaan, kebudayaan merupakan totalitas cara hidup yang manisfetasinya tampak dalam tingkah laku yang terlembagakan, sedangkan budaya adalah sistem nilai yang mendukung tingkah laku yang terlembagkan itu, fokus budaya dapat berupa nilai, norma-norma religius, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi. Sistem Sosial budaya mencerminkan hasil cipta karya, dan rasa insan Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang dasar 1945 yang berproses menuju terwujudnya kualitas manusia Indonesia dan kualitas masyarakat indonesia yang yang maju, tentram dan sejahtera 8
  • 9. 1. 2. Penduduk Indonesia kini merupakan percampuran dari tiga ras, yaitu percampuran antara kelompok australomelansoid dan kelompok melanosoid yang kemudian menjadi kelompok penduduk melayu awal (Protomelayu), kemudian kelompok ras yang ketiga yaitu mongoloid bercampur lagi menjadi kelompok melayu terakhir (Deutromelayu). Kelompok melayu awal ini lebih banyak tinggal dipendalaman Indonesia seperti, kelompok etnik batak, orang laut, sakai, talang mamak, utan, rawar, mandak, kubu, lubu, nias,mentawai, enggano, tengger, baduy, dayak, sasak, toraja, tokea, dan tomuna. 3. Perkembangan Manusia Indonesia. 9
  • 10. 3. 4. 5. 6. Kelompok melayu awal ini lebih banyak tinggal dipendalaman Indonesia seperti, kelompok etnik batak, orang laut, sakai, talang mamak, utan, rawar, mandak, kubu, lubu, nias,mentawai, enggano, tengger, baduy, dayak, sasak, toraja, tokea, dan tomuna. Kelompok melayu akhir lebih banyak tinggal didaerah pesisir, seperti, aceh, minangkabau, melayu pesisir sumatera, rejanglebong, lampung, jawa, sunda, Madura, Bali, Makasar, Bugis dan Minahasa. Dunia melayu dikenal dengan alam melayu yaitu meliputi negara-negara asia tenggara, yaitu dari semenanjung asia tenggara sampai ke pulauan nusantara (Indonesia), Filipina, dan menyusur jauh kelautan pasifik di oseania. Masyarakat melayu dalam proses sosialisasi melalui dua tahap besar yaitu merujuk kepada : 10
  • 11. 1. 2. 7. 8. 9. Masa Anak anak, dimana hidup masih tergantung kepada ibu dan bapak dalam setiap hampir semua aspek kehidupan dan, Masa dimana anak-anak telah menjadi remaja dan dewasa. Pendidikan anak pada tahap pertama dititik beratkan pada pendidikan akhlak dan perkembangan pribadi yang sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai sosial. Anak diajarkan berkelakuan baik, berbudi bahasa, patuh orang tua, menghormati sanak keluarga, dan sesuai dengan norma sosial. Diajarkan juga konsep pahala, wajib, haram, dan halal menurut agam Islan dengan tetap mengacu kepada adat istiadat melayu. Kesemuanya itu merupakan kontrol sosial yang dikenakan kepada orang melayu, artinya orang tua bertindak sebagai pengawas dalam memeperhatikan tindakan anaknya agar pasti bersiap dalam menghadapi kedewasaan dan bekerja serta berumah tangga. 11
  • 12. 10. Memberi pertolongan dan bantuan kepada anggota keluarga manakala menghadapi kesusahan merupakan suatu tanggung jawab morak dan dituntut oleh agama. Mereka yang tidak memperdulikan hal ini dianggap sombong, tinggi hati atau lupa akan asal usulnya. Melayani atau memelihara orang tua dianggap bukanlah beban melainkan kewajiban menurut agama dan adat istiadat. 12
  • 13.  Indonesia yang terletak diantara persimpangan dua samudra dan dua benua, menjadikan Indonesia menjadi tempat perlintasan dan persinggahan berbagai macam agam, ideologis, serta kebudayaan, hal ini menyebabkan timbulnya liam lapisan perkembangan sosial budaya Indonesia yaitu : 1. 2. 3. 4. Lapisan sosial budaya lama dan asli, lapisan sosial budaya ini memperlihatkan [persamaan yang mendasar (bahsa, budaya, dan adat istiadat), disamping perbedaan dari daerah ke daerah. Lapisan ini tidak ditiadakan oleh datangnya agama maupun nilai-nilai baru. Lapisan Keagamaan dan budaya dari India, pulau jawa merupakan pusat pengembangan peradaban india di Indonesia Lapisan yang datang dengan agama Islam, yang memebri warna pada corak tatanan masyarakat dan struktur ketatatnegaraan. Lapisan yang datang dari barat bersamaan dengan agama Kristen, melengkapi kehidupan umat beragama di Indonesia ditengah-tengah pengaruh dominasi asing yang sislih berganti dari kerajaan-kerajaan spanyol, portugis, belanda, dan inggris. 3. Perkembangan Sosial Budaya Indonesia 13
  • 14. 5.   Lapisan Kebudayaan Indonesia, setelah tanggal 20 Mei 1908 yang kemudian disusul oleh pemantapan sumpah pemuda tangga; 28 Oktober 1928 dimana sudah muali muncul kesadaran akan rasa nasionalisme yang tinggi sebagai suatu bangsa. Setelah kemerdekaan konsep nusantara yang dicetuskan oleh para pemuda tadi berkembang menjadi wawasan nusantara melalui deklarasi tanggal 13 Desember 1957. (mochtar kusumaatmadja, 1993) Hal ini terjadi atas 4 pertimbangan : 1. 2. 3. 4. Bentuk georafis RI yang berbentuk negara kepulauan yang mempunyai sifat dan corak tersendiri yan memerlukan pengaturan sendiri pula. Bagi kesatuan wilayah RI semua kepulauan dan laut harus dianggap sbagai suatu kesatuan yang bulat Penetapan batas laut tertorial(1993), tidak sesuai lagi dengan kepentingan keselamatan dan keamanan RI, Setiap negara yang berdaulat berhak dan berkewajiban untuk mengambil tindakan yang dipandangnya perlu untuk melindungi keutuhan dan keselamatan negaranya. 3. Perkembangan Sosial Budaya Indonesia 14
  • 15.   Kebudayaan Indonesia bukanlah suatu yang padu dan bulat akan tetapi adalah suatu yang terjadi dari berbagai unsur suku bangsa. Takdir alisjahbana, 1982, mengatakan bahwa perkembangan kebudayaan indonesia ditentukan oleh unsur sejarah yang terbagi dalam lima lapisan, yaitu : 1. Kebudayaan Indonesia Asli (bersahaja), dengan ciri-ciri : a. Cara berpikir yang kompleks yang bersifat emosional, yaitu amat dikuasai oleh perasaan, kepercayaan kepada roh-roh dan tenaga-tenaga gaib b. Sistem ekonomi, hukum, pemerintahan dan kesenian bukanlah keaktifan manusia yang terpisah melainkan menjadi satu hubungan yang erat yang tidak dapat dipisahkan dengan alam semesta. c. Ilmu pengetahuan tertinggi adalah ilmu tentang roh-roh dan tenaga-tenaga yang gaib, dan pada zaman itu orang yang dianggap berkuasa dan terpelajar adalah orang-orang yang mengetahui tentang roh-roh dan tenaga-tenaga gaib itu. 3. Perkembangan Kebudayaan Indonesia 15
  • 16. d. Nilai solidaritas sangat menonjol dan berkuasa pada zaman ini, susunan masyarakat terbentuk dari persekutuan kecil indvidu yang hidup difalam tempat tempat tertentu atau mengembara dalam suatu lingkungn daerah tertentu. e. Besarnya pengaruh perhubungan darah f. Kehidupan ekonomi dalam masyarakat sangat terbatas karena sebagian besar keperluan hidup masih dapat diambil dengan mudah dari alam, sehingga belum timbul kesadaran untuk berkerja lebih keras. 2. Kebudayaan India, dengan ciri-ciri : a. Mulai masuknya pengaruh-pengaruh dari kebudayaan agama hindu. b. Mulai masuknya cara berpikir filsafat dan ilmu yang telah terlepas dari dasar cara berpikir emosional dan kompleks. c. Telah tumbuh suatu pusat kekuasaan dan politik dengan kemajuan dibidang organisasi dan teknik d. Bertambah cepat dan besarnya alat-alat perhubungan baik didarat maupun diair dikarenakan berkembangnya kemajuan teknik masyarakat e. Timbulnya persatuan-persatuan antara masyarakat-masyarakat desa yang dikepalai oleh seorang raja (kerajaan- kerajaan besar, mataram, sriwijaya, f. majapahit, dsb) 3. Perkembangan Kebudayaan Indonesia 16
  • 17. f. Mulai dikenal kepandaian-kepandaian menulis, yang memebrikan kesempatan yang lur biasa kepada masyarakat untuk menuangkan pikiran-pikran dan pengalaman-pengalaman dalam bentuk kitab-kitab. g. Telah tumbuh hukum hukum baru dalam masyarakat, masyarakat mulai mengenal akan fungsi dan perannya masing masing dalam sebuah bentuk kenegaraan. h. Mulai hilangnya nilai nilai solideritas dengan timbulnya sistem kasta dan kerajaan kerajaan feodal yang besar. 3. Kebudayaan Islam : “ Kebudayaan Islam adalah kebudayaan manusia pertama yang sadar mencerna segala kbudyaan baik dibarat maupun diagian timurwilayah indonesia pada zaman itu” 4. Kebudayaan modern : “ciri yang terpenting adalah kekuatan disiplin cara berpikir dan penyelidikannya yang menuju pada pengetahuan positifi yang teliti. Kamjuan kebudayaan berdasarkan kemajuan ilmu manusia. 5. Kebudayaan bineka tunggal ika : “merupakan penjelmaan dari kesatuan kebudayaan indonesia yang dilatarbelakangi oleh kemepat lapisan kebudayaan diatas. 3. Perkembangan Kebudayaan Indonesia 17
  • 18.   Masyarakat yang terbentuk dari suatu tradisi keempat lapisan kebudayaan masyarakat yang terus saling berintegrasi dan berimigrasi dalam waktu yang sangat lama. Masyarakat nusantara terwujud dalam konsep bhineka tunggal Ika. 3. Masyarakat Nusantara. 18
  • 19.    Manusia Indonesia adalah manusia yang berprilaku seusia dengan pandangan hidup, ideologi dan cita-cita bangsa serta perilaku yang didasari oleh pancasila. Pembangunan pada hakikatnya mempunyai tujuan untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya dan masyarakat Indoneisa seluruhnya. Manusia indonesia dalam sosio-budaya : 1. 2. 3. 4.  Kebudayaan Indonesia berdasarkan kodrat manusia, jadi manusia Indonesia harus berprikemanusiaan Kebudaayaan Indonesia mengandung keadilan dan beradab Kebudayaan Indonesia melingkupi semua mausia Indonesia Manusia Indonesia harus mengenal akan kebudayaan lain diluar daerahnya Manusia Indonesia dalam politik 1. Negara untuk semua manusia yang menjadi warganya 4. Manusia Indonesia 19
  • 20. Sosiologi Suatu Pengantar, Prof, DR, Soerjono soekanto, Rajawali Pers, Jakarta, 2004. Sosiologi Skematika, Teori, dan Terapan, Abdul Syani, PT. Bumi Aksara, Jakarta, 2004 Sistem Sosial Budaya Indonesia, Jacobus Ranjabar, SH, M.Si, Gahlia, Ciawi Bogor, 2006 Referensi : 20