Your SlideShare is downloading. ×
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Penatalaksaan Terkini Syok Pada Bayi Baru Lahir

14,298

Published on

Published in: Health & Medicine
5 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
14,298
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
445
Comments
5
Likes
4
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. PENATALAKSANAAN TERKINI SYOK PADA BAYI BARU LAHIR M.Sholeh Kosim Sub Bagian Perinatologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK UNDIP/RS.Dr. Kariadi Semarang 1
  • 2.
    • Gejala klinis yang kompleks dari kegagalan fungsi sirkulasi akut, ditandai :
      • perfusi organ dan jaringan yang tidak adekuat
      • oksigen dan nutrien tidak adekuat
      • kebutuhan jaringan tubuh dan pembuangan sisa hasil metabolisme terganggu
    • Dpt mengakibatkan disfungsi seluler  kematian sel
    Syok 2
  • 3. Syok
    • Kegagalan perfusi dpt terjadi pd satu organ atau seluruh tubuh
    • Terjadi : antepartum, intrapartum dan post partum
    • Kemajuan dalam penanganan, ttp morbiditas dan mortalitas masih tinggi, o.k.
      • Mekanisme kompleks pd masa transisi janin – bayi baru lahir
      • Aspek fisiologik yg unik pd bayi baru lahir
  • 4. Definisi
    • Hipotensi
    • adalah bila dijumpai tekanan darah lebih dari 2 standar
    • deviasi di bawah harga normal menurut umur
    Syok adalah gangguan fungsi sirkulasi mendadak dan kompleks yang mengakibatkan berkurangnya penyampaian oksigen dan nutrien untuk memenuhi kebutuhan jaringan dan untuk mengeluarkan sisa sisa metabolisme 3
  • 5. PATOFISIOLOGI Kompensasi pemb drh regional Sementara adekuat Ke organ vital Berlanjut Kompensasi gagal Syok Curah jantung ↓ 4
  • 6. Terpelihara nya perfusi jaringan Curah jantung perfusi jaringan adekuat Kemampuan darah Transport O2 & Sisa metabolik Integritas & tonus vasomotor pembuluh .darah 5
  • 7. Kompensasi Dekompensasi Irreversibel 3 fase syok 6
  • 8. Kompensasi
    • Perfusi organ vital,diatur oleh refleks simpatetis
    • Tanda vital belum terganggu atau gangguan minimal
    • Peningkatan sekresi angiotensin dan vasopresin , ginjal menyimpan air dan garam, pelepasan katekolamin, kontraktilitas miokardium meningkat
    • Klinis : pucat, takikardi, kulit perifer lembab, capillary refill memanjang
    7
  • 9. Dekompensasi
    • Pengiriman oksigen dan nutrisi ke jaringan menjadi sedikit atau tidak mencukupi kebutuhan
    • Metabolisme anareob menjadi sumber penghasil energi utama
    • Metabolisme anaerob
      • Asam laktat berlebihan ---- asidosis metabolik
    8
  • 10.
    • Asidosis metabolik :
      • Kontraktilitas miokard menurun
      • Mengganggu respons thd katekolamin
      • Pelepasan mediator
      • Adhesi platelet
    Dekompensasi ( lanjutan ) 9
  • 11.
      • Metabolisme an aerob
        • Gagal pompa Na dan K
        • Gangguan keutuhan endotel kapiler
        • Protein plasma ---- bocor
          • Tekanan onkotik menghilang
          • Ekstravasasi cairan intravaskular ke ekstravaskular
    Dekompensasi (lanjutan ) 10
  • 12. Dekompensasi (lanjutan ) Adhesi platelet + Aktivasi kaskade koagulasi Perdarahan + Pengosongan volume darah Aliran darah lambat + perubahan kimiawi pemb darah kecil 11
  • 13.
    • Gambaran klinis :
      • Tek. Darah makin menurun
      • Capillary refill --- sangat memanjang
      • Takikardi
      • Kulit dingin
      • Nafas cepat
      • Jml urine berkurang/tidak ada
    • Bila tdk ada intervensi efektip
      • Syok irreversibel
    Dekompensasi (lanjutan ) 12
  • 14. Irriversibel
    • Tidak terjadi perbaikan sirkulasi yang adekuat
    • Organ vital utama, seperti jantung dan otak, mengalami kerusakan yang luas sehingga terjadi kematian sel
    • Diagnosis---- retrospektip
    • Pengenalan dini --- sangat penting
    13
  • 15.
    • Faktor risiko terjadinya syok pada bayi baru lahir :
      • Infeksi tali pusat
      • Abnormalitas plasenta
      • Hemolisis fetal / neonatal
      • Perdarahan fetal / neonatal
      • Infeksi maternal
      • Anestesi / hipotensi maternal
      • Asfiksia intra uterin dan atau intra partum
      • Sepsis neonatorum
      • Pulmonary air leak syndrome
      • Over distensi paru saat VTP
      • Aritmia jantung
    14
  • 16.
    • Hipovolemik
    • Septik
    • Reaksi Obat (anafilaktik)
    • Kardiogenik
    • Neurogenik
    • Endokrinogenik
    Penyebab : 15
  • 17. Etiologi Syok
    • Penyebab utama syok pada bayi baru lahir .
    • Akibat lost dari “whole blood “, plasma dan ekstra karena berbagai hal :
        • Perdarahan plasenta : plasenta previa, abrupsio, insersio velamentosa
        • Transfusi Feto Maternal, Feto-fetal
        • Trauma persalinan
        • Perdarahan intrakranial
        • Perdarahan intraabdominal  Apt Tes
        • Perdarahan paru
        • PIM (Pembekuan Intravaskular Menyeluruh)
        • Plasma leaked  sepsis dan hipoproteinemia
        • D ehidrasi (diare, muntah, paparan panas, kelainan kulit dan abnormalitas saluran cerna)
    Hipovolemia : 16
  • 18.
    • Mekanisme yang pasti belum jelas.
    • Mungkin kombinasi
      • Efek depresi produk mikroba( endotoksin ) langsung pada sistem kardiovaskular
      • Pengeluaran zat vasoaktip : serotonin, prostaglandin, histamin, dan endorfin
        •  vasodilatasi perifer
        •  hipovolemia relatip
    • kecurigaan sepsis pada bayi baru lahir :
    • Koreoamnionitis, Kulit ketuban pecah dini dan prematuritas.
    • Infeksi dini grup Beta Streptokokus hemolitikus merupakan salah satu etiologi syok
    Sepsis dan Syok Sepsis 17
  • 19.
    • obat tokolitik  menurunkan tonus vaskular atau termasuk relaksan otot
    • obat anestesi pada ibu (magnesium sulfat)
    • Obat pada bayi baru lahir seperti : Fentanil, tolazolin, tubocurarine ( Curare ), digitalis, barbiturat dan obat vasodilator  menurunkan tekanan darah
    Reaksi Obat 18
  • 20. Syok Kardiogenik
    • Asfiksia intrapartum mengakibatkan
      • kontraktilitas jantung memburuk, gangguan fungsi muskulus papilaris  penurunan curah jantung
      • gangguan transport O2 yang disebabkan oleh karena anemia berat atau hemoglobinopati
    • Kelainan metabolisme (hipoglikemia, hipokalsemia)
    •  penurunan curah jantung dan tekanan darah menurun
    • Kelainan jantung kongenital, termasuk aritmia
    • Kardiomiopatia
    19
  • 21. Syok Neurogenik
    • disebabkan karena depresi neonatal
      • trauma kelahiran
      • asfiksia atau perdarahan intrakranial
    • Endokrin
    • Defisiensi 21 hidroksilase komplit
    • Sindrom Adrenogenital atau perdarahan adrenal
    20
  • 22. Pembagian lain penyebab syok pada bayi baru lahir
      • Syok hipovolemik  kehilangan darah akut atau kehilangan cairan/elektrolit
      • Syok distributif  sepsis, vasodilator, depresi miokardium atau jejas endotel
      • Syok kardiogenik  kardiomiopati, gagal jantung, aritmia atau iskemia mikardium
      • Syok obstruktif  tension pneumothorak atau tamponade jantung, Obstruksi pembuluh balik vena akibat pressure ventilation
      • Syok disosiatif disebabkan  anemia (yang sudah terjadi sebelumnya) atau methemoglobin.
    21
  • 23. DIAGNOSIS
    • A. Pemeriksaan Tekanan Darah
    • Tensimeter dengan manset yang sesuai (non invansif)
    • arterial line dipasang setinggi atrium kanan/in-line
    • pressure transducer dan monitor kontinyu (invasif)
    • B. Pengamatan Sindrom Klinik syok :
      • Takikardi
      • Perfusi yang jelek
      • Kutis marmorata
      • Akral dingin, tetapi suhu tubuh normal
      • Denyut nadi yang lemah, dalam
      • Gangguan napas : apnea, takipnea
      • Asidosi metabolik
    22
  • 24.
    • C. Pengukuran diuresis :
    • Diuresis normal + 2 ml/kgBB/jam sesudah 24 jam pertama.
    • Dalam jam-jam pertama diuresis bukan merupakan cara penilaian yang tepat karena diuresis 0.5 – 1 ml/kgBB/jam masih menggambarkan perfusi ginjal yang normal.
    • Pada keadaan syok diuresis menurun karena penurunan perfusi ginjal
    23
  • 25. MANIFESTASI KLINIS
    • pucat,
    • iritabel,
    • letargi atau koma
    • asidosis metabolik,
    • capillary refill yang memanjang
    • hipotensi, takikardi, cutis mamorata (mofled skin), ekstremitas dingin,
    • penurunan jumlah urin.
    24
  • 26. Disfungsi organ
    • Terjadi akibat :
      • aliran darah yang tidak adekuat
      • suplai oksigen ke jaringan tidak adekuat
      • metabolisme sel menjadi anaerob dominan dengan produksi asam laktat dan asam piruvat
    25
  • 27. Akibat disfungsi organ
    • Susunan Saraf Pusat : iritabel, kejang, letargi dan koma
    • Kardiovaskular : Penurunan Curah jantung, hipotensi dan perubahan volume darah pulmoner , hipotensi arterial sistemik, tekanan nadi kecil, hipotensi vena sentral dengan kegagalan miokardial, CVP meninggi dan takikardi
    • Paru : pelepasan zat vasoaktip edema paru, penurunan komplaien paru.
    26
  • 28.
    • Gastrointestinal : disfungsi mukosa, diare, sepsis, perdarahan, perdarahan dan Enterokolitis nekrotikans
    • Ginjal : Menurunnya Kecepatan Filtrasi glomerulus  oliguria/anuria, uremia, gangguan elektrolit
    • Metabolik : terjadi asidosis metabolik dan hipoglikemi
    • Gejala lain : Perpanjang waktu pengisian kapiler
    Akibat disfungsi organ (lanjutan) 27
  • 29. Evaluasi Awal
    • A. Pemeriksaan fisik dan pantauan tekanan darah
    • B. Pemeriksaan penunjang
    • Pemeriksaan Laboratorium :
    • Pemeriksaan Darah Lengkap , hitung jenis dan jumlah trombosit serial
    • Pemeriksaan penunjang lain : Kadar Gula, Kadar Urea nitrogen, kreatinin dan magnesium, kalsium
    • Pemeriksaaan kultur sebelum memberikan antibiotika spektrum luas
    • Analisa Gas Darah
    • Studi Koagulasi bila dicurigai PIM atau DIC
    • Apt test (membedakan Hb darah ibu dengan bayi)
    28
  • 30.
    • C. Pemeriksaan Radiologik dan Pemeriksaan lainnya
    • Foto Dada
    • Ultrasonografi kepala bila dicurigai ada perdarahan intrakranial.
    • Ekokardiografi dua dimensi (2-D), untuk mengevaluasi fungsi dan anatomi.
    • Elektrokardiogram (EKG) bila dicurigai ada disritmia
    • Pengukuran Tekanan Vena Sentral atau CVP ( Central Venous Pressure ) melalui kateter vena umbilikalis yang dipasang di atas diafragma harus dipertimbangkan untuk diagnosis dan penatalaksanaan
    29
  • 31. Rencana terapi
    • A.Tujuan terapi
    • 1. Meningkatkan dan menstabilkan tekanan darah
    • 2. Meningkatkan perfusi jaringan
    • 3. Mengusahakan diuresis yang adekuat
    • 4. Mengkoreksi asidosis metabolik
    30
  • 32. B. Penatalaksanaan Umum :
    • 1. Bayi baru lahir dicurigai syok  bantuan hidup dasar
      • Bebaskan dan yakinkan jalan napas tetap terbuka
      • Terapi oksigen dan bila perlu ventilator mekanik
      • Suhu lingkungan yang netral
      • Segera cari akses intravena atau intraosseus
      • Tujuan utama adalah tekanan darah dan curah jantung menjadi normal
    31
  • 33. Lanjutan penatalaksanaan umum
    • Lima parameter untuk membuat keputusan:
      • Riwayat adanya depresi perinatal, kehilangan darah atau trauma kelahiran
      • Pemeriksaan fisik dan laboratorium untuk mendeteksi organ yang terlibat
      • Pemantauan tanda vital secara periodik (tekanan darah dan imbang cairan)
      • Pemeriksaan radiologik: Foto dada
      • Tekanan Vena sentral (CVP)
    • 2. Nilai keadaan bayi baru lahir
    32
  • 34.
    • 4. Terapi pembedahan
    • 5. Terapi dietetik
    • 6. Konsultasi sub disiplin lain
    Penatalaksanaan umum(lanjutan) 33
  • 35.
    • Bila penyebab syok belum jelas
    • mulai dengan terapi empirik  ekspansi volume menggunakan koloid atau kristaloid dosis 10 ml/kgBB i.v 5 – 10 menit, dapat diulang bolus 10 ml/kgBB
    Bila respons baik pertimbangkan untuk melanjutkan ekspansi volume cairan Bila tidak terjadi respons mungkin bayi perlu memerlukan lebih banyak ekspansi volume atau harus dimulai pemberian obat inotropik (dopamin) Pengelolaan cairan 34
  • 36. Penatalaksananan Khusus
    • Syok hipovolemik
      • Ekspansi Volume harus diberikan untuk yang pertama kali.
      • koloid seperti albumin 5% masih kontroversial.
      • Pemeriksan laboratorium darah, hematokrit
      • Pemberian Bikarbonat untuk koreksi asidosis memperburuk keadaan sebelum volume dan ventilasi diperbaiki
      • Perkiraan volume darah neonatus adalah : 80-85 ml/kg BB
    35
  • 37.
    • Komponen darah diberikan :
      • Bila Ht < 40% diberi PRC 10 cc/kg 30-40 menit
      • Bila Ht > 50% diberi albumin 5 % , Plasma segar 10 cc/kg BB bila bayi dalam keadaan DIC atau sepsis
      • Bila Ht 40 – 50% : Transfusi tukar dengan PC & albumin 5%
      • FFP mungkin diperlukan bila syok sekunder akibat infeksi
    • Bila terapi tidak tercapai optimal, mungkin perlu volume yang lebih banyak atau dukungan terapi vasopresor harus dimulai
    Lanjutan penatalaksanaan syok hipovolemik 36
  • 38.
      • 25 % syok terkompensasi
      • 25-40% pada syok yang tidak terkompensasi
      • > 40% pada syok irreversible
    Tanda klinis syok hipovolemik ~ derajat pengurangan volume intravaskuler Resusitasi awal dengan 10 - 20 ml/kg volume ekspansi  menggantikan ¼ volume darah. 37
  • 39. Ekspansi volume dg kristaloid atau koloid Perdarahan : - darah - komponen darah Emergensi : Gol. O ( Rh negatip) 38
  • 40.
    • 2. Syok Septik
      • Lakukan pemeriksaan kultur darah , LCS dan urine
      • Segera mulai terapi empirik dengan antibiotika sesudah pengambilan sampel kultur
      • Beri ekspansi volume cairan dan obat inotropik seperti panduan penatalaksanaan syok hipovolemik
      • Transfusi tukar ---- kontroversial
    Lanjutan penatalaksananan khusus 39
  • 41.
    • Tujuan terapi adalah meningkatkan curah jantung
    • Obat inotropik harus segera diberikan secara intra vena
      • Dopamin (Pilihan I) : dosis 5 – 20 ug/kg/menit .
    • Pada kasus hipotensi refrakter diberikan dosis yang lebih besar
      • Dobutamin : Bila dopamin gagal meningkatkan tekanan darah  dobutamin dianjurkan diberikan dg dosis 5 – 20 mg/kg/menit
      • Obat vasopresor lain seperti epinefrin , norepinefrin dan isoproterenol
    • Pemberian ekspansi volume yang berlebihan akan sangat membahayakan
    Lanjutan penatalaksananan khusus 3. Syok kardiogenik 40
  • 42.
    • 4.Syok Neurogenik
    • Diterapi dengan ekspansi volume cairan dan obat inotropik
    • 5.Hipotensi akibat paparan obat :
    • Ekspansi volume cairan biasa nya dapat memelihara tekanan darah pada kasus paparan obat
    • 6.Gangguan Endokrin
    • Perdarahan adrenal diterapi dengan ekspansi volume cairan dan penggantian volume darah dan pemberian kortikosteroid
    • Hiperplasi adrenal kongenital diterapi dengan kortikosteroid ( Decadron, Solucortef )
    Lanjutan penatalaksananan khusus 41
  • 43.
    • Kortikosteroid antenatal dapat menurunkan risiko hipotensi pada BBLSR
    • Beberapa bayi baru lahir < 1000 gram biasanya mengalami hipotensi dan refrakter terhadap ekspansi volume cairan dan dukungan obat vasopresor .
    • Senter-senter  menggunakan steroid sistemik (0.1 -0,5 mg/kg/hari) dengan Decadron intravena  mengkoreksi hipotensi
    • Beberapa penelitian  penggunaan kristaloid dan dopamin memperbaiki tekanan darah yang rendah pada BBLSR
    • Beberapa senter lain  pemberian norepinefrin 0,1 mg /kgBB/menit memberi respons baik terhadap kegagalan terapi dukungan dasar
    Bayi sangat prematur / Bayi Berat lahir Sangat rendah ( BBLSR) 42
  • 44. RINGKASAN
    • Syok yg merupakan gejala klinis yang kompleks masih merupakan masalah di bidang Kesehatan neonatal
    • Syok sangat berbahaya  mengakibatkan disfungsi seluler dan akhirnya dapat menyebabkan kematian sel
    • Syok merupakan kelainan yang progresif
    • Syok secara umum dapat dibagi menjadi 3 fase : kompensasi, dekompensasi dan ireversibel.
    • Banyak faktor risiko dan etiologi terjadinya syok sehingga perlu kewaspadaan
    • Diagnosis harus ditegakkan sedini mungkin agar prognosis nya menjadi lebih baik
    • Begitu diagnosis tegak ---- Tatalaksana sesuai dg etiologi harus segera dimulai
    43
  • 45. Terimakasih 44

×