Your SlideShare is downloading. ×
0
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Teori Pertumbuhan Ekonomi

9,568

Published on

1 Comment
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
9,568
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
414
Comments
1
Likes
3
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com PERTUMBUHAN EKONOMI SUB POKOK PEMBAHASAN  DASAR PENGERTIAN PERTUMBUHAN EKONOMI  DASAR TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI  MODEL-MODEL PERTUMBUHAN EKONOMI
  • 2. DASAR PENGERTIAN PERTUMBUHAN EKONOMI Menurut Simon Kuznets, Pertumbuhan ekonomi sebagai “kenaikan jangka panjang dalam kemampuan suatu negara untuk menyediakan semakin banyak jenis barang-barang ekonomi kepada penduduknya. Kemampuan ini tumbuh sesuai dengan kemampuan teknologi dan penyesuaian kelembagaan serta ideologis yang diperlukan. Ada 3 komponen dasar yang diperlukan dalam pertumbuhan ekonomi: 1). Pertumbuhan ekonomi suatu bangsa terlihat dari meningkatnya secara terus menerus persediaan barang. 2). Teknologi maju merupakan faktor utama dalam pertumbuhan ekonomi yang menentukan derajat pertumbuhan kemampuan dalam menyediakan aneka macam barang kepada penduduknya. 3). Penggunaan teknologi secara luas dan efisien memerlukan adanya penyesuaian di bidang kelembagaan dan ideologi, sehingga inovasi yang dihasilkan oleh IPTEK umat manusia dapat dimanfaatkan secara tepat. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 3. By: Dr. P. Eko Prasetyo  Pertumbuhan ekonomi merupakan perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat. • Masalah pertumbuhan ekonomi dipandang oleh para ekonom sebagai masalah makro ekonomi dalam jangka panjang.  Istilah Pertumbuhan Ekonomi sering digunakan secara bergantian dengan Perkembangan Ekonomi. Perkembangan ekonomi lebih mengacu kepada masalah negara terbelakang, sedangkan pertumbuhan ekonomi lebih mengacu kepada masalah negara maju. MEMO: Masalah perkembangan, memerlukan dan melibatkan semacam pengarahan, pengaturan, dan pedoman dalam rangka menciptakan kekuatan-kekuatan bagi perluasan dan pemeliharaan.  Menurut Hicks, masalah negara terbelakang menyangkut pengembangan sumber daya yang tidak/belum dipergunakan, kedati penggunaanya telah cukup dikenal. Sedangkan, masalah negara maju terkait dengan pertumbuhan, karena kebanyakan dari sumber daya mereka sudah diketahui dan dikembangkan sampai batas tertentu. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 4. By: Dr. P. Eko Prasetyo  Ciri pertumbuhan, spontan merupakan ciri perekonomian negara maju dengan kebebasan usaha. Bedanya. Di negara maju, kenaikan dalam tingkat pendapatan biasanya disebut pertumbuhan ekonomi. Sedangkan, di negara miskin ia disebut sebagai perkembangan ekonomi. Memo: Pada prinsipnya, perkembangan ekonomi berarti juga pertumbuhan ekonomi, sehingga istilah ini di negara berkembang tidak perlu dibedakan.  Para ekonom sepakat bahwa PERTUMBUHAN EKONOMI (perkembangan ekonomi) diartikan sebagai KENAIKAN OUTPUT barang atau material dalam suatu jangka waktu tertentu.  Pertumbuhan ekonomi berhubungan dengan pertumbuhan dalam input, seperti tenaga kerja dan modal serta perbaikan dalam teknolgi. Untuk mengukur pertumbuhan ekonomi, biasanya para ekonom menggunakan data GDP yang mengukur pendapatan total setiap orang dalam perekonomian. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 5. PERTUMBUHAN EKONOMI vs PEMBANGUNAN EKONOMI Masalah pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi (economic development). Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu tolak ukur bagi kemajuan dan perkembangan suatu bangsa atau pembangunan ekonomi suatu bangsa. Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi atau kelembagaan suatu negara yang semakin baik atau mapan. Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi jika terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 6. Memo: Proses pembangunan pada dasarnya bukan hanya sekedar fenomena ekonomi semata. 1. Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi sering menjadi jargon politik suatu negara. 2. Seburuk-buruknya pembangunan masih jauh lebih baik daripada tidak melaksanakan sama sekali. 3. Pembangunan ekonomi lebih dari sekedar pertumbuhan ekonomi, karena proses pembangunan menghendaki adanya pertumbuhan ekonomi yang diikuti dengan perubahan dalam struktur ekonomi dan kelembagaan. 4. Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi saja, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan, dan teknik. Menurut Meier (1995), Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses di mana pendapatan perkapita suatu negara meningkat selama kurun waktu tertentu yang panjang, dengan catatan: bahwa jumlah penduduk yang hidup di bawah “garis kemiskinan absolut” tidak meningkat, dan distribusi pendapatan tidak semakin timpang. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 7. By: Dr. P. Eko Prasetyo TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI Mengapa pendapatan generasi sekarang lebih tinggi dibanding pendapatan generasi masa lalu? Mengapa pendapatan masyarakat dinegara-negara maju jauh lebih tinggi dan makmur dibandingkan negara berkembang? Apa yang membedakan perbedaan pendapatan tinggi itu? Apa yang menentukan standar hidup kita di masa depan? Mengapa Jepang sangat cepat mengejar Amerika Serikat? Tapi, mengapa Indonesia sekarang justru makin terpuruk? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dapat dijawab jika “MASKADI, BSm” mau mempelajari Teori Pertumbuhan Ekonomi. Karena, teori pertumbuhan ekonomi akan menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 8. A. Teori Pertumbuhan Ekonomi Teori pertumbuhan ekonomi dapat diartikan sebagai penjelasan mengenai faktor-faktor apa yang menentukan kenaikan output per kapita dalam jangka panjang, dan penjelasan mengenai bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi satu sama lainnya, sehingga terjadilah proses pertumbuhan ekonomi. Hingga saat ini, teori pertumbuhan ekonomi telah berkembang pesat. Namun, secara garis besar, ada dua arus besar dalam teori pembangunan yaitu; mazhab historis dan mazhab analitis. Mazhab analitis lebih menekankan pada teori yang dapat mengungkapkan proses pertumbuhan secara logis dan konsisten, tetapi sering hanya bersifat abstrak dan kurang menekankan pada isi empiris (historisnya). Sedangkan, mazhab historis sering disebut juga sebagai mazhab teori pertumbuhan ekonomi linear atau sering disebut pula dengan teori tahapan pertumbuhan ekonomi. Selanjutnya, mazhab analitis ini dapat dibedakan lagi ke dalam; (1) teori pertumbuhan struktural, (2) teori dependensia (3) Teori neo-klasik. Mazhab analitis inilah yang pada saat ini justru sering disebut sebagai mahzab modern. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 9. Memo: Jadi, teori pertumbuhan ekonomi tak lain adalah suatu CERITA YANG LOGIS mengenai bagaimana pertumbuhan tersebut terjadi. Teori Pertumbuhan, merupakan salah satu teori yang mencoba menjelaskan suatu gejala/fenomena perubahan ekonomi/sosial, khususnya pada masyarakat yang sedang berkembang. Teori ini pada awalnya dikembangkan oleh kaum klasik. Tujuannya untuk memperbaiki kondisi sosial-ekonomi masyarakat negara berkembang. Memo: Pertumbuhan ekonomi sering menjadi “JARGON” utama negara berkembang dalam program-program pembangunannya. Hal ini dikarenakan tingkat pertumbuhan ekonomim menjadi tolak ukur / indikator kemajuan perkembangan suatu bangsa. Teori pertumbuhan ekonomi sering diartikan sebagai penjelasan mengenai faktor-faktor APA yang menentukan kenaikan OUTPUT per kapita (per unit) dalam jangka panjang, dan menjelaskan mengenai BAGAIMANA, faktor-faktor tersebut berinteraksi satu sama lain, sehingga terjadilah PROSES pertumbuhan ekonomi. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 10. Sebagai kritik terhadap List yakni terjadi Evolusi dalam masyarakat, bahwa pert ekonomi bukan tahap produksi/konsumsi tetapi cara distribusi yaitu melalui: 1. Perekonomian Barter (Natura) 2. Perekonomian Uang 3. Perekonomian Kredit B. PENDEKATAN DALAM TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI I. Teori Pertumbuhan Linear (Historis): 1. FRIEDRICH LIST (TH.1840) Pelopor Historismus: Eksponen Nasionalisme Ekonomi Fokus tahapan petumbuhan ekonomi yaitu dengan cara produksi: 1. Tahap primitip 2. Tahap Beternak 3. Tahap Pertanian 4. Industri Pengolahan (Manufacturing) 5. Pertanian, Industri Pengolahan & Perdagangan 2. BRUNO HILDEBRAND (1848) http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 11. Pertumbuhan ekonomi menurutnya terjadi melalui 5 tahapan yang berurutan yakni: 1. Masa berburu 2. Masa berternak 3. Masa bercocok tanam 4. Tahap perdagangan 5. Tahap perindustrian Memo: 1). Menurut teori ini, masyarakat akan bergerak dari masa tradisional menuju ke masyarakat yang moderen yang kapitalis. Teori "laissez-faire" 2). Pertumbuhan ekonomi akan terpacu melalui pembagian kerja antar pelaku ekonomi, dan teori ini memandang tenaga kerja sebagai salah satu input. 3. KARL BUCHER Pendapat K. Bucher ini merupakan Sintesa dari pendapat List dan Bruno. Ia mengatakan bahwa tahap pertumbuhan ekonomi ada tiga tahap. 1. Produksi untuk memenuhi kebutuhan Sendiri (subsistence) 2. Perekonomian Kota, di mana pertukaran sudah meluas 3. Perekonomian Nasional, d imana peran pedagang menjadi semakin penting 4. ADAM SMITH (1723 – 1790)
  • 12. By: Dr. P. Eko Prasetyo 5. DAVID RICARDO Memo: 1. Teori pertumbuhan Klasik mulai pesat sejak jaman Ricardo. Tetapi sesungguhnya Ricardo tidak tergolong dalam teori tahapan dan teori Ricardo lebih dikenal sebagai teori distribusi yang menentukan bagian buruh, dan bukan teori pertumbuhan, sehingga teori ini sering disebut teori yang memutar. 2. Teori Ricardo lebih didasarkan pada beberapa asumsi sbb. a). Terbatasnya jumlah tanah, seluruh tanah digunakan untuk produksi gandum, maka tenaga kerja dalam pertanian membantu menentukan distribusi industri. b). “Low of diminishing return” berlaku bagi tanah karena jumlah tanah tetap. c). Tingkat upah adalah alamiah (seluruh buruh dibayar dengan upah yang cukup untuk hidup secara minimal. d). Adanya akumulasi kapital, untuk saving dan investasi yang meningkat e). Adanya kemajuan teknologi dari waktu ke waktu hanya sbg penggantian buruh f). Sektor pertanian dominan g). Sumber lain pemupukan modal adalah perbedaan antara produksi dan konsumsi, maka pentingnya peningkatan produksi dan pengurangan konsumsi. h). Ada pengaruh perubahan variabel; penduduk, upah, sewa, keuntungan yg dinamis terhadap pembangunan ekonomi.
  • 13. 6. Thomas Robert Maltus Samahalnya dengan Ricardo, teori Maltus bukanlah teori pertumbuhan ekonomi melainkan lebih condong pada teori pembangunan ekonomi, dan selanjutnya teori Maltus lebih dikenal sebagai teori kependudukan, bukan teori pertumbuhan ekonomi. Selain itu, teori Maltus lebih dikenal sebagai “Thepry of Underconsumption”. Menurutnya, kemiskinan dan keterbelakangan penduduk di suatu negara terjadi bukan disebabkan oleh terbatasnya tanah subur, atau makin kecilnya luas lahan karena penduduk bertambah; bukan pula oleh “kemalasan” penduduk. Melainkan karena sebagian besar tanah dikusai dan dimiliki oleh sebagian kecil tuan tanah. Sedangkan, hasl produksi mayarakat kecil (Gol. Lemah) lebih diperuntukan untuk pemenuhan kebutuhan dasar, dan hanya sebagian kecil sekali yang diinvestasikan. Menurut Maltus, tekanan jumlah penduduk akan mengendalikan ekonomi ke titik di mana tenaga kerja akan mencapai tingkat kehidupan minimum yang subsistem. Padangan Maltus yang berkaitan dengan faktor-faktor yang dapat meningkatkan pembangunan (peran produksi, distribusi optmal, akumulasi modal, kesuburan tanah dan kemajuan teknologi serta peranan faktor nonekonomis dan administrasi yang baik, hukum yg baik, kerja keras, kejujuran watak dll dalam meingkatkan pembangunan negara-negara yg bersangkutan), tidak ada yang dapat menyangkal. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 14. By: Dr. P. Eko Prasetyo 7. KARL MARX Menurut Karl Marx, evolusi perkembangan masyarakat dapat terjadi melalui 3 tahapan yakni; (dari Primitif/Feodalisme, Kapitalisme, dan kemudian berakhir pada Sosialisme). Karena dalam pola pemikiran Marx selalu didasarkan pada teori pertentangan antar kelas dalam masyarakat, maka teori Marx cenderung lebih dikenal sebagai teori Konflik. Dalam perspektif teori pertumbuhan ekonomi, Marx mendiskripsikan tentang perkembangan masyarakat dari polanya yang sederhana hingga menjadi masyarakat yang kompleks dan dengan pembagian kerja yang ketat dalam masyarakat kapitalis. Menurut Marx, kemampuan kapitalis untuk mengakumulasi madal terletak pada kemampuan mereka dalam memanfaatkan nilai lebih dari produktivitas buruh yang dipekerjakannya. Selisih antara produktivitas buruh dengan nilai tenaga buruh yang dinyatakan dalam bentuk upah inilah yang kemudian disebut dengan NILAI LEBIH. Nilai lebbih adalah keuntungan bagi pengusaha. Karena tingkat keuntungan yang diperoleh pengusaha adalah fungsi dari nilai lebih, maka pengusaha akan mengeksploitasi buruhnya untuk meningkatkan keuntungannya. Kritik terhadap teori Marx terletak pada asumsi nilai lebih dlm perekonomian, pada hal dalam dunia nyata tidak dikenal nilai lebih ini, karena sudah terukur dalam harga. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 15. Kritik lain dari teori Marx, adanya keharusan perubahan dari masyarakat kapitalis menuju sosialis hanya dapat dilakukan dengan jalan REVOLUSI. Kehancuran Kapitalis yang akan digantikan oleh Sosialis harus melalui Revolusi. Artinya, Marx tidak menginginkan keberadaan para pengusaha yang berjaya di masa kapitalis untuk menghirup udara sosialisme, mengingat revolusi kaum buruh jelas-jelas melawan kaum pengusaha tersebut. Sebenarnya, Marx merupakan orang pertama yang memberikan gambaran sisi negatif dari sistem kapitalisme jika sistem tersebut diterapkan berdasarkan perhitungan ekonomi semata tanpa mempertimbangkan unsur kemanusiaan dan nilai sosial kemasyarakatan. Marx menunjukan pada dunia (1930-an dan 2008-skg) bahwa tahap pembangunan ekonomi tidak semulus yang diperkirakan sebalumnya. Untuk mencapai perekonomian sosialis, terlebih dahulu harus melewati tahap depresi ekonomi, karena sebagai akibat dari kapitalisme yang terlalu merajalela tanpa kendali. Selanjutnya, teori Marx tentang depresi ekonomi inilah yang akhirnya justru memperkuat argumentasi Keynes untuk merekomendasikan peran pemerintah bagi upaya mengatasi depresi ekonomi yang terjadi. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 16. 8. Walt Whitman Rostow Menurut WW Rostow, pemb. ekonomi mrpk suatu proses yg dpt menyebabkan : 1. Perubahan orientasi ekonomi, politik dan social yg pd mulanya berorientasi kpd suatu daerah menjadi berorientasi keluar. 2. Perubahan pandangan masy. mengenai jumlah anak dlm keluarga yaitu kesadaran utk membina keluarga kecil 3. Perubahan dlm kegiatan investasi masyarakat dari melakukan investasi yg tdk produktif menjadi investasi yg produktif 4. Perubahan sikap hidup dari adat istiadat yg kurang merangsang pemb. Ekonomi missal kurang menghargai waktu kerja dan orang lain Rostow, membagi proses pembangunan ekonomi menjadi 5 tahapan yakni: 1. Tahap perekonomian tradisional 2. Tahap prakondisi tinggal landas 3. Tahap tinggal landas 4. Tahap menuju kedewasaan 5. Tahap konsumsi tinggi http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 17. By: Dr. P. Eko Prasetyo II. Teori Perubahan Struktural 1. Teori Pembangunan Arthur Lewis Teori Lewis menitikberatkan pada mekanisme transformasi ekonomi yang dialami oleh negara berkembang, yang semula lebih bersifat subsistem (tradisional) dan menitik beratkan pada sektor pertanian menuju ke struktur perekonomian yang lebih modern, dan yang sangat didominasi oleh industri dan Jasa (Todaro, 2000). Teori Sir William Arthur Lewis (23 Januari 1915 - 15 Juni 1991), pada dasarnya membahas proses pembangunan yang terjadi antara daerah kota dan desa, yang mengikutsertakan proses urbanisasi yang terjadi diantara kedua tempat tersebut. Model Lewis memfokuskan pada terjadinya proses pengalihan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi serta kesempatan kerja dari sektor tradisional (di pedesaan) ke Sektor Modern di perkotaan yang dimungkinkan dengan adanya perluasan lapangan kerja di Sektor Modern melalui arus urbanisasi. Lewis mengasumsikan bahwa tingkat upah di daerah perkotaan (sektor industri) minimal 30 persen lebih tinggi dari rata-rata pendapatan di pedesaan (sektor pertanian) yang memaksa para pekerja pindah ke daerah perkotaan. Proses pertumbuhan yang berkelanjutan (self-sustaining growth) di sektor modern dan perluasan tenaga kerja diasumsikan terjadi terus-menerus sampai surplus labor di pedesaan habis diserap di dalam sektor industri. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 18. 2. Teori Hollis Chenery Teori ini lebih memfokuskan pada perubahan struktur dalam tahapan proses perubahan ekonomi, industri dan struktur institusi dari perekonomian suatu negara sedang berkembang yang mengalami transformasi dari sektor pertanian ke sektor industri sebagai mesin utama pertumbuhan ekonominya. Menurut Chenery transformasi struktur produksi menunjukkan bahwa sejalan dengan peningkatan pendapatan per kapita, perekonomian suatu negara akan bergeser dari yang mula-mula mengandalkan sektor pertanian menuju sektor industri. Dalam hal ini, sumbangan sektor industri pada pendapatan nasional meningkat dan sumbangan sektor pertanian mengalami penurunan pada saat pendapatan per kapita meningkat. Model ini menyatakan bahwa peningkatan tabungan dan investasi diperlukan untuk terjadinya pertumbuhan ekonomi. Pola ini juga menyaratkan bahwa selain akumulasi modal fisik dan manusia, diperlukan pula himpunan perubahan yang saling berkaitan dalam struktur perekonomian suatu negara untuk dapat terjadinya perubahan dari sistem ekonomi tradisional ke sistem ekonomi modern. Perubahan struktur ini melibatkan seluruh fungsi ekonomi termasuk tranformasi produksi dan perubahan dalam komposisi permintaan konsumen, perdagangan internasional serta perubahan-perubahan sosial-ekonomi seperti urbanisasi, pertumbuhan dan distribusi penduduk. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 19. 3. Dudley Seers Menurut Dudley Seers, perkembangan ekonomi terjadi terdiri atas peningkatan output per kapita, penurunan kemiskinan absolut, perbaikan distribusi pendapatan dan peningkatan penyerapan tenaga kerja. Ide pemikirannya adalah; jika pertumbuhan yang berkesinambungan terjadi di sektor modern yang diiringi dengan terjadinya diversifikasi struktural dalam ekonomi, maka situasi ini akan menimbulkan penyerapan tenaga kerja dari sektor tradisional ke sektor-sektor yang berproduktivitas tinggi dengan upah yang juga tinggi. 4. Hans Singer Menurut Singer, pembagian kerja internasional mengakibatkan negara-negara yang belum berkembang akan menjadi negara-negara pinggiran yang peranannya hanya sekedar memproduksi dan mengekspor bahan-bahan mentah. Sedangkan, negara-negara maju lebih berperan sebagai pihak yang memproduksi produk-produk industri. Kenyataannya, nilai tukar senantiasa merosot dan menyebabkan kerugian bagi negara-negara pinggiran. Karena itu, manfaat perdagangan internasional yang bebas diraih negara maju tidak akan dapat memakmurkan negara pinggiran. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 20. Robinson juga dikenal sebagai pencetus pemikiran bahwa program industrialisasi di negara-negara berkembang harus berdasarkan relitas sosial negaranya. 5. Joan Robinson Memo: 1). Singer, menolak teori keunggulan komparatif yang statis yang dikemukakan oleh kaum neoklasik. Singer lebih menganjurkan untuk melakukan perombakan total dalam struktur keunggulan komparatif dengan cara melaksanakan program industrialisasi di negara-negara pinggiran. Seperti halnya Gunnar Myrdal, Singer juga mendukung proteksi untuk mendukung industri-industri rakyat dalam negeri negara pinggiran. 2. Sebenarnya tokoh utama teori ketergantungan hanya Lewis dan Chenery saja sedangkan yang lainnya seperti; Dubley Seers, Hans Singer, Joan Robinson, Gunnar Myrdal, Paul Baran, dan Theodonia Dos Santos adalah hanya sebagai kritikus terhadap teori pembangunan sebelumnya. Teori Robinson sering dikenal sebagai teori akumulasi modal, (Jhingan, 1995), Menurut Robinson, analisis pertumbuhan ekonomi didasarkan pada; pertumbuhan penduduk, kemajuan teknologi, akumulasi modal, dan faktor-faktor kelembagaan. Selanjutnya, teori Robinson lebih mengkaji perilaku yang terjadi selama proses pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan teknik analisis Harrod Domar. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 21. By: Dr. P. Eko Prasetyo Memo: 1). Robinson mengkritik teori neoklasik dan keynesian. Doktrin neoklasik yang dikritik adalah tentang mekanisme pasar bebas. Sedangkan pemikiran Keynes yang dikritik adalah yang tidak mempersoalkan kandungan investasi ditinjau dari prespektif sosial. Karena kdua pemikiran tersebut menganggap bahwa efisiensi individu sama dengan efisiensi sosial. 2). Robinson mendukung pendapat Singer yang menyatakan perdagangan bebas akan menjerumuskan negara berkembang ke posisi terpukul, dikarenakan nasionalisme merupakan motif dasar setiap ekonomi internasional. Artinya; adalah naif bagi suatu negara untuk secara membabi buta percaya kepada hubungan ekonomi internasional yang bebas dan seolah-olah tidak ada tendensi untuk mempertahankan penyebaran ideologi kepentingannasionalnya. 6. Gunnar Myrdal Untuk itu, Myrdal, membangun teori keterbelakangan dan pembangunan ekonominya disekitar ketimpangan regional, nasional dan iternasional. Selanjutnya, pemikiran Myrdal ini sering dikenal dengan teori dampak balik (backwash effects) dan dampak sebar (spread effects). Menurut Myrdal, upaya pemberantasan kemiskinan di negara berkembang harus dilakukan melalui campur tangan pemerintah, terutama dalam mempengaruhi kekuatan pasar bebas. Menurut Myrdal, hubungan ekonomi antara negara maju dengan negara belum maju telah menimbulkan ketimpangan internasional dalam pendapatan perkapita dan kemiskinan di negara-negara yang belum maju.
  • 22. By: Dr. P. Eko Prasetyo Memo: 1). Menurut Myrdal, dampak balik diartikan sebagai “semua perubahan yang bersifat merugikan”… dari ekspansi ekonomi di suatu tempat… karena sebab-sebab di luar tempat itu. Sedangkan dampak sebar, diartikan sebagai ekspansi positip ke wilayah sekitar secara sentrifugal dari wilayah senrtalnya. 2). Dampak balik cenderung membesar sementara dampak sebar cenderung mengecil. Artinya, sebab utama ketimpangan regional, nasional dan internasional adalah kuatnya dampak balik dan lemahnya dampak sebar di negara terbelakang. 3). Secara komulatif, kecenderungan tersebut semakin memperburuk ketimpangan internasional dan meyebabkan ketimpangan regional di atara negara terbelakang, yang selanjutnya dapat menjadi lingkaran setan kemiskinan. 4). Sebagian besar rakyat dinegara terbelakang; kekurangan gizi yang parah, fasilitas pendidikan yang buruk, perumahan dan sanitasi yang kurang sehat. Kondisi ini menghambat peningkatan produktivitas dan produksi nasional. 5). Adanya social inequality dalam kehidupan sosial-ekonomi yang mengakibatkan social mobility menjadi rendah. Adanya situasi free competition yang kejam dan mematikan golongan penduduk yang lemah. Kondisi ini harus diubah, sehingga menimbulkan economic equality. Menjadi lebih lancar dan sifat kompetisi menjadi lebih beradab dan wajar. 6). Adanya struktur sosial yang pincang, dan lebih banyak konsumsi. Sementara itu, golongan kaya justru membawa lari modal ke luar negeri karena tidak aman dan takut rugi di dalam negerinya sendiri. Solusinya diperlukan REFORMASI SOSIAL.
  • 23. By: Dr. P. Eko Prasetyo 7. Paul Baran Menurut Baran, interaksi ekonomi internasional terjadi dimana faktor modal bergerak dari negara yang produktivitas batas modalnya rendah ke negara yang produktivitasnya tinggi. Sedangkan untuk menuju keseimbangan pada keseluruhan ternyata tidak pernah terjadi. Seandainya terjadi pergerakan faktor modal dari negara kaya ke negara miskin, maka pergerakan tersebut hanyalah bertujuan untuk menyedot keuntungan dari negara miskin ini. Jika dihitung, keuntungan yang disedot negara kaya tersebut adalah bagian pendapatan terbesar sebagai akibat investasi asing dinegara miskin tersebut. Naiknya pendapatan nasional di negara miskin sebagai akibat dari investasi asing, tidaklah dinikmati sebagianj besar rakyat dinegeri miskin itu, karena adanya kepincangan dalam distribusi pendapatan. Pihak-pihak yang dapat menikmati dari keuntungan investasi asing adalah hanya segelitir kecil anggota masyarakat saja, dan keuntungan ini diperoleh dari hasil suatu eksploitasinya. (Coba Anda RENUNGKAN, dan beri komentar). Lebih parah lagi kejadian di Indonesia proses eksploitasi dengan nilai-nilai kapitalisme feodalis diikuti dengan korupsi dan kepincangan sosial. Sementara itu, sektor industri ternyata tidak sehat jika dilihat dari sudut perkembangan ekonomi rakyat. Matinya industri rakyat ditambah dengan kecilnya nilai tambah, membuat negara miskin harus membayar minimal 2 kali lipat kepada negara kapitalis sebagai pemilik teknologi yang digunakan oleh negara miskin.
  • 24. III. TEORI PERTUMBUHAN NEOKLASIKMemo: Kelompok ini sering disebut sebagai kelompok teori pertumbuhan ekonomi modern terutama setelah munculnya Teori Pertumbuhan Model Solow yang dikenal dengan New Growth Theory Inti dasar teori ini dikatakan modern terutama setelah menggunakan faktor teknologi sebagai penggerak paling utama dalam pertumbuhan ekonomi. NeoKlasik yang dimaksud disini adalah bukan hanya dari pemikiran Klasik Murni saja melainkan juga ada pemikiran Keynes. Dasar Teori Harod-Domar sebenarnya lebih didasarkan dari Teori Keynes. Sementara Solow sendiri melajutkan teorinya Harod-Domar yang dimodifikasi dengan model dasar Klasik. Jadi Tokoh Pertumbuhan Ekonomi Neo Klasik yang terkenal adalah: Harrod Domar, dan RM Solow,
  • 25. 1. Teori Pertumbuhan Harrod- Domar Dasar teori Harrod & Domar adalah perkembangan dari teori makro Keynes jangka pendek menjadi teori ekonomi makro jangka panjang yakni tetang peranan Investasi Menurut Harrod-Domar, peran investasi bukan hanya mempengaruhi permintaan agregat (AD) melainkan berpengaruh pula terhadap penawran agregat (AS) melalui pengaruhnya terhadap kapasitas produksi dalam perspektif waktu jangka panjang. Menurutnya, dalam perspektif waktu jangka panjang, faktor investasi (I) akan menambah stok kapital (K) (misal pabrik atau perusahaan Industri, mesin, jalan, dsb) sehingga stok kapital masyarakat menjadi I = ∆K. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 26. Memo: Penjelasan lebih lanut baca buku FUNDAMENTAL MAKROEKONOMI http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 27. By: Dr. P. Eko Prasetyo
  • 28. By: Dr. P. Eko Prasetyo
  • 29. By: Dr. P. Eko Prasetyo
  • 30. By: Dr. P. Eko Prasetyo
  • 31. By: Dr. P. Eko Prasetyo CONTOH MANFAAT HUMAN CAPITAL: 2). 1).
  • 32. By: Dr. P. Eko Prasetyo
  • 33. 2. Teori Pertumbuhan Solow Awalnya teori ini berasal dari dasar teori, Model Robert M. Solow dan Trevor Swam (Solow-Swam) yang lebih dikenal dengan BEHIND the SOLOW MODEL, kemudian sampai dengan The Solow Model dan akhirnya sampai ke BEYOND the SOLOM MODEL atau yang sekarang lebih dikenal dengan NEW GROWTH THEORY. Perkembangan pemikiran dasar teori tersebut dapat dimanfatkan untuk menjelaskan sebuah pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Penjelasan lebih lanjut baca BAB XIV Buku Fundamental Makroekonomi (Prasetyo, 2009). http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 34. Tingkat pertumbuhan produktivitas faktor total (TFP) adalah jumlah di mana output akan meningkat sebagai hasil dari perbaikan dalam metode produksi, dengan seluruh input tidak berubah. MODEL TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI Memo: Dalam bagian ini, kita menggunakan fungsi produksi untuk menjelaskan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi. INPUT PROSES OUTPUT Fungsi Produksi, memberikan hubungan kuantitatif antara input dan output. Y = Q = ƒ (K, L, Tek,……..) http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 35. Y = ƒ(k) = menggambarkan output per kapita dan rasio modal-tenaga kerja Y Y =ƒ (k) k y* k * Gambar-1: Fungsi Produksi Per Kapita Y k Investasiyang dibutuhkan Tabungan FungsiProduksi A A y* Y =ƒ (k) (n + d) k sy sy0 y0 k* k0 B D C 00 Gambar-2: Output dan Investasi Modal per pekerja Outputperorang http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 36. Memo: 1). Pertumbuhan ekonomi Modern mengacu kepada perkembangan negara maju Eropa Barat, Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Jepang. 2). Ciri-ciri pertumbuhan ekonomi moderen merupakan pertanda penting di dalam kehidupan perekonomian. Menurt Simon Kuznets, ada 6 ciri pertumbuhan ekonomi modern yang terbagi ke dalam 2 ciri diantaranya kuantitatif mengenai pertumbuhan produk nasional, dua ciri berikutnya berhubungan dengan peralihan struktural, dan ciri terakhir berhubungan dengan penyebaran internasional. 1). Laju Pertumbuhan penduduk dan Produk Per Kapita 2). Peningkatan Produktivitas 3). Laju Perubahan Struktural yang Tinggi 4). Urbanisasi 5). Ekspor Negara maju 6). Arus Brang Modal, dan Orang Antarbangsa http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 37. FAKTOR-FAKTOR PERTUMBUHAN EKONOMI: A. FAKTOR EKONOMI: 1. Sumber Alam 2. Akumulasi Modal 3. Organisasi 4. Kemajuan Teknologi 5. Pembagian Kerja dan Skala Produksi B. FAKTOR NON-EKONOMI: 1. Faktor Sosial 2. Faktor Manusia 3. Faktor Politik dan Administrasi http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 38. Model Domar : ΔI x ΔY = ΔS x ΔY maka ΔI = ΔS Model Harrod: I x ΔY = S x ΔY maka I = S 1. MODEL PERTUMBUHAN HARROD-DOMAR Model Harrod-Domar lebih dialamatkan kepada perekonomian kapitalis maju dan mencoba menelaah persyaratan pertumbuhan mantap (steady growth) MODEL-MODEL PERTUMBUHAN EKONOMI Memo: Harrod-Domar memberikan peranan kunci kepada investasi di dalam proses pertumbuhan ekonomi, khususnya mengenai watak ganda yang dimiliki investasi yaitu; 1). Ia menciptakan pendapatan 2). Ia memperbesar kapasitas produksi perekonomian dengan cara meningkatkan stok modal. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 39. By: Dr. P. Eko Prasetyo 2. MODEL PERTUMBUHAN EKONOMI R.M. SOLOW Solow menyatakan pentingnya transformasi faktor teknologi dan human capital, karena dalam proses pertumbuhan ekonomi yang baik tidak hanya terbatas pada peningkatan efisiensi alokasi dan akumulasi pada faktor; Capital, Labor, dan Human Capital (C, L, dan H) saja. Selanjutnya, ia memandang pentingnya pendidikan (ilmu pengetahuan) karena ia tidak hanya mampu meningkatkan faktor H, tetapi juga mampu meningkatnya wawasan faktor H itu sendiri. Selain itu, ia juga memandang pentingnya teknologi dalam proses pertumbuhan ekonomi. Karena itu subangan IPTEKS bagi Solow sangat penting dalam proses pertumbuhan ekonomi yang tinggi / berkualitas. Pada dasarnya model Solow samahalnya model Klasik dan neo klasik Harrod-Domar, namun dalam perjalannnya dengan adanya ia memasukan faktor IPTEK dan telah terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan baik, maka model Solow ini sering disebut sebagai model pertumbuhan ekonomi baru. (New Growth Theory). http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 40. Model teori pertumbuhan ekonomi Solow dirancang untuk menunjukkan bagaimana pertumbuhan persediaan modal, pertumbuhan angkatan kerja, dan kemajuan teknologi berinteraksi dalam perekonomian, serta bagaimana pengaruhnya terhadap output barang dan jasa suatu negara secara keseluruhan. Selanjutnya, Tugas Utama Kita adalah mengembangkan teori pertumbuhan ekonomi klasik dan neoklasik yang disebut Model Pertumbuhan Solow (New Growth Theory). Memo: Jika kita mengingat kembali beberapa pertanyaan di atas, maka model ini sebenarna membantu kita untuk lebih memahami apa yang menyebabkan perbedaan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Model teori pertumbuhan ekonomi Klasik, pada umumnya telah mengidentifikasikan tentang faktor-faktor produksi; Modal, Tenaga Kerja dan Teknologi Produksi sebagai sumber output perekonomian dan pendapatan totalnya. Jadi perbedaan pendapatan atau pertumbuhan karena perbedaan yang berasal dari perbedaan modal, tenaga kerja dan teknologi yang digunakan. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 41. By: Dr. P. Eko Prasetyo A. Bagimana Peran IPTEK Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Penanggulangan Kemiskinan? 1. Pada abad Millineum ke depan, peran IPTEK telah menjadi prasyarat mutlak pembangunan serta akan semakin dominan peranannya dalam meraih kemakmuran suatu bangsa, negara dan daerah. 2. Rendahnya penguasaan IPTEK, akan menyebabkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi juga rendah, dan pada gilirannya akan menimbulkan banyak pengangguran & kemiskinan. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 42. VISI PEMBANGUNAN IPTEK 2025 DI INDONESIA “Mewujudkan IPTEK sebagai pendukung dan muatan utama produk nasional untuk meningkatkan peradaban, kemandirian dan kesejahteraan bangsa. Salah satu Misi pembangunan IPTEK 2025 adalah: Membangun SDM menuju masyarakat yang berpengetahuan (knowledge based society) baik laki-laki maupun perempuan, sebagai dasar pembangunan ekonomi yang berbasis pengetahuan (knowledge based economy) http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 43. By: Dr. P. Eko Prasetyo Konsep: Technology-Knowledge Based Economy and Economy Etick Ada Dua Unsur Pokok Pembangunan Ekonomi Indonesia Yang Dapat Mensejahterahkan Rakyat Ke Depan yaitu: 1). Knowledge yang menyatu pada manusia sebagai human capital dan Technology . Sebagai pemicu utama pertumbuhan ekonomi. 2). Economyc Etick (moral based economyc). Sebagai penangkal “Brain Drain”. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 44. By: Dr. P. Eko Prasetyo 1. Banyaknya Research and Development (banyak melakukan penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan melalui Economic Operation or Aplication). R&DEOA 2. Banyaknya Investasi Human Capital melalui pendidikan yang berkualitas di negara atau daerah tersebut. Ciri: The New Growth Theory and The New Economy http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 45. Memo: Sumbangan kemajuan teknologi secara sederhana terhadap pertumbuhan ekonomi rata- rata minimal sebesar 78% yang terdiri dari pendidikan 67% dan pengalaman 11%. Selebihnya, 22% dari kapital. Secara ekonomi, kemajuan teknologi dapat dibedakan menjadi tiga sifat: 1. Kemajuan teknologi yang khusus meningkatkan efisiensi setiap unit tenaga kerja. 2. Kemajuan teknologi yang meningkatkan produktivitas kapital (mesin) tetapi, tidak mempengaruhi tenga kerja (L). 3. Kemajuan teknologi yang meningkatkan produktivitas K dan L secara seimbang.
  • 46. Y (n + d)k) ƒ(k)y** y* E F sy 0 k* k** k Jalur E ke F atau dari E ke F = golden rule ko D ko dan k* = turnpike teorema Gambar-1: Peran Teknologi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 47. Fixed investment ratesFixed investment rates Source: ADB, Asian Development Outlook 2007, based on World Development Indicators online database. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 48. Growth of real fixed investment, %Growth of real fixed investment, % -15 -10 -5 0 5 10 15 20 Indonesia Thailand Malaysia Korea Philippines China 1980-89 1990-96 1997-01 2002-06 http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 49. Domestic savings ratesDomestic savings rates Source: ADB, Asian Development Outlook 2007, based on World Development Indicators online database. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 50. China: foreign firms are increasinglyChina: foreign firms are increasingly concentrated in high-technology tradeconcentrated in high-technology trade http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 51.  Pola pertumbuhan ditandai oleh kesenjangan antara sektor barang (tradable) dan sektor jasa (non-tradable)  pola negara maju.  Lebih parah lagi, kegiatan non-tradable yang maju sangat pesat adalah yang:  Sangat modern: padat modal dan teknologi tinggi.  Terpusat di kota-kota besar  Sangat sedikit menyerap tenaga kerja  Sebaliknya, tradable mengalami tekanan berat, terutama sektor pertanian dan industri manufaktur. Significant change (4):Significant change (4): the quality of growth worsensthe quality of growth worsens
  • 52. Low quality — Sectoral growth rateLow quality — Sectoral growth rate (2000 base year, year-on-year growth rate, %)(2000 base year, year-on-year growth rate, %)   2005 2006 Q1-07 Share Tradable 3.5 3.7 3.9 51.8 Agriculture 2.5 3.0 -0.5 13.7 Mining & Quarrying 1.6 2.2 5.6 10.7 Manufacturing 4.6 4.6 5.4 27.4 Non-Tradable 8.0 7.4 8.3 48.2 Electricity, Gas & Water 6.5 5.9 8.2 0.9 Construction 7.3 9.0 9.3 7.4 Trade, Hotel & Rest. 8.6 6.1 8.5 14.7 Transport & Comm. 13.0 13.6 11.1 6.6 Finance 7.1 5.7 7.1 8.1 Services 5.2 6.2 7.0 10.5 GDP 5.6 5.5 6.0 100.0 Source: BPS, May 2007 http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 53. Non-tradables support growthNon-tradables support growth year on year quarterly growth rate, percentyear on year quarterly growth rate, percent Source: BPS. 0 2 4 6 8 10 Q 1-01 Q 3-01 Q 1-02 Q 3-02 Q 1-03 Q 3-03 Q 1-04 Q 3-04 Q 1-05 Q 3-05 Q 1-06 Q 3-06 Q 1-07 Non-tradable Tradable GDP http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 54. Changing pattern of GDP growth, %Changing pattern of GDP growth, % Indonesia 0 2 4 6 8 10 1994-96 2001-06 Malaysia 0 2 4 6 8 10 12 1994-96 2001-06 Thailand 0 2 4 6 8 10 1994-96 2001-06 Tradable Non-tradable http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 55. By: Dr. P. Eko Prasetyo POSISI DAYA SAING INDONESIA 1. Berdasarkan Human Development Index: Pada tahun 2002; Sumber: Human Development Report-UNDP a). Indeks Pembangunan Manusia berada pada tingkat ke-111 b). Tingkat harapan hidup peringkat ke-117 c). Tingkat partisipasi pendidikan peringkat ke-118 dan d). Tingkat pendapatan perkapita riil peringkat ke-113. dari 117 negara 2. Peringakat Indeks Indonesia tersebut berada di bawah negara- negara ASEAN lainnya, seperti; Singapura peringkat ke (25), Brunai (33), Malaysia (59), Thailand (76), dan Filipina (83). 3. Berdasarkan peringkat tersebut menunjukkan bahwa; Sumber daya manusia Indonesia belum memiliki kualitas daya saing yang handal, pada saat negara lain telah berupaya keras untuk mengejar kekuatan daya saingnya di era global. Indonesia masih santai-santai saja.
  • 56. Negara 1999 2000 2001 2002 Singapura 26 25 28 25 Malaysia 61 59 58 58 Thailand 72 70 74 76 Filipina 76 77 85 83 Brunai 32 32 31 33 Vietnam 109 109 109 112 Indonesia 110 110 112 111 Kamboja 132 130 130 130 Myanmar 127 127 131 132 Laos 143 143 135 135 PERINGKAT INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA INDONESIA (Human Development Index Ranking) Sumber: Human Development Report-UNDP http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 57. LAPORAN DAYA SAING GLOBAL INDONESIA (Global Competitiveness Report) Memo: Untuk mengukur daya saing ekonomi suatu negara dapat digunakan dengan dua kriteria yaitu; 1. Sisi Makro dengan Growth Competitiveness Index (GCI) 2. Sisi Mikro dengan Business Competitiveness Index (BCI) Dalam Growth Competitiveness Index (GCI) digunakan tiga parameter yaitu: 1. Lingkungan ekonomi makro 2. Perkembangan lembaga publik 3. Inovasi teknologi http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 58. Negara Growth Competitiveness Index Ranking (2003) Business Competitiveness Index Ranking (2003) Teknologi Lembaga Publik Makro Ekonomi Strategi & Operasi Perusahaan Lingkungan Bisnis Nasional Singapura 6 12 6 1 8 12 4 Jepang 11 5 30 24 13 6 20 Korea 18 6 36 23 23 19 25 Malaysia 29 20 34 27 26 26 24 Thailand 32 39 37 26 31 31 32 Cina 44 65 52 25 46 42 44 India 56 64 55 52 37 40 36 Vietnam 60 73 61 45 50 53 48 Filipina 66 56 85 60 65 48 74 Sri Langka 68 72 72 65 57 52 59 Indonesi a 72 78 76 64 60 62 61 PERINGKAT INDEKS DAYA SAING GLOBAL (The Global Competitiveness Index Ranking) Sumber: Global Competitiveness Report, 2003-2004 http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 59. Country 2003 2004 2005 2006 2007 USA 1 1 1 1 1 Singapore 4 2 3 3 2 Hong Kong 10 6 2 2 3 Switzerland 9 14 8 8 6 Australia 7 4 9 6 12 China 27 22 29 18 15 Taiwan 17 12 11 17 18 Malaysia 21 16 26 22 23 India 42 30 33 27 27 Korea 32 31 27 32 29 Thailand 28 26 25 29 33 Philippines 41 43 40 42 45 Indonesia 49 49 50 52 54 Venezuela 51 51 51 53 55 Competitiveness ranking in 55 countriesCompetitiveness ranking in 55 countries Source: International Institute for Management Development, World Competitiveness Yearbook, 2007. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 60. Memo: Salah satu penyebab rendahnya Growth Competitiveness Index Indonesia tersebut adalah karena semakin lemahnya kemampuan teknologi. Menurut Kementerian Riset & Teknologi; Penyebab lemahnya Teknologi di Indoensia karena masih lemahnya; Inovasi Telematika dan Transfer Technology Jika bangsa Indonesia tidak dapat mempersiapkan negaranya menjadi negara yang mempunyai basis IPTEK, maka negara ini akan ditelan oleh gegap gempita kemajuan negara lain di era global ini. Karena itu, Pelaksanaan pembangunan di segala bidang harus semakin dilandaskan pada kapasitas SDM dalam memanfaatkan, mengembangkan, serta menguasai kemajuan IPTEK untuk mengatasi berbagai permasalahan pertumbuhan dan pembangunan di Indonesia. http://yukbelajarekonomi.blogspot.com
  • 61. Terima Kasih SEMOGA KITA MENJADI SEMAKIN SADAR AKAN PENTINGNYA IPTEK DALAM MEMAJUKAN KEHIDUPAN KITA YANG SEMAKIN BERARTI. SEMOGA KITA MAMPU MENJADI SUMBER DAYA PEMBANGUNAN DAN BUKAN BEBAN PEMBANGUNAN Amin.
  • 62. EKONOMI PENGERTIAN PERMINTAAN JENIS-JENIS PERMINTAAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN HUKUM PERMINTAAN FUNGSI PERMINTAAN PERGERAKAN DI SEPANJANG KURVA PERGESERAN KURVA LATIHAN SOAL MEMBUAT KURVA KURVA PERMINTAAN MENCARI FUNGSI JENIS-JENIS PERMINTAAN & DEFINISI PERMINTAAN PEMBAHASAN SOAL TES EVALUASI HUBUNGI KAMI CONTACT US : Eramax Learning & Training Center Ruko Haji Marwan Jl. Asem Kepa Duri No. 10, RT 07 / RW 08, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat Telp. : (021) 5689091 Contact Person / Hunting : (021) 99174815, 081905272919 E-Mail : eramax.ltc@gmail.com eramaxltc@yahoo.com Eramax Learning & Training Center  Bimbingan Belajar Private  Psychological & Persuasive Communication Training ( How to Build Powerful Communication )  Law of Connection Training  Pelatihan EFT (Emotional Freedom Techniques)  Graphology Test & Consulting
  • 63. INGIN HAJI DAN ATAU UMROH BERSAMA USTADZ / USTADZHAH KONDANG DAN ATAU ARTIS-ARTIS TERKENAL
  • 64. “SITUS” : Sistem Informasi Terpadu Untuk Sekolah Created, Designed & Developed By : MB Solutions PORTAL PENDIDIKAN WEB/SITUS SEKOLAH SISTEM MONITORING SISTEM KONSELING SISTEM INFORMASI SISTEM KOMUNIKASI SISTEM DATABASE MEDIA BELAJAR PENDAFTARAN ONLINE BIAYA (MANAGE SERVICE) MEDIA LAYANAN MEDIA PROMOSI SITUS DAN LAIN-LAIN TENTANG “SITUS” SISTEM OLAH DATA KOMPARASI P E N U T U P Untuk informasi lebih lanjut, hubungi : MB Solutions Ruko Haji Marwan Jln. Asem Kepa Duri No. 10, Kebon Jeruk, 11510 Telp. / Fax. : (021) 5689091 Hunting : (021) 99174815, 081905272919

×