Pemimpin Masa Depan

  • 988 views
Uploaded on

Pemimpin masa depan adalah pemimpin abad ke-21. Mereka mengembangkan keterampilan-keterampilan yang tepat untuk menguasai kekuatan kecepatan, kompleksitas, dan ketidakpastian. …

Pemimpin masa depan adalah pemimpin abad ke-21. Mereka mengembangkan keterampilan-keterampilan yang tepat untuk menguasai kekuatan kecepatan, kompleksitas, dan ketidakpastian.

Untuk menguasainya, mereka akan menjadi anutan, menjadi perintis jalan, menjadi penyelaras, dan menjadi pemberdaya. Karena, abad ke-21 adalah Zaman Pekerja Pengetahuan/Informasi dan menuju Zaman Kebijaksanaan.

Asumsi ini menerangkan bahwa tantangan dan kompleksitas yang kita hadapi di abad ke-21 sungguh luar biasa besarnya. Banyak orang menandai saat ini sebagai abad informasi, lahirnya realitas baru, dan lautan perubahan.

Barangkali studi ini belum sepenuhnya komprehensif. Data-data yang disajikan sangat terbatas. Namun, penulis menjamin kesahihan data-data yang tampil berasal dari referensi yang dapat dipercaya, sehingga dapat dijadikan rujukan untuk studi selanjutnya yang berkaitan tentang kepemimpinan.

More in: Business
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
No Downloads

Views

Total Views
988
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3

Actions

Shares
Downloads
34
Comments
0
Likes
1

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. PEMIMPIN MASA DEPAN MAKALAH Disusun untuk memenuhi persyaratan seleksi Future Leader Development Program Disusun oleh AAN SOPIYAN NIA. 1012010001016
  • 2. Pe mi mpi n M as a D ep an |2 KATA PENGANTAR Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita semua, maka segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan tema dan judul yang sama: Pemimpin Masa Depan. Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada segenap keluarga dan kerabat. Juga kepada para ahli yang dengan karyanya menambah wawasan bagi penulis dan penulis kutip dalam karya tulis ilimiah ini. Dari sanalah karya ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca. Cimahi, 17 Februari 2014 Penyusun, Aan Sopiyan
  • 3. Pe mi mpi n M as a D ep an |3 DAFTAR ISI Kata Pengatar .................................................................................................................... 2 Daftar Isi .............................................................................................................................. 3 BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 4 1.1 Latar Belakang dan Rumusan Masalah ........................................................... 4 1.1.1 Latar Belakang Masalah ........................................................................... 4 1.1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................... 9 1.2 Ruang Lingkup dan Kajian ................................................................................... 9 1.3 Tujuan Penulisan ....................................................................................................... 10 1.4 Cara Memperoleh Data .......................................................................................... 10 BAB II DESKRIPSI PEMIMPIN MASA DEPAN ....................................................... 11 Pemimpin Masa Depan .................................................................................................. 11 2.1 Anutan ............................................................................................................................ 13 2.2 Perintis Jalan .............................................................................................................. 13 2.3 Penyelaras ................................................................................................................... 13 2.4 Pemberdaya ............................................................................................................... 14 BAB III PEMBAHASAN .................................................................................................. 15 BAB IV SIMPULAN DAN SARAN .............................................................................. 16 4.1 Simpulan ....................................................................................................................... 16 4.2 Saran .............................................................................................................................. 16 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 17
  • 4. Pe mi mpi n M as a D ep an |4 BAB I PENDAHULUAN 1.2 Latar Belakang dan Rumusan Masalah 1.1.1 Latar Belakang Masalah Salah satu pembelajaran yang luar biasa dalam hidup penulis adalah ini: Apabila Anda hendak membuat sumbangan baru, maka Anda harus membuat persiapan yang serba baru. Kenapa? Karena kita tidak bisa melakukan cara-cara yang sama untuk suatu kondisi yang selalu berubah dan menampilkan perbedaan. Oleh karena itu, kita harus menyajikan ketepatan karakteristik yang sesuai dengan situasi dan kondisi dalam menghadapi perubahan. Beberapa hal berikut adalah karakteristik tahun-tahun terakhir yang penuh pancaroba dari millenium II yang baru lalu. Semua yang dikemukakan merupakan tantangan yang harus dijawab oleh setiap orangtua, pendidik, pelaku bisnis dan pemerintah. v Dunia berubah dengan laju semakin kencang. v Kehidupan, masyarakat, dan perekonomian, menjadi lebih kompleks. v Sifat dasar pekerjaan berubah sangat pesat. v Jenis-jenis pekerjaan menghilang dengan kecepatan tak terbayangkan. v Inilah zaman ketidakpastian. v Masa lalu semakin tidak dapat dijadikan pedoman bagi masa depan.1 Keberhasilan pada abad ke-21 akan tergantung terutama pada sejauh mana kita dan anak-anak kita mengembangkan keterampilan1 Colin Rose dan Malcolm J. Nicholl, Accelerated Learning for the 21st Century, (London: Judy Piatkus, 1997), hlm 11.
  • 5. Pe mi mpi n M as a D ep an |5 keterampilan yang tepat untuk menguasai kekuatan kecepatan, kompleksitas, dan ketidakpastian, yang saling berhubungan satu sama lain. Di dunia ini, berjuta-juta orang berjuang untuk hidup dalam zaman baru ini. Faktanya, tidak semuanya berhasil sebagaimana harapan mereka. Ada banyak penderitaan yang dialami di tempat kerja maupun di rumah mereka. Dengarkan suara-suara berikut: “Aku terperangkap dalam rutinitas yang menjemukan!” “Aku tak punya kehidupan. Tenagaku habis—capek sekali!” “Tak seorang pun menghargaiku. Bosku tak tahu apa sesungguhnya yang bisa kuperbuat!” “Aku merasa tak diperlukan—di tempat kerja, tidak; oleh anakanakku yang mulai remaja dan dewasa pun tidak; tak juga oleh tetangga dan masyarakat sekitarku; bahkan tak juga oleh pasangan hidupku—kecuali untuk membayar berbagai tagihan!” “Aku frustasi dan loyo, tak bersemangat.” “Penghasilanku tak pernah cukup. Rasanya aku tidak pernah bergerak maju!” “Sepertinya aku memang tak bisa.” “Aku merasa tak berarti; ada atau tidak, rasanya tak ada bedanya bagi sekelilingku!” “Aku merasa hampa. Hidupku tidak bermakna; ada sesuatu yang hilang!” “Aku marah. Aku takut. Aku tak sanggup menanggung kehilangan pekerjaanku!” “Aku kesepian.” “Aku merasa diburu-buru terus. Semuanya serba mendesak.” “Duniaku terasa serba pengap; aku merasa terus didikte untuk perkara yang remeh-temeh.”
  • 6. Pe mi mpi n M as a D ep an |6 “Aku muak dengan politik di kantor yang serba menikam dari belakang, dan menjilat-jilat.” “Aku bosan. Paling-paling aku hanya bisa melewatkan waktu. Kepuasan justru kutemukan di luar jam kerja.” “Aku dipacu untuk meraih target produksi. Tekanannya sungguh tak terbayangkan. Aku sama sekali tak punya waktu dan sumber daya untuk mencapainya.” “Dengan pasangan hidup yang tak bisa memahamiku, dan anakanak yang tidak mau mendengar dan menaatiku, rumah tidak lebih baik daripada tempat kerja.” “Aku tak bisa mengubah keadaan.” Itulah suara orang-orang di tempat kerja maupun di rumah mereka.2Deritanya bersifat pribadi, dan amat mendalam. Mungkin beberapa ungkapan itu persis seperti yang Anda alami sendiri. Sebagaimana pernah dikatakan oleh Carl Rogers, “Sesuatu yang amat pribadi (biasanya) juga sangat umum.”3 Tentu saja beberapa orang benar-benar terlibat, memberikan sumbangan nyata, dan penuh semangat di tempat kerja mereka. Tetapi, berapa banyak orang yang seperti itu? Harris Interactive, organisator jajak pendapat yang dinamai Harris Poll, melakukan jajak pendapat terhadap 23.000 penduduk Amerika, yang secara penuh waktu bekerja di bidang industri penting dan area fungsional penting. Coba simak sebagian kecil dari temuan mereka yang mencengangkan: v Hanya 37 persen yang mengatakan bahwa mereka memiliki pemahaman yang jelas mengenai apa yang sebenarnya hendak dicapai oleh organisasi mereka, dan alasannya. 2 Stephen R. Covey, The 8th Habit: Melampaui Efektivitas, Menggapai Keagungan, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005), hlm 3-4. 3 Rogers, C.R., On Becoming a Person (Boston: Houghton Mifflin, 1961), hlm 26.
  • 7. Pe mi mpi n M as a D ep an |7 v Hanya 1 dari 5 yang merasa antusias mengenai tujuan tim dan organisasi mereka. v Hanya 1 dari 5 pekerja yang mengatakan bahwa mereka melihat hubungan yang jelas antara tugas-tugas mereka dan tujuan tim maupun organisasi mereka. v Hanya setengah dari mereka yang merasa puas dengan pekerjaan yang telah mereka selesaikan pada akhir minggu. v Hanya 15 persen yang merasa bahwa organisasi mereka sepenuhnya memungkinkan mereka untuk mengejar tujuan-tujuan kunci. v Hanya 15 persen yang merasa bahwa mereka bekerja dalam suatu lingkungan dengan kepercayaan yang tinggi. v Hanya 17 persen yang merasa bahwa organisasi mereka mendorong komunikasi terbuka yang menghormati gagasan yang berbeda, yang semuanya bermuara pada terciptanya gagasan-gagasan yang baru dan lebih baik. v Hanya 10 persen yang merasa bahwa organisasi mereka memastikan bahwa orang-orangnya bertanggungjawab atas hasil yang dicapai. v Hanya 20 persen yang benar-benar mempercayai organisasi di mana mereka bekerja. v Hanya 13 persen yang memiliki hubungan kerja yang amat kooperatif dan ditandai dengan tingkat kepercayaan yang tinggi dengan kelompok atau departemen lain.4 Stephen R. Covey menggambarkan jajak pendapat tersebut dengan sebuah tim sepakbola. Andaikan sebuah tim sepakbola memiliki rata-rata angka seperti itu, berarti hanya akan ada empat orang dari sebelas pemain di lapangan yang mengetahui apa tujuan 4 Stephen R. Covey, op. cit., hlm 5-6.
  • 8. Pe mi mpi n M as a D ep an |8 mereka ada di lapangan itu. Hanya dua orang dari sebelas pemain tadi yang peduli. Hanya dua dari sebelas pemain yang tahu posisi apa yang sedang mereka mainkan, dan tahu dengan tepat apa yang harus mereka lakukan. Artinya, kecuali dua orang tersebut, semuanya dengan cara masing-masing justru sedang bertanding melawan tim mereka sendiri, dan bukannya melawan lawan tanding mereka! Tantangan dan kompleksitas yang kita hadapi dalam kehidupan dan hubungan-hubungan pribadi, dalam keluarga, dalam kehidupan profesional, dan dalam organisasi-organisasi kita sungguh luar biasa besarnya. Banyak orang menandai saat ini sebagai abad informasi, lahirnya realitas baru, dan lautan perubahan. Dunia yang terus berubah, dan tantangan di berbagai bidang terus menyeruak, menuntut kita untuk melakukan sesuatu yang lebih. Menjadi baik saja tidak cukup, kita harus lebih dari baik. Dan, pelaku yang pertama kali harus lebih dari baik itu dimulai dari ia yang kita sebut sebagai pemimpin. Tidak selalu seorang pemimpin itu adalah pihak lain selain diri Anda. Bahkan, Andalah pemimpin tersebut. Pemimpin melakukan peran kepemimpinan. Empat peran kepemimpinan yang harus dilakukan pemimpin, yaitu menjadi anutan, menjadi perintis jalan (mengarahkan hidup dengan visi), menjadi penyelaras (mengatur agar sistem dan struktur organisasi serta pelaksanaannya selaras dengan visi yang sudah ditetapkan), dan menjadi pemberdaya (membantu orang lain mencapai potensi dirinya). Kendati peran kepemimpinan bisa dengan mudah dipahami secara signifikan, ternyata amat mudah juga dilupakan. Dengan mengandalkan proses pembelajaran yang telah penulis lalui, akan selalu ada pengalaman yang dirasakan para pendaki: Kami sama sekali belum mencapai puncak yang sesungguhnya, hanya baru mencapai puncak bukit yang hanya tampak pertama kali bagi kami.
  • 9. Pe mi mpi n M as a D ep an |9 Dari titik pandang yang lebih luas dan lebih jelas, yang baru saja dicapai dengan susah payah itu, akan ada puncak lain “yang sesungguhnya” dan mulai pendakian yang baru. Lantas, ketika pemimpin menghadapi situasi dan kondisi yang baru, maka buatlah persiapan yang juga serba baru. Saat itulah pengembangan keterampilan yang tepat untuk menguasai kekuatan kecepatan, kompleksitas, dan ketidakpastian, yang saling berhubungan satu sama lain, dibutuhkan. 1.1.2 Rumusan Masalah Dunia berubah dengan laju semakin kencang. Kehidupan, masyarakat, dan perekonomian, menjadi lebih kompleks. Sifat dasar pekerjaan berubah sangat pesat. Jenis-jenis pekerjaan menghilang dengan kecepatan tak terbayangkan. Inilah zaman ketidakpastian. Dan, Masa lalu semakin tidak dapat dijadikan pedoman bagi masa depan. Lantas, karakteristik pemimpin yang seperti apakah yang tepat disebut Pemimpin Masa Depan? 1.3 Ruang Lingkup dan Kajian Dunia terus berubah, dan tantangan di berbagai bidang menyeruak, menuntut kita untuk melakukan sesuatu yang lebih. Pemimpin, sebagai objek pada studi ini, melakukan 4 peran kepemimpinan, yaitu menjadi anutan, menjadi perintis jalan, menjadi penyelaras, dan menjadi pemberdaya.
  • 10. P e m i m p i n M a s a D e p a n | 10 1.4 Tujuan Penulisan Dalam penelitian ini keterampilan-keterampilan penulis yang ingin harus merepresentasikan dimiliki oleh seorang pemimpin dalam konteks pemimpin masa depan. Maknanya, seorang pemimpin harus karakteristik mampu masa memahami dan depan—kecepatan, beradaptasi kompleksitas, dengan dan ketidakpastian. 1.5 Cara Memperoleh Data Berbagai data rujukan dan sumber referensi didapat dari literatur, buku-buku dan jurnal-jurnal umum dari Internet.
  • 11. P e m i m p i n M a s a D e p a n | 11 BAB II DESKRIPSI PEMIMPIN MASA DEPAN Pemimpin Masa Depan Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.5 Berdasarkan definisi tersebut, maka pemimpin adalah pemeran dari kepemimpinan yang memengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Selain memengaruhi, pemimpin juga memberikan contoh-contoh. Dewasa ini teori mengenai kepemimpinan dan pemimpin sangatlah banyak. Lantas, adakah perbedaan antara pemimpin-pemimpin masa lalu, masa kini dan masa depan? Perbedaan yang pasti adalah kepemimpinan mereka semua berbeda secara konsep waktu. Jika kata kunci studi atau bahasan kita adalah “waktu”, maka satu hal yang senantiasa melekat pada waktu dan tentu tidak bisa kita abaikan adalah “Perubahan”. Waktu adalah perubahan. Masa (waktu) lalu, masa sekarang, dan masa depan adalah tentang perubahan.Kita sederhanakan saja menjadi masa lalu dan masa depan(masa sekarang kita abaikan karena sifatnya yang paradoks antara masa lalu dan masa depan). Perubahan apa saja yang terjadi di masa lalu? Kemudian, apa yang akan kita hadapi di masa depan? Setidaknya, perhatikan baik-baik konteks sejarah yang menjadi peradaban manusia. Ada 5 konteks sejarah—yaitu lima zaman peradaban manusia: pertama Zaman Berburu dan Mengumpulkan Makanan; kedua, Zaman Pertanian; ketiga, 5 Wikipedia bahasa Indonesia, Kepemimpinan, diakses dari http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan/, pada tanggal 16 Februari 2014 pukul 19.26.
  • 12. P e m i m p i n M a s a D e p a n | 12 Zaman Industri; keempat, Zaman Pekerja Pengetahuan/Informasi; dan akhirnya, Zaman Kebijaksanaan yang sedang kita mulai.6 Apa yang bisa kita pelajari konteks sejarah tersebut? Sumbangan manajemen yang paling penting dan sungguh unik di abad ke-20 adalah peningkatan lima puluh kali lipat dalam produktivitas dari PARA PEKERJA MANUAL di pabrik-pabrik. Sumbangan manajemen yang paling penting yang harus dilakukan di abad ke-21 adalah juga meningkatkan produktivitas KERJA PENGETAHUAN dan PEKERJA PENGETAHUAN. Harta paling berharga perusahaan abad ke-20 adalah peralatan produksinya. Harta yang paling berharga dari institusi abad ke-21, entah itu bisnis atau bukan, adalah para pekerja pengetahuannya dan produktivitas mereka.7 Artinya, konsep kepemimpinan abad ke-21, yaitumereka yang berpengaruh kepada para pekerja pengetahuan adalah pemimpin-pemimpin masa sekarang dan masa depan. Produktivitasnya menjadi ukuran keberhasilannya. Dengan demikian, yang penulis maksud sebagai Pemimpin Masa Depan pada studi ini adalah Pemimpin abad ke-21. Karakteristik abad ke-21 adalah Zaman Pekerja Pengetahuan/Informasi dan menuju Zaman Kebijaksanaan. Faktanya, pada zaman sekarang dunia berubah dengan laju semakin kencang. Kehidupan, masyarakat, dan perekonomian, menjadi lebih kompleks. Sifat dasar pekerjaan berubah sangat pesat. Jenis-jenis pekerjaan menghilang dengan kecepatan tak terbayangkan. Inilah zaman ketidakpastian. Dan, Masa lalu semakin tidak dapat dijadikan pedoman bagi masa depan. 6 Stephen R. Covey, op. cit., hlm 21. Peter E Drucker, Management Challenges for the 21st Century, (New York: Harper Business, 1999), hlm 135. 7
  • 13. P e m i m p i n M a s a D e p a n | 13 Keberhasilan para pemimpin abad ke-21 tergantung terutama pada sejauh mana mereka mengembangkan keterampilan-keterampilan yang tepat untuk menguasai kekuatan kecepatan, kompleksitas, dan ketidakpastian, yang saling berhubungan satu sama lainnya. Oleh karena itu, para pemimpin setidaknya harus memiliki 4 peran kepemimpinan, yaitu menjadi anutan, menjadi perintis jalan, menjadi penyelaras, dan menjadi pemberdaya. 2.1 Anutan Peran pemimpin sebagai anutan adalah syarat wajib yang harus ada sebagai pemimpin. Sebagaimana definisi pemimpin adalah pemeran dari kepemimpinan yang memengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Selain memengaruhi, pemimpin juga memberikan contoh-contoh. 2.2 Perintis Jalan Makna dari perintis jalan adalah pemimpin mampu mengarahkan dengan visi.Karakteristik abad ke-21 yang cepat dan kompleks maka diperlukan pemimpin menguasainya. Maka, yang seorang memiliki pemimpin keterampilan harus terarah untuk dalam mencapai tujuannya. 2.3 Penyelaras Abad ke-21 yang kompleks dan banyak ketidakpastian membutuhkan pemimpin yang mampu menyelaraskan kompleksitas dan ketidakpastian tersebut. Dalam tataran organisasi, pempimpin harus mampu mengatur sistem dan struktur organisasi serta pelaksanaannya sehingga selaras dengan visi yang sudah ditetapkan.
  • 14. P e m i m p i n M a s a D e p a n | 14 2.4 Pemberdaya Pemimpin masa depan harus membantu orang lain mencapai potensi dirinya. Begitu seorang pemimpin telah menemukan potensinya, pilihan untuk memperkuat pengaruh kepemimpinannya adalah dengan menciptakan menemukan potensinya pula. pemimpin-pemimpin lain yang
  • 15. P e m i m p i n M a s a D e p a n | 15 BAB III PEMBAHASAN Pemimpin masa depan adalah pemimpin abad ke-21. Mereka mengembangkan keterampilan-keterampilan yang tepat untuk menguasai kekuatan kecepatan, kompleksitas, dan ketidakpastian. Untuk menguasainya, mereka akan menjadi anutan, menjadi perintis jalan, menjadi penyelaras, dan menjadi pemberdaya. Karena, abad ke-21 adalah Zaman Pekerja Pengetahuan/Informasi dan menuju Zaman Kebijaksanaan. Asumsi ini menerangkan bahwa tantangan dan kompleksitas yang kita hadapi di abad ke-21 sungguh luar biasa besarnya. Banyak orang menandai saat ini sebagai abad informasi, lahirnya realitas baru, dan lautan perubahan. Barangkali studi ini belum sepenuhnya komprehensif. Data-data yang disajikan sangat terbatas. Namun, penulis menjamin kesahihan data-data yang tampil berasal dari referensi yang dapat dipercaya, sehingga dapat dijadikan rujukan untuk studi selanjutnya yang berkaitan tentang kepemimpinan.
  • 16. P e m i m p i n M a s a D e p a n | 16 BAB IV SIMPULAN DAN SARAN 4.1 Simpulan Secara umum, segala sesuatu yang baru harus disikapi dengan cara-cara yang baru pula. Artinya, untuk hal-hal yang khusus cara lama (mungkin) masih bisa berlaku. Penyajian ketepatan karakteristik yang sesuai dengan situasi dan kondisi dalam menghadapi perubahan adalah sangat dipenting dan diperlukan. Keberhasilan pada abad ke-21 akan tergantung pada sejauh mana kita mengembangkan keterampilan yang tepat untuk menghadapi perubahan. Beberapa karakteristik abad ke-21 adalah adanya kekuatan kecepatan, kompleksitas, dan ketidakpastian, yang saling berhubungan satu sama lain. Pemimpin adalah pelaku yang pertama kali harus mampu beradaptasi dengan perubahan. Untuk menjadi Pemimpin Masa Depan, pemimpin harus menjalankan 4 peran kepemimpinan, yaitu anutan, menjadi perintis jalan, menjadi penyelaras, dan menjadi pemberdaya. 4.2 Saran Tema Pemimpin Masa Depan adalah studi yang akan selalu menarik untuk dikaji. Kekurangan dari karya tulis ilmiah yang penulis susun ini adalah terlalu miskinnya referensi yang bisa diambil sebagai rujukan. Waktu yang singkat menjadi kendala paling utama sehingga data-data yang disampaikan bukan yang terbaru. Namun demikian, penulis beranggapan data tersebut masih layak untuk dikaji. Sehingga saran untuk kedepannya studi bisa diarahkan kepada penyajian data-data terbaru dengan waktu yang lebih lenggang.
  • 17. P e m i m p i n M a s a D e p a n | 17 DAFTAR PUSTAKA C.R., Rogers. 1961.On Becoming a Person. Boston: Houghton Mifflin. Covey, Stephen R. 2005.The 8th Habit: Melampaui Efektivitas, Menggapai Keagungan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Drucker,Peter E. 1999.Management Challenges for the 21st Century. New York: Harper Business. Rose, Colinand Malcolm J. Nicholl. 1997.Accelerated Learning for the 21st Century. London: Judy Piatkus. Wikipedia bahasa Indonesia.“Kepemimpinan.” http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan (diakses tanggal 16 Februari 2014).