Kemenangan Yahwisme
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Kemenangan Yahwisme

on

  • 278 views

 

Statistics

Views

Total Views
278
Views on SlideShare
208
Embed Views
70

Actions

Likes
0
Downloads
1
Comments
0

1 Embed 70

http://moseschristiant.blogspot.com 70

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Kemenangan Yahwisme Kemenangan Yahwisme Presentation Transcript

  • KEMENANGAN YAHWISMEOleh:Moses Christianto
  • 6 Pokok yang dibicarakan:1. Landasan kesatuan suku-suku Israel2. Pendudukan tanah Kanaan3. Perkembangan Yahwisme di Kanaan4. Pengaruh El dan Baal dalam perkembanganYahwisme5. Perkembangan Kultus6. Kaum Nazir
  • I. Landasan kesatuan suku-suku IsraelFaktor pemersatu suku-suku Ibrani kunotimbul dari kekompakan mereka, yaitumelalui pengikat motif agamawi
  • I. Landasan kesatuan suku-suku Israel Pola nomadis bertemu dengan pola agrarisSelama berabad-abad, suku-suku di padang gurun telahmenduduki perbatasan tanah pertanian dan memanfaatkanpenghasilan wilayah tersebut, mulai dari hasil-hasilpertaniannya kemudian hasil-hasil perkotaannya. Hal iniyang membuat kelompok-kelompok sosial yang dulu sangatberbeda, melebur menjadi satu.Perkembangan rohani dan agamawi Israel disebabkan olehadanya pertentangan antara masyarakat agamawi baru yangmuncul di padang gurun dengan kebudayaan yangberlandaskan pertanian dan perkotaan
  • Pada periode pra-Israeli, persatuan di Sikhem didasarkanhubungan perjanjian antara penduduk Kanaan asli danpenduduk Hewi pendatang yang sama-sama beribadatkepada Baal-Berith ilah utama kota SikhemI. Landasan kesatuan suku-suku IsraelPada zaman hakim-hakim, kelompok-kelompok tertentudengan suku Israel yang sudah menerima Yahweh sebagaiAllah, ternyata masih menjalin hubungan perjanjian denganSikhem, persetujuan saling mengambil (pernikahan),tetapi akhirnya berkembang menjadi suatu mufakat dihadapan Baal-Berith (Hak 8:29, ps. 9)
  • I. Landasan kesatuan suku-suku Israel Dinamika Yahwisme berhadapan dengankebudayaan KanaanKelompok pendatang yang nilai kebudayaannya lebih rendah harus menyesuaikan diri dengan kebudayaan di daerah tersebut.Kelompok pendatang yang nilai kebudayaannya lebih rendahharus menyesuaikan diri dengan kebudayaan di daerahtersebutUntuk mempertahankan identitasnya, pendatang harusmemiliki atau dikuasai oleh suatu norma sendiri. Suatu normayang dinamis, sehingga dapat menutupi keterbelakangankebudayaan dan mengikat pendatang itu menjadi persekutuanyang homogenMereka harus dikuasai dinamika rohani yang kuat.
  • I. Landasan kesatuan suku-suku IsraelMasuknya Israel ke Kanaan tidak hanya merupakankonfrontasi antar agama dan kebudayaan padanggurun dengan kebudayaan pertanian dan perkotaan,tetapi konfrontasi kelompok Musais, penganutYahwistis dengan kebudayaan Kanaani penganutagama Baal.
  • II. Pendudukan Tanah KanaanJauh sebelum zaman Yosua, sudah ada kelompok sukuIbrani yang menduduki KanaanSuku-suku yang datang lebih awal berada dalam transisidari semi nomadis ke pertanianProses asimilasi sudah dimulai, dengan berpartisipasi dalamagama El, mengunjungi kuil/bait El, walaupun ada juga yangtetap mempertahankan adat-istiadat nenek moyang mereka Suku-suku Ibrani yang paling awal memasuki Kanaan
  • II. Pendudukan Tanah KanaanAlt dan Noth menekankan bahwa suku-suku Ibranimemasuki Kanaan dengan perlahan dan damaiMenurut metode Traditionsgeschichte Noth, sumber-sumberyang paling otentik ialah tradisi suku-suku, tradisi setempatdan tradisi-tradisi kuil/baitMetode Traditionsgeschichte sukar untuk mengakui perananYosua sebagai penakhluk Kanaan pada umumnya,kemenangan-kemenangan besar yang ada menimbulkankecurigaan. Teori Noth tentang cara Isarel menduduki Kanaan
  • II. Pendudukan Tanah KanaanPerlu diakui bahwa prosedur yang dipakaiTraditionsgeschichte yaitu bertolak dari tradisi suku-sukusetempat adalah sah, namun kurang mementingkan faktor-faktor kesejarahan dan keagamaan dalam tradisi kunoMisalnya dalam proses perebutan tanah, dinamika rohaniyang khas dipertahankan suku-suku Israeli baru yangmemasuki Kanaan dibawah inspirasi ide-ide Yahwistisadalah faktor penting Teori Noth tentang cara Isarel menduduki Kanaan
  • II. Pendudukan Tanah KanaanSuku-suku yang sudah lama di Kanaan diajak untuk menyadariciri khasnya dan dirangsang untuk agresif terhadap golongan-golongan Kanaani.Contoh: Pertempuran yang dipimpin Debora dan Barakmerupakan dinamika baru yang menggerakkan suku-suku Israelpada waktu itu yang menanamkan suatu semangat utk bekerjasama di bawah bimbingan seorang nabi yang dikuasai oleh RohAllah.Roh yang menggerakkan Debora dan kelompok-kelompoktersebut, identik dengan roh yang menuntun suku-suku tersebutlolos dari Mesir, kemudian dijadikan pasukan-pasukan Yahwehdalam perjanjian Sinai Teori Noth tentang cara Isarel menduduki Kanaan
  • II. Pendudukan Tanah KanaanSuku-suku Ibrani yang sudah lama di Kanaan itu tampaknyamenjadi lebih militan setelah tibanya kelompok YahwestisKelompok-kelompok Yahwistis mendirikan pusatnya di Gilgaldan dari situlah kemudian menjalar ke Palestina Tengah danPalestina Selatan.Suku-suku Yusuf dan Yehuda adalah pendukung kuatYahwisme.Yosua dan Kaleb meripakan pemimpin-pemimpin Yahwistissesudah kematian Musa. Teori Noth tentang cara Isarel menduduki Kanaan
  • II. Pendudukan Tanah KanaanYosua memimpin suku-suku Ibrani menerobos PalestinaTengah. Kaleb memimpin kelompok memasuki PalesyinaSelatan serta merebut kota Hebron dan Kiryat-Sefer.Yosua berjasa menarik suku-suku Ibrani menjadi suatupersekutuan perjanjian dan menurut Noth, Yosua berperandalam mendirikan amfiktioni Sikhem Teori Noth tentang cara Isarel menduduki Kanaan
  • II. Pendudukan Tanah KanaanWalaupun belum cukup kuat bukti riwayat perebutan tanah dalamkitab Yosua, juga hasil penggalian arkeologi di Yerikho dan Aimemberi kesan bahwa kota-kota tersebut tidak dihancurkan olehsuku-suku IsraelNamun peninggalan di Lakhis, terutama di Hazor mendukungkitab Yosua yang menggambarkan keadaan Kanaan stelahkelompok Yosua masuk Teori Noth tentang cara Isarel menduduki KanaanTeori Noth, bahwa Israelmemasuki Kanaan secara damaiperlu disoroti lebih teliti
  • II. Pendudukan Tanah KanaanGejala yang nampak dalam situasi yang baru, ialahpemersatuan suku-suku itu, dibahwah bimbingan penganutYahwisme, menjadi suatu amfiktioniBerarti pengaruh Yahwisme makin terasa di bidangorganisasi dan agama juga susunan hidup masyarakat.Yahwisme berkembang cepat, dalam jangka 100 tahunmenjadi dominan dalam hidup kerohanian suku-suku Israeli,tanpa bantuan organisasi Peranan Amfiktioni
  • 1. Yahwisme Resmi2. Yahwisme Rakyat3. Yahwisme AgresifIII. Perkembangan Yahwisme di Kanaan
  • III. Perkembangan Yahwisme di Kanaan1. Yahwisme Resmi Yahwisme adalah pembimbing baru untuk suku-suku Israel kuno Yahwisme membrikan isi dan makna baru dalam kehidupansuku-suku Israel, yaitu bimbingan Yahweh dan Torah (petunjukYahweh) Gairah rohani dalam Yahwisme beda dengan agama patriarkh,yaitu kepercayaan kepada Theos Patroos dan agama El. Dinamika Yahwisme baru nampak pada oknum-oknumkarismatis di bawah bimbingan Roh Yahwe, misalnya Deboradan beberapa para Hakim.
  • III. Perkembangan Yahwisme di Kanaan“Pengerohan” dengan “ruah Yahweh” menyanggupkan oknumkarismatik itu mengerjakan karya keselamatan yang hebat , jugamembawa mereka memerangi kuasa-kuasa non-Yahwistis,seperti ibadat Baal (Hak 6) dan pemujaan terhadap ilah-ilahasing (Hak 5:8) Oknum karismatik menarik kesimpulan bahwa hanya Yahwehsajalah yang berhak atas gelar “raja”, sehingga gelar tersebuttidak patutu untuk manusia (Hak 8:22, 9:8) Ada banyak titik pertentangan dan antara Yahwisme denganagama Kanaani, sehingga ada aturan yang melarangberpartisipasi dalam kultus ilah-ilah lain (Kel 22:20, 23:13, Bil25:3)
  •  Yahwisme memiliki kekhasan dalam sosio-agamani. Albrightmencatat bahwa dalam lapis-lapis Israeli kuno yang telah digalisecara arkeologis, yaitu Betel, Gibea, Mizpa, Silo, dll tidakterdapat patung-patung lambang Astarte atau jimat-jimat Yahwisme sebagai penghancur kerukunan sosio-agamani kuno,memecahkan kesatuan rohani yang telah berabad-abad antarakebudayaan Kanaani dengan suku-suku Israel yang sudah lamadi Kanaan Dapat dipastikan bahwa tempat-tempat keramat kuno, yangmemiliki kuil El dan Baal (Betel, Sikhem, Dan, Tabon, Bersyeba,Hebron) tidak tunduk 100% kepada yahwismeIII. Perkembangan Yahwisme di Kanaan
  •  Kemajuan Yahwisme terdapat juga proses asimilasi yangmemiliki arti besar. Contoh, nama Baal dikenakan kepadaYahweh, misalnya: anggota keluarga Saul, Isybaal dan Mefibaal,Yerubaal. Dalam Hakim-hakim 17-21 menggambarkan disamping adaagama resmi, terdapat juga agama rakyatIII. Perkembangan Yahwisme di Kanaan2. Yahwisme Rakyat
  • Bentuk Yahwisme yang ketiga ini jarang nampak, tetapi adacontoh-contoh bahwa Isarel pada periode awal terdapat unsurkekerasan dengan maksud untuk mempertahankan tradisiYahwistis dengan senjata dan memberantas gerakan yangberlawanan dengan YahwismeIII. Perkembangan Yahwisme di Kanaan3. Yahwisme Agresif
  • III. Perkembangan Yahwisme di KanaanPeran Lewi yang asli Sejak semula kaum lewi merupakan pembela-pembela tradisiYahwis, fungsi pembelaan itu dipertahankan sampai zamankerajaan (I Raj 12:31) Suku Lewi yang merangsang suku-suku Israel untuk bersama-sama menghukum suku Benyamin Imam Pinehas yang merupakan kaum Lewi, bertindakmenjatuhkan hukuman atas pelanggaran hukum (Bil 25:6)
  • III. Perkembangan Yahwisme di KanaanAsal dan arti kata “Lewi” “Lewi” ialah orang yang ada dalam ikatan perjanjian denganAllah atau orang yang sudah memasrahkan diri kepada Allah Maka pada periode Yahwistis, ada sekelompok orang yangmengabdikan diri secara total pada kultus Yahweh danpendukung Musa yang penuh gairah Kaum Lewi mula-mula merupakan suatu imamat kunodikalangan Keni
  • • Kelompok Yahwisme yang militan, tidak agresif terhadap dunialuar, tetapi mengarahkan perhatian bagi kaum Israel itu sendiri• Mereka juga bersiap untuk mempertahankan diri terhadapperlawanan, dengan keyakinan bahwa dengan seperti itusedang turut dalam “perang Yahweh”• “Perang suci” tercermin dalam kegiatan Israel sesudah keluardari Padang Gurun• Praktik perang suci memang ada, walaupun tidak memainkanperanan penting (perang mealwan Amalek, Kel 17:8)• “Perang Yahweh” mula-mula dipakai sehubungan denganperang mealwan Moab, ketika Israel akan memasuki KanaanYahwisme yang agresif merupakan landasan“perang Yahweh”
  •  Sebelum pertempuran, pejuang meminta orakulum Yahweh Para penyair melontarkan kutukan terhadap musuh Para pejuang dihibur dengan nyanyian kemenangan Yahweh (Hak5:12) Senjata perang disucikan sebagai persiapan, dan para pejuangmenyucikan diri dengan menghindarkan diri dari hubunganseksual(2 Sam 21:5) Yahweh sendiri mengawali barisan perang (Hak 14: 14; I Sam 4)Teriakan “ demi Yahweh dan demi pemimpin” diserukan (Hak 7:18),kemudian langsung bertempur Pada periode berikutnya, para pejuang menyanyikan lagu sepertidalam Maz 2 bersahut-sahutan Dalam suatu pertempuran yang sangat berbahaya, pejuangmengangkat sumpah, dan sehabis perang rampasannya diserahkankepada YahwehCiri-ciri Perang Yahweh:
  •  Tidak semua perang dianggap suci, terdapat juga perangsekuler , yang bertujuan untuk merebut tanah (negeri, daerah)saja (I Sam 21:5) Perang dianggap suci apabila tujuan utamanya mencegahancaman terhadap hidup bangsa IsraelBatas-batas perang Yahweh:
  • Hubungan Yahweh dan “perang Yahweh” Kemenangan-kemenangan dalam perang suci disebut tsiqothYahweh, yaitu tindakan-tindakan Yahweh yang mengerjakankeadilan bagi umat-Nya. Peride padang gurun >>>>> Yahweh sebagai Allah pegununganyang sorgawi dan dahsyat Bagi kelompok suku-suku yang tertindas >>>>> sebagaipembebas Mengikat suku-suku Isarel >>>>> Yahweh sebagai pembela Kuasa dan kesetiaan Yahweh pada masa kepicikan, sungguhmeyakinkan. Pada periode ini, patung-patung kerub dipasangpada tabut. Konsep kerub diambil dari kebudayaan kanaani
  • IV. Pengaruh El dan Baal dalam perkembanganYahwisme Ciri-ciri El dialihkan kepada Yahweh. Disamping ciri-ciri yang diambil Yahwehdari dunia politik dan militer, ada sifat yang diambil-Nya dari El dan Baal Apabila mereka menerima Yahwisme, maka terjadi peleburan ciri “Allahnenek moyang”dan cirri El, sehingga Yahweh dapat menjadi Allah penciptayang maha bijaksana dan dapt mengambil alih nama-nama El, Elohim danElyon. Pada akhir periode tersebut (perpindahan pola nomadis ke agraris),Yahwisme bertemu dengan mitologi Asia Barat Daya kuno. Israel belajar tentang naga-naga mitologis, tentang Lewitan (Yes 27:1) danRakhab, naga laut (yes 51:9; Maz 89:11; Am 9:3) Mitologi tersebut dikaitkan dengan nama Yahweh, sehingga Yahwehmengambil alih peran El sebgai Pembunuh naga dan Pencipta alam. Yahwisme mencapai ciri khasnya di tengah kesusastraan dan pandangandunia yang lazim di Asia Barat daya kuno Yahwisme mengambil alih kebudayaan Asia barat Daya kuno, setelahterlebih dahulu membersihkannya dari segala anasir yang tidak sesuaidengan Yahwisme
  • IV. Pengaruh El dan Baal dalam perkembanganYahwisme Jarak antara Yahwisme dan Baalisme sangat jauh, sehinggapengarang-pengarang di Israel tidak perlu menggariskan dengantegas perbedaan pandangan antara Baalisme dan Yahwisme. Cara terbaik untuk memprotes Baalisme ialah menjauh dari segalaseluk beluknya Baalisme berpengaruh karena berkaitan dengan kemajuan sosial Kebiasan-kebiasaan Baalisme bertujuan untuk menyuburkanproses pertumbuhan serta mencegah bahaya-bahaya yangmengancam. Proses-prose Baalisme memuat unsur mantra, korban tuangan,korban-korban binatang, dan perbuatan simbolik dalam bidangseksual yang dianggap mutlak perlu supaya pertumbuhan tetapsubur Jadi Baalisme dianggap faktor mutlak dalam lingkungan pertanian Kuatnya pengaruh Baalisme, sehingga tidak bisa diberantassepanjang sejarah Israel
  • IV. Pengaruh El dan Baal dalam perkembanganYahwisme Akibat dari pertentangan dengan Baalisme itu ialah hukum-hukumseksual sangat diperketat di Israel (Im 18, 20) dan melarang wanitamemainkan peranan dalam kultus resmi Adanya qedosyoth atau pelacur-pelacur sakral (pelacur bakti)dalam Baalisme, mengakibatkan wanita dilarang memasuki baitYahweh Cara untuk menolak Baalisme adalah dengan menolak kebiasaan-kebiasaannya yang tidak cocok dan dengan mengambil alihunsur-unsur Baalisme yang dapat disesuaikan dengan Yahwisme Lambat laun Yahweh memperoleh berbagai gelar yang duludipakaiEl dan Baal, misalnya gelar “melekh” (raja), kemudian menjadigelar
  • Konsep “istana kerajaan” Yahweh menjadi pemenang dalam persaingan dengan El danBaal, ilah-ilah lain menjadi hamba Yahweh Timbul konsep “istana kerajaan”, Yahweh penguasa mutlak ilah-ilah yang ada di sekitarnya Semua ilah-ilah Kanaani berdiri sendiri dengan nama dan tabiatsendiri, namun tidak diperkenankan mempunyai pendapatsendiri Pasukan-pasukan di sekitar Yahweh disebut “tsebaoth”, yaitu“pasukan-pasukan sorgawi”, pasukan tersbut kadang-kadangdiidentikkan dengan bintang-bintang, dalam konteks laindigambarkan sebagai oknum-oknum rohani yang mondar-mandirdi atas bumi atau di bawah bumi (kel 20:4)
  • V. Perkembangan Kultus Keanekaragaman kultus disebabkan karena suku-suku Israelyang telah lebih dulu di Kanaan, telah mengadakan hubungandengan kuil tertentu pada zaman para patriarkh, maka banyakupacara kuno yang terlanjur dipertahankan dan dikembangkan. Keanekaragaman ini menjadi sumber ketegangan yang terasapengaruhnya sepanjang sejarah
  • V. Perkembangan KultusHukum Kultis Dasa titah ritual merupakan hukum kultis terkuno yang tersusundalam periode sesudah agama Yahwis mulai berpengaruh (kel34; 20:23; 23:12-23) Hukum tersebut untuk masyarakat agraris, hal ini tampak daripengaturan masa raya, yaitu masa raya musim semi (awal danakhir panen gandum), masa raya musim gugur, masa rayapanen buah-buhan (kel 38:18, 21-23; 23:14-17) Masing-masing masa raya mengandung unsur persembahanbuah sulung Hukum sebagai pembatasan pengaruh Kanaanisme
  • V. Perkembangan KultusHukum Mezbah Mezbah sebagai fokus ibadat Israel kuno.Mezbah dari tanah dan batu alam berasaldari periode transisi antara nomadismedan praktik pertanian. Peringatan kepada kita, supaya janganmelebih-lebihkan peranan bait dalam ibadatpada awal perkembangan Yahwismedan menyadri bahwa Yahweh dapatmenyatakan diri di setiaptempat yang dipilihnya sendiri.
  • V. Perkembangan KultusKuil-kuil/bait-bait Yahwis Walaupun mula-mula Yahwisme tidak menggunakankuil/bait, karena Yahweh lebih sering disembah padamezbah di lapangan terbuka, tetapi beberapa kuilpermanen segera muncul Sukar dipastikan apakah suku-suku di Israel tetapmenggunakan kuil-kuil kanaani sesudah merekamenganut Yahwisme
  • Empat Jenis tempat Ibadat1. Kapel-kapel pribadiGideon dan Daud punya kapel pribadi/kapel keluargaKapel pribadi mungkin sudah ada sejak zaman para patriarkh(Kej 31) dan dipertahankan sampai periode Yahwistis2. Kuil-kuil kuno untuk ibadat ElKuil-kuil kuno yang dipakai oleh Israel sejak zaman Patriarkhdan dipakai bersama kaum Isarel dan kaum Kanaani, seperti,kuil di sikhem, Betel, Hebron, Bersyeba, Mahanaim (Pniel)
  • Empat Jenis tempat Ibadat3. Bukit-bukit pengorbananBukit pengorbanan atau “bamoth” merupakan tempat ibadahterkemuka didesa-desa. Unsur khasnya yaitu pohon-pohon, sumur-sumur dan batu-batu keramat. Batu-batu tersebut didirikan sebagai“matseboth” atau lambang dewa. Pohon-pohon keramat menjaditiang-tiang keramat atau “asyerim” lambang dari dewi.Tiang-tiang asyera menjadi simbol Dewi Astarte, karena itu unsurseksual begitu menonjol dalam ibadat di bamoth4. Tempat-tempat ibadat YahwisDidirikan oleh kaum Israel sendiri, bila mereka membuka desa baru,misalnya kuil di Gilgal. Kadang juga kaum Israel mendirikan tempatibadat baru di atas puing-puing bekas kota kanaani, seperti di Silodan mungkin juga di Nob
  •  Tempat-tempat ibadat itu semakin berpengaruh, akhirnyatidak hanya menjadi pusat kultus, tetapi juga pusat hukumdan pengadilan Kuil-kuil dengan sendirinya menjadi pusat kebudayaandan keagamaan, pasukan perang berkumpul di kuilsebelum berperang, masyarakat berkumpul di kuil untukmemilih raja (I Sam 11:13) Pejabat-pejabat yang melayani di kuil atau bait, ada paraimam yang mengatur persembahan di atas mezbah, kaumLewi yang membawakan orakulum. Sebagian besar nabi-nabi juga bernubuat di kuilV. Perkembangan Kultus
  • • Kaum Nazir tidak termasuk pejabat dalam bait, tetapi merekamengkhususkan diri bagi Yahweh• Kitab Amos 2:11 menyebut seorang Nazir bersama dengannabi,tergolong dalam kaum karismatis (Hak 13:25; 14:6;29;15:14)• Karya roh dalam kaum Nazir lebih dalam bentuk kepahlawanandan pembebasan dari pada menyampaikan firman Allah• Kemunculan kaum Nazir kemungkinan besar pada periodepara hakim. Mereka dikhususkan untuk menjalankan perangsuci dan membiarkan rambutnya panjang (Hak 5:1) dan tidakdiperbolehkan minum anggurVI. Kaum Nazir
  • • Kemungkinan kaum Nazir mengambil alih fungsi asli kaumLewi, mengingat kaum Lewi menjadi pejabat resmi dalamkultus Israel• Dengan berdirinya kerajaan, kaum Nazir kehilangan maknanyayang asli, yaitu sebagai ordo pahlawan dan pejuang karismatis.Di bawah kerajaan ada tentara sewaan yang menjadi intitentara resmi• Ciri kenaziran berubah, peranannyaterbatas pada bidang perorangan.VI. Kaum Nazir
  • ‫תודה‬감사합니다‫شكرا‬Thank You