Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra' FE-UNTAD

3,069
-1

Published on

Panduan Mentoring Halaqah Pekanan..
Karena Tarbiyah adalah Ruh Lembaga Dakwah..

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
3,069
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
210
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra' FE-UNTAD

  1. 1. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako
  2. 2. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako Penyusun: Tim Silabus Materi Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako Forum Pementor Muhammad Sutrisno, Bayu Isriawan, Sudirman Anas Desain Cover : Maman Anas Cetakan I, Dzulhijjah 1432 H/Oktober 2011 M Diterbitkan oleh Mahasiswa Pecinta Mushollah (MPM) Al-Iqra Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako © 2011
  3. 3. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah, Rabb yang telah menciptakan dan memelihara alam semesta, menciptakan manusia, mengajarkannya hingga pandai berbicara. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah bagi junjungan, tauladan dan pemimpin umat manusia, Rasulullah Muhammad SAW. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako ini diterbitkan sebagai sumbangsih kami bagi pembinaan mahasiswa muslim. Perhatian kami terhadap pembinaan mahasiswa merupakan hal yang sangat penting. Hal ini merupakan misi kami, yang menjadi ciri khas MPM Al-Iqra. Pembinaan aqidah dan akhlaq mahasiswa merupakan kunci untuk mengembalikan posisi penting mahasiswa sebagai tulang-punggung negara. Mahasiswa yang memiliki aqidah yang kokoh dan akhlaq yang mulia merupakan tumpuan harapan umat, sosok yang akan menjadi penolong bagi masyarakat, mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya Islam. Karena itu, disusunlah Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako ini untuk membantu pihak-pihak yang memiliki kepedulian dalam membina aqidah dan akhlaq mahasiswa. Kami ucapkan terima kasih yang tak terkira kepada anggota forum pementor dan terutama anggota Tim Silabus Materi Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako atas kerja keras dan pengorbanan yang telah diberikan, semoga Allah SWT membalas amal baik Anda dengan pahala yang berlipat ganda. Juga kepada semua pihak yang telah masukan yang berharga bagi penyusunan buku ini. Kritik dan saran yang membangun sangat kami butuhkan untuk meningkatkan kualitas buku ini pada penerbitan-penerbitan berikutnya. Tim Penyusun
  4. 4. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako DAFTAR ISI KONSEP KEGIATAN MENTORING 1 MATERI-MATERI UTAMA MENTORING 1. Ilmu dan Urgensinya 2. Ma’rifatul Insan 3. Ma’rifatullah 4. Ma’na Syahadatain 5. Ma'rifatul Islam 6. Existensi Allah 7. Ma'rifatul Al-Qur’an 8. Ma’rifaturrasul 9. Ma’iyatullah 10. Akhlak Rasulullah 11. Ghazwl Fikri 12. Problematika Umat 13. Islam Sebagai Sistem Hidup 8 9 14 17 19 24 26 30 33 36 39 42 46 48 MATERI-MATERI PILIHAN MENTORING 1. Tawadzun 2. Ihsan 3. Muhabbah 4. Birrul Walidain 5. Ekonomi Rabbani 6. Ukhuwah Islamiyah 52 53 56 59 63 66 70 MATERI-MATERI SUPLEMEN MENTORING 1. Alqur’an Sebagai Pembela 2. Akhirnya dia mati seperti keledai 3. Aku tidak akan kembali 4. Srikandi Muslimah 5. Menahan Marah 6. Balasan Meninggalkan Sholat 75 76 77 79 82 84 86 MUWASSOFAAT 88 PROGRESS DAN EVALUASI 95
  5. 5. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako KONSEP KEGIATAN MENTORING MPM AL-IQRA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS TADULAKO
  6. 6. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako KONSEP KEGIATAN A. KEGIATAN MENTORING UTAMA Kegiatan utama meliputi dua kegiatan yaitu: 1. Kegiatan mentoring utama (penyampaian materi mentoring) 2. Kegiatan belajar baca tulis Al-Qur’an. Mentoring Utama merupakan kegiatan utama ujung tombak dari serangkaian bentuk kegiatan mentoring lainnya. Dikemas dalam bentuk Diskusi Interaktif antara Mentor (pendamping atau pemandu) dengan beberapa peserta mentoring mengkaji materi-materi yang telah disusun. Kegiatan ini dilakukan 13 kali pertemuan, dalam satu pekan satu kali pertemuan. Topik Materi Mentoring itu terbagi dalam 13 materi wajib yang harus disampaikan oleh mentor dan materi suplemen terhadap peserta mentor. 13 (Tiga Belas) Materi Wajib: 1. Ilmu dan Urgensinya 2. Ma’rifatul Insan 3. Ma’rifatullah 4. Ma’na Syahadatain 5. Ma'rifatul Islam 6. Existensi Allah 7. Ma'rifatul Al-Qur’an 8. Ma’rifaturrasul 9. Ma’iyatullah 10. Akhlak Rasulullah 11. Ghazwl Fikri 12. Problematika Umat 13. Islam Sebagai Sistem Hidup 1. 2. 3. 4. 5. 6. Materi Pilihan Tawadzun Ihsan Muhabbah Birrul Walidain Ekonomi Rabbani Ukhuwah Islamiyah
  7. 7. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 1. 2. 3. 4. 5. 6. Materi Suplemen Alqur’an Sebagai Pembela Akhirnya dia mati seperti keledai Aku tidak akan kembali Srikandi Muslimah Menahan Marah Balasan Meninggalkan Sholat B. Proses selama mentoring Saat diskusi interaktif meliputi : 1. Diskusi studi kasus menuju topik utama 2. Pemberian wawasan (materi pokok) 3. Pemantauan dan penugasan dari mentor 4. Kegiatan-kegiatan sebagai evaluasi secara umum C. Rincian Proses Pada proses ini, maka forum mentoring menggunakan alokasi waktu sebesar ±90 menit, dengan rincian: 1. Pembukaan/Iftitah 2. Tilawah/Membaca Al Qur’an 3. Tadabbur 4. Infaq 5. Talaqqi/ Penyampaian Materi 6. Diskusi 7. Ta’limat/Pengumuman 8. Penutup (Doa Rabithoh) D. Metode Penyampaian Banyak metode yang dapat diterapkan dalam mentoring kelompok. Tentunya hal ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan kreatifitas mentor. Oleh karenanya berbagai metode ini akan dikupas dan dipelajari dalam Pembekalan Mentor. Beberapa metode yang bisa digunakan dalam mentoring sebagai berikut: 1. Ceramah/kuliah Merupakan usaha penyampaian materi kepada peserta yang sifatnya searah (komunikasi satu arah). Keuntungannya a. Materi yang telah dipersiapkan dapat dipastikan tersampaikan
  8. 8. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 2. 3. 4. 5. b. Metode ini lebih tepat jika waktu yang tersedia sedikit c. Tidak banyak memerlukan fasilitas/alat bantu Kelemahannya a. Materi akan sulit dipahami sepenuhnya, kecuali bila digunakan alat bantu visual b. Tidak adanya partisipasi peserta tentang topik yang dibahas c. Akan timbul rasa bosan pada peserta (terlebih lagi jika mentornya monoton dalam menyampaikan) Diskusi Diskusi merupakan proses pertukaran pendapat, perasaan dan pengalaman antara dua orang atau lebih tentang topik tertentu. Metode diskusi akan sangat efektif pada kelompok kecil karena memungkinkan setiap anggota menyumbangkan pikirannya. Dalam metode diskusi terjadi komunikasi dua arah antara peserta dengan mentor dan antar peserta itu sendiri. Permainan peran (Role Play) Merupakan metode latihan yang dimaksudkan untuk menempatkan seseorang pada situasi tertentu seolah-olah menggambarkan situasi yang sebenarnya. Metode ini bagus karena fungsi kejiwaan peserta juga diuji. Studi kasus Pada metode ini peserta dihadapkan pada suatu kasus tertentu dan diberikan informasi-informasi yang diperlukan peserta untuk menilai, mempelajari dan berusaha memecahkan kasus tersebut. Mengajukan pertanyaan Metode ini untuk menunjang metode ceramah dan diskusi yang dilakukan. Pertanyaan bisa juga dilakukan oleh mentor untuk mengetahui sejauh mana materi yang telah disampaikan dapat diserap/dipahami oleh peserta. 6. Penugasan Metode ini digunakan untuk mengetahui pemahaman peserta dan mengembangkan kreativitas dan kemandirian peserta. Dapat dilakukan dengan memberi tugas ke peserta untuk diselesaikan soal/masalah tersebut.
  9. 9. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 7. Permainan Kelompok (Game) Pada metode ini peserta diminta mengerjakan suatu bentuk permainan tertentu yang didalamnya terdapat konsep materi yang akan disampaikan. Dari beberapa metode yang ada, umumnya mentoring akan lebih efektif dengan melibatkan tidak hanya satu metode, melainkan gabungan dari beberapa metode seperti:  Metode ceramah (untuk memaparkan materi yang disampaikan), metode diskusi (untuk membangkitkan interaksi dan minat peserta dan mengetahui respon peseta tentang materi yang diberikan), metode pengajuan pertanyaan (untuk memancing keaktifan peserta), metode penugasan (untuk menilai kemampuan peserta akan materi yang telah diberikan).  Metode permainan yang dilanjutkan dengan metode diskusi dan ceramah untuk memasukan hikmah yang dapat diambil dari permainan yang telah dilakukan. E. KEGIATAN/SARANA PENDUKUNG Meliputi: Pembukaan Mentoring Tatsqif Umum Malam Bina Iman dan Taqwa (ikhwan) Jalsah Ruhiyah (akhwat) Rihlah & Tadabbur Alam Olahraga Bersama Seminar / Bedah Buku Dll… F. MEKANISME KONTROL DAN KERJA Fungsi kontrol kegiatan mentoring dilakukan oleh Kaderisasi MPM Al-Iqra FEKON UNTAD dengan poin-poin sebagai berikut:  Ketertiban dan kelancaran pelaksanaan mentoring Mentoring dilaksanakan secara rutin satu minggu sekali sebanyak 13 kali pertemuan  Penyampaian materi Target penyampaian materi sesuai dengan materi-materi yang telah disusun dengan jumlah pertemuan yang telah ditentukan dan penyampaian wajib menggunakan satu metode yakni halaqoh
  10. 10. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako  Tertib administrasi Meliputi pemenuhan data-data kelompok, nilai dan progres report  Progres report Sebagai sarana pengevaluasian mentoring yang dapat digunakan sebagai wacana untuk meningkatkan sumber daya mentor G. PENILAIAN Penilaian mentoring merupakan salah satu parameter keberhasilan kegiatan mentoring dan merupakan bentuk pertanggungjawaban MPM Al-Iqra FEKON UNTAD, Point-point penilaian mentoring utama: a. Kehadiran 20% b. Keaktivan 25% c. Pemahaman 20% d. Ujian akhir 35% Pengolahan nilai dilakukan oleh MPM Al-Iqra FEKON UNTAD berdasarkan data-data nilai dari mentor masing-masing peserta. H. FOLLOW – UP Untuk follow-up atau mentoring lanjutan seluruhnya (baik kegiatan utamanya maupun kegiatan pendukung) diserahkan kembali ke Kaderisasi MPM Al-Iqra FEKON UNTAD untuk dibentuk kelompok mentoring jenjang yang lebih tinggi. I. KEGIATAN 1. 60% peserta mentoring melaksanakan kegiatan mentoring utama sesuai dengan ketetapan MPM Al-Iqra FEKON UNTAD. 2. 10% maba muslim aktif di lembaga dakwah. 3. Peningkatan 10% maba muslimah berjilbab. 4. 50% peserta mentoring dapat membaca Al-Qur’an dengan lancar dan baik. 5. 50% peserta mentoring utama tertarik dan mengikuti mentoring lanjutan. J. EVALUASI Evaluasi akhir mentoring merupakan pengkajian kegiatan mentoring yang telah terlaksana untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kegiatan mentoring selanjutnya.
  11. 11. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako K. PENUTUP Sebuah perencanaan ideal yang tersusun dari impian-impian tak akan terwujud ataupun membuahkan hasil yang optimal, tanpa sebuah upaya kerja keras dalam mencapainya dan tentunya tanpa ijin dari Yang Maha Berkehendak. Untuk itu konsep yang telah disusun diatas hendaknya mendapat dukungan dari semua pihak, baik elemen pusat, jurusan maupun yang lainnya. Semoga Allah meridhoi apa yang kita usahakan untuk sebuah langkah ke depan menuju perbaikan.
  12. 12. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako MATERI-MATERI UTAMA MENTORING MPM AL-IQRA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS TADULAKO
  13. 13. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 1. ILMU DAN URGENSINYA A. TUJUAN Peserta memahami perhatian Islam terhadap ilmu. Peserta mengetahui aspek-aspek ilmu dalam pandangan islam. Peserta memahami keutamaan ilmu dan orang-orang yang berilmu. Peserta mengetahui pengaruh ilmu terhadap iman dan tingkah laku. Peserta memahami perintah mencuri ilmu dalam Islam dan hak-hak ilmu utas pemiliknya. B. METODE PENDEKATAN Ceramah dan Diskusi. C. RINCIAN BAHASAN Perhatian Islam Terhadap Ilmu Manusia tidak pernah menemukan agama yang sangat memperhatikan keilmuan dengun sempurna selain Islam. Islam selalu menyeru dan memotivasi penekunan ilmu pengetahuan, mengajak umatnya untuk menuntut, mempelajari, mengamalkan, dan sekaligus mengajarkan ilmu. Islam menjelaskan keutamaan menuntut ilmu dun etikanya serta menegur orang yang tidak memperdulikannya. Islam juga sangat menghormati dan menghargai ahlul ‘lmi dan menganjurkan umatnya untuk dekat dengan mereka. Dalam kamus yang memuat kosa kata Al-Qur’an, dinyatakan bahwa kata ‘ilm (ilmu) disebutkan sebanyak 80 kali, dan kata-kata yang terbentuk dari kata-kata tersebut ( seperti a’lamu, ya’lamuna dst ) disebutkan beratus-ratus kali. Selain itu jika kita teliti buku-buku hadist An-Nabawi akan kita temukan di dalamnya judul-judul dan masalahmasalah tentang ilmu. Aspek-aspek ilmu dalam pandangan Islam Ilmu dalam pandangan Islam mencakup beberapa aspek kehidupan termasuk aspek-aspek ilmu dalam pengertian barat sekarang. 1. Aspek wahyu Ilahi Ilmu yang datangnya melalui wahyu Allah SWT. Ilmu ini mencakup hakikat alamiah manusia dan menjawab setiap
  14. 14. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako pertanyaan abadi yang tak pernah hilang pada diri manusia, yaitu : dari mana. Ke mana dan mengapa? Dengan adanya jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut manusia akan mengetahui asalnya, arah perjalanan yang harus ditempuh dan tujuan hidupnya. Ia akan mengetahui dirinya dan Tuhannya serta akan tenang menuju tujuan hidupnya. Aspek inilah yang pertama kali disebut’ilmu’ bahkan disebut ilmu yang paling tinggi oleh Imam Ibnu Abdil Barr. 2. Aspek Humaniora (Manusia) dan kajian-kajian yang berkaitan dengannya. Ilmu yang membahas tentang segi-segi kehidupan manusia yang berhubungan dengan tempat tinggal dan waktu. Ilmu ini mengkaji manusia sebagai individu ataupun anggota masyarakat dalam bidang ekonomi, politik, dan sebagainya. 3. Aspek material Yaitu ilmu-ilmu yang mengkaji berbagai materi yang bertebaran di seluruh jagat raya ini, baik di udara, darat, maupun di dalam bumi seperti fisika, kima, biologi, astronomi, dsb. Pengertian Islam tentang ilmu tidak terbatas pada aspek terakhir yang menganggap materi sebagai obyek seperti yang dipahami oleh dunia barat pada ummnya sekarang. Selain itu Islam menganggap aspek material akan melahirkan keimanan bagi yang mendalaminya [3:190191]. Keutamaan Ilmu dan Orang-orang yang Berilmu AL- Quran adalah kitab yang terbesar yang mengangkat derajat ulul 'ilmi dan orang-orang yang berilmu, memuji kedudukan orangorang yang diberi ilmu. Sebagaimana Alloh menjelaskan bahwa Ia menurunkan kitabNya dan merinci ayat-ayatNya bagi orang-orang yang mengetahui. Dalam QS 3:18 Allah memulai pernyataan dari diriNya, memuji para MalaikatNya dan orang yang diberi ilmu. Allah meminta kesaksian mereka atas permasalahan kehidupan yang paling besar, yaitu masalah keesaan. Allah Swt dalam Al-Qur'an menjelaskan tentang keutamaan orang-orang yang berilmu: 39:9 Peniadaan persamaan antara orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui. 35:19-22 Kebodohan sejajar dengan buta, ilmu sejajar dengan
  15. 15. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako melihat, hingga bodoh adalah kematian dan ilmu adalah kahidupan. 35:28 Ulama (orang yang mengetahui tentang kebesaran dan kekuasaa Allah) kian berilmu kian takut kepada Allah. Pengaruh ilmu terhadap Iman dan Tingkah Laku 1. Ilmu memberi petunjuk kepada iman Ilmu dan iman berjalan beriringan dalam Islam [30-36; 58:11], bahkan Al-qur’an menyertakan iman kepada ilmu seseorang mengetahui lalu beriman. Dengan kata lain tidak ada iman sebelum ada ilmu (22:54; 34:6) 2. Ilmu adalah penuntun amal Ilmulah yang menuntun, menunjuki, dan membimbing seseorang kepada amal [47:19]. Ayat ini dimulai ilmu tentang tauhid lalu disusul dengan permohonan ampun yang merupakan amal. Ilmu juga merupakan timbangan/penentu daldam penerimaan atau penolakan amal. Amal yang sesuai dengan ilmu adalah amal yang diterima, sedangkan amal yang bertentangan dengan ilmu adalah amal yang tertolak [5:27). Maksud ayat ini adalah Allah hanya menerima amal seseorang yang bertakwa kepadaNya. Jadi amal tersebut harus dilakukan karena keridhoanNya dan sesuai dengan perintaNya. Hal ini hanya bisa dicapai dengan ilmu. Untuk dapat berakhlak baikpun salah satunya harus dicapai dengan ilmu. Imam Ghazali berkata: "Muqadimah agama dan berahlak dengan akhlak para nabi tercapai jika diramu dengan 3 dimensi yang tersusun rapi, yaitu: ilmu, perilaku dan amal" (ilmu mewariskan perilaku, perilaku mendorong amal). 3. Kelebihan ilmu dari ibadah Dalam hadits Huzaifah dan Sa'ad, Rosulullah SAW bersabda : “kelebihan ilmu lebih kusukai dari pada kelebihan ibadah, dan sebaikbaik agama kalian adalah al-wara’. Ilmu dilebihkan atas ibadah sebab manfaat ilmu tidak terbatas pada pemiliknya melainkan juga untuk orang lain. Ibnu Qoyyim al-Jauziyah dalam al-Miftah menyebutkan diantara “Ilmu menunjukkan kepada pemiliknya amalamal yang utama di sisi Allah” Perintah Mencari Ilmu Allah menciptakan manusia dalam keadaan vukum duri ilmu. Lalu Ia memberinya perongkat ilmu guna menggali ilmu dan belajar [16:781.
  16. 16. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako Banyak hadits-hadits yang menerangkan keutamaan menuntut ilmu: “Siapa yang berjalan di jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya ke surga” (HR Muslim). Termasuk ui dalamnya menghapal, menelaah, mengkaji, berjalan menuju majlis ilmu dan mendatangi ahli ilmu. Dalam hadits lain: “Sesungguhnya para malaikat meruhdukkan sayap-sayapnya kepada orang yang mecari ilmu kareaa ridha terhadap apa yang diperbuatnya. Beberapa adab penting dalam mencari ilmu (hikmah kisah nabi Musa as dalam menuntut ilmu kepada Nabi Khidir dalam surat AlKahfi). a) Semangat dalam mencari ilmu walaupun harus menghadapi kesulitan dan tantangan. b) Bersikap baik terhadapr guru, memuliakan dan menghoramtinya [18:66]. c) Sabar terhadap guru [18:67-70]. d) Tidak pernah kenyang mencari ilmu [20:114]. e) Diniatkan karena Allah. Artinya harus dianggap sebagai ibadah dan jihad fisabulillah. “Janganlah kalian mempelajari ilmu agar kalian bisa saling membanggakan di kalangan orang berilmu sedang kalian tidak memperdulikan orang-orang yang bodoh dan tidak membagusbaguskan majelis ilmu itu. Barang siapa berbuat demikian, maka nerakalah baginya.” Hak-hak ilmu atas Pemiliknya 1. Mengerti dan memahami 2. Beramal berdasarknn ilmu yang dimiliki 3. Mengajarkan ilmu dan menyebarkannya kepada orang lain 4. Wajib menjelaskan dan haram untuk menutup-nutupinya 5. Berhenti sebatas kadar ilmu yang dimiliki REFERENSI Abullaits As-Samarqandi, Tanbihul Ghofilin Al-Ghazali, et.al, Pembersih Jiwa, Penerbit Pustaka. Al-Ghazali, Kepada Murid-muridku, HI Press. Syaikh Az-Zarnuzy, Ta'limul Muta'alim. Dr. Yusuf Qardhawi, Menghidupkan Nuansa Rabbaniah dan Ilmiah Pustaka Al-Kautsar. Dr. Yusuf Qardhawi, Rosulullah dan Ilmu Eksperimen', Penerbit Firdaus. Waqfah, Edisi 7 / Vol I, 1996, hal 6-10.
  17. 17. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 2. MA’RIFATUL INSAN (MENGENAL MANUSIA) A. TUJUAN Peserta memahami hakikat penciptaan manusia. Peserta memahami kedudukan manusia di dunia. Peserta memahami tujuan penciptaan manusia. Peserta memahami sifat-sifat dasar manusia. Peserta memahami bagaimana mengelola sifat-sifat dirinya. B. METODE PENDEKATAN Ceramah, Game, dan Diskusi C. RINCIAN BAHASAN 1. Berikan penjelasan tentang hakikat penciptaan manusia. Asal kejadian manusia : (1) Dari tanah (turob, 3:59), tanah liat (lazib, 37:11), tanah kering dan lumpur hitam (shalshaal, 15:28), saripati tanah (23:12). (2) Dari air yang hina (32:7-8), dari air yang dipancarkan (86:6-7), dari nuthfah (36:77). Jelaskan bahwa dari ayat-ayat Al-Qur'an tersebut Allah mengingatkan manusia tentang asal kejadiannya (Adam) yaitu dari tanah dengan berbagai unsurnya, dan keturunannya diciptakan dari saripati tanah berupa air mani yang hina, sehingga sepantasnya manusia menyembah Allah yang telah menciptakannya dengan penuh ketawadhuan. 2. Berikan penjelasan tentang kedudukan (tugas) manusia di dunia. (1) Sebagai hamba Allah Tugas utama diciptakannya manusia adalah sebagai hamba Allah yang menjadikan Allah sebagai satu-satunya Rabb yang disembah dan sebagai prioritas utama cinta kita. (2) Sebagai khalifah di bumi Kedudukan manusia sebagai wakil Allah di bumi untuk mewujudkan eksistensi Allah di bumi dengan memberi kontribusi mengatur bumi berdasarkan syari'at yang ditetapkan Allah (2:30, 6:65, 33:72), memanfaatkan kekayaan bumi dengan ketentuan Allah (11:61) dan berlaku adil demi kemaslahatan dan kebaikan (57:25, 38:26). 3. Berikan penjelasan tentang tujuan penciptaan manusia.
  18. 18. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako Dalam QS 51:56 disebutkan bahwa manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Segala aspek kehidupan seorang hamba Allah seharusnya dilakukan dalam rangka persembahannya kepada Allah SWT dengan niat hanya untuk mencapai keridhaanNya. 4. Berikan penjelasan tentang keadaan manusia ketika diciptakan oleh Allah SWT. Manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang sempurna. Dari sisi jasmani manusia dikatakan sebagai makhluk yang paling baik bentuknya (95:4), namun kebaikan secara fisik tersebut bisa jatuh ke tingkat yang paling rendah ketika rohaninya tidak ditata dengan baik (95:5). 5. Berikan penjelasan bahwa pada dasarnya manusia memenuhi karakter berikut : (1) Sanggup memegang amanah kepemimpinan di muka bumi (33:72). (2) Memiliki fitrah yang telah ditetapkan Allah (30:30). (3) Memiliki kecenderungan bertauhid (7:172). (4) Bertanggung jawab atas segala aktivitasnya (17:36). Jelaskan juga bahwa manusia juga memiliki beberapa sifat jasmani maupun rohani berikut : (1) Lemah (4:28) (2) Pembantah (36:77) (3) Keluh-kesah, kikir (70:19-21) (4) Tergesa-gesa (17:11) (5) Zhalim, bodoh, keras hati (33:72) (6) Melampaui batas (10:12) (7) Fitrah, hanif, cenderung pada kebaikan (30:30) (8) Merdeka (91:8, 2:256) (9) Bebas memilih (18:29) D. GAMES Lakukan game”Bagaimana orang lain melihat saya". Langkahlangkah : (1) Minta peserta menyiapkan satu lembar kertas, beri nama di bagian atas. (2) Setiap peserta menyerahkan kertasnya kepada teman di sebelah kanannya.
  19. 19. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako (3) Pada kertas yang dipegangnya sekarang, setiap peserta menuliskan apa yang dinilainya terhadap orang yang memiliki kertas tersebut. (4) Setiap peserta menyerahkan kertas yang dipegangnya kepada teman di sebelah kanannya. Demikian terus hingga setiap peserta memegang kembali kertas miliknya. (5) Minta peserta untuk membaca dan merenungi apa yang telah ditulis teman-temannya mengenai dirinya. Jelaskan bahwa sifat-sifat yang ada dalam diri manusia tersebut baik yang buruk maupun yang baik merupakan modal awal kita untuk melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh Allah sebagai pemimpin di muka bumi. Berikan pemahaman kepada peserta bahwa sifat-sifat yang negatif harus diminimalkan, sedangkan sifat-sifat positif harus dimaksimalkan. Diskusikan dengan peserta masalah-masalah yang sering dihadapi dan bagaimana pemecahannya. REFERENSI KSI Al-Ummah, Aqidah Seorang Muslim. Panduan Pembinaan Generasi Muda Muslim, LP2i.
  20. 20. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 3. MA'RIFATULLAH A. TUJUAN Peserta memahami makna dan maksud dari ma'rifatullah. Peserta mengetahui manfaat dan pentingnya ma’rifatullah. Peserta mengetahui jalan-jalan untuk mengenal Allah. Peserta mengetahui hal-hal yang menghalangi ma’rifatullah. B. METODE PENDEKATAN Ceramah dan diskusi. C. RINCIAN BAHASAN Makna Ma'rifatullah Ma'rifatullah berasal dari kala ma’rifah dan Allah. Ma'rifah berarti mengetahui, mengenal. Mengenal Allah bukan melalui zat Allah tetapi mengenal-Nya lewat tanda-tanda kebesaranNya (ayat-ayatNya). Pentingnya Mengenal Allah Seseorang yang mengenal Allah pasti akan tahu tujuan hidupnya (QS 51:56) dan tidak tertipu oleh dunia . Ma’rifatullah merupakan ilmu yang tertinggi yang harus difahami manusia (QS 6:122). Hakikat ilmu adalah memberikan keyakinan kepada yang mendalaminya. Ma’rifatullah adalah ilmu yang tertinggi sebab jika difahami memberikan keyakinan mendalam. Memahami Ma’rifatullah juga akan mengeluarkan manusia dari kegelapan kebodohan kepada cahaya hidayah yang terang [6:122]. Berilmu dengan ma’rifatullah sangat penting karena: a) Berhubungan dengan obyeknya, yaitu Allah Sang Pencipta. b) Berhubungan dengan manfaat yang diperoleh, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, yang dengannya akan diperoleh keberuntungan dan kemenangan. Jalan untuk mengenal Allah 1. Lewat akal: Ayat Kauniyah / ayat Allah di alam ini: - fenomena terjadinya alam (52:35) - fenomena kehendak yang tinggi(67:3)
  21. 21. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako - fenomena kehidupan (24:45) - fenomena petunjuk dan ilham (20:50) - fenomena pengabulan doa (6:63) Ayat Qur'aniyah/ayat Allah di dalam Al-Qur’an: - keindahan Al-Qur' an (2:23) - pemberitahuan tentang umat yang lampau [9:70] - pemberitahuan tentang kejadian yang akan datang (30:1-3, 8:7, 24:55) 2. Lewat memahami Asma’ul Husna: - Allah sebagai Al-Khaliq (40:62) - Allah sebagai pemberi rizqi (35:3, 11:6) - Allah sebagai pemilik (2:284) - dll. (59:22-24) Hal-hal yang menghalangi ma’rifatullah Kesombongan (QS 7:146; 25:21). Dzalim (QS 4:153) . Bersandar pada panca indera (QS 2:55) . Dusta (QS 7:176) . Membatalkan janji dengan Allah (QS 2:2&-27) . Berbuat kerusakan/Fasad . Lalai (QS 21:1-3) . Banyak berbuat ma’siyat . Ragu-ragu (QS 6:109-110) Semua sifat diatas merupakan bibit-bibit kekafiran kepada Allah yang harus dibersihkan dari hati. Sebab kekafiranlah yang menyebabkan Allah mengunci mati, menutup mata dan telinga manusia serta menyiksa mereka di neraka (QS 2:6-7). REFERENSI Said Hawwa, Allah Jalla Jalaluhu. Aqidah Seorang Muslim 1, Al-Ummah.
  22. 22. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 4. MAKNA SYAHADATAIN A. TUJUAN Peserta mamahami makna dan hakikat dua kalimat syahadah. Peserta menngetahui pengaruh dua kalimah syahadah bagi kehidupan seoorag mukmin. Peserta termotivasi untuk menjalankan secara benar syahadah uluhiyah dan syahadah risalahnya dalam kehidupan sehari-hari. B. METODE PENDEKATAN Ceramah dan Diskusi C. RINCIAN BAHASAN Syahadatain berarti 2 kalimat syahadah. Dua syahadah yang dimaksud adalah syahadah uluhiyah dan syahadah risalah. Syahadah uluhiyah terdiri dari kalimat Laa Ilaaha Illallah. Secara bahasa kata Laa berfungsi sebagai Kalimatun Nafii (kata yang menolak), kata Ilaaha berfungsi sebagai Al-Munafii (yang ditolak), kata Illa berfungsi sebagai Kalimatul Itsbatu (kata yang mmengukuhkan), dan Dan kata Allah berfungsi sebagai Al-Mutsbitu (yang dikukuhkan). Jadi syahadah uluhiyah (Laa Ilaaha Illallah) merupakan penolakan terhadap segala bentuk ilah yang diikuti dengan mengukuhkan Allah saja sebagai satusatunya Ilah. Firman Allah: "Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya : Bahwasanya Tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku." (QS.21:25) Tauhid ulllluhiyah juga mengandung pengertian bahwa Allah sebagai Ma'bud (yang disembah) dan Allah sebagai Ghayah (tujuan). Dalam QS>51:56 Allah Berfirman : "Dan Ak tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahku." Bahkan seorang muslim dalam sehari mengikrarkan minimal sebanyak 17 kali bahwa "hanya kepadaMu-lah kami menyembah dan kepadaMu-lah kami mohon pertolongan." Dengan demikian Laa Ilaha Illallah juga berarti Laa Ma'buda Illallah. Kalimat ini juga berarti Laa Ghayatu Illallah (tidak ada tujuan melainkan Allah). Allah berfirman dalam QS. 94:8 : " Dan hanya kepada Allah-lah hendaknya kamu berharap (menempatkan tujuan)". Bahkan seorang muslim juga senantiasa berikrar bahwa 'Sesungguhnya
  23. 23. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya bagi Allah Roob semesta alam'. Allah sebagai satu-satunya sesembahan adalah konsekuensi tertinggi dari syahadat tauhid uluhiyah. Seseorang yang telah bersyahadat tauhid berarti telah memproklamirkan dan berjanji untukmengabdikan dirinya kepada Allha semata, artinya tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun. Ia telah menyatakan dirinya muslim (orang yang tunduk patuh kepada Allah sehingga selamat di dunia dan akhirat). Konsekuensinya, seluruh hidupnya untuk taat kepada Allah dan keridhoan-Nya. Janji Allah bagi seorang yang bertauhid disabdakan oleh Rasulullah SAW : "Siapa yang mati dan dia tahu (meyakini) Laa Ilaaha Illallah niscaya ia akan masuk surga ." (Al Hadits). Jika seseorang telah memulai dengan menegakkan Laa Ilaaha Illallah pada dirinya maka akan tumbuh sikap Al-Baro'. Al-Baro' berarti memusuhi, membenci dan menghancurkan setiap bentuk Ilah selain Allah. Pengertian Ilah sendiri adalah sesuatu yang ditakuti, diharapkan, dicintai, ditaati dan disembah. Firman Allah : "Sesungguhnya kami berlepas diri darimu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiranmu) dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja." (QS.60:4) Al-Baro' juga berarti pengingkaran, berlepas diri, mengambil garis pemisah terhadap Al Bathil. Ia merupakan perwujudan syahadah, berupa penolakan terhadap semua ilah, lalu menyerahkan loyalitasnya kepada Allah. Dalam kondisi ini seorang muslim menjadi manusia yang merdeka, bebas dari tuhan-tuhan palsu, jerat hawa nafsu syahwat, belenggu harta atau tahta/jabatan. Al Baro' merupakan proses yang harus dilalui seorang muslim dalam upaya menyiapkan lahan yang subur bagi tumbuhnya keimanan. Ibarat petani membersihkan lahan, agar pohon ketaqwaan dapat berkembang sebagaimana seharusnya. Ibarat pemborong yang meruntuhkan puing-puing bangunan yang telah lapuk, lalu mendirikan bangunan iman yang menjulang kokoh. Dengan membatalkan semua bentuk ilah di luar Allah SWT dan mengecualikannya hanya untuk Allah, maka akan tumbuh sikap Al Wala'. Al Wala' berati loyalitas, siap mentaati perintah Allah dengan kecintaan dan ketaatan, mengabdi semata-mata kepada Allah dan tidak
  24. 24. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako bersedia menjalankan perintah siapapun, kapanpun dan di manapun juga, kecuali jika sesuai (tidak bertentangan) dengan perintah Allah. Firman Allah : "Sesungguhnya wala' kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman ,yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tnduk (kepada Allah). Dan barangsiapa mengambil Allah, RasulNya dan orang-orang beriman menjadi wala'nya, maka sesungguhnya hizbullah itulah yang pasti menang".(QS.5:54-55) Al Wala' adalah tempat di mana kita menggantungkan harapan, menumpahkan rasa sedih dan gembira, memohon pertolongan dan perlindungan. Sebaik-baik wala' adalah Allah,Rasulnya dan orang-orang beriman. Maka barangsiapa berwala' kepada hal ini jaminan Allah adalah kemenangan. Menang dalam fase dunia adalah kemuliaan, dalam fase akhirat adalah surga. Jika seseorang telah memiliki prinsip bahwa tiada yang berhak disembah kecuali Allah (Laa ma'buda bihaqqin illa Allah),barulah dapat dikatakan sebagai seorang mukhlisin(orang yang ikhlas)sejati. Orangorang ikhlas inilah yang tidak akan pernah berhasil digoda oleh syaitan. Allah berfirman dalam QS. Shaad (38): 82-83: "Iblis menjawab: Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka ". Orang-orang seperti ini mencintai Allah di atas segalanya. Allah berfirman dalam QS. 2:165: "Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingantandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang beriman amat sangat cintanya kepada Allah...". Ibnu Taimiyah berkata bahwa 'Tidak ada kesenangan dan kenikmatan yang sempurna bagi hati, kecuali dalam kecintaan kepada Allah dan bertaqarrub kepada-Nya dengan mengerjakan apa-apa yang dicintai-Nya. Kecintaan tidak akan terjadi kecuali dengan berpaling dari kecintaan kepada selain-Nya. Inilah hakekat Laa Ilaha Illallah. Inilah jalan Ibrahim dan semua nabi serta rasul'. Adapun syahadah kedua yaitu syahadah risalah, yaitu pengakuan 'persona grata' (orang yang dipercaya) terhadap Rasulullah sebagai duta Allah bagi alam semesta dan kesiapan menjadikan sebagai
  25. 25. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 'examplia gratia' (contoh/uswah) dalam setiap aspek kehidupan (QS. 21:107, 33:21, 68:4). Jika seorang muslim mengakui Nabi SAW sebagai 'persona grata' dan siap menjadikannya sebagai 'exmplia gratia', maka barulah dikatakan ia berwala' (loyal) kepada Rasulullah SAW. Berwala' kepada nabi berarti harus senantiasa ittiba' (mengikuti) beliau dalam setiap aspek kehidupan. Karena Ittiba'ur Rasul merupakan bukti kecintaan dan ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Firman Allah: "Katakanlah: 'Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu'. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"(QS. Ali Imran: 31,32). Risalah mengandung mengandung pengertian sesuatu yang diwahyukan Allah SWT berupa prinsip hidup, moral, ibadah, aqidah untuk mengatur kehidupan manusia agar terwujud kebahagiaan di dunia dan akhirat. Urgensi (kepentingan) manusia terhadap risalah sangat jelas. Tanpa risalah manusia tidak mungkin mengenal Allah, sifat-sifat-Nya serta tata cara beribadah kepada-Nya; manusia tidak akan mengetahui adanya alam ghaib seperti alam barzakh, alam mahsyar, surga dan neraka. Tanpa risalah manusia tidak menyetahui tujuan penciptaan-Nya dan tidak bisa menentukan undang-undang sistem hidup yang menjamin terealisirnya keadilan dan persamaan hak. Jalan satu-satunya untuk mengetahui petunjuk Allah ini adalah lewat risalah-Nya yang diinterprestasikan oleh Rasul-Nya. Dengan demikian syahadat risalah juga mengandung pengertian ; (1) membenarkan setiap apa yang beliau khabarkan (QS. 53:3-4), (2) menaati apa yang diperintahkan (QS. 4:59), (3) menjauhi apa yang beliau larang (QS. 59:7) dan (4) beribadah menurut syari'atnya. Kewajiban seorang muslim terhadap Rasulullah SAW adalah beriman kepadanya, taat/mengikutinya dan mencintainya. Allah telah memberikan khabar tentang kerugian besar dan penyesalan yang mendalam bagi seseorangyang mengetahui ajaran Nabi SAW kemudian tidak taat dan tidak mengikutinya. Firman Allah: "Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya seraya berkata:'Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul"(QS. 25-27). Barang siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, Allah akan menyediakan baginya surga (QS. 4:13).
  26. 26. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako Seorang muslim wajib mencintai Nabi Muhammad SAW melebihi cintanya kepada segala sesuatu. Sabda beliau SAW: "Tidak beriman seseorang (dengan sempurna) di antara kalian kecuali aku lebih dicintai dari dirinya sendiri, orang tua dan seluruh manusia"(Al Hadist). Syahadah uluhiyah dan risalah adalah suatu kesatuan (unity) yang tak dapat dipisahkan. Seorang muslim tidak dapt menerima hanya satu saja dari kedua syahadah itu. Jika seseorang hanya menerima syahadah uluhiyah saja berarti dia menjadi ingkar sunnah. Bila sesseorang hanya menerima syahadah risalah saja, berarti dia menjadi seorang Mohammedian. Keduanya tidak diperbolehkan dan bukan bagian dari ummat Islam. D. DISKUSI Benarkah manusia memang membutuhkan risalah ilahi. Bukankah Allah telah memberikan akal kepada manusia untuk berfikir? Apakah akal saja cukup untuk membuat suatu perangkat sistem hidup? Faktorfaktor apa yang tidak dimiliki oleh manusia sehingga ia tidak dapat membuat 'risalah' bagi dirinya sendiri? REFERENSI Paket BP Nurul Fikri , Syahadahmu Syahadahku Muh. Bin Sid bin Salim Al-Qahthany, Loyalitas Muslim Terhadap Islam Muh. Said Al-Qaathani, Muh. Bin Abd. Wahhab, Muh. Qutb, Memurnikan Laa Ilaaha Illallah Koleksi Bahan Tarbiyah Islamic Network (Isnet, 1996) Aqidah Seorang Muslim, Al Umma
  27. 27. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 5. MA’RIFATUL ISLAM A. TUJUAN Peserta mengetahui pengertian diin menurut Al-Qur'an Mengetahui perbedaan dienullah dan dien ghoiru dienullah Mengetahui kesempurnaan ajaran Islam sehingga berusaha mengamalkan dan mempelajarinya. B. METODE PENDEKATAN Ceramah dan diskusi C. RINCIAN BAHASAN Ad-dien menurut Al-Qur’an Dienullah, DienuI Islam [48:28, 61:9] Dienullah dibawa oleh semua Rosul dan nabi untuk keselamatan manusia. Disebut juga dengan dienul haq (dienus samaawi). Dienul ghoiru dienullah, bukan dari Allah. Jumlahnya lebih dari satu (QS. 48;28) hasil rekayasa pikiran manusia, biasa disebut agama budaya (dienul ardli). Ciri-ciri dienullah/dienus-Samaawi Bukan tumbuh dari masyarakat, tapi diturunkan untuk masyarakat. Disampaikan oleh manusia pilihan Allah (utusan-Nya), utusan itu hanya menyampaikan bukan menciptakan. Memiliki kitab suci yang bersih dari campur tangan manusia. Konsep tentang Tuhannya adalah Tauhid. Pokok-pokok ajarannya tidak pernah berubah dengan perubahan masyarakat penganutnya. Kebenarannya universal dan sesuai dengan fitrah manusia. Ciri-ciri dienul ardli : Tumbuh dalam masyarakat. Tidak disampaikan oleh Rosul Allah. Umumnya tidak memilki kitab suci, walaupun ada sudah mengalami perubahan-perubahan dalam perjalanan sejarah. Konsep Tuhannya dinamisme, animisme, politheisme, dll. Ajarannya dapat berubah-ubah sesuai dengan perubahan
  28. 28. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako masyarakat penganutnya . Kebenaran ajarannya tidak universal, yaitu tidak berlaku bagi segenap manusia, masa dan keadaan. Pengertian Islam secara Ethimologi/ Bahasa : Tunduk patuh, berserah diri (al-istislaam) [3:83]. Damai (as-silm) . Bersih (as-saliim) Aturan Illahi yang diberikan kepada manusia yang berakal sehat untuk kebahagiaan hidup mereka di dunia dan akhirat.. Ajaran lslam: a. Sesuai fitrah manusia QS. 30;10 Kepentingan seluruh manusia QS 34;28 b. Rahmat seluruh alam QS 21;107 c. Untuk meningkatkan kualitas hidup manusia QS. 2;179 d. Sangat sempurna QS. 5:3 REFERENSI Diktat agama IPB, Uts. Didin Hafidhuddin
  29. 29. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 6. EKSISTENSI ALLAH A. TUJUAN Menambah keimanan peserta kerada Allah Peserta meyakini bahwa Allah itu eksis/ada Peserta mengetahui buku utau dalil-dalil lentang eksistensi Allah Peserta memahami cara mengenal Allah B. METODE PENDEKATAN Games, Ceramah, dan diskusi C. RINCIAN BAHASAN Bukti eksistensi Allah 1. Dalil fitrah Q.S 10:22 Perasaan alami yang tajam dari manusia bahwa ada Zat yang maujud, yang tidak terbatas dan tidak berkesudahan, yang mengawasi segala sesuatu, mengurus dan mengatur segala, yang ada di alam semesta, yang diharapkan kasih sayang-Nya dan ditakuti kemurkaan-Nya. 2. Dalil akal QS 5:20-21 Dengan tafakkur dan renungan terhadap alam semesta yang menurunkan manifestasi dari eksistensi-Nya. Orang yang memikirkan dan merenungkan alam semesta akan menemukan, empat unsur ialah semesta: Ciptaan-Nya. QS 96:1-2; QS 36:36 Bahwa tiada yang dapat mencipta alam ini kecuali Allah, yang Maha Tinggi dan Maha Hidup. Kesempurnaan. QS 67:3; 32:7 Alam ini diciptakan dalam kondisi yang sangat sempurna tanpa cacat. Perbandingan ukuran yang tepat dan akurat. QS 25:2. Alam ini diciptakan dengan perbandingan ukuran, susunan, timbangan, dan perhitungan yang tepat dan sangat akurat. Hidayah (tuntunan dan bimbingan). QS 20:49-50. Alam ini menunjukkan dan menuntun manusia bahwa Allah, Sang Pencipta Alam semesta, benar-benar ada. Allah memberikan hidayah (tuntunan dan petunjuk) kepada makhluk-
  30. 30. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako Nyau untuk dapat menjalankan hidupnya dengan mudah, sesuai dengan karakteristik dirinya masing-masing. Kepada manusia sering disebut dengan ilham, kepada hewan sering disebut insting. 3. Dalil akhlaq Secara fitrah manusia memiliki moral (akhlaq). Dengan adanya moral (akhlaq) inilah, ia secara naluriah mau tunduk dan menerima kebenaran agar hidupnya lurus dan urusannya berjalan teratur dan baik. Zat yang dapat menanamkan akhlaq dalam jiwa manusia adalah Allah, sumber dnri segala sumber kebaikan, cinta dan keindahan. Keberadaan 'moral' yang mendominasi jiwa manusia merupakan bukti eksistensi Allah. QS. 91:7-8 4. Dalil Wahyu Para rasul diutus ke berbagai umat yang berbeda puda zaman yang berbeda. Semua rasul menjalankan misi dari langit dengan perantaraan wahyu. Dengan membawa bukti yang nyata (Kitab/wahyu & mukjizat) mengajak umatnya agar beriman kepada Allah, mengesakan-Nya dan menjalin hubungan baik dengan-Nya, serta mengingatkan akan akibat buruk syirik/berpaling dari-Nya (QS 6:91). Siapa yang mengutus mereka dengan tugas yang persis sama? Siapa yang memberikan kekuatan, mendukung dan mempersenjatai mereka dengan mu'jizat? Tentu suatu Zat yang eksis (maujud), Yang Maha Kuat & Perkasa, yaitu Allah. Keberadaan para rasul ini merupakan bukti eksistensi Allah. 5. Dalil sejarah Semua umat manusia di berbagai budaya, suku, bangsa dan zaman, percaya akan adanya Tuhan yang patut disembah dan diagungkun. Semuanya telah mengenal iman kepada Allah, menurut cara masing-masing. Konsensus sejarah ini merupakan bukti yang memperkuat eksistensi Allah. (QS 47:10; perkataan ahli sejarah Yunani kuno bemama Plutarch) Cara mengenal Allah Jalan yang ditempuh oleh ajaran selain Islam: Hanya mengandalkan panca Indra dan sedikit akal sehingga timbul prakira-prakira yang membentuk filsafat -filsafat atau pemikiran tentang ketuhanan. Filsafat dan pemikiran tersebut justru mendatangkan kegoncangan
  31. 31. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako dan kebingungan dalam jiwa. Sehingga hanya menanamkan keraguan dan kesangsian terhadap keberadaa Allah. (QS 34:51-54 ; 2:147 ; 22:11 ;10:94). Jalan yang ditempuh oleh orang-orang kafir tersebut melanggar fitrah mereka. Sebab mencoba mengenal Allah dengan menggunakan panca indra saja. Padahal panca indra hanya bisa mendeteksi sesuatu yang dapat diraba, diukur, disentuh. Sebaiknya, untuk mengenal sesuatu selain Allah mereka menggunakan panca indera dan akal. Jalan yang ditempuh orang-orang kafir tersebut pada akhimya tidak pemah membawa mereka sampai mengenal siapa Sang Pencipta. Sebaiknya yang mereka dapatkan adalah ketidaktahuan akan Allah Yang Maha Mencipta. Jalan yang ditempuh Islam: Orang-orang lslam mengenal Allah dengan menggunakan keimanan dan dilengkapi akal. Kedua rotensi tersebut dioptimalkan dengan dalam proses tafakkur dan tadabbur. Tafakkur berarti memikirkan ciptaan atau tanda-tanda kebesaran Allah (ayat Kauniyah). Tadabbur berarti merenungkan ayat ayat Allah yang tertulis dalam Al-Qur’an (ayat Qauliyah). Sehingga timbul keyakinan di dalam hati tentang kcberadaan dan kekuasaan Allah (QS 3:190-191; 12:105; 10:101). Jalan yang ditempuh oleh orang mu’min bersandarkan kepada fitrahnya sebagai manusia, yaitu mengoptimalkan akal, pemikiran, ilmu serta hatinya untuk mengenal Allah lewat tanda-tanda kebesaran-Nya (ayat-ayat-Nya) bukan zat-Nya. Baik tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di alam, mu’jijat serta dalam Al-Qur’an. Lewat jalan ini, manusia akan mengenal Allah. D. GAMES Langkah- langkah 1. Mentor meminta tiga siswa menggambar sesuatu di papan tulis. 2. Mentor membuka diskusi dengan mengajukan pertanyaan sebab akibat keberadaan gambar di papan tulis. Misalkan: "Mengapa gambar tersebut ada di papan tulis?" (Karena ada yang menggambar! ) . "Jika tadi tak ada yang menggambar, apakah gambar tersebut akan ada? (Tidak!) . "Kalau begitu, segala sesuatu ada karena ada yang mengadakan.
  32. 32. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako Gambar itu ada karena ada yang menggambar. Kita ada karena ada yang menciptakan. Alam semesta ini ada karena ada yang mengadakan. Siapa yang menciptakan kita?" (Allah!) . "Berarti Sang Pencipta itu memang ada!!" REFERENSI Materi Mentoring tanun 94/'95. DR. Yusuf Qordhowi; Wujudullah. Sa’id Hawwa; Allah Jalla Jalaluhu.
  33. 33. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 7. MA’RIFATUL AL-QUR’AN A. TUJUAN Peserta mengetahui definisi Al-Qur’an secara bahasa dan istilah. Peserta mengetahui nama-nama dan karakteristik Al-Qur’an. Peserta memahami fungsi Al-Qur’an dan akhak terhadapnya. Peserta termotivasi untuk membaca, mempelajari dan mengamalkan Al-Qur'an. B. METODE PENDEKATAN Ceramah dan diskusi C. RINCIAN BAHASAN Definisi AL-Qur’an Secara bahasa berarti "bacaan”. Secara istilah berarti "Kalam Allah SWT yang merupakan mu'jizat yang diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW dan membacanya merupakan ibadah" Nama-nama Al-Qur’an Al-Qur’an/ Bacaan [17:9] . Al-Kitab/ Buku [21:10]. Al-Furqon/ Pembeda [25:1] Adz-Dzikr/ Pengingat [15:9]. An-Nur/ Cahaya [4:174] Karakteristik AL-Qur' an Diturunkan bukan untuk menyusahkan manusia [ 20:2]. Bacaan yang teramat mulia dan terpelihara [56: 77-78] . Tidak seorang pun yang dapat menandingi keindahan dan keagungan Al-Qur’an [2:23, 17:88] . Tersusun secara terperinci dan rapi [11:1] . Mudah difahami dan diambil pelajaran [54: 17, 34, dst] Fungsi Al-Qur’an Pengganti kedudukan kitab diturunkan Allah SWT suci sebelumnya yang pernah
  34. 34. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako Tuntunan serta hukum untuk menempuh kehidupan Menjelaskan masalah-masalah yang pernah diperselisihkan oleh umat terdahulu Sebagai mukjizat Rasulullah SAW AkhIak Terpuji Terhadap Al-Qur’an Membaca ta'awudz sebelum membaca Al-Qur’an [16:98] . Membaca Al-Qur’an secara tartil perlahan-lahan [73:4] . Lapang dada menerima Al-Qur’an [7:2] Mendengarkan baik-baik pembacaan Al-Qur’an [7:204] . Bergetar hatinya dan bertambah imannya [8:2-4] Akhlak tercela terhadap Al-Qur’an . Menyombongkan diri dan berpaling [31:7] . Menertawakan peringatan ini [53:59-62] . Tidak memperahatikan Al-Qur’an [47:24] Keunggulan Al-Qur’an . Al-Qur’an adalah mukjizat yang abadi [4:74]. Allah menghendaki agar Al-Qur’an berlaku umum (mencakup permasalahan) dan bersifat universal. Maka, disusun dan dikumpulkan Al-Qur’an itu dengan sistematika yang memperlihatkan universalitas dan kekekalannya dan dijauhkan dari susunan yang bersifat temporer, yang hanya memperlihatkan urgensi pada suatu masa saja, yaitu ketika turunnya. Keunggulan Al-Qur’an secara ilmiah Pemikiran modern dalam berbagai bidang disiplin ilmu dewasa ini telah menetapkan bahwa Al-Qur’an merupakan kitab ilmiah yang menghimpun segala disiplin ilmu dan filsafat. Ilmu itu datang dari Allah SWT, sebagai tanda kemuliaanNya dan ketinggian ilmu-Nya [96:1-5]. Jaminan kemurnian Al-Qur’an. Allah sendiri yang menjamin kemurnian Al-Qur’an [6:115, 15:9] . Al-Qur’an bersifat umum dan universal. Umum: Mencakup seluruh bidang/permasalahan manusia [6:38]. Universal: Berlaku selamanya dan untuk seluruh kaum [25:1]. REFERENSI
  35. 35. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako Paket BP NF 'Keunggulan Al-Qur’an’ Ibnu Qoyim, Mahabatullah, (Bab I) Manna Khalil al-Qattan, Studi Ilmu-ilmu Quran , hal 18
  36. 36. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 8. MA’RIFATUL RASUL A. TUJUAN Peserta memahami makna risalah dan rasul Peserta memahami kewajiban beriman kepada rasul Peserta mengetahui tugas para rasul Peserta mengetahui sifat-sifat rasul B. METODE PENDEKATAN Games, Ceramah dan diskusi C. RINCIAN BAHASAN Makna Risalah dan Rasul Risalah: Sesuatu yang diwahyukan A11ah SWT berupa prinsip hidup, moral, ibadah, aqidah untuk mengatur kehidupan manusia agar terwujud kebahagiaan di dunia dan akhirat. Rasul: Seorang laki-laki (21:7) yang diberi wahyu oleh Allah SWT yang berkewajiban untuk melaksanakannya dan diperintahkan untuk menyampaikannya kepada manusia. Pentingnya iman kepada Rasul Iman kepada para rasul adalah salah satu Rukun Iman. Seseorang tidak dianggap muslim dan mukmin kecuali ia beriman bahwa Allah mengutus para rasul yang menginterprestasikan hakekat yang sebenarnya dari agama Islam, yaitu Tauhidullah . Juga tidak dianggap beriman atau muslim kecuali ia beriman kepada seluruh rasul, dan tidak membedakan antara satu dengan yang lainnya. (Al-Asyqor:56) Tugas para rasul 1. Menyampaikan (tablig) [5:67, 33:39]. Yang disampaikan berupa: Ma'rifatullah [6:102] (Mengenal hakikat Allah) . Tauhidullah [21:25] [Mengesakan Allah] . Basyir wa nadzir [6:48] (Memberi kabar gembira dan peringatan) 2. Mendidik dan Membimbing [62:2]
  37. 37. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako Sifat-sifat para rosul 1. Mereka adalah manusia (17:93-94,8:110] 2. Ma'shum [terjaga dari kesalahan] [3:161, 53:1-4] 3. Sebagai suri teladan [33:2l, 6:89-90] D. GAMES 1. Judul “Games Ilmu” 2. Skema/Gambar/Contoh: 3. Media & Bahan : a. 1 naskah pembahasan b. Serangkaian petunjuk c. 3 lembar kertas bujur sangkar per orang atau kelompok d. 1 buah gunting atau cutter 4. Langkah-langkah. Instruksi: Peserta diminta membuat sejumlah lubang (minimal 6) yang berjarak sama antara satu lubang dengan lainnya, juga jarak setiap lubang dari titik pusatnya. Tahap 1 Mentor memberikan instruksi tanpa memberikan keterangan tambahan. Tahap2 Mentor memberikan instruksi dan memberikan keterangan tambahan secara lisan sebagai berikut: a. Lipat kertas 2 X, sehingga membentuk bujur sangkar b. Lipat bagian kertas yang ujungnya bersatu sehingga menutupi 2/3 bagiannya. c. Lipat juga 1/3 bagian sisanya d. Lipat lagi kertas dengan bagian yang sama sampai saling menutupi e. Lubangi bagian yang ujungnya bersatu menggunakan gunting
  38. 38. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako atau cutter f. Lipat, apakah didapatkan lubang-lubang sesuai instruksi Tahap 3 Mentor memberikan instruksi sambil mencontohkan setiap langkah secara terperinci. Sehingga didapatkan hasil sesuai instruksi. 5. Hikmah: 1. Pentingnya rasul sebagai penyampai dan penjelas risalah Islam sekaligus mencontohkan bagaimana Islam diterapkan dalam hidup keseharian. 2. Rasul sebagai utusan Allah harus kita kenal dan kita taati agar segala aspek kehidupan kita menjadi ibadah. REFERENSI Kelompok Studi Al-Ummah, Aqidah Seorang Muslim, hal. 60-71 Al-Asyqor, Dr. Limar Sulaiman, Para Rasul dan Risalahnya, Pustaka Mantiq
  39. 39. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 9. MA'IYYATULLAH A. TUJUAN Peserta memahami pengertian ma’iyyatullah Peserta mengetahui pembagian ma’iyyatullah beserta buktibuktinya Peserta termotivasi untuk menimbulkan kebersamaannya dengan Allah. B. METODE Ceramah dan Diskusi C. RINCIAN BAHASAN Pengertian Ma’iyyatullah berarti kebersamaan Allah. Allah selalu bersama dan mengawasi makhlukNya. Ma’iyyatullah terbagi atas 2 macam: 1. Ma’iyyatullah Umum Yaitu kebersamaan Allah yang meliputi seluruh makhlukNya, baik manusia, binatang, maupun tumbuh-tumbuhan, muslim maupun kafir. Kebersamaan Allah serta umum itu dapat dibuktikan dengan adanya: a. Fenomena Petunjuk Seluruh makh1uk ciptaan Allah, dari atom yang terkecil sampai benda yana paling besar, manusia, hewan, tumbuh-tumbuhnn, semua mendapat petunjuk dari Allah dalam menjalani hidupnya. Allah selalu bersama makhlukNya, ketika memberi pelunjuk poda bayi untuk menyusu padu ibunya, kepada anak ayam untuk mematuk ketika akan keluar dari telurnya, ketika ayam betina membolak-balikkan telur yang sedang dieraminya, juga ketika Allah memberi petunjuk akar tumbuhan untuk menyerap sari makanan dari dalam tanah. b. Fenomena Pengabulan Do'a Seluruh manusia, baik beriman muupun kafir, pernah mengalami langsung fenomena ini. Ketika seseorang mengalami kondisi kritis daldam fase kehidupannya, yaitu ketika ia menerima musibah yang membuat hatinya hancur, putus harapan, dengan serta merta ia memohon kepada Allah dengan penuh harap dan
  40. 40. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako cemas mengharapkan pertolonganNya, ketika itu pula Allah mengabulkan doanya dan tiba-tiba musibah itu hilang [10:12; 17:67; 6:47]. Fenomena ini merupakan bukti kebersamaan Allah dengan manusia pada umumnya. Mrupakan sunnatullah bahwa Dia harus mengabulkan do’a orang yang terjepit, jika Dia berkehendak, walaupun orang tersebut orang kafir selama ia selalu berdoa kepadaNya [27:62 ; 6:63-64]. 2. Mu'iyyatullah Khusus Artinya kebersamaan Allah yang ditujukan khusus untuk orangorang yang beriman. Kebersamaan Allah dengan orang-orang yang beriman adalah berupa: a. Penjagaan dan pemeliharaan Allah Berkata Abu Abbas Abdullah bin Abbas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: Jagalah Allah, niscaya Ia akan menjagamu. “Jagalah Allah, niscaya engkau mendapatkanNya di hadapanmu. Bila engkau meminta, mintalah kepada Allah. Dan bila engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah” (HR. Turmudzi). b. Pertolongan dan kemenangan dari Allah Salah satu bentuk kebersamaan Allah terhadap kaum mukmin ialah berupa dukunganNya dalam bentuk pertolongan [47:7] dan pemecahan janjiNya [2:40]. Hakikat pertolongan dan kemenagan itu sendiri ialah: a) Hanya datang dari sisi Allah Orang yang dimenangkan Allah tidak mungkin bisa dikalahkan oleh siapapun dan kapanpun, meskipun seluruh isi bumi bersatu padu untuk mengalahkannya. Begitu pula sebaliknya [3:160 ; 8:9-10] b) Allah hanya menolong orang yang menolongNya Siapa yang menolong diinNya maka barulah Allah akan menolongNya [47:7 ; 22:40]. c) Pertolongan Allah dapat berupa kehancuran bagi orang-orang kafir, sebagaimana kehancuran kaum pendusta para nabi dan rasul. d) Kekalahan merupakan pertolongan yang sebenarnya Yang kita anggap sebagai kekalahan pada hakikatnya merupakan pertolongan yang sebenarnya. Kekalahan tersebut dapat berupa terbunuh, dipenjara, dipenjara atau dianiaya. Bukankah dengan terbunuhnya seorang mukmin dapat dikatakan bahwa ia teluh
  41. 41. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako memperoleh syahadah di jalan Allah, seperti yang dicita-citakannya [3:169 ; 36:26-27, 9:52]. e) Kemenangan kaum mukmin tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Waktunya terbentang sejak dunua sampai akhirat, dan tempatnyapun terbentang di seluruh bumi Allah. Jika seorang mendeita di suatu tempat, di tempat lain dia akan memperoleh kemenangan seperti yang dialami oleh Rosulullah SAW beserta para sahabatnya (memperoleh kemenangan ketika hijrah ke madinah). Karakterisitik orang-orang beriman yang akan mendapatkan pertolongan Allah adalah: 1. Menjaga perintah, batasan dan hak-hak Allah (HR Turmudzi). 2. Kembali Islam yang murni seperti ketika Rosulullah SAW memelihara kemurnian Islam. 3. Selalu bcrdakwah dan berjihad [29:69 ; 49:15]. 4. Berbuat ihsan [16:28]. 5. Tabah dan sabar dalam menghadapi cobaan dan meyakini datangnya pertolongan Allah [2:153]. REFERENSI Aqidah Seorang Muslim, AL-Ummah Al-Umr, Hakikat Pertolongan dan Kemenangan, GIP Dr. Yusuf Qordhowi, Generasi Mendatang Generasi Yang Menang, GIP Sa'id Hawwa, Allah, Pustaka Mantiq Majalah Ishlah, No. 56/Th IV 1996, hal. 32
  42. 42. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 10. AKHLAK RASULULLAH A. TUJUAN Peserta tumbuh kesadarannya untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW Peserta mengetahui contoh akhlak yang mulia dan termotivasi untuk melakukannya. Peserta mengetahui contoh akhlak tercela dan termotivasi untuk menjauhinya B. METODE PENDEKATAN Ceramah dan Diskusi C. RINCIAN BAHASAN Misi utama diutusnya Rasul ke dunia ialah untuk menyempurnakan akhlak manusia "Sesungguhnya Aku diutus untuk menyempurnakan keluhuran akhlak” (Hadist). Akhlak Rasulullah mencakup segala sisi kehidupan, yaitu sebagai sunnah, sebagai kepala pemerintahan, sebagai pemimpin tertinggi pasukan Islam Juga mencakup sifat yang bisa meliputi sagala sisi kehidupan (zuhud, sabar, penyayang, dll.) Akhlak Rasulullah secara Umum 1. Akhlak Qur’ani Ditanyakan kepada Aisyah ra tentang akhlak Rasulullah SAW maka jawabnya “Akhlaknya Qur'ani” (AL-Hadist). Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an. Karena itu, untuk memperoleh gambaran utuh akhlak beliau kita perlu memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah atau seggala sesuatu yang ada kaitannya dengan pola kehidupan Rasulullah 2. Akhlak manusia terbaik Dikatakann oleh Anas ra, bahwa Rasulullah adalah manusia yang tcrbaik akhlaknya Contoh akhlak-akhlak mulia yang diperintahkan Nabi SAW 1. Jujur Hadits Rasul “Sesungguhnya kejujuran itu akan mengantarkan kepada kebajikan, dan sesuhgguhnya kebajikan itu akan
  43. 43. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 2. 3. 4. 5. mengantarkan ke surga. Dan seseorang senantiasa berkata benar dan jujur hingga tercatat di sisi Allah sebagai orang yang benarr dan jujur. Dan sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan, yang akhirnya akan mengantarkan ke dalam neraka. Dan seseorang sentiasa berdusta hingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta” (HR Bukhari Muslim) Dermawan (QS. 2: 261) “Tidaklah seorang hamba berada pada suatu pagi kecuali dua malaikat turun menemaninya. Satu malaikatt berkata: Ya Allah, berilah karuniaMu, sebagai ganti apa yang ia infakkan. Malaikat lainnya berkata: Ya, Allah, berilah ia kebinasaan karena telah mempertahankan hartanya yang tidak dinafkahkannya”. [HR Muttafaq’alaih]. Malu Adalah Rasulullah SAW sangat tinggi rasa malunya, lebih pemalu dari gadis pingitan. Apabila Beliau tidak menyenangi sesuatu, kami dapat mengeetahuinya pada wajah Beliau. [HR Muslim], “Iman itu mempunyai 71 atau 81 cabang, dan yang paling utamanya adalah mengucapkan Laa ilaaha ilallah dan serendah-rendahnya adalah menyingkirkan duri (gangguan dari jalan). Dan sifat pemalu merupakan satu bagian dari iman” [HR Muttafaq’alaih). Tambahan: Lihat Ar-Rasul hal 197-199. Menepati janji (QS. 5:1, 17:34). Tambahan: Lihat Ar-Rasul, hal. 56-60 Menutupi aib (QS. 24:19) Contoh akhlak-akhlak tercela yang diperingatkan Rasulullah Saw: 1. Marah 2. QS. 3:133-134, Dari Abi Hurairah ra, bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi SAW: “Wasiatilah aku.” Sabda Nabi: "Janganlah engkau mudah marah. Maka dikurangi beberapa kali. Sabdanya: Janganlah engkau mudah marah.” [HR. Bukhari-Muslim] Hadits Arbain ke-16 3. Ghibah dan Namimah (49:12) 4. Riya (2:264) 5. Sombong (17:37) 6. Zalim 7. “Hai hamba-hambaKu, sesungguhnya aku telah mengharamkan kezaliman (berbuat zalim) pada diriKu, dan Aku jadikan sebagai perbuatan haram bagi kalian , maka dari itu janganlah kalian
  44. 44. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako berbuat zalim.” [HR. Muslim] REFERENSI Abbas, S. Ziyad (ed.), Pilihan Hadits Politik, Ekonomi dan Sosial, Jakarta: Pustaka Panjimas Hasyimi, Dr.Muhammad Ali, Apakah Anda Berkepribadian Muslim?, Jakarta: GIP Hawwa, Sa'id, Ar-Rasul Muhammad SAW hal. 177-199, Solo: Pustaka Mantiq Yakan, Muna Haddad, Hati-hati terhadap Media yang Merusak Anak, Jakarta: GIP. Isnet, “Urgensi Akhlak I”.
  45. 45. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 11. GHAZWL FIKRI A. TUJUAN Peserta memahami makna dan hakikat Ghozwul fikri Peserta memahami sarana, metode dan hasil-hasil dari Ghozwul Fikri B. METODE PENDEKATAN Games, Ceramah dan diskusi C. RINCIAN BAHASAN Pengertian Ghozwul fikri Secara bahasa Ghozwul Fikri terdiri dari dua kata; ghozwah dan Fikr. Ghozwah berarti serangan, serbuan atau invasi. Fikr berarti pemikiran. Serangan atau serbuan di sini berbeda dengan serangan dan serbuan dalam qital (perang). Serangan / Serbuan Qital  Saling mengetahui, siapa lawannya   Banyak korban jiwa   Membutuhkan dana  yang besar  Hasilnya belum  tentu berhasil  Efeknya terbatas  Ghozwah Sepihak, yang lain tidak menyadari kalau diserang Relatif tidak ada Relatif membutuhkan dan yang sedikit Hasilnya nyata terlihat & berhasil Efeknya dalam dan luas Secara Istilah Penyerangan dengan berbagai cara terhadap pemikiran umat Islam guna merubah apa yang ada di dalanmya sehingga tidak lagi bisa mengeluarkan darinya hal-hal yang benar karena telah tercampur aduk dengan hal-hal tak islami.
  46. 46. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako Sasaran GF 1. Menjauhkan umat Islam dari Dien (agama)-nya. QS. 17:73 ; QS. 5:49 2. Berusaha memasukkan yang sudah kosong Islamnya ke dalam agama kafir. QS. 2;217, QS. 2;120 3. Memadamkan cahaya (agama) Allah. QS. 61;8, QS. 9;32 Metode GF 1. Membatasi supaya Islam tidak tersebar luas. Tasykik (pendangkalan/peragu-raguan) Gerakan yang berupaya menciptakan keragu-raguan dan pendangkalan kaum muslimin terhadap agamanya. Tasywih (Pencemaran/pelecehan) Upaya orang kafir untuk menghilangkan kebanggaan kaum muslimin terhadap Islam dengan menggambarkan Islam secara buruk. Tadhlil (penyesatan) Upaya orana kafir menyesatkan umat mulai dari cara yang halus sampai cara yang kasar. Taghrib (pembaratan/westernisasi) Gcrakan yang sasarannya untuk mengeliminasi Islam, mendorong kaum muslimin agar mau menerima seluruh pemikiran dan perilaku barat. 2. Menyerang Islam dari dalam Penyebaran faham sekuralisme Berusaha memisahkan antara agama dengan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Penyebaran faham nasionalisme Nasionalisme mmbunuh ruh ukhuwah Islamiyah yang merupakan azas kekuatan umat Islam. (Hadits 1) . Pengrusakan akhlak umat lslam terutama para pemudanya. Sarana GF Mass Media : cetak dan elektronika Hasil GF 1. Umat Islam menyimpang dari Al-Qur’an dan As-Sunnah QS 25:30 2. Minder dan rendah diri QS 3:139
  47. 47. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 3. Ikut-ikutan QS 17:36 4. Terpecah-belah QS 30:32 Catatan Hadist 1: “Bukan dari golonganku orang yang mengajak pada ashobiyah dan bukan golonganku orang yang berperang atas dasar ashobiyah dan bukan dari golonganku orang yang mati karena ashobiyah” D. GAMES Games 1 Membedakan dua benda yang amat berlainan (Misalnya kapur dan tissue) Langkah 1 Para mad'u harus menyebutkan dengan cepat setiap benda yang diangkat oleh Mentor (dilakukan beberapa kali). Langkah 2 Sekarang benda ditukar namanya. Jika kapur diangkat, peserta harus menyebutnya sebagai tissue, begitu pula sebaliknya. Pada awalnya peserta akan mengalami kesulitan karena belum terbiasa. Tapi lama kelamaan akan terbiasa. Hikmah Itulah Gozwul fikri. Pada awalnya nilai-nilai keislaman itu sudah jelas dan pasti. Tetapi musuh Islam berusaha menghilangkan nilai keislaman dari umat Islam secara perlahan-lahan. Maka disodorkanlah pada muslimin nilai yang tidak Islami. Mulanya umat Islam tidak menerimanya (tidak terasa) tapi lama kelamaan karena usaha mereka yang terus-menerus ditambah umat Islam yang malas mengkaji AlQur’an dan Sunnah, maka umat Islam akan larut dan tenggelam dengan nilai-nilai non Islam tersebut, bahkan nilai-nilai yang menyimpang dengan Islam sudah danggap biasa. Dan sebaiknya ketika disodorkan nilai-nilai Islam mereka tidak mau menerima Islam dan menjauh, seperti yang terjadi sekarang ini. Games 2 Al-Qur’an ditengah karpet. Langkah 1 Al-Qur’an diletakkan di tengah-tengah karpet yang lebar. Peserta diperintahkan untuk mengambil Al-Qur’an tadi tanpa menyentuh
  48. 48. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako karpet (Sulit/tidak bisa). Langkah 2 Peserta diberitahu cara untuk mencapai Al-Qur'an tanpa harus menginjak karpet, yaitu dengan cara menggulung karpet sampai tengah dan dapat mengambil Al-Qur'an. Hikmah Usaha musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Islam tidak lagi dengan 'menginjak-injak' kaum muslimin melainkan dengan mengambil jiwa Al-Qur’an dalam jiwa mereka dengan cara perlahan-lahan dan membuai serta tahap demi tahap tanpa disadari oleh umat Islam. REFERENSI Materi Mentoring tahun 94/95 Daud Rasyid, M.A, AL-Ghazwu Al-Fikri dalam sorotan Islam. Prof. Abdul Rahman H. Habanakah, Metode merusak akhlaq dari Barat, Abu Ridha, Pengantar Memahami AL-Ghazwu Al-Fikri
  49. 49. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 12. PROBLEMATIKA UMAT A. TUJUAN Peserta mengetahui potensi-potensi yang dimiliki umat Islam Peserta mengetahui sebab-sebab kemunduran umat Islam Peserta mengetahui solusi dari problematika umat Islam B. METODE PENDEKATAN Ceramah dan diskusi C. RINCIAN BAHASAN Potensi yang dimiliki umat Islam: Syariah/peraturan (Al-Qur’an). Peraturan yang dimiliki ummat Islam ini sudah lengkap dan menyeluruh. QS. 15:9  tentang kemurnian Al-Qur’an QS. 2:2a  Al-Qur’an adalah petunjuk . Kekayaan alam Kekayaan terbesar hampir sebagian besar (65 %) berada di negerinegeri muslim. Cadangan minyak bumi 65 % berada di negeri muslim. Jumlah umat Islam. Sebagian besar penduduk dunia adalah muslim. Janji Allah untuk memenangkan umat Islam QS. 61:9  Allah memenangkan umat lslam QS. 2:214  Sesungguhnva pertolongan Allah amatlah dekat Sejarah Islam yang penuh dengan kejayaan. Sebab-sebab kemunduran umat Islam: Faktor intemal (dari dalam lubuh umat Islam sendiri) : 1. Jauh dari Al-Qur’an dan sunah Rosul. 2. Mempelajari Islam hanya karena mengikuti. QS.12:1O8 3. Terpecah belah karena adanya perbedaan masa1ah furu. QS. 8:63 Allah yang mempersatukan hati 4. Rendah diri; tidak tsiqoh pada Islam QS. 63:8 kekuatan itu milik Allah, Rosul dan orang-orang mu'min 5. QS. 3:139 orang akan tinggi derajatnya jika beriman 6. Gejala taqlid dengan semua yang datang dari Barat
  50. 50. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 7. Tertinggal dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Faktor ekstemal (dari luar umat Islam) : Adanya Ghazwul Fikri (perang pemikiran dan harakatul Irtidad (gerakan pemurtadan) dari musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Islam dan umatnya.) SoIusi untuk meraih kemenangan: 1. Umat Islam harus menerapkan syariat Islam da1am seluruh aspek kehidupan. 2. Mendidik generasi Islam dengan manhaj pendidikan yang syamil (sempurna) dan mutakamil (menyeluruh). 3. Menyiapkan kekuatan semaksimal mungkin untuk menghadapi musuh. 4. Perjuangan dan pengorbanan. REFERENSI Panduan Aktivis Harokah (hal79), Pustaka Al-Ummah Rencana Penghapusan Islam dan Pembantaian Kaum Muslimin di Abad Modern (hal.48), Nabil bin Abdurrahman
  51. 51. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 13. ISLAM SEBAGAI SISTEM HIDUP A. TUJUAN Peserta memahami karakteristik Islam sebagai diiahl haq. Peserta mengetahui rentingnya memahami Islam menyeluruh. secara B. METODE PENDEKATAN Ceramah dan Diskusi C. RINCIAN BAHASAN Karakter Ajaran Islam Sebagai dien (sistem hidup ) memiliki ciri-ciri: 1. Robbaniyah Ditinjau dari segi bahasa, Robbaniyah berasal dari kata rabbun, yang ditujukan kepada Allah SWT. Sedangkan rabbani ditujukan kepada manusia, yaitu manusia yang tau hubungannya dengan Allah sangat kuat, tahu dan mengamalkan ajaranNya [3:79]. Yang dimaksud dengan robbaniyyah mencakup 2 asfek, robbaniyyah ghoyah dan mashdar. a. Rabbaniyah Ghoyah (tujuan dan sasaran) Maksudnya Islam menjadikan tujuan pertama dan terakhir untnk menyembah Allah semata [51:56] dan untuk mencapai ridhoNya. Tujuan ini pun akhimya merupakan tujuan akhir, puncak cita-cita, usaha dan kerja keras manusia dalam kehidupan [53:42, 84:6].Dampak Rabbaniyah tujuan pada manusia. (1) Mengetahui tujuan dan keberadaan manusia (2) Mendapat petunjuk menuju fitrah (3) Keselamatan diri perpecah dan rergolakan (4) Membebaskan manusia dari penghambaan pada egoisme dan syahwat. b. Robbaniyah Masdar (sumber hukum) Maksudnya manhaj/metode yang telah ditekan oleh Islam untuk mencapai tujuan dan sasaran itu adalah manhaj Rabbani yang murni, yaitu yang bersumber pada wahyu Allah kepada Rasulullah SAW (Al-Qur' an). Manhaj ini tidak lahir sebagai
  52. 52. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako sebuah hasil rekayasa dari ambisi individu, keluarga, golongan, partai atau bangsa tertentu. Tetapi manhaj ini datang dari Allah yang menginginkan agar menjadi petunjuk, penjelas, kabar gembira, obat dan rahmat bagi hamba-hambaNya [4:174, 1O:57]. Adapun Rasulullah Muhammad SAW adalah penyeru pada manhaj dan sebagai penjelas perintahNya yang masih samar bagi manusia [42:52-53]. Dampak Rabbaniyyah mashdar. (1) Terlepas dari pertentangan dan sikap ekstrim [4:82] (2) Terlepas dari keberpihakan dan hawa nafsu (3) Terhormat dan mudah diyakini (4) Terbebas dari penghambaan sesama manusia. 2. Insaniyah (kemanusiaan) Islam yang berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah Rasulnya mencurahkan sebagian besar kepeduliannya pada sisi kemanusiaan. Islam mengakui manusia dengan pengakuan yang menyeluruh. Aspek-aspek manusia seperti jasad, akal dan ruhani diberikan peluang untuk melaksanakan peran, fungsi dan karakteristiknya tanpa harus cenderung rada aspek tertentu saja. Di samping itu ibadah-ibadah yang disyariatkan oleh Islam memiliki dimensi kemanusiaan, misalnya sholat, zakat, dan haji. Kesimplannya Islam adalah din yang sesuai dengan karakter manusia, ditujukan untuk kepentingan dan kesejahteraan manusia sendiri. Buah insaniyah dalam Islam: (1) Persaudaraan manusia (ukhuwah) (2) Persamaan manusia (emansipasi). 3. Syumul (universal) Artinya Islam meliputi semua jaman, kehidupan dan eksistensi manusia. Jangkalian keuniversalan dalam risalah Islam ini diungkapkan Hasan Al-Banna : Islam adalah risalah yang panjang terbentang sehjngga meliput semua abad sepanjang jaman, terhampar luas sehingga meliputi semua cakrawala umat dan begitu mendalam (mendetail) sehingga memuat urusan-urusan dunja dan akhirat. Dan di dalam Risalah Ta'limnya, yang dimaksud dengan Islam universal yaitu: "Islam adalah sebuah sistim yang universal (komprensip, total dan integral). Mencakup berbagai aspek hidup dan kehidupan. Islam adalah negara dan tanah air, pemerintahan dan umat, akhlak dan kekuatan, serta kasih sayang dan keadilan. Islam
  53. 53. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako adalah kebudayaan dan perundang-undangan, ilmu dan hukum, materi dan harta benda, serta usaha dan kekayaan. Dan Islam juga adalah jihad dan dakwah, militer dan ideologi serta aqidah yang murni dan ibadah yang benar sekaligus." a. Risalah semua jaman Islam adalah risalah untuk semua jaman dan generasi, bukan risalah yang terbatas oleh masa atau generasi tertentu. Secara substansi (dasar-dasar akidah dan moralnya), Islam merupakan risalah setiap nabi yang diutus dan misi setiap kitab suci yang diturunkan. Maka semua nabi diutus dengan membawa risalah (misi) Islam, menyerukan tauhid dan menjauhi thaghut [21:25, 16:36, 10:72, 2:128 dan 132]., b. Risalah bagi seluruh alam semesta Islam tidak terbatas pada bangsa maupun status sosial tertentu, yang merupakan petunjuk Robb manusia bagi segenap manusia, rahmat bagi sekalian hambaNya [21:107, 24:1, 38:87]. 4. Al-Wastthiyyah /Tawazun (moderat atau rertengahan) Islam berada dalam keseimbangan di antara dua jalan atau dua arah yang saling bertentangan. Islam memberikan haknya sacara adil terhadap aspek-aspek kehidupan seperti ruhiyyah (spiritulisme), maddiyyah (materialisme), fardiyah (individu), jama’iyyah (kolektif), tsabat (konsisten), dan taghayyur (perubahan), dan tidak berada dalam poros yang ekstrim [55:7-8]. 5. Al-Waqi'iyyah (kontekstual) Allah menjamin Islam sebagai ajaran yang sesuai dengan kondisi manusia di manapun, kapanpun dan bagi segala jenis manusia. Islam senantiasa menjaga dan memelihara realita (aktual) di setiap aspek yang didakwahkan pada manusia, mulai aspek aqidah, ibadah, akhlak dan syari'at. 6. AL-Wudhuh (jelas) Yang dimak:iud adalah jelas dalam hal: a. Dasar-dasar Islam (akidah, moral, syari'at lslam) b. Sumber-sumber hukumnya c. Sasaran dan tujuan Pentingnya memahami lslam secara kaffah. [2:2O8] a. Agar umat Islam tidak terjebak ke dalam propaganda, program serta langkah-langkah syathan. Sebab syaithan adalah musuh yang nyata
  54. 54. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako bagi manusia. b. Ajaran Islam sendiri bersifat universal dan menolak parsialisasi hukum dan ajarannya. Aspek dalam kehidupan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kehidupan tidak akan harmonis apabila Islam dilaksanakan secara parsial. REFERENSI Materi Mentoring Islamic Study 1994-1995. Panduan Aktivis Harokah, Pustaka Al-Ummah, Jakarta. Dr. Yusuf Al-Qaardhawi, Karakteristik Islam: Kajian Analitik, Risalah Gusti.
  55. 55. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako MATERI-MATERI PILIHAN MENTORING MPM AL-IQRA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS TADULAKO
  56. 56. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 1. TAWAZUN A. TUJUAN Peserta memahami makna dan hakikat tawazun Peserta mengetahui potensi-potensi yang ada pada diri manusia dan kebutuhan-kebutu-hannya Peserta mengetahui contoh-contoh manusia yang tidak tawazun B. METODE PENDEKATAN Ceramah dan Diskusi C. RINCIAN BAHASAN Tawazun artinya seimbang. Allah telah mengisyaratkan agar kita hidup seimbang, sebagaimana Allah telah menjadikan alam beserta isinya berada dalam sebuah keseimbangan. (QS.67:3) Manusia dan agama Islam kedua-duanya merupakan ciptaan Allah yang sesuai dengan fitrah yang telah Allah tetapkan. Mustahil Allah menciptakan agama Islam untuk manusia yang tidak sesuai dengan fitrah tersebut (QS.30:30). Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa manusia itu diciptakan sesuai dengan fitrah Allah yaitu memilki naluri beragama (agama tauhid : al-Islam) dan Allah menghendaki manusia untuk tetap dalam fitrah itu. Kalau ada manusia yang tidak beragama tauhid, itu hanyalah karena pengaruh lingkungan (Hadits,"Tiap bayi terlahir dalam keadaan fitrah (Islam) orangtuanyalah yang menjadikan ia sebagai Yahudi, Nasrani, atau Majusi."). Sesuai dengan fitrah Allah,manusia memiliki tiga potensi, yaitu aljasad (jasmani), al-aql (akal), dan ar-ruh (ruhani). Islam menghendaki ketiga dimensi tersebut berada dalam keadaan tawazun (seimbang). Perintah untuk menegakkan neraca keseimbangan ini dapat dilihat pada QS.55:7-9. Ketiga potensi ini membutuhkan makanannya masing-masing, yaitu sbb: 1. Jasmani Jasmani atau fisik adalah amanah dari Allah swt,karena itu harus kita jaga . Dalam sebuah hadits dikatakan ,"Mu'min yang kuat itu lebih baik atau disukai Allah daripada mu'min yang lemah."(HR.Muslim), maka jasmani pun harus dipenuhi kebutuhannya agar menjadi kuat. Kebutuhannya adalah makanan,
  57. 57. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako yaitu makanan yang halalan thoyyiban (halal dan baik) (QS.80:24,2:168), beristirahat (QS.78:9), kebutuhan biologis (QS.30:20-21) dan hal-hal lain yang menjadikan jasmani kuat. 2. Akal Yang membedakan manusia dengan hewan adalah akal. Akal pulalah yang menjadikan manusia lebih mulia dari makhluk-makhluk lainnya. Dengan akal manusia mampu mengenali hakikat sesuatu, mencegahnya dari kejahatan dan perbuatan jelek. Membantunya dalam memanfaatkan kekayaan alam yang oleh Allah diperuntukkan baginya supaya manusia dapat melaksanakan tugasnya sebagai khalifatullah fil-ardhi (wakil Allah di atas bumi) (QS.2:30;33:72). Kebutuhan akal adalah ilmu (QS.3:190) untuk pemenuhan sarana kehidupannya. 3. Ruh (hati) Kebutuhannya adalah dzikrullah (QS.13:28;62:9-10). Pemenuhan kebutuhan ruhani sangat penting, agar ruh/jiwa tetap memiliki semangat hidup, tanpa pemenuhan kebutuhan tersebut jiwa akan mati dan tidak sanggup mengemban amanah besar yang dilimpahkan kepadanya. Dengan keseimbangan, manusia dapat meraih kebahagiaan hakiki yang merupakan ni'mat Allah, karena pelaksanaan syariah sesuai dengan fitrahnya. Untuk skala ketawazunan akan menempatkan umat Islam menjadi umat pertengahan / ummatan wasathon (QS.2:143), yaitu umat yang seimbang. Kebahagiaan pada diri manusia itu dapat berupa: Kebahagiaan bathin/jiwa, dalam bentuk ketenangan jiwa (QS.13:28) Kebahagiaan dzahir/gerak, dalam bentuk kesetabilan, ketenangan ibadah, bekerja dan aktivitas lainnya. Dengan menyeimbangkan dirinya, maka manusia tersebut tergolong sebagai hamba yang pandai mensyukuri ni'mat Allah. Hamba/manusia seperti inilah yang disebut manusia seutuhnya. Contoh-contoh manusia yang tidak tawazun: Manusia Atheis: tidak mengakui Allah, hanya bersandar pada akal (rasio sebagai dasar). Manusia Materialis: mementingkan masalah jasmani/materi saja. Manusia Pantheis (kebatinan): bersandar pada hati/batinnya saja.
  58. 58. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako D. DISKUSI 1. Banyak artis yang hidup dengan kemewahan, namun akhirnya dia mati bunuh diri akibat over dosis obat-obatan terlarang (NAZA). Menurut kamu, apa sebenarnya arti kebahagiaan itu? 2. Sejujurnya, apakah kamu selama ini sudah hidup seimbang? 3. Coba diskusikan dengan temanmu, usaha-usaha apa saja yang sudah dan akan kamu lakukan agar hidup kamu seimbang? REFERENSI Al-Qadiry, Seimbanglah dalam Beragama,Jakarta:GIP Mentoring Islam 1, ILNA Youth Centre
  59. 59. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 2. IHSAN A. TUJUAN Peserta memahami hakikat ihsan dan balasan bagi orang-orang yang berbuat ihsan Peserta mengetahui landasan berbuat ihsan Peserta mengetahui cara beramal dengan ihsan B. METODE PENDEKATAN Ceramah dan Diskusi C. RINCIAN BAHASAN Pengertian Ihsan dianalogikan sebagai atap bangunan Islam (Rukun Iman adalah pondasi, rukun Islam adalah tiang-tiang bangunannya). Sebagaimana sebuah atap yang berfungsi untuk melindungi isi bangunan, begitu pula dengan ihsan. Ihsan (perbuatan baik dan berkualitas) berfungsi sebagai pelindung bagi bangunan keislaman seseorang. Jika seseorang berbuat ihsan, maka amal-amal Islam lainnya akan terpelihara dan tahan lama. Landasan Ihsan 1. Landasan Quality (Landasan Hukum) Allah memerintahkan kita berbuat ihsan (baik) kepada orang lain (QS.28:77) dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan (QS. 2:195). Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abi Ya'la Syaddad bin Aus r.a. dari Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan untuk berbuat ihsan terhadap segala sesuatu, maka jika kamu menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang ihsan, dan hendaklah menajamkan pisau dan menyenangkan (menenangkan dan menentramkan) hewan sembelihan itu" (HR Muslim). Tuntutan untuk berbuat ihsan dalam Islam yaitu secara maksimal (terhadap segala sesuatu : manusia, hewan, tumbuhan, dll) dan optimal (terhadap yang hidup maupun yang akan mati).
  60. 60. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 2. Landasan Kauniy Dengan melihat fenomena dalam kehidupan ini, secara sunnatullah setiap orang suka akan perbuatan baik dan berkualitas. Misalnya dalam segi kebersihan, keteraturan, dan kedisiplinan dalam bermasyarakat. Alasan Berbuat Ihsan Ada dua alasan mengapa kita berbuat ihsan: 1. Adanya monitoring Allah (Muraqabatullah) Dalam HR Muslim dikisahkan jawaban Rasul ketika ditanya malaikat Jibril yang menyamar sebagai manusia, tentang definisi ihsan : "Mengabdilah kamu kepada Allah seakan-akan kamu melihat Dia, jika kamu tidak melihat-Nya sesungguhnya Dia melihatmu." 2. Adanya kebaikan Allah (Ihsanullah) Allah akan memberikan nikmat-Nya yang besar kepada semua makhluknya, maka seharusnya pula kita berbuat ihsan, kapan dan di manapun, kepada siapapun (QS.28:77, 55:60, 108:1-3). Dengan mengingat Muraqabatullah dan Ihsanullah, maka sudah selayaknya kita ber-Ihsanu Niyah (berniat yang baik). Karena niat yang baik akan mengarahkan kita kepada: 1. Ikhlasun Niyat (Niat yang ikhlas). Niat yang baik seharusnya pula diiringi dengan niat yang ikhlas. 2. Itqonul 'Amal (Amal yang rapih). Setelah kita berusaha mengikhlaskan niat kita, kita berusaha untuk beramal sebaikbaiknya. Salah satu ciri amal yang baik ialah yang rapi dalam pelaksanaannya. Kesungguhan dalam beramal salah satunya mencerminkan niat yang ikhlas. Selama ini pengertian kita kepada karakteristik niat yang ikhlas cenderung keliru (karena niat kita ikhlas maka amal yang kita lakukan seadanya, tidak sepenuh hati). Padahal sebaliknya, niat yang ikhlas tercermin dalam amal yang sungguh-sungguh dan berkualitas. 3. Jaudatul Adaa' (Penyelesaian yang baik). Niat yang baik juga akan menyebabkan kita berusaha untuk menyelesaikan amal kita dengan baik. Evaluasi setelah beramal adalah hal yang sebaiknya dilakukan. Jika seseorang beramal dan memenuhi kriteria di atas, maka ia telah memiliki Ihsanul 'Amal (Amal yang ihsan). Ada tiga keuntungan jika seseorang beramal dengan amal yang ihsan :
  61. 61. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 1. Dicintai Allah (QS.2:195). Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan karena orang tersebut telah menunaikan hak-hak Allah atas makhluk-Nya (berbuat baik terhadap makhluk Allah), selain itu juga Allah mencintai amal yang rapi dan berkualitas (QS.61:4, 55:60). 2. Mendapat pahala (QS.33:29). Adalah hal yang wajar dan masuk akal, orang akan lebih menghargai perbuatan yang baik dan berkualitas. Kita sebagai muslim tentunya mengharap lebih dari itu, yaitu pahala dan keridhaan dari Allah. 3. Mendapat Pertolongan Allah (QS.16:128). Keuntungan lain dari amal yang ihsan ialah kelak pelakunya akan mendapat pertolongan Allah, sesuatu yang hanya Allah karuniakan pada orang-orang yang dikehendaki-Nya. Kesimpulan Jadi untuk beramal yang ihsan harus memenuhi kriteria : 1. Zhohirotul Ihsan (Penampakan yang ihsan). Artinya : Lakukanlah yang terbaik! (Do your Best !) 2. Qiimatul Ihsan (Niat yang ihsan). Artinya, Ikhlaslah selalu (To be ikhlas, please !) D. DISKUSI Sebutkanlah contoh perbuatan yang tidak ihsan di sekitarmu. Mengapa perbuatan tersebut banyak terjadi pada kaum muslimin? REFERENSI Paket BP Nurul Fikri, Ihsan Mentoring Islam 1, ILNA Youth Centre
  62. 62. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 3. MUHABBAH (CINTA) A. TUJUAN Peserta memahami makna dan hakikat cinta Peserta mengetahui tanda-tanda cinta Peserta mampu menempatkan prioritas cintanya sesuai aturan Allah B. METODE PENDEKATAN Ceramah dan Diskusi C. RINCIAN BAHASAN Cinta dalam bahasa Arab disebut Al-Mahabbah yang berarti kasih sayang. Menurut Abdullah Nashih Ulwan cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang. Cinta adalah fitrah manusia yang murni, yang tak dapat terpisahkan dari kehidupannya. Diantara tanda-tanda cinta ialah rasa kagum/simpatik, berharap, takut, rela dan selalu ingat kepada yang dicintai. Seorang yang beriman sejak memproklammirkan bahwa tiada ilah selain Allah dan beriltizam (komitmen) sepenuh dayanya, maka Allah harus menempati posisi tertinggi cintanya. Semua tanda-tanda cinta tersebut selayaknya diberikan kepada Allah. Berupa rasa kagum terhadap kebesaran, keagungan dan kekuasaan Allah, mengharapkan cinta Allah, rahmat, keridhaan dan keampunanNya (QS.39:53),rela dan menerima ketentuan Allah sepenuhnya, takut kepada Allh, yang mrnghasilkan sikap menjauhkan diri dari maksiat, serta selalu mengingat Allah (QS.2:152; 13:28; 63:9; 59:19). Firman Allah : "Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingantandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yanag beriman amat sangat cintanya kepada Allah..." (QS.2:165) Cinta muncul karena kesadaran telah menerima anugerah dan nikmat yang besar dari Allah, pemahaman betapa rasa kasih sayang Allah melingkupi detik-detik kehidupan kita, serta karena mengenal Allah (Ma'rifatullah). Sehingga seorang mukmin amat sangat cintanya kepada Allah dan memiliki hasrat yang besar untuk bertemu denganNya.
  63. 63. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako Refleksi cinta adalah tunduk patuh, menurut,taat akan perintah Allah dan menjauhkan diri dari segala laranganNya. Mahabbatullah (rasa cinta kepada Allah) tidak cukup dengan hanya menjadi seorang 'abid (ahli ibadah), tetapi mewujud dalam upaya menegakkan kalimatNya/agamaNya. Islam merupakan agama fitrah yang juga mengakui adanya fenomena cinta yang melekat sebagai fitrah manusia.Allah telah memberikan petunjuk kepada hamba-hambaNya tentang prioritas dalam cinta. Firman Allah :"Katakanlah :'Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan (dari) berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi pettunjuk kepada orang-orang fasik". (QS.9:24). Prioritas cinta dapat diklasifikasikan atas prioritas tertinggi, menengah dan terendah. Berdasarkan ayat di atas,prioritas cinta yang tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalanNya. Hal ini merupakan konsekuensi dan merupakan keharusan dalam Islam. Tak diragukan lagi bahwa seorang mukmin yang telah merasakan kelezatan iman di dalam hatinya akan mencurahkan segalanya cintanya hanya kepada Allah. Karenaia telah meyakini bahwa Allah-lah yang Maha Sempurna, Maha Indah dan Maha Agung. Tak ada satupun selain Dia yang memiliki kesempurnaan sifat-sifat tersebut. Maka lahirlah kesadaran bahwa hanya ajaran Allah-lah yang harus diikuti karena Dia-lah yang Maha Tinggi. Dia juga terdotong untuk mempraktekkan ajaran-ajaran Allah dengan senang hati, penuh keyakinan dan keimanan. Ia telah yakin bahwa untuk membanguan kepribadian yang sempurna dan membina mentalitas manusia hanyalah dengan ajaran Allah yang Maha Suci dari kekurangan. Rasa cinta seorang yang beriman kepada Allah akan mengambil bentuk awal berupa rasa cinta kepada Rasulullah SAW. Cinta kepada Rasulullah ( Mahabbaturrasul) ini berwujud sami'na wa atha'na (kami dengar dan kami taat) terhadap perintah rasul, berendah hati, mendahulukan, melindungi dan kasih sayang kepada beliau. Generasi terbaik ummat ini telah mencontohkan betapa Mahabaturrasul bukan hanya terbatas pada salam dan Shalawat, namun juga membentengi
  64. 64. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako Rasulullah dari mara bahaya dalam banyak peperangan dan tampil dalam membela Islam. Mahabbaturrasul muncul dari keikhlasan dan ketulusan syar'i, rasa cinta yang Allah tumbuhkan, yang tak dapat ditumbuhkan oleh manusia meski membelanjakan seluruh kekayaannya. Rasa cinta yang melebihi rasa cinta kepada bapak-bapak, anak-anak, saudara-sausara, istri-istri, kaum keluarga, harta, perniagaan, rumah-rumah yang disukai. Bahkan rasa cinta yang melebihi rasa cinta kepada diri sendiri. Sabda Rasulullah saw: "Hendaklah kalian mencintai Allah karena Dia memelihara kalian dengan nikmat-nikmat-Nya. Dan cintailah aku demi cintamu kepada Allah. Dan cintailah ahli rumahku demi cintamu kepadaku." (HR. AtTirmidzi, Al-Hakim dari Ibnu Abbas). "Tidak beriman seseorang (dengan sempurna) diantara kalian kecuali aku lebih dicintai dari dirinya sendiri, orang tua dan seluruh manusia" (Al Hadits). Itulah mahabbaturrasul yang mewarnai hati Abu Bakar Ash Shiddiq ra. Yang membuatnya mendahulukan, melindungi dan tak membangunkan Rasulullah yang tertidur di pangkuannya, walaupun harus menahan sakit kakinya karena tersengat kalajengking hingga mengucurkan darah (peristiwa Hijrah). Kisah para Shahabat telah membuktikan ketinggian cinta merek kepada Allah, Rasulullah dan Jihad fi sabilillah. Seperti kisah Hazholah bin Amir ra. Yang terjun ke medan perang Uhud meniggalkan istri yang baru sehari sebelumnya dinikahi, dan akhirnya menemui kesyahidan. Ketika itu Rasulullah saw melihat dan berkata kepada para shahabat : "Sesungguhnya aku telah melihat para malaikat memandikan Hanzholah di tengah-tengah langit dan bumi dengan air hujan-dalam sebuah bejana dari perak." (HR. Turmudzi dan Imam Ahmad). Cinta dengan prioritas menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta ini timbul dari perasaan sesorang, yang terikat hubungan dengan orang yang dicintainya dengan ikatan aqidah, keluarga, kekerabatan atau persahabatan. Syari'at Islam menilai perasaan cinta seperti ini sebagai cinta yang mulia dan agung. Ia termasuk cinta yang kedua setelah cinta kepada Allah, Rasulullah dan jihad di jalan Allah. Bagaimana cinta seseorang terhadap sesamanya tidak dianggap cinta yang luhur dan perasaan yang suci. Sedangkan semua hubungan sosial dan segala tata kehidupan dibina berdasarkan perasaan cinta dan kasih sayang semacam ini. Cinta ini merupakan hal
  65. 65. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako yang perlu untuk mewujudkan kemashlahatan individu dan keluarga pada khususnya serta kemashlahatan bangsa dan kemanusiaan pada umumnya. Sabda Rasulullah SAW: "Tidaklah sempppurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya (sesama muslim) sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri." (HR. Bukhari dan Muslim)."Semua makhluk adalah tanggung jawab Allah. Maka yang paling dicintai Allah adalah yang paling memperhatikan kehidupan keluarganya". (HR. Thabrani dan Baihaqi). Adapun cinta terendah ialah cinta yang lebih mengutamakan dan menomorsatukan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal dibandingkan terhadap Allah, Rasulullah dan jihad fisabilillah. Cinta jenis adalah yang paling hina, keji dan merusak rasa kemanusiaan. Termasuk pula dalam kategori cinta ini adalah kecintaan kepada sesuatu yang disembah selain Allah, sebagaimana firman Allah dalam QS.2:165, cinta kepada musuh-musuh Allah, sebagaimana Allah peringatkan dalam QS. Al-Mumtahanah (60):1, cinta berdasarkan hawa nafsu sebagaimana cintanya Zulaikha istri Al Azis kepada Nabi Yusuf as. Tak diragukan lagi bahwa jika para pemuda Islam, kapan dan di mana saja, lebih mengutamakan cintanya kepada Allah, Rasulullah dan Islam maka Allah akan memberikan kemenangan bagi mereka di muka bumi ini. D. DISKUSI Cobalah telaah hati kita masing-masing, bener nggak bahwa manajemen cinta di hati kita telah sesuai dengan kehendak Allah yang telah memberikan sebentuk hati itu kepada kita? Diskusikanlah bagaimana agar hati kita dapat menempatkan Allah, Rasulullah dan jihad fi sabilillah sebagai pprioritas pertama. REFERENSI Abdullah Nashih Ulwan, Manajemen Cinta, Al Ummah, Panduan Aktivis Harokah Koleksi Bahan Tarbiyah Islamic Network (ISNET,1996)
  66. 66. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 4. BIRRUL WALIDAIN (BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA) A. TUJUAN Peserta memahami pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai bagian dari ibadah Peserta mengetahui contoh-contoh praktis berbakti kepada orang tua dalam kehidupan sehari-hari. B. METODE PENDEKATAN Ceramah dan Diskusi C. RINCIAN BAHASAN Pengertian Birrul Walidain Berbuat baik terhadap orang tua (birrul walidain) adalah memberi kebaikan atau berkhidmat kepada keduanya serta mentaati perintahnya (kecuali yang ma'siat) dan mendoa'kannya apabila keduanya telah wafat. Ibu dan Bapak sebagai orang tua sudah selayaknya mendapatkan kebaikan dan penghormatan dari anaknya. Islam sangat perhatian mengenai masalah ini, sebagaimana sangat jelas ditegaskan dalam firman Allah yang berbunyi: "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) terhadap kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah, bahkan menyusukan pula selama kurang lebih 2 tahun. Maka dari itu bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Ku sajalah tempat kamu kembali" (QS.31:15). Juga dapat dilihat dalam surat 4:36 Jelaslah bahwa Birrul Walidain adalah kewajiban setiap anak dalam kerangka ta'at kepada perintah Allah. Bentuk-bentuk Birrul Walidain Berbuat baik kepada orang tua dapat dilakukan dalam dua kesempatan: 1. Saat orang tua masih hidup: a. Mentaati selama bukan maksiat. Hadits Rasulullah: "Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam rangka maksiat kepada Allah". Contoh: Kisah Sa'ad bin Abi Waqosh. b. Bersikap rendah hati dan berbicara lemah lembut (QS.17:23)
  67. 67. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako c. Memohonkan ampunan baginya kepada Allah (mendoa'kan) (QS.17:24) d. Membantu dengan harta e. Memintakan restunya terlebih dahulu atas perbuatan penting yang akn dilakukan. Hadits Rasulullah: "Ridho Allah ada dalam Ridho orang tua, Murka Allah juga ada dalam Murkanya orang tua". 2. Saat orang tua telah wafat: a. Menyelenggarakan pengurusan jenazahnya seperti: memandikannya, mengkafaninya, menshalatkannya dan menguburkannya,dsb. b. Senantiasa berdo'a untuk memohonkan ampun atas segala dosanya. c. Memenuhi segala janjinya semasa hidup yang belum terlaksana seperti: wasiat, hutang piutang, dll. d. Menghormati teman dan sahabat orang tua semasa keduanya masih hidup. Rasulullah Muhammad S.A.W bersabda: "Seorang laki-laki dari golongan Anshar mendatangi Rasulullah , lalu bertanya : 'Apakah yang tinggal bagiku untuk dapat berbuat kebaikan terhadap Ibu-Bapakku setelah mereka meninggal ya Rasulullah ? Rasul menjawab: 'Ada 4 macam yang dapat anda lakukan: menshalatkannya, memohonkan ampun segala dosanya, memenuhi janjinya dan juga menghormati teman dan sahabatnya. (HR. Muslim) Dari kisah-kisah yang telah lalu banyak peristiwa yang dapat dijadikan tauladan atau i'tibar tentang bagaimana orang-orang yang baik terhadap orang tuanya dan bagaimana pula sebaliknya orang yang durhaka. Tauladan yang baik misalnya kisah-kisah nabi Ibrahim, nabi Ismail, dll. Sebaliknya bagaimana pula akibat buruk yang ditimpakan kepada anak yang durhaka , seperti Abdullah bin Salam, dll. D. DISKUSI Fitri seorang muslimah. Ketika masuk SMA ia ingin mengenakan busana muslimah yang sempurna. Namun dilarang oleh orang tuanya dengan alasan akan sulit mendapatkan jodoh, pekerjaan. Menurutmu bagaimana sikap Fitri sebaiknya, apakah dia tetap mengenakan busana muslimah atau menurut kata orang tuanya?
  68. 68. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako Agung seorang muslim tetapi mempunyai ibu dan ayah yang beragama Nasrani. Suatu saat Agung diminta orang tuanya mengikuti Natalan bersama. Menurutmu bagaimana sikap Agung seharusnya? REFERENSI Ansyur, Ahmad Isa. Berbakti kepada Ibu Bapak, GIP Mentoring Islam 1, ILNA Youth Centre
  69. 69. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 5. EKONOMI RABBANI A. TUJUAN Peserta memahami ekonomi islam Peserta memahami tujuan ekonomi dalam islam Peserta memahami perbedaan ekonomi konvensional dan ekonomi islam B. METODE PENDEKATAN Ceramah dan Diskusi C. RINCIAN BAHASAN Ekonomi adalah masalah hubungan manusia dengan harta. Ekonomi merupakan bagian dari prosesi peribadahan dalam Islam, dimana ia menjadi alat dalam memaksimalkan kuantitas dan kualitas mengabdi kepada Allah SWT. • Tujuan & Hakikat Hidup Manusia – Mengabdi/beribadah; “Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan agar mereka menyembah-Ku (51:56)” • Fungsi Ekonomi – Alat untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas pengabdian kepada Allah; “… harta yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan…” (4: 5)” Hakikat Dunia & Harta • “Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan bathin.” (Lukman: 20) • “…Dan Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sumber-sumber kehidupan untuk keperluanmu…” (Al Hijr: 20) • “Dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan kecukupan.” (An Najm: 48) Fitrah Manusia • “Dan sesungguhnya kecintaan kepada kebaikan (harta) manusia itu amat sangat”. (Al Aadiyaat: 8) • “Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh lagi kikir.
  70. 70. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako • • Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah. Dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir”. (Al Ma’arij: 19-21) “Katakanlah (Muhammad), sekiranya kamu menguasai perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya (perbendaharaan) itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya. Dan manusia itu memang sangat kikir”. (Al Isra’: 100) “Andaikata manusia manusia itu telah mempunyai harta benda sebanyak dua lembah, mereka masih ingin untuk mendapatkan satu lembah lagi. Tidak ada yang dapat mengisi perutnya sampai penuh melainkan hanya tanah (maut). Dan Allah menerima tobat orang yang tobat kepada-Nya”. (HR. Muslim) Prinsip Dalam Prilaku Ekonomi • “SEBAIK-BAIK MANUSIA ADALAH MANUSIA YANG PALING BERMANFAAT BAGI MANUSIA LAIN (Al Hadits)”  orientasi pada motivasi ibadah & arah akhirat • “HARTA YANG BAIK ADALAH HARTA YANG ADA DITANGAN ORANG SHALEH (Al Hadits)”  urgensi upaya menuju keshalehan • “TIDAK BERIMAN SESEORANG JIKA IA DAPAT TIDUR DENGAN NYENYAK SEMENTARA ADA TETANGGANYA YANG KELAPARAN (Al Hadits)”  prinsip kolektifitas/ukhuwwah/ta’awun Prinsip Dalam Sistem Ekonomi • Menjalankan usaha-usaha yang halal (permissible conduct); tidak berjual-beli khamr, daging babi, narkoba, pencemaran lingkungan, korupsi, … • Implementasi Zakat (implementation of zakat); muzakki menunaikan kewajibannya dan mustahik mendapatkan hakknya… • Penghapusan/pelarangan Riba, Maysir & Gharar (prohibition of riba, maysir & gharar); tidak bertransaksi utang-piutang dengan bunga, berjudi dan manipulasi… Sepuluh 10 Pilar Ekonomi Islam: 1. Tauhid (Penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah SWT). 2. Mashlahah (Kesejahteraan dunia dan akhirat). 3. Adil. 4. Khilafah (Wakil Allah SWT). 5. Persaudaraan (Ukhuwah).
  71. 71. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako 6. Kerja dan Produktifitas. 7. Kepemilikan. 8. Kebebasan dan Tanggung Jawab. 9. Jaminan Sosial 10. Nubuwwah/Kenabian (Sifat-sifat nabi: Siddiq, Amanah, Tabligh, Fathonah). Perbedaan Ekonomi Islam dan Ekonomi Kapitalisme. Aspek Islam Kapitalisme Sumber Ide Allah Manusia /pemikiran Sumber Alquran dan hadits Daya Pikir Manusia Motif Ibadah Rasional materialisme Paradigma Syariah Pasar Tujuan Falah dan Maslahat Utilitarian, individualisme Filosofi Operasional Keadilan, Liberalisme, Laisez kebersamaan Faire dan Tanggung Jawab Kepemilikan harta Milik absolut pada Hak milik absolut Allah, manusia adalah pada manusia penerima amanah, pemilik relatif Sistem Investasi PLS Bunga Sistem Distribusi Mekanisme pasar Sistem Pasar dengan nilai2 (termasuk Zakat, Infak, sedekah, wakaf) Prinsip Jual beli Melarang gharar, Tidak ada larangan maysir, riba dan barang-barang haram Motif Konsumsi Kebutuhan Keinginan Tujuan Konsumsi Kemaslahatan Memaksimalkan utility Motif untuk Produksi Kebutuhan dan Ego dan rasionalisme kewajiban manusia
  72. 72. Buku Panduan Mentoring MPM Al-Iqra Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako Hubungan antar pelaku bisnis sejenis Perputaran Uang Ukhuwah Persaingan Real based ekonomi Keterkaitan sektor riil dan moneter Instrumen Moneter Sangat terkait satu dan lainnya Bagi hasil, jual beli, ijarah Pertumbuhan dan pemerataan Monetary based ekonomi Terpisah Indikator keberhasilan ekonomi Prinsip Pengeluaran Sumber keuangan negara Sasaran Penerima Tujuan Pembangunan Dampak Berdasarkan 3 tingkatan mashlahah (dharuriah, Tahsiniyah dan Hajjiyah) Zakat, Infak, sedekah, usyr, dharibah, kharaj, pajak kondisional. Pada zakat ditentukan 8 ashnaf Memprioritaskan pengentasan kemiskinan Sarana menciptakan keadilan ekonomi Riba Pertumbuhan ekonomi Tidak memperhatikan prioritas mashlahah Pajak Tanpa melihat ashnaf Kemajuan semata Kesenjangan REFERENSI Ali Sakti Peneliti Muda Bank Indonesia, Presentasi TOT Pengantar Kurikulum Jurusan Ekonomi Islam 6. UKHUWAH ISLAMIYAH A. TUJUAN Peserta memahami makna dan hakekat UI Peserta mengetahui perbedaan UI dan Ukhuwah Jahiliyah Peserta mengetahui hal-hal yang menguatkan ukhuwah dan buah dari UI

×