ManagingPeople StrategyEsai-esai Inspiratif tentang Strategi Bisnis          dan Pengembangan Kinerja SDM                 ...
Managing People StrategyEsai-esai Inspiratif tentang Strategi Bisnis danPengembangan Kinerja SDMOleh : Yodhia Antariksa, M...
Daftar IsiProlog : Strategy, People and Mindset                         4On Managing StrategyGaya Manajemen Nan Elegan dar...
Prolog : Strategy, People and MindsetEbook yang kini sedang ada dihadapan Anda ini hendakmembincangkan tiga tema sentral d...
yakni tentang strategi dan kinerja SDM – bisa dituntaskan dengan baik.Sebuah strategi yang cemerlang niscaya akan gagal di...
Bagian 1:                     On Managing                         Strategywww.strategimanajemen.net           6
Gaya Manajemen Nan Elegan dari AppleiMac, iPod, iTunes, dan iPhone sungguh merupakan deretan karyateknologi yang amat este...
pertama ini mendirikan perusahaan Apple ketika usianya baru masuk22 tahun (!) dari sebuah garasi mobil di rumah kontrakan....
Elemen kedua yang menjadi penentu keberhasilan Apple adalah ini :sinergi yang sempurna antara beragam tim – baik tim desai...
Rangkaian produk Apple selama ini memang selalu menebarkanpesona yang menggetarkan. Namun dibalik itu semua, mereka jugate...
Grand Livina dan Kisah Revolusi Manajemen diNissanNissan Grand Livina barangkali memang layak dinobatkan sebagai Carof The...
untuk menyelamatkannya. Namun, Renault juga minta satu hal :posisi CEO Nissan. Demikianlah, setelah disepakati, Renault la...
Termasuk didalamnya adalah menutup pabrik-pabrik yang tidakproduktif, mensentralkan proses purchasing secara global agar l...
Merancang Strategi InovasiHidup barangkali kini terasa makin nyaman, dan untuk itu kita layakmemberikan ucapan terima kasi...
departemen, dan diusung melalui pola kepemimpinan yang terbukaterhadap beragam ide baru, betapapun radikalnya ide baru itu...
dan menjual iPod sungguh tak lepas dari kepaiawaian mereka dalammengendus perubahan gaya hidup pelanggan menuju digital li...
Meracik Ulang Strategi BisnisDitengah arus perubahan lingkungan bisnis yang makin intens,tampaknya setiap perusahaan ditun...
lebih dari 10 tahun, proses transformasi tersebut sepertinyamenunjukkan hasil yang layak diberi tepuk tangan. Saat ini, IB...
dalam memastikan apakah visi perubahan itu bisa berjalan secarakonkrit atau cuma tinggal dibayang-bayang fantasi belaka.Vi...
Pelajaran Strategi dari Singapore GirlSingapore Airlines (SIA) tak pelak merupakan one of the greatestbrands dalam blantik...
Toh, dibalik sosok penampilan yang elegan itu, pihak SIA jugamemberikan ribuan jam pelatihan yang sistematis kepada segena...
usianya muda jauh lebih efisien dan murah dibanding merawatpesawat yang sudah uzur usianya. Dalam jangka panjang, pola ini...
Bagian 2:               Bagian                      2:          OnOn Managing             Managing                People  ...
Employee Satisfaction or CustomerSatisfaction?Memberikan pelayanan yang memuaskan pelanggan barangkalimerupakan pilihan mu...
Temuan serupa juga dikenali dan dimanfaatkan oleh Sears & Roebuck,sebuah perusahaan retail terkemuka dari USA. Dari survei...
Harapannya, sejumlah inisiatif diatas akan dapat menciptakan barisansatisfied employees yang mampu memberikan pelayanan te...
Bagaimana Rasanya Bekerja di Google ?Ya, bagaimana rasanya bekerja di Google? Very fun and veryproductive…..begitu jawaban...
persaingan ketat mencari para calon pekerja andal. Dalam setiap iklanlowongan kerja yang dipasang, mereka selalu tak lupa ...
lari atau dibajak perusahaan pesaing. Juga untuk terus membuatseluruh pekerja Google happy, sebab hanya dengan begitu, mer...
Toyota Values dan IBM WayIBM Way, Toyota Values, Google Culture…….kini kita kian seringmendengar frase semacam ini. Maknan...
Lalu, langkah apa yang semestinya dilakoni untuk menjalanitransformasi budaya perusahaan secara lebih efektif? Dari sejuml...
muncul dari kebijakan “Hari Bebas” ini (ulasan lebih lengkap mengenaibudaya kerja Google bisa dibaca pada tulisan sebelumn...
Sebaliknya, jika dilakukan dengan konsisten, maka fase implementasiini akan benar-benar memberikan perubahan yang besar da...
Taman Impian Itu Bernama LearningOrganizationKetika ‘learning organization’ telah menjelmakan dirinya dalam wujudyang semp...
menggunakan produk buatan Microsoft yang bermerk MicrosoftExplorer.Contoh diatas memberikan ilustrasi betapa tanpa proses ...
learning. Proses informal learning ini layak disebut, sebab berdasarriset, kegiatan ini memiliki peran yang amat signifika...
Berapa Persen Waktu yang Dialokasikan CEOAnda untuk Mengelola SDM?The world’s best companies realize that no matter what b...
trainer dan memberikan sharing session bagi para anak buahnya?Apakah sang CEO selama ini pernah memberikan coaching one-on...
Filosofi kedua orang itu – yakni Jack Welch dan Leafley – sama. Bagimereka, tugas utama mereka adalah mengembangkan kapabi...
The Death of HR People?Our most important asset is our great people, begitu satu kalimat yangacap kita lihat di laporan ta...
posisi perusahaannya dalam peta persaingan pasar, mesti memahamidinamika pertumbuhan industri dimana perusahaanya berkipra...
mengarahkan masa depan perusahaan. Dengan itu pula, parapengelola SDM akan benar-benar mampu mewujudkan kata-kata “ourmost...
Bagian 3:                      On Managing                          Mindsetwww.strategimanajemen.net        43
Are You Happy with Your Life (and Your Job)Now?Hidup pada akhirnya memang selalu penuh dengan tikungan. Adakalanya kita be...
Saya tak tahu. Sungguh saya tak tahu apa yang dalam imajinasi Andatentang masa depan hidup yang ingin Anda ukir. Namun apa...
kemudian berproses untuk kembali menemukan jalur pencapaiantujuan hidup mereka. Ditengah tantangan yang terus mengerang da...
jejak hidup yang ingin Anda tapaki. Lalu, bergeraklah, bergeraklahdengan penuh persistensi. Dengan spirit kegigihan yang t...
Law of Attraction : You Can If You THINK YouCan (Bagian 1)You can if you think you can. Kalimat sakti yang pernah menjadi ...
merajut imajinasi positif, menjadi hilang tak berbekas. Hidup yangnyata pada akhirnya akan berujung pada nyanyi bisu keter...
selalu menari dihadapan kita, maka apa yang sesungguhnya mesti kitalakukan?Kita tentu tak boleh membiarkan diri kita larut...
Law of Attraction : Jalan Terjal MenujuNirvana Kebahagiaan (Bagian 2)Dalam tulisan bagian pertama sebelumnya, kita telah m...
saraf otak kita. Sebab dengan itulah, sketsa indah tentangkeberhasilan dan kebahagiaan bisa mulai dilukiskan dengan penuhk...
Lalu, bangun pula persahabatan dengan insan-insan yang selalumampu menebarkan nyala kegigihan dalam setiap jejak langkahny...
Positive Mindset dalam Empat LevelGelombang OtakDalam tulisan mengenai Law of Attaction (Hukum Tarik Menarik) —yang telah ...
(Electro EncephaloGram), mereka menemukan ternyata terdapatempat level getaran dalam otak kita. Mari kita simak bersama em...
melantunkan doa ditengah keheningan malam pada Sang Ilahi. Berikutgambar gelombang otak kita ketika berada dalam kondisi t...
Begitulah, para kaum bijak bestari berkisah, dalam momen-momenkontemplatif ketika bersujud dihadapan Sang Ilahi, selalu ad...
Merebut Kesuksesan Melalui VisualisasiPositifKetika anda membayangkan sesuatu melalui pikiran, kira-kira apayang terpancar...
Pertama adalah, menentukan tujuan yang jelas dan menantang,tujuan yang ingin anda capai. Juga sebaiknya tujuan yang ingin ...
Namun segera harus disebutkan bahwa “beautiful dream” atau impianindah itu mesti harus juga diikuti dengan langkah penyusu...
Melacak Jejak Para Peak PerformersPenelitian mendalam mengenai para pekerja unggul (peak performers)menunjukkan bahwa mere...
apa yang mereka kerjakan, terhadap system yang bekerja dengannya— terhadap semua yang ada di sekitar mereka. Mereka secara...
Tentang Blog Strategi + ManajemenSitus Strategi + Manajemen (yang dapat diakses melaluiwww.strategimanajemen.net) diupdate...
skills, emotional intelligence akan menemukan ruang bermainnyadalam taman kategori ini.5. Presentation Slides. Dalam kateg...
Tentang PenulisPenulis ebook ini adalah Yodhia Antariksa, yang juga pengelola situswww.strategimanajemen.net. Ia bekerja s...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Ebook managing-people-strategy

1,395 views
1,297 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,395
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
9
Actions
Shares
0
Downloads
62
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ebook managing-people-strategy

  1. 1. ManagingPeople StrategyEsai-esai Inspiratif tentang Strategi Bisnis dan Pengembangan Kinerja SDM Oleh : Yodhia Antariksa, Msc in HR www.strategimanajemen.net 1
  2. 2. Managing People StrategyEsai-esai Inspiratif tentang Strategi Bisnis danPengembangan Kinerja SDMOleh : Yodhia Antariksa, Msc in HREbook ini diterbitkan oleh :www.strategimanajemen.netSebuah blog inspiratif tentang management skills danbusiness strategywww.strategimanajemen.net 2
  3. 3. Daftar IsiProlog : Strategy, People and Mindset 4On Managing StrategyGaya Manajemen Nan Elegan dari Apple 7Grand Livina dan Revolusi Manajemen di Nissan 11Merancang Strategi Inovasi 14Meracik Ulang Strategi Bisnis 17Pelajaran Strategi dari Singapore Girl 20On Managing PeopleEmployee Satisfaction or Customer Satisfaction? 24Bagaimana Rasanya Bekerja di Google? 27Toyota Values dan IBM Way 30Taman Impian itu Bernama Learning Organization 34Berapa Persen Waktu CEO Anda untuk Mengelola SDM? 37The Death of HR People? 40On Managing MindsetAre You Happy with Your Life (and Your Job) Now? 44Law of Attraction : You Can If You Think You Can 48Law of Attraction : Jalan Terjal Menuju Nirvana Kebahagiaan 51Positive Mindset dalam Empat Level Gelombang Otak 54Merebut Kesuksesan Melalui Visualisasi Positif 58Melacak Jejak Para Peak Perfomers 62Tentang Blog Strategi + Manajemen 63Tentang Penulis 65www.strategimanajemen.net 3
  4. 4. Prolog : Strategy, People and MindsetEbook yang kini sedang ada dihadapan Anda ini hendakmembincangkan tiga tema sentral dalam dinamika bisnis modern,yakni tentang strategi bisnis, tentang pengembangan kinerja SDM,dan tentang mindset.Dalam bagian pertama ebook ini akan diulas serangkaian gagasanmengenai strategi. Selain mendedahkan sejumlah tema penting dalamproses perumusan strategi, dalam bagian ini juga akan dieksplorasikasus nyata mengenai bagaimana perusahaan-perusahaan kelas duniamengeksekusi strateginya hingga meraih sukses. Demikianlah, kitakemudian akan melihat bagaimana rahasia Apple menguasai panggungdunia digital, bagaimana strategi Singapore Airline menaklukkanindustri penerbangan global, dan juga bagaimana revolusi manajemendijalankan di perusahaan Nissan.Dalam bagian kedua ebook ini akan didiskusikan serangkaian idemengenai proses pengembangan kinerja SDM – sebuah tema sentraldalam dinamika bisnis modern. Sebab, bukankan setiap greatorganization selalu digerakkan oleh para great people? Karenanya,dalam bagian ini antara lain kita akan membahas mengenai peran CEOdalam proses pengembangan kinerja SDM, dan juga mengenai manayang pertama kali harus diplih : employee satisfaction atau customersatisfaction. Dalam bagian ini pula ini kita akan berkisah tentang apayang harus dilakukan untuk membangun sebuah taman impianbernama learning organization.Bagian terakhir dari ebook ini akan membahas sebuah temafundamental, yakni tentang mindset. Tak pelak, tema ini merupakanbatu pijakan untuk memastikan bahwa kedua tema sebelumnya –www.strategimanajemen.net 4
  5. 5. yakni tentang strategi dan kinerja SDM – bisa dituntaskan dengan baik.Sebuah strategi yang cemerlang niscaya akan gagal dieksekusi denganbaik tanpa barisan kinerja SDM yang mumpuni. Dan kita tahu, kinerjaSDM tak akan pernah mencapi garis optimal tanpa dibekali denganmindset yang positif nan kokoh. Itulah mengapa dalam bagian ini kitaakan berkelana menjelajah beragam gagasan tentang apa yangseharusnya dilakukan untuk membangun bangunan mindset yangpositif, solid dan berkinerja tinggi.Keseluruhan tulisan dalam ebook ini merupakan kumpulan artikelpilihan yang pernah dimuat di www.strategimanajemen.net – sebuahblog yang saya kelola secara mandiri dan secara regulermenghidangkan sajian-sajian renyah dalam bidang management skillsdan business strategy. Silakan berkunjung ke blog tersebut secarareguler jika Anda ingin mendapatkan pencerahan gagasan dalambidang manajemen dan strategi bisnis.Buku ini dibuat dalam format ebook (digital) dan didistribusikan secaragratis melalui blog www.strategimanajemen.net. Jika Anda merasaebook ini memberikan manfaat bagi pengembangan gagasanmanajemen, tak ada salahnya jika Anda ikut membagikan ebook inikepada para sahabat, kerabat atau rekan kerja sekantor (atasan,bawahan atau rekan satu tim Anda).Akhir kata, mudah-mudahan ebook ini dapat memberikan manfaatbagi Anda semua. Enjoy this ebook and goodluck !!Salam dari penulis,Yodhia Antariksawww.strategimanajemen.net 5
  6. 6. Bagian 1: On Managing Strategywww.strategimanajemen.net 6
  7. 7. Gaya Manajemen Nan Elegan dari AppleiMac, iPod, iTunes, dan iPhone sungguh merupakan deretan karyateknologi yang amat estetik. Deretan produk elegan dengan sentuhanseni yang mengesankan. Deretan produk yang barangkali inginmenggapai dengan sepenuh hati apa itu makna keindahan yangsempurna. Dan melalui deretan produk inilah, Apple kemudianmenyeruak menjadi pendekar paling tangguh dalam era konvergensidigital masa depan.Dalam lima tahun terakhir, Apple memang terus bergerak menggapailangit prestasi. Setelah produk iPod-nya melambung dan membuatpara petinggi Sony kelabakan, kini Apple hendak menggoyangkedigdayaan Nokia dengan produknya yang memukau, iPhone.Sementara jutaan orang setiap hari mengunjungi kios musiknya viaiTunes. Pendeknya, menyaksikan kisah Apple ibarat menikmati jusapel yang segar dan menyehatkan. Lalu, apa sesungguhnya faktorkunci dibalik menjulangnya kerajaan Apple?Penyelidikan terhadap proses bisnis yang dilakoni oleh Applemembawa kita pada tiga elemen kunci yang mungkin bisamenjelaskan kejayaan perusahaan dari Cupertino, California ini.Elemen yang pertama dan mungkin paling vital adalah eksistensi sangCEO dan juga pendiri, Steve Jobs. Tak pelak, pria yang sukaberpenamilan casual ini merupakan figur kunci dibalik ketangguhanApple. Melalui visinya yang tajam dan citarasa yang kuat akan produk-produk teknologi berestetika, Steve telah menjelmakan dirinya sebagaijangkar yang amat menentukan ke arah mana bahtera Apple hendakdilayarkan.Pertautan Steve Jobs dengan Apple sendiri merupakan sebuah kisahyang panjang nan berliku. Pria yang drop out saat kuliah di semesterwww.strategimanajemen.net 7
  8. 8. pertama ini mendirikan perusahaan Apple ketika usianya baru masuk22 tahun (!) dari sebuah garasi mobil di rumah kontrakan. Di tahun-tahun awal berdirinya pada pertengahan tahun 70-an, Apple sempatmengguncang dunia dengan mengeluarkan produk personal computerpertama di dunia. Namun seiring berjalannya waktu, nasib Steve Jobssendiri justru berakhir tragis : pada tahun 1986 ia justru dipecat dariApple. Sejak ia pergi, Apple limbung dan didera kegagalan demikegagalan.Setelah sempat berpetualang dengan mendirikan perusahaan Pixar(yang memproduksi film animasi sukses seperti Toy Story, FindingNemo dan Cars), Steve Jobs melakukan langkah comeback : kembalidirekrut untuk mengomandani Apple. Saat itu, tahun 1997, Appletengah berada pada titik nadir, dan banyak orang meramalkanperusahaan ini sebentar lagi akan masuk liang kubur. Senjakalakematian mengintai dan mereka tak yakin Steve Jobs mampumenjelmakan dirinya menjadi sang dewa penyelamat.Toh sejarah kemudian menjadi saksi : betapa Steve Jobs telahmelakukan proses comeback yang spektakuler. Steve Jobs sendirisejatinya merupakan figur yang unik. Brilian, memiliki kepekaan seniyang mumpuni (ia pernah belajar kaligrafi), namun sekaligus memilikisense of strong leadership. Pada sisi lain, Steve adalah pribadi yangselalu memburu titik kesempurnaan – baik pada aspek desain ataupundalam proses manufakturing beragam lini produknya. Begitu ia yakindengan visi desain produknya, maka ia akan bekerja mati-matianbersama para engineernya untuk memastikan agar desain itu benar-benar dapat diproduksi dengan penuh kesempurnaan. Kisahpenciptaan iPod dan iPhone barangkali tak akan pernah terjadi tanpasikap perfeksionis dan sekaligus proses kepemimpinan yang kuat dariSteve Jobs.www.strategimanajemen.net 8
  9. 9. Elemen kedua yang menjadi penentu keberhasilan Apple adalah ini :sinergi yang sempurna antara beragam tim – baik tim desain, timsoftware, dan tim hardware. Semua melakukan kolaborasi secaraparalel dan simultan. Proses penciptaan produk di Apple tidakdilakukan secara setahap demi setahap, dimana setelah desain selesailalu diserahkan ke bagian software, lalu diteruskan lagi ke bagianhardware. Sebaliknya, dalam prosesnya semua aspek ini dikerjakanbersama-sama secara simultan. “Essentially it means that productsdon’t pass from team to team. It’s simultaneous and organic. Productsget worked on in parallel by all departments at once — design,hardware, software — in endless rounds of interdisciplinary designreviews,”demikian tulis majalah Time dalam salah satu liputannyayang memikat tentang Apple.Elemen yang terakhir mungkin lebih jarang diketahui orang. Elemenini adalah hadirnya sang jenius lain bernama Jonathan Ive yangmenjabat sebagai Chief Design Apple. Jonathan Ive adalah seorangdesainer produk brilian yang telah memiliki peran amat sentral dalamsejarah kelahiran produk-produk legendaris Apple. Ive-lah yangmenjadi otak dibalik lahirnya produk iMac, iPod dan iPhone. Dengankata lain, sosok inilah yang dengan jitu menerjemahkan visi SteveJobs menjadi kenyataan melalui rangkaian produk yang elegan danpenuh nuansa keindahan.Demikianlah tiga elemen kunci yang kira-kira bisa menjelaskantentang melambungnya prestasi Apple. Jika kita telisik, ketiga elemenini semuanya bermuara pada people management : elemen yangpertama tentang leadership yang kuat dan visioner, yang keduatentang kekuatan sinergi, dan yang ketiga tentang pengembangankompetensi dan keahlian.www.strategimanajemen.net 9
  10. 10. Rangkaian produk Apple selama ini memang selalu menebarkanpesona yang menggetarkan. Namun dibalik itu semua, mereka jugatelah memberikan contoh yang sempurna tentang bagaimanamenjalankan proses people management secara elegan.www.strategimanajemen.net 10
  11. 11. Grand Livina dan Kisah Revolusi Manajemen diNissanNissan Grand Livina barangkali memang layak dinobatkan sebagai Carof The Year untuk tahun 2007 lalu. Diluncurkan bulan April tahun 2007lalu, produk ini langsung laris manis bak pisang goreng. Lajupenjualannya membuat sang penguasa pasar, Kijang Innova, menjadiketar-ketir. Kisah manis Grand Livina ini seolah mengulangkesuksesan Nissan X-Trail yang pada tahun 2005 pernah menjadi No.1 SUV in Indonesia. Dua produk ini – dan juga sejumlah varian lainNissan lainya – lantas melambungkan kembali nama Nissan dalampasar otomotif di Indonesia, dan juga dalam industri mobil dunia.Padahal sepuluh tahun lalu, kinerja Nissan telah berada di ambangkebangkrutan, dan nyaris masuk liang kubur. Jadi, apa yang membuatNissan bisa melakukan proses pembalikan (turn around) secaradramatis? Kisah tentang revolusi manajemen di Nissan mungkin takkalah atraktifnya dengan tampilan manis Grand Livina. Karena itu,mari kita simak bersama.Alkisah pada tahun 1999, bau kemenyan kematian kian merebak disetiap sudut pabrik Nissan, Jepang. Lini produknya kian dilupakanorang, dan setiap tahun terus didera kerugian demi kerugian. Kinerjakeuangannya berdarah-darah, dan pada tahun 1998, hutang Nissansudah mencapai Rp 200 trilyun (duh, malang benar nasibmu…).Terompet kematian sebenarnya tinggal disuarakan, dan para petinggiNissan hanya bisa duduk terpekur dalam jerit kesedihan yang teramatperih. Namun persis pada momen memilukan itu, muncul sang dewapenyelamat dari Perancis. Sang dewa itu bernama…….Renault.Setelah melalui negosisasi yang alot, perusahaan mobil Renault setujuuntuk membeli 37 % saham Nissan dan menggelontorkan dana segarwww.strategimanajemen.net 11
  12. 12. untuk menyelamatkannya. Namun, Renault juga minta satu hal :posisi CEO Nissan. Demikianlah, setelah disepakati, Renault lalumengutus salah satu eksekutif terbaiknya bernama Carlos Ghosnuntuk menjadi CEO Nissan (sebuah fenomena yang juga amat langkadi Jepang, orang non-Jepang bisa menjadi CEO perusahaan besarJepang).Pesan Renault untuk pria keturunan Lebanon ini lugas : segera angkatkoper ke Jepang, selamatkan Nissan, dan jangan pernah kembali keParis sebelum engkau berhasil. Begitulah, pada pertengahan tahun1999, Carlos Ghosn resmi menjadi CEO Nissan untuk memulai sebuahmission almost impossible.Segera sejak itu, Carlos melakukan serangkaian langkah kunci untukmerevitalisasi kebesaran Nissan. Yang pertama ia lakukan adalahbuilding sense of urgency untuk berubah. Pilihan bagi Nissan saat itumemang cuma dua : berubah atau mati. Dan fakta serta data yangada memang mampu membuat segenap pekerja Nissan percayabahwa kondisi Nissan sudah berada pada titik nadir, and they have tochange to survive.Langkah berikutnya adalah meluncurkan apa yang ia sebut sebagaiNissan Recovery Plan. Dalam rencana inilah dipetakan secara detaildan jelas tindakan kunci apa saja yang perlu dilakukan untukmentransformasi Nissan. Dalam recovery plan ini terdapat dua strategikunci. Yang pertama adalah segera melakukan revitalisasi produk-produk baru Nissan. Proses pengembangan produk baru harusdipercepat dan segera ditingkatkan kapabilitasnya. Disini Nissanmerekrut salah satu desainer mobil top Jepang, Shiro Nakamura,untuk menjadi Chief Design Nissan, dan keputusan ini ternyata kelakterbukti amat vital untuk merevitalisasi lini produk Nissan. Strategiyang kedua adalah melakukan efisiensi biaya secara besar-besaran.www.strategimanajemen.net 12
  13. 13. Termasuk didalamnya adalah menutup pabrik-pabrik yang tidakproduktif, mensentralkan proses purchasing secara global agar lebihefisien, serta juga mengeliminasi pekerjaan-pekerjaan yang nonvalue-added.Langkah terakhir yang dilakukan Carlos Ghosn adalah membetuk TimInti yang langsung dikomandani dirinya. Tugas tim ini jelas dan tegas :memastikan bahwa semua yang tercantum dalam recovery plan dapatdi-EKSEKUSI dengan tuntas. Eksekusi atau implementasi menjadi katakunci disini. Dan beruntung, Carlos ternyata bukan tipe leader yanghanya bicara visi, visi dan visi saja alias hanya blah-blah-blah. Carlosmerupakan tipe eksekutor sejati. Ia selalu fokus pada hasil (resultoriented) dan berorientasi pada bagaimana menuntaskan proseseksekusi. Sikap semacam ini tak pelak merupakan elemen pentinguntuk memastikan agar semua recovery plan itu tak hanya tinggalrencana – namun benar-benar diimplementasikan sesuai sasaran.Serangkaian langkah kunci diatas ternyata benar-benar membawakeajaiban. Pada tahun 2001 Nissan telah kembali meraih keuntungan,dan terus mengalami pertumbuhan yang mengesankan hingga hari ini.Melalui tindakan eksekusi yang terukur dan brilian, ternyata Carlosbisa menuntaskan misi yang dibentangkan ke pundaknya. “From Zeroto Hero”, begitu mungkin judul yang pas untuk menarasikan dramapenyelamatan Nissan.Nissan Grand Livina dan Nissan X-Trail mungkin boleh terusmelenggang di jalanan. Namun setiap kali melihat tampilan merekayang indah nan elegan, saya selalu teringat akan kisah revolusimanajemen di Nissan : itulah sederet kisah tentang heroisme, tentangspirit perubahan, dan tentang semangat pantang menyerah. BravoNissan. Bravo Carlos Ghosn.www.strategimanajemen.net 13
  14. 14. Merancang Strategi InovasiHidup barangkali kini terasa makin nyaman, dan untuk itu kita layakmemberikan ucapan terima kasih pada para inovator yang telahmempersembahkan aneka produk inovatif dihadapan kita. Dua dekadesilam, kita mungkin tak pernah membayangkan betapa kita bisamelayangkan sederet kalimat romantis pada kekasih kita melaluimedium SMS. Atau, juga melakukan chatting dengan kawandiseberang samudera melalui fasilitas internet. Karena itu, siapa tahudua puluh lima tahun lagi kita bisa menikmati mobil terbang,melayang diatas jalanan kota Jakarta sambil menikmati pendaranemas menara Monas?Ya kini tiap hari rasanya kita senantiasa disuguhi aneka produk yangmenawarkan sejumput inovasi demi sebuah kenikmatan hidup. Mulaidari produk kamera digital, internet banking, media televisi diatasscreen telpon genggam, hingga produk celana-dalam-sekali-pakai-kemudian-dibuang. Hidup memang terus bergerak, dan setiapperusahaan seperti dipacu untuk terus meluncurkan aneka produkbaru. Dengan kata lain, tanpa inovasi, sebuah perusahaan hampirpasti akan terpelanting mati dalam sirkuit persaingan bisnis yang kianbrutal. Persoalannya kemudian adalah : bagaimana caranya suatuperusahaan bisa menjadi lebih inovatif; bukan hanya dalam anekaproduk yang dibuat, namun juga dalam rangkaian proses pengelolaanmanajemennya? Sejumlah penyelidikan menyebut tiga aspek kunciyang layak digenggam dalam perlombaan menjadi sang jawara inovasi.Aspek yang pertama adalah, penciptaan iklim inovasi dalam denyutkehidupan suatu perusahaan. Tentu saja harus segera disebut bahwapenciptaan iklim ini tidak hanya dapat dilakukan melalui aneka sloganatau lips service belaka. Iklim ini hanya bisa mekar melalui sistempengelolaan manajemen yang demokratis, bergerak cair dalam lintaswww.strategimanajemen.net 14
  15. 15. departemen, dan diusung melalui pola kepemimpinan yang terbukaterhadap beragam ide baru, betapapun radikalnya ide baru itu. Dalamkenyataannnya, pola kepemimpinan yang demokratis bahkan disebutsebagai faktor kunci bagi mekarnya kreativitas diantara para karyawan.Tanpa pola kepemimpinan yang empowering, maka barisan karyawanyang penuh daya kreativitas sekalipun, niscaya akan layu dantenggelam dalam frustasi lantaran ide-idenya selalu terbentur dengantembok birokrasi yang mematikan.Aspek yang kedua, adalah adanya visi dan arah yang jelas mengenaistrategi perusahaan menghadapi lansekap pasar masa depan. Tanpastrategi yang jelas, acapkali proses inovatif yang telah dimunculkanhanya akan berputar-putar ditempat tanpa mampu diterjemahkanmenjadi produk unggul yang menguntungkan dan menang di pasaran.Kisah klasik yang tragis mengenai kehebatan para peneliti di Xeroxmungkin layak disebut disini.Pada tahun 70an, para peneliti Xerox inilah yang pertama kalimenemukan teknologi mouse, dan juga tampilan windows yang kinimenghiasi setiap layar komputer. Namun tragisnya, para petinggiXerox tidak mampu melihat itu semua sebagai strategi penciptaanproduk yang menguntungkan. Pada akhirnya, perusahaan lainnyayang kemudian mengeksploitasi beragam temuan inovatif itu menjadianeka produk legendaris. Pesannya barangkali jelas : sebuahperusahaan mesti menempatkan segenap proses inovasinya dalampayung strategi yang jelas mengenai masa depan. Tanpa itu, makaproses inovasi yang melelahkan hanya akan berujung pada kegagalanyang tragis.Aspek yang terakhir yang juga layak diperhatikan ketika perusahaanhendak berinovasi adalah kepekaan mengantisipasi kebutuhan masadepan pelanggan. Keberhasilan fenomenal Apple dalam mendesainwww.strategimanajemen.net 15
  16. 16. dan menjual iPod sungguh tak lepas dari kepaiawaian mereka dalammengendus perubahan gaya hidup pelanggan menuju digital lifestyle.Dan kini, mereka mencoba menduplikasi kesuksesan iPod denganmeluncurkan iPhone, sebuah produk inovatif yang mengundangbanyak decak kagum.Kisah sukses Apple ini mengindikasikan bahwa strategi inovasi yangjitu mesti harus selalu ditautkan dengan dinamika kebutuhanpelanggan, atac acap disebut sebagai customer driven innovationstrategy.Proses menjadi perusahaan yang inovatif memang tidaklah mudah.Dibutuhkan energi, nafas yang panjang dan juga kreativitas yangjempolan untuk melaksanakan tiga aspek diatas secara optimal.Namun kini ketika hidup terus bergerak kearah yang makin hiper-modern, barangkali pilihannya memang tinggal inovasi atau mati. Matipelan-pelan dalam kuburan produk-produk usang yang membosankan.www.strategimanajemen.net 16
  17. 17. Meracik Ulang Strategi BisnisDitengah arus perubahan lingkungan bisnis yang makin intens,tampaknya setiap perusahaan dituntut untuk memiliki daya adaptasidan responsi yang makin tinggi. Sebabnya jelas : tanpa kemampuanuntuk melakukan self transformation secara konstan, sebuahperusahaan beresiko untuk tenggelam, dan kemudian terpelantingmati oleh arus gelombang perubahan yang terus berjalan tanpamengenal letih.Dalam konteks riil, kita acap disuguhi oleh drama tentang prosestransformasi yang dilakoni oleh banyak perusahaan – baik yangberakhir dengan kesuksesan ataupun gagal ditengah jalan. Kitamisalnya melihat, bagaimana rakasasa teknologi IBM melakukanproses transformasi untuk menghindarkan dirinya dari kematian yangmengenaskan pada awal tahun 90-an. Seperti kita tahu, saat itu, IBMsecara global berada pada ambang kebangkrutan lantaran diderakerugian lebih dari 7 milyar US dollar. Pesaing-pesaing baru yang lebihlincah datang menyergap dan menggerogoti kue bisnis IBM – pertamasecara pelan-pelan, namun lama-lama terasa sergapan itu makinmembuat IBM limbung – bagai raksasa yang kehilangan oksigen untukbernafas.Beruntung saat itu petinggi IBM sadar, dan segera melakukan prosestransformasi yang cukup radikal : yakni merubah bisnis utamanya daripenyedia hardware seperti mainframe dan desktop menjadi lebihberokus pada jasa konsultasi teknologi. Alasannya, bisnis jasakonsultasi dan bukan lagi bisnis jualan hardware, yang dianggap lebihmewakili masa depan. Tentu saja perubahan drastis ini segeramenuntut perubahan pada semua aspek operasi kerja IBM, baik padacara pengelolaan SDM-nya, proses manajemen pengetahuannya, danjuga bagaimana ia memasarkan produk-produk jasanya. Kini setelahwww.strategimanajemen.net 17
  18. 18. lebih dari 10 tahun, proses transformasi tersebut sepertinyamenunjukkan hasil yang layak diberi tepuk tangan. Saat ini, IBM tetapmampu mengukuhkan dirinya sebagai perusahaan teknologi terbesardidunia dengan jumlah revenue lebih dari 100 milyar US dollarpertahun.Amsal diatas menunjukkan bahwa proses transformasi barangkalimemang sebuah kensicayaan yang tak terelakkan. Persoalannya,menjalani proses transformasi perusahaan atau corporatetransformation ternyata mesti melewati jalan panjang, terjal nanberliku. Dari sejumlah pengalaman best practices yang bisa dicermati,terdapat sejumlah elemen yang bisa membawa keberhasilan prosestransformasi. Yang pertama, tentu saja adalah visi dan terutamastrategi masa depan yang jelas, koheren, dan diyakini akan mampumembawa perusahaan ke arah kegemilangan. Keberhasilantransformasi IBM, salah satunya, disebabkan mereka mengawalinyadengan satu visi yang jelas mengenai arah pasar teknologi masadepan, dan bagaimana mereka harus merebutnya.Elemen berikutnya adalah kepemimpinan yang kredibel (konsistenantara visi dengan tindakan) dan juga kapabel (memiliki ketrampilanuntuk menginspirasi jajaran manajemen lainnya untuk bergerakmenuju arah perubahan yang ingin diraih). Yang tak kalah penting,kepemimpinan yang solid ini mestinya tidak hanya ada pada topmanajemen namun juga menyebar merata pada kalangan manajemenmadya. Sebab, dalam banyak kasus, proses perubahan yangmenyangkut semua segi perusahaan amat membutuhkankepemimpinan yang tangguh pada level menengahnya. Manajemenmadya inilah yang akan memastikan bahwa visi dan arahan strategidari top manajemen bisa diartikulasikan kesegenap karyawan – danpada pundak mereka juga, implementasi rill dari strategi itudioperasionalkan. Dengan demikian, mereka memiliki peran kritikalwww.strategimanajemen.net 18
  19. 19. dalam memastikan apakah visi perubahan itu bisa berjalan secarakonkrit atau cuma tinggal dibayang-bayang fantasi belaka.Visi dan arah strategi perubahan yang jelas; disertai dengankepemimpinan yang solid baik dari level top maupun mid-manajemenmerupakan elemen-elemen inti yang acap mewarnai setiapkeberhasilan proses transformasi. Ketiga elemen inilah yang mungkinmesti diperhatikan dalam perjalanan menuju perubahan yangdiangankan. Sebuah proses perubahan yang memang harus dilakukan,terutama jika suatu perusahaan ingin hidup – meminjam ungkapanChairil Anwar – seribu tahun lagi.www.strategimanajemen.net 19
  20. 20. Pelajaran Strategi dari Singapore GirlSingapore Airlines (SIA) tak pelak merupakan one of the greatestbrands dalam blantika bisnis global. Perusahaan asal negeri singa inidikenal sebagai salah satu maskapai penerbangan terbaik di dunia,baik dalam kinerja keuangan ataupun peringkat kepuasan pelanggan,mengalahkan sejumlah airliner top lainnya seperti British Airways, FlyEmirates, dan Qantas. Kisah kecemerlangan Singapore Airlines bolehjadi merupakan sebuah narasi tentang kejeniusan strategi bisnis danjuga praktek manajemen kelas dunia. Lalu, pelajaran manajemen apayang bisa kita petik darinya?Jika dieksplorasi secara mendalam, setidaknya terdapat tiga poinpembelajaran yang bisa dipetik dari kisah kegemilangan bisnisSingapore Airlines, yakni : sentuhan pelayanan yang sungguh ekselen,inovasi tiada henti, dan keunggulan teknologi. Mari kita telisik satupersatu.Tema yang pertama berkisah tentang proses pelayanan (terutamapengalaman dalam kabin pesawat) yang selalu dibentangkan denganamat prima oleh para awak kabin kepada segenap penumpangpesawat. Itulah rangkaian pelayanan yang dipersonifikasikan dalamsosok Singapore Girl : sosok gadis rupawan bernuansa oriental,anggun nan ramah, dalam balutan busana batik melayu rancanganPierre Balmain, perancang adi busana dari Perancis. Dalam setiapkampanye periklanannya, pihak SIA secara konsisten selalumenonjolkan aura Singapore Girl sebagai simbolisasi pelayananpersonal yang sungguh ekselen. Dengan kata lain, sosok SingaporeGirl telah dijelmakan sebagai ikon dengan mana jaminan pelayanandan pengalaman penerbangan yang menggetarkan hendak digelarkan.www.strategimanajemen.net 20
  21. 21. Toh, dibalik sosok penampilan yang elegan itu, pihak SIA jugamemberikan ribuan jam pelatihan yang sistematis kepada segenapawak kabinnya. Melalui learning center yang megah dan modern,pihak SIA secara konstan mendidik dan melatih semua awak kabinnya– termasuk para Singapore Girls itu — untuk selalu memenuhistandard pelayanan penerbangan kelas dunia. Itulah yangmenyebabkan mengapa dalam setiap survei kepuasan pelanggan atasin-flight service yang dilakukan oleh pihak independen, SIA selalumenduduki peringkat nomer satu.Tema kedua yang telah menopang kejayaan SIA adalah upaya merekauntuk selalu melakukan inovasi – terutama dalam soal in-flightservices. Pihak SIA-lah yang pertama kali memperkenalkan personalentertainment system dan video-on-demand dalam setiap kursipesawatnya. Mereka menyebutnya sebagai Krisworld. Mereka jugayang pertama kali memperkenalkan konfigurasi tempat duduk yangbisa dibentangkan secara sempurna sehingga kita bisa tidur leluasadiatasnya. Dan kini, dengan kedatangan jumbo rakasasa Airbus A-380,mereka memperkenalkan kelas suite pertama dalam duniapenerbangan komersial – sebuah kelas yang dirancang persis dengankamar hotel berbintang, lengkap dengan kompartemen khusus (ah laluterpikir, mungkin asyik juga ber-honey moon di kelas suite itu – dalampenerbangan delapan jam Singapore – Sydney….:)Tema ketiga yang telah menjadi tonggak keberhasilan SIA adalah ini :sebuah kiat untuk selalu menggunakan pesawat-pesawat jenis baru.Dalam industri penerbangan komersial dunia, SIA dikenal sebagaimaskapai dengan umur rata-rata pesawat yang paling muda (rata-ratapihak SIA menjual pesawatnya setelah dipakai selama 8 tahun;bandingkan dengan maskapai domestik yang usia pesawatnya bahkanmencapai umur 20 tahun). Strategi ini diambil dengan dua tujuan.Yang pertama untuk penghematan, sebab memelihara pesawat yangwww.strategimanajemen.net 21
  22. 22. usianya muda jauh lebih efisien dan murah dibanding merawatpesawat yang sudah uzur usianya. Dalam jangka panjang, pola initelah menghasilkan penghematan yang luar biasa bagi kinerjakeuangan SIA.Tujuan lain dari pemakaian pesawat yang muda usianya adalah untukmembangun reputasi sebagai maskapai penerbangan yang unggul.Citra maskapai yang modern langsung terpantul sebab semua jajaranpesawat SIA selalu merupakan seri terbaru – baik yang diproduksiBoeing, seperti seri 777 (dan sebentar lagi seri 787) ataupun yangdihasilkan oleh Airbus. Dan cerdiknya, SIA selalu berusaha untukmenjadi penerbang perdana dari setiap jumbo jet yang diproduksi olehBoeing ataupun Airbus (seperti yang dicontohkan dalam penerbanganpertama pesawat rakasasa Airbus A 380). Maksudnya jelas : denganmenjadi penerbang perdana, mereka akan bisa meraup publikasi yangamat luas dari beragam media masa global (coba, media mana yangtidak memberitakan proses penerbangan perdana Singapore Airlinesdengan Airbus A 380?). Dan publikasi gratis ini sungguh merupakanberkah yang amat positif bagi penegasan citra SIA sebagai maskapaipioner.Melalui tiga tema strategis itu – yakni tentang pelayanan yang ekselen,inovasi tiada henti dan keunggulan teknologi – Singapore Airlinesselalu berikhtiar untuk memberikan pengalaman penerbangan yangmengesankan. Dan dengan sosok Singapore Girl yang selalu menyapahangat, siapa yang tak ingin terbang menembus langit bersamanya?www.strategimanajemen.net 22
  23. 23. Bagian 2: Bagian 2: OnOn Managing Managing People Peoplewww.strategimanajemen.net 23
  24. 24. Employee Satisfaction or CustomerSatisfaction?Memberikan pelayanan yang memuaskan pelanggan barangkalimerupakan pilihan mutlak yang kudu diambil ketika sebuah entitasbisnis hendak melestarikan kejayaannya. Pertanyannya kemudianadalah : langkah strategis apa yang semestinya diambil agar mantrakepuasan pelanggan tak berhenti pada mantra belaka? Dari sejumlahwacana, kita mungkin bisa menyebut beragam item : mulai daripengembangan visi yang berfokus pada pelanggan; penumbuhanbenih-benih inovasi buat menghasilkan high value added productshingga perintisan budaya service excellence, dan juga perampinganproses bisnis untuk mempercepat pelayanan. Lalu, apakah beragamitem ini cukup untuk mewujudkan impian tentang satisfied customers?Jawabannya barangkali tidak.Sebab sepertinya ada satu item yang punya peran kritikal namunsialnya, selama ini acap luput dalam perbincangan mengenaipemenuhan kepuasan pelanggan. Item itu berbunyi begini: untukmemuaskan pelanggan maka hal pertama yang harus Anda lakukanadalah memuaskan karyawan. Dengan kata lain, you can not createsatisfied customers without satisfied employees. Proposisi ini sejatinyadidukung juga oleh serangkaian studi di berbagai belahan dunia.Penelitian yang dilakukan oleh Dana Jones (1996) misalnya;menunjukkan adanya hubungan yang positif antara customersatisfaction (CS) dengan employee satisfaction (ES). Artinya tingkatkepuasan karyawan Anda berbanding lurus dengan tingkat kepuasanpelanggan yang Anda miliki — semakin puas karyawan Anda, makasemakin tinggi juga tingkat kepuasan pelanggan Anda, dan sebaliknya.www.strategimanajemen.net 24
  25. 25. Temuan serupa juga dikenali dan dimanfaatkan oleh Sears & Roebuck,sebuah perusahaan retail terkemuka dari USA. Dari survei tahun yangdilakukan, mereka menemukan bahwa rating kepuasan karyawannyaamat menentukan tinggi rendahnya rating kepuasan pelangganmereka, dan pada ujungnya berpengaruh terhadap tingkat profit yangmereka peroleh. Karena itu, pihak top manajemen Sears kemudianmeminta setiap store manager-nya untuk peduli dengan kepuasankaryawannya; sebab faktor ini ternyata amat berpengaruh terhadapkepuasan pelanggan dan juga tingkat profit yang diperoleh tiap outlet-nya.Melihat fakta-fakta diatas, lalu apa yang mestinya dilakukan?Jawabannya barangkali jelas. Sejumlah inisiatif untuk memuaskanpelanggan yang selama ini telah diusung ramai-ramai perlu jugadibarengi dengan inisiatif untuk memuaskan karyawan. Ibaratmerenovasi rumah, Anda tak mungkin hanya merias dinding-dindingluarnya saja; namun juga musti menciptakan desain interior yangcantik untuk memuaskan para penghuninya. Segenap promosi danreklame tentang gambar pelanggan yang tersenyum puas hanya akanmenjadi sebuah parodi manakala itu tak dibarengi dengan sebuahkeseriusan untuk memberikan pelayanan yang sempurna kepada para“pelanggan didalam” – yakni barisan para karyawan.Dalam konteks ini ada sejumlah inisiatif yang layak diusung untukmemuaskan para karyawan; semisal : membangun lingkungan kerjayang kondusif; menawarkan variasi tugas yang challenging;menciptakan career plan yang jelas atau juga menyodorkan paketremunerasi yang atraktif. Bahkan, beberapa perusahaan kelas duniatak segan mengerahkan segenap energinya untuk benar-benarmemberikan “layanan super istimewa” bagi para karyawannnya (lihattulisan saya berikutnya tentang bagaimana Google memperlakukanpara karyawannya bak seorang raja).www.strategimanajemen.net 25
  26. 26. Harapannya, sejumlah inisiatif diatas akan dapat menciptakan barisansatisfied employees yang mampu memberikan pelayanan terbaik dansenyum yang tulus bagi para pelanggannya. Dan bukan senyum yangdipaksakan lantaran ada rasa tidak puas yang mengganjal di benaknya.Pendeknya, hanya barisan karyawan yang puas-lah yang benar-benarakan mampu membuat para pelanggan tersenyum dan bersorak riang.www.strategimanajemen.net 26
  27. 27. Bagaimana Rasanya Bekerja di Google ?Ya, bagaimana rasanya bekerja di Google? Very fun and veryproductive…..begitu jawaban yang kira-kira akan diberikan jikapertanyaan ini ditujukan kepada para pekerja Google. Mungkinjawaban seperti inilah yang akhirnya menobatkan mereka sebagaijawara nomer satu dalam survei The Best Place To Work For, sebuahsurvei tahunan yang diselenggarakan oleh Majalah Fortune buatmemilih perusahaan terbaik untuk dijadikan tempat bekerja.Jika ditelisik lebih dalam mengapa para pekerja di Google begitu enjoybekerja di perusahaan itu, maka mereka akan memberikan jawabanpada dua hal : fasilitas layanan karyawan yang amat menggiurkan dan– jangan kaget – mutu makanan yang luar biasa sedap.Mari kita mulai bahas dari aspek makanan. Pertama-tama mestisegera disebut, mutu dan jenis makanan yang disediakan Googleuntuk para pekerjanya sungguh fantastis. Bayangkan, didalamkompleks kantor pusat mereka di Mountain View, California (merekamenyebutnya Googleplex), manajemen Google menyediakan sebelaskafe/restauran dengan menu sekelas menu hotel bintang lima dansemuanya disajikan secara……gratis. Semua jenis dan pilihan makanantersedia : mulai dari sajian steak khas Eropa, Sushi a la Jepang,hingga sajian Chinese Food yang menggoda. Semuanya dimasak olehchef kelas dunia. Dan rasa semua makanan yang tersaji pasti……maknyus.Begitu senangnya para pekerja Google dengan kantin-kantin ini,sehingga dalam survei internal yang mereka lakukan, mayoritaskaryawannya selalu menyebut faktor makanan ini yang membuatmereka sungguh betah bekerja di Google. Fakta ini yang kemudianjuga membuat Google melakukan langkah yang kreatif dalamwww.strategimanajemen.net 27
  28. 28. persaingan ketat mencari para calon pekerja andal. Dalam setiap iklanlowongan kerja yang dipasang, mereka selalu tak lupa mencantumkandaftar menu makanan mereka yang sungguh lezat itu…..Dan konon,rupanya banyak calon pelamar yang tergiur sehingga akhirnyaberbondong-bondong mengajukan lamaran kerja ke Google.Elemen lain yang juga membuat para pekerja Google happy adalahfasilitas layanan yang sungguh menggiurkan. Dalam Googleplexmereka yang luas dan megah, tersedia gym lengkap dengan parapemandunya, kolam renang yang luas, arena bowling, lapangan volleypantai, home-theater yang asyik, perpustakaan lengkap nannyaman……..Pendeknya memasuki Googleplex ibarat bukan sedangmemasuki ruang kantor yang garing nan membosankan, namunseperti tengah masuk ke taman bermain yang indah dan penuhkeriangan.Namun itu semua belum cukup. Didalam kompleks gedungnya, Googlejuga menyediakan fasilitas otoped untuk berjalan dari satu ruang keruang lainnya. Juga ada fasilitas laundry, bengkel dan cuci mobil, sertaruangan spa dimana Anda semua bisa leyeh-leyeh setelah letihseharian lembur kerja. Oh ya, manajemen Google juga tak lupamenyediakan semacam “personal assistant” bagi seluruh pekerjanya.Jadi jika ada karyawan Google yang ingin berlibur ke Paris, merekatinggal kontak personal assistant ini. Orang inilah yang akan mengurussemuanya : mulai dari pesan tiket pesawat, booking hotel, merancangacara liburan hingga membuatkan daftar oleh-oleh yang layak dibeli.Oh my God….betapa indahnya bekerja di Google, begitu mungkingumam kita dalam hati menyaksikan serangkaian fasilitas yangsungguh menyenangkan ini. Namun, bagi Lary Page dan Sergey Brin –dua anak muda pendiri Google – semua upaya itu memang kududilakukan untuk bisa terus memelihara great talent mereka akan tidakwww.strategimanajemen.net 28
  29. 29. lari atau dibajak perusahaan pesaing. Juga untuk terus membuatseluruh pekerja Google happy, sebab hanya dengan begitu, merekabisa terus menciptakan serangkaian inovasi yang produktif buat parapelanggannya.Dengan kata lain, untuk terus mampu menciptakan produk kelas dunia,manajemen Google terus berupaya keras untuk memotivasi danmembikin gembira para pekerjanya. Dan itu dilakukan antara laindengan selalu menyajikan makan siang yang bergizi, lezat, dan bikinlidah bergoyang.www.strategimanajemen.net 29
  30. 30. Toyota Values dan IBM WayIBM Way, Toyota Values, Google Culture…….kini kita kian seringmendengar frase semacam ini. Maknanya jelas : deretan frasa sejenisini tampaknya makin menegaskan betapa budaya perusahaan(corporate culture) menjadi salah satu elemen keunggulan kompetitifyang akan membawa pemiliknya melaju dalam jalan panjangkemenangan.Cuma sialnya, membangun budaya kerja yang berorientasikeunggulan ternyata tak mudah. Meski demikian, toh kita sering jugamelihat jalan pintas yang diambil oleh perusahaan dalam melakukantransformasi kultur dan etos kerja karyawannya. Dalam hal ini, jalanyang lazim diambil adalah dengan membentuk Tim Budaya dan EtosKerja Perusahaan, yang kemudian biasanya diikuti dengan pembuatanslogan baru; lalu disertai pula dengan pembuatan plakat, poster ataubuku yang isinya adalah butir-butir etos kerja dan budaya perusahaanbaru yang ingin diraih.Selanjutnya, tak jarang sejumlah perusahaan kemudian mengundangpakar untuk memberi training tentang etos dan budaya kerja baruselama dua atau tiga hari. Semuanya kelihatannya antusias dalamawal-awal proses ini. Semuanya bersemangat. Toh, tiga atau enambulan kemudian, semua proses ini biasanya pelan-pelan lenyap ditelanangin. Sebabnya jelas : tanpa diikuti perubahan struktural dansistemik terhadap proses bisnis dan pola kerja yang ada, jalansemacam ini lebih sering akan berujung kesia-siaan. Dus, poster yangindah dan training budaya di vila yang megah itu tetap akan tinggalkenangan belaka; sementara budaya kerja yang lama yang ingindiubah tetap memayungi gerak langkah perusahaan tersebut.www.strategimanajemen.net 30
  31. 31. Lalu, langkah apa yang semestinya dilakoni untuk menjalanitransformasi budaya perusahaan secara lebih efektif? Dari sejumlahbest practices yang ada, tiga langkah berikut akan memberikan resepyang lebih mujarab.Langkah pertama yang urgen dilakukan dalam proses perubahanbudaya perusahaan adalah adanya komitmen dan konsistensi antaratekad dan tindakan dari para top leaders. Inisiatif perubahan,dukungan riil serta keterlibatan aktif dari top management adalahsalah satu elemen kunci yang mesti mengawali adanya prosestransformasi budaya perusahaan. Tanpa komitemen kuat dari topmanagement, proses pengembangan budaya dan etos kerja yangunggul niscaya akan terjerembab ditengah jalan. Budaya Google yangfun dan produktif misalnya, muncul dan mengakar kuat karenadorongan yang amat intens dari dua pendirinya, Sergey Brin dan LarryPage. Begitu juga falsafah Toyota akan kesempuranaan mutu –budaya ini tegak berdiri karena para top manajemen Toyota secarakonsisten selalu mempraktekkannya secara nyata.Namun itu saja belum cukup. Komitmen itu segera perlu diikutidengan langkah kedua, yakni : melakukan transformasi menyeluruhterhadap sistem kerja dan kebijakan pengelolaan karyawannya.Sebagai contoh, jika suatu organisasi ingin meraih kultur kerja yanggesit dan responsif, maka perlu diciptakan struktur organisasi yangramping dan tidak terlalu hirarkis. Contoh lain, jika suatu organisasiingin membangun budaya kerja yang inovatif dan mengedepankansemangat entrepreneuer, maka sistem yang dibangun harus mengacupada nilai-nilai budaya baru tersebut. Sebagai contoh, Googlememberikan waktu free days selama 1 hari setiap minggu kepada parakaryawannya. Dalam masa free days ini, para karyawan dibebaskanuntuk bereksperimen sesukanya – baik secara kolaboratif ataupunindependen. Banyak ide-ide layanan baru Google yang ternyatawww.strategimanajemen.net 31
  32. 32. muncul dari kebijakan “Hari Bebas” ini (ulasan lebih lengkap mengenaibudaya kerja Google bisa dibaca pada tulisan sebelumnya)Pesannya jelas : setiap sistem kerja dan kebijakan pengelolaankaryawan harus dikaji dan kemudian dirombak agar sesuai dengankultur baru yang ingin dituju. Sebab hanya dengan jalan ini, prosesawal perubahan budaya akan mungkin terjadi.Langkah terakhir yang harus dilalui adalah ini: mengimplementasikankebijakan diatas dengan konsisten, tekun dan tegas. Artinya, setelahkita mendesain sistem kerja dan kebijakan pengelolaan karyawanyang selaras dengan budaya baru yang ingin dibangun, maka langkahberikutnya adalah just do it. Implementasikan semua itu dengan benar,kesabaran dan sekali lagi, konsistensi. Langkah ini merupakan faseyang amat kritikal, sebab pada akhirnya proses implementasi ini yangakan menjadi golden bridge (jembatan emas) bagi terbangunnyabudaya perusahaan baru yang diimpikan. Dan langkah inilah yangberhasil dijalankan oleh Toyota dengan gemilang. Manajemen Toyotaselalu dapat mengeksekusi kebijakan mereka dengan konsisten dantekun, hingga pada akhirnya mampu membentuk budaya kerja yangoptimal.Sayangnya, dari sejumlah pengamatan, banyak perusahaan yangkurang memiliki kegigihan dalam proses implementasi. Mereka acaptidak sabar dan kurang tekun dalam melangkah dalam fase ini. Takjarang, agenda perubahan yang satu belum selesai, sudah muncul lagiagenda perubahan baru. Hal ini tentu saja akan membuat bingungkaryawan; dan sering justru akan menimbulkan sinisme dikalanganmereka. Segenap konsep dan rencana yang indah tentangpenumbuhan etos kerja baru niscaya akan berujung pada kesia-siaanjika fase implementasi ini tidak ditekuni dengan penuh kesungguhan.www.strategimanajemen.net 32
  33. 33. Sebaliknya, jika dilakukan dengan konsisten, maka fase implementasiini akan benar-benar memberikan perubahan yang besar dalam prosespengembangan kultur dan etos kerja baru. Langkah ini pula yang akanmemastikan bahwa slogan-slogan indah yang tertempel di dinding itubenar-benar memiliki makna, dan bukan sekedar hiasan kosongbelaka. Dan langkah ini pula yang akan membuat Anda bisamembangun budaya perusahaan nan legendaris layaknya IBM Way,Toyota Values dan Google Culture.www.strategimanajemen.net 33
  34. 34. Taman Impian Itu Bernama LearningOrganizationKetika ‘learning organization’ telah menjelmakan dirinya dalam wujudyang sempurna, maka ia ibarat sebuah taman impian. Itulah tamandimana semua penghuninya terangsang untuk terus menerus belajar,dan dengan penuh semangat saling berbagi pengetahuan sertapengalaman. Sebuah taman dimana semua anggotanya dinaungi spiritkeriangan untuk selalu mempersembahkan karya terbaik.Lalu, apa itu learning organization atau organisasi pembelajar ? Secarageneral, konsep ini dapat diartikan sebagai kemampuan suatuorganisasi untuk terus menerus melakukan proses pembelajaran (selflearning) – sehingga organisasi tersebut memiliki ‘kecepatan berpikirdan bertindak’ dalam merespon beragam perubahan yang muncul.Dalam konteks riil, tema tentang learning organization ini diyakinitelah menjadi satu jurus jitu untuk berkelit dari kekalahan persainganbisnis. Kita misalnya, melihat dari kasus Microsoft dalam meresponpenemuan teknologi internet pada pertengahan tahun 90-an lalu.Harus diakui, saat itu Microsoft nyaris terpelanting lantaran terlambatmenyadari pentingnya teknologi internet. Di awal-awal lahirnyainternet, hampir semua orang melakukan browsing internet denganpiranti lunak bermerk Netscape yang bukan buatan Microsoft – dan inimembuat perusahaan teknologi raksasa ini seperti tersisih dipinggirjalan. Beruntung, para petinggi Microsoft segera menyadari kekeliruanprediksi mereka – dan detik itu juga mereka melakukan konsolidasiinternal untuk secepatnya membuat piranti lunak buat menyaingiproduk Netscape. Kini, beberapa tahun kemudian, kita mungkin lebihmengenal dan lebih sering berselancar ke internet denganwww.strategimanajemen.net 34
  35. 35. menggunakan produk buatan Microsoft yang bermerk MicrosoftExplorer.Contoh diatas memberikan ilustrasi betapa tanpa proses pembelajaranyang cepat, mungkin Microsoft akan terus tertinggal dan tergilas oleharus perubahan yang berlangsung. Beruntung, mereka memilikilearning infrastructure dan learning culture yang solid, sehingga dapatsegera bertindak dan berpikir secara cepat untuk merespon perubahanbisnis yang ada.Ilustrasi lainnya datang dari Nokia, pemimpin industri ponsel denganpangsa pasar global sebesar hampir 40 %. Saat ini, merekadihadapkan pada masalah pertumbuhan penjualan ponselnya yangsecara global mengalami stagnasi. Untuk mengatasi masalah ini, parapetingginya berpikir bahwa mereka harus mengeluarkan produkinovatif berupa kombinasi antara telpon selular dengan kemampuanmulti-media (gabungan antara ponsel, mini-laptop, digital music, video,game, dll). Persoalannya, dalam produk inovatif ini, Nokia harusberhadapan dengan teknologi baru yang mungkin selama ini tidakmereka kuasai secara fasih seperti halnya mereka menguasaiteknologi ponsel. Seberapa jauh Nokia akan berhasil dalam memasukimedan baru itu, akan amat bergantung pada sejauh mana learningcapacity yang dimiliki oleh mereka.Pertanyaannya kemudian adalah apa yang mesti dilakukan untukmembangun learning organization yang tangguh? Dalam hal ini,langkah pertama yang mungkin mesti dilakukan adalah denganmembangun iklim dialog dan knowledge sharing yang kuat. Elemen inipenting sebab proses pembelajaran tidak akan pernah bisaberlangsung jika tidak ada komitmen yang kokoh diantara parakaryawan – apapun levelnya – untuk bertukar gagasan danpengetahuan, baik secara formal maupun melalui proses informalwww.strategimanajemen.net 35
  36. 36. learning. Proses informal learning ini layak disebut, sebab berdasarriset, kegiatan ini memiliki peran yang amat signifikan dalammengembangkan kemampuan belajar organisasi – dan bahkan acaplebih efektif dibanding proses formal learning melalui kegiatansemacam in-class training.Penumbuhkan iklim learning itu juga mesti dibarengi denganpenciptaan mekanisme atau infrastruktur yang bisa mendorong agarkegiatan proses learning diantara para karyawan bisa berlangsunglebih terpadu. Disini, peran knowledge management menjadi amatkritikal; sebab melalui mekanisme inilah proses pembelajaran danakumulasi pengetahuan yang tersebar diantara segenap karyawan bisadikelola secara efektif dan didesain agar selaras dengan arah strategiperusahaan.Tentu saja, proses penumbuhan learning organization yang solid takbisa hanya berlangsung semalam. Tapi jika ia mampu benar-benardiwujudkan, maka fantasi tentang hadirnya tampan impian bisamenjadi menjadi kenyataan. Itulah taman dimana setiap individu bisaterus belajar, bergerak membangun peradaban yang agung nan mulia.www.strategimanajemen.net 36
  37. 37. Berapa Persen Waktu yang Dialokasikan CEOAnda untuk Mengelola SDM?The world’s best companies realize that no matter what businessthey’re in, their real business is building leaders.Ya benar, kalimat penuh makna itulah yang disuarakan oleh para CEOatau Presiden Direktur dari perusahaan-perusahaan kelas dunia.Mereka sejatinya ingin mengatakan, mengembangkan dan mengelolafuture leaders/managers adalah tugas utama yang harus merekalakukan – lebih dari tugas-tugas lainnya. Dengan kata lain, tugaspokok seorang CEO pertama-tama bukanlah mengurus bisnis, namunmengurus orang. Pendeknya, tugas pertama yang maha penting bagisetiap CEO yang ingin berhasil adalah ini : develop futureleaders/managers.Dari statement penting diatas, saya lalu teringat ungkapan dari NoelTichy, pakar manajemen yang menjadi otak dibalik kehebatanprogram pengembangan kepemimpinan di GE. Noel bilang, ada sebuahcara mudah untuk menguji apakah perusahaan Anda benar-benarserius terhadap upaya pengembangan SDM, atau sekedar lip service.Caranya begini : coba datanglah kepada sekretaris CEO Anda, dantanyakan apa saja agenda sang bos dalam satu bulan ke depan. Kalaudari puluhan agendanya yang super sibuk itu, tak ada satupun itemyang menyangkut mengenai proses pengembangan SDM, then forgetit. Lupakan semua blah-blah-blah mengenai strategi pengembanganSDM.Ya, sederet pertanyaan yang sungguh serius lantas perlu segeradikibarkan : dari pengamatan Anda, apakah dalam setahun terakhirbos besar (alias Dirut) Anda pernah meluangkan waktu untuk menjadiwww.strategimanajemen.net 37
  38. 38. trainer dan memberikan sharing session bagi para anak buahnya?Apakah sang CEO selama ini pernah memberikan coaching one-on-onesecara reguler dan sistematis kepada para manajer kunci diperusahaan? Apakah sang CEO selama ini pernah mengalokasikanwaktunya untuk ikut wawancara penerimaan trainee yang akanmenjadi calon future leaders? Dan apakah sang CEO selama ini selaluterlibat intens dalam penyusunan rencana pengembangan strategisbagi para future managers?Faktanya, berdasar riset yang dilakukan oleh majalah Fortune, rata-rata waktu yang dilalokasikan oleh para CEO perusahaan kelas duniauntuk proses pengembangan SDM adalah 50 % — sebuah angka yangamat signifikan mengingat kesibukan seorang CEO. Dulu, ketika JackWelch masih menjadi CEO General Electric, ia mengalokasikan 60 %waktunya untuk mengelola manusia. Ia bilang, urusan pengembanganSDM terlalu penting untuk diserahkan pada orang lain. Dengan katalain, ia ingin mengatakan urusan SDM harus langsung ditangani olehsang CEO seperti dirinya. Tidak oleh orang lain.Demikianlah saat menjadi CEO GE, Jack Welch – yang langkahnya kinijuga diikuti oleh penerusnya, Jeff Immelt – selalu meluangkan waktuuntuk mengajar para manajernya di kampus GE Academy yang megahdi Crotonvile, USA. Secara periodik ia menghabiskan waktu berjam-jam dengan Direktur SDM-nya untuk memelototi dan memantaupengembangan SDM bagi 100 manajer kuncinya. Dan setiap tahun, iadatangi satu per satu seratus orang itu untuk melakukan tatap mukasecara langsung dalam sesi coaching secara khusus. Praktek yangpersis semacam ini juga dilakukan oleh AG Leafley, CEO dariperusahaan Procter and Gamble. Setiap minggu, Leafley berdiskusiintensif dengan Chief HR-nya guna memantau secara cermat progrespengembangan SDM bagi para manajernya.www.strategimanajemen.net 38
  39. 39. Filosofi kedua orang itu – yakni Jack Welch dan Leafley – sama. Bagimereka, tugas utama mereka adalah mengembangkan kapabilitas daripara manajernya. Sebab, dengan barisan para manajer yang kapabel,roda bisnis dengan sendirinya akan berjalan dengan lancar. Dengankata lain agar perusahaan terus bisa sukses, mereka harus seriusmengembangkan mutu orang-orang yang mengemudikan roda bisnisitu.Jadi omong-omong, berapa persen waktu yang dialokasikan bos besarAnda untuk mengurus proses pengembangan SDM? 40 %, 20, 10 atau0 %? Kalau menurut Anda, masih dibawah 20 %, silakan lakukan halberikut : simpan tulisan ini, lalu segera kirim melalui email kepada bosbesar Anda. Semoga dengan begitu, para bos besar Anda menjadisadar that no matter what business they’re in, their real business isbuilding leaders……www.strategimanajemen.net 39
  40. 40. The Death of HR People?Our most important asset is our great people, begitu satu kalimat yangacap kita lihat di laporan tahunan sejumlah besar perusahaan. Sebuahkalimat yang mungkin sering jadi tergelincir menjadi klise, sebab spiritdibalik kalimat itu lebih kerap tak dijalankan. Dengan kata lain,kalimat itu lebih sering menjadi slogan belaka, yang tidak disertaidengan komitmen pengembangan sumber daya manusia yang kuat.Pada sisi lain, kalimat mutiara itu juga merupakan tantangan bagi parapengelola SDM di setiap perusahaan, atau yang acap dikelompokkandalam sebuah departemen SDM. Pada kenyataannya, kini makinkencang suara yang mempertanyakan kredibilitas para pengelola SDMdalam mengembangkan mutu para karyawan dan membawa lajuperusahaan kedalam bahtera kejayaan.Di sebagian perusahaan, departemen SDM sering masih diidentikkandengan persoalan administrasi personalia belaka, dan hanya punyaperan yang marginal dalam pengendalian arah strategis masa depanperusahaan. Para pengelola SDM dianggap tidak memahami bahasabisnis, dan karenanya kurang dianggap sebagai mitra sejajar bagidivisi atau departemen lainnya dalam menggerakan arah perusahaan.Harus diakui, kenyataan diatas merupakan realitas yang banyakterjadi di perusahaan di republik ini. Untuk membalikkan situasisemacam ini, setidaknya terdapat dua langkah kunci pembenahandalam diri internal para pengelola departemen SDM yang perlu segeradiusung dan dilakonkan.Langkah yang pertama adalah ini : bahwa setiap pengelola SDMdisetiap perusahaan mesti memahami dinamika industri dan bisnisdimana perusahaannya berada. Mereka mesti setidaknya mengetahuiwww.strategimanajemen.net 40
  41. 41. posisi perusahaannya dalam peta persaingan pasar, mesti memahamidinamika pertumbuhan industri dimana perusahaanya berkiprah, danjuga mampu membaca arah perkembangan bisnis masa mendatang.Dalam kenyatannya, banyak para karyawan di departemen SDM yanggagap ketika ditanya mengenai pertumbuhan bisnis perusahaannya,atau juga tentang konfigurasi persaingan bisnis masa depan. Bahkanmungkin banyak diantara mereka yang tidak tahu total sales danmarket share produk-produk perusahaannya. Tentu saja, ini sebuahironi. Sebab, bagaimana mungkin para pengelola SDM itu akanmampu mencetak future leaders jika arah perkembangan bisnis diindustrinya saja tidak paham? Atau, jika mereka tidak memahamitantangan yang dibutuhkan untuk keberhasilan bisnisnya dimasamendatang?Langkah berikutnya tentu saja adalah membekali diri denganpemahaman yang solid mengenai berbagai konsep dan praktekpengelolaan SDM yang benar. Para pengelola departemen SDM mestimampu merumuskan dan merealisasikan strategi pengembangan SDMyang integratif dengan kebutuhan bisnis perusahaannya. Dalam hal ini,mereka mestinya juga dapat memahami dan mampu mengaplikasikanberagam metode pengembangan SDM dengan tepat sasaran. Sebabrasanya ganjil jika kita memiliki niatan untuk mendidik orang lain,namun ilmu dan metode yang kita kuasai ternyata tidak kuat. Iniibarat mau menjadi seorang guru, namun dengan bekal ilmu yangkosong. Jika ini yang terjadi, maka sang murid tidak akan bertambahpandai namun mungkin sebaliknya, sang murid itu justru kianbertambah pandir. Tanpa dibekali dengan ilmu manajemen SDM yangkokoh, bagaimana mungkin para pengelola SDM itu akan mampumemintarkan para karyawan perusahaannya?Dua langkah kunci diataslah yang akan mampu membuat peran parapengelola departemen SDM menjadi lebih strategis dalamwww.strategimanajemen.net 41
  42. 42. mengarahkan masa depan perusahaan. Dengan itu pula, parapengelola SDM akan benar-benar mampu mewujudkan kata-kata “ourmost important asset is our great people” menjadi sebuah kenyataanyang indah. Sebaliknya tanpa proses transformasi diatas, peran parapengelola SDM akan makin terpinggirkan, dan fenomena the death ofHR people bisa menjadi sebuah kenyataan pahit yang terpaksa mestiditelan.www.strategimanajemen.net 42
  43. 43. Bagian 3: On Managing Mindsetwww.strategimanajemen.net 43
  44. 44. Are You Happy with Your Life (and Your Job)Now?Hidup pada akhirnya memang selalu penuh dengan tikungan. Adakalanya kita berada pada parade keberhasilan yang membuat kitamabuk dalam ekstase keriangan. Ada pula saat ketika kita terpeleset,terpelanting dan terpuruk dalam segores duka. Toh dalam lingkaranjatuh dan bangun itu, hidup harus terus dijalankan. Kita terusberproses dan bertumbuh “menjadi manusia”. Becoming a true person,demikian Erich Fromm pernah berujar dalam risalahnya yang terkenalitu, On Being Human.Namun mungkin ada kalanya kita perlu berhenti sejenak, mengambilrehat, dan melakukan kontemplasi. Sekarang tataplah screen (layar)laptop atau komputer Anda. Lihatlah screen yang ada di depan Andaini sebagai sebuah cermin…..lalu bayangkanlah, kira-kira lima tahundari sekarang, potret apa yang tergambar dalam layar di depan Andaini.Apakah yang tergambar dalam bayangan itu adalah figur Anda sebagaiseorang saudagar sukses dengan omzet bisnis ratusan juta per bulan,dengan sebuah apartemen indah di Dharmawangsa Residence? Atauyang muncul adalah gambaran Anda sebagai seorang manajer suksesbergaji 30 juta perbulan, dengan sebuah SUV nongkrong di garasirumah? Atau yang justru tergambar di layar adalah gambaran Andasebagai seorang guru mengaji di sebuah surau kecil di kampunghalaman Anda, nun jauh disana, di sebuah kampung dimana segenapambisi materi dan duniawi menjadi lenyap, karena disitu yang adahanyalah “keheningan, kedamaian dan kebersahajaan”?www.strategimanajemen.net 44
  45. 45. Saya tak tahu. Sungguh saya tak tahu apa yang dalam imajinasi Andatentang masa depan hidup yang ingin Anda ukir. Namun apapunpilihan hidup masa depan Anda, barangkali tetap tersisa satu hal yanglayak dicatat : pilihan itu sebaiknyalah didasari oleh passion Anda. Ya,passion. Atau gairah yang membuncah. Atau rajutan tekad yangmenghujam di hati.Life is too short my friends, and you know what, setelah itu kita semuaakan mati. Sebab itu, mungkin yang tersisa adalah sejumput kesia-sian jika sepanjang hidup, kita hanya melakoni pekerjaan yang full ofbullshit. Dan bukan menekuni pekerjaan yang menjadi passion kita,tempat dimana kita bisa mereguk secangkir kebahagiaan sejati……Tempat dimana kita selalu tak sabar menunggu hari esok tiba –karena setiap hari selalu dihiasi oleh “the beauty of meaningful workand life”. Jadi adakah hidup dan pekerjaan yang Anda lakoni sekarangsudah benar-benar menjadi passion Anda? Adakah Anda telahmenemukan secercah embun kebahagiaan dalam segenap hidup danpekerjaan Anda?Lalu, setelah passion, barangkali ada dua elemen kunci yang jugalayak di-stabilo : persistensi dan determinasi. Kalaulah Anda sudahmenemukan tujuan hidup dan pekerjaan yang menjadi passion Anda,maka kejarlah impian Anda dengan persisten : dengan kegigihan,dengan keuletan dan dengan ketekunan. Kita tahu, banyak orangmembentur kisah kegagalan bukan karena mereka bodoh atau takpunya bakat. Bukan itu. Mereka gagal karena menyerah di tengahjalan. Quit. Berhenti dan tak mau meneruskan lagi upayanya dengangigih.Kita semua pasti pernah mengalami kegagalan. Namun bukan berartiini mesti membuat kita berhenti dan menyerah kalah. Orang bijakbelajar dari kesalahan dan kegagalan yang mereka lakukan, danwww.strategimanajemen.net 45
  46. 46. kemudian berproses untuk kembali menemukan jalur pencapaiantujuan hidup mereka. Ditengah tantangan yang terus mengerang danjalan kehidupan yang terjal penuh tikungan, mereka terusmenderapkan kaki : sebab mereka percaya pada akhirnya, cahayakeberhasilan itu pelan-pelan bisa dinyalakan. Mereka terus berjuangdengan persisten. Dengan penuh passion. “And we’ll keep on fightingtill the end……”, begitu paman Freddy “Queen” Mercury pernahberdendang.Setelah passion dan persistensi, maka elemen terakhir yang jugaharus dipeluk erat adalah ini : determinasi. Atau komitmen yangmenggumpal. Atau dedikasi yang terus mengalir. Atau selalu fokuspada satu tujuan akhir yang jelas. Orang yang punya determinasiselalu percaya bahwa they create their own destiny (tentu denganrestu dari Yang Diatas). Mereka selalu percaya bahwa merekalah yangpaling bertanggungjawab untuk merajut masa depan dan nasib hidupmereka sendiri. Bukan orang lain.Orang yang memiliki determinasi karenanya, tak pernah maumenyalahkan orang atau pihak lain manakala dihadang oleh segumpaltantangan hidup. Mereka lebih suka selalu menelisik akar masalah danlalu mencoba mengukir solusi untuk menghadapi tantangan yangmenghadang. Mereka juga enggan mengeluh ketika dihantam olehberderet problem kehidupan dan beban pekerjaan yang kianmenggurita. Sebab mereka percaya, mengeluh hanyalah layak untukpara pecundang. Dan sungguh, mereka tak pernah mau disebutsebagai para pecundang.Itulah tiga elemen – yakni passion, persistensi dan determinasi – yangmungkin mesti kita dekap dengan penuh kesungguhan kala kita inginmerengkuh jejak kebahagiaan dalam sejarah hidup kita yang amatpendek ini. Yang pertama, temukan passion, kegairahan sejati dalamwww.strategimanajemen.net 46
  47. 47. jejak hidup yang ingin Anda tapaki. Lalu, bergeraklah, bergeraklahdengan penuh persistensi. Dengan spirit kegigihan yang terusberpendar. Kemudian jalani itu semua dengan nyala determinasi yangmenggumpal.Selamat berjuang, kawan !! Selamat berjuang merengkuh kebahagianhakiki dalam hidup dan pekerjaan Anda. Salam, doa dan peluk hangatdari saya untuk keberhasilan Anda semua….www.strategimanajemen.net 47
  48. 48. Law of Attraction : You Can If You THINK YouCan (Bagian 1)You can if you think you can. Kalimat sakti yang pernah menjadi judulbuku legendaris karangan Norman Vincent Peale ini sepertinya hendakmemberikan satu pesan yang jelas : jika Anda senantiasa berpikirpositif, selalu merajut “mentalitas bisa” (can do attitude), dansenantiasa membayangkan masa depan dengan gelegak optimisme,maka percayalah, hidup Anda pada akhirnya benar-benar akan basahkuyup dalam nirvana keberhasilan dan kebahagiaan.Dan persis seperti itulah spirit yang dikandung oleh Law of Attraction(LOA) – sebuah aliran keyakinan yang kini tengah digandrungidimana-mana. Maka simaklah petikan kalimat-kalimat berikut ini.Rahasia besar kehidupan adalah hukum tarik menarik. Hukum tarikmenarik mengatakan bahwa kemiripan menarik kemiripan. KetikaAnda membayangkan pikiran-pikiran, maka pikiran-pikiran itu dikirimke Semesta, dan secara magnetis pikiran akan menarik semua halyang serupa, dan lalu dikembalikan pada sumbernya, yakni Anda.(dikutip secara bebas dari buku The Secret karangan Rhonda Byrne).Dengan kata lain, jika Anda selalu membayangkan pikiran yang negatif– kecewa, gagal, marah, selalu menyalahkan orang lain, frustasi, ragu,merasa selalu kekurangan – maka gelombang pikiran itu akanmemantul ke semesta, menarik pikiran-pikiran negatif yang serupa,dan lalu mengirim balik secara powerful kepada sumbernya, yakniAnda. Lingkaran kelam negativisme ini perlahan namun pasti akanmembawa kita dalam lorong gelap tak berujung.Dalam lorong gelap itulah, benih-benih spirit optimisme, raungankeyakinan untuk mencengkram keberhasilan, dan daya juang untukwww.strategimanajemen.net 48
  49. 49. merajut imajinasi positif, menjadi hilang tak berbekas. Hidup yangnyata pada akhirnya akan berujung pada nyanyi bisu keterpurukan.Itulah mengapa sebagian orang lalu memberi saran agar kita menjagajarak dari lingkungan yang hanya menerbarkan energi kelamnegativisme. Toh sialnya, setiap hari rasanya kita selalu disergapdengan energi negatif ini. Di jalanan tiap pagi kita disergap kemacetanyang melentik kita untuk segera mengeluarkan kemarahan danumpatan menyalahkan pihak lain. Di kantor, kita acap menatap wajah-wajah sayu yang melakoni pekerjaannya dengan semangat yang kiansempoyongan. Di sudut lain kita juga tak jarang menemui sangcomplainer, yang kerjanya tiap hari hanya mengeluh : mengeluh bos-nya tidak adil-lah, mengeluh mengapa karirnya tak naik-naik-lah, ataumengeluh mengapa kopi yang disajikan office boy rasanya terlalupahit……..Dan aha, ketika kita pulang ke rumah, dan sejenak membaca berita dikoran serta melihat acara talk show di televisi, duh mengapa isinyaselalu sarat dengan negative news dan gambaran pesimisme yangkelam. Pengamat yang satu mengkritik ini, pengamat yang lainmenyalahkan itu. Pengamat yang lainnya lagi memberikan gambaranmasa depan bangsa yang seolah-olah akan jatuh dalam kegelapanabadi. (Fakta ini membuat teman saya pernah memberi saran padasaya agar BERHENTI total untuk membaca koran dan menontontelevisi. Kenapa, tanya saya. Jawabnya lugas : berita dan komentar-komentar kelam yang muncul di televisi dan koran hanya akanmembunuh imajinasi dan harapan Anda tentang masa depan yanglebih baik !!).Begitulah. Ketika segenap partikel udara telah dipenuhi dengan energinegative, dan ketika berderet narasi tentang masa depan yang muramwww.strategimanajemen.net 49
  50. 50. selalu menari dihadapan kita, maka apa yang sesungguhnya mesti kitalakukan?Kita tentu tak boleh membiarkan diri kita larut didalamnya, sebab ituartinya hanya akan membuat kita terpelanting dalam kubangan nasibyang penuh ratapan dan sembilu kepedihan yang tak berujung.“Anda tak dapat menolong dunia dengan berfokus pada hal-hal negatif.Ketika Anda berfokus pada peristiwa-peristiwa negatif, maka Andabukan saja menambahnya, namun juga mendatangkan lebih banyakhal negatif ke dalam hidup Anda sendiri,” demikian untuk mengutipkembali ungkapan Rhonda Byrne.Jadi bagaimana dong? Saya akan mencoba mengeksplorasi butiran-butiran jawabannya dalam tulisan seri berikutnya (Anda bisamembacanya di bagian berikut). Untuk sementara, silakan kembalimereguk kopi hangat yang sudah ada di meja Anda. Seruputlah kopiitu pelan-pelan, sambil berbisik dalam hati : life is good….yeah, life isgood.www.strategimanajemen.net 50
  51. 51. Law of Attraction : Jalan Terjal MenujuNirvana Kebahagiaan (Bagian 2)Dalam tulisan bagian pertama sebelumnya, kita telah membahasmengenai prinsip Law of Attraction (Hukum Tarik Menarik). Ide dasardari pinsip ini adalah apa yang Anda pikirkan akan menarik pikiran-pikiran yang serupa dan kemudian memantulkannya kembali padaAnda. Pikiran yang sedang Anda bayangkan saat ini sedangmenciptakan kehidupan masa depan Anda, demikian tulis RhondaByrne. Apa yang paling Anda pikirkan atau fokuskan akan munculsebagai hidup Anda. Pikiran Anda akan menjadi sesuatu.Demikianlah, jika yang mendominasi bayangan dan pikiran kita adalahhal-hal yang negatif – kecewa, gagal, marah, selalu menyalahkanorang lain, frustasi, ragu, merasa selalu kekurangan – makagelombang pikiran itu akan memantul ke semesta, menarik pikiran-pikiran negatif yang serupa, dan lalu mengirim balik kepada Anda.Lingkaran kelam negativisme ini perlahan namun pasti akan membuatkita terpelanting dalam kisah hidup yang penuh kepiluan.Sebaliknya, jika pikiran kita dipenuhi dengan visualisasi yang saratdengan energi positif – tentang semangat hidup, tentang keyakinanuntuk merengkuh sejumput keberhasilan, tentang kelimpah-ruahan,tentang kegairahan optimisme yang meluap, tentang ucapan syukuryang tak pernah berhenti mengalir – maka jejak kehidupan pasti akanmembawa kita lebur dalam nirvana kebahagiaan yang hakiki.Karena itulah, para pakar motivasi senantiasa menganjurkan kitauntuk selalu merawat otak dan pikiran kita agar selalu berada padaranah yang positif. Visualisasi dan luapan energi yang positif, dengankata lain, perlu terus digodok dan diinjeksikan kedalam segenap selwww.strategimanajemen.net 51
  52. 52. saraf otak kita. Sebab dengan itulah, sketsa indah tentangkeberhasilan dan kebahagiaan bisa mulai dilukiskan dengan penuhkesempurnaan.Sesungguhnya, ide tentang korelasi antara spirit hidup yang positifdengan level keberhasilan individu pernah dielaborasi secara ekstensifoleh para akademisi jauh sebelum buku Law of Attraction yangmenggemparkan itu terbit. Martin Seligman adalah salah satutokohnya. Tokoh yang acap disebut sebagai Bapak Psikologi Positif ini,melalui bukunya yang bertajuk Learned Optimism telah memberikanelaborasi yang solid tentang betapa spirit optimisme dan pola pikirpositif amat berpengaruh terhadap keberhasilan hidup.Pertanyaannya sekarang adalah : bagaimana caranya agar perjalananhidup kita selalu diselimuti oleh energi positif dan spirit optimismeyang menghentak serta terus mengalir.Salah satu cara yang populer adalah melalui teknik visualisasi positif(saya akan mengulas teknik ini dalam tulisan berikutnya).Cara lain yang praktis mungkin adalah ini : tenggelamkan diri Andadalam lingkaran pergaulan atau komunitas yang memiliki visi hiduppositif. Mungkin kita bisa memulainya dari lingkungan terdekat,keluarga. Siramilah segenap interaksi dalam keluarga kita denganenergi positif, rajutlah komunikasi yang produktif dengan pasanganhidup kita (dan bukan membanjirinya dengan aneka keluhan seperti :Aduh Mama, kenapa lauknya asin banget? Atau : Mama gimana sih,kok celana dalam saya ndak ada yang kering?). Lalu, limpahilah juaanak-anak kita dengan pujian dan apreasiasi (dan bukan denganrentetan kalimat negatif seperti : kenapa rapormu jelek, kenapa nilaimatematika si Andi lebih baik dari kamu, dst).www.strategimanajemen.net 52
  53. 53. Lalu, bangun pula persahabatan dengan insan-insan yang selalumampu menebarkan nyala kegigihan dalam setiap jejak langkahnya.Tebarkan interaksi dengan mereka yang selalu bisa memekarkankeyakinan untuk merengkuh keberhasilan; dan bukan dengan pribadiyang hanya bisa meletupkan energi negatif. Dan bentangkan sayappergaulan kita dengan mereka yang selalu melihat masalah sebagaisebuah tantangan yang pasti bisa dituntaskan – dan tidak denganorang-orang yang hanya menabur komplain, saling-menyalahkan danmengeluarkan sembilu keluhan tanpa ujung.Pada sisi lain, mungkin ada baiknya juga jika kita melimpahi hidupdengan bacaan dan pengetahuan yang inspiratif, menyegarkan sertamampu membawa pencerahan. Bacaan itu bisa kita gali dari buku-buku, majalah atau blog-blog bermutu. Pengetahun yang inspiratif inibarangkali dapat menopang dan membantu kita dalam merajut etoshidup yang dilimpahi oleh energi positif.Pada akhirnya mesti dikatakan bahwa jalan menuju nirvanakebahagiaan sungguh merupakan jalan yang terjal nan berliku. Namunselalu hadapilah jalan yang panjang itu dengan sikap hidup positif,dengan spirit optimisme, dengan keyakinan yang menggumpal, dandengan limpahan rasa syukur yang mengalir tanpa henti.Juga dengan lantunan doa yang khusyu’ tanpa henti pada Sang Ilahi.Percayalah, seribu malaikat pasti akan selalu mendengar doa yangAnda bisikkan siang dan malam itu……..www.strategimanajemen.net 53
  54. 54. Positive Mindset dalam Empat LevelGelombang OtakDalam tulisan mengenai Law of Attaction (Hukum Tarik Menarik) —yang telah Anda baca dalam bagian sebelumnya — kita telahmembahas mengenai betapa sesungguhnya pola pikir dan rajutanimajinasi kita memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sejarahmasa depan hidup kita.Itulah mengapa kaum bijak bestari memberi petuah agar kita bisaselalu melentikkan api optimisme dalam diri kita dan juga mampumerawat pola pikir positif. Positif melihat masa depan kita, positifmelihat segenap tantangan yang menghadang, dan positif dalamberpikir serta berimajinasi.Soalnya kemudian adalah : menginjeksikan daya positif ke dalam sel-sel otak kita ternyata tak semudah membikin indomie rebus. Acapketika dihadapkan pada tantangan yang membuncah atau kerumitanmasalah yang menghadang, pikiran kita langsung goyah dan berpikir :ah, saya memang tidak mampu melakukannya…..saya mungkin tidakbisa meraih impian yang saya cita-citakan…..yah, memang ini suratannasib saya…….(Duh!).Jadi bagaimana dong? Apa yang mesti dilakoni agar mentalitas positifdan spirit keyakinan itu tak langsung layu ketika badai tantangandatang menghadang? Apa yang mesti diziarahi agar virus positiv ituterus menancap dalam serat otak kita bahkan ketika lautan masalahterus menggelora, menghantam biduk perjalanan kita?Beruntung, para ahli saraf (neurolog) telah menemukan jawabannya.Dan jawabannya terletak pada empat level gelombang otak kita.Melalui serangkaian eksperimen dan alat ukur yang bernama EEGwww.strategimanajemen.net 54
  55. 55. (Electro EncephaloGram), mereka menemukan ternyata terdapatempat level getaran dalam otak kita. Mari kita simak bersama empatgelombang kesadaran itu.Beta (14 – 100 Hz). Dalam frekuensi ini kita tengah berada padakondisi aktif terjaga, sadar penuh dan didominasi oleh logika. Inilahkondisi normal yang kita alami sehari-hari ketika sedang terjaga (tidaktidur). Kita berada pada frekuensi ini ketika kita bekerja,berkonsentrasi, berbicara, berpikir tentang masalah yang kita hadapi,dll. Dalam frekuensi ini kerja otak cenderung memantik munculnyarasa cemas, khawatir, stress, dan marah. Gambar gelombang otak kitadalam kondisi beta adalah seperti dibawah ini.Alpha (8 – 13.9 Hz). Ketika otak kita berada dalam getaran frekuensiini, kita akan berada pada posisi khusyu’, relaks, meditatif, nyamandan ikhlas. Dalam frekuensi ini kerja otak mampu menyebabkan kitamerasa nyaman, tenang, dan bahagia. Berikut gambar gelombangalpha.Theta (4 – 7.9 Hz). Dalam frekuensi yang rendah ini, seseorang akanberada pada kondisi sangat khusyu’, keheningan yang mendalam,deep-meditation, dan “mampu mendengar” nurani bawah sadar. Inilahkondisi yang mungkin diraih oleh para ulama dan biksu ketika merekawww.strategimanajemen.net 55
  56. 56. melantunkan doa ditengah keheningan malam pada Sang Ilahi. Berikutgambar gelombang otak kita ketika berada dalam kondisi theta.Delta (0,1 – 3,9 Hz). Frekuensi terendah ini terdeteksi ketika orangtengah tertidur pulas tanpa mimpi. Dalam frekuensi ini otakmemproduksi human growth hormone yang baik bagi kesehatan kita.Bila seseorang tidur dalam keadaan delta yang stabil, kualitas tidurnyasangat tinggi. Meski tertidur hanya sebentar, ia akan bangun dengantubuh tetap merasa segar.Nah, penyelidikan menunjukkan bahwa proses penumbuhan keyakinanpositif dalam pikiran kita akan berlangsung dengan optimal jika otakkita tengah berada pada kondisi Alpha (atau juga kondisi Theta).Dalam frekuensi inilah, kita bisa menginjeksikan energi positif dalamsetiap jejak sel saraf kita secara mulus. Apabila kita merajutkeyakinan positif dan visualisasi keberhasilan dalam kondisi alpha,maka rajutan itu benar-benar akan menembus alam bawah sadar kita.Pada gilirannya, hal ini akan memberikan pengaruh yang amatdahsyat pada pola perilaku kita ketika berproses menuju puncakkeberhasilan yang diimpikan.Pertanyaannya sekarang adalah : bagaimana caranya agar kita bisaberada kondisi alpha?Bagi Anda yang muslim, ada satu langkah yang mujarab : sholattahajud di tengah keheningan malam (Jika Anda beragama Kristen,mungkin medianya adalah dengan melakukan “retreat”).www.strategimanajemen.net 56
  57. 57. Begitulah, para kaum bijak bestari berkisah, dalam momen-momenkontemplatif ketika bersujud dihadapan Sang Ilahi, selalu adaperasaan keheningan yang menggetarkan, perasaan khusyu’ yangsungguh menghanyutkan. Saya berpikir perasaan ini muncul karenasaat itu kondisi otak kita sedang berada pada gelombang alpha. Danpercayalah, dalam momen itu, kita dengan mudah bisa memasukkanenergi positif dan spirit keyakinan dalam segenap pikiran kita. Dalammomen inilah, dalam hamparan kepasrahan total pada Sang Penciptadan rasa syukur yang terus mengalir, kita bisa merajut butir-butirkeyakinan positif itu dalam segenap raga kita. Dalam segenap jiwadan batin kita.Maka mulai malam ini………………ditengah kesunyian malam,bentangkanlah sajadah disudut rumah kita, basuhkan air wudhu, dantegakkan sholat tahajud dengan penuh keikhlasan. Lalu, ditengahkeheningan yang menentramkan, lantunkanlah harapan positif dandoa-doa itu dengan penuh keyakinan……Mudah-mudahan kita semuabisa melangkah menuju pintu keberhasilan dan kebahagiaan. Disinidan “Disana”.www.strategimanajemen.net 57
  58. 58. Merebut Kesuksesan Melalui VisualisasiPositifKetika anda membayangkan sesuatu melalui pikiran, kira-kira apayang terpancar dalam benak anda : apakah anda membayangkansebuah pencapaian, apresiasi dan kemenangan atau sebaliknya,kegagalan dan keterpurukan?Sejumlah riset menunjukkan bahwa ternyata visualisasi memberikanpengaruh kuat terhadap kinerja kita. Ketika imajinasi kita selaludihantam oleh bayangan keterpurukan dan pesimisme, maka jaringanotak kita perlahan-lahan akan mendorong kita untuk benar-benarmengalami keterpurukan.Sebaliknya, ketika kita selalu membangun bayangan positif tentangdiri kita, maka kita sesungguhnya tengah memulai dan memperkuat“cara kerja yang sempurna” di dalam otak kita. Pada gilirannya,jaringan sel dalam otak ini akan mampu mendorong kita untuk jugameraih kesempurnaan dalam kinerja nyata. “The more we practiceperfection through mental rehearsals, the stronger the neuralpathways will become and the better we will perform when the timecomes”, demikian ujar Kris Cole dalam risalahnya yang berjudulPositive Visualization.Olahragawan dan atlet telah mengkhayal bertahun-tahun untukmenjadi sempurna. Dan pada kenyataanya, satu dari pemain golfdunia, Jack Nicklaus, menempatkan 50 persen kesuksesannya karenaia rajin membangun visualisasi positif.Lalu bagaimana melakukan visualisasi positif yang baik? Berikutlangkah-langkah praktis yang dapat dilakukan:www.strategimanajemen.net 58
  59. 59. Pertama adalah, menentukan tujuan yang jelas dan menantang,tujuan yang ingin anda capai. Juga sebaiknya tujuan yang ingin kitaraih itu bersifat spesifik. Misal : Anda membayangkan ingin memilikijaringan toko buku khusus untuk anak-anak.Kemudian mulailah melakukan visualisasi :- Relaks. Carilah momen-momen dimana Anda tengah santai. Ini akanmembuat otak anda lebih terbuka untuk memulai dan memperkuat“cara kerja yang benar”- Fokuskan perhatian Anda pada langkah nyata yang mesti dilakukanuntuk memulai usaha jaringan toko buku anak-anak itu. Apa saja yangmesti diperlukan, tahapan apa yang mesti dilakukan, bagaimana Andaakan mengelola toko itu, bagaimana Anda melakukan promosi,mengelola karyawan toko, dan membesarkan toko menjadi toko bukupilihan anak-anak.- Bayangkan tujuan anda sedetail mungkin. Bayangkan segalanya:lokasi persis dimana toko buku itu berada, desain interior toko,kombinasi warna meja dan kursi, tata letak buku, kemudianbayangkan pula keramaian dan keriangan anak-anak yang memenuhisetiap sudut toko Anda.- Lalu, libatkan emosi anda. Bagaimana rasanya mampu meraih tujuanitu dengan sempurna? Bagaimana rasanya bisa benar-benar memilikijaringan kios buku anak-anak yang tiap hari ramai dikunjungi pembeli.Menyertakan perasaan dan emosi akan memperkuat sistem “carakerja yang benar” dalam otak anda.Selanjutnya lakukan hal yang sama berulang-ulang. Untuk mendapathasil yang optimal, lakukan visualisasi positif setiap kali andamempunyai waktu luang, sekurangnya sehari sekali, misal ketika Andaakan tidur dan tengah rileks.www.strategimanajemen.net 59
  60. 60. Namun segera harus disebutkan bahwa “beautiful dream” atau impianindah itu mesti harus juga diikuti dengan langkah penyusunan strategidan aksi nyata. Pelan-pelan mesti ditekadkan untuk mulaimengeksekusi strategi yang Anda susun melalui serangkaian aksinyata yang konkrit dan sistematis. Nah, dalam proses implementasi itu,kita harus tetap terus menerus secara rutin melakukan visualisasipositif.Oke, selamat melakukan visualisasi positif. Goodluck !!www.strategimanajemen.net 60
  61. 61. Melacak Jejak Para Peak PerformersPenelitian mendalam mengenai para pekerja unggul (peak performers)menunjukkan bahwa mereka ternyata memiliki mindset tertentu yangmembuat mereka berhasil merengkuh keunggulan kinerja. Lalu, apajenis mindset yang disandang oleh para peak performers tersebut?Berikut lima pola pikir yang ternyata telah menjadi batu pijakan bagipara perajut kesempurnaan prestasi.Peak performers have positive thinkingOrang-orang yang berkinerja unggul ternyata selalu memandangdirinya dengan kacamata yang amat positif. Mereka memiliki self-esteem yang tinggi, dan selalu mengharapkan yang terbaik dari dalamdirinya. Itulah sebabnya para pekerja tangguh adalah pribadi yangselalu memiliki pandangan-pandangan positif dan juga sikap-sikappositif. Mereka adalah orang-orang penuh optimisme yang melihatkekeliruan sebagai sebuah peluang dan masalah sebagai pelajaranberharga. Mereka mempunyai keyakinan bahwa mereka pasti akanberhasil; dan secara proaktif membuat beragam sasaran yangmenantang.Peak performers have high standardsPara peak performers ternyata lebih cenderung suka bergaul dengansesama peak performers. Mengapa? Jawabannya karena mereka jugamempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap orang-orang disekitarmereka — orang-orang yg bekerja dengannya.Ketika kita mempunyai standard yang tinggi, kita akan menetapkansasaran yang tinggi dan bekerja keras untuk mencapainya. Kitamengharapkan yang terbaik dari diri kita, dan juga dari rekan kerjakita. Oleh karena mereka mempunyai standard yang tinggi, parapekerja tangguh terus menerus mengejar yang terbaik — terhadapwww.strategimanajemen.net 61
  62. 62. apa yang mereka kerjakan, terhadap system yang bekerja dengannya— terhadap semua yang ada di sekitar mereka. Mereka secara terusmenerus bertanya pada diri mereka sendiri tentang satu pertanyaankunci: Bagaimana caranya agar saya lebih baik?Peak performers take responsibilityPara pekerja tangguh menetapkan tujuan dan bekerja keras untukmencapainya. Seorang pekerja tangguh tidak akan pernah maubergantung pada nasib dan keberuntungan untuk mencapai sebuahtujuan. Mereka tahu bahwa mereka harus bertindak, dan paham jenistindakan apa yang perlu dilakukan untuk mencapai sasaran yang telahdibentangkan. Daripada duduk tenang menunggu bintang jatuh darilangit, berharap kejaiban akan datang, seorang pekerja tangguh selalubekerja keras untuk meracik dan menentukan masa depannya sendiri.Peak performers stay focused on their goalsPara peak performers selalu fokus pada sasaran yang telah ditetapkan,Keteguhan hati, persistensi dan ketekunan lalu terus menerus dapatdigelarkan demi terengkuhnya sebuah sasaran final. Mereka tidakpernah memberikan ruang bagi munculnya keraguan yang membuatmereka mesti mandek ditengah jalan. Mereka tidak pernah maumenyerah. Mereka terus fokus, terus melecutkan segenap energi danpotensi, dan terus berjibaku hingga titik final dapat dijejak denganpenuh keberhasilan.Peak performers read this blog……..Yep, peak performers selalu terus mau belajar mengembangkandirinya. Mereka terus belajar mengasah ketrampilan dan mencerahkanpengetahuannya. Mereka belajar dari pengalaman hidup, belajar daripengalaman orang lain, belajar dari membaca buku, belajar dariberselancar di internet, dan juga belajar dari membaca blog (termasukmembaca blog Strategi + Manajemen . )www.strategimanajemen.net 62
  63. 63. Tentang Blog Strategi + ManajemenSitus Strategi + Manajemen (yang dapat diakses melaluiwww.strategimanajemen.net) diupdate tiap hari Senin Pagi. Setiapminggu, situs ini hadir menghidangkan sajian renyah dalam bidangmanagement skills dan business strategy.Secara garis besar, materi dalam situs Strategi + Manajemen dibagimenjadi lima kategori utama, yakni:1. Business Strategy. Dalam kategori ini kita akan berdiskusimengenai beragam jurus strategi yang dimainkan oleh para pelakubisnis sejagat — mulai dari strategi bisnis Apple, manuver Google,hingga strategi bersaing para pelaku bisnis di tanah air.2. Human Capital. Kategori ini akan meracik perbincangan tentanghuman capital management. Tentang bagaimana segenap potensi dantalenta sumber daya manusia bisa ditumbuhkan, dikelola dandimekarkan guna merekahkan apa yang bisa disebut sebagaikeunggulan kompetitif sejati.3. Management Books. Dalam kategori ini kita akan bercelotehtentang buku-buku bagus mengenai manajemen. Juga akandidiskusikan mengenai buku-buku terbaik dalam beragam bidangmanajemen. Sederet buku yang telah memberikan sumbanganpenting bagi tumbuhnya praktek dan kultur manajemen modern.4. Management Skills. Sebuah kategori yang diberangkatkan untukmembangun diskusi yang renyah mengenai tema-tema yang mampumendorong pengembangan kapabilitas kita sebagai seorang insani.Tema-tema semacam self-motivation, self-leadership, interpersonalwww.strategimanajemen.net 63
  64. 64. skills, emotional intelligence akan menemukan ruang bermainnyadalam taman kategori ini.5. Presentation Slides. Dalam kategori ini akan ditampilkanpresentation slides dalam beragam topik manajemen. Presentationslides ini coba disajikan secara menarik. Bukan saja isinya yangbermutu, namun desainnya juga diracik dengan penuh perhatian padaelemen estetika.www.strategimanajemen.net 64
  65. 65. Tentang PenulisPenulis ebook ini adalah Yodhia Antariksa, yang juga pengelola situswww.strategimanajemen.net. Ia bekerja sebagai seorang learningfacilitator dalam bidang management skills dan human capital strategy.Ia terlibat dalam proses pengembangan SDM di berbagai perusahaan,baik perusahaan swasta nasional, BUMN ataupun multi-nationalcompany.Yodhia menyelesaikan pendidikannya dalam bidang master of sciencein HR management dari Texas A&M University (USA) atas beasiswadari Fulbright Scholarship. Sementara pendidikan strata satu-nyadiselesaikan dalam bidang manajemen dari Universitas IslamIndonesia, Yogyakarta. Anda dapat mengirim email kepada Yodhiamelalui alamat: yodhia.antariksa@yahoo.comwww.strategimanajemen.net 65

×