BUKU MONYET I

12,768 views
12,575 views

Published on

◦♥◦◦♥◦◦♥◦◦♥◦◦♥◦ MMM INDONESIA◦♥◦◦♥◦◦♥◦◦♥◦◦♥◦

"Selamat Datang di Komunitas dana gotong royong global sedunia..! Lebih dari 35 juta orang dari 65 negara telah bersatu demi kebebasan finansial! Mekanisme unik dari pertukaran uang telah memungkinkan ribuan peserta di seluruh dunia untuk mendapatkan rumah yang bagus, mobil yang nyaman, bebas bepergian, meninggalkan pekerjaan dan melakukan hal-hal favorit Anda.Ide untuk menciptakan MMM pertama kali di Rusia, yang digunakan sebagai sebuah alat program bantuan dana abadi, yang juga dapat memberikan keuntungan dan membantu orang-orang yang tidak memiliki jaminan perlindungan apapun di lingkungan kita.

Published in: Education
0 Comments
7 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
12,768
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
366
Comments
0
Likes
7
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

BUKU MONYET I

  1. 1. MMM, suatu konsep reformasi sistem keuangan yang revolusioner untuk menghancurkan sistem perbudakan modern & menghapus riba dari muka bumi ini BERSAMA KITA BISA...!!! ---<<< Don’t judge book just from the cover >>>---
  2. 2. Jangan Dibaca Jangan dibaca...!!! Jika anda tidak menginginkan perubahan yang berarti dalam hidup anda.... Karena dengan terbukanya lembar demi lembar buku monyet ini, anda akan mendapatkan suatu langkah kehidupan yang luar biasa, yang mungkin selama ini diluar jangkauan pikiran anda.... Di lembar2 awal buku ini, anda mungkin akan sedikit bingung dan kaget.... dan anda akan berkenalan dengan suatu sistem yang tidak pernah anda sadari keberadaannya selama ini.... Dan pada lembar2 pertengahan buku ini, anda akan melihat suatu “sistem kopi kucing” yang selama ini tersembunyi dengan rapi dari penglihatan dan pengetahuan anda.... Lalu.... setelah anda memahami cara kerja “sistem kopi kucing” tersebut, anda mungkin akan mencak2, marah tak berdaya, sambil cengar cengir karena anda terbangun dan tersadar akan perbudakan modern yang kita alami selama ini.... Dan ternyata, tanpa disadari kita malah menyetujui perbudakan modern kopi kucing tersebut.... Dan pada lembar2 akhir buku ini, anda akan merasakan suatu sensasi kehidupan yang anda harapkan selama ini...., anda akan merasakan seolah olah seluruh beban materi kehidupan anda lepas seketika...., hidup anda terasa ringan, dan masa depan terlihat cerah, kesejahteraan membentang luas bagi semua orang..... jika anda paham & menyadarinya.... Jadi... jangan dibaca...!!! Jika anda tidak menginginkan itu semua....
  3. 3. Kata Pengantar Salam sejahtera.... Atas nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..... Buku monyet ini akan mengantarkan anda menuju suatu masa dimana kita sadar bahwa kita semua adalah saudara. Kita akan saling menghormati, saling menghargai, dan saling membantu satu sama lain. Suatu masa dimana kita semua akan sejahtera.... Dengan ini, monyet yang satu ini akan mengantarkan sebanyak mungkin sahabat2nya untuk melihat kandang yang selama ini tak terlihat.... lalu.... mengantarkan mereka semua keluar dari kandang tersebut.... Kandang yang telah mengurung kita selama ini..... Syawal 1434 Agustus 2013
  4. 4. Bayangkan "Imagine" -John Lennon Imagine there's no heaven It's easy if you try No hell below us Above us only sky Imagine all the people living for today Imagine there's no countries It isn't hard to do Nothing to kill or die for And no religion too Imagine all the people living life in peace You may say I'm a dreamer But I'm not the only one I hope some day you'll join us And the world will be as one Imagine no possessions I wonder if you can No need for greed or hunger A brotherhood of man Imagine all the people sharing all the world You may say I'm a dreamer But I'm not the only one I hope some day you'll join us And the world will live as one "Bayangkan" John Lennon- Bayangkan tak ada surga Sangat mudah jika kau mencoba Tak ada neraka di bawah kita Di atas kita hanya langit Bayangkan masyarakat yang hidup saat itu Bayangkan tidak ada negara Tak sulit untuk dilakukan Tak ada yang perlu dibunuh atau terbunuh Dan bayangkan juga tidak ada agama Bayangkan masyarakat hidup dalam damai Kau mungkin berkata bahwa aku bermimpi Tapi aku bukanlah satu-satunya Kuharap suatu saat kau akan bergabung dengan kami Dan dunia akan menjadi satu Bayangkan tak ada yang memiliki harta Kurasa kau tak bisa Tak perlu ada keserakahan dan kelaparan Satu persaudaraan manusia Bayangkan semua orang berbagi dunia Kau mungkin berkata bahwa aku bermimpi Tapi aku bukanlah satu-satunya Kuharap suatu saat kau akan bergabung dengan kami Dan dunia akan menjadi satu Bukan bermaksud untuk menjadi atheis maupun separatis..... Tapi coba renungkan syair lagu diatas.... Selama ini, berbagai peperangan yang terjadi selalu mengatas-namakan agama atau negara.... benarkah demikian adanya....? Sadarkah kita, bahwa sebenarnya selama ini ada yang memanfaatkan semua itu demi keserakahan mereka...., keserakahan atas kekuasaan dan harta....... Keserakahan itulah yang menjadi akar dari berbagai kesengsaraan dan peperangan yang terjadi selama ini.....
  5. 5. Penampakan Penampakan itu ada 4 : 1. Benar2 tampak 2. Tidak tampak 3. Tampak, tapi tidak seperti sebenarnya 4. Belum tampak Disini anda akan melihat sesuatu yang selama ini sakral..... Sesuatu yang selama ini “tidak tampak” oleh mata anda.... karena memang dia diciptakan untuk “tampak, tapi tidak seperti sebenarnya”.... sehingga apa yang nampak dimata anda selama ini bukanlah penampakan yang sebenarnya..... kebenaran yang sesungguhnya “belum tampak” di mata anda.... Dan dengan terbukanya lembar demi lembar buku monyet ini.... kebenaran yang sesungguhnya akan menjadi jelas dan “benar2 tampak” dimata anda...... Jadi.... perhatikan dan bukalah mata anda.... !
  6. 6. Think Without Box Berpikir itu ada 3 : 1. Think on the box 2. Think out of box 3. Think without box Penampakan yang sebenarnya tersebut tidak akan pernah benar2 tampak, selama masih berada dalam kandang.... Think on the box. Yang dibutuhkan hanyalah keluar kandang agar penampakan yang sebenarnya itu benar2 tampak..... Think out of box. Dan untuk bebas lepas dari sesuatu yang selama ini tampak tapi tidak seperti sebenarnya, yang dibutuhkan hanyalah keberanian untuk berkhayal dan mewujudkannya.... Think without box. Are you ready....? “Kita tidak mungkin menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan pemikiran yang menimbulkan masalah itu.” “Khayalan jauh lebih penting daripada pengetahuan. Karena pengetahuan terbatas, sedang khayalan mengelilingi dunia.” - Albert Einstein -
  7. 7. Learn To Be Unlearn Ya.... marilah saudaraku, kita belajar untuk menjadi bodoh.... Marilah kita belajar untuk mengosongkan pikiran dari semua doktrin ilmu pengetahuan yang sudah membatasi pemikiran kita selama ini.... Marilah kita lepaskan itu semua untuk mempelajari dunia ini dari sudut pandang yang baru.... Marilah kita lepaskan semua itu untuk menggapai semua yang selama ini mustahil.... Mari menjadi bodoh agar kita bisa belajar lebih banyak lagi.... “Setiap orang bodoh yang terdidik bisa membuat segalanya jadi lebih besar dan lebih rumit.... Dibutuhkan sentuhan jenius, dan banyak keberanian untuk bergerak ke arah yang berlawanan.” “Semua orang tahu bahwa ini mustahil. Tapi kemudian muncullah seorang bodoh yang tidak tahu menahu, dan membuat suatu penemuan.” - Albert Einstein -
  8. 8. Penutup Dengan terbukanya lembar demi lembar buku monyet ini, dan dengan semakin jelasnya penampakan yang sebenarnya...., bersama itu pula, marilah kita tutup lembaran2 lama yang telah mengekang dan mengurung kita selama ini....
  9. 9. Isi Jangan Dibaca Kata Pengantar Bayangkan Penampakan Think Without Box Learn To Be Unlearn Penutup Isi Monyet & Kandang 2 ................................................................................................................... Kandang monyet 3 ................................................................................................................. Sadar Ga Sech.... 4 .................................................................................................................. Pikiran & Parasut 4 .................................................................................................... Monyet, Gajah, & Kuman 6 .............................................................. “Makhluk Bagaimana” vs “Makhluk Mengapa” 7 ....................................................................................................... Terpelajar vs Terdidik 9 ............................................................................................................................ Distorsi 2X 10 .................................................................................................................. Produk Kandang 11 ...................................................................................................................... Uang & Pahala 12 ..................................................................................................... Budak yang “Merdeka” 12 ........................................................................................... Institusi yang Paling Sakral 13 ....................................................................................................................... Salah Kaprah 14 ............................................................................................... Uang, Budak atau Tuan...? Perbudakan Modern 17 ....................................................................................... Perkenalan yang Mengagetkan 17 ................................................................. Perbudakan Klasik vs Perbudakan Modern 20 ....................................................................................................... Sistem Perekonomian 26 ............................................................................................................ Money vs Currency 27 ................................................................................. Dari Mana Mata Uang Berasal....? 28 ........................................................................................................................... Fiat Money 29 ..................................................................................... Sektor Riil vs Sektor Finansial 30 ...................................................................................................................... Oh My God..... 34 ..................................................................................................................... Milik Siapa....? 36 ..................................................................................... Gila..., Ternyata Uang = Hutang 37 .................................................................. Tambah Gila...., Hutang ≠ Hutang + Bunga 38 ...................................................................................................................... Hutang Abadi 39 ....................................................................................................................... Stock & Flow 42 ................................................................................................... Terjebak Dalam Sistem
  10. 10. 44 .............................................................................................. Kepercayaan Yang Tertipu 45 ............................................................................................................ Transfer Kekayaan Sejarah Kandang Ribawi 48 ............................................................................................................ Sejarah Perbankan 49 ............................................................................................. Uang Negara vs Uang Bank 49 ................................................................................................................... Bank vs Negara 52 ........................................................................... Lalu Bagaimana Dengan Indonesia...? 57 .............................................................................................................. Devide et Impera 59 ....................................................................... Bank Indonesia, Pemerintah, & Rakyat 60 ....................................................................................... BI “copycat to bone” The Fed 62 ....................................................................................................... Mekanisme Mandrake 62 ............................................................................................................ Sistem Kopi Kucing 63 .................................... Mari kita lihat pertunjukan sulap kopi kucing tersebut.... 64 ........................................................................................................................................ 1 : 9 66 .............................................................................................................. Renungkanlah...?!!! Ayo Keluar Kandang... !!! 68 ..................................................................................................... Krisis Keuangan Global 68 ................................................................... Monetary Reform / Reformasi Keuangan 70 ...................................................................................................... Bye... Liberty Reserve 71 .................................................................................................................. Ponzi oh Ponzi... 72 .................................................................................................. SEC vs Digital Currency 73 ....................................................................................................................... People Power 75 ........................................................................................... Pertandingan vs Perlombaan 78 .................................................................................................................... Dewasa vs Tua 79 ................................................................................................... Anak Kecil yang Dewasa 79 ............................................................................................................. Anda lah Juaranya 81 .................................................................................................... Digital Currency Juara 83 .............................................................................................................. Bersama Kita Bisa 84 .......................................................................................................... Apakah MMM itu...? 85 ............................................................................................... Free Money / Uang Bebas 86 ..................................................................................................................... Cinta Segitiga 89 .................................................................................................................. Cinta Terlarang 90 .............................................................................................................................. Cinta Gila 92 ................................................................................................... Akhirnya... Cinta Sejati 94 ........ Hari Ini Anda Memberikan Bantuan, Besok Anda Mendapatkan Bantuan 97 ............................................................................. MMM (Mustahil, Mana Mungkin...?) 98 ...................................................... Fractional Reserve Banking vs Algoritma MMM 108 .................................... Dari mana MMM bisa membagikan profit sebesar itu...? 114 ...................................................................................... Mekanisme Profit 30% MMM
  11. 11. 117 ...................................................................................................... Dari Bilyet Ke Mavro 126 ............................................................................. Mavro & Bank Virtual Masa Depan 134 ...................................................................................................................... PiraMMMida 136 ...................................................................................................................... Perhatikan...! Sergey Panteleyevich Mavrodi Mavrodi vs Forest Gump Percuma Kunci Untuk Membuka Pintu Kandang Pertempuran Terindah Permohonan Maaf Tersesat Di Jalan Yang Benar Pembukaan
  12. 12. mmmgarudaindonesia.blogspot.com 1
  13. 13. Kandang Monyet Konon ada penelitian dengan menggunakan 5 ekor monyet yang dimasukkan ke dalam kandang. Kemudian di tengah kandang tersebut diletakkan sebuah tangga, dan diatas tangga diletakkan setandan pisang. Jika ada monyet yang akan mengambil pisang, maka seluruh monyet tersebut akan segera disemprot dengan air. Ada yang mencoba lagi..., semprot lagi.... Begitu seterusnya, hingga akhirnya tak seekor monyetpun berani untuk mengambil pisang tersebut. Setelah tak ada seekor monyetpun yang berani mengambil pisang, maka salah satu dari kelima ekor monyet tersebut dikeluarkan dari kandang, dan diganti dengan monyet baru. Tentu saja monyet baru itu tidak pernah merasakan semprotan air dalam kandang tersebut. Maka begitu dia melihat pisang yang ada di atas tangga, dia segera berusaha untuk mengambil pisang tersebut. Tapi apa yang terjadi....? Begitu monyet baru tersebut berusaha naik tangga untuk mengambil pisang, monyet2 lama yang sudah lebih dulu ada dalam kandang – monyet2 yang pernah kena semprot air - segera menariknya turun dari tangga. Namun monyet baru tersebut tetap berusaha untuk menaiki tangga lagi, dan ditarik lagi. Naik lagi, tarik lagi, naik lagi, tarik lagi.... Hingga akhirnya pun terjadi perkelahian dalam kandang tersebut. Dan hasilnya pun dapat di tebak, monyet baru kalah. 4 lawan 1, jelas suatu perkelahian monyet yang tidak seimbang. Mungkin akan lain hasilnya, jika monyet baru tersebut adalah monyet sparta, seperti film “300” kale yach.....  Setelah kelima monyet tersebut tak ada yang beusaha mengambil pisang lagi, maka satu lagi dari monyet yang lama diganti lagi dengan yang baru. Dan tentu saja setelah melihat ada pisang diatas tangga, monyet baru tersebut berusaha mengambilnya.... Apa yang terjadi....? Tepat sekali...! Begitu monyet baru tersebut berusaha menaiki tangga, maka monyet2 yang lama segera menariknya turun kembali agar tidak berusaha mengambil pisang tersebut. Naik lagi, tarik lagi, naik lagi, tarik lagi.... 2
  14. 14. Bahkan monyet baru yang pertama tadi, yang tidak tidak pernah merasakan semprotan air pun ikut menarik monyet baru tersebut. Dan..., sama, terjadilah perkelahian dengan hasil yang sama pula. Monyet baru kalah lagi, dan tidak berusaha mengambil pisang lagi. Setelah tak seekor monyetpun berusaha mengambil pisang, maka satu lagi dari monyet lama diganti dengan monyet baru ketiga. Dan kejadiannya pun sama. Hingga akhirnya seluruh monyet lama yang pernah merasakan semprotan air dalam kandang tersebut tergantikan dengan monyet baru yang tidak pernah merasakan semprotan air. Bahkan setelah itu pun, saat monyet baru tersebut diganti lagi dengan monyet yang lebih baru lagi mereka tetap akan menarik monyet yang berusaha mengambil pisang, tanpa tahu apa alasan sebenarnya.... Bisa anda bayangkan, jika penelitian itu terus dilanjutkan. Dimana monyet2 baru tersebut dibiarkan terus dalam kandang dan melahirkan generasi baru dalam kandang tersebut. Akankah generasi baru tersebut berani untuk mengambil pisang...? Saya rasa anda sudah tahu jawabannya.... Mengapa hal tersebut bisa terjadi...? Mungkin anda bisa bilang monyetnya aja yang bodoh... Tapi, apakah benar demikian...? Apakah benar monyetnya yang bodoh, atau penelitinya saja yang pintar...? Atau ...? Sadar Ga Sech.... Begitulah sebenarnya keadaan kita dalam kehidupan ini. Tidak jauh beda dengan lima ekor monyet dalam kandang. Dalam hidup ini kita sudah menjadi generasi ke sekian seperti monyet2 dalam kandang tersebut. Kita lahir dan besar dalam kandang, dalam lingkungan dengan kebiasaan2 yang dilakukan sejak dulu, dari generasi ke generasi. Entah itu berupa kebudayaan, nilai atau pun norma yang biasanya membentuk satu kesatuan yang disebut dengan institusi sosial. Baik itu institusi formal maupun non formal. Misalnya; institusi agama, politik, hukum, kelas sosial, keluarga, spesialisasi pekerjaan, dll.... 3
  15. 15. Kita lahir dan besar dalam institusi2 sosial tersebut, dan jelas pola pikir kita terpengaruh oleh institusi2 sosial tersebut. Kita pasti membenarkan kebiasaan2 yang telah dilakukan sejak dulu. Kita mempercayai begitu saja kebiasaan tersebut sebagai suatu kebenaran, tanpa mempertanyakannya sama sekali. Dan tidak akan pernah berusaha mencari tahu mengapa harus seperti itu, bahkan hingga akhir hayat sekalipun.... Diakui atau tidak, kita seperti monyet dalam kandang itu.... :-) Oleh karena itulah, tulisan ini saya sebut buku monyet.... :-) Buku yang ditulis oleh “monyet dalam kandang kebiasaan” yang sedang berusaha keluar dari kandang yang mengurungnya selama ini, menuju suatu kandang yang lebih luas & lebih sejahtera.... Pikiran & Parasut Ada yang bilang bahwa pikiran kita ini seperti parasut. Jika tidak dibuka, maka tidak akan ada gunanya. Memang benar, jika seorang penerjun payung yang melompat keluar dari pesawat dan dia tidak pernah membuka parasutnya. Maka dia akan terjun bebas, tertarik oleh gravitasi bumi tanpa bisa mengendalikan dirinya. Akan lain halnya jika dia membuka parasutnya.... Begitu pula kita dalam kehidupan ini. Jika kita tidak pernah menggunakan pikiran kita untuk mencari tahu kebenaran yang ada, maka kita akan terbawa oleh arus kebiasaan yang sudah ada..., tanpa tahu alasan sebenarnya mengapa demikian.... dan tidak tahu serta tidak mau tahu apakah kebiasaan yang dilakukan selama ini benar atau tidak.... Monyet, Gajah, & Kuman Kita sudah terbiasa dari generasi ke generasi membenarkan kebiasaan, bukan membiasakan kebenaran.... Sebagian besar aktivitas hidup kita ternyata seperti yang dilakukan monyet dalam kandang tersebut. Kita hanya mengikuti kebiasaan dan pola pikir yang sudah ada. 4
  16. 16. Jadi berdasarkan “pola pikir” dari generasi ke generasi, pola pikir kita memang pola pikir “monyet dalam kandang” itu ....  Misalnya..., mari kita lihat contoh berikut.... Dalam suatu institusi agama.... Sebagian besar pasti mengikuti generasi sebelumnya yang telah melahirkannya. Lalu setelah tumbuh dan dewasa, pasti mempercayai kebiasaan yang dilakukan generasi sebelumnya itu sebagai suatu kebenaran. Dan biasanya yang diberikan kepada generasi berikutnya merupakan pemahaman dari pola pikir yang sudah ada beserta aturan2nya, bukan petunjuk untuk mencari kebenaran. Dan menyatakan bahwa kebiasaan seperti inilah yang benar.... Sehingga generasi berikutnya pun mempercayai begitu saja, tanpa pernah mempertanyakan mengapa demikian.... Tanpa mempertanyakan apakah benar2 “benar” kebiasaan yang sudah dilakukan selama ini.... Tanpa pernah mencari tahu, filosofi apa yang ada dibalik kebiasaan yang dilakukan selama ini... Karena kebiasaan itu sudah dianggap menjadi suatu kebenaran, maka, kita tidak akan pernah mencoba menengok kebenaran serta filosofi kebiasaan yang sudah kita percayai sejak kecil tersebut. Generasi berikutnya hanya mengikuti pola pikir yang sudah ada dan tidak pernah membuka parasut lagi. Karena memang tidak pernah diberi petunjuk untuk membuka parasut. Generasi itu sudah terbiasa dengan parasut yang terbungkus rapi.... Bahkan dari generasi ke generasi, banyak diantara kita cenderung menyalahkan apa yang menjadi kebiasaan orang lain dan membenarkan kebiasaan sendiri. Bahkan, sampai timbul aliran yang berbeda dalam institusi yang sama. Masing2 aliran biasanya memiliki aturan kebiasaan yang berbeda, dan merasa bahwa aturan merekalah yang benar. Aturan itulah yang biasanya mereka bahas dari generasi ke generasi, bukan petunjuknya..... Gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, kuman di seberang pantai terlihat jelas. Marilah kita tengok kebiasaan kita masing2 tanpa menghakimi kebiasaan lain.... Mengapa contohnya kandang institusi agama...? Karena monyet yang satu ini hanya sekedar ingin menunjukkan apa yang telah kita lakukan selama ini.... Benarkah apa yang kita lakukan selama ini...? Marilah kita koreksi diri sendiri tanpa menghakimi orang lain.... 5
  17. 17. Dan disini, monyet yang satu ini akan menunjukkan suatu institusi yang lebih sakral dari pada institusi agama. Suatu kandang institusi yang tak pernah anda sadari keberadaannya. Kandang institusi ini telah mempengaruhi institusi agama. Bukan hanya sekedar mempengaruhi, selama ini institusi agama justru bertekuk lutut dan disesuaikan dengan institusi yang satu ini.... Kandang institusi yang satu ini benar2 luar biasa..... Institusi ini jauh lebih sakral daripada institusi apapun.... Karena selama ini, sebenarnya anda lebih mempercayainya daripada anda mempercayai agama anda.... “Makhluk Bagaimana” vs “Makhluk Mengapa” Monyet2 dalam kandang diatas hanya sekedar melakukan suatu tindakan yang sudah biasa dilakukan oleh generasi sebelumnya, tanpa pernah menanyakan mengapa hal itu dilakukan. Monyet baru hanya protes pada awalnya, dengan mencoba naik tangga lagi. Namun karena kemudian monyet itu kalah dominasi, selesai sudah. Dia tidak pernah mencoba untuk naik tangga lagi dan tidak pernah bertanya mengapa demikian...., dengan bahasa monyet tentu saja. Malah kemudian monyet baru itu pun ikut mendukung kebiasaan yang telah ada dalam kandang.... Dan jika ada generasi monyet yang lahir dalam kandang, pastilah dia sudah terdidik untuk melakukan kebiasaan itu sejak kecil.... Saat dewasa pun, dia tidak akan pernah mencoba untuk mengambil pisang. Jadi, monyet2 dalam kandang itu adalah “makhluk bagaimana”, mereka hanya tahu bagaimana cara melakukan sesuatu. Mereka hanya melakukan sesuatu dengan cara yang sama dengan generasi sebelumnya, yaitu tidak mengambil pisang tanpa perlu tahu sebab dan akibatnya. Dan mereka patuh..., Sungguh monyet2 yang pintar.... Dalam hidup ini, kita sering melakukan apa yang dilakukan oleh monyet2 dalam kandang tersebut. Yaitu, pemikiran kita yang hanya sekedar mengikuti dan menganggap benar pola pikir yang sudah ada. Kita hanya melakukan apa yang telah dilakukan oleh generasi2 sebelum kita. Dan ternyata, sebagian besar dari kita adalah “makluk bagaimana”.... Hal itu terjadi dalam kehidupan kita tanpa kita sadari. Karena memang lingkungan kita, orang2 disekitar kita melakukan hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan dari generasi ke generasi, dan dianggap sebagai kebenaran. Sudah menjadi tradisi yang mendarah daging. 6
  18. 18. Dan saat kita melakukan itu semua, parasut kita tak kan pernah terbuka. Kita sudah terbawa arus kebiasaan. Dalam menghadapi apa yang ada di lingkungan kita..., pikiran kita hanya sampai pada pertanyaan “bagaimana” cara melakukannya saja. Sehingga yang kita dapatkan ya hanya sesuatu yang tradisional, prosedural dan turun temurun.... Lain halnya jika kita menjadi “makhluk mengapa”, makhluk yang ingin tahu mengapa demikian.... Dan jika kita menghadapi suatu kebiasaan, kemudian muncul keingintahuan “mengapa demikian...?” maka akan muncul seabrek pertanyaan berikutnya yang membutuhkan jawaban, seperti “benarkah demikian...? bagaimana seharusnya...? sejak kapan...? dll..?”. Dengan mencari jawaban dari pertanyaan2 itu, maka parasut kita akan terbuka. Dan kita akan mendapatkan jawaban2 mendasar yang biasanya mengagetkan dalam kehidupan ini. Jawaban2 yang seolah-olah melawan arus kebiasaan yang sudah ada selama ini.... Semakin banyak jawaban yang kita dapatkan atas fenomena2 di sekitar kita, semakin paham pula kita terhadap kehidupan dan kebiasaan yang ada. Sehingga semakin banyak pula hal2 bermanfaat yang bisa kita lakukan demi kesejahteraan dan kemajuan peradaban. Bukan hanya sekedar mengikuti cara dan pola pikir yang sudah ada.... Terpelajar vs Terdidik Jadi dapat kita lihat bahwa makluk mengapa lebih tinggi pencapaiannya daripada makhluk bagaimana. Dan untuk dapat mencapai derajad makhluk mengapa kita membutuhkan transfer pengetahuan dari generasi yang terdahulu. Oleh karena itulah dibentuk sekolahan untuk melakukan transfer pengetahuan tersebut. Trasfer dilakukan dengan cara memberikan informasi tentang pengetahuan dan pemahaman yang sudah ada, baik itu teori maupun praktek. Pengetahuan2 serta pemahaman2 yang sudah ada mengenai suatu bidang tertentu, biasanya dikumpulkan menjadi satu yang kemudian disebut dengan ilmu pengetahuan. Transfer ilmu pengetahuan yang dilakukan kemudian disebut dengan “pelajaran”, yaitu memberikan ajaran tentang suatu ilmu tertentu. 7
  19. 19. Tapi sayang..., sekolahan saat ini sudah kehilangan fungsi utamanya. Sekolahan bukan lagi tempat untuk belajar-mengajar. Bukan lagi tempat untuk mendapatkan dan memberikan suatu pelajaran tentang ilmu yang sudah ada. Sekolahan sekarang hanyalah tempat untuk memberikan pendidikan. Ya..., pendidikan yang notabene sama dengan pelatihan. Sekolahan sekarang hanyalah tempat untuk mendidik/melatih generasi2 berikutnya dengan kebiasaan, cara, dan pola pikir yang sudah ada. Hasilnya tentu saja generasi2 yang terdidik dan terlatih, bukan terpelajar. Hasilnya adalah makhluk bagaimana, bukan makhluk mengapa.... Terdidik untuk apa...? Bekerja...! Terlatih untuk apa...? Bekerja...! Sekolahan saat ini merupakan tempat untuk mencetak tenaga kerja terdidik. Tanpa sekolah, anda tidak dapat ijazah. Tanpa ijazah, anda susah dapat kerja. Tanpa kerja, anda susah dapat duit.... tanpa duit.... Jadi siklus makhluk bagaimana hanyalah : lahir, bermain, sekolah, lulus, BEKERJA, DIBAYAR, berkeluarga, mati !!! Intinya hanyalah uang “bekerja dan dibayar”. Tanpa itu, buat apa sekolah. Tanpa itu, akan repot berkeluarga. Tapi tanpa itu tetap akan mati.....  Benarkah demikian...? Bagaimana seharusnya...? Mengapa demikian...? Adakah diantara anda yang sekolah untuk belajar dan menuntut ilmu...? Mengapa sekolahan yang dulunya berguna untuk mencetak makhluk mengapa yang terpelajar, sekarang jadi mencetak makhluk bagaimana yang terlatih...? Apakah ini suatu kesalahan yang tanpa disengaja, atau justru malah disengaja seperti itu...? Pernah nonton film “3 idiots”....? Ya, terlatih itu hanyalah seperti seekor singa yang terlatih bermain sirkus. Melompat kesana kemari karena takut dicambuk pelatihnya. Jika terlatih hanya seperti itu, buat apa sekolah lama2....? 8
  20. 20. Distorsi 2 X Dalam kehidupan ini, ternyata sudah terjadi distorsi yang semakin jauh dari generasi ke generasi. Sehingga generasi berikutnya tidak sadar bahwa pola pikir mereka seperti pola pikir “monyet dalam kandang”. Melakukan kebiasaan dari generasi sebelumnya, tanpa tahu mengapa demikian, dan tak mau tahu mengapa demikian.... Tidak percaya..... ? Ok, mari kita lihat buktinya. Bersiaplah, karena monyet yang satu ini ingin mengajak anda semua keluar kandang.... Sebenarnya yang kita cari dalam kehidupan ini adalah kesejahteraan. Betul kan....? Tapi karena terjadi perubahan dari generasi ke generasi selama beratus- ratus bahkan beribu-ribu tahun. Maka terjadilah distorsi yang semakin jauh, yaitu kesejahteraan diperoleh dengan uang, dan uang diperoleh dengan bekerja. Jadi, distorsi pertama dari kesejahteraan berubah menjadi uang. Distorsi kedua, dari uang menjadi pekerjaan. Dari mencari kesejahteraan, berubah jadi mencari uang. Karena uang diperoleh dengan bekerja, maka sekarang berusaha mencari pekerjaan, bukan kesejahteraan lagi... Dan dengan parasut yang terbungkus rapi oleh kandang modern ini, pastilah mengatakan “kesejahteraan hanya bisa didapatkan dengan uang... dan uang harus didapatkan dengan bekerja...” Bahkan sekolah yang dulunya tempat untuk mencari ilmu, sekarang terdistorsi menjadi tempat untuk mendapatkan tiket guna mencari pekerjaan. Yang diberikan pun bukan pelajaran lagi, tapi pendidikan/pelatihan. Sehingga bukan membuat murid jadi pintar, tapi jadi terdidik alias terlatih.... Apakah ada penolakan dari pikiranmu...? Yach..., itulah pikiran yang sudah terbiasa dan membenarkan kebiasaan dalam kandang modern yang sudah membesarkan kita semua ini.... 9
  21. 21. Ok, sekarang jawab pertanyaan berikut ini: - Jika sekolah untuk mencari ilmu, maukah kau setelah lulus tidak mendapatkan ijazah, tapi dapat ilmu lho...? - Atau maukah kau, mendapat ijazah dengan nilai bagus tanpa sekolah, lalu mudah cari kerja...? - Setelah bekerja, maukah kau bekerja tanpa dibayar...? - Dan yang terakhir, maukah kau mendapatkan uang secara rutin tanpa bekerja, sehingga kau bebas melakukan apapun yang kau sukai...? Saya yakin, jawabannya pasti TIDAK; MAU; TIDAK; MAU BANGET. Kalau begitu, apa yang sebenarnya kamu cari...? Ilmu, pekerjaan, atau uang....? Uanglah jawabannya, bukan ilmu, bukan pula pekerjaan. Ya, itulah dia, uang, uang, dan uang. Dan mereka setelah lulus kuliah pasti akan mencari lowongan pekerjaan, karena mereka sudah mendapatkan tiket untuk itu.... dan mereka hanya dididik untuk itu.... “Memang uang bukanlah segalanya, tapi segalanya membutuhkan uang”. Itulah kenyataan yang ada dalam kandang modern ini.... Tapi pernahkah dirimu mempertanyakan tentang uang itu...? Pernahkan dirimu mencoba mencari tahu mengapa kertas bergambar pahlawan yang disebut uang itu menjadi sesuatu yang most wanted...? Sesuatu yang dibutuhkan dan diinginkan dalam kandang modern ini.... Produk Kandang Pemikiran kita tidaklah berkembang dengan sendirinya. Pemikiran kita merupakan penilaian dan reaksi kita terhadap apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan.... Meskipun ada suatu kejadian sama yang dialami oleh beberapa orang yang berbeda. Maka reaksi mereka terhadap kejadian itu pun berbeda-beda pula, sesuai dengan kandang yang telah membesarkan mereka. 10
  22. 22. Seperti monyet2 tadi, mereka yang sudah ada dalam kandang tak akan pernah mencoba untuk mengambil pisang. Sedangkan monyet yang baru masuk pasti akan berusaha untuk mengambil pisang. Dua produk kandang yang berbeda. Kandang penelitian yang sempit dan kandang universal yang lebih luas. Dan kita semua sekarang dibesarkan dan dididik dalam kandang “untuk bekerja”. Sehingga yang anda tahu hanyalah bekerja, bekerja, dan bekerja.... Jika anda selama ini adalah “makhluk bagaimana”, maka pastilah anda besar dalam kandang bagaimana yang sempit. Jika anda “makhluk mengapa”, bersyukurlah karena anda besar di kandang yang lebih luas dan lebih besar.... Uang & Pahala Di dunia ini, pekerjaan yang kita lakukan hanyalah keterpaksaan untuk mendapatkan uang guna memenuhi kebutuhan dan keinginan hidup, agar mencapai kekayaan dan terlepas dari kekurangan yang disebut sebagai kemiskinan. Begitu pula ibadah yang kita lakukan selama ini hanyalah keterpaksaan untuk mendapatkan pahala guna mencapai keindahan yang disebut sebagai surga, agar terlepas dari dosa dan keburukan yang disebut sebagai neraka. Itulah konsep kandang yang ada selama ini. Kandang keterbatasan, kandang keterpaksaan, kandang ketakutan. Bukan kandang kebebasan, ataupun kandang pengetahuan & pemahaman yang tentu saja lebih luas.... Selama ini kita hanya tahu “bagaimana” cara melakukannya saja. Kita tidak tahu dan tidak pernah mau tahu “mengapa” harus demikian.... Mengapa kita semua melakukan itu...? Akankah kita tetap bekerja jika hanya diberi sedikit upah...? Atau akankah kita tetap bekerja jika tidak diberi uang...? Akankah kita tetap beribadah jika tidak diberi pahala dan surga...? Saya yakin, jawaban anda adalah “TIDAK”. Hanya ada beberapa saja yang menjawab “YA”, mereka pastilah sudah tahu “mengapa” demikian..., mereka sudah keluar kandang... Lalu, apa yang selama ini telah anda lakukan...? Anda melakukan itu semua dengan keterpaksaan, bukan berdasarkan kemauan dan pengetauan anda. Tanpa disadari, anda adalah produk dari kandang pikiran yang sempit, tempat anda dibesarkan.... sesuatu yang disebut sebagai kandang modern selama ini... 11
  23. 23. Dan sesuatu yang dilakukan dengan keterpaksaan, hasilnya tidak akan sebagus dan senyaman jika dilakukan berdasarkan kemauan, pengetahuan dan pemahaman. Mengapa kita bekerja....? Mengapa kita beribadah....? Benar2 dua hal yang mirip, urusan dunia dan urusan akhirat.... Budak Yang “Merdeka” Jadi, apakah anda melakukan semua hal di dunia ini dengan terpaksa...? Namun apakah anda juga merasa bahwa diri anda bebas...? Ya, saya yakin anda merasa diri anda bebas. Bebas untuk melakukan ini, bebas untuk melakukan itu. Namun saat ini juga, anda merasakan kebebasan anda terbatasi oleh keterpaksaan karena harus bekerja. Anda sebenarnya ingin melakukan hal2 yang anda sukai tanpa terbatas pekerjaan, atau bahkan sebenarnya anda tidak menyukai pekerjaan anda. Tapi bagaimana lagi, dari situlah anda mendapatkan uang....? Di dunia ini, tanpa disadari kita semua sudah menjadi budak dari uang.... Tidak ada yang lebih diperbudak lagi daripada orang2 yang merasa dirinya bebas. Dan itulah kita, budak yang “merdeka”.... Memang kita semua harus bekerja, kita harus mengisi hidup dengan kegiatan yang bermanfaat. Tapi seharusnya kita bekerja di bidang yang kita sukai. Bukan dengan keterpaksaan untuk mendapatkan uang. Kita seharusnya bekerja dengan senang hati dan sukarela..... Hanya ada beberapa saja diantara kita yang benar2 bebas di dunia ini. Mereka sudah keluar kandang.... Mereka melakukan pekerjaan yang mereka sukai.... Mereka hanya melakukan hobi mereka, tapi uang mendatangi mereka.... Mereka tidak terikat oleh pekerjaan yang tidak mereka sukai.... Institusi Yang Paling Sakral Dari berbagai institusi sosial yang ada, terdapat satu institusi yang paling sakral. Institusi yang tidak pernah dipertanyakan kebenarannya selama ini.... Institusi yang sudah diterima dan dilaksanakan dalam masyarakat selama berabad-abad.... 12
  24. 24. Dia adalah ..... institusi keuangan. Ya, uang, dan seluruh sistem yang membentuk institusi keuangan merupakan institusi yang paling sakral. Jauh melebihi kesakralan institusi agama. Tidak pernah terdengar pertanyaan tentang kebenaran akan keberadaan institusi yang satu ini.... Sejak kapan kertas yang disebut uang ada di planet ini...? Dari mana kertas itu berasal...? Dan bagaimanakah sistem keuangan itu bekerja...? Mengapa kertas itu bisa mempunyai pengaruh yang begitu kuatnya terhadap kehidupan ini...? Salah Kaprah Dari berbagai kandang insitusi sosial yang ada di sekitar kita, semuanya berdasarkan suatu aturan tertentu. Dan nampaknya tidak ada yang diterima dengan salah kaprah melebihi kesalah kaprahan dalam penerimaan kandang institusi sosial yang satu ini. Yaitu institusi keuangan, yang terdiri dari bank, uang, dan sistem keuangannya.... Bahkan kandang institusi yang satu ini melebihi penerimaan kandang institusi agama. Jika dalam kandang institusi agama, masih sering kita dengar perbincangan yang membahas tentang perbedaan pemahaman dalam kandang institusi tersebut. Baik itu dalam institusi agama yang sama, maupun antar institusi agama yang berbeda. Bahkan lebih gila lagi, kandang institusi keuangan yang nota bene bikinan manusia ternyata malah mempengaruhi kandang institusi agama, bukan sebaliknya. Anda lebih mempercayai institusi yang satu ini daripada institusi agama.... institusi agama dibuat bertekuk lutut dihadapan institusi keuangan.... Namun, pernahkah kau mendengar pembicaraan yang membahas tentang kandang institusi keuangan...? Baik itu oleh para ahli maupun para partisipan uang seperti kau dan aku ini...? Mengapa kita menerima kertas yang disebut uang ini begitu saja, tanpa pernah mempertanyakannya...? Sejak kapan uang itu ada...? Peraturan seperti apakah yang ada didalamnya...? Dan dalam sistem keuangan yang ada, sebagai apakah posisi kita...? 13
  25. 25. Dan saya yakin, bahwa dirimu, tidak tahu bahkan mungkin tidak mau tahu apa jawaban dari pertanyaan tersebut. Kau tidak pernah tahu dan tak mau tahu sistem keuangan seperti apakah yang ada saat ini.... Ya..., kertas yang kau sebut uang itu sudah menyilaukanmu. Jadi nikmatilah hidupmu, dan tetaplah dalam kandang....! Yang kau tahu hanyalah bahwa kertas yang ada di dompetmu itu adalah uang. Dengan kertas itulah kau bisa mendapat banyak pisang. Semakin banyak kertas itu kau miliki, semakin banyak pisang yang bisa kau beli, maka kayalah kau.... Benarkah demikian....? Dan mengapa demikian....? Uang, Budak Atau Tuan...? Uang adalah budak yang penurut, tapi uang juga merupakan tuan yang sangat kejam. Memang benar istilah itu, uang adalah budak yang penurut. Uang bisa kita gunakan untuk mendapatkan apapun yang kita inginkan. Dengan uang segala kebutuhan dan keinginan kita bisa terpenuhi. Semua itu dengan uang yang penurut.... Dan uang juga merupakan tuan yang sangat kejam. Berapa banyak orang yang bertengkar karena uang...? Keluarga pun bisa pecah karena uang. Bahkan sampai ada yang saling membunuh hanya karena memperebutkan sejumlah uang...? Semua itu demi uang yang kejam.... Lalu, darimanakah sebenarnya makhluk yang bernama uang ini berasal...? Bagaimana dan mengapa dia bisa seberharga itu...? Bagaimana dan mengapa dia bisa sekuat itu...? Bagaimana dan mengapa dia bisa sekejam itu...? Untuk bisa menjawab pertanyaan2 itu, kita harus memahami kandang institusi keuangan yang ada saat ini. Satu-satunya kandang yang tidak pernah kita sadari dan tidak pernah dipertanyakan keberadaannya... 14
  26. 26. Belum pernah ada pendidikan manapun yang membahas tentang kandang yang satu ini.... Kandang yang paling sakral di planet ini.... Bersiaplah...! Kuatkan dirimu, karena kau akan segera melihat kandang yang selama ini mengurungmu dan kau akan segera keluar dari kandang itu...!!! 15
  27. 27. Perbudakan Modern 16
  28. 28. Perkenalan Yang Mengagetkan Ok...., Sebelum kita membahas lebih dalam, saya akan memperkenalkan kepada anda sesosok makhluk yang selama ini dekat dengan kita. Saya rasa anda selama ini telah mengenalnya, bahkan mungkin membutuhkannya sebagai sahabat karib dalam hidup anda. Mungkin dia adalah dewa penolong bagi anda. Tapi saya yakin, sebenarnya anda belum mengenalnya secara mendalam.... Karena sesungguhya..., dia telah menghisap darah kita... Dia telah merampas kekayaan kita... Dia telah menjajah kita... Dia telah memperbudak kita... Dan dia telah melakukan itu dari generasi ke generasi selama berabad- abad.... Dan dia tetap akan melakukan itu terhadap anak cucu kita nanti, jika kita membiarkan dia tetap berkeliaran dengan bebas.... Siapakah dia.....? Ladies and Gentleman, please welcome.... “BANK” Ya, Bank.... itulah makhluk yang selama ini telah membodohi, menjajah dan memperbudak kita.... Bahkan, kita selama ini malah menyetujui pembodohan, penjajahan, dan perbudakan tersebut.... Kaget......? Perbudakan Klasik vs Perbudakan Modern Perbudakan klasik, dilakukan dengan kekerasan fisik secara langsung dan pada orang2 tertentu. Terlihat jelas, siapa budak dan siapa tuan. Namun sang tuan lah yang menyediakan tempat tinggal dan makanan bagi budak itu. Karena tanpa bahan bakar, budak tidak bisa bekerja.... Perbudakan modern, dilakukan secara halus dan masal dengan menggunakan sistem keuangan. Tidak terlihat, sangat halus dan sangat kejam. Sang budak harus mencari makan dan tempat tinggal sendiri, sehingga dia merasa seolah-olah dirinya bebas.... Karena dilakukan secara masal, maka seolah-olah tidak terasa hingga hari ini.... Kalau dengan bahasa teknik, hal itu disebut sebagai “beban yang terdistribusi merata”, sehingga objek menjadi kuat menahan beban yang berat.... 17
  29. 29. Dalam peribahasa, “ringan sama dijinjing berat sama dipikul”... Dan anda semua, selama ini sebenarnya memikul beban yang berat bersama-sama...... Tidak terasa kan..... ? Tidak ada yang lebih diperbudak lagi, kecuali mereka yang merasa dirinya bebas.... Selama ini kita adalah budak yang terlalu baik hati, taat dan patuh.... Menurut anda ini gila...? Tidak mungkin...? Mengada-ada...? Tanpa bukti...? Baca ini... !!! "Saya melihat sebentar lagi krisis mendekat. Itu mengerikan dan membuat saya gemetar akan keselamatan negara. ‘Kekuatan uang ’ yang ada di negara ini akan berusaha untuk melanggengkan kekuasaannya dengan memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat, hingga kekayaan dikumpulkan dalam beberapa tangan dan republik ini hancur." (Abraham Lincoln, Presiden Amerika) "Pemerintah harus menciptakan seluruh mata uang dan piutang yang ada, agar pemerintah memiliki daya belanja dan penduduk memiliki daya beli. Uang akan berhenti menjadi tuan, dan akan menjadi pelayan bagi kemanusiaan." (Abraham Lincoln, Presiden Amerika) "Saya yakin bahwa institusi perbankan lebih berbahaya - terhadap kebebasan kita - daripada tentara yg siap tempur. Jika penduduk Amerika memberikan kewenangan untuk mengeluarkan mata uang kepada bank, maka bank dan perusahaan yang berkembang disekelilingnya akan merampas seluruh kekayaan mereka, hingga akhirnya anak mereka bangun tak punya rumah di benua yang ditaklukan oleh ayah mereka." (Thomas Jefferson, Presiden Amerika) "Mata warga negara kita tidak cukup terbuka untuk melihat penyebab sebenarnya dari penderitaan kita. Mereka mengira semua hal menjadi penyebabnya, padahal sebenarnya, penyebabnya adalah sistem perbankan; sebuah sistem yang jika sistem ini mengandung kebaikan, maka pasti sudah disalahgunakan sehingga sama sekali tidak sesuai dengan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat." (Thomas Jefferson, Presiden Amerika) 18
  30. 30. "Kewenangan mengeluarkan dan mengedarkan uang harus diambil alih dari bank dan dikembalikan kepada rakyat, kepada mereka yang berhak memiliki kekayaan ini." (Thomas Jefferson, Presiden Amerika) “Kau – bank - adalah sarang pencuri busuk, aku akan menghancurkanmu, demi tuhan aku akan menghancurkanmu.” (Andrew Jackson, Presiden Amerika) “Aku telah membunuh bank.” (Andrew Jackson, Presiden Amerika) “Kenyataan yang sebenarnya adalah suatu elemen keuangan yang besar telah menguasai pemerintahan sepeninggal presiden Andrew Jackson.” (Franklin D. Rosevelt, Presiden Amerika) "Persoalan yang harus disapu bersih sejak berabad-abad dan harus diperjuangkan, cepat atau lambat, adalah masyarakat melawan bank." -Lord Acton (1834-1902), Sejarawan Inggris "Uang adalah bentuk perbudakan baru, dan dapat dibedakan dengan pola lama, karena yang ini tidak mengenai fisik langsung. Tidak ada hubungan manusiawi antara tuan dan budak." (Leo Tolstoy) Dan Masih Banyak Lagi....... Apa maksud dari itu semua....? Bangun bro....! Lihat kenyataan yang ada, jangan hanya terlena dengan mimpimu selama ini. Hal ini pun sebenarnya sudah ditunjukkan dalam film Matrix di tahun 99 dulu. Tapi waktu itu aku pun belum terbangun.....  Jika anda sudah membaca buku monyet ini hingga lembar terakhir, saya yakin anda pasti memahami filosofi dalam film tersebut. Dan anda akan tahu siapakah yang dimaksud dengan Matrix itu sebenarnya.... 19
  31. 31. Sistem Perekonomian Untuk mengetahui kegilaan tersebut, marilah kita melangkah perlahan- lahan.... Sedikit demi sedikit.... Karena pastilah tidak mudah bagi anda untuk memahami sesuatu yang telah ditutupi oleh pemikiran yang licik selama berabad-abad ini.... Sejak anda muncul di dunia ini, anda sudah terkondisikan dalam kandang perbudakan modern. Sehingga anda menerima begitu saja semua keadaan ini dan merasa nyaman2 saja dengan semua ini. Karena bagi anda, memang dari dulu seperti inilah adanya. Sehingga menurut pemikiran anda pun memang seperti inilah seharusnya & keadaan seperti ini adalah wajar bagi anda.... Siapkan diri anda.... buka parasut anda.... dan mari kita mulai...... Mari, kita lihat skema sistem perekonomian berikut ini: Aliran Produk (barang & jasa) Sekarang, mari kita lihat lingkungan kita dengan sudut pandang global, secara menyeluruh bukan individu atau perorangan. Jadi dari sudut pandang sistem, bukan dari sudut pandang anda secara perorangan. Anda dan saya hanyalah bagian dari sistem. Seperti halnya dalam lagu “panggung sandiwara”, setiap orang di dunia ini memainkan peranan tertentu. Jadi kita lihat dari peranan2 yang ada di dunia ini, bukan individu pemerannya. Produsen, diperankan oleh perusahaan dan pabrik, baik itu industri besar maupun kecil. Agen, ya diperankan oleh para agen dan distributor. Retail, diperankan para pengecer, baik besar maupun kecil. Dan maaf, peran anda hanya sebagai user/pengguna produk, masyarakat yang diperbudak.... 20 PRODUSEN AGEN / DISTRIBUTOR RETAIL/PENGECER USER/PENGGUNA/ MASYARAKAT
  32. 32. Saya rasa peranan diatas sudah mewakili. Jika kurang silahkan ditambah, jika lebih silahkan dikurangi.... Secara umum, seperti itulah aliran produk, baik itu berupa barang maupun jasa. Produk tersebut diproduksi oleh produsen. Dari produsen masuk ke agen/distributor, lalu ke pengecer, dan digunakan oleh masyarakat yang yang membutuhkannya. Tidak mungkin barang itu kembali lagi ke produsen untuk digunakannya.... Paham ... ! Disini kita tidak akan membahas bahan mentah dari produk tersebut, hal itu tidak perlu dibahas disini.... Lanjut.... Agar produk tersebut dapat berpindah tangan dari produsen sampai ke tangan masyarakat sebagai pengguna, maka harus dilakukan pertukaran. Dimana pertukaran pada jaman dulu dilakukan secara langsung, yaitu barang dengan barang. Alias barter secara langsung.... Namun karena hal tersebut merepotkan, maka manusia mencari jalan keluarnya, yaitu menggunakan sarana pertukaran. Yang kemudian disebut “uang”.... Jadi, uang sebenarnya merupakan suatu temuan teknologi untuk mempermudah kehidupan manusia.... yaitu teknologi alat tukar.... Ya..., uang sebenarnya merupakan alat tukar. Dan pertukaran barang dengan alat tukar merupakan barter tidak langsung, yang biasa disebut jual- beli.... Jual berarti menukar barang dengan alat tukar. Beli berarti menukar alat tukar dengan barang. Jadi saat anda membeli sesuatu dengan uang, sebenarnya anda melakukan barter tidak langsung. Anda menukar alat tukar yang anda miliki dengan barang yang anda inginkan. Bukan anda membeli barang dengan uang. Karena alat tukar tidak bisa membeli apapun, dan tidak akan pernah bisa membeli apapun...!!! Uang hanyalah kertas yang tidak ada nilainya jika dibandingkan dengan barang yang diperjualbelikan. Apakah anda bisa makan uang...? Apakah anda bisa berpakaian dengan uang...? Apakah anda bisa...... Jadi nilai kekayaan yang sesungguhnya ada pada barang2 yang dipertukarkan, bukan pada uang. Uang hanyalah alat tukar, bukan kekayaan riil, 21
  33. 33. karena uang tidak ada nilainya.... dan uang hanyalah alat untuk menilai, seperti penggaris atau timbangan.... Inilah salah kaprah yang pertama. Dan sebagian besar orang menerima kesalah kaprahan ini. Sebagian besar orang menerima bahwa uang adalah barang yang berharga dan bernilai tinggi, sesuai dengan angkanya. Semakin besar angkanya, semakin lebar senyum anda...... Dalam ilmu per”uang”an dikenal nilai intrinsik dan nilai ekstrinsik. Nilai intrinsik adalah nilai yang terkandung dalam alat tukar itu sendiri. Dalam hal ini, yang dimaksud adalah kertas yang digunakan untuk membuat uang. Menurut anda, berapakah nilai dari selembar kertas uang tersebut.... Apakah melebihi nilai sepiring nasi....? Berbedakah nilai dari selembar kertas yang digunakan untuk uang dengan angka 100, 500, 1000, ..., 100.000 rupiah...? Nilai ekstrinsik adalah nilai nominal uang tersebut, yang diwakili dengan angka. Ya, sekali lagi angka. Hanya itu yang membedakannya. Dan biasanya kertas tersebut diberi gambar pahlawan, supaya kelihatan lebih dapat dipercaya oleh masyarakat nasional. Semakin besar angkanya, semakin lebar senyum anda...... Sudah bingung belum...? Kan sudah saya bilang..., sahabat kita yang licik ini telah menggunakan kandang sistem keuangan untuk menutupi kenyataan yang ada dengan berbagai istilah perbankan & perekonomian yang salah kaprah dan membingungkan.... Silahkan pahami lagi..... Ok, jika tidak bingung, monggo silahkan dilanjut..... Sekarang kita lihat skema perputaran barang dan uang berikut ini: Aliran Produk (barang & jasa) Aliran Uang (alat tukar) 22 PRODUSEN AGEN / DISTRIBUTOR USER/PENGGUNA/ MASYARAKAT RETAIL/ PENGECER
  34. 34. Lingkaran di luar merupakan siklus aliran uang. Dimana produsen mendapatkan uang dari agen dengan cara menjual barang produksinya, agen mendapat uang dengan cara menjualnya ke pengecer, lalu pengecer ke masyarakat.... Lalu darimana masyarakat mendapatkan uang untuk membeli produk dari pengecer...? Masyarakat menjual dirinya ke produsen. Mereka bekerja menjadi buruh dengan menjual tenaga dan waktunya, atau yang lebih keren buruh profesional dengan menjual waktu dan pikirannya.... Kalau dipikir-pikir, mirip pelacuran bukan...? Hanya saja yang kita jual tenaga, pikiran, dan waktu kita. Sedangkan pelacur..... Sebenarnya sama dengan pelacur, kita tidak akan mau melakukan itu semua jika tidak diberi uang. Dan banyak masyarakat yang menjual dirinya ke produsen karena keterpaksaan untuk mendapatkan beberapa lembar kertas guna memenuhi kebutuhan hidup.... Meskipun dimarahi, dibentak-bentak, diperas tenaganya pagi siang sore dan malam.... mereka pasti akan kembali lagi besok. Karena..... Ok, kembali ke..... Disitu dapat kita lihat bahwa siklus uang merupakan siklus tertutup, sehingga uang berputar terus, berpindah dari tangan ke tangan. Berbeda dengan siklus barang, siklus barang akan terputus setelah barang sampai ke penggunanya. Oleh karena itulah, alat tukar disebut sebagai “currency” yang berasal dari kata “current” yang artinya “arus”, bukan “money” = “uang”. Dan currency diterjemahkan sebagai mata uang, bukan uang.... Inilah salah kaprah yang kedua. Currency ≠ money; mata uang ≠ uang. Uang yang sesungguhnya, saat ini sudah tidak ada. Padahal selama ini kita menyebut kertas itu sebagai uang kan...? Saya pun jadi bingung, harus menulis uang atau mata uang disini. Tak apalah, yang penting anda sudah tahu kesalah kaprahan ini.... Currency/mata uang itu melambangkan arus, jadi harus mengalir terus, harus berputar terus. Berpindah dari tangan ke tangan agar perekonomian terus berjalan. 23
  35. 35. Dan jika banyak orang menyimpan currency di rumah, itu akan menghambat aliran sistem. Oleh karena itulah mereka membuat bank, agar currency “disimpan” di bank, kemudian mereka alirkan kembali..... dalam bentuk kredit...!!! Sekarang perhatikan...! Kotak produsen  agen  pengecer  pengguna. Karena dalam kenyataannya memang demikian, semakin besar kotaknya berarti semakin banyak jumlah pemerannya.... Jadi jumlah produsen pasti lebih kecil dari agen, jumlah agen  pengecer, jumlah pengecer  pengguna. Mari berkhayal.... Misalkan jumlah total mata uang yang ada dalam peredaran adalah 1jt, dan produsen 3, agen 13, pengecer 33, pengguna 130. Dan mata uang 1jt tersebut mengalir/berpindah tangan secara sempurna. Misal, begitu mata uang masuk ke produsen langsung dibelanjakan semua, masuk ke pengguna lalu dibelanjakan semua, masuk ke pengecer lalu dibelanjakan semua, masuk ke agen lalu dibelanjakan semua. Dan begitu seterusnya.... Kira2 siapakah yang paling merasakan kekayaan...? Dan siapakah yang paling merasakan kekurangan...? Tepat sekali..., produsen lah yang paling kaya dan masyarakat pengguna lah yang merasakan paling kekurangan.... Karena bagi produsen, 1jt cuma dibagi bertiga. Sedang bagi masyarakat pengguna 1jt dibagi ber 130. Seperti itulah kira2 kenyataan yang ada.... Bahkan lebih buruk lagi, karena mata uang mengalir tidak sempurna.... Maka benarlah jika prinsip pareto mengatakan bahwa, 80% uang yang beredar dikuasi oleh 20% orang. Sedangkan 20% uang yang beredar diperebutkan oleh 80% orang. Karena pada kenyataannya uang tidak mengalir secara sempurna, sebagian besar uang hanya beredar di kalangan menengah keatas, tidak pernah sampai ke bawah.... Siapakah kalangan menengah ke atas....? Merekalah bankir dan teman2nya.... Perhatikan ini.... RBTV, Selasa 16/07/2013 : Rekening deposito diatas 2 milyar ada 150.000. Uang beredar 250 triliun. Jumlah penduduk 250 juta. 24
  36. 36. Rata-rata, ada 1 juta untuk tiap penduduk. Tapi ternyata ada 190 juta penduduk tidak pernah berurusan dengan bank. finance.detik.com, Kamis, 14/06/2012 - ...... Jumlah nasabah kaya perbankan Indonesia dengan simpanan di atas Rp 5 miliar mencapai 51.422 nasabah per April 2012...... Simpanan dengan segmen nominal di atas Rp 5 miliar tersebut memiliki proporsi sebesar 42,59% dari total simpanan...... Jakarta, Kompas, Jan 24, 2005 - Bank Dunia menyebutkan lebih dari 110 juta jiwa penduduk Indonesia tergolong miskin karena masih hidup dengan penghasilan di bawah US $2 atau Rp 18.310 per hari.... Meskipun 250 triliun itu dibagi rata masing2 penduduk 1 juta, maka tidak lama kemudian, pasti akan kembali lagi ke prinsip pareto yang 80:20. Dan sistem keuangan lah yang melakukan itu, bukan karena penduduknya yang malas bekerja...... Ya... arus currency didesain sedemikian rupa, agar kendali sepenuhnya berada di tangan para penguasa perbudakan.... Mereka bisa saja dengan mudahnya menambah ataupun mengurangi arus currency semau mereka, demi kepentingan mereka tanpa menghiraukan efeknya pada masyarakat.... Jika arus currency tersebut berkurang atau bahkan terhenti, maka akan terjadi kekacauan ekonomi. Berkurangnya atau bahkan putusnya salah satu arus dari satu pemeran ke pemeran lain, akan bedampak buruk bagi masyarakat.... Misalkan dari produsen ke masyarakat terhenti arusnya. Maka itu bisa berarti bahwa produsen berhenti beroperasi, sehingga tidak ada produk baru lagi. Tidak ada yang bisa diperjual belikan. Masyarakat yang biasanya menjadi buruh bagi produsen sekarang menganggur, sehingga tidak punya uang untuk membeli barang. Terjadilah kemacetan ekonomi, yang biasanya disebut dengan krisis ekonomi atau krisis moneter.... Krisis moneter pasti akan merembet pada kekacauan sosial & politik. Masyarakat sosial dan pemerintahan politik akan saling menyalahkan satu sama lain, dan mereka tidak akan pernah menyadari penyebab utama permasalahnya. Seperti yang dulu terjadi pada tahun 1997 – 1998.... Krisis ekonomi bukan berarti produk dan alat tukar tidak ada. Semua itu ada, hanya saja arus terhenti.... Paham ... ! Atau bingung....? 25
  37. 37. Money vs Currency Tahukah anda bahwa kekayaan anda yang sebenarnya adalah kemerdekaan anda, kebebasan dan waktu yang anda miliki. Bukan jumlah uang yang anda miliki..... Uang adalah alat yang digunakan untuk membeli waktu dan kebebasan anda. Sedang bagi anda, uang merupakan sarana untuk menyimpan energi ekonomi anda, hingga anda merasa cukup untuk menggunakannya. Dan selama ini kita telah dikelabuhi, sehingga bukan uang sungguhan “money” yang digunakan, namun uang palsu, yaitu mata uang “currency”. Dan kemudian, mata uang ini digunakan sebagai alat untuk mencuri kekayaan anda yang sesungguhnya, yaitu kemerdekaan anda - waktu anda dan kebebasan anda.... Uang palsu itulah yang digunakan sebagai alat untuk menjajah dan memperbudak kita semua.... dengan cara “membeli” kemerdekaan, waktu dan kebebasan semua orang.... Sudah bukan jamannya perbudakan fisik.... Apa sech bedanya currency dan money..... Mata uang (currency) Uang (money) Sarana pertukaran Satuan perhitungan Mudah dibawa Tahan lama Dapat dibagi Dimanapun sama nominalnya Mudah diproduksi Tidak punya nilai intrinsik Sarana pertukaran Satuan perhitungan Mudah dibawa Tahan lama Dapat dibagi Dimanapun sama nominalnya Tidak bisa diproduksi Punya nilai intrinsik (koin emas & perak) Jadi, koin emas dan perak itulah uang yang sesungguhnya. Uang tidak bisa diproduksi oleh siapapun dan jumlahnya terbatas. Jika orang ingin mendapatkan uang, maka dia harus melakukan suatu kegiatan yang produktif. Baik itu melakukan pertambangan logam mulia, ataupun memproduksi suatu barang lalu menukarnya dengan uang. Sedangkan mata uang.... Kita sebagai masyarakat biasa harus bekerja keras untuk mendapatkannya. Banyak masyarakat yang sudah bekerja keras membanting tulang demi kelangsungan perekonomian global, tetapi tetap tidak 26
  38. 38. mendapatkan sejumlah mata uang yang sesuai. Bahkan kadang membanting tulang orang lain sekalipun, masih tetap saja tidak mendapatkan sesuai harapan.... Tapi mereka yang menyatakan diri memiliki wewenang untuk ngeprint mata uang, ya tahu sendiri lah..... mereka pasti kaya. Tinggal tidur, dan tanpa perlu melakukan kegiatan yang produktif sekalipun mereka kaya. Darimana kekayaannya...? Ngeprint...!!! Lalu kertas tersebut diupahkan kepada mereka yang bekerja keras..... Dan setelah mata uang itu ada di tangan para pekerja keras, maka uang itu akan dengan cepat kembali lagi ke mereka2 yang ngeprint mata uang. Entah itu lewat pajak maupun harga barang yang kita beli, atau bahkan langsung kita masukkan ke bank..... Adilkah ini...., wajarkah ini...., di satu sisi masyarakat harus bekerja keras namun tetap kekurangan, disisi lain sekelompok orang tinggal ngeprint dan kaya raya......? Wake up brow..... !!! Dari Mana Mata Uang Berasal....? Jika kita lihat skema diatas tadi, dapat kita ketahui bahwa produk yang berputar dalam sistem perekonomian berasal dari produsen. Tapi dari manakah asal uang yang berputar dan mengalir dalam sistem tersebut...? Sebelumnya kan tidak ada barang dan jasa.... Lalu produsenlah yang memproduksinya kemudian mengedarkannya, lalu terbentuklah sistem perekonomian tersebut. Begitu pula, sebelumnya kan tidak ada uang.... ya tow....? Lalu darimanakah uang itu berasal...? Siapakah yang memproduksinya...? Dan siapakah yang mengedarkannya...? Mudah...., Jawabnya adalah pabrik mata uang....  Pihak yang menyatakan diri berwenang ngeprint mata uang lah yang melakukan itu semua..... 27
  39. 39. Fiat Money Dulu, mata uang kertas sebenarnya merupakan surat klaim terhadap emas yang disimpan di bank. Hal ini dilakukan untuk mempermudah transaksi, karena membawa emas kesana kemari dalam jumlah banyak terlalu repot. Pada mulanya, ditetapkan bahwa 1 ounce emas nilainya setara dengan 20 dollar. (1 ounce = 28,34 gr) . Sehingga jika bank ingin mencetak mata uang, maka mereka harus punya emas yang nilainya setara dengan mata uang yang ingin mereka cetak. Mereka tidak bisa seenaknya ngeprint mata uang tanpa emas.... Bank manapun boleh mengeluarkan uang kertas dollar, dengan patokan 1 ounce = 20 dollar. Dan masyarakat boleh menolak pembayaran dengan mata uang kertas dari bank tertentu jika mereka merasa tidak percaya dengan bank tersebut, atau kesulitan untuk menukarkan uang tersebut dengan emas, karena letak bank yang terlalu jauh.... Dulu jarak masih jadi masalah brow......  Jadi jika seseorang mempunyai mata uang kertas senilai total $20, entah itu berupa pecahan $1, $5, ataupun selembar $20. Maka dia bisa menukarkan mata uang itu dengan emas murni seberat 1 ounce di bank penerbitnya. Namun semenjak bank sentral “The Federal Reserve Bank” muncul di tahun 1913, mereka berusaha melakukan monopoli terhadap sistem keuangan global dan menghilangkan standar emas tersebut. Dan saat ini, mereka bukan hanya berhasil memonopoli sistem keuangan, tapi juga berhasil menguasai pemerintahan. Dan akhirnya hanya ada satu jenis mata uang kertas dollar. Yaitu kertas dollar yang diterbitkan oleh The Federal Reserve Bank, dan seluruh mata uang lain di dunia ini, didasarkan pada dollar The Fed ini... Pada tahun 1971, melalui presiden Nixon, The Fed menyatakan bahwa dollar tidak perlu didukung dengan emas lagi. Kertas dollar bukanlah surat klaim terhadap emas lagi.... Semenjak itu lah uang kertas menjadi “fiat money”. Fiat = ketetapan. Dan mereka bisa mencetak mata uang sebanyak yang mereka mau tanpa emas.... Jadi mata uang fiat hanyalah kertas yang ditetapkan sebagai alat pembayaran oleh pihak berwenang. Dan masyarakat wajib menerima uang kertas tersebut sebagai alat pembayaran, tanpa terkecuali.... Atau mereka akan berurusan dengan pengadilan.... Begitu pula jika ada yang mencoba mencetak sendiri uang kertas tersebut, meskipun bisa sama persis tanpa perbedaan sama sekali..... tetap saja hal itu dianggap sebagai pemalsuan uang.... 28
  40. 40. Semacam pemaksaan yach.... mereka boleh kok kita tidak..... ?!#*% Seperti dulu yang pernah dilakukan oleh Korea Utara, mereka ngeprint lembaran $100 US yang sama persis..... salut.... like this.... 2 jempol....  Dulu uang kertas bertuliskan “bisa ditukar dengan emas”... semenjak menjadi fiat money, hanya bertuliskan “alat pembayaran yang sah”..... hanya kertas, tanpa back up emas sama sekali..... sehingga mereka bisa ngeprint sebanyak apapun yang mereka mau, tanpa batas..... sedangkan anda harus bekerja keras untuk mendapatkannya....!!! Betapa indahnya hidup ini....!? Dan saat ini.... kartel perbankan internasional yang ada di balik The Fed telah berhasil menguasai dunia melalui jaringan sistem keuangan global... Mereka telah berhasil menjerat seluruh pemerintahan yang ada di dunia ini dengan sistem keuangan globalnya.... Itulah kekaisaran dari para penguasa perbudakan..... kekaisaran fiat money..... monopoli alat tukar yang berupa uang kertas terbitan mereka.... Dan anda akan segera mengetahui cara kerja kekaisaran yang kejam dan tidak manusiawi ini..... Sektor Riil vs Sektor Finansial Dalam sistem perekonomian dikenal dua sektor, yaitu sektor riil dan sektor finansial/keuangan/perbankan. Perhatikan bagan dibawah ini.... Sektor Riil Sektor Finansial 29 USER / PENGGUNA/ MASYARAKAT PRODUSEN AGEN/ DISTRIBUTOR RETAIL/ PENGECER BANK SIRKULASI BANK SENTRAL PEMERINTAH
  41. 41. Bagian atas skema tersebut adalah para pemeran yang terlibat dalam sektor riil. Disinilah produk2 riil dipertukarkan dengan mata uang. Sedang bagian bawah adalah para pemeran yang terlibat dalam sektor finansial. Dari sektor inilah mata uang berasal lalu beredar ke sektor riil. Mata uang dari bank sentral masuk ke bank sirkulasi. Dari bank sirkulasi, sebagian masuk ke sektor riil langsung, dan sebagian masuk dulu ke pemerintahan baru masuk ke rakyat di sektor riil. Oh My God..... Jika produk riil berpindah tangan dengan cara ditukarkan dengan mata uang. Lalu mata uang berpindah tangan dari sektor finansial ke sektor riil ditukar dengan apa...? Tidak ditukar dengan apa2..., mata uang masuk ke sektor riil dengan cara DIPINJAMKAN alias DIKREDITKAN atau DIHUTANGKAN.... Padahal mereka tinggal ngeprint low...... !? Dibagikan gratis pun sebenarnya bisa, kaya main monopoli itu.... Iya, beneran..... Tapi kenapa dihutangkan....? Ya, sektor riil yang mempunyai “barang dan jasa sungguhan” justru lebih miskin dan berhutang kepada sektor finansial. Padahal sektor finansial hanya punya kertas yang diberi gambar pahlawan dan ditulisi angka..... dan merekalah yang disebut “rojo koyo”.... rajanya kekayaan.... Jadi masyarakat berhutang kepada bank sirkulasi, lalu bank tersebut berhutang kepada bank sentral. Bank sentral, tinggal ngeprint sebanyak yang dia mau brow...... Karena hutang harus dibayar, maka kemudian masyarakat membayar hutang ke bank, dan bank membayar hutang ke bank sentral. Bank sentral, profitnya buat apa yach....? Atau aliran yang kedua, pemerintah pinjam uang ke bank. Lalu diberikan kepada masyarakat, baik itu berupa gaji pegawai pemerintahan atau sebagai bayaran dari tender proyek pembangunan. Dan ingat, pemerintah hutang kepada bank low..... Pernahkah anda mendengar hutang nasional, yang totalnya mencapai triliunan rupiah....? 30
  42. 42. Jadi pada gilirannya nanti pemerintah harus membayar hutang itu kembali kepada bank. Lalu bank membayar hutangnya kepada bank sentral. Tapi darimana pemerintah mendapatkan mata uang untuk membayar hutangnya....? Tentu saja dari rakyatnya, dengan cara memungut seabrek pajak.... Jadi sebenarnya yang membayar hutang pemerintah adalah rakyat, termasuk anda dan saya.... GUBRAK.....!?#@% Anda pikir pajak itu untuk pembangunan....? Tidak...!!! Hanya sebagian kecil yang kesitu, sebagian besar buat bayar hutang gitu loh.... Lalu mata uang untuk pembangunan dari mana....? Hutang lagi gitu loh.... Oleh karena itulah hutang pemerintah terus membengkak dari tahun ke tahun.... Dulu, sebelum krisis tahun 97-98 terjadi, pemerintah boleh meminjam langsung ke bank sentral. Tapi setelah krisis, yang kemudian katanya terjadi kasus BLBI, maka aturan mainnya mereka ubah. Mungkin dulu pembagian uangnya kurang merata, jadi ada yang protes....  Aturan mainnya mereka ubah dengan menggunakan UU 23/1999. Berikut cuplikannya.... UU 23/1999 Pasal 56 (1) Bank Indonesia dilarang memberikan kredit kepada Pemerintah. Setelah itu pemerintah hanya boleh berhutang melalui bank yang ada di bawah bank sentral – skema di atas. Dan jika bank itu kekurangan dana, maka dia akan pinjam ke bank sentral.... Lucu yach, kayaknya sama saja...., cuma tambah muter2 aja. Cape dech.... Lihat ini, rekor utang pemerintah pusat dan rasionya terhadap PDB sejak tahun 2000 yang saya dapat dari SINI....  Tahun 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)  Tahun 2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)  Tahun 2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)  Tahun 2003: Rp 1.232,5 triliun (61%)  Tahun 2004: Rp 1.299,5 triliun (57%)  Tahun 2005: Rp 1.313,5 triliun (47%)  Tahun 2006: Rp 1.302,16 triliun (39%) 31
  43. 43. TriliunRupiah  Tahun 2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)  Tahun 2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)  Tahun 2009: Rp 1.590,66 triliun (28%)  Tahun 2010: Rp 1.676,15 triliun (26%)  Tahun 2011: Rp 1.803,49 triliun (25%)  Tahun 2012: Rp 1.975,42 triliun (27,3%)  April 2013: Rp 2.023,72 triliun (24%) Jangan dibaca.... tambah pusing nanti..... liha aja gambar berikut....  2,200 2,000 1,800 1,600 1,400 1,200 1,000 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Tahun Naik atau turunkah trendnya....? Dan hutang itu akan terus mendaki... Bahkan trend pertumbuhannya akan cenderung eksponensial, bukan linier lagi. Jangan harap berkurang, apalagi lunas.... NGGAK MUNGKIN LUNAS....!!! wani piro....? Sementara rincian pinjaman yang diperoleh pemerintah pusat hingga April 2013 adalah:  Bilateral: Rp 329,46 triliun  Multilateral: Rp 225,43 triliun  Komersial: Rp 24,43 triliun  Supplier: Rp 340 miliar  Pinjaman dalam negeri: Rp 1,82 triliun Lucu kan.... Pinjaman dalam negeri, pemerintah kok pinjam ke negerinya sendiri..... kere amat..... 32
  44. 44. Bukankah negeri ini dipimpin dan dikuasai oleh pemerintah....? Ibarat seorang bos pinjam uang ke anak buah untuk menggaji anak buahnya itu....? Gimana coba..... Bingung tow......  Jika anda belum pusing dengan data utang diatas, Silahkan search di internet dengan keyword yang sesuai. Anda bisa menemukan data akurat yang lebih banyak lagi disana.... Jadi begitu ada bayi yang lahir di Indonesia tercinta ini, dia sudah dibebani hutang. Bayangpun, menangis aja belum bener, sudah dibebani hutang triliunan rupiah..... Dan jika dibagi rata, maka tiap penduduk dapat bagian hutang ± 8,5 juta.... sik asik..... lumayan..... Apakah anda melihat suatu kejanggalan....? Sekarang, Perhatikan....!!! Bank sentral adalah pusatnya segala bank. Bank dibawah bank sentral biasanya disebut sebagai bank sirkulasi. Bank sirkulasi bisa berupa bank investasi ataupun bank komersial. Dan bank sirkulasi bertujuan mendapatkan profit, baik itu swasta maupun milik pemerintah. Bank sentral : bank yang mempunyai kekuasaan untuk mencetak mata uang. Istilah kerennya “Lender of last resort”. Sumber pemberi pinjaman terakhir. Gimana tidak, lha wong dia kalo kehabisan duit tinggal ngeprint...... #?%!!! Bank sirkulasi : bank yang bertugas mengedarkan mata uang di masyarakat, dengan cara meminjamkan mata uang yang dia pinjam dari bank sentral atau yang dia kumpulkan dari masyarakat. Bank komersial : bank sirkulasi yang meminjamkan mata uang ke masyarakat langsung. Karena tujuannya untuk mendapatkan profit, maka bunga yang dibebankan kepada masyarakat lebih besar daripada bunga yang dibebankan kepadanya oleh bank sentral. Bank investasi : bank sirkulasi yang hanya berurusan dengan bank lain dan institusi keuangan lain, tidak memberikan pinjaman kepada masyarakat langsung. 33
  45. 45. Bank syariah : tidak jauh berbeda dengan bank komersial, hanya namanya saja yang pakai istilah syariah. Bank sentral memproduksi mata uang sebanyak yang mereka mau. Tentu saja dengan aturan internal yang biasa mereka sebut sebagai kebijakan moneter, katanya agar uang yang beredar tidak kurang & tidak lebih. Tapi pada dasarnya sama saja, mereka bisa ngeprint uang berapapun yang mereka inginkan..... Dengan mudah sekali mereka bisa menjadi kaya tanpa melakukan kegiatan yang produktif sama sekali. Yang mereka lakukan hanya ngeprint uang, lalu meminjamkannya dan menarik bunga. Tanpa kegiatan yang produktif, tapi justru merekalah yang paling kaya, karena mereka yang ngeprint uang. Sedang mereka yang ada di lini depan kegiatan yang produktif, biasanya nggak jauh- jauh dari istilah “kere”..... Milik Siapa....? Apakah anda tahu bank sentral itu milik siapa...? Bank Indonesia sebagai bank sentralnya Indonesia berdiri pada 1 Juli 1953, dulunya adalah bank milik Belanda dengan nama De Javasche Bank NV. Dengan UU 24/1951 bank tersebut lalu diakuisisi oleh Indonesia. Dan kemudian dengan UU 11/1953 namanya diubah menjadi Bank Indonesia. Dan kemudian ditetapkan menjadi bank sentral dengan UU 13/1968. Nah lo...... dari situ kan dapat kita ketahui bahwa BI adalah milik negara Indonesia, milik rakyat Indonesia gitu loh.... Tapi mengapa rupiah yang dicetaknya dihutangkan ke pemerintah Indonesia...., ke rakyat Indonesia...? Yang pada gilirannya hutang itu harus dibayar rakyat lewat pajak. Dan hutang itu harus dibayar + bunga lagi.... Bukankah rupiah yang dicetak BI bisa dengan gratis diberikan kepada pemerintah, bukan malah dihutangkan...? Karena yang memberi ijin dia mencetak mata uang kan pemerintah.... Bayangpun coba, yang mempunyai kekuasaan & memberi ijin kok malah harus berhutang kepada yang diberi ijin... Pada dasarnya pemerintah kan bisa mencetak uang sendiri dengan gratis..., tanpa perlu report2 memberikan ijin & kewenangan kepada pihak bank untuk melakukannya, dan kemudian berhutang padanya.... koplack.... !? Lalu pemerintah bisa membelanjakan uang itu pada rakyatnya, sehingga rakyat tidak perlu repot2 membayar pajak dan pemerintah pun ga perlu 34
  46. 46. pusing2 mikir hutang negara.... Kalaupun ada pajak, pasti kecil sekali.... Dan digunakan murni untuk pembangunan dan kepentingan rakyat, untuk subsidi ini itu, bukan untuk bayar hutang + bunga.... Jika belum paham 2 paragraf di atas, baca sekali lagi.... !!! Mengapa harus dihutangkan....? Mengapa Indonesia harus memberi hutang ke Indonesia....? Mengapa Indonesia harus berhutang ke Indonesia....? Sungguh hal yang tidak masuk akal... Indonesia memberi hutang sekaligus berhutang pada Indonesia sendiri.... Mengapa Indonesia harus membebani generasi yang belum lahir dengan triliunan hutang nasional, padahal rupiah tersebut bisa diberikan secara gratis....? Gak sesuai dengan hati nurani yang luhur dan akal sehat...... Gak sesuai dengan sila ke 2, kemanusiaan yang adil dan beradab. Karena Indonesia memberi hutang sekaligus berhutang pada Indonesia, yang kemudian harus dibayar oleh rakyat.... Ini adalah tindakan yang tidak manusiawi, tidak adil dan tidak beradab.... Gak sesuai dengan sila ke 5, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Adil dimananya coba...., bayangpun yang berhutang pemerintah yang suruh bayar rakyatnya, bahkan rakyat yang belum lahirpun harus membayarnya.... Dan kemanakah bunga yang diperoleh BI dari pembayaran hutang pemerintah selama ini....? Kalau akhirnya diberikan ke pemerintah lagi, ngapain tadi diberikan dalam bentuk hutang.....? Dari awal kek.... diberikan secara gratis, ga usah muter2 gitu napa....? Itulah salah kaprah yang ketiga. Tambah bingung ..... ? Bagus, berarti anda sedang berpikir.... Karena jika anda tidak bingung, berarti anda tidak memikirkannya. Jadi kebingungan anda saat ini adalah tanda dari kemajuan anda.... selamat....  Tenang...., ga usah bingung...... Anda akan mendapatkan jawabannya dengan terbukanya lembar demi lembar buku monyet ini.... Mau break dulu, silahkan..... Mau lanjut, juga monggo......  35
  47. 47. Gila..., ternyata Uang = Hutang Bisa anda lihat dari skema diatas...., bahwa uang dari bank sentral bisa beredar dan ada di sektor riil atau masyarakat adalah melalui hutang. Dan hanya hutang itulah satu2nya jalan uang masuk ke peredaran. Tidak ada jalan lain....!!! Dan hanya ada 2 jalur hutang.... 1) Lewat pemerintah, yang berarti hutang pemerintah. Yang akhirnya dibayar rakyat lewat pajak. 2) Lewat bank, yang berarti masyarakat berhutang langsung ke bank, baik itu hutang personal ataupun perusahaan. Dibayar langsung oleh pihak yang berhutang. Apakah anda melihat ada jalan lain uang bisa masuk ke peredaran....? Jadi dapat kita ketahui, bahwa ternyata seluruh uang yang ada dalam peredaran berasal dari hutang yang akhirnya harus dibayar.... Termasuk uang yang saat ini anda pegang, uang yang saat ini ada di dompet anda.... itu adalah uang hutang. Meskipun anda memperolehnya dengan bekerja atau menjual sesuatu, tetap saja itu adalah uang hutang. Uang itu tadinya dipinjam oleh pemerintah ataupun seseorang kepada bank, lalu digunakan untuk membayar anda.... Dan uang hutang..., suatu saat harus dikembalikan..... uang yang berasal dari bank itu harus pulang ke bank lagi.... Jadi dapat kita simpulkan jika tidak ada hutang maka tidak ada satu rupiah pun dalam peredaran. Memang hal ini menyalahi akuntansi, tapi inilah kenyataannya..... UANG = HUTANG Tidak Ada Hutang = Tidak Ada Uang Paham ... !!! Jangan bingung lagi ya.....  Sebagaimana kita ketahui, bahwa Rupiah berasal dari BI dan pasti akan kembali ke BI, karena hutang harus dibayar. Ya toh..... 36
  48. 48. Dan jika semua hutang terbayar lunas – hutang pemerintah & seluruh hutang di masyarakat - berarti semua Rupiah yang beredar telah kembali pulang ke BI. Maka tidak akan ada satu rupiahpun dalam peredaran, karena semua rupiah sudah pulang ke kampung halamannya..... Jika tidak ada hutang, maka tidak ada uang dalam peredaran. Tidak ada uang beredar, maka tidak ada alat tukar...., maka akan sulit melakukan pertukaran/jual-beli. Dan jika tidak ada jual beli, maka ekonomi macet.... Ekonomi macet, maka terjadi kerusuhan dan kekacauan sosial dimana-mana..... Mumet ora kowe...... Bingung ...? atau Paham...? Tambah Gila...., Hutang ≠ Hutang + Bunga Sebagaimana kita tahu bahwa hutang selalu berbunga. Jadi hutang harus dibayar dengan uang pokok + bunga. Dengan begitu, maka jumlah pembayaran hutang pasti selalu lebih besar dari uang pokoknya...., karena ada bunga. Hutang dibayar dengan uang pokok + bunga, dimana uang pokok adalah uang hutang itu sendiri. Maka, kalau kita tulis dalam persamaan matematis.... H = H + B Dimana : H = Hutang = Uang Pokok B = Bunga Mungkinkah persamaan matematis yang seperti itu.....? Bandingkan dengan persamaan yang berikut ini.... x = x + y atau 1 = 1 + 2 Mungkin atau mustahil...? Tapi ternyata memang benar...., tidak ada yang mustahil di dunia ini. Persamaan matematis yang tidak mungkin pun, dalam duni hutang jadi mungkin.... Mau tahu rahasianya....? 37
  49. 49. Hutang Abadi Sebelumnya marilah kita gunakan persamaan itu untuk seluruh uang yang ada dalam peredaran.... Sekarang kita tahu bahwa seluruh uang yang ada dalam peredaran adalah uang hutang dari BI. Jadi seluruh uang yang ada dalam peredaran itu, termasuk yang ada di dompet anda, semuanya adalah uang pokok. Dan hanya uang pokok itulah yang diciptakan oleh BI. Jadi meskipun seluruh uang yang ada dalam peredaran digunakan untuk membayar hutang kepada BI, baik itu hutang pemerintah maupun masyarakat, tidak akan pernah ada cukup uang untuk membayar hutang..... Kenapa ....? Karena yang terbayar baru uang pokok, belum bunganya.... Ya toh..... Lalu dari mana uang untuk membayar bunga, jika BI hanya menciptakan uang pokok....? Jawabannya, “TIDAK ADA”. Tidak ada uang untuk membayar bunga.... BI tidak pernah menciptakannya, dan tidak akan pernah menciptakannya. Seluruh uang yang keluar dari BI adalah uang pokok.... bukan uang bunga.... Terus darimana selama ini masyarakat bisa membayar utang + bunga dan masih cukup uang dalam peredaran...? Buktinya, sampai saat ini masih ada uang di kantong anda..... Karena itulah, dalam skema diatas tadi, panah yang arahnya menuju ke BI lebih tebal dari pada panah yang keluar dari BI. Karena jumlah uang yang masuk harus lebih besar dari uang yang keluar dari BI. Uang pokok + bunga yang kembali ke BI  uang pokok yang keluar dari BI H + B  H Lalu dari mana selama ini pemerintah membayar bunga hutangnya....? Dari mana seluruh masyarakat bisa membayar bunga hutangnya....? Karena selama ini BI sebagai bank sentral memonopoli sistem keuangan, maka hanya dari BI lah mata uang berasal, tidak ada sumber mata uang yang lain.... Apakah anda melihat ada sumber mata uang yang lain....? 38
  50. 50. Jadi, dari BI lagi lah masyarakat dan pemerintah memperoleh uang untuk membayar bunga... dan hal ini berarti... Jawabnya adalah dari hutang baru.... Gali lobang tutup lobang. Itulah tujuan dari sistem keuangan yang ada saat ini. HUTANG YANG ABADI.... Masyarakat, secara keseluruhan bukan personal, harus berhutang lagi untuk menutup hutang + bunga yang sudah ada , agar tetap ada uang dalam peredaran. Sehingga semakin lama, lobang yang digali akan semakin dalam.... Hutang tersebut tidak akan pernah terbayar dan tidak akan pernah lunas. Baik itu hutang pemerintah maupun total hutang yang ada dimasyarakat. Justru pasti akan semakin bertambah. Karena beban bunga yang harus dibayar juga bertambah..... Pikirkanlah...!!! Tambah bingung..... atau tambah paham.....? Stock & Flow Dalam sistem keuangan ada dua hal yang sangat berpengaruh, yaitu: 1) Stock, jumlah uang dalam peredaran 2) Flow, jumlah transaksi yang mengunakan uang dalam peredaran tersebut, sehingga uang terus berpindah tangan/ mengalir. Dan flow, biasanya lebih berpengaruh pada sistem keuangan dari pada stock. Karena flow dapat melipatgandakan stock secara efektif. Cara kerja flow kira2 seperti ini: Misal, di dunia ini hanya ada 2 orang, “aku” dan “kamu”.... “aku” sebagai orang kaya yang mempunyai selembar uang Rp 1.000,-. Dan itu adalah satu2nya uang yang ada dalam stock. Jika aku meminjami “kamu” uang itu, mungkinkah kau mengembalikannya seratus ribu padaku....? Tidak mungkin kan...., jangankan seratus ribu, dua ribu saja tidak mungkin.... Dari mana kau akan mendapat uang untuk membayar 39
  51. 51. bunga yang sembilan puluh sembilan ribu itu....? Kan stock hanya selembar Rp 1.000,-..... Jangan bilang ngeprint sendiri low...., mangke didukani pemerintah low.....  Ya..., begitulah.... Jika aku menyuruhmu membayar dalam sekali bayar, maka tidak mungkin.... Namun jika aku menyuruhmu membayarnya dengan cicilan seribu rupiah, maka akan terjadi keajaiban..... Yang kuperlukan agar kau dapat membayar hutang seratus ribu dengan stock hanya selembar Rp 1.000,- adalah memberimu kesempatan untuk mendapatkan seribu rupiah itu kembali. Yaitu, kau bisa mendapatkan upah dengan cara bekerja padaku. Jadi, kau bisa mendapatkan seribu itu kembali setiap kali kau mencicil hutangmu padaku..... Pintar kan..... ? Aku tinggal duduk diam dapat duit..., dan kau selalu bekerja & mecicil untukku..... Setelah kau membayar seribu rupiah itu padaku. Maka aku kembalikan lagi padamu sebagai upah atas pekerjaanmu. Setelah kau kembalikan lagi padaku, aku kembalikan lagi padamu. Begitu seterusnya.... Kau akan terus bekerja untukku hingga seratus ribu itu lunas.... Jangankan seratus ribu, sejuta ribu pun bisa kau lunasi jika kau panjang umur. Dan kau terus bekerja padaku.... Begitulah prinsip kerja flow.... Dengan memanfaatkan flow, maka satu2nya selembar Rp 1000,- itu bisa membayar cicilan berkali-kali. Dan menjadi ribuan, bahkan jutaan, tak terbatas..... Masuk akal tow...., jadi kau harus bekerja untuk mendapatkan uang itu. Seperti dalam dunia riil ini kan.... mereka tinggal ngeprint, kau lah yang bekerja keras.... Ter la lu.... 40
  52. 52. Tapi yang sebenarnya berharga/bernilai adalah pekerjaan yang kau lakukan, bukan selembar kertas Rp 1.000,- itu. Pekerjaanmu lah yang memberikan nilai kepada kertas itu, bukan sebaliknya.... Jadi mata uang sebenarnya tidak ada nilainya sama sekali, itu hanyalah selembar kertas. Dan sampai kapanpun tidak akan pernah bernilai lebih dari selembar kertas..... Namun, dapat kita lihat bahwa hubungan antara kau dan aku, bukanlah hubungan yang harmonis. Hubungan tersebut merupakan hubungan yang sangat tidak sederajad.... Kenapa....? Karena ada uang diantara kita..... Aku telah memperbudak dirimu. Hanya karena aku menguasai stock selembar Rp 1.000,- aku bisa menyuruhmu bekerja padaku. Pekerjaan apapun yang aku ingin kau lakukan, maka akan kau lakukan, demi mendapat selembar kertas itu kembali dan demi mecicil hutangmu padaku..... aku untung & kau buntung.... Seperti itu kan kenyataan yang ada disekitar kita.... Bukankah kita sering mendengar “....Pekerjaan apapun akan aku lakukan, asal halal....” demi mendapatkan beberapa lembar kertas.... Wake up brow....!!! Kau selalu melakukan kegiatan produktif yang bernilai bagiku. Sedangkan aku tidak pernah melakukan kegiatan yang produktif bagimu. Aku hanya memberimu selembar kertas, tapi justru akulah yang menjadi tuanmu. Aku akan selalu menjadi orang kaya. Dan kau akan selalu bekerja untukku.... ha ha ha.....  Seperti itulah prinsip dasar perbudakan modern.... Dengan menggunakan sistem keuangan yang memanfaatkan stock & flow + bunga + ketidaktahuan kita selama ini.... 41
  53. 53. Terjebak Dalam Sistem Dapat kita lihat, dalam kehidupan ini kita memang sudah terjebak dalam sistem keuangan tersebut. Coba anda bayangkan, jika posisi “aku” dalam contoh diatas diganti dengan perbankan, dan posisi “kamu” diganti dengan masyarakat. Lalu stock adalah seluruh uang yang ada dalam peredaran. Bayangkanlah...... pikirkanlah.......... renungkanlah................. Sudah dapat gambaran...... ? Ya..., perbankan melalui pemerintahan dan seluruh perusahaan yang didukungnya telah memperbudak kita semua. Mereka hanya memberi kita kertas bergambar pahlawanan dengan beberapa angka nol, tapi kita memberikan seluruh kekayaan riil kita padanya..... Kita memberikan seluruh tenaga, waktu, pikiran, serta seluruh kegiatan produktif lainnya pada mereka. Sebenarnya kita selalu bekerja untuk mereka..... Kitalah yang bekerja, dan merekalah yang menikmati semua kekayaan yang ada...... Para bankir lah yang kaya raya...... selama ini kita telah mentransfer seluruh kekayaan riil kita pada mereka.... Seperti itulah.... !!! Mengapa selama ini kita bisa sebodoh itu....? Ingat, selama ini kita bersekolah dari generasi ke generasi bukanlah untuk menjadi terpelajar, tapi terdidik. Terdidik untuk apa....? Terdidik untuk bekerja.... itulah yang mereka inginkan..... Jika sampai disini masih muncul bantahan dalam benak anda, itulah pola pikir “monyet dalam kandang” yang tidak mau mengambil pisang, dan akan berusaha menghalangi monyet yang akan mengambil pisang..... Pola pikir “monyet dalam kandang” terbentuk tanpa kita sadari.... Apa alasannya membantah....? Pola pikir “monyet dalam kandang” itu tidak butuh alasan, hanya karena sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini, sudah sejak dulu sistem yang ada seperti ini, dan kandang ini sungguh terasa nyaman dan wajar..... 42
  54. 54. Memang tidak terasa, karena perbudakan tersebut dilakukan dengan sistem yang halus dan mengenai semua orang. Tak terkecuali kau dan aku. Kita semua sudah terjebak dalam sistem. Beban perbudakan itu terdistribusi merata, ringan sama dijinjing berat sama dipikul..... Perbudakan modern ini dilakukan secara masal. Dan karena terjadi pada banyak orang sekaligus, maka bisa jadi anda menganggapnya sebagai suatu kewajaran dan tidak perlu dirisaukan..... Tapi bagi saya tidak, ini bukanlah kewajaran..... ini adalah tirani, ini adalah kesewenang-wenangan, dan ini adalah perbudakan.... !!! Saat banyak orang harus bekerja keras membanting tulang dalam kegiatan yang produktif dan bermanfaat demi kepentingan masyarakat. Bahkan ada yang terpaksa memulung sampah demi mendapatkan sepiring nasi, namun tetap juga kekurangan.... Sedangkan disisi lain, ada sekumpulan orang yang tidak melakukan kegiatan produktif sama sekali, justru merekalah yang paling kaya. Mereka hanya memiliki kertas yang mereka sebut uang, lalu meminjamkannya kepada masyarakat yang produktif dengan menarik bunga. Mereka telah memperbudak masyarakat.... Selama ini kita mengenal istilah buruh. Hubungan seperti apakah yang dimiliki antara buruh dengan perusahaan....? Hubungan manusiawi atau hubungan uang....? Sebagai buruh, mereka wajib bekerja, wajib meninggalkan urusan kelurga, bahkan wajib meninggalkan anak yang seharusnya masih diberi ASI.... Sebenarnya lebih penting mana, keluarga atau kerja...? Demi apa semua itu....? Demi beberapa lembar kertas..... Ini bukanlah kandang yang wajar.... Ini adalah tindakan yang TIDAK MANUSIAWI & TIDAK ADIL... !!! 43
  55. 55. Kepercayaan Yang Tertipu Selama ini kita telah memberikan kepercayaan yang luar biasa besar kepada orang2 yang telah menipu dan merampas kekayaan riil kita dari generasi ke generasi.... hingga detik ini.... Selama ini kita telah diperbudak, tapi merasa bebas dan justru menyetujui perbudakan itu.... Dengan apa kita menyetujui perbudakan itu....? Kita menyetujui perbudakan itu dengan mempercayai bahwa mata uang itu adalah uang yang sesungguhnya. Dari generasi ke generasi kita mempercayai hal itu dan tak pernah mempertanyakannya..... Mata uang sebenarnya tidak punya nilai sama sekali..... Kertas tersebut hanya menjadi bernilai karena kepercayaan kita padanya, karena kita mau menggunakan kertas tersebut sebagai alat tukar.... sehingga dengan mudahnya kita dipecah belah dan dipaksa berkompetisi dalam pekerjaan untuk mendapatkannya.... padahal mereka tinggal ngeprint saja.... Jadi pekerjaan dan kepercayaan masyarakat terhadap kertas tersebutlah yang membuatnya bernilai.... Kepercayaan masyarakat yang tidak tahu menahu itu lah yang dimanfaatkan oleh tuan2 kita untuk memperbudak kita semua. Dan mereka, sebisa mungkin akan menjaga agar masyarakat tetap tidak tahu.... agar kau dan aku dapat dengan mudah untuk ditipu dan diperbudak.... selamanya.... Tanpa kepercayaan masyarakat, lenyap sudah nilai dari kertas tersebut..... Bayangkan, jika di Indonesia ini atau bahkan seluruh dunia tak seorangpun mau melakukan transaksi jual beli dengan kertas tersebut. Dan masyarakat hanya mau melakukan transaksi dengan koin emas dan perak. Meskipun pemerintah memaksakannya dengan menetapkan hukum bahwa kertas itu adalah alat pembayaran yang sah, jika masyarakat tetap tidak mempercayainya.... Apa yang akan terjadi....? Pastilah perbankan tidak bisa memperbudak kita lagi. Karena mereka tidak mungkin bisa ngeprint koin emas dan perak. Dengan catatan, kita tidak menyimpan koin emas & perak kita di bank.... 44
  56. 56. Transfer Kekayaan Jadi, pada dasarnya mata uang yang dikeluarkan berdasarkan sistem uang hutang, merupakan alat untuk mentransfer kekayaan yang sesungguhnya. Transfer dari sektor riil ke sektor finansial. Transfer dari orang2 produktif seperti anda semua ke para penguasa oligarki dan tirani.... Btw.... oligarki adalah kekuasaan yang dipegang oleh sekelompok kecil orang tertentu. Tirani adalah kesewenang wenangan penguasa..... Sekarang dapat kita ketahui bahwa kita pun dikuasai oleh para oligarki dan tirani. Bukan kapitalis, bukan sosilalis, bukan demokratis, bukan yang lain.... Itu semua hanyalah topeng untuk menutupi oligarki dan tirani yang sebenarnya.... Merekalah penguasa sesungguhnya dibalik semua itu.... Dan, setiap negara dipimpin oleh suatu pemerintahan. Namanya saja “pemerintah”, jadi mereka itu maunya pasti memerintah rakyatnya, bukan menyejahterakan.... Kesejahteraan rakyat itu urusan belakangan, yang penting perintah dilaksanakan.... Coba kalau namanya “penyejahteraan”, pasti akan lain ceritanya...  Dan kita tidak akan pernah benar2 merdeka, selama kita dikuasai oleh sistem uang hutang..... Bayar hutang kertas Hutang kertas (Yang mereka sebut sebagai alat pembayaran yang sah) OLIGARKI KORPORASI + bunga + Kekayaan riil (kebebasan, tenaga, pikiran, waktu, dll) PEMERINTAHAN RAKYAT / MASYARAKAT 45
  57. 57. Seperti itulah struktur piramida sistem uang hutang. Kita, masyarakat berada di paling bawah piramida. Dan kekayaan riil yang ada di masyarakat di transfer ke tangan para oligarki dengan menggunakan mata uang melalui pemerintahan dan perusahaan.... Pemerintah mereka gunakan untuk membuat hukum sesuai dengan kepentingan mereka serta mensahkan tindakan mereka yang kejam itu.... Dan perusahaan mereka gunakan untuk mengeruk kekayaan sebanyak mungkin...... Jadi, bukan hanya memperbudak masyarakat...., tapi pemerintah dan perusahaan pun juga mereka gunakan sebagai alat untuk memperbudak kita semua..... 46
  58. 58. Sejarah Kandang Ribawi 47
  59. 59. Sejarah Perbankan Sejarah perbankan beserta sistemnya bisa anda pelajari dalam video Money as Debt & Economic Slavery, yang bisa anda download DISINI. Disitu sudah cukup lengkap membahas semuanya. Anda akan tahu betapa liciknya sistem perbankan selama ini. Dan anda akan tahu berbagai salah kaprah yang ada di sistem perbankan saat ini.... mereka menggunakan itu semua untuk menipu kita selama ini.... Disaat sebagian besar dari kita harus bersusah payah dan bekerja keras untuk mendapatkan uang. Mereka tinggal menciptakan uang begitu saja. Kelihatannya tidak masuk akal memang, tapi pada kenyataannya memang mereka menciptakan uang setiap hari.... Anda pun akan tahu bahwa selama ini anda telah tertipu. Dimana bank sebenarnya tidak pernah memberi pinjaman kepada anda dengan uang mereka. Tapi mereka menciptakan uang baru saat anda meminjamnya..... Yang mereka lakukan untuk menciptakan uang hanyalah menekan tombol di keyboard, lalu muncul angka di layar monitor, dan “ting...” terciptalah uang baru yang dihutangkan kepada anda. Setelah itu anda akan bekerja, bekerja, dan bekerja untuk bank..... Selamat bekerja..... Dan anda juga akan tahu, rahasia pertunjukkan sulap yang selama ini mereka lakukan. Yaitu, pembiayaan tanpa biaya / pendanaan tanpa dana.... Dan yang lebih dahsyat lagi, anda akan tahu bahwa saat ini kita sedang menuju krisis ekonomi global yang tak terelakkan. Suatu krisis ekonomi di seluruh dunia yang belum pernah terjadi sebelumnya. Perekonomian akan macet total, kerusuhan dan kekacauan sosial dimana-mana, bahkan mungkin terjadi perang.... Dan puncaknya adalah “zero purchasing power”. Ya..., uang sudah tidak ada gunanya lagi..... ibarat orang yang sedang tenggelam... jangankan diberi kertas bertuliskan 1 triliun, diberi emas 1 ton pun dia tidak mau.... dia hanya butuh ban bekas untuk mengapung agar dia bertahan hidup..... Jika besok itu telah terjadi, maka akan ada banyak orang kaya yang miskin. Meskipun duitnya buuuaaanyakk... punya mobil mewah dan rumah mewah, mereka tidak punya makanan dan akan kebingungan mencari makan.... Jika ada pun akan sangat mahal harganya dan tidak bisa dibayar dengan uang kertas.... mungkin masih bisa dibayar dengan emas, perak, mobil, atau bahkan rumah.... 48
  60. 60. Uang Negara vs Uang Bank Pada jaman dulu dalam suatu wilayah/negara tertentu biasanya terdapat lebih dari satu jenis mata uang yang ada di peredaran. Mata uang tersebut ada yang dicetak oleh negara, ada pula yang dicetak oleh berbagai bank swasta. Ingat, pada jaman itu, sebelum 1971 mata uang merupakan surat klaim atas sejumlah emas yang disimpan di bank, sehingga jika ada uang kertas pasti ada emasnya yang sebanding. Dan mata uang tersebut bisa ditukar dengan emas pada bank yang bersangkutan. Masyarakat boleh menolak pembelian dengan mata uang tertentu jika dia merasa tidak percaya dengan bank yang mengeluarkan mata uang itu. Atau dia kesulitan untuk menukarkan mata uang tersebut dengan emas, karena letak bank penerbitnya yang terlalu jauh. Sehinnga secara umum ada 2 jenis mata uang, yaitu mata uang negara dan mata uang bank. Dimana mata uang negara dikeluarkan oleh negara, dan bertuliskan negara yang bersangkutan serta ditandatangani oleh pejabat negara. Sedangkan mata uang bank, tentu saja bertuliskan nama bank dan tanda tangan pejabat bank tersebut. Jadi jika negara mencetak mata uang sendiri, negara tidak perlu berhutang kepada bank. Sehingga jika negara tersebut memungut pajak kepada rakyatnya, maka pajak tersebut dapat digunakan sepenuhnya untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyatnya, bukan untuk membayar hutang. Dan pajak harus dibayar dengan mata uang negara, atau koin emas & perak, bukan mata uang bank swasta.... Bank vs Negara Ternyata permusuhan bank dengan negara sudah terjadi sejak berabad- abad yang lalu. Sejak bank mulai muncul pada abad ke 17.... Mengapa permusuhan itu bisa terjadi....? Hal ini dikarenakan bank2 besar di Eropa ternyata sejak dulu membentuk suatu kartel/perkumpulan usaha, untuk melakukan monopoli penguasaan pasar, termasuk menguasai negara2 yang ada didunia ini. Karena menguasai suatu pemerintahan negara, berarti menguasai seluruh rakyatnya. Dan bagi mereka, hal ini merupakan bisnis yang menguntungkan dan tidak mungkin rugi..... Oleh karena itulah, mereka akan melakukan berbagai cara untuk menguasai negara. Mereka juga sangat licik & suka mengadu domba agar terjadi peperangan. Karena menurut mereka, perang adalah bisnis yang sangat 49
  61. 61. menguntungkan. Dan itu adalah cara mereka untuk menguasai suatu negara. Bahkan sampai sekarang pun mereka masih melakukan itu.... Untuk mengetahui hal tersebut, silahkan tonton video Central Banking Conspiracy, yang bisa anda download DISINI. Terserah anda, mau percaya atau tidak..... Sejak dulu perbankan selalu berusaha untuk memberikan hutang kepada negara2 yang ada di dunia ini. Dan mereka tidak akan pernah tinggal diam jika suatu negara mempunyai suatu sistem keuangan sendiri dan mencetak uang negara sendiri tanpa menggunakan sistem perbankan mereka.... Karena jika suatu negara mempunyai uangnya sendiri, dan terlepas dari sistem perbankan mereka. Maka mereka tidak bisa menguasai dan mengendalikan negara tersebut.... " Beri aku kekuasaan untuk mengendalikan pasokan uang di suatu negara – dengan sistem perbankan - , maka aku tidak peduli dengan pembuat hukum negara itu. " (Mayer Anselm Rothschild - Rothschild Bankir Dinasty) Dan bacalah pernyataan berikut ini.... " Saya yakin bahwa institusi perbankan lebih berbahaya - terhadap kebebasan kita - daripada tentara yg siap tempur. Jika penduduk Amerika memberikan kewenangan untuk mengeluarkan mata uang kepada bank, maka bank dan perusahaan yang berkembang disekelilingnya akan merampas seluruh kekayaan mereka hingga saat anak mereka bangun tak punya rumah di benua yang ditaklukan oleh ayah mereka. " (Thomas Jefferson, Presiden Amerika) " Kewenangan mengeluarkan dan mengedarkan uang harus diambil alih dari bank dan dikembalikan pada rakyat, kepada mereka yang berhak memiliki kekayaan ini. " (Thomas Jefferson, Presiden Amerika) "Mata warga negara kita tidak cukup terbuka untuk melihat penyebab sebenarnya dari penderitaan kita. Mereka mengira semual hal menjadi penyebabnya, padahal sebenarnya penyebabnya adalah sistem perbankan; sebuah sistem yang jika sistem ini mengandung kebaikan, maka pasti sudah disalahgunakan sehingga sama sekali tidak sesuai dengan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat." (Thomas Jefferson, Presiden Amerika) 50
  62. 62. “Kau – bank - adalah sarang pencuri busuk. Aku akan menghancurkanmu. Demi Tuhan, aku akan menghancurkanmu.” (Andrew Jackson, Presiden Amerika) " Pemerintah harus menciptakan seluruh mata uang dan piutang yang ada, agar pemerintah memiliki daya belanja dan penduduk memiliki daya beli. Uang akan berhenti menjadi tuan, dan akan menjadi pelayan bagi kemanusiaan. " (Abraham Lincoln, Presiden Amerika) "Saya melihat sebentar lagi krisis mendekat. Itu mengerikan dan membuat saya gemetar akan keselamatan negara. ‘Kekuatan uang ’ yang ada di negara ini akan berusaha untuk melanggengkan kekuasaannya dengan memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat, hingga kekayaan dikumpulkan dalam beberapa tangan dan republik ini hancur. " (Abraham Lincoln, Presiden Amerika) “.... diseluruh dunia, kita akan berhadapan dengan monolitik dan konspirasi yang kejam, yang didukung oleh kekuatan rahasia untuk memperluas kekuasaannya yang menakutkan....” (John F. Kennedy, Presiden Amerika) Thomas Jefferson, mengeluarkan uang negara sendiri dengan menggunakan coin. Dan dia berhasil menutup bank sentral yang telah berdiri selama 20 tahun..... Tapi para bankir beraksi kembali dan berhadapan dengan Presiden Andrew Jackson. Setelah luput dari pembunuhan, Presiden Andrew Jackson akhirnya berhasil mengalahkan para bankir dan menutup bank di tahun 1836. Di akhir hayatnya, saat ditanya tentang apa pencapain terbesar hidupnya...? Dia menjawab " AKU TELAH MEMBUNUH BANK " Abraham Lincoln mengeluarkan mata uang negara yang diberi nama greenback. Namun akhirnya dia ditembak mati. Dan di tahun 1913, di masa pemerintahan presiden Woodrow Wilson, bank central berhasil berdiri lagi dengan nama The Federal Reserve Bank dan memonopoli sistem keuangan sampai sekarang.... Pada tanggal 4 Juni 1963, Presiden JFK menandatangani “executive order 11110”. Yang berisi tentang memberikan kewenangan kepada perbendaharaan US untuk mengeluarkan uang sungguhan tanpa The Fed. Perintah itu berjalan, 51

×