Your SlideShare is downloading. ×
Laporan biokimia   asam amino protein
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Laporan biokimia asam amino protein

16,339

Published on

Published in: Education
1 Comment
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
16,339
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
516
Comments
1
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA UMUM ERSIT NIV A U S OLEH NAMA : MIFTA NUR RAHMAT STAMBUK : F1C1 08 001FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI 2011
  • 2. BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Asam amino merupakan monomer yang menyusun polimer-polimer pada prtein.Asam amino dapat mengalami proses hidrilisis yang menghasilkan hidrolisat protein.Hidrolisat protein didefinisikan sebagai protein yang mengalami degradasi hidrolitikdengan asam atau basa kuat dengan hasil akhir berupa campuran beberapa hasil. Fungsihidrolisat protein dapat sebagai penyedap atau sebagai intermedia tes untuk isolasi danmemperoleh asam amino secara individu atau dapat pula untuk pengobatan yaitu sebagaidiet untuk penderita pencernaan. Dengan menggunakan teknik kromatografi, berbagai macam asam amino dalamhidrolisat protein dapat diidentifikasi. Kromatografi digunakan untuk memisahkansubstansi campuran menjadi komponen-komponennya.Selain teknik ini, ada berbagaicara dalam pengujian terhadap protein yaitu dengan reaksi uji asam amino dan reaksi ujiprotein. Reaksi uji asam amino sendiri terdiri dari 6 macam uji yaitu: uji millon, ujihopkins cole, uji belerang, uji xantroproteat, dan uji biuret. Sedangkan untuk uji protein,berdasarkan pada pengendapan oleh garam, pengendapan oleh logam dan alkohol. Sertauji koagulasi dan denaturasi protein. Pada uji asam amino terdapat uji bersifat umum danuji berdasakan jenis asam aminonya. Seperti halnya uji millon bersifat spesifik terhadaptirosin, uji Hopkins cole terhadap triptofan, uji belerang terhadap sistein, uji biuret
  • 3. bereaksi positif terhadap pembentukan senyawa kompleks Cu gugus –CO dan –NH darirantai peptida dalam suasana basa. Serta uji xantroproteat bereaksi positif untuk asamamino yang mengandung inti benzena. Oleh karena itu dalam praktikum ini akandilakukan hidrolisis protein dan identifikasi asam amino dari telur bubuk.B. Permasalahan Dari pemaparan di atas, timbul permasalahan yang selanjutnya akan dikaji dalampraktikum ini, yaitu1. Bagaimana menghidrolisis protein dari telur ?2. Bagaimana mengetahui komponen asam amino penyusun protein hasil hidrolisis dengan menggunakan kromatografi lapis tipis?C. Tujuan Dari permasalahan yang diajukan, maka tujuan praktikum ini yaitu antara lain :1. Untuk mengetahui cara menghidrolisis protein dari telur2. Untuk mengetahui komponen asam amino penyusun protein hasil hidrolisis dengan menggunakan kromatografi lapis tipis.D. Manfaat Manfaat yang diperoleh dari praktikum ini, antara lain :1. Dapat mengetahui identifikasi asam amino yang mengandung sulfur dan inti benzen.2. Dapat mengetahui komponen asam amino dari protein yang terdapat dalam telur dengan menggunakan kromatografi lapis tipis.
  • 4. BAB II TINJAUAN PUSTAKAA. Protein Komposisi telur dapat dikatakan sangat beragam tergantung pada beberapafaktor, antara lain bangsa sapi, tingkat laktasi, pakan, interval pemerahan, temperaturdan umur sapi, akan tetapi angka rata-rata untuk semua jenis kondisi dan jenis sapi perahadalah sebagai berikut: kadar air 87,1%, lemak 3,9%, protein 3,4%, laktosa 4,8%, kadarabu 0,72% dan beberapa vitamin yang larut dalam lemak telur, yaitu vitamin A, D, Edan K (Abu bakar dkk, 2005). Protein merupakan polimer heterogen molekul-molekul asam amino. Dalamprotein globuler, rantai-rantai samping hidrofil dan polar berada di bagian luar dan rantaisamping hidrofob dan nonpolar berada di bagian dalam (Purwoko dkk, 2007). Proteinadalah sumber asam amino yang mengandung unsur C, H, O dan N yang tidak dimilikioleh lemak dan karbohidrat (Abu bakar dkk, 2005). Protein memiliki makromolekul(BM > 40.000) dan termasuk juga kelompok makronutrien dengan Polipeptida rantaipanjang dengan salah satu ujungnya berupa asam karboksilat dan ujung lainnya gugusamina. Protein dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsi biologinya, yaitu sebagaienzim, protein transport, protein nutrient dan penyimpan, protein kontraktil atau motil,protein structural, protein pertahanan, dan protein pengatur. Protein dapat juga dibagi
  • 5. menjadi dua golongan utama berdasarkan bentuk dan sifat-sifat fisiknya, yaitu proteinglobular dan protein serabut (Lehninger, 1982). Berdasarkan komposisi kimianya,protein dibagi atas:1. Simple Protein: Merupakan protein yang hanya mengandung 1-alfa-asam amino atau derivatnya. Beberapa contoh Simple Protein antara lain: albumin, globulin, glutein, protamin, albuminoid, dan histon.2. Conjugated Protein: Merupakan protein yang bergabung dengan zat yang bukan protein. Zat yang bukan protein ini disebut gugus prostetik. Beberapa contoh Conjugated Protein antara lain: nukleoprotein, glikoprotein, fosfoprotein, lipoprotein, dan metalloprotein. Sifat-sifat struktural protein dianggap berada dalam 4 buah telurnan yaitu : a. Struktur primer : rangkaian asam amino dan lokasi setiap ikatan disulfida dikode dalam gen b. Struktur sekunder : pelipatan rantai polipeptida menjadimultiplikasi motif terikat hidrogen seperti struktur α-heliks dan β-pleated sheet. Kombinasi motif-motif ini dapat membentuk motif supersekunder. c. Struktur tersier : hubungan anta-domain struktural sekunder dan antar-residu yang letaknya terpisah jauh dalam pengertian struktur primer.
  • 6. d. Struktur kwartener : hanya terdapat dalam protein oligomerik ( protein dengan dua atau tiga rantai polipeptida), menjelaskan titik-titik kontak dan hubungan lainnya antara polipeptida atau subunit inti(Panil, 2004). Sembilan puluh persen dari protein sel adalah enzim-enzim yang kepadanyalahtergantung struktur dasar yang menentukan fungsi sel. Fungsi protein dalam tubuhadalah membangun dan menjaga atau memelihara protein jaringan dan organ tubuh,menyediakan asam-asam amino makanan, menyediakan enegi dalam tubuh,menyediakan sumber lemak badan, menyediakan sumber gula darah, sumber glikogendarah, sumber enzyme tubuh, sumber beberapa hormon dalam tubuh, menyediakanbangunan dasar untuk setidak-tidaknya satu vitamin B komplek, menyediakankomponen tertentu dari DNA, RNA dan ATP (Triyono, 2007).B. Hidrolisis Protein Ikatan peptida yang membangun rantai polipeptida dalam protein dapat diputus(dihidrolisis) menggunakan asam, basa atau enzim pemecahan ikatan peptida dalamkondisi asam atau basa kuat merupakan proses hidrolisis kimia dan pemecahan ikatanpeptida menggunakan enzim merupakan proses hidrolisis biokimia reaksi hidrolisispeptida akan menghasilkan produk reaksi yang berupa satu molekul dengan guguskarboksil dan molekul lainnya memiliki gugus amina (Juniarso dki, 2007).
  • 7. Pada umumnya asam amino diperoleh sebagai hasil hidrolisis protein, baikmenggunakan enzim maupun asam. Dengan cara ini diperoleh campuranbermacam-macam asam amino dan untuk menentukan jenis asam amino maupunkuantitas masing-masing asam amino perlu diadakan pemisahan antar asam aminotersebut. Ada beberapa metode analisis asam amino, misalnya metode gravimetri,kalorimetri, mikrobiologi, kromatografi, dan elektroforesis. Salah satu metode yangbanyak memperoleh pengembangan adalah metode kromatografi. Macam-macamkromatografi adalah kromatografi kertas, kromatografi lapis tipis, dan kromatografipenukar ion (Poejadi, 1994).C. Identifikasi Asam Amino Peptida dan protein merupakan polimer kondensasi asam amino denganpenghilangan unsur air dari gugus amino dan gugus karboksil. Jika bobot molekulsenyawa lebih kecil dari 6.000, biasanya digolongkan sebagai polipeptida (Astuti, 1999).Asam amino merupakan komponen penyusun utama protein dan dibagi dalam duakomponen yaitu asam amino esensial dan asam amino non esensial. Asam aminoesensial tidak dapat diproduksi dalam tubuh sehingga sering harus ditambahkan dalambentuk makanan, sedangkan asam amino non esensial dapat diproduksi dalam tubuh.Asam amino umumnya berbentuk serbuk dan mudah larut dalam air, namun tidak larutdalam pelarut organik non polar (Sitompul, 2004).
  • 8. Asam amino dan protein secara umum mempunyai sifat-sifat fisik yang sama.Dari keseluruhan asam amino yang terdapat di alam hanya 20 asam amino yang yangbiasa dijumpai pada protein. Dari struktur umumnya, asam amino mempunyai dua gugus pada tiapmolekulnya, yaitu gugus amino dan gugus karboksil, yang digambarkan sebagai strukturion dipolar. Gugus amino dan gugus karboksil pada asam amino menunjukkan sifat-sifatspesifiknya. Karena asam amino mengandung kedua gugus tersebut, senyawa ini akanmemberikan reaksi kimia yang yang mencirikan gugus-gugusnya. Sebagai contoh adalahreaksi asetilasi dan esterifikasi (Girindra, 1993).D. Plat KLT Plat KLT digunakan untuk mendeteksi keberadaan suatu senyawa dalam sampeldengan memdandingkan nilai Rf yang diperoleh pada sampel dan nilai Rf senyawastandar. Plat KLT sering dikombinasikan dengan kromatografi kolom untukmengidentifikasi fraksi-fraksi yang dipisahkan dari suatu sampel. Prinsip yangdigunakan Kromatografi Lapis Tipis ini adalah perambatan eluen yang membawasenyawa tertentu pada media fase diam, yakni plat KLT. Eluen atau fasa gerak yangdigunakan haruslah merupakan campuran dari beberapa larutan yang memiliki kepolaranyang berbeda, tujuannya agar senyawa-senyawa yang memiliki kepolaran yang berbeda-beda dapat dipisahkan dengan eluen tersebut (Rahmat, 2010).
  • 9. BAB III METODE PERCOBAANA. Waktu dan Tempat Percobaan Percobaan ini dilaksanakan pada hari Senin 11 Oktober 2010 bertempat diLaboratorium Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)Universitas Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara.B. Alat dan Bahan1. Alat Praktikum Alat-alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu Erlenmeyer 250 mL 2 buah, labu takar 50 mL 2 buah, batang pengaduk, gelas kimia 100 mL, neraca analitik, autoclave, hot plate, botol semprot, pipet ukur 10 mL, chamber, pipet tetes, corong, gegep, filler, dan masker.2. Bahan Praktikum Bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu telur bebek, HCl pekat 10 mL, Ba(OH)2 10 mL, akuades, NaOH 40% 1 mL, HNO3 pekat 1 mL, Pb-asetat, larutan ninhidrin, dan kertas saring.
  • 10. C. Prosedur Kerja 1). Hidrolisis protein secara kimia 1 g susu bubuk - Dimasukkan dalam labu erlenmeyer 50 mL - Ditambahkan 10 mL HCl 8 N Larutan dalam erlenmeyer - Disumbat labu menggunakan kapas - Dibungkus dengan kertas - Dimasukkan dalam autoklaf 1 atm Hidrolisat - Diamati warnanya - Diukur pHnya - Ditambahkan Ba(OH)2.8H2O sampai pHnya netral - Ditambahkan air mendidih - Disaring Filtrat Endapan - Disimpan untuk percobaan - Dibuang selanjutnya
  • 11. 2). Uji Ninhidrin Filtrat - ditambahkan 0,5 mL larutan ninhidrin - dipanaskan Larutan berwarna biru3). Uji Sulfur Filtrat - ditambahkan 1 mL NaOH - dipanaskan - ditambahkan Pb-Asetat Larutan menjadi berwarna cokelat4). Uji Intibenzena Filtrat - ditambahkan 1 mL HNO3 pekat - dipanaskan - didinginkan - dibagi menjadi dua larutan - larutan 1 ditambahkan NH4OH
  • 12. Warna kuning menjadi berwarna kuning5). Kromatografi lapis tipis asam amino (hasil hidrolisis protein) Asam amino standar Sampel (protein hasil hidrolisis) - Diteteskan masing-masing pada kertas kromatografi dengan pipet kapiler secara berdampingan dengan jarak 2-3 cm Eluat pada plat kromatografi - Dijenuhkan dengan uap eluen pada chamber - Dibiarkan eluen meresap pada plat kromatografi hingga jarak 4,5 cm - Dikeluarkan dari chamber - Dikeringkan pada suhu 105°-110°C - Disemprot dengan larutan ninhidrin - Dikeringkan lagi pada suhu 105°-110°C selama 5 menit Noda yang terbentuk
  • 13. - Dihitung jarak noda-noda asam amino pada kertas kromatografi - Dihitung nilai Rf tiap noda dan dicatat nodanya Nilai Rf dari masing-masing noda = ... BAB IV HASIL DAN PEMBAHASANA. Hasil Pengamatan No. Perlakuan Pengamatan 1. Hidrolisis Protein Terbentuk hidrolisat - Telur cair + 10 mL HCl Pekat diautoklaf hingga 15 Psi - Hidrolisat disaring, filtratnya - Larutan 1 + putih telur dibagi menjadi dua larutan - Larutan 2 + kuning telur 2. Uji Kualitatif a) Asam Amino mengandung S - Lar. 1 + 1 mL NaOH 40% - larutan berubah menjadi warna dipanaskan + Pb Asetat 3 tetes kuning - Lar. 2 + 1 mL NaOH 40% - larutan menjadi cokelat dipanaskan + Pb Asetat 3 tetes kehitaman Uji Positif b) Asam Amino mengandung inti benzene - Lar. 1 + 1 mL HNO3 pekat - larutan kurang mengandung inti dipanaskan, didinginkan, dibagi benzen 2. Larutan pertama + NH4OH - larutan banyak mengandung inti - Lar. 2 + 1 mL HNO3 pekat benzen dipanaskan, didinginkan, dibagi 2. Larutan pertama + NH4OH
  • 14. c) Uji Ninhidrin - Lar. 1 + 0.5 mL ninhidrin Larutan berwarna biru, uji positif dipanaskan. Ninhidrin. - Lar. 2 + 0.5 mL ninhidrin dipanaskan.
  • 15. Uji Kuantitatif dengan Kromatografi Kertas: Rf Sampel Rf Asam Amino 1.5 cm 1.1 cm  Rf P1 =  0.43  Rf Alanin =  0.31 3.5 cm 3.5 cm 1.3 cm 0.7 cm  Rf P2 =  0.37  Rf Arginine =  0.2 3.5 cm 3.5 cm 1.1 cm 2.4 cm  Rf P3 =  0.314  Rf Asparagine =  0.69 3.5cm 3.5cm 0.9 cm 0.8 cm  Rf P4 =  0.26  Rf Tryptophane =  0.23 3.5 cm 3.5 cm 0.7 cm 0 cm  Rf P5 =  0.2  Rf Cystine = 0 3.5 cm 3.5 cm 0.5 cm 0.8 cm  Rf P6 =  0.14  Rf As. Glutamat =  0.23 3.5 cm 3.5 cm 1.6 cm 0.7cm  Rf K1 =  0.46  Rf Glysine =  0.2 3.5cm 3.5cm 1.4 cm 0 cm  Rf K2 =  0.4  Rf L-Tyrosine = 0 3.5cm 3.5 cm 1.2 cm 1.8 cm  Rf K3 =  0.34  Rf Metionin =  0.51 3.5cm 3.5 cm 1.0 cm  Rf K4 =  0.285 2.2 cm 3.5cm  Rf Phenilalamin =  0.63 3.5 cm 0.8 cm  Rf K5 =  0.23 0 cm 3.5cm  Rf Serine = 0 0.6 cm 3.5 cm  Rf K6 =  0.17 1.5cm 3.5cm  Rf Valine =  0.43 3.5 cm
  • 16. B. Pembahasan Hidrolisis yang dilakukan pada percobaan ini dengan sampel telur ayam rasyaitu menggunakan asam sulfat pekat. Hidrolisis ini dilakukan selama 1 jam didalamautoklaf dengan tujuan untuk mensterilkan bahan dengan uap air panas bertekanan.Hidrolisat yang dihasilkan ternyata memiliki warna coklat tua karena protein dari telurtersebut telah mengalami kerusakan akibat teroksidasi. Hidrolisat yang diperoleh harusdinetralkan terlebuh dahulu agar proses selanjutnya berjalan stabil (pada pH normal).Penetralan dilakukan dengan menambahkan NH4OH sampai suasana netral yangdiidentifikasi dengan menggunakan kertas pH. Identifikasi asam amino dilakukan dengan dua uji, yaitu uji asam aminomengandung sulfur dan uji asam amino mengandung inti benzena. Pada uji asam aminomengandung sulfur dilakukan dengan penambahan NaOH 40% pada hidrolisat dandipanaskan untuk mendenaturasi asam amino sehingga ikatan yang menghubungkanatom S dapat terputus oleh Pb-asetat membentuk PbS, sehingga diperoleh perubahanwarna larutan dari kuning pekat menjadi cokelat kehitaman. Dengan terbentuknyaendapan PbS menunjukkan uji positif terhadap asam amino yang mengandung atom S.asam amino yang mengandung atom S adalah Sistein dan Metionin, adapun struktur darikedua asam amino tersebut dapat dilihat sebagai berikut:
  • 17. Anda Merasa Terbantu dengan Artikelini???Dukung kami dengan mengirimkan Pulsa diNo:ADMIN : 0852 417 82228Radio Mu’adz : 0852 9933 1996
  • 18. Akan tetapi berdasarkan data Rf yang diperoleh dari hasil elusi kandungan telur, tidakdidapatkan Rf yang sesuai dengan Rf standar kedua asam amino ini, namun tetap sajaendapan PbS terbentuk. Nampaknya terjadi kesalahan dalam pengukuran Rf sampelyang mana mengakibatkan tidak cocoknya Rf standard dan Rf sampel untuk senyawaasam amino yang mengandung atom S. Berdasarkan hasil Rf yang paling dekat denganRf standar adalah Rf P5 yang bernilai 0,2 dan Rf sistein yang bernilai 0, sedangkan Rfmetionin adalah 0,51 dan yang mendekatinya Rf P1 yang bernilai 0,43. Sehingga dapatdipastikan asam amino yang terdapat pada sampel telur adalah asam amino sistein. Uji selanjutnya adalah identifikasi asam amino mengandung inti benzen, asamamino yang mengandung inti benzene ada tiga yaitu fenilialanin, tirosin dan triptofan.Fenilalanin banyak digunakan di industi makanan dan minuman sebagai penambahkandungan protein sintetik. Struktur dari ketiga senyawa ini adalah:
  • 19. Uji asam amino dengan inti benzene dilakukan dengan penambahan HNO3 padahidrolisat. Setelah itu campuran dipanaskan sehingga diperoleh perubahan warna larutandari kuning pekat menjadi kuning muda. Inti benzen dapat ternitrasi oleh HNO 3 pekatmenghasilkan turunan nitrobenzen. Dari nilai Rf yang diperoleh pada hasil elusi eluendan sampel menunjukkan adanya Rf asam amino sampel yang identik dengan Rf asamamino standar, yaitu yang ditunjukkan oleh Rf K5 yang bernilai sama dengan Rf asamamino triptofan yakni 0,23. Selanjutnya Rf yang hampir sama dengan asam aminotirosin ditunjukkan pada Rf P5 yang bernilai 0,2. Dan tidak ada Rf yang mendekatidengan Rf fenilalanin. Sehingga dapat dipastikan asam amino tirosin dan triptofanterkandung dalam sampel telur yang digunakan. Semua Rf yang ditampilkan di atas diperoleh dengan mengelusi sampel denganeluen pada plat Kertas, eluen yang digunakan berupa campuran n-butanol, asam asetatdan air dengan perbandingan 8:2:8. Eluen yang digunakan harus merupakan campurandari larutan-larutan tertentu dengan kepolaran yang berbeda-beda, fungsinya adalah agareluen dapat membawa jenis-jenis senyawa yang terkandung di dalam sampel yang
  • 20. sejenis dengan kepolaran eluen. Ketika sampel dielusi dengan eluen komponen-komponen dari campuran pewarna akan bergerak pada kecepatan dan kecepatan yangberbeda. Hasil deri elusi ini belum dapat dilihat dengan jelas sehingga perlu dioleskanlarutan ninhidrin pada plat kertas yang kemudian dikeringkan di dalam oven. Ninhidrinbereaksi dengan asam amino menghasilkan senyawa-senyawa berwarna khas ungu-birusampai kecoklatan seperti reaksi berikut: Nampaknya dari hasil pembacaan Rf pada sampel didapatkan tidak hanya Rfasam amino yang diujikan, melainkan terdapat pula asam amino lain seperti Argininyang identik dengan Rf P5 yakni 0,2; valine yang identik dengan Rf P1 yakni 0,43 danasam glutamate yang identik dengan Rf K5 yakni 0,23. Ketiga senyawa tersebutmemiliki struktursebagai berikut:
  • 21. DAFTAR PUSTAKAAbubakar dan M. Ilyas, 2005. Mutu Telur Karamel Asal Telur Pecah Selama Penyimpanan. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2005.Astuti, Yeti, 2009, Analisi Protein, Gramedia, Jakarta.Girindra, Aisjah, 1993, Biokimia 1, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.Juniarso, E., T., Safari, A., dan Pamungkas, R., A., 2007, Pemanfaatan Limbah Ikan Menjadi Ekstrak Kasar Protease Dari Isi Perut Ikan Lemuru (Sardinella Sp.) Untuk Proses Deproteinisasi Limbah Udang Secara Enzimatik Menjadi Kitosan, Universitas Jember.Lehninger, Albert l. 1982. Dasar – Dasar Biokimia Jilid I. Erlangga. Jakarta.Panil, Zulbadar. 2004. Memahami Teori dan Praktek Biokimia Dasar Medis. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.Poedjadi, Anna, 1994, Dasar-Dasar Biokimia, Universitas Indonesia. Jakarta.Purwoko, T., Handajani, N., S., 2007, Kandungan Protein Kecap Manis Tanpa Fermentasi Moromi Hasil Fermentasi Rhizopus oryzae dan R. oligosporus, BIODIVERSITAS, Vol 8, Nomor 2, Hal, 223-227.Rahmat, Mifta Nur, 2010, Ulasan Sekilas Mengenai KLT, Kendari: Zam-zam Office.Sitompul, S., 2004, Analisis Asam Amino dalam Tepung Ikan dan Bungkil Kedelai, Buletin Tekhnik Pertanian, Vol. 9, Nomor 1.Triyono, 2007, Pengaruh Tingkat Protein Ransum Pada Akhir Masa Kebuntingan Pertama Terhadap Performan Dan Berat Lahir Pedet Sapi Perah Peranakan Friesian Holstein (Pfh), Universitas sebelas Maret, Surakarta.

×