DEPARTEMEN
KEUANGANREPUBLIK
INDONESIA
DIREKTORAT
JENDERAL
PAJAK
PERATURAN
DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR:PER- 31 /PJ/2009
TENTANG
PEDOMANTEKNISTATACARAPEMOTONGAN, PENYETORAN PELAPORAN
DAN
PAJAKPENGHASILANPASAL21 DAN/ATAUPAJAKPENGHASILAN
PASAL26
SEHUBUNGANDENGAN PEKERJAAN,JASA,DANKEGIATAN
OHANG PRIBADI
DIREKTURJENDERALPAJAK
Menimbang: bahwa sebagai pelaksanaanketentuan pasal 24 peraturan Menteri Keuangan
Nomor 252/PMK.03/2008 tentang Petunjuk pelaksanaanpemotongan pajak
atas PenghasilanSehubungan dengan pekerjaan,Jasa, dan KegiatanOrang
Pribadi, dan ketentuan Pasal 4 peraturan Menterj Keuangan Nomor
2541PMK.O312008 tentang PenetapanBagian penghasilanSehubungandengan
Pekerjaan dari Pegawai Harian dan Mingguan serta pegawai Tidak Tetap
Lainnya yang Tidak Dikenakan Pemotongan pajak penghasilan, perlu
menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak tentang pedoman Teknis Tata
Cara Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan Pajak penghasilan pasal 21
dan/atau Pajak PenghasilanPasal 26 Sehubungan Dengan pekerjaan,Jasa,
dan KegiatanOrangPribadi;
Mengingat: 1 . Undang-Undang Nomor6 Tahunlg83 tentang Ketentuan Umumdan Tata
CaraPerpajakan (Lembaran Negara RepubliklndonesiaTahun1983Nomor
49, TambahanLembaranNegara RepubliklndonesiaNomor 3262)
sebagaimana telahbeberapa diubah
kali terakhir
denganUndang-Undang
Nomor16 Tahun2009(Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun2009
Nomor Tambahan
62, Lembaran Negara Repubiik
Indonesia Nomor 4999);
Undang-Undang Nomor Tahun
7 1983 tentangPajak Penghasilan(Lembaran
NegaraRepublik IndonesiaTahun1983Nomor50, Tambahan Lembaran
Negara Republik IndonesiaNomor 3263)sebagaimana beberapa
telah kali
diubahterakhirdengan Undang-Undang Nomor Tahun2OOB
36 (Lembaran
Negara Republik IndonesiaTahun2008Nomor138,Tambahan Lembaran
NegaraBepublik Indonesia Nomor4893);
PeraturanMenteriKeuangan Nomor 1841PMK.O312007 tentangPenentuan
TanggalJatuh Tempo Pembayaran dan Penyetoran Pajak, Penentuan
Tempat Pembayaran Pajak,dan Tata Cara Pembayaran, Penyetorandan
PelaporanPajak, serta Tata Cara Pengangsuran dan Penundaan
Pembayaran Pajak:
PeraturanMenteriKeuanganNomor 250/Pl\\,4K.03/2008 tentang Besarnya
BiayaJabatanatauBiaya yangDapat
Pensiun Dikurangkan Penghasilan
dari
BrutoPegawai Tetap atauPensiunan;
5- PeraturanMenteri KeuanganNomor 2521PMK.03|2OOB tentang Petunjuk
Pelaksanaan Pemolongan Pajakatas Penghasilan Sehubungan dengan
Pekerjaan,Jasa,danKegiatan Orang Pribadi;
PeraturanMenteriKeuangan Nomor2'4|PMK.Oz|ZOOA tentangPenetapan
BagianPenghasilan Sehubungan denganPekerjaan Pegawai
dari Harian
dan Mingguan serta Pegawai Tidak Tetap Lainnyayang Tidak Dikenakan
Pemotongan Pajak Penghasilan;
[/EMUTUSKAN:
MenetaDkan:
PERATURANDIREKTUR JENDERALPAJAKTENTANGPEDOMAN TEKNIS
TATA CARA PEMOTONGAN, PENYETORAN DAN PELAPORANPAJAK
PENGHASILANPASAL 21 DAN/ATAUPAJAK PENGHASILANPASAL 26
SEHUBUNGAN DENGANPEKERJAAN, JASA, DAN KEGIATANORANG
PRIBADI.
BABI
KETENTUAN
UMUI\\iI
Pasal1
DalamPeraturan
Direktur Pajak yangdimaksud
Jenderal ini, dengan:
1. Undang-Undang PajakPenghasilan
adalahUndang-Undang Nomor7 Tahun 1983
tentangPajakPenghasilan
sebagaimana
telahbeberapa diubah
kali ierakhir
dengan
Undang-UndangNomor Tahun
36 2008.
2. P4ak Penghasilan
sehubungan dengan jasa,
pekerjaan, dan kegiatan yangdilakukan
olehWajibPajakorangpribadi SubjekPajakdalamnegeri, yangselanjutnyadisebut
PPh Pasal 21, adalah pa.iakatas penghasilan berupagaji, upah, honorarium,
tunjangan, pembayaran dengan
dan lain namadandalam bentuk
apapun sehubungan
denganpekerjaan jabatan,
atau jasa,dan kegiatan
yangdilakukan orangpribadi
oleh
SubjekPajakdalamnegeri,sebagaimana dimaksuddalamPasal21 Undang-Undang
PajakPenghasilan.
3. PajakPenghasilan sehubungan dengan jasa,
pekerjaan, dan kegiatan yangdilakukan
olehWajibPajak orangpribadiSubjekPajak yangselanjutnya
luarnegeri, disebutPPh
Pasal adalah
26, pajakataspenghasilan
berupa gaji,upah,
honorarium,
tunjangan,dan
pembayaran lain dengannama dan dalam bentukapapunsehubungan dengan
pekerjaan jabatan,
atau jasa,dan kegiatan
yangdilakukan olehorangpribadi
Subjek
Pajakluar negeri,sebagaimana dimaksud dalam Pasal26 Undang-Undang Pajak
Penghasilan.
4. PemotongPPhPasal21 danlatau PPhPasal26 adalah WaiibPajakorangpribadiatau
WajibPajakbadan,termasuk bentukusahatetap,yangmempunyai kewajibanuntuk
melakukanpemotongan pajakataspenghasilansehubungan dengan jasa,
pekerjaan,
dan kegiatanorang pribadi
sebagaimana dimaksud dalamPasal21 dan Pasal26
Undang-Undang Penghasilan.
Pajak
5. Badanadalah badansebagaimanadimaksud
dalam Pasal1 angka Undang-Undang
3
Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan
sebagaimanatelahbeberapa diubah
kali terakhir
denganUndang-UndangNomor16
Tahun2009.
6. Penyelenggara
Kegiatanadalah WajibPajakorangpribadi
atauWajib Pajakbadan
sebagai penyelenggara
kegiatantertentuyang melakukan pembayaran imbalan
dengannamadan dalambentuk apapunkepada orangpribadisehubungandengan
pelaksanaan
kegiatan
tersebut.
7. Penerima Penghasilanyang DipotongPPh Pasal21 adalahorangpribadidengan
status sebagai Subjek Pajak dalam negeri yang menerimaatau memperoleh
penghasilandengannamadan dalambentuk apapun,sepanjang tidakdikecualikan
dalamPeraturan Direktur
JenderalPajakini, dari PemotongPPh Pasal21 dan/atau
PPhPasal sebagai
26 imbalan
sehubungan dengan jasa
pekerjaan, ataukegialan yang
dilakukanbaik dalam hubungannya sebagaipegawaimaupun bukan pegawai,
termasukpenerimapensiun.
P
Penerima Penghasilanyang Dipotong PPh Pasal26 adalahorangpribadidengan
statussebagai
Subjek Pajakluarnegeri yangmenerima memperoleh
atau penghasilan
dengan nama dan dalam bentuk apapun,sepanjang dalam
tidak dikecualikan
PeraturanDirekturJenderalPaiakini, dari PemotongPPh Pasal21 dan/atau PPh
Pasal26 sebagai imbalansehubungan jasa
denganpekerjaan, atau kegiatan yang
dilakukanbaik dalam hubungannya sebagaipegawaimaupun bukan pegawai,
termasukpenerima pensiun.
o Pegawai adalah orangpribadiyangbekerja padapemberi kerja,baiksebagai pegawal
tetap atau pegawai tidak tetap/tenagakerja lepas berdasarkanperianjianatau
kesepakatan baiksecara
keria tertulis
maupun tidaktertulis,
untukmelaksanakan suatu
pekerjaan dalamjabatan atau kegiatan tertentu denganmemperoleh imbalanyang
dibayarkan berdasarkanperiodetertentu,penyelesaian pekerjaan, ketentuan
atau lain
yang ditetapkan pemberikerja,termasuk orangpribadi yang melakukan pekerjaan
dalam jabatannegeri
ataubadan usaha miliknegaraataubadan usaha milikdaerah.
1 0 . Pegawai tetapadalahpegawai yang menerimaataumemperoleh penghasilandalam
jumlahtertentu
secarateratur,
termasuk anggotadewan komisaris anggota
dan dewan
pengawas yang secarateraturterus menerusikut mengelolakegiatanperusahaan
secaralangsung,sertapegawai yangbekerjaberdasarkankontrakuntuksuatujangka
waktutertentusepanjangpegawai yang bersangkutanbekerjapenuh(fu timel dalam
pekerjaantersebut-
11. Pegawaitidak tetap/tenagakerja lepas adalah pegawai yang hanya menerima
penghasilanapabilapegawai yang bersangkutanbekerja, iumlahhari
berdasarkan
jumlahunit hasilpekerjaan
bekerja, suatujenis
atau penyelesaian
yang dihasilkan
pekerjaan diminta
yang olehpemberikerja.
Penerima PenghasilanBukanPegawai adalahorangpribadiselainpegawaitetapdan
pegawai kerjalepasyangmemperoleh
tidaktetap/tenaga penghasilan dengannama
dan dalambentukapapundari Pemotong PPh Pasal21 danlatau PPh Pasal26
sebagai imbalan atas pekerjaan,jasa atau kegiatan tertentu yang dilakukan
berdasarkanperintah
ataupermintaan pemberi
dari penghasilan.
1 3 . Peserta adalahorangpribadi
kegiatan yang terlibat
dalamsuatukegiatan
tertenlu,
pendidikan,
termasuk mengikutirapat, sidang, seminar,lokakarya(workshop'1,
pertunjukan,
olahraga, kegiatan
atau lainnya menerima memperoleh
dan atau imbalan
sehubungandengankeikutsertaannya kegiatan
dalam tersebul.
1 4 . Penerima yang menerima
pensiunadalahorang pribadiatau ahli warisnya atau
memperoleh imbalan untukpekerjaan
yang dilakukan masalalu,termasuk
di orang
pribadi yangmenerima
atauahliwarisnya tunjangan tuaataujaminan tua.
hari hari
Penghasilan Pegawai Tetapyang Bersifat adalahpenghasilan pegawai
Teratur bagi
tetap berupagaji atau upah,segalamacamtunjangan, imbalan
dan dengannama
apapun yang diberikan secaraperiodik
berdasarkan yangditetapkan
ketentuan oleh
pemberi kerja,
termasuk uanglembur.
to. PenghasilanPegawai Teiap yang BersifatTidak Teraturadalahpenghasilan bagi
pegawaitetapselainpenghasilanyangbersifat yangditerimasekalidalamsatu
teratur,
tahunatauperiodelainnya,antara berupa
lain bonus, Tunjangan Raya(THR),
Hari jasa
produksi, gratifikasi, imbalan
tantiem, atau sejenis lainnya
dengan nama apapun.
1 7 . Upah harianadalahupahatau imbalan yang diterima
ataudiperoleh yang
pegawai
terutang
ataudibayarkan
secaraharian.
1 8 . Upahmingguan
adalah yangditerima
upahatauimbalan ataudiperoleh yang
pegawai
secara
terutang dibayarkan
atau mingguan.
1 9 . Upahsatuan yang diterima
adalahupahatau imbalan ataudiperoleh yang
pegawai
ataudibayarkan
terutang berdasarkan yang
jumlah hasilpekerjaan dihasilkan
unit
L
Upah boronganadalahupah atau imbalanyang diterimaatau diperoleh pegawaiyang
terutang atau dibayarkanberdasarkanpenyelesaiansuatu jenis pekerjaantertentu.
21. lmbalankepadabukan pegawaiadalahpenghasilan
dengan nama dan dalam bentuk
apapun yang terutang atau diberikankepada bukan pegawai sehubungandengan
pekerjaan, jasa, atau kegiatanyang dilakukan,
antaralain berupahonorarium,
komisi,
fee, dan penghasilan sejenislainnya.
lmbalan kepada bukan pegawai yang bersifat berkesinambungan adalah imbalan
kepada bukan pegawaiyang dibayar atau terutang lebih dari satu kali dalam satu tahun
kalendersehubungandenganpekerjaan, jasa,atau kegiatan.
23. lmbalankepadapesertakegiatanadalahpenghasilan
dengannama dan dalam bentuk
apapun yang terutang atau diberikan kepada peserta kegiatan tertentu, antara lain
oerupa uang sal(u, uang representasi,uang rapat, honorarium, hadiah atau
penghargaan, penghasilan
dan sejenislainnya.
24. lvlasaPajak terakhir adalah masa Desemberatau masa pajaktertentu di mana pegawai
tetap berhentibekeria.
BABII
PEMOTONG PASAL DAN/ATAU PASAL
PPh 21 PPh 26
Pasal2
(1) Pemotong Pasal danlatau pasal26,meliputi:
PPh 21 PPh
a. pemberi kerjayang terdiridari orangpribadi dan badan,baik merupakan pusat
maupuncabang,perwakilan atau unit yang membayar gaji, upah, honorarium,
tunjangan, pembayaran dengan
dan laih namadan dalambentuk apapun, sebagai
imbalan sehubungan dengan pekerjaan jasayangdilakukan pegawai
atau oleh atau
bukanpegawai;
b. bendahara ataupemegang pemerintah,
kas termasuk bendahara atau pemegang
kas pada Pemerintah Pusattermasuk institusiTNI/POLR|, pemerintah Daerah,
instansiataulembaga pemerintah,lembaga-lembaga negaralainnya, Kedutaan
dan
Besar Republlk Indonesia luarnegeri,
di yangmembayarkan upah,
gaji, honorarium,
tunjangan, dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun
sehubungan dengan pekerjaan jabatan,
atau jasa,dankegiatan;
c. danapensiun, badan penyelenggara jaminan sosialtenaga kerja, dan badan-badan
lainyangmembayar uangpensiun tunjangan tuaataujaminan tua;
dan hari hari
d. orangpribadi yangmelakukan kegiatan usahaatau pekerjaan bebassertabadan
yangmembayar:
1. honorarium atau pembayaran sebagai
lain imbaian sehubungan dengan jasa
dan/ataukegiatan yangdilakukan orang
oleh pribadi
dengan status Subjek Pajak
dalamnegeri, termasuk jasatenaga yangmelakukan
ahli pekerjaan bebas dan
bertindakuntuk dan atas namanvasendiri.bukan untuk dan atas nama
persekutuannya;
2. honorarium pembayaran sebagai
atau lain imbalan
sehubungandengankegiatan
dan jasa yangdilakukan
oleh orangpribadi
denganstatusSubjekPajakluar
negeri;
3. honorariumatau imbalanlain kepadapesertapendidikan,
pelatihan,
dan
magang;
e. penyelenggara kegiatan, termasukbadan pemerintah, organisasiyang bersifat
nasional internasional,
dan perkumpulan, orangpribadisertalembaga lainnyayang
menyelenggarakan kegiatan, yang membayar honorarium,hadiah, atau
penghargaan dalam bentukapapun kepada WajibPajak orangpribadidalam negeri
berkenaan dengan suatukegiatan.
(2) Tidaktermasuk sebagai pemberi kerjayang mempunyai kewajiban untukmelakukan
pemotongan pajaksebagaimana dimaksud padaayat(1)huruf adalah:
a
a. kantorperwakilan negara asing;
b. organisasi-organisasiinternasionalsebagaimana dimaksud dalamPasal3 ayat (1)
huruf c Undang-Undang PajakPenghasilan, yang telah ditetapkanoleh Menteri
Keuangan;
c. pemberi kerjaorangpribadi yangtidakmelakukan kegiatan usahaatau pekerjaan
bebas yangsemata-mata mempekerjakan pribadi
orang untuk melakukan pekerjaan
rumah tangga ataupekerjaan bukan dalam rangkamelakukan kegiatan
usaha atau
pekerjaan bebas.
(3) Dalamhal organisasi internasional memenuhi
tidak ketentuansebagaimana dimaksud
padaayat(2)huruf organisasi
b, internasionaldimaksud merupakan pemberikerjayang
berkewajiban melakukan pemotongan pajak.
BABIII
PENERIMA
PENGHASILAN
YANGDIPOTONG PASAL
PPh 21
DAN/ATAU PASAL
PPh 26
Pasal3
Penerima yangDipotong
Penghasilan PPh Pasal21 danlatau
PPh Pasal26 adalahorang
pribadi
yangmerupakan:
a. pegawai;
b. penerima
uangpesangon,
pensiun pensiun,
atauuangmanfaat tunjangan tua,atau
hari
jaminan tua,termasuk warisnya;
hari ahli
c. bukanpegawai yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan dengan
pekerjaan, ataukegiatan,
jasa, antara meliputi:
lain
1. tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas,yang terdiri dari pengacara,
akuntan, arsitek,
doKer,konsultan, penilai, aktuaris;
notaris, dan
2. pemain musik, pembawa acara, penyanyi,pelawak, bintangfilm,bintang
sinetron,
bintangiklan,sutradara, film, {oto model,peragawan/peragawati,
kru pemain
drama, penari,pemahat,pelukis, seniman
dan lainnya;
3. olahragawan;
4. penasihat, pengajar,pelatih,
penceramah, penyuluh, moderator;
dan
5. pengarang, peneliti, penerjemah;
dan
6. pemberijasa dalam segala bidangtermasukteknik,komputerdan sistem
aplikasinya, telekomunikasi, elektronika,
fotografi,ekonomidan sosial serta
jasa
pemberi kepada suatu kepanitiaan;
7. ageniklan;
8. pengawas ataupengelolaproyek;
9. pembawapesananatau yang menemukan langganan atau yang meniadi
perantara;
10. petugas penjaiabarangdagangan;
11. petugas dinasluarasuransi;
'f2. distributorperusahaanmultilevelmarketingataudirectsellingdan kegiatansejenis
lainnya;
t
I
d. pesertakegiatan yang menerima atau memperoleh penghasilansehubungan dengan
keikutsertaannya suatu
dalam kegiatan,antara meliputi:
lain
1. peserta perlombaan dalam segala antara perlombaan raga,
bidang, lain olah seni,
ketangkasan, pengetahuan,
ilmu teknologi perlombaan
dan lainnya;
2. pesetta rapat, konferensi,
sidang,pertemuan, kunjungan
atau kerja;
3. peserta atauanggota dalamsuatukepanitiaan sebagaipenyelenggarakegiatan
tertentu;
4. peserta pendidikan, pelatihan, magang;
dan
5. peserta kegiatan lainnya.
Pasal
4
Tidaktermasuk
dalampengertian
Penerima pph pasal 21
yang Dipotong
Penghasilan
dan/atau Pasal sebagaimana
PPh 26, dimaksud
dalampasal adalah:
3
a. pejabat perwakilan
diplomatik konsulat
dan atau pejabat lain dari negara asing,dan
orang-orangyang diperbantukan
kepadamereka yang bekerja pada dan bertempat
tinggal
bersama mereka,dengansyarat
bukanwarga negara Indonesia di Indonesia
dan
tidakmenerima atau memperolehpenghasilan di luarjabatan
lain atau pekerjaannya
tersebut,
sertanegarayangbersangkutan
memberikan perlakuan timbal balik;
b. pejabatperwakilanorganisasi
internasional
sebagaimanadimaksud dalampasalO ayat
(1) hurufc Undang-Undang PajakPenghasilan,
yang telahditetapkanoleh Menteri
Keuangan, dengan syarat
bukan warganegaraIndonesia tidakmenjalankan
dan usaha
ataukegiatan pekeriaan untuk
atau lain memperolehpenghasilan Indonesia.
dari
BAB IV
PENGHASILAN
YANG DIPOTONGPPh PASAL21 DAN/ATAUPPh PASAL26
Pasal 5
(1) Penghasilan
yang dipotongPPh Pasal21 daniataupph pasal26 adalah:
a. penghasilan yang diterimaatau diperoleh pegawaitetap,baik berupapenghasilan
yang bersifatteratur maupuntidak teratur;
b. penghasilanyang diterimaatau diperolehpenerimapensiunsecarateraturberupa
uang pensiunatau penghasilansejenisnya;
c. penghasilansehubungandengan pemutusanhubungankerja dan penghasilan
sehubungan dengan pensiun yang diterima secara sekaligus berupa uang
pesangon,uang manfaatpensiun,tunjanganhari tua atau jaminan hari tua, dan
pembayaran sejenis;
lain
d. penghasilanpegawaitidak tetap atau tenaga kerja lepas, berupa upah harian,
upah mingguan,upah satuan,upah boronganatau upah yang dibayarkan secara
bulanan;
e. imbalankepadabukan pegawai,antara lain berupahonorarium,komisi,fee, dan
imbalan sejenisnyadengan nama dan dalam bentuk apapun sebagai imbalan
sehubungan denganpekerjaan,jasa, dan kegiatan
yangdilakukan;
f. imbalan kepada peserta kegiatan, antara lain berupa uang saku, uang
representasi,
uangrapat,honorarium,
hadiahatau penghargaandengannamadan
dalambentukapapun,dan imbalansejenisdengannamaapapun.
L
(2) P€nghasilanyang dipotong PPh Pasal 21 danlatau pph pasal 26 sebagaimana
dimaksud pada ayat ('1) termasuk pula penerimaandalam bentuk natura dan/atau
kenikmatanlainnyadengannamadan dalambentukapapunyangdiberikan oleh:
a. bukanWajib Pajak;
Pajakpenghasilan
b. Wajib Pajakyang dikenakan yang bersifat
final;atau
c. Wa.iibPajak yang dikenakanPajak Penghasilan norma penghltungan
berdasarkan
khusus (deem ed prof it]'.
Pasal6
( 1 ) Penghasilansebagaimana dimaksud dalam pasal 5 yang djterimaatau diperolehorang
pribadiSubjek Pajak dalam negerimerupakanpenghasilan yang dipotongpph pasal
21.
(2) Penghasilansebagaimana dimaksud dalam pasal 5 yang diterimaatau diperolehorang
-
pribadiSubjekPajakluar negerimerupakanpenghasitan yangdipotongpph pasal 26.
Pasal7
( 1 ) PenghitunganPPh Pasal 21 danlalau pph pasal 26 atas penghasilanberupa
penerimaan dalam bentuknaturadan/ataukenikmatan lainnyasebagalmana dimaksud
dalam Pasal 5 ayat (2) didasarkan pada harga pasar atas barang yang diberikan atau
nilaiwajaratas pemberian kenikmatan yang diberikan.
(2) D_alam penghasilan
hal sebagaimana dimaksuddalam pasal 5 ayat (1) diterimaatau
diperolehdalam mata uang asing,penghitungan pph pasal zl aailatii pph pasal 26
didasarkan pada nilaitukar (kurs)yang ditetapkanoleh MenteriKeuangan yang berlaku
pada saat pembayaran penghasilantersebutatau padasaat dibebankan sebagaibiaya.
PasalI
( 1 ) Tidaktermasukdalampengertian
penghasilanyang dipotongpph pasal21 adalah:
a. pembayaran manfaat atau santunan asuransi dari perusahaan asuransi
sehubungan dengan asuransi kesehatan,asuransi kecelakaan,asuransi iiwa,
asuransidwiguna,
dan asuransi
bea siswa:
b. penerimaan dalam bentuk natura
dan/atau kenikmatan dalam bentukapapun yang
diberikanoleh Wajib Pajakatau pemerintah, kecualipenghasilan sebagaimani
dimaksud dalam Pasal ayat(2);
S
c. iuran pensiunyang dibayarkan kepadadana pensiun yang pendiriannyatelah
disahkanolehMenteri Keuangan, iurantunjangan tua atauiuran
hari jaminan hari
tua kepadabadanpenyelenggara tunjangan tua atau badanpenyelenggara
hari
jaminansosialtenagakerjayangdibayar olehpemberi kerja;
d. zakatyangditerima olehorang pribadi
yangberhak badan
dari ataulembaga amil
zakatyangdibentuk ataudisahkan olehpemerintah, sumbangan
atau keagamaan
yangsifatnyawajibbagi pemeluk agamayangdiakuidi Indonesia yangditerima
oleh orang pribadiyang berhakdari lembaga keagamaan yang dibentuk atau
disahkanoleh Pemerintah sepanjang tidak ada hubungandengan usaha,
pekerjaan,kepemilikan, penguasaan di
atau antara pjhak-pihak yang
bersangkutan;
e. beasiswa
sebagaimanadimaksud
dalamPasal ayat(3) hurufI Undang-Undang
a
PajakPenghasilan.
(2) PajakPenghasilan ditanggung pemberi
yang oleh kerja, yangditanggung
termasuk oleh
Pemerintah,
merupakanpenerimaan
dalambentuk
kenikmatan
sebagaimanadimaksud
padaayat(1)huruf
b.
BABV
DASARPENGENAAN PEMOTONGAN
DAN
PPhPASAL DAN/ATAU PASAL
21 PPh 26
Pasal
I
(1) Dasarpengenaan pemotongan Pasal adalah
dan PPh 21 sebagai
berikut:
a. Penghasilan Pajak,
Kena yangberlaku
bagi:
,. yegawa' LeuP!
2. penerimapensiunberkala;
3. pegawaitidak tetap yang penghasilannya dibayarsecara bulananatau jumlah
kumulatif penghasilanyang diterima dalam 1 (satu) bulan kalender telah
melebihiRp1.320.000,00 (satujuta tiga ratusdua puluhribu rupiah);
4. bukan pegawaisebagaimana dimaksuddalam Pasal 3 huruf c selain tenaga
ahli,yang menerima imbalanyang bersifat berkesinambungan.
b. Jumlah penghasilan yang melebihiRp150.000,00 (seratuslima puluh ribu) sehari,
yang berlaku bagi pegawai tidak tetap yang menerima upah harian, upah
mrngguan,upah satuan atau upah borongan,sepanjangpenghasilankumulatif
yang diterima dalam 1 (satu)bulan kalenderbelummelebihiRp1.320.000,00 (satu
juta tiga ratusdua puluhribu rupiah);
c. 50% (lima puluh persen)dari jumlah penghasilan bruto,yang berlakubagi tenaga
ahli yang melakukanpekerjaanbebas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3
h u r u fc a n g k a1 ;
d. Jumlah penghasilanbruto, yang berlaku bagj penerima penghasilanselain
penerima penghasilan sebagaimana dimaksud padahurufa, b, dan hurufc.
(21 Dasarpengenaan dan pemotongan PPh Pasal26 adalahjumlahpenghasilan bruto.
Pasal10
(1) Jumlah penghasilanbruto yang diterimaatau diperolehPenerimaPenghasilan
yang
DipotongPPh Pasal 21 danlalau PPh pasal 26 adalahseluruhjumlah penghasilan
sebagaimanadimaksuddalam Pasal 5 yang diterimaatau diperolehdalam suatu
periodeatau padasaat dibayarkan.
(21 PenghasilanKena Pajak sebagaimanadimaksuddalam Pasal 9 ayat (1) hurul a
adalahsebagaiberikut:
a. bagi pegawai tetap dan penerima pensiun berkala,sebesar penghasilanneto
dikurangi
Penghasilan Tidak Kena Pajak(PTKP);
b. bagi pegawaitidaktetap,sebesarpenghasilan
brutodikurangiPTKP;
c. bagi bukan pegawai,sebesar penghasilan bruto dikurangiPTKP yang dihitung
secarabulanan.
(3) Besarnyapenghasilanneto bagi pegawaitetap yang dipotongPPh Pasal 21 adalah
jumlahseluruhpenghasilan
brutodikurangi
dengan:
a. biayajabatan,sebesar5% (limapersen)dari penghasilan bruto,setinggi-tingginya
Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah)sebulanatau Rp6.000.000,00 (enamjuta
rupiah)setahun;
b. iuran yang terkaitdengan gaji yang dibayaroleh pegawaikepadadana pensiun
yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan atau badan
penyelenggara tunjangan hari tua atau jaminan hari tua yang dipersamakan
dengandana pensiun yang pendiriannya telahdisahkanoleh MenteriKeuangan.
t
(4) Besarnya penghasilan bagipenerima
neto pensiun berkalayangdipotong pph pasal
21 adalah seluruh jumlah penghasilan brutodikurangi dengan biayapensiun, sebesar
5% (limapersen) penghasilan
dari bruto, setinggi-tingginya (dua
Rp2OO.O0O,OOratus
riburupiah) sebulan atauRp2.a00.000,00 jutaempat
(dua ratusriburupiah) setahun.
(5) Dalam bukan
hal pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal huruf selain
3 c tenaga
jasa
ahlimemberikan kepada Pemotong Pasal danlatau Pasal
PPh 21 PPh 26:
a. mempekerjakan orang lain sebagai pegawainyamaka besarnya jumlah
penghasilan brutosebagaimana dimaksud padaayat (1) adalahsebesar jumlah
pembayaran setelah dikurangidenganbagian gaji atauupahdari pegawai yang
dipekerjakantersebut, kecuali apabila dalam kontrak/perjanjian tidak dapat
dipisahkan bagiangaji atau upah dari pegawai yang dipekerjakan tersebutmaka
besarnya penghasilan tersebut
bruto adalah sebesar jumlahyangdibayarkan;
b. melakukan penyerahan material
atau barang makabesarnya jumlahpenghasilan
brutosebagaimana dimaksud padaayat (1) hanyaataspemberian jasanya saja,
kecuali apabila dalamkontrak/perjanjian dapatdipisahkan
tidak antara pemberian
jasa denganmaterial atau barangmaka besarnya penghasilan bruto tersebut
termasuk pemberian danmaterial barang.
jasa atau
(6) Dalam jumlah
hal penghasilan sebagaimana
bruto dimaksud padaayat(1)dibayarkan
kepada dokteryangmelakukan praktik rumah
di sakitdan/atau klinikmakabesarnya
jumlah penghasilan adalah
bruto jasa
sebesar dokter yangdibayar olehpasien melalui
rumah sakitdan/atau kliniksebelum dipotong biaya-biaya bagihasilolehrumah
atau
sakitdan/atau klinik.
Pasal11
PTKPpertahun
( 1 ) Besarnya adalah
sebagai
berikut:
a. Rp15.840.000,00 belas
(lima jutadelapan ratus empat puluhriburupiah)untuk diri
WajibPajakorang pribadi;
b. Rp1.320.000,00 jutatigaratusdua puluh
(saiu riburupiah)tambahan untuk Wajib
Pajakyangkawin;
c. Rp1.320.000,00 jutatigaratusdua puluh
(satu riburupiah)
tambahan untuksetiap
anggota keluargasedarah dan keluarga semenda dalamgarisketurunan lurus
sertaanakangkat, yangmenjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak (tiga)
3
oranguntuksetiapkeluarga.
(21 PTKPperbulan sebagaimana dimaksud dalam Pasal ayat(2)huruf adalah
1O c PTKP
pertahunsebagaimana dimaksud padaayat(1)dibagi (duabelas),
12 sebesar:
a. Rp1.320.000,00 jutatigaratusdua puluhriburupiah)
(satu untukdiriWajibpajak
orangpribadi;
b. Rp110.000,00 (seratussepuluh ribu rupiah)tambahan untukWajib Pajakyang
kawin;
c. Rp110.000,00 (seratussepuluhribu rupiah) tambahan untuk setiapanggota
keluargasedarah keluarga
dan semenda dalamgariskelurunan lurussertaanak
angkat,yangmenjadi tanggungan sepenuhnya, paling
banyak (tiga)
3 oranguntuk
setiap
keluarga.
(3) BesarnyaPTKPbagikaryawati berlaku ketentuansebagai berikut:
a. bagi karyawati
kawin,sebesar PTKPuntuk
dirinya
sendiri;
b. bagi karyawati
tidakkawin,
sebesar PTKPuntukdirinyasendiri PTKP
ditambah
untuk yangmenjadi
keluarga tanggungan
sepenuhnya.
(4) Dalam hal karyawatikawindapat menunjukkan tertulisdari Pemerintah
keterangan
Daerah setempat serendah-rendahnya
kecamatan yangmenyatakan bahwasuaminya
tidakmenerima ataumemperolehpenghasilan,
besarnyaPTKPadalahPTKPuntuk
dirinyasendiriditambahPTKPuntukstatuskawindan PTKPuntukkeluarga yang
menjadi tanggungansepenuhnya.
,1,
(5) BesarnyaPTKPditentukan
berdasarkan
keadaanpadaawaltahunkalender.
(6) Dikecualikandari ketentuansebagaimanadimaksudpada ayat (5), besarnyapTKp
untuk pegawai yang baru datang dan menetap di Indonesiadalam bagian tahun
kalenderditentukanberdasarkankeadaanpadaawal bulandari baoiantahunkalender
yang bersangkUtan.
Pasal12
( 1 ) Atas penghasilanbagi pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas yang tidak dibayar
secarabulananataujumlahkumulatifnya dalam i (satu)bulankalenderbelummelebihi
Rp1.320.000,00 (satujuta tiga ratus dua puluh ribu rupiah),
berlakuketentuan sebagai
berikut:
a. tidak dilakukanpemotongan PPh Pasal21, dalam hal penghasilan sehariatau rata-
rata penghasilansehari belum melebihi Rp150.000,00 (seratus lima puluh ribu
rupiah);
b. dilakukanpemotongan PPh Pasal 21, dalam hal penghasilan sehari atau rata-rata
penghasilan sehari melebihi Rp150.000,00 (seratuslima puluh ribu rupiah), dan
jumlah sebesar Rp150.000,00 (seratuslima puluh ribu rupiah)tersebutmerupakan
jumlahyang dapatdikurangkan penghasilan
dari bruto.
(2) Rata-ratapenghasilan
sehari sebagaimanadimaksudpada ayat (1) adalah rata-rata
upah mingguan, upah satuan, atau upah borongan untuk setiap hari kerja yang
digunakan.
(3) Dalam hal pegawaitidak tetap telah memperoleh penghasilan kumulatifdalam I (satu)
bulan kalendermelebihiRp1.320.000,00 (satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah)
maka jumlah yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto adalah sebesar pTKp
yang sebenarnya.
(4) PTKP yang sebenarnya dimaksudpada ayat (3) adalah sebesarpTKp
sebagaimana
untukiumlahharikerjayangsebenarnya.
(5) PTKP seharisebagaidasar untukmenetapkanpTKp yang sebenarnya adalahsebesar
PTKP per tahun sebagaimanadimaksuddatamPasal11 ayat (1) dibagi360 (tigaratus
enam puluh)hari.
(6) Dalam hal berdasarkan
ketentuandi bidang ketenagakerjaan
diatur kewajibanuntuk
mengikutsertakan pegawaitidak tetap atau tenagakerja lepasdalam programjaminan
hari tua atau lunjanganhari tua, maka iuraniaminanhari tua atau iurantunjanganhari
tua yang dibayarsendiri oleh pegawaitidaktetap kepadabadanpenyelenggara jaminan
sosial tenaga kerja atau badan penyelenggara tunjanganhari tua, dapat dikurangkan
dari penghasilan bruto.
Pasal13
( 1 ) Penerimapenghasilan bukan pegawaisebagaimana
dimaksud dalam pasal 9 ayat (l)
huruf a angka 4 dapat memperolehpenguranganberupa PTKP sepanjang yang
bersangkutan telah mempunyaiNomor Pokok Wajjb Pajak dan hanya memperoleh
penghasilan dari hubungankerjadenganPemotongPPh Pasal21 dan/atauPPh Pasal
26 sertatidak memperolehpenghasilanlainnya.
(2) Untuk dapat memperolehpenguranganberupa PTKP sebagaimanadimaksudpada
ayat (1), penerima penghasilanbukan pegawai harus menyerahkan fotokopi kartu
Nomor PokokWajib Pajak,dan bagi wanita kawin harus menyerahkan fotokopikartu
NomorPokokWajib Pajaksuamisertafotokopi suratnikahdan kartukeluarga.
t
BABVI
TARIFPEMOTONGAN
PAJAK DANPENERAPANNYA
Pasal
14
( 1 ) Tarif berdasarkan
Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang
Pajak Penghasilan
diterapkan atasPenghasilan KenaPajakdari:
a. pegawai tetap;
b. penerima pensiun berkalayangdibayarkan secara bulanan;
c. pegawai tidaktetapatautenagakerjalepasyangdibayarkan secarabulanan.
(2) Untukperhitungan Pasal21 yangharusdipotong
PPh setiapmasapaiak,kecualimasa
pajakterakhir, tarif diterapkanatas perkiraanpenghasilan yangakandiperoleh selama
1 (satu)tahun,dengan ketentuan sebagai berikut:
a. perkiraan ataspenghasilan yangbersifatteratur adalah jumlahpenghasilan teratur
dalam (satu)
1 bulan dikalikan (dua
12 belas);
b. dalam hal terdapattambahanpenghasilan yang bersifattidak teratur maka
perkiraan penghasilan yangakandiperoleh selama1 (satu)tahunadalah sebesar
iumlahpada hurufa ditambah dengan jumlahpenghasilan yang bersifat tidak
teratur.
(3) JumlahPPh Pasal21 yang harusdipotong untuksetiapmasa pajaksebagaimana
dimaksud padaayal(2)adalah:
a. atas penghasilan yangbersifatteraturadalah sebesar PajakPenghasilan terutang
atasjumlah penghasilan sebagaimana dimaksud padaayat (2) hurufa dibagi12
(duabelas);
b. atas penghasilan yang bersifattidak teraturadalahsebesarselisihantaraPajak
Penghasilan terutang jumlah
yang atas penghasilansebagaimana dimaksud pada
ayat(2)huruf dengan
b Pajak Penghasilan terutang jumlah
yang atas penghasilan
sebagaimana dimaksud padaayat (2)hurufa.
(4) Dalamhal pegawaitetap mempunyai kewajiban pajak subjektff
terhitungsejak awal
tahun kelender dan mulai bekerjasetelahbulanJanuari, termasuk pegawai yang
sebelumnya bekerjapada pemberikerja lain, banyaknya bulan yang menjadifaktor
pengalisebagaimana dimaksud pada ayat (2) atau laktor pembagi sebagaimana
dimaksud padaayat (3) adalahjumlahbulantersisadalamtahunkalender sejakyang
bersangkutan bekerja.
mulai
(5) Besarnya PPh Pasal21 yang harusdipotong untukmasapajakterakhir adalahselisih
antaraPajakPenghasilan yangterutang atasseluruhpenghasilan kenapajakselama1
(satu)tahunpajakatau bagiantahunpaiakdenganPPh Pasal21 yangtelahdipotong
padamasa-masa sebelumnya dalam tahun pajakyangbersangkutan.
(6) Dalam hal pegawaitetap kewajiban pajak subjektifnyahanyameliputibagiantahun
pajak makaperhitungan Pasal yangterutang
PPh 21 untuk bagiantahunpajak tersebut
dihitungberdasarkan penghasilankenapajakyangdisetahunkan, sebanding dengan
jumlah bulandalam bagiantahun pajak yangbersangkutan.
(71 Dalamhal pegawai tetapberhenti bekerja sebelum bulanDesember jumlahPPh
dan
Pasal yangtelahdipotong
21 dalam tahunkalender yangbersangkutan besar
lebih dari
PPhPasal yangterutang
21 untuk1 (satu) tahunpaiakmakakelebihan Pasal
PPh 21
yang telah dipotong tersebutdikembalikan kepadapegawai tetap yang bersangkutan
bersamaan denganpemberian buKi pemotongan Pasal21, palinglambat
PPh akhir
bulan berikutnyasetelahberhentibekeria.
(8) JumlahPenghasilan Kena Pajaksebagai dasarpenerapan tarif Pasal17 ayat ( 1 )
huruf a Undang-Undang Pajak Pengfrasilan sebagaimana dimaksudpada ayat ( 1 )
dibulatkan bawah
ke hinggaribuanpenuh.
Pasal
15
( 1 ) Atas penghasilan
yang diterima pegawai
atau diperoleh tidaktetap atau tenagakerja
lepasberupa upah harian,upahmingguan, upahsatuan, upah borongan, uang
dan
saku harian, sepanjangpenghasilan tidak dibayarkansecara bulanan,tarif lapisan
pertama sebagaimana dimaksud dalamPasal17 ayat (1) hurufa Undang-Undang
PajakPenghasilan diterapkanatas:
a. jumlahpenghasilan brutosehariyang melebihi Rp150.000,00 (seratuslima puluh
riburupiah);
atau
b. iumlah penghasilan bruto dlkurangiPTKP yang sebenarnya dalam hal jumlah
penghasilankumulatifdalam1 (satu)bulankalenderielahmelebihiRp1.320.000,00
juta
(satu tigaratus puluh
dua riburupiah).
(2) Dalamhal jumlahpenghasilan
kumulatif
dalamsatu bulankalender
telah metebihi
Rp6.000.000,00(enam juta rupiah),
PPh Pasal21 dihitung
denganmenerapkan
tarif
Pasal17 ayat(1)huruf Undang-Undang Penghasilan jumlah
a Pajak atas Penghasilan
KenaPajak yangdisetahunkan.
Pasal
16
( 1 ) Tarif berdasarkan
Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang
Pajak Penghasilan
dilerapkan jumlah
atas kumulatifdari:
a. Penghasilan KenaPajak sebesar jumlah penghasilan brutodikurangi PTKP, yang
diterimaataudiperoleh bukanpegawai sebagaimana dimaksud dalamPasal9 ayat
(1)huruf angka yangmemenuhi
a 4 ketentuan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal
13 ayat(1),yangdihitung setiap bulan;
b. 50% (limapuluhpersen) jumlahpenghasilan
dari brutoyangyangditerima atau
diperoleh tenagaahli yang melakukan pekerjaanbebassebagaimana dimaksud
dalam Pasal huruf angka
3 c 1;
c. iumlah penghasilan untuk
bruto setiap pembayaran imbalan kepada bukan pegawai
yang bersifat berkesinambungan tidak memenuhi
yang ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal ayat(1);
13
d. jumlah penghasilan bruto berupa honorarium atau imbalanyang bersifattidak
teratur yang diterima atau diperoleh anggota dewan komisarisatau dewan
pengawas yang tidak merangkap sebagaipegawai tetap pada perusahaan yang
sama;
e. jumlahpenghasilan brutoberupa jasa produksi,
tantiem, gratifikasi,
bonusatau
imbalan lain yang bersifatiidak teratur yang diterimaatau diperolehmantan
pegawai; atau
f. jumlahpenghasilan brutoberupa penarikandana pensiun oleh peserta program
pensiun yang masih berstatus sebagai pegawai, dari dana pensiun yang
pendiriannya disahkan Menteri
telah oleh Keuangan.
(2) Tarif berdasarkan Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang Pajak Penghasilan
diteraokanatas:
a. jumlah penghasilan untuk
bruto setiap pembayaran imbalan kepada bukan pegawai
yangtidakbersifat berkesinambungan;
b. jumlahpenghasilan brutountuksetiapkalipembayaran yangbersifat utuhdantidak
dipecah, yangditerima peserta
oleh kegiatan.
Pasal
17
Pengenaan Pasal bagipejabat
PPh 21 negara, pegawainegeri
sipil,
anggotaTentaraNasional
Indonesia,
anggotaKepolisian NegaraRepublik Indonesia,serta para pensiunannya
atas
penghasilanyang menjadibebanAnggaran Pendapatan BelanjaNegaraatau Anggaran
dan
Pendapatan dan Belanja Daerah, diatur berdasarkanketentuanyang ditetapkankhusus
menoenai dimaksud.
hal
,l-
Pasal18
Psngenaan PPh Pasal21 bagi pegawai atas uang pesangon,uangmanfaatpensiun,tunjangan
haritua, atau jaminanharitua yang dibayarkansecarasekaligus,
diaturberdasarkan
ketentuan
yangditetapkan khususmengenai dimaksud.
hal
Pasal19
( 1 ) TarifPPh Pasal sebesar
26 20% (duapuluhpersen) bersifat
dan finalditerapkan
atas
penghasilanbrutoyangditerima
ataudiperolehsebagaiimbalan ataspekerjaan,jasa,
dan kegiatanyangdilakukan orang
oleh pribadi
dengan statusSubjek Pa.jak negeri
luar
denganmemperhatikan ketentuanPersetujuanPenghindaranPajakBerganda yang
berlaku antaraRepublik
lndonesiadengannegara domisiliSubjekpajak luar negeri
tersebut.
(21 PPhPasal sebagaimana
26 dimaksud padaayat(1)tidakbersifat dalam orang
final hal
pribadisebagaiWajibPajakluar negeri
tersebut
berubah statusmenjadiWajibpajak
dalam neoeri.
BABVII
TARIFPEMOTONGAN PASAL BAGIPENERIMA
PPh 21 PENGHASILAN
YANGTIDAK
MEIVIPUNYAI
NOMOR
POKOK WAJIBPAJAK
Pasal
20
(1) BagiPenerima Penghasilan yangDipotong PPh Pasal21 yangtidakmemitiki Nomor
Pokok WajibPaiak, dikenakan pemotongan Pasat dengan lebih
PPh 21 tarif tinggi20%
(duapuluhpersen) daripada yangditerapkan
tarif terhadap Wajibpajakyangmemiliki
Nomor Pokok WajibPajak.
(2) JumlahPPh Pasal21 yang harusdipotong sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
adalahsebesar120%(seratus dua puluhpersen) dari jumlahpph pasat2t yang
seharusnya dipotongdalam yangbersangkutan
hal memiliki Nomor pokok Wajibpajak.
(3) Pemotongan Pasal sebagaimana
PPh 21 dimaksud padaayat(1)hanya berlakuuntuk
pemotongan Pasal yangbersifat
PPh 21 tidakfinal.
(4) Dalam pegawai
hal tetapataupenerima pensiun berkalasebagai penerima penghasilan
yangtelah dipotong Pasal dengan yanglebih
PPh 21 tarif tinggisebagaimana dimaksud
padaayat (1), mendaftarkan untukmemperoleh
diri NomorPokok WaiibPajakdalam
tahunkalender yang bersangkutan palinglamasebelum pemotongan pasal21
pph
untuk masapajak Desember, Pasal yangtelahdipotong selisih
PPh 21 atas pengenaan
tarifsebesar (duapuluhpersen)
20o/\" lebihtinggi tersebut diperhitungkandengan PPh
Pasal21 yangterutang untukbulan-bulanselanjutnya setelah memilikiNomorPokok
WajibPajak.
BABVIII
SAATTERUTANG PASAL DAN/ATAU PASAL
PPh 2.I PPh 26
Pasal
21
( 1 ) PPh Pasal21 danlatauPPh Pasal26 terutangbagi Penerima pada saat
Penghasilan
pembayaran padasaatterutangnya
dilakukan atau penghasilan
yangbersangkutan,
(2) PPh Pasal2'l danlalauPPh Pasal26 terutang PPh Pasal21 danlalau
bagi Pemotong
PPhPasal untuk
26 setiapmasapaiak.
(3) Saatterutanguntuksetiapmasapajaksebagaimana
dimaksudpadaayai (2) adalah
akhirbulandilakukannyapembayaran padaakhirbulan
atau penghasilan
terutangnya
yangbersangkutan.
t
BAB IX
HAK DAN KEWAJIBANPEMOTONGPPh PASAL 21 DAN/ATAUPASAL 26
SERTAPENERIMA PENGHASILAN
YANG DIPOTONG PAJAK
Pasal 22
(1) Pemotong PPh Pasal 21 danlatau PPh Pasal 26 dan penerima penghasilanyang
diri ke Kantor pelayanan pajak sesuai
Dipotong PPh Pasal 21 wajib mendaftarkan
dengan ketentuanyang berlaku.
(2) Pegawai, penerima pensiunberkala, sertabukanpegawai sebagaimanadimaksud dalam
Pasal 9 ayat (1) hurul a angka 4 wajib membuatsurat pernyataan
yang berisijumlah
tanggungan keluargapada awal tahun kalenderatau pada saat mulai menjadiSubjek
Pajakdalam negerisebagaidasar penentuan PTKPdan wajib menyerahkannya kepada
PemotongPPh Pasal 21 danlalaupph pasal 26 pada saat mulai bekerjaatau mulai
pensiun.
(3) Dalam hal terjadi perubahantanggungankeluargabagi pegawai, penerima pensiun
berkala dan bukan pegawaisebagaimana dimaksuddalam pasal 9 ayat (1) huruf a
angka 4 wajib membuat surat pernyataan
baru dan menyerahkannya kepadapemotong
PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 paling lama sebelum mulai tahun kalender
berikutnya.
(4) Pemotong PPh Pasal 21 dan/atau pph pasal 26 wajib menghitung,memotong,
menyetorkandan melaporkanPPh Pasal 21 danlalau pph pasal 26 yang terutang untuk
setiapbulankalender,
(5) Pemotong PPh Pasal 21 danlalau PPh Pasal 26 wajib membuat catatan atau kertas
kerja perhitunganPPh Pasal21 danlalauPPh Pasal26 untukmasing-masing penerima
penghasilan, yang menjadidasar pelaporan PPh Pasal21 danlalauPPh pasal 26 yang
terutang untuk setiap masa pajak dan wajib menyimpan catatan atau kertas kerja
perhitungan tersebutsesuaidenganketentuan yang berlaku.
(6) Ketentuan mengenaikewajiban untuk melaporkan pemotongan pph pasal 21 dan/atau
PPh Pasal 26 untuk setiap bulan kalendersebagaimana dimaksudpada ayat (4) tetap
berlaku,dalamhal jumlahpajakyang dipotongpadabulanyang bersangkutan nihil.
(7) Dalam hal dalam suatu bulan terjadi kelebihanpenyetoran pajak atas pph pasal 21
dan/atau PPh Pasal 26 yang terutang oleh pemotong pph pasal 21 danlalau pph pasal
26, kelebihan penyetorantersebutdapat diperhitungkandenganPPh Pasal21 dan/atau
PPh Pasal 26 yang terutangpada bulan berikutnya melaluiSurat Pemberitahuan lvlasa
PPh Pasal21 dan/atau PPh pasal 26.
Pasal23
(1) PemotongPPh Pasal2l dan/atauPPh Pasal26 harusmemberikan bukti pemotongan
PPh Pasal 21 atas penghasilan yang diterima atau diperoleh pegawai tetap atau
penerima pensiunberkalapalinglama 1 (satu)bulansetelahtahunkalender berakhir.
(2) Dalam hal pegawaitetap berhentibekerjasebelumbulan Desember, buktipemotongan
PPh Pasal 21 sebagaimana dimaksudpada ayat (1) harus diberikanpaling lama 1
(satu)bulansetelahyang bersangkutanberhentibekerja.
(3) PemotongPPh Pasal21 danlatauPPh Pasal 26 harus memberikan bukti pemotongan
PPh Pasal 21 atas pemotonganPPh Pasal 21 selain pegawaitetap dan penerima
pensiunberkalasebagaimana dimaksudpada ayat (1), serta bukti pemotongan PPh
Pasal 26 setiap kali melakukanpemotonganPPh Pasal 21 danlatauPPh Pasal 26.
(4) Dalam hal dalam I (satu)bulankalender, kepadasatu penerima penghasilandilakukan
lebih dari 1 (satu) kali pembayaranpenghasilan, bukti pemolonganPPh Pasal 21
dan/atauPPh Pasal26 sebagaimana dimaksudpada ayat (3) dapatdibuatsekaliuntuk
1 (satu)bulankalender.
(5) Bentukformulirpemotongan PPh Pasal 21 dan/atauPPh Pasal26 ditetapkan dengan
Peraturan DirekturJenderal Paiaktersendiri.
&
Pasal24
( 1 ) PPh Pasal 21 dan/atauPPh Pasal 26 yang dipotongoleh pemotong pph pasal 2t
dan/atau PPh Pasal 26 untuk setiap Masa Pajak wajib disetor ke Kantor pos atau bank
yang ditunjukoleh Menteri
Keuangan, palinglama 10 (sepuluh) harisetelahMasa pajak
berakhir.
(2) Pemotong PPh Pasal 21 danlalau PPh Pasal 26 wajib melaporkan pemotongan dan
penyetoran PPh Pasal 2'l danlatau PPh Pasal 26 untuk setiap Masa pajak yang
dilakukan melaluipenyampaian SuratPemberitahuan l\\,4asa pasal 21 dan/atau
pph pph
Pasal 26 ke Kantor PelayananPajak tempat pemotong pph pasal 21 dan/atau pph
Pasal 26 terdaftar,paling lama 20 (dua puluh) hari setelah Masa pajak berakhir.
(3) Dalam hal tanggal jatuh tempo penyetoran pph pasat Zj danlatau pph pasal 26
sebagaimanadimaksud pada ayat (1) dan batas waktu pelaporanpph pasal 21
dan/atau PPh Pasal 26 sebagaimanadimaksud pada ayat (2) bertepatandengan hari
liburtermasukhari Sabtuatau hari liburnasional, penyetoran dan pelaporan pph pasal
21 danlatau PPh Pasal26 dapatdilakukan padaharikerjaberikutnya.
Pasal 25
(1) Jumlah PPh Pasal 21 yang dipotong merupakan kredit pajak bagi penerima
penghasilanyang dikenakan pemotonganuntuk tahun pajak yang bersangkutan,
kecualiPPh Pasal21 yang bersifat
final.
(2) Jumlah pemotongan Pasal atasselisih
PPh 21 penerapan sebesar
taril 20%(duapuluh
persen)lebih tinggi bagi pegawai tetap atau penerima pensiunberkalasebelum
memilikiNomorPokok WajibPajakyangtelahdiperhitungkan denganpph pasal21
terutanguntukbulan-bulan padatahunkalender
selanjutnya berikutnyasebagaimana
dimaksud dalamPasal ayat(4, tidaktermasuk
20 kreditpajaksebagaimana dimaksud
padaayat(1).
(3) Dalam WajibPajak
hal yangtelahdipotong pasal21 dengan yanglebih
Pph tarif tinggi
sebagaimana dimaksud dalamPasal ayat(1) mendaftarkan untukmemperoleh
20 diri
NomorPokokWajibPajakmakaPPh Pasal21 yangtelahdipotong tersebutdapat
dikreditkan
dalam Surat Pemberitahuan TahunanPajak penghasilan Wajib pajak
Orang Pribadi
untuk tahun pajakyangbersangkutan.
(4) Dalamhal WajibPajaksebagaimana dimaksud padaayat (3) menyampaikan Surat
Pemberitahuan TahunanPajakPenghasilan yang menyatakan jumlah lebih bayar
makapenyampaiannya dilakukan
harus dalam jangka waktupaling lamag (tiga)
tahun
sejakberakhirnyatahun pajakyangbersangkutan.
(5) Dalam SuratPemberitahuan
hal Tahunan Pajak yang
Penghasilan menyatakan jumlah
lebihbayarsebagaimana dimaksudpadaayat (4) disampaikan setelah (tiga)
3 tahun
sesudah berakhirnya tahunpalakyang bersangkutan Wajibpajaktelahditegur
dan
secara tertulis,tidak dianggapsebagai Surat pemberitahuan Tahunan pajak
Penghasilan.
Pasal26
Petuniukumumdan contohpenghitungan
pemotongan Pasal21 danlatau
PPh PPh Pasal26
adalahsebagaimana tercantum yang tidak terpisahkan
dalam Lampiran dari Peraturan
Direktur
Jenderal
Paiakini.
BABX
KETENTUAN
PENUTUP
Pasal27
DenganberlakunyaPeraturan
Direktur
JenderalPajakini,KeputusanDirektur Pajak
Jenderal
Nomor KEP-5451PJ|2O0OtentangPetunjukPelaksanaan Pemotongan, penyetoran,dan
PelaporanPajakPenghasilan
Pasal21 dan Pasal26 Sehubungan denganpekerjaan,
Jasa,
dan Kegiatan
OrangPribadisebagaimanatelahdiubah dengan Peraturan
Direktur
Jenderal
PajakNomor PER-15/PJ/2006,
dicabut dinvatakan
dan tidakberlaku.
Pasal
28
Peraturan
Direktur
Jenderal
Pajak mulaiberlaku
ini padatanggal Januari
i 2009.
Agar setiap orang mengetahuinya,
memerintahkan pengumumanperaturan Direktur
Jenderal
Pajakinidenganpenempatannya
dalamBeritaNegara
Republik
Indonesia.
Ditetapkandi Jakarta
pada tanggal 25 Mai ro
LAMPIHANPERATURANDIRFKTURJENDEML
PAJAK NOMORPER- 31 /PJ/2009TENTANG
PEDOMAN TEKNISTATA CABA PEMOTONGAN,
PENYETOMN DAN PELAPORAN PAJAK
PENGHASILANPASAL 21 DAN/ATAU PAJAK
PENGHASILAN
PASAL SEHUBUNGAN
26 DENGAN
PEKERJMN, JASA, DAN KEGIATAN ORANG
PRIBADI
PETUNJUK
UMUMDANCONTOH PENGHITUNGAN
PEMOTONGAN PASAL21 DAN/ATAU
PPh PPh PASAL26
BAGIANPEHTAMA:
PETUNJUK
UMUMPENGHITUNGAN PASAL21 DAN/ATAU
PPh PPh
PASAL26
I PETUNJUKUMUMPENGHITUNGAN PASAL21 UNTUKPEGAWAI
PPh TETAPDAN
PENERIMA
PENSIUN
BERKALA
Penghitungan Pasal untukpegawai
PPh 21 tetapdan penerimapensiun berkaladibedakan
menjadi (dua),
2 yaitu:
'1. Penghitungan
masaataubulanan yangmenjadi dasarpemotongan pasal21 yang
pph
terutanguntuksetiap masapajak, yangdilaporkan dalamSpT Masapph pasal21,selain
masapajakDesember ataumasapajakdi manapegawai tetapberhentibekerja;
2. Penghitungan kembali sebagaidasar pengisian Fotm 1721Aj atau '172'lA2 dan
pemotongan PPh Pasal21 yangterutanguntukmasapajakDesember atau masapajak
di manapegawai tetapberhenti bekerja.
Penghitungan kembali dilakukan
ini pada:
a. bulan dimana pegawai tetapberhentibekerja penstun;
atau
b. bulanDesember bagi pegawai tetapyangbekerja sampaiakhirtahunkalender dan
bagipenerima pensiun yangmenerima uangpensiunsampaiakhirtahunkalender.
l. l. PenghitunganMasaatauBulanan SelainMasapaiakDesember atauMasapaiakdi
mana pegawaitetap berhenflbekeria:
a. Penghitungan Pasal ataspenghasilan
PPh 21 Teratur
b. Penghitungan Pasal atasPenghasilan
PPh 21 TtdakTeratur
Penghitungan Pasal ataspenghasilan
l.'1.a. PPh 21 Teratur
1.1.a.1.
Penghitungan PPh Pasal2t atas Penghasilan Teraturbagi Pegawai
Tetap:
'1. a. Untuk menghitung PPh Pasal 21 atas penghasilan pegawai
tetap,terlebihdahuludihitung seluruhpenghasilan brutoyang
diterimaatau diperoleh selamasebulan, yang meliputi seluruh
gaji, segalajenis tunjangan dan pembayaran teraturlainnya,
termasuk uanglembur (overtime) pembayaran
dan sejenisnya.
b. Untuk perusahaan yang masuk programJamsostek, premi
JaminanKecelakaan Kerja(JKK),premiJaminanKematian (JK)
dan premi Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPl9yangdibayar
oleh pemberi kerja merupakan penghasilan bagi pegawai.
Ketentuan yang sama diberlakukan juga bagi premi asuransi
kesehatan, asuransi kecelakaan kerja,asuransi jiwa, asuransi
dwiguna, asuransi siswayangdibayarkan pemberi
dan bea oleh
kerjauntukpegawai kepada perusahaan asuransilainnya. Dalam
menghitung Pasal21, premitersebut
PPh digabungkan dengan
penghasilan brutoyang dibayarkan oleh pemberi kerjakepada
Deqawai.
t
c. Selanjutnyadihitung jumlah penghasilanneto sebulan yang
diperolehdengan cara mengurangipenghasilanbruto sebulan
dengan biaya jabatan,serta iuran pensiun,iuran Jamlnan Hari
Tua, dan/atau iuran TunjanganHari Tua yang dibayar sendiri oleh
pegawai yang bersangkutanmelalui pemberi kerja kepada Dana
Pensiun yang pendiriannya telahdisahkanoleh MenteriKeuangan
atau kepada Badan Penyelenggara ProgramJamsostek.
a. Selanjutnyadihitung penghasilanneto setahun, yaitu jumlah
penghasilan netosebulandikalikan 12.
b. Dalam hal seorang pegawai tetap dengan kewajiban pajak
subjektifnyasebagaiWajib Pajak dalam negerisudah ada sejak
awal tahun, tetapi mulai bekerja setelah bulan Januari, maka
penghasilan neto setahun dihitung dengan mengalikan
penghasilan neto sebulan dengan banyaknya bulan sejak
pegawaiyang bersangkutan mulai bekerjasampaidenganbulan
Desember.
c. Selan.iutnya dihitung PenghasilanKena Pajak sebagai dasar
penerapan Tarif Pasal 17 ayal (11hurufa UU PPh,yaitu sebesar
Penghasilan neto setahunpada huruf a atau b di atas, dikurangl
denganPTKP.
d. SetelahdiperolehPPh terutangdengan menerapkan Tarif pasal
17 ayat (1) huruf a UU PPh terhadapPenghasilan Kena pajak
sebagaimana dimaksudpada huruf c, selanjutnya dihitungPPh
Pasal 21 sebulan,yang harus dipotongdan/ataudisetor ke kas
negara, yaitusebesar:
1) jumlah PPh Pasal21 setahunatas penghasilan sebagaimana
dimaksud pada huru{a dibagidengan12; atau
2) .iumlah PPh Pasal21 setahunatas penghasilan sebagaimana
dimaksudpada hurufb dibagibanyaknya bulanyang menjadi
faktorpengali sebagaimana dimaksud pada hurufb.
3 . a. Apabila pajak yang terutang oleh pemberi kerja tidak didasarkan
atas masa gaji sebulan,maka untuk penghitungan PPh Pasal21,
iumlah penghasilan tersebutterlebihdahuludijadikan penghasilan
bulanan denganmempergunakan faktorperkaliansebagaiberikut:
1) Gaji untukmasaseminggu dikatikandengan4;
2) Gaji untukmasaseharidikalikan dengan26.
b. Selanjutnya dilakukan penghitunganPPh Pasal 21 sebulan
dengan cara sepertidalam angka 2 di atas.
c. PPh Pasal 21 atas penghasilan seminggudihitungberdasarkan
PPh Pasal 21 sebulandalam huruf b dibagi 4, sedangkanPph
Pasal21 atas penghasilan seharidihitungberdasarkan PPh Pasal
21 sebulandalamhurufb dibagi26.
Jika kepada pegawaidi sampingdibayargaji bulananjuga dibayar
kenaikan gaji yang berlaku surut (rapel),misalnya untuk 5 (tima)
bulan,maka penghitungan PPh Pasal21 atas rapeltersebutadalah
sebagaiberikut:
a. rapel dibagi dengan banyaknyabulan perolehanrapel tersebut
(dalamhal ini 5 bulan);
b. hasil pembagianrapel tersebut ditambahkanpada gaji setiap
bulan sebelum adanya kenaikan gaji, yang sudah dikenakan
pemotongan PPh Pasal21;
c. PPh Pasal21 atas gaji untuk bulan-bulan setelahada kenaikan,
dihitungkembali atas dasargaji barusetelahada kenaikan;
d. PPh Pasal 2l lerutang atas tambahan gali untuk bulan-bulan
dimaksud adalah selisih antara jumlah pajak yang dihitung
berdasarkan huruf c dikurangijumlah pajak yang telah dipotong
sebagaimana disebutpada hurufb.
I
5. Apabilakepadapegawaidi sampingdibayargali yang didasarkan
masa gaii kurangdari satu bulanjuga dibayar
gaji lain mengenai
masayang lebihlamadari satu bulan(rapel)sepertitersebut
dalam
angka4, makacarapenghitungan pasal21-nya
Pph adalahsesuai
denganyangtelahditetapkan dalamangka4 denganmemperhatikan
ketentuan
dalam angka 3.
1.1,a,2, Penghitungan Pasal2t ataspenghasilan
PPh Teraturbagi penerima
PenslunBerkala
1. Penghitungan Pasal21 atasuangpensiun
PPh bulanan yangditerima
ataudiperolehpenerima pensiun padatahunpertama pensiunadalah
sebagai berikut:
a. terlebihdahulu dihitungpenghasilan sebulan
neto yangdiperoleh
dengan cara mengurangi penghasilan bruto dengan biaya
pensiun, kemudian dikalikanbanyaknya bulan seiak pegawai
yang bersangkutan menerima pensiunsampaidenganbulan
Desember;
b. penghasilan pensiun
neto sebagaimana tersebut pada hurufa
ditambah dengan penghasilanneto dalam tahun yang
bersangkutan yang diterimaatau diperolehdari pemberikerja
sebelumpegawai yang bersangkutan pensiunsesuaidengan
yangtercantum dalambuktipemotongan PPh pasal 21 sebelum
pensiun;
c. untukmenghitung PenghasilanKenapajak,jumjahpenghasilan
pada huruf b tersebutdikurangi denganpTKp, dan selanjutnya
dihitungPPhPasal21 atasPenghasilan Kenapajaktersebut;
d. PPhPasal atasuangpensiun
21 dalam tahunyangbersangkutan
dihitungdengan cara mengurangi Pasal21 dalamhurufc
PPh
dengan PPhPasal21 yangterutang pemberi
dari kerjasebelum
pegawaiyang bersangkutan pensiun sesuai dengan yang
tercantumdalam bukti pemotonganPPh Pasal 21 sebelum
pensiun;
e. PPh Pasal21 atas uangpensiun bulanan adalah sebesarpph
Pasal21 seperti tersebutdalamhurufd dibagidenganbanyaknya
bulan sebagaimana dimaksud dalamhuruf a.
2. Penghitungan Pasal atasuangpensiun
PPh 21 bulananuntuktahun
keduadanselanjutnyaadalahsebagaiberikut:
a. terlebih
dahulu penghasilan sebulan
dihitung neto yangdiperoleh
dengan cara mengurangi penghasilan bruto dengan biaya
pensiun;
b. selanjutnya
PPh Pasal21 dihitung dengancara penghitungan
untukpegawaitetappadabutir1.1.a.1.
angka huruf c, dand.
2 a,
1.1.b.
Penghitungan
PPh Pasal21 atas Penghasilan
Tidak Teraturbagi Pegawai
Tetap
1. Apabilakepadapegawaitetap diberikan iasa produksi,tantiem,gratifikasi,
bonus,premi, lunjangan raya,dan penghasilan semacam yang
hari lain itu
sifatnyatidaktetapdan biasanya
dibayarkan
sekalisetahun,makaPPh Pasal
21 dihitung dipotong
dan dengancarasebagai
berikut:
a. dihitungPPh Pasal 21 atas penghasilan teraturyang disetahunkan
ditambah dengan penghasilan teratur
tidak berupa tantiem,jasaproduksi,
dan sebagainya.
/\"
b. dihitungPPh Pasal ataspenghasilan
21 yangdisetahunkan
teratur tanpa
jasa
tantiem, produksi, sebagainya.
dan
c. selisihantaraPPh Pasal21 menurutpenghitungan hurufa dan hurufb
adalahPPh Pasal21 atas penghasilan jasa
tidakteraturberupatantiem,
produksi, sebagainya.
dan
2. Dalamhal pegawaitetapyang kewajibanpajaksubjektifnya sudahada sejak
awaltahun,namunbarumulaibekerja setelah bulanJanuari,makaPPhPasal
21 atas penghasilanyang tidak teratur tersebut dihitung dengan cara
sebagaimana pada butir 1 denganmemperhatikan ketentuan mengenai
Penghitungan Pasal21 Bulanan
PPh atas Penghasilan Teraturpada butir
1.1.a.1.
angka huruf c dand di atas.
2 b,
Penghitungan PPh Pasal21 TerutangPada Bulan Desember atau Masa Paiak
Tertentuuntuk Pegawai
Tetapyang BerhentiBekeriaSebelumBulan Desember.
1. Penghitungan Pasal21 terutang
PPh pada bulanDesember atau bulantertentu
untuk pegawai tetapyangberhenti bekerja sebelum bulan Desember adalah sebagai
berikut:
a. HitungPPh Pasal21 terutang atas seluruh penghasilan yang diterima atau
diperoleh pemotong
dari pajakdalamtahunkalender yangbersangkutan, baik
penghasilan teratur
yang maupun yangtidak teratur.
b- PPh Pasal terutang
21 yangharusdipotong untukbulanDesember ataubulan
tertentuuntuk pegawaitetap yang berhenti bekerjasebelumbulan Desember
adalah sebesar selisihantaraPPh Pasal terutang
21 atasseluruh penghasilan
teraturdantidakteratur yangditerima pemotong
dari pajakdalamtahunkalender
yangbersangkutan, sebagaimana dimaksud dalamhurufa, dengan PPh Pasal
21 yangtelah dipotong dalam tahun kalender yangbersangkutan sampai dengan
bulan sebelumnya.
c. Dalamhal jumlahPPh Pasal21 yang telah dipotong sampaidenganbulan
sebelumnya tersebut lebihbesardaripada PPh Pasal21 terutang atasseluruh
penghasilan teraturdan tidakteraturyang diterima dari pemotong pajakdalam
tahun kalender yangbersangkutan, misalnya dalam pegawai
hal berhenti bekerja
pada pertengahan tahun, atas kelebihan pemolongan PPh Pasal21 tersebut
dikembalikan kepadapegawai tetap yang berhenti bekerjabersamaan dengan
pemberian buktipemotongan Pasal21. Ataskelebihan
PPh pemotongan PPh
Pasal 21 untuk pegawaitetap yang bersangkutan, pemotongpajak dapat
memperhitungkan dengan PPh Pasal 21 terutangatas penghasilan pegawai
tetaplainnya dalam masapajak yangsama, sehingga jumlah PPhPasal yang
21
harus disetor oleh pemotong pajak untuk masa pajak tersebut telah
mempertimbangkan jumlahkelebihan pemotongan PPh Pasal21 yang telah
diberikanolehpemotong pajakkepada pegawai letapyangberhenti bekerja.
2. Perhitungan Pasal21 ierutang
PPh atas seluruh penghasilan yangditerlma atau
diperolehdari pemotongpajak dalam tahun kalenderyang bersangkutan
sebagaimana dimaksud dalam angka huruf adaiah
t a sebagai berikut:
a. Untukpegawai tetap yang kewajiban pajaksubjektilnya sudahada sejakawal
tahun, namun mulai bekerja setelah bulanJanuari atauberhentibekerja sebelum
bulanDesember, PPh Pasal2l terutang dihitung berdasarkan jumlahseluruh
penghasilan yang diterimaatau diperoleh, baik yang bersifatteraturmaupun
tidakteratur, selamapegawai tetapyangbersangkutan bekerja padapemotong
palaK.
b. Sedangkan untukpegawai tetapyangkewajiban pajaksubjektifnyabarudimulai
setelah bulanJanuari atau berakhir sebelum bulanDesember, PPh Pasal21
terutangdihitungberdasarkan jumlahseluruhpenghasilan yang diterimaatau
diperoleh, yangbersifat
baik teratur maupun tidakteratur, yangdisetahunkan.
/\"
II. PETUNJUKUMUMPENGHITUNGAN PASAL UNTUK
PPh 21 PEGAWAI
TIDAKTETAP
ATAUTENAGAKERJALEPAS,
11.1. PegawaiTidak Tetap atau TenagaKeria Lepas,pemagangdan Calon pegawai
yang Menerima Upah Harian, UpahMingguan, UpahSatuan, UpahBorongan,
UangSakuHarian atauMingguan:
1. Tentukan jumlah upah/uang saku harian,atau rata-rataupah/uang saku yang
diterimaataudiperoleh dalamsehari:
a. upah/uang mingguan
saku dibagibanyaknya bekerja
hari dalam seminggu;
b. upahsatuan dikalikan
dengan jumlah rata-rata
satuan yangdihasilkandalam
sehari;
c. upah borongandibagi dengan jumlah hari yang digunakanuntuk
menyelesaikan pekerjaanborongan.
2. Dalamhal upah/uang saku harianatau rata-rataupah/uang saku harianbelum
melebihiRp150.000,00, jumlah
dan yangditerima diperoleh
kumulatif atau dalam
bulankalender yangbersangkutan belummelebihi Rp1.320.000,00, tidak
maka
adaPPhPasal yangharus
2l dipotong.
3. Dalamhal upah/uang saku harianatau rata-rata upah/uang saku hariantelah
melebihi Rp150.000,00, sepanjang
dan jumlahkumulatif yang diterima atau
diperoleh dalam bulan kalender yang bersangkutan belum melebihi
Rp1.320.000,00, maka PPh Pasal21 yang harusdipotong adalahsebesar
upah/uang saku harianatau rata-rataupah/uang saku hariansetelahdikurangi
Rp150.000,00, dikalikan5%.
4. Dalamhal jumlahupah kumulatif yang diterima atau diperolehdalambulan
kalender yang bersangkutan telah melebihiRp1.920.000,00 kurangdari
dan
Rp6.000.000,00, maka PPh Pasal21 yang harusdipotong adalahsebesar
upah/uang saku harianatau rata-rataupah/uang saku hariansetelahdikurangi
PTKP sehari,dikalikan
S%.
5. Dalam jumlah
hal upahkumulatif yangditerimaataudiperoleh dalam satubulan
kalender telahmelebihi Rp6.000.000,00, PPh pasal21 dihitung
maka dengan
menerapkan TarifPasal17 ayat (1) huruta UU pPh atasjumlahupahbruto
dalam satubulan yangdisetahunkan setetahdikurangipTKp,dan pph pasal21
yangharusdipotong adalah sebesar PPh Pasal21 hasilperhitungan tersebut
dibagi12.
I.2. PegawalTidak Telap alau TenagaKerja Lepas,Pemagangdan Calon pegawai
yangMenerima UpahyangOibayarkan Secara Bulanan:
PPhPasal dihitung
21 denganmenerapkan Pasal ayat(1) huruf UU PPh
Tarif 17 a
atasjumlah upahbrutoyangdisetahunkan
setelahdikurangi
PTKP,dan PPhPasal
21 yang harusdipotongadalah PPh Pasal21 hasilperhitungan
sebesar tersebut
dibaoi12.
t
. PETUNJUKUMUM PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 BAGI ANGGOTADEWAN
PENGAWAS ATAU DEWAN KOMISARISYANG TIDAK MERANGKAPSEBAGAI
PEGAWAI TETAP, MANTAN PEGAWAI YANG MENERIMAJASA PFODUKSI,
TANTIEM,
GRATIFIKASI,
BONUSATAU IMBALANLAIN YANG BERSIFATTIDAK
TERATUR,
DANPESERTA PROGRAM PENSIUNYANGMASIHBERSTATUSSEBAGAI
PEGAWAIYANGMENARIK DANAPENSIUN
lll.1. PenghitunganPPh Pasal 21 untuk Anggota Dewan pengawasatau Dewan
KomisarisYangTidak Merangkap
SebagaiPegawaiTetap
PPh Pasal21 dihitung
denganmenerapkan Pasali7 ayat(1) hurufa UU pph
Tarif
jumlah
ataskumulatii penghasilan yangditerima
bruto selamaI (satu)
ataudiperoleh
tahunkalender.
lll,2. Penghitungan PPh Pasal21 bagi Mantanpegawai
yang Menerima penghasilan
Berupa Jasa Produksi,Tantlem,Gratifikasi,
Bonus atau lmbalan Lain yang
BersifatTidak Teratur
PPh Pasal21 dihitungdengancaramenerapkan Pasal1Z ayat(1) hurufa UU
Tarif
PPhataskumulatif jumlahpenghasilan
brutoyangditerima
ataudiperoleh
selama1
(satu)
tahunkalender.
fff.3. PenghitunganPPh Pasal 21 bagi peserta program pensiun yang Masih
Berstatus
Sebagai
PegawaiyangMenarik Danapensiun
PPh Pasal21 dihitung
denganmenerapkan pasal17 ayat(1) hurufa UU pph
Tarif
dari kumulatif
.iumlahpenghasilan
brutoyang dibayarkan
selama1 (satu)tahun
kalender.
tv. PETUNJUKUMUMPENGHITUNGAN PASAL21 BAGIORANGPRIBADI
PPh YANG
BERSTATUS
SEBAGAIBUKANPEGAWAI
1V.1.Pemotongan Pasal BagiTenaga
PPh 21 Ahli yangMelakukan pekeriaan Bebas
PPhPasal ataspenghasilan dibayarkan
21 yang kepada tenaga yangmelakukan
ahli
pekerjaanbebas dihitung
dengan caramenerapkan Pasal ayat(1)huruf UU
tarif 1Z a
PPh atasjumlahkumulatif 50% (limapuluhpersen) jumlahpenghasilan
dari bruto
yangdibayarkan terutang
atau dalamI (salu)tahunkalender.
Dalam tenaga tersebut
hal ahli adalahdoheryangmelakukan praktik rumah
di sakit
dan/atauklinikmakabesarnya.iumlahpenghasilan brutoadalahsebesar jasa dokter
yang dibayarkanpasienmelaluirumahsakitdan/atau kliniksebelum dipotong biaya-
biayaataubagihasilolehrumahsakitdan/atau klinik.
1V,2.Pemotongan PPh Pasal21 Bagi Orang pribadi DalamNegeriBukan pegawai,
SelainTenagaAhli, atas lmbalanyang BersifatBerkesinambungan
1V.2.1,BagiyangTelahMemilikiNPWP penghasitan
dan HanyaMenerima Dari
PemotongPaiakyang Bersangkutan
PPhPasal dihitung
21 dengan menerapkan Pasal ayat(1)huruf.a
tarif 17 UU
PPh atasjumlahkumulatif
penghasilan
kenapajak.Besarnya
penghasilan
kenapajakadalah penghasilan dikurangi
sebesar bruto per
PTKP bulan.
lV,2,2. BagiyangTidakMemilikiNPWP atauMenerima Dari
Penghasilan Selain
PemotongPaiakyang Bersangkutan
PPhPasal dihitung
21 dengan menerapkan Pasal ayat(1)huruf UU
tarif 17 a
PPh atas jumlahkumulatif
penghasilan yang
brutodalamtahun kalender
bersangkutan.
,..l.
1V.3.Pemotongan PPh Pasal21 Bagi Orang pribadi DalamNegeriBukan pegawai,
SelainTenagaAhli, atas lmbalanyang Tidak BersitatBerkesinambungan.
PPh Pasal21 dihitungdenganmenerapkan Pasal17 ayat (1) hurufa UU pph
tarif
atasiumlahpenghasilanbruto.
v. PETUNJUKUMUMPENGHITUNGAN PASAL21 BAGIPESERTA
PPh KEGIATAN
PPh Pasal2l dihitung dengan menerapkan Pasal17 ayat (1) hurufa UU pph atas
tarif
jumlah penghasilan bruto untuk setiap kali pembayaran
yang bersifatutuh dan tidak
dipecah,yangditerimaolehpeserta kegiatan.
PETUNJUKUMUMPENGHITUNGAN PASAL26 BAGI ORANGPRIBADI
PPh YANG
BEBSTATUS
SEBAGAI
SUBJEKPAJAKLUARNEGERI.
1. Dasar pengenaan Pasal adalah jumlah
PPh 26 dari penghasilan
bruto.
2. Dikenakan tarif PPh Pasal26 sebesar20% denganmemperhatikan ketentuanyang
diaturdalam Perjaniian
Penghindaran PajakBerganda(p3B),dalamhal orangpribadi
yang menerima penghasilan
adalahsubiekpajakdalamnegeridari negarayangtelah
mempunyai dengan
P3B Indonesia.
. l
- k_[
BAGIANKEDUA: CONTOHPENGHITUNGAN PASAL21 DAN/ATAU
PPh PPh PASAL26
I. PENGHITUNGANPEMOTONGANPPh PASAL 21 TERHADAP PENGHASILAN
PEGAWAI
TETAP
I.1 DENGAN
GAJIBULANAN
1.1.1 Ahmad padatahun2009bekerja
Zakaria padaperusahaan Zamrud
PT Abadi
denganmemperoleh sebulanRp 2.500.000,00 membayar
gaji dan iuran
pensiunsebesar 100.000,00.
Rp Ahmadmenikah tetapibelummempunyai
anak.Penghitungan Pasal adalah
PPh 21 sebagai
berikut:
Gajisebulan Rp 2.500.000,00
Pengurangan:
1. BiayaJabatan:
5%X Rp 2.500.000,00 Rp 125.000,00
2. luranpensiun Rp 100.000,00
Rp 225.000,00
Penghasilan sebulan
neto Rp 2.275.000,00
Penghasilan setahun
neto adalah
12x Rp 2.275.000,00 Rp27.300.000,00
PTKPsetahun
- untuk sendiri
WP Rp 15.840.000,00
- tambahan kawin
WP Rp 1.320.000,00
Rp 17.160.000,00
Penghasilan
KenaPajaksetahun Rp 10.
140.000,00
PPhPasal terutang
21
57o Rp 10.140.000,00
x = Rp 507.000,00
PPhPasal sebulan
21
Rp507.000,00:
12 = Rp 42.250,00
Catatan:
a. BiayaJabatan adalahbiayauntukmendapatkan,menagih memelihara
dan
penghasilan yang dapatdikurangkan penghasilan
dari setiaporangyang
bekerjasebagaipegawaitetap tanpa memandang mempunyai jabatan
ataupun tidak.
b. Contoh atasberlaku
di pegawai
apabila yangbersangkutan
sudah memiliki
NPWP.Dalamhal pegawai yang bersangkutanbelummemiliki NPWP,
maka jumlah PPhPasal yangharus
21 dipotongadalahsebesar:
=
120/\" x Rp 42.250,00 Rp 50.700,00.
c. Untuk contoh-contoh
selanjutnya
diasumsikanpenerimapenghasilanyang
dipotong PPh Pasal sudahmemiliki
21 NPWP, kecuali lain
disebut dalam
contoh tersebut.
t\"
l.'l-2 Bambang Yuliawan pegawaipada perusahaan yasa Buana,menikah
pT
tanpa anak, memperoleh sebulanRp 2.000.000,00. Yasa Buana
gaji PT
mengikuti program Jamsostek, premiJaminan Kecelakaan Kerjadan premi
Jaminan Kematian dibayar olehpemberi kerjadengan jumlahmasing-masing
0,50% dan 0,30% darjgaji.PT YasaBuana menanggung Jaminan
iuran Hari
Tua setiap bulan sebesar3,700/\"dati gaji sedangkanBambangyuliawan
membayar iuranJaminan Hari Tua sebesar 2,00%dari gaii setiapbulan.
Disamping PT Yasa Buana juga mengikuti
itu programpensiununtuk
pegawatnya_
PT YasaBuanamembayar iuranpensiununtukBambang yuliawan dana
ke
pensiun, yang pendiriannya telah disahkanoleh Menterikeuangan, setiap
bulansebesalRp 100.000,00, sedangkan Bambang yuliawanmembayar
iuranpensiun sebesar 50.000,00.
Rp
Penghitungan Pasal
PPh 21
Gajisebulan Rp 2.000.000,00
Premi Jaminan KecelakaanKerja Rp 10.000,00
Premi Jaminan Kematian Rp 6.000,00
Penghasilan
bruto Rp 2.016.000,00
Pengurangan
1. Biayajabatan
5olo Rp 2.016.000,00
x Bp 100.800,00
2. IuranPensiun Rp 50.000,00
3. luranJaminan Tua
Hari Rp 4O.OO0,0O
Rp 190.800,00
Penghasilan sebulan
neto Rp 1.825.200,00
Penghasilan setahun
neto
12x Rp 1.825.200,00 Rp 21.902.400,00
PTKP
- untuk sendiri
WP Bp 15.840.000,00
- tambahan kawin
WP Rp 1.320.000,00
Rp 17.160.000,00
Penghasilan Pajak
Kena setahun Rp 4.742.400,00
Pembulatan Rp 4.742.OOO,Q0
PPhPasal21 terutang
5%x Rp4.742.000,00 Rp237.100,00
PPhPasal sebulan
2l
Rp 237.100,00:
12 Rp 19.758,00
1.1.3 Endang Vidyawatiadalahseorang karyawatidenganstatusmenikah tanpa
anak, bekerjapada PT VenturaEntitidengangaji sebulansebesarRp
2.500.000,00.
Endang Vidyawati
membayar iuran pensiun danapensiun
ke
yang pendiriannyatelah disahkanoleh MenteriKeuangan sebesarRp
50.000,00sebulan.
Berdasarkan keterangan Pemda
surat dari tempatEndang
Vidyawati yangdiserahkan
berdomisili kepada pemberikerja,diketahui
bahwa
suaminyatidakmempunyai penghasilan
apapun.
/
Penghitungan Pasal
PPh 21
Gajisebulan Rp 2.500.000,00
Pengurangan:
1. BiayaJabatan
=
s% x Rp 2.500.000,00 Rp125.000,00
2. luranpensiun Rp 50.000,00
Rp 175.000,00
Penghasilan sebulan
neto Rp 2.325.000,00
Penghasilan setahun
neto
=
12x Rp2.325.000,00 Rp 27.900.000,00
PTKP
- untuk sendiri
WP Rp 15.840.000,00
- tambahan
karena
menikah Rp 1 . 3 2 0 . 0 0 0 , 0 0
Rp 17.160.000,00
Penghasilan Pajak
Kena setahun Rp 10.740.000,00
PPhPasal setahun
21
=
5% x Rp 10.740.000,00 Rp 537.000,00
PPhPasal sebulan
21
Rp 537.000,00:
12 = Rp 44.750,00
1.1.4 FirmaUtami karyawati
denganstatus menikahtetapibelummempunyaianak
bekerjapada PT Unggul Farmindo. Firma Utaml menerimagaji Rp
3.000.000,00
sebulan. Unggul
PT Farmindo mengikutiprogrampensiun
dan
jamsostek.
Perusahaanmembayar iuranpensiunkepada yang
danapensiun
pendiriannya disahkan
telah oleh lvlenteri
Keuangan, sebesar 40.000,00
Rp
sebulan.
FirmaUtamijuga membayar iuranpensiun Rp
sebesar 30.000,00 sebulan,
disamping perusahaan
ilu membayarkaniuranJaminan HariTua karyawannya
setiapbulansebesar3,70% gaji,sedangkan
dari Firma Utamimembayar iuran
Jaminan HariTua setiapbulansebesar dati gaji.Berdasarkan
2,00\"/\" surat
keterangan PemdatempatFirmaUtamibertempat tinggaldiketahuibahwa
suami FirmaUtamitidak mempunyai penghasilan apapun.PremiJaminan
Kecelakaan Keriadan JaminanKematiandibayarolehpemberi kerjadengan
jumlahmasing-masingsebesar1,00% 0,30% gaji
dan dari
Penghitungan Pasal :
PPh 21
Gajisebulan Rp3.000.000,00
PremiJaminanKecelakaan
Kerja Rp 30.000,00
PremiJaminanKematian Rp 9.000,00
Penghasilan sebulan
bruto Rp3.039.000,00
,*
10
Pengurangan:
1. Biayajabatan
5%x Rp3.039.000,00= Rp 151.950,00
2. luranPensiun RD 30.000.00
3. luranJaminan Tua
Hari Rp 60.000,00
Rp 241.950,00
Penghasilan sebulan
neto Rp 2.797.0s0,00
Penghasilan setahun
nelo
=
12x Rp 2.797.050,00 Rp 33.564.600,00
PTKP
- untuk sendiri
WP Rp 15.840.000,00
- tambahan
karena
menikah RD 1.320.000.00
Rp 17.160.000,00
Penghasilan Pajak
Kena adalah Rp 16.404.600,00
Pembutatan Ro 16.404.000.00
PPhPasal setahun
21
= Rp
5%xRp 16.404.000,00 820.200,00
PPhPasal sebutan
21
Rp 820.200,00:12 = Rp 68.350,00
Catatan:
Apabilasuami Firma Ulami bekerja,besarnyapTKp Firma Utami adalah
PTKP untuk sendiri
diri sebesar 15.840.000.00.
Rp
1.2 DENGAN
GAJIMINGGUAN GAJIHARIAN
DAN
Contoh-contohperhitunganberikut ini hanyaberlakubagi pegawaitetap (bukan
pegawal tidak tetap atau tenaga kerja lepas) yang gaiinya dibayar secara
mingguan atauharian.
1.2.1 GagukTrimanto,
menikah
dengan
satuanak,bekerja pegawai
sebagaj tetap
padaPerusahaan Teguh
PT menerima yangdibayar
Gemilang gaji mingguan
sebesar 600.000,00
Rp
Penghitungan Pasal :
PPh 21
Gaiisebulan
adalah
4 x Rp 600.000,00 Rp 2.400.000,00
Pengurangan:
BiayaJabatan
5%x Rp 2.400.000,00 Rp '1
20.000,00
Penghasilan sebulan
neto Rp 2.280.000,00
Penghasilan setahun
neto
12x Rp 2.280.000,00 Rp27.360.000,00
11 /
PTKP
- untuk sendiri
WP Bp 15.840.000,00
- tambahan
karenamenikah Rp 1.320.000,00
- tambahan
untukI anak Rp 1.320.000,00
Rp 18.480.000,00
Penghasilan Paiak
Kena setahun Rp 8.880.000,00
PPhPasal
21
=
5%x Rp8.880.000,00Rp 444.000,00
PPhPasal sebulan
21
Rp 444.000,00: = Rp 97.000,00
12
PPhPasal atasgaji/upah
21 mingguan
Rp 37.000,00:4 - Rp 9.250,00
1.2.2 Harun Santoso pegawaipada perusahaan PT Segara Hurip dengan
memperoleh gaji mingguansebesarRp 500.000,00. Harun kawin dan
mempunyai seorang anak.PT Segara Huripmasuk programJamsostek,premi
Jaminan Kecelakaan danpremi
Kerja Jaminan Kematian olehpemberi
dibayar
kerjadengan jumlahmasing-masingsetiap bulansebesar1,00% dan 0,30%
dari gaji. PT Segara Huripmembayar iuranJaminan HariTua setiapbulan
sebesar 3,70% gajidanHarun
dari membayar iuranpensiun 10.000,00
Rp dan
Jaminan Tuasebesar
Hari 2,00% gaji.
dari
Penghasilan (4
sebulan x Rp 500.000,00) Rp 2.000.000,00
Premi
Jaminan Kecelakaan
Kerja Rp 20.000,00
Preml
Jaminan Kematian Rp 6.000,00
Penghasilan
bruto Rp 2.026.000,00
Pengurangan :
1. Biayajabatan
5%x Rp 2.026.000,00 Rp 101.300,00
2. Iuranpensiun Rp 10.000,00
3. luranJaminan Tua
Hari Rp 40.000,00
Rp .300,00
151
Penghasilan sebulan
neto adalah Rp 1.874.700,00
Penghasilan setahun
neto
12x Rp 1.874.700,00 Rp 22.496.400,00
PTKP
- untukwajibpajak Rp 15.840.000,00
- tambahan karenamenikah Rp 1.320.000,00
- tambahan seoranganak Rp 1.320.000,00
Rp 18.480.000,00
Penghasilan Pajak
Kena setahun Rp 4.016.400,00
Pembulatan Rp 4.016.000,00
:/-
12
PPhPasal setahun
2'l
=
5%x Rp 4.016.000,00Rp 200.800,00
PPhPasal sebulan
21
Rp 200.800,00:
12 Rp 16.733,00
PPhPasal mingguan
21
Bp 16.733,00
:4 Rp 4.183,00
t.2.3 lmam Rahardipegawaitetap pada perusahaan Re.ioIndonusa
PT dengan
memperoleh yangdibayar
gaji harian
sebesar 80.000,00.
Rp lmamkawin dan
mempunyai seoranganak. PT Rejo Indonusa masuk programJamsostek,
premiJaminanKecelakaan Kerjadan premiJaminanKematian dibayaroleh
pemberikerjadenganjumlah masing-masing bulan
setiap sebesar 1,00% dan
0,30%darigaji.PT RejoIndonusa membayariuranJaminan HariTua setiap
bulan sebesar3,7Q%dati gaji dan lmam membayar iuran pensiunRp
'15.000,00 Jaminan Tuasebesar
dan Hari 2,00% gaji.
dari
sebulan 26 x Rp 80.000,00=
Penghasilan = Rp 2.080.000,00
PremiJaminanKecelakaan Kerja Rp 20.800,00
PremiJaminanKematian Rp 6.240,00
Penghasilan
bruto Rp 2.107.040,00
Pengurangan:
1. Biayajabatan
5%x Rp2.107.040,00 Rp 105.352,00
2. luranpensiun Rp 15.000,00
3. luranJaminan Tua
Hari Rp 41.600,00
Rp 161.952,00
Penghasilan sebulan
neto Rp 1.945.088,00
Penghasilan setahun
neto
12xRp 1.945.088,00 Rp 23.341
.056,00
PTKP:
- untukwajibpajak Rp 15.840.000,00
- tambahan karenamenikah Rp 1.320.000,00
- tambahan seoranganak Rp 1.320.000,00
Rp 18.480.000,00
Penghasilan
KenaPajaksetahun Rp 4 . 8 6 10 5 6 , 0 0
.
Pembulatan Rp 4 . 8 6 1 . 0 0 0 , 0 0
PPhPasal setahun
21
= Rp
5%xRp 4.861.000,00 243.050,00
PPhPasal sebulan
21
Rp 243.050,00:12= Rp 20.254,00
PPhPasal sehari
21
Rp 20.254,00
: 26 = Rp 779,00
IJ
' \"p
1.3 PENGHITUNGAN PASAL21 ATASPEMBAYAHAN
PPh UANGRAPEL
1.3.1 Ahmad Zakaria sebagaimana tersebut
dalam contohnomor 1.1.1, ataspada
di
bulanJuni 2009menerima kenaikan gaji,menjadi 3.500.000,00
Rp sebulan
dan berlakusurutsejak1 Januari2009.Dengan adanya gaji
kenaikan yang
berlaku surut tersebut maka Ahmad menerima rapel seiumlah Rp
5.000.000,00 (kekurangan untukmasaJanuaris.d. Mei 2009).Untuk
gaji
menghitung Pasal21 atasuangrapeltersebut,
PPh terlebihdahuludihitung
kembali PPh Pasal 21 untuk masa Januari s.d. Mei 2OO9atas dasai
penghasilansetelahada kenaikangaji.Dengan demikian penghitungan pph
Pasal21 terutangnya
adalah sebagaiberikut:
Gaji Rp 3.500.000,00
Pengurangan :
1. Biayaiabatan:
=
5%x Rp3.500.000,00 Rp 17s.000,00
2. luranPensiun Rp 100.000,00
Rp 27s.000,00
Penghasilan sebulan
neto Rp 3.225.000,00
Penghasilan setahun
neto :
12x Bp 3.225.000,00 Rp 38.700.000,00
PTKP
- untukwajibpajak Rp 15.840.000,00
- tambahan karenamenikahRp 1.320.000,00
Rp 17.160.000,00
Penghasilan Pajak
Kena Rp21.540.000,00
PPhPasal setahun
21
=
5%x Rp 21.540.000,00 Rp 1.077.000,00
PPh Pasal21 sebulan
Rp 1.077.000,00 12 =
: Rp 89.750,00
PPh Pasal21 Januaris.d Mei 2009seharusnva
adalah:
5 x Rp 89.750.00 Rp 448.750,00
PPh Pasal21 yangsudahdipotong Januaris.d. Mei 2OO9
5 x Flp42.250,00(dariperhitungan
contoh1.1.1)= Rp 211.250,00
PPh Pasal21 untukuang rapel Rp 237.500,00
t4
PENGHITUNGAN PEMOTONGAN PPh PASAL 21 TERHADAPPENGHASTLAN
BERUPA:JASA PRODUKSI,TANTIEM,
GRATIFTKASI.
TUNJANGANHARI RAYA
ATAU TAHUNBARU,BONUS, PREMI,
DAN PENGHASILANSEJENISLAINNYA
YANG SIFATNYATIDAK TETAP DAN PADA UMUMNYADIBERIKANSEKALI
DALAMSETAHUN
1.4.1 JokoQurnain(tidakkawin) padaPT Qolbu
bekerja Jayadenganmemperoleh
gajisebesar 2.000.000,00
Rp sebulan.
Dalam tahunyangbersangkutan
Joko
menerimabonus sebesar 5.000.000,00.
Rp SetiapbulannyaJokomembayar
iuranpensiun danaPensiun
ke yangpendiriannya disahkan Menteri
telah oleh
Keuangansebesar Rp60.000,00
Caramenghitung Pasal atasbonus
PPh 21 adalah:
1.4.1.a PPhPasal atasGaiidan Bonus(penghasilan
21 setahun):
(1
Gajisetahun 2xRp2.000.000,00) Rp 24.000.000,00
Bonus Rp 5.000.000,00
Penghasilan setahun
bruto Rp 29.000.000,00
Pengurangan:
'1 BiayaJabatan
.
=
5%x Rp 29.000.000,00Rp 1.450.000,00
2. luranpensiun
setahun
12x Rp 60.000,00 = Rp 720.000,00
Rp 2.170.000,00
Penghasilan setahun
neto Rp 26.830.000,00
PTKP
- untuk sendiri
WP Rp 15.840.000,00
Penghasilan Pajak
Kena Rp 10.990.000,00
PPhPasal21 terutang
=
5%x Rp 10.990.000,00 Rp 549.500,00
1.4.1.b PPhPasal atasGaiisetahun
21
(12
Gajisetahun x Rp2.000.000,00) Rp 24.000.000,00
Pengurangan :
1. BiayaJabatan
=
5%x Rp24.000.000,00Rp 1.200.000,00
2. luranpensiun
setahun
12x Bp 60.000,00 - Rp 720.000,00
Bp 1.920.000,00
Penghasilan setahun
neto Rp 22.080.000,00
PTKP
- untuk sendiri
WP Rp 15.840.000,00
Penghasilan Pajak
Kena Rp 6.240.000,00
PPhPasal terutang
21
=
5%x Rp 6.240.000,00 Rp 312.000,00
15
1.4.1.c PPhPasal atasBonus
21
PPhPasal21 atasBonusadalah:
- Rp
Bp 549.500,00 312.000,00= 237.500,00
Rp
1.4.2 KaryawatiKen Prameswari (tidak kawin)bekerjapada PT Prabu Kedaton
dengan gaji
memperoleh sebesar 2.750.000,00
Rp sebulan.Perusahaanikut
dalam programjamsostek-Premi Jaminan KecelakaanKerja dan premi
Jaminan Kematian iuranJaminan
dan Har!Tua dibayaroleh pemberikerja
setiapbulan masing-masing sebesar1,00%,0,30%dan 3,70%dari gaji.
Prameswarimembayar iuranPensiun 50.000,00 iuranJaminan
Rp dan Hari
Tuasebesar 2,0O% gajiuntuk
dati setiapbulan.
Dalam tahunberjalan juga
dia
menerima bonussebesar 4.000.000,00.
Rp
Caramenghitung Pasal atasbonus
PPh 21 adalah
sebagai
berikut:
1,4.2.a PPhPasal atasGaiidan Bonus(penghasilan
21 setahun)
(12
Gajisetahun x Flp2.750.000,00) Rp 33.000.000,00
Bonus Rp 4.000.000,00
PremiJaminan Kecelakaan
Keria
12x Rp 27.500,00 Rp 330.000,00
PremiJaminan Kematian
12 x Rp 8.250,00 Rp 99.000,00
Penghasilan setahun
bruto Rp 37.429.000,00
Pengurangan:
1. BiayaJabatan
= Rp
5%x Rp37.429.000,00 1.871.450,00
2. luranpensiun
setahun
12x Rp50.000,00 = Rp 600.000,00
3. luranJaminan Tua
Hari
12x Rp55.000,00 = Rp 660.000,00
Rp 3.131.450,00
Penghasilan setahun
neto Rp 34.297.550,00
PTKP
- untuk sendiri
WP Rp 15.840.000,00
Penghasilan
KenaPajak Rp 18.457.550,00
Dibulatkan Rp 18.457.000,00
PPhPasal terutang
21
=
5%x Rp 1A.457.000,00Rp 922.850,00
1.4.2,b PPhPasal atasGaiisetahun
21
(12 =
Gajisetahun x Rp 2.750.000,00) Rp 33.000.000,00
PremiJaminanKecelakaan
Kerja
12x Rp27.500,00 - Rp 330.000,00
PremiJaminanKematian
12x Rp8.250,00 - Rp 99.000,00
Jumlah Rp 33.429.000,00
76 ' /
Pengurangan:
1. BiayaJabatan
= Rp
5%x Rp33.429.000,00 1.671.450,00
2. luranDensiun
setahun
12x Rp 50.000,00 = Rp 600.000,00
3. luranJaminan Tua
Hari
12x Rp55.000,00 Rp 660.000,00
Jumlah Rp 2.931.450,00
Penghasilan setahun
neto = Rp 30.497.550,00
PTKP
- untukwP sendiri Rp 15.840.000,00
PenghasilanKena Pajak Rp 14.657.550,00
Pembulatan Rp 14.657.000,00
PPh Pasal 21 terutang
=
5% x Rp 14.657.000,00 Rp 732.850,00
1.4.2.c PPh Pasal 21 atas Bonus
PPhPasal atasBonus
21 adalah:
-
Rp922.850,00Rp732.850,00Rp 190.000,00
=
I.5 PENGHITUNGANPEMOTONGAN PPh PASAL 21 ATAS PENGHASILAN
PEGAWAIYANGDIPINDAHTUGASKAN
DALAMTAHUNBERJALAN
Pada saat pegawaidipindahtugaskan,pegawaiyang bersangkutantidak berhenti
bekerjadari perusahaan pegawai
tempatdia bekerja. yangbersangkutan masihtetap
bekerjapada perusahaan yang sama dan hanyaberubih lokasinyasaja. Dengan
demikiandalam penghitungan pasal21 tetapmenggunakan
Pph daiar penghitungan
selamasetahun.
penghitungan:
Contoh
AgusSaparudin yangberstatusbelummenikah adalahpegawai padapT Nusantara
MandiridiJatarta.
Sejak1 Juni2009dipindahtugaskanke kantor
cabang Bandung
di
dan pada1 Oktober 2009dipindahtugaskan ke kantor
lagi cabang Garut.
di GaiiAgui
Saparudinsebesar 3.500.000,00 pembayaran
Rp dan iuran pensiunyang dibayar
sendirisebulansejumlah 100.000,00.
Rp
Penghitungan Pasal21:
PPh
1.5.1 KantorPusatdi Jakarta
Gajisebulan Rp 3.500.000,00
Pengurangan
1. BiayaJabatan:
=
5%x Rp3-500.000,00 Rp 175.000,00
2. luranpensiun = Rp 100.000,00
Rp .175.000,00
Penghasilan sebulan
neto adalah Rp 3.325.000,00
/
17
Penghasilan setahun:
neto
12x Rp3.325.000,00 Rp 38.700.000,00
PTKP
- untuk sendiri
WP Rp 15.840.000,00
Penghasilan Pajak
Kena Rp 22.860.000,00
PPhPasal21 ierutangsetahun
=
5% xRp 22.860.000,00 Rp 1.143.000,00
PPhPasal21 terutang
sebulan
Rp 1.143.000,00:
12 - Rp 95.250,00
PPhPasal terutang harus
21 dan dipotong
untukmasaJanuari Mei2009
s.d.
adalah:
5/12x Rp 1.143.000,00 = Rp476.250,00
PPhPasal yangsudah
21 dipotong
masa Januari Mei2009adalah:
s.d.
5 x Rp 95.250,00 = Rp 476.250,00
PPh Pasal21 kurang(lebih)
dipotong N I H I L
Pengisian Bukti PemotonganPPh Pasal 21 (Form 1721 A1l di Kantor
Jakarta
Gaji(Januari Mei2009)
s.d.
5 x Rp3.500.000,00 Rp 17.500.000,00
Pengurangan
1. Biaya Jabatan
50/6 Rp 17.500.000,00= Rp 875.000,00
x
2. luran pensiun
5 x Rp 100.000,00 = Rp500.000,00
Rp 1.375.000,00
Penghasilan
neto5 bulanadalah Rp 16.125.000,00
Penghasilan neto disetahunkan:
1 2 l 5x R p 1 6 . 1 2 5 . 0 0 0 , 0 0 Rp 38.700.000,00
PTKP
- untukWP sendiri Rp 15.840.000,00
Penghasilan
Kena Pajakdisetahunkan Rp 22.860.000,00
PPh Pasal21 disetahunkan
5% x Rp 22.860.000,00 = Rp 1.143.000,00
PPhPasal21 terutang
5/12xRp1.143.000,00 = Rp 476.250,00
18
PPhPasal yang
21 telahdipotong dilunasi
dan
(Januari Mei2009)
s.d. adalah:
5 x Rp 95.250,00 = Rp 476.250,00
PPhPasal kurang
21 (lebih)
dipotong NIHIL
1.5.2 KantorCabangBandung
a. Penghasilan di Bandung
neto
GajiJunis.d.September
2009:
4 x Rp3.500.000,00 = Rp 14.000.000,00
Pengurangan
1. BiayaJabatan:
=
s% x Rp 14.000.000,00Rp 700.000,00
2. luranpensiun
a x Rp 100.000,00 = Rp 400.000,00
Rp 1.100.000,00
Penghasilan di Bandung
neto Rp 12.900.000,00
b. Penghasilan di Jakarta
neto Rp 16.125.000,00
penghasilan I bulan
Jumlah neto Rp 29.02s.000,00
Penghasilan disetahunkan:
neto
=
12l9x Rp 29.025.000,00 Rp 38.700.000,00
PTKP
- untuk sendiri
wP Rp 15.840.000,00
Penghasilan
Kena Paiakdisetahunkan Rp 22.860.000,00
PPhPasal disetahunkan:
21
=
5% x Rp 22.860.000,00 Rp 1.143.000,00
PPhPasal terutang
2'1 sebulan
Rp 1..143.000,00:
12 Rp 95.250,00
PPhPasal terutang harus
21 dan dipotong
untuk
masa Januari September adalah:
s.d. 2009
9/12 Rp 1.143.000,00
x Rp 857.250,00
PPhPasal21 terutang Jakarta
di
sesuai
dengan Form. 1721- Al Rp 476.250,00
PPhPasal yangsudah
21 dipotong Bandung
di
masa Junis.d.September adalah:
2009
4 x Rp95.250,00 Rp 381.000,00
21 (lebih)
PPhPasal kurang dipotong NIHIL
79
Pengisian
Bukti Pemotongan Pasal (Formulir
PPh 21 1221-Al) di Kantor
Bandung
Penghasilan di Bandung
neto
GajiJunis.d.September2009:
4 x Rp 3.500.000,00 Rp 14.000.000,00
Pengurangan:
1. BiayaJabatan:
5%x Rp 14.000.000,00 Bp 700.000,00
2. luranpensiun
4 x Rp 100.000,00 Rp 400.000,00
Rp 1.100.000,00
Penghasilan di Bandung
neto Rp 12.900.000,00
Penghasilan di Jakarta
neto Rp 16..125.000,00
penghasilan g bulan
Jumlah neto Rp 29.025.000,00
Penghasilan disetahunkan:
neto
12/9x Rp 29.025.000,00 Rp 38.700.000,00
PTKP
- untuk sendiri
WP Rp 1s.840.000,00
Penghasilan Pajak
Kena disetahunkan Rp 22.860.000,00
PPhPasal disetahunkan
21
=
5% x Rp 22.860.000,00 Rp 1.143.000,00
PPhPasal21 terutang
9/12 Rp 1.'143.000,00
x Rp 857.250,00
PPhPasal telah
21 dipotong dilunasi:
dan
Di Jakarta denganForm.1721- A1
sesuai Rp 476.250,00
Di Bandung x Rp95.250,00)
(4 Rp 381.000,00
PPhPasal kurang
21 (tebih)
dipotong NIHIL
1.5.3 KantorCabangGarut
a. Penghasilan di Garut
neto
GajiOktober Desember
s.d. 2009:
3 x Rp 3.500.000,00 Rp 10.500.000,00
Pengurangan
1. Biaya Jabatan
=
5% x Rp 10.500.000,00 Rp 525.000,00
2. luranpensiun
3 x Rp 100.000,00 Rp 300.000,00
Rp 825.000,00
Penghasilan
neto di Garut Rp 9.675.000,00
b . Penghasilanneto di Jakarta Rp 1 6 . 1 2 5 . 0 0 0 , 0 0
c. Penghasilan neto di Bandung Rp 12.900.000,00
Jumlahpenghasilan
netosetahun Rp 38.700.000,00
20
PTKP
- untuk sendiri
WP Rp 15.840.000,00
Penghasilan
KenaPajak Rp 22.860.000,00
PPhPasal21 terutang
setahun
5% x Rp 22.860.000,00 = Rp 1.143.000,00
PPhPasal21 terutang Jakarta
di dan Bandung
sesuai
dengan Form. -
1721 Al Rp 857.250,00
PPhPasal21 terutang Garut
di Rp 285.750,00
PPhPasal21 sebulan
yangharusdipotong Garut
di
Rp 285.750,00:3 Rp 95.250,00
PenglsianBuktl PemotonganPPh Pasal21 (Formufir1721- A1)di Kantor
Garut
Penghasilan di Garut
neto
GajiOktober Desember
s.d. 2009:
3 x Rp3.500.000,00 Rp 10.500.000,00
Pengurangan
1. BiavaJabatan:
506 Rp 10.500.000,00 Rp 525.000,00
x
2. luranpensiun
3 x Rp 100.000,00 Rp 300.000,00
Rp 825.000,00
Penghasilan di Garut
neto Rp 9.675.000,00
Penghasilan di Jakarta
neto Rp 16.125.000,00
Penghasilan di Bandung
neto Rp 12.900.000,00
penghasilan setahun
Jumlah neto Rp 38.700.000,00
PTKP
- untuk sendiri
WP Rp 15.840.000,00
Penghasilan
KenaPajak Rp 22.860.000,00
PPhPasal terutang
21
5% x Rp 22.860.000,00 Rp 1.143.000,00
PPhPasal21 terutang Jakarta
di dan Bandung
denganFotm.1721- A1
sesuai Rp 857.250,00
PPhPasal21 terutang Garut
di Rp 28s.750,00
PPhPasal21 telahdipotong 3 x Rp 95.250,00)
( Rp 285.750,00
PPhPasal21 kurang(lebih)
dipotong NIHIL
2l
I.6 PENGHITUNGANPEMOTONGANPPh PASAL 21 ATAS PENGHASILAN
PEGAWAIYANGBERHENTI
BEKERJA
ATAUMULAIBEKERJADALAMTAHUN
BERJALAN
1.6.1 Pegawai
BaruMulalBekeria
PadaTahunBerlalan
1.6.1.1 Penghltungan PPh Pasat 2t atas penghasilanpegawaiyang
kewallbanpaiak subiektifnyasebagaiSubiek paiak dalam negeri
sudah ada seiak awal tahun kalendertetapi baru bekeria pada
pertengahantahun.
Budiyanta bekerjapada PT Xiang Malamsebagaipegawai tetap
sejak 1 September2009.Budiyanta menikahtetapibelumpunya
anak. Gaji sebulanadalahsebesarRp 6.000.000,00 dan iuran
pensiunyangdibayar bulan
tiap sebesar 150.000,00.
Rp
Penghitungan Pasal tahun
PPh 21 2009adalah
sebagai
berikut:
Gaiisebulan Rp 6.000.000,00
Pengurangan:
1. BiayaJabatan
=
5%x Rp6.000.000,00 Rp 300.000,00
2. luranPensiun Rp 150.000.00
Rp 450.000,00
Penghasilan sebulan
neto Rp 5.5s0.000,00
Penghasilan setahun
neto
4 x Rp 5.550.000,00 Rp22.200.000,00
PTKP
- untuk sendirj
WP Rp 15.840.000,00
- tambahan kawin
WP Rp 1.320.000,00
Rp 17.160.000,00
Penghasilan Pajak
Kena setahun Rp 5.040.000,00
PPhPasal terutang
21
5ol\" Rp 5.040.000,00 = Rp 252.000,00
x
PPhPasal sebulan
21
Rp 252.000,00:4 = Rp63.000,00
1,6.1.2 Penghitungan PPh Pasal 2l atas penghasilan pegawaiyang
kewajibanpajak subiektlfnyasebagaiSubiek Paiakdalam negeri
dimulaiseielahpermulaan tahun paiak,dan mulai bekeriapada
tahunberialan
DavidRaisita(lV3)mulaibekerja September
1 2009.la bekerjadi
Indonesia Agustus
s.d. 2012.Selama Tahun2009menerima per
gaji
bulan 20.000.000.00
Ro
Penghitungan Pasal tahun
PPh 21 2009adalah
sebagai
berikut:
.22
Gajisebulan Rp 20.000.000,00
Pengurangan:
BiayaJabatan
= Rp
57\"X Rp 20.000.000,00 1.000.000,00
Maksimum diperkenankan Rp 500.000,00
Penghasilan sebulan
neto Rp 19.500.000,00
Penghasilan selama bulan
neto 4 Rp 78.000.000,00
Penghasilan disetahunkan:
neto
1214 Rp78.000.000,00
x Rp 234.000.000,00
PrKP (r(3)
- untuk sendiri
wP Rp 15.840.000,00
- tambahan kawin
WP Rp 1.320.000,00
- tambahan orang
3 anak
(3x Rp 1.320.000,00) Rp 3.960.000,00
Rp 21-120.000,00
Penghasilan
Kena Pajakdisetahunkan Rp212.880.000,00
PPh Pasal21 disetahunkan:
- 5% x Rp 50.000.000,00 Rp 2.500.000,00
- 15%x Rp 162.880.000,00 Rp 24.432.000,00
Ro 26.932.000.00
PPhPasal terutang
21 untuk
tahun2009
4112xAp 26.932.000,00 = Rp 8.977.333,00
PPhPasal terutang
21 sebulan:
1/4x Rp 8.977.333,00 - Rp 2.244.333,00
Pegawai
Berhenti
Bekeria
PadaTahunBerialan
1.6.2.1 Pegawai YangMasihMemitiki palakSubiektif
Kewaiiban Berhenti
Bekeria
Pada TahunBerialan
Arip Marwantoyang berstatus
belummenikah adalahpegawaipada
PT Mahakam -
Utama di Yogyakarta Dty. Selak 1 Oktober2009,
yangbersangkulan berhenti
bekerja PT Mahakam
di Utama.GajiArip
Marwantosetiap bulan sebesar Rp 9.500.000,00 dan yang
bersangkutan membayar iuranpensiun kepadaDanapensiun yang
pendiriannya telah mendapat persetujuanMenteri Keuangan
sejumlah 100.000,00
Rp setiap
bulan.
Penghltungan Pasal yangdipotong
PPh 21 setiapbulan:
Gajisebulan Rp3.500.000,00
Pengurangan
1. BiayaJabatan:
5%x Rp3.500.000,00 Bp 175.000,00
2. luranpensiun Rp 100.000,00
Rp 275.000,00
Penghasilan
neto Rp 3.22s.000,00
Penghasilan selahun
neto
12x Rp3.225.000,00 Rp38.700.000,00
PTKP
- untuk sendiri
WP Rp 15.840.000,00
Penghasilan Pajak
Kena Rp 22.860.000,00
PPhPasal21 terutang
=
5%x Rp 22.860.000,00Rp 1.143.000,00
PPhPasal yangharus
21 dipotong
sebulan:
Rp 1.143.000,00
: 12 = Rp95.250,00
PenghitunganPPh Pasal21 yang terutang selama bekeriapada
PT MahakamUtama dalam tahun kalender2OO9 (s.d. bulan
September2009)dilakukanpadasaat berhentibekeria:
Gaji(Januari September
s.d. 2009)
9 x Rp3.500.000,00 Rp 31.500.000.00
Pengurangan
'1 BiayaJabatan
. :
5%x Rp31.500.000,00= Rp 1.575.000,00
2. luranoensiun
9 X Rp 100.000,00 = Rp 900.000,00
Rp 2.475.000,00
Penghasilan 9 bulan
neto adalah Rp29.025.000,00
PTKP
-untuk sendiri
wP Rp 1s.840.000,00
Penghasilan Pajak
Kena Rp 13.185.000,00
PPhPasal terutang
21
= Rp
5%x Rp 13.185.000,00 659.250,00
PPhPasal21 terutang untukmasa
Januari September adalah
s.d. 2009 = Rp 659.250,00
PPhPasal yangsudah
21 dipotong
sampai
dengan Bulan Agustus
2009:
I x Rp 95.250,00= Rp 762.000,00
PPhPasal lebih
21 dipotong Rp 102.750,00
Catatan:
Kelebihanpemotongan PPh Pasal 21 sebesar Rp 102.750,00
dikembalikan
oleh PT MahakamUtama kepadayang bersangkutan
padasaatpemberian pemotongan Pasal .
bukti PPh 21
24
1.6.2.2 PegawaiBerhenli Bekeria Pada Tahun Berialan dan Sekaligus
Kehllangan
Kewaiiban PaiakSubiektif
LewisOshea(l(3) mulaibekerja 2004dan berhenti
Mei bekerjaseiak
1 Juni 2009 dan meninggalkan Indonesia negara asalnya
ke
(kehilangan pajak
kewajiban subjektif).
Selama tahun2009menerima
gaji perbulan
sebesar 15.000.000,00 padabulanApril2009
Rp dan
menerima bonussebesar 20.0000.000,00
Rp
A, Penghllungan Pasal atasgaii adalah:
PPh 21
Gaiisebulan Rp 15-000.000,00
Pengurangan:
BiayaJabatan
=
5%x Rp 15.000.000 Rp 750.000,00
Maksimum diperkenankan Rp 500.000,00
Netoatas gajisebulan
Penghasilan Rp 14.500.000,00
Penghasilan Netodisetahunkan:
12 x Rp 14.500.000,00 Rp 174.000.000,00
PrKP(r(3)
- unruk
wajibPajak Rp15.840.000,00
- tambahan kawin
WP Rp 1.320.000,00
- tambahan oranganak
3
(3x Rp 1.320.000,00)
Rp 3.960.000,00
Rp 21.120.000,00
Penghasilan Pajak
Kena Rp 152.880.000,00
PPhPasal atasgajisetahun:
21
5% x Rp 50.000.000,00 Rp 2.500.000,00
15% x Rp102.880.000,00 Rp 15.432.000,00
Rp 17.932.000,00
PPhPasal21 atasgajisebulan
Rp 17.932.000,00 =
: 12 Rp 1.494.333,00
B. Penghitungan Pasal atasgaii dan bonus:
PPh 21
Gajidisetahunkan
(12x Rp 15.000.000,00) Rp180.000.000,00
Bonus Bp 20.000.000,00
Rp200.000.000,00
Pengurangan:
BiayaJabatan:
= Rp
5%x Rp200.000.000,00 10.000.000,00
Maksimum diperkenankan
12x Rp.500.000,00 Rp 6.000.000,00
Penghasilan atasgajisetahun bonusRp194.000.000,00
Neto dan
25
PrKP(|(3)
- untuk
Waiib
Pajak Rp 15.840.000,00
- tambahan kawin R p 1 . 3 2 0 . 0 0 0 , 0 0
WP
- tambahan orang
3 anak
(3x Rp 1.320.000,00)
Rp 3.960.000,00
Rp 21.120.000,00
Penghasilan
Kena Pajak Rp172.880.000,00
PPh Pasal21 alas gajisetahundan bonus:
5% x Rp 50.000.000.00 Rp 2.500.000,00
15% x Ro122.880.000.00 Rp 18.432.000,00
Rp 20.932.000,00
C. Penghitungan Pasal21 atasBonus:
PPh
- Rp
Rp 20.932.000,00 17.932.000,00= 3.000.000,00
Rp
D. Penghitungan kembali PPh Pasal 21 terutang pada saat
pegawai yang bersangkutanberhenti dan meninggalkan
Indonesiauntuk selama-lamanya,
yang dicantumkan dalam
Form |721A1:
Gajiselama bulan
5
(5 x Rp 15.000.000,00) Bp 75.000.000,00
Bonus Rp 20.000.000,00
Jumlah penghasilan
seluruh selama bulan Rp 9s.000.000,00
5
Pengurangan:
BiayaJabatan:
= Rp
5%x Rp95.000.000,00 4.750.000,00
Maksimum dioerkenankan
5 x Rp.500.000,00 = Rp 2.500.000,00
Penghasilan selama bulan
Neto 5 Rp 92.500.000,00
Jumlah penghasilan diselahunkan
seluruh neto
12i5x Rp 92.500.000,00 Rp222.000.000,00
PTKP(I(3)
- untukwajib Pajak Rp 15.840.000,00
- tambahan kawin Rp 1.320.000,00
WP
- tambahan orang
3 anak
(3x Rp 1.320.000,00) 3.960.000,00
Rp
Rp 21.120.000,00
Penghasilan Pajak
Kena Rp 200.880.000,00
PPhPasal atasgajisetahun bonus:
21 dan
5% x Rp50.000.000,00 Rp 2.500.000,00
15% x Rp150.880.000,00 Rp 22.632.000,00
Rp 25.132.000,00
PPh Pasal21 terutangatas penghasilan bulan:
5
5/12x Rp 25.132.000,00 - Rp 10.471.667,00
26 *
PPhPasal telah
21 dipotongsampai
dengan
bulanApril2009atasgajidanbonus:
(4x Rp 1.494.333,00) 3.000.000,00=Rp 8.977.333,00
+ Rp
PPhPasal terutang harus
21 dan dipotong
Untuk
bulan 2009
Mei = Ro 1.494.333.00
Catatan:
Cara penghitungan atas berlakujuga bagi pegawai yang
di
kehilangan pada tahun berjalankarena
kewajibansubiektifnya
meninggaldunia.
1.7 PENGHITUNGAN
PEMOTONGAN PASAL21 ATAS PENGHASILAN
PPh YANG
SEBAGIAN
ATAUSELURUHNYA
DTPEROLEH
DALAMMATAUANGASING
NeillMc Learyadalahseorang
karyawanmemperoleh padabulanJanuari
gaji 2009
dalammatauangasingsebesar Kursyangberlaku
US$2,000sebulan. untukbulan
Januari2009 berdasarkan
KeputusanMenteri
Keuangan per
adalahRp 11.250,00
US$1.00. Neill Leary
Mc berstatus
menikah
dengan anak,
1
Penghitungan Pasal adalah'.
PPh 21
Gajisebulanadalah
:
US$2,000 Rp 11.250,00
x Rp 22.500.000,00
Pengurangan:
BiayaJabatan
= Rp
5%x Rp 22.500.000,00 1.125.000,00
Maksimum diperkenankan Rp 500.000,00
Penghasilan sebulan
neto Rp 22.000.000,00
Penghasilan setahun
neto
12 x Rp 22.000.000,00 Rp 264.000.000,00
PTKP
- untuk sendiri
WP Bp 15.840.000,00
- tambahankarenamenikah BD 1.320.000.00
- tambahanuntuk1 oranganak Rp 1.320.000,00
Rp 18.480.000,00
Penghasilan
Kena Pajak Rp 245.520.000,00
PPh Pasal21 terutangsetahun
5% x Rp 50.000.000,00 - Rp 2.s00.000,00
15% x Rp 195.520.000,00 - Rp 29.328.000,00
Rp 31.828.000,00
PPh Pasal2l sebulan:
R p 3 1 . 8 2 8 . 0 0 0 , 0 l0 := R p 2 . 6 5 2 . 3 3 3 , 0 0
2
n t
PPh PASAL 21 SELURUHATAU SEBAGIANDITANGGUNG
OLEH PEMBERI
KERJA
Dalamhal PPhPasal21 atasgaji pegawai
ditanggung pemberi
oleh kerja,pajakyang
ditanggungpemberi kerja tersebut termasuk dalam pengertiankenikmatan
sebagaimanadimaksud dalam Pasal8 ayat (1) huruf b dan bukanmerupakan
penghasilan
pegawai
yangbersangkutan.
Arip Mulyanaadalah seorang pegawaidari PT Lautan Otomatadengan status
menikah mempunyai oranganak.Diamenerima Rp 4.00O.OOO,OO
dan 3 gaji sebulan
dan PPh ditanggung pemberi
oleh kerja.Tiap bulania membayariuranpensiun
ke
dana pensiun yang pendiriannya
telah disahkan oleh MenteriKeuangansebesar
Rp 150.000.00
Gajisebulan Rp 4.000.000,00
Pengurangan:
1. BiayaJabatan
5% x Rp 4-000.000,00 Rp 200.000,00
2. luranpensiun Rp 150.000,00
Rp 350.000,00
Penghasilan sebulan
neto Rp 3.650.000,00
Penghasilan setahun
neto
12x Rp 3.650.000,00 Rp 43.800.000,00
PTKP
- untuk sendiri
WP Rp 15.840.000,00
- tambahan
karenamenikah Rp 1.320.000,00
- tambahan
untuk orang
3 anak Rp 3.960.000,00
Rp 21.120.000,00
Penghasilan Paiak
Kena Rp 22.680.000,00
PPhPasal setahun
21 adalah
5% xRp 22.680.000,00 =Rp 1.104.000,00
PPh Pasal2l sebulan:
R p 1 . 1 3 4 . 0 0 0 , 01 2
0: = Bp 94.500,00
PPh Pasal21 sebesar 94.500,00 ditanggung dibayar
Rp ini dan olehpemberi
kerja.
JumlahsebesarRp 94.500,00 dari penghasilan
tidak dapat dikurangkan Bruto
pemberi
kerjadan bukanmerupakanpenghasilan dikenakan
yang pajakkepadaArip
Mulyana.
Namun pemberi
apabila kerja adalah
bukan WajibPajakselain pemerintah Wajib
atau
Pajak yang pengenaanpajaknyaberdasarkan Pph final atau berdasarkan norma
penghitungankhusus (deernedprofitl, maka kenikmatanberupa pajak yang
ditanggungpemberikerja ditambahkan dalampenghasilan pegawai
ke dari yang
bersangkutan, penghilungan
dan pajaknyadilakukan
sesuai contohNomor 1.9.
28
I.9 PENGHITUNGAN
PEMOTONGAN PASAL21 TEHHADAP
PPh PEGAWAI
TETAP
YANGMENERIMA
TUNJANGAN
PAJAK
Dalam kepada
hal pegawaidiberikan pajak,
tunjangan makatunjanganpajak
tersebut
merupakan penghasilanpegawai yang bersangkutandan ditambahkanpada
penghasilan diterimanya.
yang
penghitungan:
Contoh
Peri lrawan(statuskawindengan3 oranganak)bekerjapadaPT KartikaKawashima
Pionirindo dengan gaji
memperoleh sebesar 2.500.000,00
Rp sebulan.
KepadaPeri
lrawan diberikan pajaksebesar 25.000,00.
tunjangan Rp luranpensiun
yangdibayar
olehPerilrawanadalah sebesar 25.000.00
RD sebulan.
Penghitungan Pasal adalah
PPh 21 :
Gajisebulan Rp 2.500.000,00
Tunjanganpajak Bp 25.000,00
Penghasilan sebulan
bruto Rp 2.525.000,00
Pengurangan:
1. BiayaJabatan
5%xRp 2.525.000,00 = Rp 126.250,00
2. luranpensiun = Rp 25.000,00
Rp 151.250,00
Penghasilan sebulan
neto Rp 2.373.750,00
Penghasilan setahun
neto
12x Rp 2.373.7s0,00 Rp 28.485.000,00
PTKP
- untuk sendiri
wP Rp 15.840.000,00
- tambahan
karenamenikah Rp 1.320.000,00
- tambahan
untuk orang
3 anak Rp 3.960.000,00
Rp 21.120.000,00
Penghasilan
KenaPajak Rp 7.365.000,00
PPh Pasal 21 setahun adalah 5o/\"x Rp 7.365.000,00= Rp 368.250,00
PPh Pasal21 sebulanadalah Rp 368.250,00:12 - Rp 30.688,00
Selisihpajakterutangdengantunjangan -
pajakadalahRp 30.688,00 Rp 25.000.00=
Rp 5.688,00dapat ditanggungoleh pegawaitersebutyaitu dengandipotongkan
dari
penghasilan bulanyang bersangkutan oleh pemberikerja/pemotong
atau ditanggung
pajak.
ApabilaselisihsebesarBp 5.688,00
tersebutditanggungoleh pemberikerja/pemotong
pajak maka jumlahtersebutbukan merupakan biayayang dapat dikurangkandalam
menghitung PenghasilanKena Pajakpemberi kerja/pemotongpajak.
29
I.1O PENGHITUNGANPPh PASAL 21 ATAS PENERIMAANDALAM BENTUKNATURA
DAN KENIKMATAN LATNNYA YANG DIBERIKAN OLEH WAJIB PAJAK YANG
PENGENAAN PAJAK PENGHASILANNYA BERSIFAT FINAL ATAU
BERDASARKAN NORMA PENGHITUNGANKHUSUS (DEEMED PROFIN
Qalbun Junaidi adalah warga negara Rl yang bekerja pada suatu perwakilandagang
asingyang pengenaan pajaknyamenggunakan normapenghitungan khusus(deemed
profit), mempercleh gaji sebesar Rp 1.500.000,00sebulan beserta beras 30 kg dan
gula 10 kg. QalbunJunaidiberstatus menikahdengan1 orang anak. Nllai uang dari
beras dan gula dihitungberdasarkanharga pasar yaitu :
Hargaberas : per
Rp 10.000,00 kg.
Hargagula : per
Rp 8.000,00 kg.
Penghitungan Pasal
PPh 21
Gajisebulan Rp 1.500.000,00
Beras 30 x Rp 10.000,00
: Rp 300.000,00
Gula : 10x Rp 8.000,00 Rp 80.000,00
Penghasilan sebulan
bruto Rp 1.880.000,00
Pengurangan:
BiayaJabatan
5%x Rp 1.880.000,00 Rp 94.000,00
Penghasilan sebulan
neto Rp 1.786.000,00
Penghasilan setahun
neto
12xRp I.786.000,00 Rp 21.a32.000,00
PTKP
- untuk sendiri
WP Rp 15-840.000,00
- tambahan
karenamenikah Rp 1.320.000,00
- tambahan
untuk1 oranganak Rp 1.320.000,00
Rp 18.480.000,00
Penghasilan
KenaPajak Rp 2.952.000,00
PPhPasal setahun
21 adalah
=
5%x Rp 2.952.000,00 Rp 147.600,00
PPhPasal sebulan
21 :
Rp 147.600,00:
12 Rp 12.300,00
I.11 Perhitungan PPh Pasal21 Bagi Pegawai
Tetapyang Baru MemilikiNpWp pada
Tahun Berialan
WahyuSantosa, statusbelummenikah dan tidak memilikitanggungankeluarga,
bekerjapadaPT FaiarSejahteradengan gaji
memperoleh dan tunjangan setiapbulan
sebesar Rp5.500.000,00, yang bersangkutan
dan membayar iuranpensiunkepada
perusahaan DanaPensiun yangpendiriannya disahkan
telah olehMenteriKeuangan
setiapbulansebesar Rp200.000,00.
Wahyu SantosabarumemilikiNPWP padabulan
Juni 2009 dan menyerahkanfotokopikartu NPWPkepadaPT FajarSejahtera untuk
digunakan sebagaidasarpemotongan Pasal bulan
PPh 21 Juni.
30
Perhitungan Pasal yangharus
PPh 21 dipotong
setiapbulanuntukbulanJanuari-Mei
2009adalahsebagai
berikut:
Gajidantun.iangan
sebulan Rp 5.500.000,00
Pengurangan:
1. BiayaJabatan
=
5% x Rp 5.500.000,00Rp 275.000,00
2. luranpensiun: Rp 200.000,00
Rp 475.000,00
Penghasilan atasgajidantunjangan
Neto sebulan Rp 5.025.000,00
Penghasilan setahun:
Neto
12x Rp5.025.000,00 Rp 60.300.000,00
PrKP Ol(0)
- untukWajibPajak Rp 15.840.000,00
Penghasilan Pajak
Kena Rp 44.460.000,00
PPhPasal ataspenghasilan
21 setahun:
5ol\"x Rp 44.460.000,00 Rp 2.229.000,00
PPh Pasal21 atas gajisebutan
Rp 2.223.000.00 2 =
:1 Rp 185.250,00
PPhPasal yangharus
21 dipotong yangbersangkutan
karena belummemiliki
NpWp:
120%x Rp 185.250,00 Rp 222.300,00
=
JumlahPPh Pasal21 yang dipotong
2009 = S x Rp 222.900,00
dariJanuari-Mei = R p1 . 1 1 1 . 5 0 0 , 0 0
JumlahPPh Pasal21 terutang apabila
Yang bersangkutan
memiliki NPWp=
5 x Rp 185.250.00 = Rp 926.250,00
Selisih(20%x 5 x Rp 185.250,00) - Rp 185.250,00
PenghitunganPPh Pasal21 terutangdan yang harusdipotonguntukbulanJuni 2009,
setelahyang bersangkutanmemilikiNPWP dan menyerahkan fotokopikartu NpWp
kepadapemberikerja,dengancatatangaji dan tunjanganuntukbulanJuni 2OO9 tidak
berubah,adalahsebagaiberikut:
PPh Pasal21 terutang
sebulan(samadengan
Perhitungan
sebelumnya) Rp 185.250,00
Diperhitungkan
denganpemotongan tambahan
atas
20%sebelum memiliki
NPWP (Januari-Mei
2009)
2oo/ox5x I85.250.00
RD (Rp 185.250,00)
PPhPasal yangharus
21 dipotong
bulan
Juni2OOg Nihil
Apabila Wahyu Santosa baru memiliki NPWP pada akhir November 2009 dan
menyerahkan fotokopikartu NPWP sebelumpemotongan pph pasal 21 untuk bulan
Desember2009, denganasumsi penghasilan setiapbulan besarnyasama dan tidak
ada penghasilan selainpenghasilan
lain tetapdan teratursetiapbulantersebut,maka
perhitunganPPh Pasal 21 yang harus dipotongpada bulan Desember2OO9 adalah
sebagaiberikut:
PPhPasal terutang
21 (sama
sebulan dengan
Perhitungansebelumnya) Rp 185.250,00
Diperhitungkandengan pemotongan tambahan
atas
20%sebelum memiliki
NPWP (Januari-November
2009)
20/. x 11x Rp 185.250,00 (Rp 407.550,00)
PPhPasal yangharus
21 dipotong
bulanDesember
2009 (Rp 222.300,00)
Karena jumlah yang diperhitungkan lebih besar daripada jumlah PPh Pasal 21
terutang untuk bulan Desember 2009, maka jumlah PPh Pasal 21 yang harus
dipotonguntuk bulan iersebut adalah Nihil. Jumlah sebesar Rp 222.300,00 dapat
diperhitungkandengan PPh Pasal 21 untuk bulan-bulan selanjutnyadalam tahun
kalenderberikutnya.Karenajumlahtersebut sudahdiperhitungkan denganPPh Pasal
21 terutanguntukbulan-bulanberikutnya,jumlahtersebut tidaktermasuk dalamkredit
pajak yang dapat diperhitungkan oleh pegawai tetap dalam Surat Pemberitahuan
TahunanPajakPenghasilan Wajib PajakOrangPribadi yang bersangkutan.
Perhitungan
PPh Pasal21 terutanguntuktahun2009,dimanaWahyu Santosasudah
memilikiNPWPpada akhirbulan November 2009sebelumpemotonganPPh Pasal21
bulanDesember2009 adalahsebaoaiberikul:
Gajidantunjangan setahun:
Bp 5.500.000,00 x 12 Rp66.000.000,00
Pengurangan:
BiayaJabatan
=
5%x Rp66.000.000,00Rp 3.300.000,00
luranpensiun:
Rp 200.000,0012 = Rp 2.400.000,00
x
Rp 5.700.000,00
Penghasilan
Netosetahun Rp 60.300.000,00
PrKP (Tlvo)
- untuk
WajibPajak Rp 15.840.000,00
Penghasilan Pajak
Kena Rp 44.460.000,00
PPhPasal ataspenghasilan
21 setahun:
5% x Rp 44.460.000,00 Rp 2.223.000,00
PPhPasal yang
21 telahdipotong:
Bulan -
Januari November 2009
1l xRp222.300 = Rp 2.445.300,00
BulanDesember2009 =Rp 0,00
Rp .2.445.300,00
PPhPasal lebih
21 dipotong
untukdiperhitungkan
padabulan
selanjutnya
dalam tahunkalender (Rp
berikutnya 222.3OO,OOI
KarenajumlahsebesarRp 222.300,00 denganPPh Pasal21
sudahdiperhitungkan
terutangbulan berikutnya
oleh PemotongPPh Pasal21, makajumlahyang dapai
dikreditkan
dalamSurat Pemberitahuan TahunanPajakPenghasilanWajib Pajak
Orang pegawai
Pribadi yangbersangkutan
sebesar 2.223.9Qo,o0
Rp
32
t
1.12 Penghitungan PPh Pasat2i yang Harus Dipotong Pada Masa Paiak Terakhir,
yaitu:
a. Bulan Desember untuk Pegawai Tetapyang Bekeriasampaidenganakhir
tahun kalender;
b, Bulan TerakhirMemperolehGali atau penghasilanTetapdan TeraturKarena
yang BersangkutanBerhentiBekeria.
1.12.1 Penghitungan Pasal yangHarusDipotong
PPh 21 padaBulanDesember.
a. DalamHal Penghasilan Tetapdan TeraturSetiapBulan Sama/Tidak
Berubah,
makaiumlahPPhPasal21 yangharusdipotongpadabulan
Desember besarnyasama denganyang dipotongpada bulan-bulan
sebelumnya.
b. Dalam Hal BesarnyaPenghasilan Tetap dan Teratur Setiap Bulan
MengalamiPerubahan,
JakaLelana, statusbelummenikah tidakmemiliki
dan tanggungankeluarga,
bekerjapada PT LazuardiInternusa gaji
denganmemperoleh dan tunjangln
setiapbulansebesar 5.500.000,00, yang bersangkutan
Rp dan membayar
iuran pensiun kepadaperusahaan Dana pensiunyang pendiriannya
telah
disahkanolehMenteri Keuangan setiapbulansebesar 200.000,00.
Rp Mulai
bulanJuli 2009,JakaLelana memperoleh penghasilan setiap
kenaikan tetap
bulanmenjadi sebesar 2.000.000,00.
Rp
Perhitungan
PPh Pasal21 yang harusdipotong
setiapbulanuntukbulan
Januari-Juni adalah
2009 sebagai
berikut:
Gajidantunjangan
sebulan Rp 5.500.000,00
Pengurangan:
BiayaJabatan
=
5%x Rp5.500.000,00Rp 275.000,00
luranpensiun: = Rp 200.000,00
Rp 47s.000,00
Penghasilan atasgajidantunjangan
Neto sebulanRp 5.025.000,00
Penghasilan setahun:
Neto
'12 Rp
x 5.025.000,00 Rp 60.300.000,00
PTKP(lvo)
- untukwajib Pajak Rp 15.840.000,00
Penghasilan Pajak
Kena Rp 44.460.000,00
PPhPasal atasgajisetahun:
21
5% x Rp 44.460.000,00 Rp 2.223.000,00
PPhPasal atasgajisebulan
21
Rp 2.223.000,00: =
12 Rp 185.250,00
Perhitungan Pasal yangharus
PPh 21 dipotong
setiap
bulanuntukbulanJuli-
November 2009adalah sebagai
berikut:
Gajidantunjangansebulan Rp 7.000.000,00
Pengurangan:
BiayaJabatan
=
5olo Rp 7.000.000,00Rp 350.000,00
x
luranpensiun: = Rp 200.000,00
Rp 550.000,00
Penghasilan atasgaiidantunjangan
Neto sebulanRp 6.450.000,00
33
Penghasilan setahun:
Neto
12x Rp6.450.000,00 Rp 77.400.000,00
PTKP(TKO)
- untuk
WajibPajak Rp 15.840.000,00
Penghasilan
KenaPajak Rp 61.560.000,00
PPhPasal ataspenghasilan
21 setahun:
5% x Rp 50.000.000,00 Rp 2.500.000,00
15%x Rp 11.s60.000,00 Rp 1.734.000,00
Rp 4.234.000,00
PPhPasal yangharus
21 dipotong
setiap
bulan:
Rp4.234.000,00: = Rp3s2.833,00
12
Perhitungan Pasal yangharus
PPh 21 padabulan
dipotong Desember
2OOg:
Penghasilanselama
setahun:
(6 x Rp5.500.000,00) x Rp 7.0OO.OOO,O0) 75.000.000,00
+ (6 = Rp
Pengurangan:
BiayaJabatan:
5%x Rp75.000.000,00 = Rp3.750.000,00
lurangPensiun:
12x Bp 200.000,00 = Rp2.400.000,00
Rp 6.150.000,00
Penghasilan Neto Rp68.850-000,00
PTKP (TKO)
- untukwajib Pajak Rp 15.840.000,00
Penghasilan
Kena Pajak Rp s3.010.000,00
PPh Pasal2'l terutang:
5% x Rp 50.000.000,00 Rp 2.500.000,00
1 5 %x R p 3 . 0 1 0 . 0 0 0 , 0 0 Rp 451.500,00
Rp 2.951.500,00
PPhPasal yangtelah
21 dipotong
s.d.
November 2009:
(6x Rp 185.250,00)(5x Rpss2.833,00)
+ Rp 2.875.365,00
PPhPasal yangharus
21 padabulan
dipotong
Desember
2009 Rp 76.135,00
1.12.2 PenghitunganPPh pasal 2i yang HarusDipotongpada BulanTerakhir
PegawaiTetap MemperolehpenghasllanTetapdan ieratur Karenayang
Bersangkutan
BerhentiBekeria sebelumBulanDesember
Contoh:
Lihat
Contoh pegawai
1.6.2. Berhenti padaTahun
Bekeria Berjalan
ll. PENGHITUNGAN PASAL ATASUANGPENSIUN
PPh 21 YANGDIBAYARKAN
SECARA
BERKALA(BULANAN)
ll.1 PenghitunganPPh Pasal21 PadaTahunpertamaDibayarkannya
Uangpensiun
SecaraBulanan
34
PPh 21 pemberi
11.1.1 Penghilungan Pasal di Tempat KeljaSebelumpensiun.
Apabilawaktupensiun sudahdapatdiketahui denganpastipadaawaltahun,
misalnya berdasarkan
ketentuan yang berlakudi tempatpemberi keriayang
dikaitkandenganusia pegawaiyang bersangkutan, maka perhitungan pph
Pasal terutang
21 sebulandihitung
berdasarkan penghasilan pajak
kena yang
akan diperoleh dalam periodedimanapegawai yang bersangkutan akan
bekerjadalam tahunberjalan
sebelummemasuki masapensiun.
Namun,apabila waktu pensiunbelumdapatdiketahuidenganpasti pada
waktumenghitung PPh Pasal21 yang terutanguntuksetiapbulan,maka
penghitungan Pasal21 didasarkan
PPh pada perkiraan
penghasilanneto
setahun padacontoh 1.6.2.1.
seperti PenghitunganPemotongan Pasal
PPh
21 atas Penghasilan
Pegawai yang MasihMemiliki
Kewajiban
PajakSubjektif
BerhentiBekerjapadaTahun Berialan.
Contoh:
RadenSuryaman, berstatuskawindengan2 (dua)oranganak yang masih
menjaditanggungan, bekerjasebagai tetap padapT IndoRejoAbadi
pegawai
dengan gajisebulansebesar 5.000.000,00.
Rp Raden Suryaman setiap
bulan
membayar iuranpensiunsebesar 250.000,00 DanaPensiun
Rp ke Swadhana
Utama yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan.
Berdasarkan ketentuanyang berlaku PT IndoRejoAbaditerhitung
di mulai1
Juli2009,Raden Suryaman akanmemasuki masapensiun.
Penghitungan Pasal21 sebulan:
PPh
Gajisebulan
Rp 5.000.000,00
Pengurangan
1. Biayajabatan:
=
5%X Rp 5.000.000,00 Rp250.000,00
2. luranpensiun Rp 250.000,00
Rp 500.000,00
Penghasilan sebulan
Neto Rp 4.500.000,00
Penghasilan 6 bulan
Neto (masa
bekerja
Januari Juni2009)
s.d.
Rp4.500.000.00
x6
Rp 27.000.000,00
PTKP
- untuk sendiri
WP Ro 15.840.000.00
- tambahan
karenamenikah Rp 1.320.000,00
- tambahan
untuk orang
2 anak Rp 2.640.000,00
Rp 19.800.000,00
Penghasilan Pajak
Kena Rp 7.200.000,00
PPhPasal terutang: x Rp 7.200.000,00
21 5% Rp 360.000,00
PPhPasal terutang
21 sebulan: 360.000,00
Bp :6 Rp 60.000,00
Pada saat Raden Suryaman berhentl bekerla dan memasukl masa
pensiun, maka pemberi keria memberikanbukti pemotongan
PPh Pasal
21 (Form 1721A1l dengandata sebagaiberlkut:
Gajiselama bulan 6 x Rp 5.000.000,00
6 : Rp 30.000.000,00
35 ,l
Pengurangan
1. Biayajabatan:
5%X Rp 30.000.000,00 Rp 1.s00.000,00
2. luranpensiun:
6 x Rp 250.000,00 Rp 1-500.000,00
Rp 3.000.000,00
Penghasilan selama bulan
Neto 6 Rp 27.000.000,00
PTKP:
- untuk sendiri
WP Bp 15-840.000,00
- tambahan
karena menikah Rp 1.320.000,00
-tambahanuntuk2 oranganak Rp 2.640.000,00
Rp 19.800.000,00
Penghasilan Pajak
Kena Rp 7.200.000,00
PPhPasal terutang
2l (5%x Rp 7.200.000,00) Rp 360.000,00
PPhPasal telah
21 (6
dipotong x Rp 60.000,00) Rp 360.000,00
PPhPasal kurang
21 (lebih)
dipotong NIHIL
Apabilapemotongan Pasal seiiap
PPh 21 bulan padapenghasilan
didasarkan
yang disetahunkan, karenapada saat perhitunganbelumdiketahui secara
pastisaat pensiunatau berhenti makapadasaat penghitungan
bekerja, pph
Pasal21 terutanguntukmasaterakhir(saatpensiunatau berhenti bekerja),
akanterjadikelebihanpemotongan PPh Pasal21 atas penghasilan
pegawai
yang bersangkutan,yang harus dikembalikanoleh pemotongpajak kepada
pegawaiyangbersangkutan.
11.1.2 Penghitungan Pasal oleh DanaPensiun
PPh 21 yangMembayarkan
Uang
PensiunBulanan.
Untuk kemudahan kesederhanaan pegawai
dan bagi yangpensiun dalam hal
yang bersangkutan mempunyai
tidak penghasilan
selaindari pekerjaan
dari
satupemberi kerjadanuangpensiun, DanaPensiun menghitung pemotongan
PPh Pasal21 aias uang pensiun padatahunpertama pegawai menerima
uangpensiun dengan berdasarkanpadagunggungan penghasilan dari
neto
pemberi kerjasampai dengan pensiun perkiraan
dan uangpensiun yangakan
diterimadalamtahunkalender yangbersangkutan. DanaPensiun
Agar dapat
melakukan pemotongan Pasal21 sepertiitu, makapenerima
PPh pensiun
harus segeramenyerahkan pemotongan Pasal (Formulir.l721
'111721 dari pemberi bukti
A-2) kerjasebelumnya.
PPh 21 A-
Melanjutkan
Contoh
Sebelumnya:
Selanjutnya,
mulai bulan Juli 2009 Raden Suryaman memperoleh uang
pensiundari Dana PensiunSwadhana Utama sebesarRp 3.000-000,00
sebulan.Penghitungan Pasal21 terutang
PPh atas uang pensiunadalah
sebagai
berikut.
Pensiun
sebulan
adalah Flp 3.000.000,00
36 t
Pengurangan:
Biayapensiun x Rp3.000.000,00
5% = Rp 150.000,00
Penghasilan sebulan
neto Rp 2.850.000,00
Penghasilan Julis.d.Desember
neto 2009
6 x Rp 2.850.000,00 Rp 17.100.000,00
Penghasilan dari PT IndoRejoAbadi
neto
sesuai
dgn buktipemotongan Pasal21 adalah
PPh \"l 27.000.000,00
penghasilan tahun
Jumlah neio 2009 Rp 44.100.000,00
PTKP
- untuk sendiri
wP Rp 15.840.000,00
- tambahan
karenamenikah Rp 1.320.000,00
- tambahan
untuk orang
2 anak Rp 2.640.000,00
Rp 19.800.000,00
Penghasilan
KenaPajak Rp 24.300.000,00
PPhPasal21 terutang
adalah:
5% x RD24.300.000.00= Rp 1.215.000,00
PPhPasal terutang PT IndoRejo
21 di Abadi
sesuai
dengan pemotongan Pasal
bukti PPh 21
(Form1721A1) Rp 360.000,00
padaDanaPensiun
PPhPasal terutang
21
Swadhana
Utama,selama bulan
6 adalah Rp 855.000,00
PPhPasal atasuangpensiun
21 yangharus
dipotong bulan
tiap adalah:
=
Rp855.000,00:6 Rp 142.500,00
Penghitungan kembali PPh Pasal 21 oleh Dana Pensiun Swadhana
Utamauntuk dicantumkandalamForm 1721A1l
Pensiun
selama bulan: x Rp 3.000.000,00
6 6 Rp 18.000.000,00
Pengurangan:
pensiun:
Biaya
=
5%x Rp 18.000.000,00 Rp 900.000,00
Penghasilan 6 bulan
neto Rp 17.100.000,00
Penghasilan dariPT IndoRejo
neto Abadi
sesuai
dengan pemotongan Pasal
bukti PPh 21
adalah *l 27.000.000,00
penghasilan tahun
Jumlah neto 2009 Rp 44.100.000,00
PTKP
- untuk sendiri
WP Rp 15.840.000,00
- tambahan
karenamenikah Rp 1.320.000,00
- tambahan
untuk2 oranganak Rp 2.640.000,00
Rp 19.800.000,00
/
Penghasilan Pajak
Kena Rp 24.900.000,00
PPhPasal terutang
21 adalah:
=
5%x Rp24.300.000,00 Rp j.215.000,00
PPhPasal21 terutang PT IndoRejoAbadi
di
sesuai
dengan buktipemotongan PPhPasal 21
(Form172141) Rp 360.000,00
PPhPasal terutang
21 padaDanaPensiun
Swadhana
Utama,selama bulan
6 adalah Rp B55.OOO,O0
PPhPasal telah
21 dipotong: x Rp 142.500,00
6 Rp 855.000,00
PPhPasal kurang
21 (lebih)
dipotong NIHIL
ll.2 PenghitunganPPh Pasal21 Atas pembayaran
Uang pensiun SecaraBulanan
PadaTahun Keduadan Setetusnya.
Denganmenggunakan contoh penghitungan pasal21 atasuang
sebelumnya, pph
pensiun
bulananmulai
Januari2010(tahun
keduayangbersangkutan
pensiun)
adalah
sebagai
berikut.
Pensiunsebulan
adalah Rp 3.000.000,00
Pengurangan:
Biayapensiun
=
5%x Bp 3.000.000,00 Rp 150.000,00
Penghasilan sebulan
neto Rp 2.850.000,00
Penghasilan disetahunkan
neto
12 x Rp 2.850.000,00 Rp 34.200.000,00
PTKP:
- untuk sendiri
WP Rp 15.840.000,00
- tambahan
karenamenikah Ro 1.320.000.00
- tambahan
untuk orang
2 anak Rp 2.640.000,00
Bp 19.800.000,00
Penghasilan Pajak
Kena Rp 14.400.000,00
PPhPasal setahun:
21
=
5%xRp 14.400.000,00 Rp720.000,00
PPh Pasal21 sebulan
R p 7 2 0 . 0 0 0 , 0:01 2 = Rp 60.000,00
III. PENGHITUNGAN PEMOTONGAN PPh PASAL 21 TERHADAP PENGHASILAN
PEGAWAI HARIAN, TENAGA HARIAN LEPAS. PENERIMAUPAH SATUAN. DAN
PENERIMAUPAHBORONGAN
III.1 DENGAN
UPAHHARIAN
lll.1.1 Sentotdenganstatusbelum menikahpada bulan Januari2009 bekerja
sebagaiburuhharianpada PT HarapanSentosa. bekerjaselama10 hari
la
danmenerima upahharian
sebesar 150.000,00.
RD
38
Penghitungan Pasal terutang:
PPh 21
Upahsehari Rp 15O.OO0,OO
Dikurangi
batasupahharianiidakdilakukan
pemotonganPPh Rp 150.000,00
Penghasilan
KenaPajakSehari Rp 0,00
PPhPasal dipotong Upah
21 atas sehari: Rp O,OO
Sampaidengan ke-8,karena
hari jumlah upahyangditerima
kumulatif belum
melebihi 1.320.000,00, tidakadaPPhPasal yangdipotong.
Rp maka 21
Padaharike-gjumlah upahyangditerima
kumulatif melebihi 1.320.000,00,
Rp
maka PPh Pasal21 terutang
dihitung
berdasarkanupah setelahdikurangt
PTKPyangsebenarnya.
Upah harike-9 (Rp150.000,009)
s.d x Rp 1.3S0.O0O,OO
PTKPsebenarnya:
9 x (Rp15.840.000,00
/ 360) Rp 396.000,00
Penghasilan
Kena Pajaks.d hari ke-g Rp 954.000,00
PPh Pasal 2l lerutang s.d hari ke-g
5% x Rp 954.000,00 Rp 47.700,OO
PPh Pasal21 yangtelahdipotong harike-8
s.d Rp O,OO
-;;.til^tt
PPhPasal yangharus
21 padaharike-g
dipotong il
Sehinggapadaharike-g,upahbersihyangditerima
Sentot
sebesar:
- = Rp
Rp 150.000,00Rp47.7O0,0O 102.300,00
l\\4isalkan
Sentot
bekerjaselama10 hari,makapenghitungan Pasal21
PPh
yang harusdipolongpadaharike-10adalahsebagai
berikut:
Padaharikerja jumlahPPhPasal yang
ke-10, 21 dipotong
adalah:
Upahsehari Rp 150.000,00
PTKPsehari
- untuk sendiri 15.840.000,00
WP (Rp : 360) Rp 44.000,00
Penghasilan Pajak
Kena Rp 106.000,00
PPhPasal terutang
21
5%x Rp 106-000,00 Rp 5.300,00
Sehinggapadaharike-10,
Sentot
menerimaupahbersih
sebesar:
- =
Rp 150.000,00Rp 5.300,00 Rp 144.700,00
lll.1.2 Teguh Gunanto(belummenikah)pada bulan Maret 2009 bekerjapada
perusahaan Gerbang
PT Transindo,
menerima upahsebesar 200.000,00
Rp
perhari.
Penghitungan Pasal Upah
PPh 21 sehariRp200.000,00
Upah sehari atasRp 150.000,00
di adalah:
- Rp =
Rp 200.000,00 150.000,00Rp 50.000,00
PPhPasal =5%x Rp 50.000,00 Rp 2.500,00
21 = (harian)
39
Pada hari ke-7 dalam bulan kalenderyang bersangkutan,Teguh Gunanto
telah menerima penghasilansebesar Rp 1.400.000,00,sehingga telah
melebihiRp 1.320.000,00.DengandemikianPPh Pasal21 atas penghasilan
TeguhGunantopada bulanMaret2009dihitung sebagaiberikut:
Upah7 harikerja Rp 1.400.000,00
PTKP:
7 x (Rp15.840.000,00/360) Rp 308.000,00
Penghasilan Pajak
Kena Rp 1.092.000,00
PPhPasal =5%x Rp 1.092.000,00
21 Rp 54.600,00
PPhPasal yangtelah
21 dipotong harike-6:
s.d.
6 x Rp 2.500,00 Rp 15.000,00
PPhPasal yangharus
21 padaharike-7 Rp
dipotong 39.600,00
Jumlahsebesar 39.600,00 dipotongkan upahharian
Rp ini dari sebesar Rp
200.000,00
sehinggaupahyangditerima
Teguh padaharikerja
Gunanto ke-7
adalah:
-
Rp 200.000,00 Rp39.600,00 Rp 160.400,00
=
Pada hari kerja ke-8 dan seterusnyadalam bulan kalenderyang
jumlahPPhPasal perhariyangdipotong
bersangkutan, 2l adalah:
Upahsehari Rp 200.000,00
PTKP
- untuk sendiri
WP
Rp 15.840.000,00
: 360 Rp 44.000,00
Penghasilan
KenaPajak Rp 156.000,00
PPhPasal terutang
21 adalah5%x Rp 156.000,00= 7.800,00
Rp
III.2 DENGANUPAH SATUAN
Urip Firmanto (belum menikah) adalah seorang karyawanyang bekerja sebagai
perakit TV pada suatu perusahaanelektronika.Upah yang dibayar berdasarkanatas
jumlahunivsatuan yang diselesaikan
yaitu Rp 50.000,00 buahTV dan dibayarkan
per
tiap minggu.Dalamwaktu l.minggu (6 hari kerja)dihasitkansebanyak 24 buah ry
dengan
upah Rp 1.200.000,00.
Penghitungan Pasal :
PPh 2l
Upahsehari
adalah
Rp 1.200.000,00
:6 Rp 200.000,00
Upahdiatas 150.000,00
Rp sehari
- Rp
Rp 200.000,00 150.000,00 Rp 50.000,00
Upahseminggu pajak
terutang
6 x Rp 50.000,00 Rp 300.000,00
PPhPasal2 1
x =
5ol\" Rp 300.000,00 Rp 15.000,00
(Mingguan)
40
DENGAN
UPAHBORONGAN
Contoh
Penghitungan:
Viko mengerjakan
dekorasisebuahrumah denganupah borongansebesarRp
pekerjaan
350.000,00, diselesaikan
dalam hari.
2
sehari Rp350.000,00 =
Upahborongan : :2 Rp 175.000,00
Upahsehari
diatas 150.000,00
Rp
- Rp
Rp 175.000,00 150.000,00 Rp25.000,00
Upahborongan pa.iak:
terutang
2 x Rp 25.000,00 Rp50.000,00
PPh Pasal2't = 50/o Rp 50.000,00
x Rp 2.500,00
III.4 UPAH HARIAN/SATUAN/BORONGAN/HONORARIUM YANG DITERIMATENAGA
HARIAN LEPAS TAPI DIBAYARKAN SECARA BULANAN
Wardi bekerja pada perusahaaneleKronik dengan dasar upah harianyang dibayarkan
bulanan.Dalam bulan Januari 2009 Wardi hanya bekerja 20 hari kerja dan upah
sehariadalahRp 120.000,00. Wardimenikah tetapibelummemiliki anak.
Penghitungan Pasal
PPh 21
UpahJanuari2009= 20 x Rp 120.000,00= Rp 2.400.000,00
=
Penghasilan setahun 12 x Rp 2.400.000,00
neto = Rp 28.800.000,00
PTKP(l(J adalahsebesar
untuk sendiri
WP Rp 15.840.000,00
tambahankarenamenikah Rp 1.320.000,00
Rp 17.160.000,00
Penghasilan Pajak
Kena Rp 11.640.000,00
PPhPasal setahun
21 adalah
sebesar:
x =
5olo Rp 1 1.640.000,00 Bp 582.000,00
PPhPasal sebulan
21 adalah
sebesar:
Rp 582.000,00 =
: 12 Rp 48.500,00
IV. PENGHITUNGANPEMOTONGAN PASAL21 ATASJASA PRODUKSI,
PPh TANTIEM,
GRATIFIKASI
YANGDITERIMA MANTANPEGAWAI,
HONORARIUMKOMTSARIS
YANG
BUKAN SEBAGAI PEGA\\IYAI
TETAP DAN PENARIKANDANA PENSIUN OLEH
PESERTAPROGRAM PENSIUNYANGMASIHBERSTATUSSEBAGAI
PEGAWAI
lV,1 Contohpenghitungan
PPh Pasal21 atas pembayaran
penghasilan
kepadamantan
pegawai.
VictoriaEndah bekerjapada PT FajarWisesa.Padatanggal1 Januari2009 telah
berhenti bekerjapada PT FajarWisesakarenapensiun. Pada bulan Maret2009
VictoriaEndah menerimajasa produksi Rp
tahun2008dari PT FajarWisesasebesar
5s.000.000,00.
4l
PPhPasal yangterutang
21 adalah:
5%x Rp 50.000.000,00 Rp 2.500.000,00
15%x Rp 5.000.000,00 Rp 750.000,00
PPhPasal yangharus
21 dipotong Rp 3.2b0.000,00
Apabiladalamtahunkalender yang bersangkutan, dibayarkanpenghasilan
kepada
mantan pegawailebih dari 1 (satu) kali, maka PPh Pasal 21 atas pembayaran
penghasilan berikutnya
yang dihitungdengan menerapkan Pasal ayat(1)huruf
tarif 17
a UU PPh atas jumlah penghasilan bruto kumulatifyang diterimadengan
penghasilan telah
memperhitungkan yang diterimasebelumnya.
lV.2 Contohpenghitungan Pasal atashonorarium
PPh 21 yangtidakmerangkap
komisaris
pegawai
sebagai tetap
Pandayaadalahseorangkomisaris PT WahanaSeiahtera,
di yang bukansebagai
pegawai
tetap.
Dalam yaitubulanDesember
tahun2009, 2009menerima honorarium
sebesar 60.000.000.00.
Ro
PPh Pasal21 yangterutang
adalah:
5%x Rp 50.000.000,00 Rp 2.500.000,00
15ol\" Rp 10.000.000,00
x Rp 1.500.000,00
PPhPasal yangharus
21 dipotong Rp4.000.000,00
Apabila dalamtahunkalender yang bersangkutan, dibayarkanpenghasilan
kepada
yang bersangkutan lebih dari 1 (satu)kali, maka PPh Pasal 21 atas pembayaran
penghasilan yang berikutnya dihitungdenganmenerapkan Pasal17 ayat (l)
tarif
huruf a UU PPh atas jumlahpenghasilan yang diterima
brutokumulatif dengan
memperhitungkan penghasilan telah
yang diterimasebelumnya.
lV.3 Contohpenghitungan Pasal21 penarikan
PPh danapensiun
oleh peserta
program
pensiun
yangmasihberstatus pegawai
sebagai
Zakarias
Sa{aat adalah pegawai Sampurna
PT Sejati gaji
menerima Rp 2.000.000,00
sebulan. Sampurna
PT program
Sejatimengikuti pensiununtukpara pegawainya.
PT Sampurna Sejatimembayar iurandanapensiununtukZakarias sebesar
Safaat Rp
100.000,00sebulan Dana Pensiun
ke Manfaat yang pendiriannya
Sejahtera, telah
disahkanoleh MenteriKeuangan. Zakarias
Safaatmembayar iuranserupa dana
ke
pensiun
yangsamasebesar 50.000,00
Rp sebulan.
BulanApril2009Zakaias Safaatmemerlukanbiayauntukperbaikan rumahnyamaka
ia mengambiliuran dana pensiun yang telah dibayar sendiri sebesar Rp
20.000.000,00.
Kemudian pada bulanJuni 2009 ia menariklagi dana sebesarRp
15.000.000,00.
KemudianbulanOktober2009untuk keperluan
lainnya menarik
ia lagi
danasebesar 25.000.000,00.
Rp
PPhPasal yang
21 terutang
adalah:
a. atas penarikan pada
danasebesar 20.000.000,00 bulanApril2009terutang
Rp
PPhPasal sebesar x Rp 20.000.000,00Rp 1.000.000,00
21 5% =
b. atas penarikan
danasebesar 15.000.000,00 bulanJuni 2009terutang
Rp pada
PPhPasal sebesar5% Rp 15.000.000,00
21 x =Rp 750.000,00
42
atas penarikan
danasebesar 25.000.000,00 bulanOktober
Rp pada 2OOg
terutang
PPhPasal sebesar:
21
=
s% x Rp 1s.000.000,00 Rp 750.000,00
15% Rp 10.000.000,00
x = Rp 1.500.000,00
Rp2.250.000,00
V. PENGHITUNGAN
PPh PASAL 21 ATAS PENGHASILAN
YANG DITERIMAOLEH
BUKANPEGAWAI.
V.1 PENGHITUNGANPEMOTONGAN PASAL21 ATAS PENGHASILAN
PPh YANG
DITERIMA
OLEHTENAGAAHLIYANGMELAKUKAN
PEKERJAAN
BEBAS
V.1. 1 Contoh
perhitungan yangpraktik rumah
dokter di sakitdan/atau
klinik
dr. AbdulGoparmerupakan dokter spesialis yangmelakukan
.lantung praktik
di RumahSakitHarapan Jantung Sehatdenganperjaniian bahwaatas setiap
jasa dokteryangdibayarkan pasien
oleh akandipotong 2e7\" olehpihakrumah
sakit sebagaibagianpenghasilanrumahsakitdan sisanya sebesar80% dari
jasa doKer tersebutakan dibayarkankepadadr. Abdul Gopar pada setiap
akhir bulan. Dalam semesterpertamatahun 2009, .iasa dokter yang
dibayarkan pasien
atastindakan Abdul
dr. Gopar adalah sebagaiberikut:
Bulan JumlahJasa DokterVanqdibavarPasien(Rupiah)
Januari 30.000.000.00
Februari 30.000.000,00
Maret 25.000.000,00
April 40.000.000.00
Mei 30.000.000.00
Juni 25.000.000.00
Jumlah 180.000.000.00
Penghitungan
PPh Pasal2l untukbulanJanuari
sampaidenganJuni 2OO9:
JasaDoKeryang Dasar Dasar Tarif Ffn Hasal
Pemotongan Pemotongan Pasal17
Bulan dibayarPasien PPh Pasal2l ayat(1) 21 terutang
PPh Pasal21 Kumulatif hurufa
(Rupiah) (Rupiah) (RuDiah) UU PPh (Ruoiah)
(1) (2) (3)=50%x(2) \\4) (5) (6)=(3) (s)
x
Januafl 30.000.000,00 15.000.000.00 15.000.000,00 5% 750.000,00
Fsbruari 30.000.000.00 15.000.000.00 30.000.000,00 750.000.00
et 25.000.000.00 12.500.000,00 42.500.000,00 5% 625.000.00
April 15.000.000,00 7.500.000,00 50.000.000,00 5% 375.000,00
25.000.000.00 12.500.000.00 62.500.000.00 150/\" 1.875.000.00
NIsi 30.000.000,00 '15.000.000.0077.500.000,00 157\" 2.250.000,00
Juni 25.000.000,00 12.500.000.00 90.000.000,00 157\" 1.875.000.00
Jumlah 180.000.000,00 90.000.000.00 8.500,000,00
Apabila AbdulGopar
dr. belum memiliki
NPWP, makaPPhPasal terutang
21
adalahsebesar120/\" dari PPh Pasal21 terutanqsebaoaimana
contohdi
alas.
V.1.2 Contohpenghitungan Pasal21 atas Penghasilan
PPh yang Diterima
Oleh
TenagaAhli selaindokteryangpraktik rumah
di sakit:
lr. GardaSuganda,MArch adalahseorangarsitek,pada bulan Maret2009
menerima lee sebesarRp 100.000.000,00 PT SelarasPropertindo
dari
sebagai imbalanpemberjan
iasa yang dilakukannya.
PadabulanJuli 2009
menerima pelunasan feesebesar 50.000.000,00.
sisa Rp
43 t
Penghitungan
PPh Pasal21:
Penghasilan Dasar Dasar Taril Pasal PPh
Pemotongan Pemotongan 17 ayat (1) Pasal21
Bulan Bruto PPh Pasal21
PPhPasal
21 Kumulatit hurufa terutang
(RuDiah) (RuDiah) (Rupiah) UU PPh (Rupiah)
(1) (2) (3)=50%x (2) (4) (5) (6)=(3)x (5)
Maret 100.000.000,000.000.000.00 50.000.000,00
5 2.500.000,00
Juli 50.000.000,0025.000.000.00 75.000.000.00 150,4 3.750.000.00
Jumlah 1s0.000.000,00
75.000.000,00 6.250,000,00
V.2 PENGHITUNGAN PASAL21 ATAS PENGHASILAN
PPh YANGDITERIMA
OLEH
BUKANPEGAWAI
LAINNYAYANGMENERIMAPENGHASILAN
YANGBERSIFAT
BERKESINAMBUNGAN.
Uswatun Hasanah adalah seorang rumah
ibu tanggayangmempunyai orang
2 anak
bekerjasebagaidistributor multi level marketing pada pT GoldenChain.Suami
UswatunHasanah telah terdaftar
sebagaiWajib Pajakdan mempunyai NpWp, dan
yang bersangkutan bekerjapada PT. Pelangi Antar Nusa. UswatunHasanah telah
menyampaikan fotokopikartu NPWPsuami,fotokopisurat nikah dan fotokopikartu
keluarga kepada pemotong pajak.Uswatun Hasanah hanya memperoleh penghasilan
dari kegiatannya sebagai distributormultilevelmarketing, telahmenyampaikan
dan
surat pernyataan yang menerangkan tersebutkepadaPT GoldenChain.Dalam
hal
semester pertama tahun2009,penghasilan yang diterimaoleh Uswatun Hasanah
sebagai MLMdari perusahaan
distributor tersebutadalahsebaqaiberikut:
Januari2009 Rp 20.000.000,00
Februari2009 Rp 17.000.000,00
Maret 2009 Rp 23.000.000,00
April2009 Rp 15.000.000,00
Mei2009 Rp 25.000.000,00
Juni2009 Rp 10.000.000,00
Jumlah Rp1
10.000.000,00
Penghitungan Pasal21 untuk bulanJanuari
PPh s.d. Juni 2009 adalahsebagai
berikut:
larit
Pasal
17
Bulan Penghasilan PTKP ayat
Bruto sebulan PKPsebulan PKPKumulatif 0 ) PPhPasal
21
(Rupiah) (Rupiah) (Rupiah) €rurang
{Rupiah) huruf (Rupiah)
aUU
t2) (3) (5) (6) (A=(4)x(6)
Jan .000.000,00 1.320.000,00 0.000.00 18.680.000,00 5 % s34.000,00
Feb .000.000.00 1.320.000.00 34.360.000,00 5% 784.000.00
Maret 23.000.000,00 1.320.000,00 15.640.000,00 50.000.000,00 sca 782.000,00
6.040.000.00 56.040.000,00 ' 1 5 % 906.000,00
April 15.000.000.00 '1.320.000,00 13.680.000.00 69.720.000,00 15% 2.052.000,00
Mei 25.000.000,00 1.s20.000,00 23.680.000,00 93.400.000,00 1 5 % 3.552.000,00
10.000.00 1.320.000,00 8.680.000,00 102.0s0.000,00 5 %
1 1.302.000,00
Jmlh 7.920.000.00 102.080.000.00102.O80.000,00 10.312.000,00
ApabilaUswatun Hasanah tidak dapatmenunjukkanfotokopikartu NPWPsuami,
fotokopi
suratnikahdan fotokopikartukeluarga Uswatun
dan Hasanah sendiri
tidak
memiliki
NPWP, makaperhitungan Pasal21 dilakukan
PPh sebagaimana contoh di
atas namuntidak memperoleh pengurangan PTKPsetiapbulan,dan jumlahPPh
Pasal21 yangterutang
adalahsebesar 120ol\" perhitungan
berdasarkan yaitu
tersebut,
sebagaiberikut:
44
Penghasilan Penghasilan TaritPasal
Tidak PPh Pasal21
Bulan Bruto 17ayat(l )
Bruto Memiliki IeruIang
(Rupiah) Kumulatif hurufa UU (Rupiah)
(Buoiah) NPWP
PPh
(2\\ (3) (4') (5) (6)=(2)x(4)x(5)
Januari 20.000.000,00 20.000.000.00 5% 1200/\" 1.200.000.00
Februari 17.000.000.00 37.000.000.00 5v\" 1200/\" 1.020.000.00
Maret 13.000.000,00 50.000.000,00 5\"/\" 't20% 780.000,00
10.000.000.00 60.000.000.00 15\"4 120\"/\" 1.800.000.00
April 15.000.000.00 75.000.000.00 154 1200/o 2.700.000,00
Mei 25.000.000.00100.000.000,00 15% 120/\" 4.500.000,00
Juni 10.000.000.00110.000.000.00 1504 120,6 1.800.000,00
Jumlah 110.000.000,00 110.000.000.00 13.800,000.00
Dalamhal suamiUswatun Hasanah atau Uswatun Hasanah sendiri telahmemiliki
NPWP,namunUswatun Hasanah mempunyai penghasilan di luar kegiatannya
lain
sebagaidistributor
multilevelmarketing, makaperhitungan Pasal21 terutang
PPh
adalahsebagaimana contohdi atas, namuntidak dikenakanl€,rrt20o/\"lebih tinggi
karenayangbersangkutan suaminya
atau telahmemiliki
NPWP.
v.3 PENGHITUNGAN PASAL21 ATAS PENGHASILAN
PPh YANGDITERIMA
OLEH
BUKAN PEGAWAI
LAINNYAYANG MENERIMA
PENGHASILAN
YANG TIDAK
BERSIFAT
BERKESINAM
BUNGAN.
Dwi Amiarsih,M.B.Aadalahseorang penceramah yangmemberikan
ceramahpada
sehariyang diselenggarakan suatuyayasan,honorarium
suatu lokakarya oleh yang
dibayarkanadalahsebesar 2.500,000,00
Rp
PPhPasal yangterutang x Rp 2.500.000,00 125.000,00
21 :5olo = Rp
v.4 PENGHITUNGAN
PEMOTONGAN PASAL21 ATAS PENGHASILAN
PPh YANG
DITERIMAOLEH BUKAN PEGAWAI,
SELAINTENAGAAHLI, SEHUBUNGAN
DENGAN PEMBERIAN JASA YANG DALAM PEMBERIAN JASANYA
MEMPEKERJAKAN ORANG LAIN SEBAGAI PEGAWAINYA DAN/ATAU
MELAKUKANPENYERAHAN MATERIAUBAHAN
SulistiyaNugrahamenerima pekerjaan dekorasigedungdari PT WahanaJaya
denganimbalanRp 10.000.000,00. Sulistiya
Nugrahamempergunakan tenaga5
orang pekerjadengan membayarkan sebesarRp
upah harian masing-masing
180.000,00. harian
Upah yangdibayarkan untuk orang
5 selamamelakukanpekerjaan
sebesar 4.500.000,00.
Rp selain Sulistiya
itu, Nugraha
membeli yang
material/bahan
dipakaiuntuk gedung
dekorasi sebesar 1.000.000,00.
Rp
Penghitungan Pasal terutang
PPh 2l adalah
sebagai
berikut:
l. lmbalanyang diterimaSulistiya Nugrahadari PT WahanaJaya merupakan
imbalansehubungan denganjasa yang dilakukan oleh orang pribadibukan
sebagaipegawai WahanaJaya,yangharusdilakukan
PT pemotongan Pasal
PPh
21 dengan menerapkan Pasal17 ayat(1)huruf atasjumlah
tarif a imbalan bruto.
Dalamhal berdasarkan perjanjian
sertadokumen yang diberikan oleh Sulistiya
Nugraha, dapat
diketahuibagian imbalanbrutoyangmerupakan upahyangharus
dibayarkankepada pekerjaharian yangdipekerjakan Sulistiya
oleh Nugraha dan
biayauntukmembeli material/bahan, jumlahimbalan
maka brutosebagai dasar
perhitunganPPh Pasal 21 yang harus dipotongoleh PT Wahana Jaya atas
imbalan yangdiberikankepada Nugraha
Sulistiya adalah sebesar imbalahbruto
dikurangibagianupahtenagakerjaharian yangdipekerjakan Nugraha
Sulistiya
dan biayamaterial/bahan,
sebagaimana dalamcontohadalahsebesar:
45
- Rp - Rp
Rp 10.000.000,00 a.500.000,00 1.000.000,00 a.500.000,00.
= Rp
P_Ph Pasal 21 yang harusdipotongpT WahanaJaya atas penghasilan yang
diterima
Sulistiya =
Nugraha S% x Rp 4.500.000,00 Rp 225.000,00.
= Datam ha-l
P-T Wahana Jaya tidak memperoleh informasi berdasarkanperjanjianyang
dilakukanatau dokumen yang diberikanoleh Sulistiya
Nugrahamengenai upan
yang harusdikeluarkanSulistiya
Nugraha atau pembelian material/bahan,
maka
dasarpemotongan Pasal adalah
PPh 21 jumlah sebesar 10.000.000,00.
Rp
ll. Untukpembayaran
upah hariankepadamasing-masing
pekerjawajib dipotong
PPhPasal olehSulistiya
21 Nugraha
samaseperti
dalamcontoh di atas.
lll.1
VI. PENGHITUNGANPEMOTONGAN PPh PASAL 21 ATAS PENGHASILANYANG
DITERIMA
PESERTA
KEGIATAN.
Contoh Penghitungan Pasal
PPh 2l
TaufikAprianto
adalahseorangpemainbulutangkis
professional
yang bertempattinggaldi
Indonesia. menjuarai
la turnamen Indonesia
Terbukadan memoerolehhadiahsebeiir Ro
200.000.000,00.
PPhPasal yangterutang
21 atashadiah
turnamen
Indonesia
Terbuka
tersebut
adaran
:
5% x Rp 50.000.000.00 Rp 2.500.000,00
15%x Rp 150.000.000.00 Rp22.500.000,00
Rp 25.000.000.00
VII. PENGHITUNGANPEMOTONGAN PPh PASAL 26 ATAS PENGHASILAN
PEGAWAI
DENGAN STATUS WAJIB PAJAK LUAR NEGERI YANG MEMPEROLEH GAJI
SEBAGIAN
ATAUSELURUHNYA DALAMMATAUANGASING
a. Dalamhal pegawai denganstatuswajib pajak luar negerimemperoleh sebagian
gaji
atau seluruhnyadalammata uang asingsebelumPPh dihitung terlebihdahuluharus
dikonversi
dalammatauangrupiah_
b. PPh Pasal26 yangterutangdihitungberdasarkan jumlahpenghasilan bruto,dan tidak
bolehdiperhitungkan
pengurangan-pengurangan biaya
seperti jabatandan pTKp.
Contoh:
WilliamBentley
adalahpegawai
asingyangberada Indonesia
di kurang dari 183 hari.Dia
berstatus
menikahdan mempunyai oranganak.la memperoleh pada bulanMaret
2 gaji
2009sebesarus$ 2,500sebulan.
KursMenteri
Keuanganpadasaat pemotongan adalah
Rp 11.500,00
untuk
US$1.00
Penghitungan Pasal
PPh 26:
Penghasilan gaji
brutoberupa sebulan adalah:
US$2,500 Rp .1
x =
1.500,00 Rp 28.7s0.000.00
PPhPasal terutang
26 adalah :
= Rp
20%x Rp 28.750.000,00 5.
N NASUTION
46
0 comments
Post a comment