Pedoman Bagi Penerjemah - Rochayah Machali

8,285 views
8,136 views

Published on

Materi Pelatihan Bahtera 7 Feb 2010

Published in: Education, Technology, Business
2 Comments
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
8,285
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
282
Comments
2
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pedoman Bagi Penerjemah - Rochayah Machali

  1. 1. Ringkasan buku Rochayah Machali
  2. 2. Daftar isi <ul><li>Penerjemahan, penerjemah, dan bahasa </li></ul><ul><li>Proses, metode, prosedur, dan teknik </li></ul><ul><li>Kesepadanan dan penilaian </li></ul><ul><li>Tentang buku dan penulis </li></ul>
  3. 3. Penerjemahan & penerjemah <ul><li>Penerjemahan bukanlah semata kegiatan menggantikan teks bahasa sumber (TSu) ke dalam teks bahasa sasaran (TSa). </li></ul><ul><li>Penerjemahan adalah tindak komunikasi, bukan sekadar kumpulan kata dan kalimat. </li></ul><ul><li>Pendekatan: proses dan produk. </li></ul><ul><li>Perangkat </li></ul><ul><ul><li>Intelektual: kemampuan dalam bahasa sumber dan sasaran, pengetahuan tentang topik terjemahan, penerapan pengetahuan pribadi, serta keterampilan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Praktis: penggunaan sumber rujukan serta pengenalan konteks langsung maupun tak langsung. </li></ul></ul>
  4. 4. Bahasa (1) <ul><li>Bahasa adalah </li></ul><ul><ul><li>Sistem yang terstruktur </li></ul></ul><ul><ul><li>Sistem bunyi yang bersifat manasuka </li></ul></ul><ul><ul><li>Sarana komunikasi antarpribadi </li></ul></ul><ul><li>Hierarki satuan bahasa: kalimat, klausa, frase, kata, dan morfem </li></ul><ul><li>Makna  </li></ul><ul><ul><li>Hubungan dengan kata lain (leksikal, gramatikal, kontekstual, dan sosiokultural) </li></ul></ul><ul><ul><li>Asal (primer atau referensial dan sekunder atau konotatif). </li></ul></ul>
  5. 5. Bahasa (2) <ul><li>Fungsi bahasa dapat digolongkan menjadi (1) ekspresif, (2) informatif, (3) vokatif, (4) estetik, (5) fatis, serta (6) metalingual </li></ul><ul><li>Ragam bahasa adalah perbedaan yang ada dalam penggunaan suatu bahasa yang bisa bersumber dari variasi internal maupun eksternal </li></ul><ul><ul><li>Dialek </li></ul></ul><ul><ul><li>Laras </li></ul></ul><ul><ul><li>Gaya; ragam beku, resmi, operasional, santai, dan akrab. </li></ul></ul><ul><ul><li>Idiolek </li></ul></ul><ul><li>Pembagian ragam juga dapat dilakukan menurut ragam baku (dengan ciri kemantapan dinamis dan kecendikiaan) dan tak baku. </li></ul>
  6. 6. Proses <ul><li>Tahapan penerjemahan </li></ul><ul><ul><li>Analisis, dilakukan untuk memahami (1) maksud penulisan, (2) cara atau gaya penyampaian, serta (3) pemilihan satuan bahasa. </li></ul></ul><ul><ul><li>Pengalihan, dilakukan untuk menggantikan unsur TSu dengan TSa yang sepadan baik bentuk maupun isinya dengan mengingat bahwa kesepadanan bukanlah kesamaan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Penyerasian, dilakukan untuk penyesuaian hasil terjemahan dengan kaidah dan peristilahan dalam bahasa sasaran. </li></ul></ul><ul><li>Masing-masing dapat diulangi untuk lebih memahami isi teks. </li></ul><ul><li>Dalam analisis dan pengalihan, dapat dimanfaatkan konstruk konteksi situasi yang terdiri dari tiga unsur: bidang ( field ), suasana atau nada ( tenor ), dan cara ( mode ). </li></ul><ul><li>Setelah analisis, seorang penerjemah harus memilih orientasi ke bahasa sumber (BSu) atau bahasa sasaran (BSa) dengan mempertimbangkan (1) maksud penerjemahan, (2) pembaca, (3) jenis teks, serta (4) kesenjangan waktu. </li></ul>
  7. 7. Metode <ul><li>Metode adalah cara melakukan penerjemahan menurut suatu rencana tertentu. </li></ul><ul><li>Metode penerjemahan </li></ul><ul><ul><li>kata-demi-kata </li></ul></ul><ul><ul><li>harfiah </li></ul></ul><ul><ul><li>setia </li></ul></ul><ul><ul><li>semantis </li></ul></ul><ul><ul><li>adaptasi </li></ul></ul><ul><ul><li>bebas </li></ul></ul><ul><ul><li>idiomatik </li></ul></ul><ul><ul><li>komunikatif </li></ul></ul><ul><li>Metode semantis dan komunikatif sering dianggap paling memenuhi tujuan ketepatan dan efisiensi dalam penerjemahan. </li></ul>
  8. 8. Prosedur <ul><li>Transposisi/pergeseran bentuk; Pengubahan bentuk gramatikal dari BSu ke Bsa </li></ul><ul><ul><li>Wajib dan otomatis </li></ul></ul><ul><ul><li>Penyesuaian struktur gramatika </li></ul></ul><ul><ul><li>Pewajaran ungkapan </li></ul></ul><ul><ul><li>Pengisian kesenjangan leksikal </li></ul></ul><ul><li>Modulasi/pergeseran makna; Pergeseran struktur yang juga menyebabkan perubahan perspektif, sudut pandang, atau segi maknawi lain </li></ul><ul><ul><li>Wajib, yang dilakukan apabila suatu kata, frase, atau struktur tidak ada padanannya dalam Bsa </li></ul></ul><ul><ul><li>Bebas, yang dilakukan karena alasan nonlinguistik. </li></ul></ul><ul><li>Adaptasi; Pengupayaan padanan kultural antara dua situasi tertentu. </li></ul><ul><li>Pemadanan berkonteks; Pemberian suatu informasi dalam konteks sehingga maknanya jelas. </li></ul><ul><li>Pemadanan bercatatan; Pemberian catatan untuk hal yang tak bisa ditangani oleh prosedur-prosedur lain. </li></ul>
  9. 9. Teknik <ul><li>Hal-hal praktis yang langsung berkaitan dengan langkah praktis dan pemecahan masalah dalam penerjemahan. </li></ul><ul><li>Terkait dengan berbagai masalah kebahasaan antara lain </li></ul><ul><ul><li>Fungsi teks </li></ul></ul><ul><ul><li>Gaya bahasa </li></ul></ul><ul><ul><li>Ragam fungsional </li></ul></ul><ul><ul><li>Dialek </li></ul></ul><ul><ul><li>Masalah khusus seperti idiom dan metafora </li></ul></ul>
  10. 10. Kesepadanan <ul><li>Kesepadanan adalah hal utama yang harus diperhatikan dalam penerjemahan </li></ul><ul><li>Pergeseran yang terjadi dalam proses penerjemahan karena metode, prosedur, dan/atau teknik yang diterapkan harus menjamin (1) fungsi dan maksud umum teks tidak berubah, serta (2) makna referensial TSu dipertahankan dalam Tsa </li></ul><ul><li>Ketaksaan, teks yang tidak runtut, serta unsur yang meragukan harus dikenali dengan jeli dan diputuskan oleh penerjemah. </li></ul>
  11. 11. Penilaian <ul><li>Penilaian terjemahan dilakukan terhadap produk dan bukan proses. </li></ul><ul><li>Dalam penilaian terjemahan, yang perlu dipahami adalah </li></ul><ul><ul><li>Segi dan aspek penilaian; (1) ketepatan (linguistik, semantik, pragmatik), (2) kewajaran ungkapan, (3) peristilahan, dan (4) ejaan </li></ul></ul><ul><ul><li>Kriteria penilaian; ditetapkan terhadap masing-masing segi atau aspek penilaian baik secara positif maupun secara negatif </li></ul></ul><ul><ul><li>Cara penilaian; terbagi dua, yaitu cara umum (relatif dapat diterapkan pada segala jenis terjemahan) dan cara khusus (untuk jenis teks khusus seperti teks bidang hukum atau puisi </li></ul></ul><ul><li>Penilaian terjemahan dilakukan terhadap ada tidaknya serta besarnya penyimpangan makna referensial yang terjadi. </li></ul>
  12. 12. Tentang buku <ul><li>Penulis:Rochayah Machali </li></ul><ul><li>Halaman: 252 (11 Bab, 5 Lampiran) </li></ul><ul><li>Penerbit: Kaifa (Mizan Grup) </li></ul><ul><li>Harga: Rp39.500 </li></ul><ul><li>ISBN: 978-979-1284-42-4 </li></ul>Pedoman bagi Penerjemah: Panduan Lengkap bagi Anda yang Ingin Menjadi Penerjemah Profesional
  13. 13. Tentang penulis <ul><li>Nama: Rochayah Machali </li></ul><ul><li>Profesi: Dosen UNSW, Sydney </li></ul>

×