Pemikiran tokoh-tokoh dan Teori mengenai Pendidikan Anak Usia Dini

2,681 views
2,557 views

Published on

Teori-teori dari para Tokoh Pendidikan mengenai Pendidikan Anak Usia Dini yang saat ini digunakan dalam metode pembelajaran PAUD / Taman Kanak-kanak.

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,681
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
8
Actions
Shares
0
Downloads
63
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pemikiran tokoh-tokoh dan Teori mengenai Pendidikan Anak Usia Dini

  1. 1. BAB IPENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANGPelaksanaan Pendidikan Anak Usia Dini di saat ini tidak terlepas dariteori-teori yang disampaikan oleh para ahli, baik ahli psikologi, filsuf, danpemerhati pendidikan. Teori-teori serta aliran-aliran tersebut sangatmembantu guru-guru saat ini dalam menghadapi Anak Usia Dini, metodeapa yang harus dilakukan untuk mengajar anak, dan bagaimana menghadapianak serta perilaku-perilakunya.Makalah ini akan membahas mengenai (1) Tokoh-tokoh besertapemikirannya mengenai Pendidikan Anak Usia Dini, serta (2) Membahasmengenai teori-teori yang dipergunakan dalam mengembangkan programpada Pendidikan Anak Usia Dini.1
  2. 2. BAB IIPEMBAHASAN2.1 TOKOH DAN PEMIKIRAN TENTANG PAUDTerlaksananya Pendidikan Anak Usia Dini (selanjutnya ditulis PAUD)tidak dapat terlepas dari pemikiran-pemikiran tokoh-tokoh pencetus PAUDitu sendiri. Tanpa pemikiran dari mereka, pendidikan anak usia dini mungkinsaja masih tidak diperhatikan. Berikut adalah pemikiran-pemikiran (filosofi)tentang PAUD.2.1.1 Ki Hajar DewantaraDewantara berpendapat bahwa anak-anak adalah mahluk hidupyang memiliki kodratnya masing-masing. Kaum pendidik hanyamembantu menuntun kodratnya tersebut. Jika anak memilki kodratyang tidak baik, maka tugas pendidik untuk membantunya menjadibaik. Jika anak sudah memiliki kodrat yang baik, maka ia akan lebihbaik lagi jika dibantu melalui pendidikan. Kodrat dan lingkunganmerupakan konvergensi yang saling berkaitan dan mempengaruhi satusama lain. Untuk rentang usia dalam pendidikan dibagi menjadi 3masa, yaitu :a. Masa kanak-kanak/kinder-period usia 1 – 7 tahun.b. Masa pertumbuhan jiwa dan pikiran usia 7 – 14 tahun.c. Masa soial-period atau terbentuknya budi pekerti usia 14 – 21tahun.Sesuai dengan rentang usia tersebut, maka cara mendidik untukmasa kanak-kanak adalah dengan memberi contoh dan pembiasaan(teladan), untuk masa pertumbuhan jiwa dan pikiran dengan carapengajaran dan perintah/paksaan/hukuman, dan untuk masa sosial-2
  3. 3. period dengan cara laku dan pengalaman lahir – bathin. Dewantarajuga peduli dengan anak usia dini, dimana pada tanggal 3 julitahun 1922 di Yogjakarta beliau mendirikan ”Taman Siswa”diperuntukan bagi anak usia dibawah 7 tahun dengan nama”Taman Anak” yang seterusnya dikenal dengan ”Taman Indria”.Perkembangan Taman Siswa berikutnya berdiri sekolah rendah(sekolah dasar) dan sekolah lanjutan pertama. Pembagian sekolahrendah disesuaikan dengan perkembangan anak menjadi dua bagianyaitu bagian ”Taman Anak” dari kelas I sampai dengan kelas III untukanak berumur 7 sampai 9 tahun dan ”Taman Muda” dari kelas IVsampai dengan kelas VI untuk anak usia 10 sampai 12 tahun. TamanIndria bersemboyan ”Tut Wuri Handayani”, artinya bahwa taman inimemberi kebebasan yang luas selama tidak membahayakan anak.Sistem yang dipakai adalah sistem Among dengan maksud memberikemerdekaan, kesukarelaan, demokrasi, toleransi, ketertiban,kedamaian, kesesuaian dengan keadaan dan hindari perintah danpaksaan. Sistem ini mendidik anak menjadi manusia yang merdekabatinnya, merdeka pikirannya dan merdeka tenaganya serta dapatmencari pengetahuan sendiri. Filosofi ki Hajar Dewantara yang dianutadalah asah, asih, dan asuh (welas asih).3
  4. 4. 2.1.2 Martin Luther King (1483 – 1546)Martin Luther menekankan pada anak agar menggunakan sekolahsebagai sarana untuk mengajar anak membaca. Ia juga percaya bahwakeluarga sebagai institusi yang paling penting merupakan peletakdasar pendidikan bagi anak. Tanpa pendidikan maka anak tidak akanmendapatkan bekal bagi hidupnya di masa yang akan datang. Karenaitu pendidikan dan sekolah bukan hanya sekedar tempat anakbersosialisasi saja, tetapi juga memiliki makna sebagai sarana religiusdan penegak moral.4
  5. 5. 2.1.3 John Amos Comenius (1592 – 1670)Comeinus sangat percaya bahwa pendidikan harus dimulai sejakdini. Pendidikan yang berlangsung harus mengikuti perkembanganalam anak (kematangan) dan memberi kesempatan pada anak untukmenggunakan seluruh inderanya. Pembelajaran semacam itumerupakan pembelajaran yang paling baik, karena pengalaman-pengalaman sensorial yang dialami anak usia dini merupakan dasarsemua pembelajaran. Oleh karena itu Comenius meyakini bahwapenggunaan buku yang ada ilustrasinya akan sangat membantumengembangkan kemampuan anak.5
  6. 6. 2.1.4 J H. Pestalozzi (1747 – 1827)Sangat menekankan pada pendidikan yang memperhatikankematangan anak. Pendidikan harus didasarkan pada pengaruh “objekpembelajaran”, misalnya guru membawa benda sesungguhnya ketikamengajar. Sangat menekankan pada pengembangan aspek sosialsehingga anak dapat beradaptasi dengan lingkungan sosialnya danmampu menjadi anggota masyarakat yang berguna. Pendidikan sosialakan berkembang jika pendidikan dimulai dengan pendidikankeluarga yang baik. Peran utama pendidikan sangat ditekan pada ibuyang dapat memberikan sendi-sendi dalam pendidikan jasmani, budipekerti dan agama.Pandangan dasar Pestalozzi yang pertama menekankan padapengamatan alam. Semua pengetahuan pada dasarnya bersumber daripengamatan yang akan menimbulkan pengertian. Namun jikapengertian tersebut tanpa didasari pengamatan, maka akan menjadisesuatu pengertian yang kosong (abstrak).Pandangan kedua adalah menumbuhkan keaktifan jiwa ragaanak. Melalui keaktifan anak akan mampu mengolah kesan (hasil)pengamatan menjadi suatu pengetahuan. Keaktifan akan mendoronganak melakukan interaksi dengan lingkungannya.Pandangan ketiga adalah pembelajaran pada anak harusberjalan secara teratur setingkat demi setingkat atau bertahap. Prinsipini sangat cocok dengan kodrat anak yang tumbuh dan berkembangsecara bertahap. Pandangan dasar tersebut membawa konsekuensibahwa bahan pengembangan yang diberikan pada anak pun harusdisusun secara bertingkat, dimulai dari urutan bahan yang termudahsampai tersulit, dari bahan pengembangan yang sederhana sampaiyang terkompleks.6
  7. 7. 2.1.5 Jean Jacques Rosseau (1712 – 1778)Rousseau selalu menekankan pembelajaran yang dilakukanharus menggunakan pendekatan alam yang disebutnya pendekatannaturalistik. Pendidikan naturalistik membiarkan anak tumbuh tanpaintervensi dengan cara tidak membandingkan anak satu sama lainserta memberikan kebebasan anak untuk mengeksplorasi tanpamembahayakan diri sendiri dan orang lain. Sebagai seorang naturalistmaka Rousseau meyakini agar orang dewasa tidak memberikanbatasan-batasan pada anak, karena pengaruh batasan tersebut sangatbesar, yaitu menghambat perkembangan anak. Kesiapan anakmerupakan faktor penting dalam proses pembelajaran.7
  8. 8. 2.1.6 Frederich Wilhelm Frobel (1782 – 1852)Frobel merupakan salah seorang tokoh pendidikan anak yangbanyak memberikan pengaruh dalam pemikiran baru (modern) dalampengembangan anak usia dini, khususnya Taman Kanak-kanak.Walaupun ia banyak mempelajari visi kependidikan Pestalozzi, namunFrobel banyak memberikan „critical thinking pada sekolah Pestalozzi‟terutama dari segi kurangnya keterpaduan model pelaksanaanpembelajaran. Frobel lahir tahun 1782 di Oberweiszbach (Jerman).Pola pendidikan yang demokratis yang dikembangkannya banyakmenimbulkan konfrontasi dengan pihak pemerintah sehingga iadianggap sebagai pemberontak.Pada tahun 1840, untuk merealisasikan cita-citanya Frobelmeresmikan sebuah lembaga pendidikan yang diberi nama“Kindergarten”. Walaupun banyak tantangan (penutupan lembagapendidikan), tidak membuat Frobel patah semangat sehingga iaberniat untuk mengembangkan cita-citanya tersebut di Amerika.Namun sebelum cita-cita tersebut ia meninggal tahun 1852.Pandangan dasar dari Frobel adalah pengembangan otoaktivitasmerupakan prinsip utama. Anak didik harus didorong untuk aktifsehingga dapat melakukan berbagai kegiatan (pekerjaan) yangproduktif. Prinsip kedua adalah kebebasan atau suasana merdeka.Otoaktivitas anak akan tumbuh dan berkembang jika pada anakdiberikan kesempatan dalam suasana bebas sehingga anak mampuberkembang sesuai potensinya masing-masing. Melalui suasana bebasatau merdeka, anak akan memperoleh kesempatan mengembangkandaya fantasi atau daya khayalnya, terutama daya cipta untukmembentuk sesuatu dengan kekuatan fantasi anak. Prinsip ketiga yangdikemukakan Frobel adalah pengamatan dan peragaan. Kegiatan inidimaksudkan terutama dalam mengembangkan seluruh indra anak.Prinsip ini selaras dengan apa yang telah dikemukakan Pestalozziterdahulu. Agar pembelajaran tidak verbalistik maka anak harus diberi8
  9. 9. kesempatan untuk melakukan pengamatan terhadap berbagai kondisilingkungan alam di sekitar. Pada lingkungan alam yang jauh atau sulituntuk diamati maka dapat dilakukan dengan menggunakan prinsipperagaan. Pendidik dapat meragakan hal-hal yang tidak mungkindiamati anak secara langsung, baik berupa lingkungan fisik, sosialmaupun keagamaan.9
  10. 10. 2.1.7 Maria Montessori (1870-1952)Maria Montessori, seorang dokter wanita Italia pertama.Montessori lahir di Chiaravalle, sebuah propinsi kecil di Ancona,Italia, pada tahun 1870. Reputasinya di bidang pendidikan anakdimulai setelah Montessori lulus dari sekolah kedokteran. Dia bekerjadi sebuah klinik psikiatri Universitas Roma. Pekerjaannya tersebutmenyebabkan dia berinteraksi langsung dengan masalah cacat mental.Pemikiran Montessori yang berkaitan dengan anak cacat mentalakhirnya ditindaklanjuti dengan pendirian Casai dei Bambini atauChildren’s House di daerah-daerah kumuh Roma tahun 1907.Lingkungan diatur sedemikian rupa sehingga dapat digunakan olehanak-anak cacat mental di bawah lima tahun.Adapun prinsip yang diyakini oleh Maria Montessori yaitu :a. Menghargai anak. Setiap anak itu unik sehingga pendidikdalam memberikan pelayanan harus secara individual. Anakmemiliki kemampuan yang berbeda satu dengan yanglainnya. Oleh karena itu pendidik harus menghargai anaksebagai individu yang memiliki kemampuan yang luar biasa.b. Absorbent Mind ( pemikiran yang cepat menyerap).Informasi yang masuk melalui indera anak dengan cepatterserap ke dalam otak. Daya serap otak anak dapatdiibaratkan seperti sebuah sponse yang cepat menyerap air.Untuk itu pendidik hendaknya jangan salah dalammemberikan konsep-konsep pada anak.c. Sensitive Periods (masa peka). Masa peka dapatdigambarkan sebagai sebuah pembawaan atau potensi yangakan berkembang sangat pesat pada waktu-waktu tertentu.Potensi ini akan mati dan tidak akan muncul lagi apabila10
  11. 11. tidak diberikan kesempatan untuk berkembang, tepat padawaktunya.d. Lingkungan yang disiapkan.i. Pendidik hendaknya menyiapkan suatu lingkunganyang dapat memunculkan keinginan anak untukmempelajari banyak hal. Lingkungan yang disiapkanharus dirancang untuk menfasilitasi kebutuhan danminat anak, sehingga pendidik harus meyediakansarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhandan minat anak.ii. Lingkungan ditata dengan berbagai setting sehinggaanak tidak bergantung dengan orang dewasa.Lingkungan yang disiapkan ini membuat anak bebasuntuk bergerak, bermain dan bekerja.e. Pendidikan diri sendiri. Dengan lingkungan yang disiapkanoleh pendidik, memungkinkan anak dapat bereksplorasi,berekspresi, mencipta tanpa dibantu olah orang dewasa.Hasil yang diperoleh anak karena karyanya sendiri jauh luarbiasa dan menakjubkan dibanding jika mereka dibantu.Karya yang dihasilkan beragam dan unik sedangkan yangdibantu hasil karya anak seragam dan sama. Jadi sebenarnyaanak dapat belajar sendiri jika kita memberi fasilitas sesuaidengan potensi dan minatnya.11
  12. 12. 2.1.8 John Locke (1632-1704)John Locke adalah pencetus teori “Tabula Rasa” yang menganggapbahwa anak sebagai kertas putih atau tablet yang kosong. Anak hidup didalam lingkungannya yang sangat berpengaruh dalam proses pembentukanseorang anak. Melalui pengalamanpengalaman yang dilalui anak bersamalingkungannya, akan menentukan karakter anak. Dia sangat mempercayaibahwa untuk mendapatkan pembelajaran dari lingkungannya, maka satu-satunya cara bagi anak adalah mendapatkan pelatihan-pelatihan sensoris.12
  13. 13. 2.2 TEORI-TEORI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI2.2.1 Teori Howard Gardner (1943)Teori Howard Gardner muncul dalam jaman kita hidupsekarang ini. Ia mengatakan bahwa pada hakekatnya setiap anakadalah anak yang cerdas. Kecerdasan bukan hanya dipandang darifactor IQ saja, tetapi juga ada kecerdasan-kecerdasan lain yangakan mengantarkan anak pada kesuksesan.Macam-macam kecerdasan menurut Gardner adalah :a. Kecerdasan bahasa. Kecerdasan anak dalam mengelolakata-kata.b. Kecerdasan logika. Kecerdasan dalam bidang angka danalasan logis.c. Kecerdasan musik. Kecerdasan dalam bidang musik.d. Kecerdasan gerak (kinestetik). Kecerdasan dalammengolah anggota tubuh.e. Kecerdasan gambar (spasial). Kecerdasan anak dalampermainan garis, warna, dan ruang.f. Kecerdasan diri (intrapersonal). Kecerdasan dalam bidangpengenalan terhadap diri sendiri.g. Kecerdasan bergaul (interpersonal). Kecerdasan dalammembina hubungan dengan orang lain.h. Kecerdasan alami (naturalist). Kecerdasan yangberhubungan dengan alam.i. Kecerdasan rohani (spiritual). Kecerdasan mengolahrohani.13
  14. 14. Jadi, Gardner memandang bahwa setiap anak memiliki peluanguntuk belajar dengan gaya masing-msing anak.2.2.2 John Bowlby (1907 – 1990).John Bowlby terkenal sebagai salah seorang pelopor teoriEthologi. Dia lahir di London. Dia merupakan seorang guru diProggessive Schools for Children, yang memberi perawatan medisdan latihan psiko-analitik. Teori Bowlby yang tekenal adalahtentang teori attachment. Dia mengemukakan perkembanganattachment bayi. Attachment yang dimaksud adalah keteraturan,kesenangan, keinginan untuk melekat terhadap orang-orang yangdiakrabi. Salah satu attachment bayi adalah menangis ketikaditinggalkan pengasuhnya dan tersenyum ketika pengasuhnyadatang atau memberi makan. Menurut Bowlby meskipun responsosial bayi pada awalnya tanpa diskrimisasi. Anak yang kehilangankesempatan untuk memperoleh hubungan sosial dengan orang lainakan mempengaruhi perkembangan sosial anak.Bila anak kehilangan kesempatan untuk megembangkanhubungan anak dengan lingkugan sosial selama periode bayi, makamungkin hubungan sosial anak akan menjadi menyimpang seletahdewasa. Bayi yang kehilangan kontak yang memuaskan denganmanusia lain mereka akan kesulitan untuk mengembangkan tingahlaku sosial yang sesuai. Ada dua ketekunan pada usia dini yaitu„separate enciety” dan stager anciety”. anak-anak yang seringditinggal, petama anak akan menangis dan menolak semua bentukpengasuhan, berkembang melalui periode despair; menjadi quiet,menarik diri dan pasif.. Pengasuh hendaknya memiliki pola yangtidak berbeda dengan orangtuanya. Orangtua harus memberikan14
  15. 15. perhatian, kasih sayang dan perasaan aman pada bayi agar anakberkembang dengan baik.15
  16. 16. 2.2.3 Jean Piaget (1907 – 1980)Istilah kognitif mulai banyak dikemukakan ketika teori-teoriJean Piaget banyak ditulis dan dibicarakan pada kira-kirapermulaan tahun 1960. Pengertian kognisis sebenarnya meliputiaspek-aspek struktur intelek yang dipergunakan untuk mengetahuisesuatu. Piaget sendiri mengemukakan bahwa perkembangankognitif bukan hanya hasil kematangan organisme, bukan pulapengaruh lingkungan saja, melainkan interaksi antara keduanya.Dalam psikologi kognitif, bahasa menjadi salah satu objek-materialnya, karena bahasa merupakan perwujudan fungsi-fungsikognitif.Piaget melihat adanya sistem yang mengatur dari dalam,sehingga organisme mempunyai sistem pencernaan, peredarandarah, pernapasan, dan lain-lain. Hal seperti ini juga terjadi dalamsistem kognisi, sistem yang mengatur di dalam yang kemudiandipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan. Sistem mengatur yangmenetap terdapat sepanjang perkembangan seseorang.Perkembangan kognitif dengan demikian mempunyai 4 aspekyaitu :a. Kematangan. Kematangan ini merupakan pengembangan darisusunan syaraf. Misalnya kemampuan melihat atau mendengardisebabkan oleh kematangan yang sudah dicapai oleh susunansyaraf yang bersangkutan.b. Pengalaman, yaitu hubungan timbal balik antara organismedengan lingkungannya, dengan dunianya.c. Transmisi sosial, yaitu pengaruh-pengaruh yang diperolehdalam hubungannya dengan lingkungan sosial, misalnya carapengasuhan dan pendidikan dari orang lain yang diberikankepada anak.d. Ekuilibrasi, yaitu adanya kemampuan yang mengatur dalamdiri anak, agar ia selalu mampu mempertahankankeseimbangan dan penyesuaian diri terhadap lingkungannya.16
  17. 17. Tahap-tahap perkembangan oleh Jean Piaget dibagi dalam masa-masa perkembangan sebagai berikut :a) Masa Sensori-motor (0-2 tahun)Masa ketika bayi mempergunakan sistem pengindraan danaktivitas-aktivitas motorik untuk mengenal lingkungannyamengenal obyek-obyek. Contoh yang jelas dapat dilihat padakemampuan bayi untuk menggerakkan otot-otot di sekitar mulut,gerakan mengenyot bilamana sedang menyusu. Jelas bahwa refleksyang diperlihatkan bayi bukan suatu kemampuan yang timbul darihasil belajar dalam hubungan dengan lingkungan melainkansesuatu kemampuan yang sudah ada ketika bayi dilahirkan. Denganberfungsinya alat-alat indera serta kemampuan-kemampuanmelakukan gerakan motorik dalam bentuk refleks, bayi beradadalam keadaan siap untuk mengadakan hubungan dengan dunianya.b) Masa Pra-operasional (2-7 tahun)Perkembangan yang jelas terlihat pada masa ini berbedadengan masa sebelumnya ialah kemampuan mempergunakansimbol. Fungsi simbolik, yakni kemampuan untuk mewakilkansesuatu yang tidak ada, tidak terlihat dengan sesuatu yang lain atausebaliknya sesuatu yang tidak ada. Fungsi simbolik ini bisa nyataatau abstrak. Dengan berkembangnya kemampuanmensimbolisasikan ini, anak memperluas ruang lingkupaktivitasnya yang menyangkut hal-hal yang sudah lewat, atau hal-hal yang akan datang, dan masa sekarang.Pada akhir masa pra-operasional, dasar-dasarpengelompokkan benda atas dasar sifat-sifat khusus dan benda-benda tersebut sudah bisa dilakukan, tetapi baru dengan satudimensi saja. Piaget mengatakan anak-anal pada masa pra-17
  18. 18. operasional belum bisa memusatkan perhatian pada dua dimensiyang berbeda secara serempak.c) Masa Operasional Konkrit / konkrit-operasional (7-11 tahun)Pada masa ini anak-anak sudah mulai bisa melakukanbermacam-macam tugas, misalnya menyusun tongkat-tongkat, danmenjawab pertanyaan mengenai konservasi angka maupun isidengan benar.Egosentrisme pada anak terlihat dari ketidakmampuannyauntuk melihat pikiran dan pengalaman sebagai dua gejala yangmasing-masing berdiri sendiri. Dalam perkembangan kognitif lebihlanjut anak-anak akan mencapai kemampuan untuk berpikir dalamdua komponen, yakni pikirannya mengenai realitas dan realitasnyasendiri.d) Masa Operasional Formal / formal-operasional (11-dewasa)Masa ketika seorang anak memperkembangkan kemampuankognitif untuk berpikir abstrak dan hipotesis. Pada masa ini anakbisa memikirkan hal-hal apa yang akan atau mungkin terjadi,sesuatu yang abstrak dan menduga apa yang terjadi.Piaget dengan teor-teorinya bermaksud menerangkanperkembangan kognisi pada anak-anak yang baru dilahirkan danseterusnya lebih menghendakinya sebagai sumbangannya terhadappengetahuan tentang kemanusiaan daripada sebagai penerapanteori-teorinya di dalam ruang kelas. Piaget menganggap hal belajarsebagai suatu proses yang aktif dan harus disesuaikan dengantahap-tahap perkembangan anak. Belajar pada anak bukan sesuatuyang sepenuhnya bergantung pada guru.18
  19. 19. 2.2.4 Lev Vigotsky (1896 – 1934)Vigotsky adalah seorang ahli perkembangan berkebangsaanRusia. Teorinya disebut dengan teori belajar sosial. Vigotskymengemukakan bahwa perkembangan manusia melalui interaksisosial yang memegang peranan penting dalam perkembangankognitif anak. Menurtut Vigotsky anak belajar melalui dua tahapanyaitu interkasi dengan orang lain, orang tua, saudara, teman sebaya,guru dan belajar secara individual melalui mengintegrasikan segalasesuatu yang dipelajari dari orang lain dalam struktur kognitifnya.Vigotsky mengemukakan tiga perlengkapan manusia yaitu tools ofthe minds, zone of proximal development dan scaffolding.Menurut Vigotsky kerja mental juga akan lebih mudah jikaada alat pendukungnya yang ia sebut sebagai tools of the mindsyang berfungsi untuk mempermudah anak memahami suatufenomena, memecahkan masalah, mengingat, dan untuk berfikir.Misalnya, kelereng, buah-buahan, lidi, biji-bijian adalah sejenis alatyang dapat membantu anak memahami konsep bilangan. Melaluialat ini akan dapat menghubungkan benda dengan bahasa simbolik,seperti konsep bilangan satu, dua, tiga, empat, lima, dan enam.Konsep zone of proximal development adalah suatu konseptetang hubungan antara belajar dengan perkembangan anak. Istilahzone/zona menggambarkan bahwa perkembangan merupakan suatudaerah atau medan.Perluasan suatu medan perkembangan ditentukan olehbantuan orang yang lebih ahli yang disebut scaffolding. Scaffollingadalah bantuan yang diperoleh anak dari seseorang yang lebihmampu, lebih mengetahui, dan lebih terampil dalam ZPD untukmembantu anak agar memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi.Bentuk bantuan misalnya menyediakan objek, menunjukanbagian objek, mnggunakan gambar, menunjukan cara19
  20. 20. menggunakan sesuatu atau memberikan alat bantu pengukuran.Teori belajar Vigotsky memiliki empat prinsip umum yaitu:a. Anak mengkonstruksi pengetahuan akan lebih mudah bilatersedia tools of minds yang lebih kaya dan bervariasi,b. Belajar terjadi dalam kontek sosial. Oleh karena itu, untukmembantu mengoptimalkan perkembangan anak, dia harusdilibatkan sebanyak mungkin dalam interaksi sosial dengansebaya, guru, orang tua dan orang dewasa lainnya,c. Belajar mempengaruhi perkembangan mentald. Bahasa memegang peranan penting dalam membantuperkembangan mental anak.Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan perkembanganberpikir anak, pengembangan bahasa atau literasi anak harus puladioptimalkan melalui melibatkan anak dalam aktivitas literasi dirumah, di lembaga PAUD dan di masyarakat.Vigotsky menyakini bahwa anak memiliki kemampuansecara aktif membagun pengetahuan melalui interaksi sosial dilingkungannya. Kontek sosial mempengaruhi perkembanganberpikir, sikap dan tingkah laku anak. Kontek sosial adalahmeliputi seluruh lingkungan dimana anak tinggal yang secaralangsung atau pun tidak langsung dipengaruhi oleh sistem budayayang berlaku dalam masyarakat dimana anak hidup. Vogotskymengemukakan tiga konteks sosial yaitu :a. Interaktif, orang lain atau teman sebaya yang sedangmelakukan interaksi dengan anak.b. Tingkat struktural yaitu konteks sosial yang memiliki strukturseperti anggota keluarga, lembaga PAUD, dan masyarakatsekitar.20
  21. 21. c. Tingkat struktur sosial yang meliputi keseluruhan berbagaihasil kreasi anggota masyarakat.21
  22. 22. BAB IIIPENUTUP3.1 SIMPULANPendidikan anak usia dini pada dasarnya meliputi seluruh upaya dantindakan yang dilakukan oleh pendidik dan orang tua dalam prosesperawatan, pengasuhan dan pendidikan pada anak dengan menciptakanlingkungan yang kodusif dimana anak dapat mengeksplorasi dirinya ,memberikan kesempatan padanya untuk mengetahui dan memahamipengalaman belajar yang diperolehnya melalui lingkungan melalui caramengamati, meniru dan bereksperimen yang berlangsung secara berulang-ulang yang melibatkan seluruh potensi dan kecerdasan anak.Dengan adanya teori-teori dari para ahli mengenai perkembanganAnak Usia Dini, sangatlah membantu tenaga pengajar, khususnya padaPAUD untuk memahami bagaimana perkembangan anak, baik dari segikognisi, motorik, sosial dan emosional.22
  23. 23. DAFTAR PUSTAKAGunarsa, Prof. Dr. Singgih D. 1981. Dasar dan Teori Perkembangan Anak.Jakarta : PT BPK Gunung Mulia.Sujono, Yuliani Nurani.2011. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta :PT Indeks.file:///C:/Users/toshiba/Downloads/Maria%20Montessori%20%C2%AB%20KuliahGratis.Net.htmfile:///C:/Users/toshiba/Downloads/teori-teori-tentang-perkembangan.html23

×