Your SlideShare is downloading. ×
0
Pleno 20 Cmodul5
Pleno 20 Cmodul5
Pleno 20 Cmodul5
Pleno 20 Cmodul5
Pleno 20 Cmodul5
Pleno 20 Cmodul5
Pleno 20 Cmodul5
Pleno 20 Cmodul5
Pleno 20 Cmodul5
Pleno 20 Cmodul5
Pleno 20 Cmodul5
Pleno 20 Cmodul5
Pleno 20 Cmodul5
Pleno 20 Cmodul5
Pleno 20 Cmodul5
Pleno 20 Cmodul5
Pleno 20 Cmodul5
Pleno 20 Cmodul5
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Pleno 20 Cmodul5

1,375

Published on

pleno ttg bioteknologi kedokteran

pleno ttg bioteknologi kedokteran

Published in: Education, Technology
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
1,375
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
86
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Plenary Discussion Modul 5: Bioteknologi Kedokteran 5 th Week
  • 2. Anggota Kelompok <ul><li>1. Faradela </li></ul><ul><li>2. Geetharani a/p Subramaniam </li></ul><ul><li>3. Muhammad Afifi Bin Basri </li></ul><ul><li>4. Donna Ariska </li></ul><ul><li>5. Deasy Nurwianti </li></ul><ul><li>6. Riski Amrika Putra </li></ul><ul><li>7. Riska Sovina </li></ul><ul><li>8. Hary Romeo I </li></ul>
  • 3. DR. Dr Runi <ul><li>Dr. Dr. Runi baru saja menyelesaikan program doktornya dalam bidang biologi molekuler. Lembaga tempat dia bekerja, menugaskannya untuk membuat vaksin baru untuk proteksi terhadap virus H5N1 yang saat ini sedang melanda dunia. Virus H5N1 adalah suatu virus penyebab flu burung yang dapat menyebabkan kematian baik terhadap hewan maupun pada manusia. </li></ul><ul><li>DR. Runi mencoba mengkultur lendir yang diperoleh dari unggas yang mati mendadak karena flu burung. Selanjutnya melakukan gene mapping , gene sequencing , gene rekombinan , dan replikasi gen menggunakan PCR. DNA Cutting dilakukan dengan menggunakan enzim restriksi. Vaksin yang baru ini diharapkan dapat memproteksi manusia dari virus H5N1. </li></ul><ul><li>Jika anda sebagai ilmuwan bagaimana anda memanfaatkan bioteknologi kedokteran untuk kepentingan medis? </li></ul>
  • 4. <ul><li>Bioteknologi </li></ul><ul><li>Vaksin </li></ul><ul><li>Virus </li></ul><ul><li>PCR </li></ul><ul><li>Kultur </li></ul><ul><li>Gene mapping </li></ul><ul><li>Gene sequencing </li></ul><ul><li>Gene recombinant </li></ul><ul><li>Replikasi gen </li></ul><ul><li>DNA-cutting </li></ul>Terminologi
  • 5. <ul><li>Mahasiswa mampu menjelaskan: </li></ul><ul><li>Perkembangan bioteknologi </li></ul><ul><li>Manfaat bioteknologi </li></ul><ul><li>Dasar-dasar kultur jaringan </li></ul><ul><li>PCR </li></ul><ul><li>Gene recombinant </li></ul><ul><li>Recombinan vaksin </li></ul><ul><li>Terapi gen </li></ul>Learning Objective
  • 6. Skema Bioteknologi kedokteran Perkembangan Aplikasi DNA Recombinant Vaksin Recombinant Terapi gen Kultur Jaringan PCR Manfaat
  • 7. <ul><li>1. Bioteknologi Generasi Pertama </li></ul><ul><ul><li>Contoh : tempe, tape, cuka. </li></ul></ul><ul><li>2. Bioteknologi Generasi Kedua </li></ul><ul><ul><li>Contoh : aseton, asam sitrat </li></ul></ul><ul><li>3. Bioteknologi Generasi Ketiga </li></ul><ul><ul><li>Contoh : antibiotik dan hormon </li></ul></ul><ul><li>4. Bioteknologi Generasi Baru </li></ul><ul><ul><li>Contoh : insulin, interferon, antibodi </li></ul></ul>Perkembangan Bioteknologi
  • 8. <ul><li>1. Bidang kedokteran </li></ul><ul><li>Preventif </li></ul><ul><li>Diagnosa penyakit </li></ul><ul><li>Terapi gen </li></ul><ul><li>2. Bidang farmasi </li></ul><ul><li>Antibodi dan enzim </li></ul><ul><li>3. Bidang hukum dan forensik </li></ul><ul><li>Sidik jari </li></ul><ul><li>4. Bidang lingkungan </li></ul><ul><li>Bioremediasi </li></ul>Manfaat Bioteknologi
  • 9. <ul><li>Kultur jaringan adalah cara membiakkan sel, jaringan secara invitro. </li></ul><ul><li>Kultur jaringan ini dapat dilakukan pada semua jaringan tubuh MH. </li></ul><ul><li>Hal yang penting diperhatikan dalam kultur jaringan adalah sbb : </li></ul><ul><li>1. Media </li></ul><ul><li>Media padat : gel / agar </li></ul><ul><li>Media cair : nutrisi yang dilarutkan dalam air </li></ul><ul><li>2. Lingkungan kerja yang aseptik </li></ul><ul><li>3. Alat steril </li></ul><ul><li>4. Nutrisi </li></ul>Dasar-dasar Kultur Jaringan
  • 10. PCR <ul><li>Metode replikasi DNA </li></ul><ul><li>Secara enzimatis </li></ul><ul><li>Tanpa menggunakan organisme hidup </li></ul>
  • 11. Tahapan PCR : <ul><li>1. Denaturasi </li></ul><ul><li>Memutus ikatan double helix </li></ul><ul><li>Suhu > 90 o C </li></ul><ul><li>2. Anealling </li></ul><ul><li>Penempelan primer ke DNA template yang telah didenaturasi </li></ul><ul><li>Suhu 50-65 o C </li></ul><ul><li>3. Extention </li></ul><ul><li>Pemanjangan oleh DNA polimerase </li></ul><ul><li>Suhu 75 o C </li></ul>
  • 12. Gen Rekombinan <ul><li>Materi yang diperlukan : </li></ul><ul><li>DNA donor </li></ul><ul><li>Enzim Restriksi Endonuklease </li></ul><ul><li>Vektor </li></ul><ul><li>Sel inang </li></ul>
  • 13. Cara Kerja Gen Rekombinan <ul><li>DNA donor dan vektor/plasmid dipotong dengan enzim restriksi yang sama </li></ul><ul><li>Fragmen DNA dan plasmid yang terpotong digabungkan (rekombinan) dengan batuan enzim ligase </li></ul><ul><li>Plasmid rekombinan yang terbentuk diperbanyak ke dalam sel inang </li></ul><ul><li>Tumbuhkan pada media kultur yang sesuai selama 24 jam dengan suhu 37 o C </li></ul>
  • 14. Rekombinan Vaksin <ul><li>Tahap pembuatan vaksin </li></ul><ul><ul><li>Mengisolasi gen-gen dari organisme penyebab sakit </li></ul></ul><ul><ul><li>Menyisipkan gen-gen tersebut ke tubuh organisme yang kurang patogen </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengulturkan organisme hasil rekayasa sehingga menghasilkan antigen dalam jumlah banyak </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengekstraksi antigen lalu digunakan sebagai vaksin </li></ul></ul>
  • 15. Cara kerja Vaksin <ul><li>Mempersiapkan sistem kekebalan manusia untuk bertahan terhadap serangan patogen tertentu </li></ul>
  • 16. Terapi gen <ul><li>Bertujuan untuk menambah, memperbaiki / menghilangkan ekspresi gen tertentu pada penyakit herediter dan non herediter. </li></ul><ul><li>Aplikasi </li></ul><ul><li>Pada penyakit kanker dan beberapa penyakit lainnya, ex : HIV </li></ul><ul><li>Pada kelainan bawaan seperti hemofilia. </li></ul>
  • 17. Prinsip kerja terapi gen <ul><li>Menambah gen </li></ul><ul><li>Menghambat gen </li></ul><ul><li>Reparasi gen </li></ul><ul><li>Memusnahkan sel sakes </li></ul>
  • 18. Sekian……

×