• Save
Modul manajemen investasi & portofolio
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Modul manajemen investasi & portofolio

on

  • 27,263 views

By: Finance Teaching Assistant FE Unpad 2010-2011

By: Finance Teaching Assistant FE Unpad 2010-2011

Statistics

Views

Total Views
27,263
Views on SlideShare
27,258
Embed Views
5

Actions

Likes
33
Downloads
0
Comments
31

2 Embeds 5

http://www.docseek.net 3
https://twitter.com 2

Accessibility

Upload Details

Uploaded via as Microsoft Word

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel

110 of 31 Post a comment

  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • selamat malam ibu :)
    saya boleh minta file modul nya? email saya: putrifathisyah@yahoo.com
    terima kasih :)
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • maaf, bisaminta file nya ? diulhaq@yahoo.com
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • mbak bisa kirimin filenya ke email saya gak?
    depy_reyta@yahoo.co.id
    makasih :-)
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • baguss boleh di share gak ke sigitprasetyo349@yahoo.com sebelumnya saya ucapkan trmakasih
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
  • aslmlkm... menarik, boleh d share ke sigitprasetyo349@yahoo.com
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…

110 of 31

Post Comment
Edit your comment

Modul manajemen investasi & portofolio Modul manajemen investasi & portofolio Document Transcript

  • Part 1<br />Introduction<br />PASAR MODAL<br />Pengertian Pasar Modal<br />“Kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek” (Undang-undang Pasar Modal No.8 tahun 1995).<br />Secara umum, pasar modal adalah tempat atau sarana bertemunya antara permintaan dan penawaran atas instrument keuangan jangka panjang, umumnya lebih dari 1 tahun.<br />Bursa Efek adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangakan efek di antara mereka.<br />Instrument Pasar Modal<br />Saham Preferen (Preferred Stock) adalah jenis saham yang memiliki hak terlebih dahulu untuk menerima laba dan memiliki hak laba kumulatif.<br />Saham biasa (Common stock) adalah jenis saham yang menerima laba setelah laba bagian saham preferen dibayarkan.<br />Obligasi (Bonds) adalah tanda bukti tanda perusahaan memiliki hutang jangka panjang kepada masyarakat yaitu di atas 3 tahun.<br />Bukti right adalah hak untuk membeli saham pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu.<br />Jenis Pasar Modal<br />Pasar modal dapat dikategorikan menjadi 4 pasar, yaitu ;<br />
    • Pasar Perdana/ Initial Public Offering ( IPO ), adalah tempat atau sarana bagi perusahaan untuk pertama kali menawarkan saham atau obligasi ke masyarakat umum.
    • Pasar Sekunder, adalah tempat atau sarana transaksi jual-beli efek antar investor dan harga dibentuk oleh investor melalui perantara efek.
    • Pasar Ketiga, adalah sarana transaksi jual-beli efek antara market maker serta investor dan harga dibentuk oleh market maker.
    • Pasar Keempat, adalah sarana transaksi jual-beli antara investor jual dan investor beli tanpa melalui perantara efek.
    • Alur Mekanisme Transaksi Pasar Sekunder di Indonesia
    • MEKANISME TRANSAKSI DI PASAR SEKUNDER (BEI)
    INVESTOR BELIPIALANG BELIBURSA EFEK INDONESIASISTEM TAWAR MENAWAR DAN NEGOSIASI“JATS”WPPEPIALANGWPPEPIALANGKPEI & KSEIPENYELESAIAN TRANSAKSIPIALANG JUALINVESTOR JUALDANAINVESTOR BELIEMITEN/BAEPIALANG BELIPIALANG JUALINVESTOR JUALSAHAMDANASAHAM<br />INDEKS<br />Pengertian Indeks <br />“Angka Indeks adalah angka yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dipergunakan untuk membandingkan kegiatan atau peristiwa yang sejenis dalam waktu yang berbeda. Kegiatan dari peristiwa itu bisa berupa harga saham yang berubah-ubah dari waktu ke waktu.” ( J.Supranto, 1992 : 268 )<br />Melalui indeks, investor dapat melihat trend pergerakan pasar saat ini, apakah sedang naik, stabil, atau turun.<br />Indeks Harga Saham diharapkan memiliki lima fungsi yaitu ;<br />Sebagai indikator trend pasar<br />Sebagai indikator tingkat keuntungan<br />Sebagai tolak ukur ( benchmark ) kinerja suatu portofolio<br />Memfasilitasi pembentukan portofolio dengan strategi pasif<br />Memfasilitasi berkembangnya produk derivatif <br />Jenis Indeks Harga Saham<br />Indeks individual, menggunakan indeks harga masing-masing saham terhadap harga dasarnya, atau indeks masing-masing saham yang tercatat ( listing ) di Bursa Efek, Contoh : Indeks TLKM, Indeks MSFT, dll.<br />Rumus untuk menghitung Indeks Individual :<br />Indeks Parsial, Indeks harga saham parsial, menggunakan semua saham yang termasuk dalam masing-masing sektor/klasifikasi tertentu, contoh: DJIA, NASDAQ, S & P, Indeks sektor pertambangan, dll. <br />Rumus untuk menghitung Indeks Parsial:<br />Indeks Harga Saham Gabungan (composite stock price index), menggunakan seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek suatu negara, contoh: IHSG, Strait Time Index (STI), dll.<br />Ada 3 pendekatan untuk menghitung composite stock price index:<br />
    • Price weighed series, stock index yang dipengaruhi oleh proporsi harga setiap saham per lembarnya. Rumus untuk menghitung price weighted series:
    • [ harus di-adjust untuk menyesuaikan dengan stock split]
    • Value weighted series, stock index yang dipengaruhi oleh harga saham per lembar dan jumlah saham beredar dari suatu saham dan membandingkan dengan nilai awal yang dijadikan sebagai nilai tahun dasar. Rumus untuk menghitung value weighted series:
    • [-> nilai tahun dasar = 100]
    • Value line index , stock index dengan memperhitungkan komponen Index of Change /Holding period Return ( HPR ) dari setiap saham. Rumus untuk menghitung value weighted series:
    • Value Line Index (VLI) = ∏ x Index Value Line
    LAB I<br />INTRODUCTION (MARKET INDEX)<br />
    • Indeks Harga Saham Individu
    • Pada tanggal 23/01/2007 PT.Bakrie Telecom,tbk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek sebagai berikut ;
    • ♠Harga PerdanaRp. 115,00
    • ♠Nilai NominalRp. 100,00
    • ♠Jumlah Saham beredar sebanyak 5.500.000.000 lembar
    • Periode berikutnya, harga pasar BTEL mengalami perubahan setiap hari. Berikut ini adalah data harga penutupan harian ;
    • 1/02/2007Rp. 145,00
    • 1/07/2008Rp. 445,00
    • 3/10/2009Rp. 66,00
    • 2/06/2010Rp. 130,00
    • Pada tanggal 7/08/2009 dilakukan stock reverse dengan rasio 1:4 dan terjadi perubahan nilai nominal dai RP. 100,00 menjadi Rp. 400,00 dan pembagian saham bonus sebanyak 1.076.515.248 lembar. Harga pasar adalah Rp. 130,00 per 5 September 2010 dan data untuk closing price berikutnya adalah ;
    • 1/10/2010 Rp. 420,00
    • 3/12/2010Rp. 350,00
    • 4/01/2011Rp. 400,00
    • Hitunglah :
    • Nilai dasar per unit sebelum tindakan stock reverse dan pembagian saham bonus!
    • Nilai dasar per unit setelah tindakan reverse dan pembagian saham bonus!
    • Indeks saham BTEL pada tanggal closing price di atas!
    • 2) Indeks Harga Saham Parsial
    • Berikut data beberapa emiten yang listing di Bursa Efek Indonesia ;
    • NoEmitenKodeSahamJumlah Saham (jutaan )Harga Pasar per unitNilai Dasar per unit1Mayora Indah,TbkMYOR178Rp 990,00Rp 750,002H M Sampoerna,TbkHMSP170Rp 10.300,00Rp 8.000,003Lion Metal Works,TbkLION139Rp 3.900,00Rp 2.150,004Mandom Indonesia,TbkTCID225Rp 4.500,00Rp 2.700,005Bumi Resources,TbkBUMI250Rp 850,00Rp 600,006Kimia Farma, TbkKAEF109Rp 73,00Rp 100,007Aqua Golden Mississipi,TbkAQUA188Rp 135.000,00Rp 110.000,008Ultra Jaya Milk,TbkULTJ190Rp 700,00Rp. 500,009Merck,TbkMERK154Rp 32.000,00Rp 30.000,0010Sampoerna Agro,TbkSGRO172Rp 1.030,00Rp 450,0011Mustika Ratu,TbkMRAT152Rp 169,00Rp 115,0012Siantar TOP,TbkSTTP178Rp 145,00Rp 100,0013Multi Bintang Indonesia,TbkANTM185Rp 57.500,00Rp. 54.000,001 4AGIS,TbkTMPI165Rp 58,00Rp 80,00
    • Berdasarkan data-data di atas hitunglah indeks parsial untuk saham-saham yang ternasuk ke dalam SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI!
    • 3) Indeks Harga Saham Gabungan ( Composite stock price index )
    • Asumsikan terdapat 5 emiten yang listing ke dalam NYSE yaitu
    SimbolEmitenMMM3M CompanyAAAlcoa IncorporatedAXPAmerican Express CompanyBABoeing CompanyCATCaterpillar Corporation<br />
    • .
    • Berikut data mengenai closing price dari ke-5 emiten tersebut ;
    • DayMMMAAAXPBACAT0$ 37,91$ 28,28$ 43,76$ 37,91$ 17135,9527,8935,6431,5814,04236,128,6139,5632,3215,8335,3126,4139,7833,9315,93435,1823,8943,133,5115,45534,0523,7141,6135,8713,68
    • Common stock outstanding untuk 3M Company adalah 1,000,000 lembar
    • Common stock outstanding untuk Alcoa Incorporated adalah 720,000 lembar
    • Common stock outstanding untuk American Express Company adalah 850,000 lembar
    • Common stock outstanding untuk Boeing Company adalah 777,000 lembar
    • Common stock outstanding untuk Caterpillar Corporation adalah 1,000,000 lembar
    • Pada hari ke-2 3M Company mengumumkan stock split dengan rasio 1:4
    • Pada hari ke-3 Boeing Company mengumumkan stock split dengan rasio 1:2
    • Berdasarkan data di atas Hitunglah :
    • Composite stock price index dengan pendekatan Price Weighted Series
    • Composite stock price index dengan pendekatan Value Weighted Series
    • Composite stock price index dengan pendekatan Value Line Index (Index value line = 100)
    • PART II
    RISK & RETURN<br />RISK & RETURN<br />(SINGLE ASSET & PORTFOLIO)<br />Pengertian BETA ( β )<br />Beta merupakan ukuran angka koefisien yang menggambarkan sensitivitas atau kecenderungan respon suatu saham terhadap pasar. Beta merupakan pengukur risiko sitematik yang tidak dapat dihilangkan karena diversivikasi. Jika fluktuasi return-return sekuritas atau portfolio secara statistik mengikuti fluktuasi dari return-return pasar, maka Beta dari sekuritas atau portofolio tersebut dikatakan bernilai 1 atau risiko sistematik suatu sekuritas atau portofolio sama dengan risiko pasar.<br />Mengestimasi Beta<br />Beta suatu sekuritas dapat diestimasi melalui tiga pendekatan, yaitu :<br />
    • Beta Pasar
    • Beta Pasar diestimasi dengan menggunakan nilai-nilai historis return dari sekuritas dan return dari pasar selama periode tertentu. Dalam mengestimasi Beta Pasar digunakan 3 cara:
    • Manual, yaitu dengan memplot garis lurus diantara titik-titik dalam scatter diagram yang menggambarkan hubungan antara return sekuritas dengan return pasar. Beta merupakan slope dari garis lurus tersebut.
    • Regresi
    • Persamaan regresi yang digunakan untuk mengestimasi Beta didasarkan pada Single Index Model (SIM) dan Capital Asset Pricing Model (CAPM).
    • Persamaan SIM :Persamaan CAPM :
    Keterangan :<br />Ri=return sekuritas ke-i <br />βi=koefisien yang mengukur perubahan Ri akibat dari perubahan RM <br />RM=tingkat return dari indeks pasar <br />αi = return sekuritas ke-i yang independen terhadap return pasar<br /> ei=kesalahan residu yang merupakan variabel acak dengan nilai ekspektasinya sama dengan nol. <br />Rf = return aktiva bebas risiko<br />
    • Rumus
    Keterangan :<br />
    • σiM = kovarian return antara sekuritas ke-i dengan return pasar
    • σM2 = varian return pasar
    • Rit = return sekuritas ke-i pada waktu t
    • Rit = rata-rata sekuritas ke-i pada waktu t
    • RMt = return pasar pada waktu t
    • RMt = rata-rata return pasar pada waktu t
    • Beta Akuntansi, dihitung secara sama dengan Beta pasar (yang menggunakan data return) dengan mengganti data return dengan data laba akuntansi.
    • Beta Fundamental, dihitung dengan menggunakan variabel-variabel yang dianggap berhubungan dengan risiko, karena Beta merupakan pengukur dari risiko. Dengan argumentasi bahwa risiko dapat ditentukan menggunakan kombinasi karakteristik pasar dari sekuritas dan nilai-nilai fundamental perusahaan.
    CAPITAL ASSET PRICING MODEL ( CAPM ) <br />CAPM merupakan suatu model yang digunakan untuk mengestimasi return suatu sekuritas. Model ini menyediakan kerangka untuk menjelaskan hubungan antara expected return dan risiko untuk suatu saham baik secara individu maupun portfolio.<br />
    • Persamaan CAPM :
    Dari persamaan di atas dapat dipahami bahwa investor ingin memperoleh kompensasi atas dua hal, yaitu nilai waktu uang dan risiko atas invetasi. Nilai waktu uang digambarkan melalui tingkat bunga bebas risiko dan risiko investasi tergambar melalui beta yang dibandingkan dengan tingkat pengembalian asset terhadap tingkat pengembalian pasar selama periode tertentu.<br />RISK & RETURN MEASUREMENT<br />PortfolioSingle AssetExpected Return QUOTE Rp= j=1nXi. Ri Std. DeviationVarianceCV<br />Return dibedakan menjadi dua, yaitu :<br />
    • Expected rate of return, tingkat pengembalian yang diharapkan investor.
    • Rate of return, merupakan tingkat pengembalian yang diterima oleh investor dalam bentuk persentase keuntungan. Dalam perhitungannya, rate of return mencakup dividen (laba yang diterima investor secara berkala dari kegiatan investasi saham) dan capital gain (pendapatan yang diterima karena mendapatkan selisih harga saham). QUOTE Ri= P1- P0+ D0Po
    Lab II-A<br />RISK AND RETURN SINGLE ASSET<br />1. Diketahui data historis IHSG serta harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB). Tingkat return SBI per 31 desember 2010 adalah sebesar 10.67%.<br />DateSekuritasMarketBMRISMCBJKSE12/1/20092295015202452.512/2/20092375015702471.5612/3/20092385015702500.0412/4/20092400015602511.5412/7/20092400015302483.7612/8/20092385015302483.8912/9/20092380015602481.312/11/20092390015602519.112/14/20092390015602506.3912/15/20092390015502494.74<br />Hitunglah:<br />a. Tingkat pengembalian (rate of return) BMRI, SMCB dan JKSE<br />b. Standar Deviasi ( σ ) dari BMRI, SMCB dan JKSE<br />c. Beta dari BMRI dan SMCB serta estimasi return dari BMRI dan SMCB dengan metode CAPM.<br />d. Bandingkan risiko dan return yang telah dihitung pada point a dan b.<br />Lab II- B<br />RISK AND RETURN PORTOFOLIO ASSET<br />(Praktikum Komputer)<br />
    • Berikut ini adalah empat saham yang termasuk ke dalam indeks LQ45 :
    Kode EmitenEmitenANTMAneka Tambang (Persero) TbkBBCABank Central Asia TbkPGASPerusahaan Gan Negara TbkCTRACiputra Development Tbk<br />Data yang diberikan adalah data historis keempat saham tersebut dan data historis IHSG (JKSE) selama 2 tahun (Januari 2009-Desember 2010) <br />Tingkat return SBI adalah 10.67%<br />Ditanya:<br />a) Rate of return dan Expected return dari ANTM, BBCA, PGAS dan CTRA.<br />b) Variance, Standar Deviasi, Covariance, Correlation, Beta, CV serta Return (CAPM) dari ANTM, BBCA, PGAS dan CTRA.<br />c) Buatlah portfolio dari keempat saham tersebut dengan bobot :<br />25:25:25:25<br />30:15:20:35<br />50:20:15:15<br />d) Expected return, coefficient of correlation dan Standar deviasi<br />e) Beta dan estimasi return dari CAPM<br />f) Bandingkan risiko dan return yang telah dihitung pada poin a dan b.<br />PART III<br />Stock Valuation<br />STOCK VALUATION<br />Saham<br />Saham merupakan bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan. Suatu perusahaan dapat menjual kepemilikannya dalam bentuk saham (stock). Saham yang dijual perusahaan dapat berupa saham biasa (common stock) atau saham preferen (preferred stock).<br />Stock Valuation<br />Nilai / harga dari sebuah saham merupakan present value dari semua cash flow yang akan datang yang diharapkan akan kita peroleh selama masa yang tidak ditentukan (L.J. Gitman., eleventh edition:342). Tujuan kita melakukan stock valuation adalah untuk mencari saham mana yang menguntungkan dan yang sedang murah (undervalued) sehingga dapat ditambahkan ke dalam portofolio investasi, atau saham yang sudah terlalu mahal (overvalued) agar dapat dijual dan mendapat keuntungan (profit taking).<br />Basic Stock Valuation Model :<br /> undervalued, investor buy the stock overvalued, investor sell the stock <br />PO= Nilai sekarang dari perusahaan (value of the firm)<br />t= Periode waktu ke-t dari t=1 sampai dengan <br />k= Discount rate atau Required Return<br />Ada banyak teknik yang dapat kita gunakan untuk menilai harga fundamental (fundamental price), PO, dari sebuah saham. Pendekatan-pendekatan berikut merupakan pendekatan yang sering digunakan dalam melakukan valuasi nilai saham:<br />Pendekatan Dividend (Dividend Discounted Model)<br />Merupakan pendekatan untuk menghitung nilai intrinsik saham dengan mendiskontokan arus dividen masa depan ke nilai sekarang. Pendekatan ini dapat digunakan untuk perusahaan yang membayarkan dividend dengan tingkat pertumbuhan yang konstan (constant-growth model), berubah-ubah (variable-growth model), ataupun tanpa partumbuhan (zero-growth model).<br />Variable Growth ModelVariable Growth assumed that is only one shift growth rate in the end of year (n).Find the value of dividend each year:Calculate the Present Value of dividend at initial growth (g1):Calculate the stock value at the end of initial growth period (g2):Variable growth:Zero Growth Model<br />Constant Growth Model<br />Pendekatan Free cash Flows (Free Cash Flow Valuation Model)<br />FCF dapat digunakan ketika perusahaan tidak memiliki sejarah pembagian dividend atau untuk perusahaan yang baru listing di bursa.<br />VS = stock valueVC = company valueVD = debt value (hutang)VP = preffered stock value<br />Vs = Vc – Vd – Vp<br /> Vc = PV of FCF<br />FCF = OCF – NFAI – NCAI<br />NFAI = Change in Net Fixed Asset + Depreciation<br />NCAI = Change in current asset – Change in (accounts payable + accruals)<br />Pendekatan Book Value<br />Book value menunjukkan nilai aktiva bersih (net assets) yang dimiliki oleh pemegang saham dari setiap lembar saham yang dimiliki. Aktiva bersih merupakan nilai dari total assets dikurangi dengan total liabilities, atau sama dengan total equity. Secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut:<br />Pendekatan Liquidation Value<br />Liquidation value merupakan nilai aktual yang akan diperoleh apabila semua aset perusahaan dijual pada harga pasarnya dikurangi semua pembayaran hutang dan preferred stock.<br />Pendekatan Price Earning (P/E) Multiples<br />Teknik ini adalah teknik yang paling sederhana dan sering digunakan para pelaku pasar modal dalam mengestimasi harga fundamental dari suatu saham.<br />Lab III<br />STOCK VALUATION<br />
    • 1. Two years ago MARZ Corporation paid a dividend of $1,75 per share. Last year, the firm paid dividend of $2,00 per share. Then this year, the firm pay a dividend of $2,15 per share.
    • By assuming the firm has 12,5% required return, what is the firm normal stock value?
    • If the market share price is $120 per share, what is the firm’s required return?
    • If the firm has 13% required return, what is the firm’s share value?
    What is the conclusion that you get from calculation on part a, b, and c? (correlated to dividend payment, required return, and share price)<br />2. Perusahaan Telkomsel menyatakan dividen tunai sebesar $2,00 akan dibayarkan kepada pemegang saham pada tahun 2009. CFO Telkomsel meramalkan bahwa dividen tunai akan mengalami pertumbuhan sebesar 7%, 6%, dan 5% untuk tahun 2012, 2011, dan 2010.Setelah periode itu CFO Telkomsel percaya bahwa keuntungan akan tumbuh sebesar 10% disebabkan oleh fitur inovasi produk Telkomsel Flash. Berdasarkan ekspansi ini, CFO mengharapkan bahwa dividen Telkomsel akan memiliki tingkat pertumbuhan 11% per tahun dan pertumbuhan pendapatan 15% per tahun untuk masa mendatang hingga tak hingga. Berapakah harga maksimum per lembar saham Telkomsel, jika investor mengiginkan required return sebesar 13%?<br />3. Dudalidut (3D), Tbk. adalah perusahaan yang bergerak pada industri farmasi. Perusahaan tersebut sedang mempertimbangkan tentang melakukan public offering tetapi masih tidak yakin mengenai harga wajar saham untuk perusahaan. Sebelum mengkonsultasikan dengan konsultan investasi, manajer keuangan di <br />Dudalidut (3D), Tbk. telah memutuskan untuk membuat estimasi sendiri dalam menentukan harga wajar saham perusahaan. Manajer keuangan tersebut telah mengumpulkan data untuk melakukan valuasi dengan menggunakan free cash flow valuation model. (Data telah dikonversi kedalam US$)<br />Free cash flowOther dataYear (t)FCF(t)2011$500,000Growth of FCF, beyond 2014 to infinitive = 5% annually2012$575,000Weighted average cost of capital = 15%2013$605,000Market value of all debt = $2,500,0002014$687,000Market value of preferred stock = $800,0002015$751,000number of shares of common stock outstanding = 300,000<br />Hitunglah harga wajar dari saham perusahaan Dudalidut (3D), Tbk!<br />4. Berikut ini adalah balance sheet dari Syah Corporation:<br />Syah Corporation<br />Balance Sheet<br />Assets<br />Cash$ 1,740,000<br />Marketable Securities$ 660,000<br />Accounts Receivable$ 20,000<br />Inventories$ 488,000<br />Land & Building$ 11,150,000<br />Machinery & Equipment$ 450,000<br />Liabilities & Owner’s Equity<br />Accounts Payable$ 5,000,000<br />Notes Payable$ 1,000,000<br />Accruals$ 1,000,000<br />Long-term Debt Securities$ 20,848,000<br />Preferred stock$ 2,000,000<br />Common stock (100,000 shares)$ 50,000,000<br />Informasi tambahan mengenai Syah Corporation:<br />Preferred stock dapat dilikuidasi pada book value<br />Account receivable dapat dilikuidasi pada 75% book value dan inventory dapat dilikuidasi pada 85% book value<br />Beban bunga dan dividen telah dibayarkan<br />Land & building dapat dilikuidasi pada 150% book value<br />Machinery & equipment dapat dilikuidasi pada 50% book value<br />Cash & marketable securities dapat dilikuidasi pada book value<br />Tentukan:<br />Harga saham Syah Corporation dengan menggunakan book value<br />Harga saham Syah Corporation dengan menggunakan liquidation value<br />Bandingkan hasil perhitungan anda pada point a dengan b<br />5. Berikut ini adalah data keuangan dari beberapa perusahaan industri keuangan pada tahun 2009:<br />PerusahaanEPS 2009Ekspektasi Pertumbuhan EPSHarga PasarExxon Mobil$ 5,016%$78.4Bank of America Corp.$ 1,835%$ 28,8J.P. Morgan Chase & Co.$ 3,022%$ 19,0Royal Bank of Scotland$ 2,230%$ 25,0Gazprom$ 2,826%$ 21,0<br />Tentukanlah berapa harga saham perusahaan tersebut pada tahun 2010!<br />Part IV<br />Single Index Model<br />SINGLE INDEX MODEL<br />RISK & RETURN USING SINGLE INDEX MODEL ( SIM )<br />Single Index Model didasarkan pada pengamatan bahwa harga dari suatu sekuritas berfluktuasi searah dengan indeks harga pasar. Secara khusus dapat diamati bahwa kebanyakan saham cenderung mengalami kenaikan harga jika indeks harga saham naik, begitu juga sebaliknya. Hal ini menyarankan bahwa return-return dari sekuritas mungkin berkorelasi karena adanya aksi umum (common response) terhadap perubahan-perubahan nilai pasar. Dengan dasar ini, return dari suatu sekuritas dan return dari indeks pasar yang umum dapat dituliskan sebagai hubungan :<br />di mana <br />Keterangan :<br /> = return sekuritas ke-i<br /> = suatu variabel acak yang menunjukkan komponen dari suatu return sekuritas ke-I yang independen terhadap kinerja pasar<br /> QUOTE βi = Beta menunjukkan koefisien yang mengukur perubahan Ri akibat dari perubahan RM<br /> = tingkat return dari indeks pasar, juga merupakan suatu variable acak<br />Asumsi – asumsi Single Index Model<br />Asumsi utama dari model ini adalah kesalahan residu dari sekuritas ke-i tidak berkovari dengan kesalahan residu sekuritas ke-j atau tidak berkovari dengan untuk semua nilai dari i dan j. <br />Kesalahan residu dari sekuritas ke-I ( QUOTE ei ) tidak berkovari dengan return indeks pasar ().<br />Dalam model ini return dibagi menjadi dua bagian, yaitu :<br />Komponen return yang unik diwakili oleh QUOTE αi yang independen terhadap return pasar. Bagian return yang unik hanya berhubungan dengan peristiwa mikro (micro event) yang mempengaruhi perusahaan tertentu saja, tetapi tidak mempengaruhi semua perusahaan-perusahaan secara umum.<br />Komponen return yang berhubungan dengan return pasar yang diwakili oleh . Bagian return yang berhubungan dengan return pasar ditunjukkan oleh Beta.<br />VARIAN RETURN SEKURITAS SIM<br />Langkah – langkah menghitung risiko (varian return) sekuritas dalam SIM :<br />Menghitung estimasi return dari sekuritas dan estimasi return indeks pasar.<br />Menghitung nilai Beta <br />Menghitung Alpha<br /> Menghitung kesalahan residu untuk tiap-tiap periode <br />Menghitung ekspektasi dari kesalahan residu<br /> <br />Menghitung varian dari kesalahan residu<br /> QUOTE σei2=t=1n[( eit- Eei2]n-1 <br />Menghitung varian dari return pasar<br />Menghitung varian return sekuritas<br />Kovarian return antar sekuritas ke-i dan ke-j SIM <br />Lab IV<br />SINGLE INDEX MODEL<br />
    • Berikut adalah harga saham historis dari dua emiten, yaitu
    DateSekuritasMarketANTMBMRIJKSE04/01/102300.004925.002575.4105/01/102300.004875.002605.2806/01/102300.004800.002603.3007/01/102350.004725.002586.9008/01/102350.004775.002614.3711/01/102325.004750.002632.2012/01/102350.004800.002659.5513/01/102275.004800.002632.8714/01/102300.004825.002645.1815/01/102225.004825.002647.09<br />
    • Hitunglah dengan menggunakan Single Index Model :
    • Estimasi return untuk ANTM, BMRI, dan JKSE
    • Beta untuk ANTM dan BMRI
    • Alpha / unique risk untuk ANTM dan BMRI
    • Besarnya kesalahan residu per hari dari ANTM dan BMRI
    • Varian return untuk ANTM, BMRI, dan JKSE
    Part V<br />Optimal Portofolio I<br />(Single Index Model)<br />OPTIMAL PORTFOLIO<br />(SINGLE INDEX MODEL)<br />Model indeks tunggal ini merupakan model yang dikembangkan William Sharpe (1963). Saham cenderung mengalami kenaikan harga jika indeks harga saham naik (common response). <br />Dimana:<br /> : return sekuritas ke-i<br /> : nilai ekspektasi dari return sekuritas yang independen terhadap return pasar<br /> : koefisien sensitivitas return sekuritas terhadap pasar<br /> : return pasar<br /> : kesalahan residu aset<br />Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam membentuk portofolio optimal dengan Single Index Model :<br />
    • Memeringkat saham berdasarkan Excess Return to Beta (ERB).
    • Excess return to beta (ERB), yaitu angka yang dapat menentukan apakah suatu sekuritas dapat dimasukkan ke dalam kombinasi portofolio optimal atau tidak.
    • Portofolio optimal berisi aktiva dengan nilai ERB yang lebih besar dari -nya. Pemeringkatan diurut dari nilai ERB terbesar sampai yang terkecil.
    • Menentukan Cut-Off Rate ()
    Menentukan nilai ERB yang dikatakan tinggi diperlukan suatu titik pembatas. Titik pembatas itu dinamakan Cut-Off Rate (). Untuk memperoleh nilai , maka harus dicari terlebih dahulu nilai masing-masing aset dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:<br />Dimana : <br />Nilai cut-off rate () didapat dari nilai terbesar dari seluruh aset.<br />
    • Menentukan proporsi optimal
    • Menentukan proporsi optimal dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mencari nilai Zi dari masing-masing aset yang masuk dalam kombinasi portofolio optimal. Nilai Zi dicari dengan rumus berikut:
    Kemudian setelah itu baru bisa dihitung bobot optimal dari masing-masing aset yang termasuk dalam kombinasi portofolio optimal dengan persamaan berikut:<br />Perhitungan Menggunakan Microsoft Excell:<br /> : “=AVERAGE(number1, [number2],…)”<br /> : “=STDEV(number1, [number2],…)”<br /> : “=SLOPE(known_y’s, known_x’s)”<br /> : “=INTERCEPT(known_y’s, known_x’s)”<br />Lab V<br />OPTIMAL PORTFOLIO I (SINGLE INDEX MODEL)<br />(Praktikum Komputer)<br />Di bawah ini adalah 13 Emiten yang akan dibeli oleh Mr. Myles untuk investasi portofolio.<br />NoKode EmitenNama Emiten1KLBFKalbe Farma Tbk2TLKMTelekomunikasi Indonesia Tbk3MYORMayora Indah Tbk4ASII Astra Internasional Tbk5INDFIndofood Sukses Makmur Tbk6MERKMerck Tbk7ULTJUltra Jaya Tbk 8HMSPH M Sampoerna Tbk9BBRIBank Rakyat Indonesia Tbk10BMRIBank Mandiri Tbk11HOMEHotel Mandarine Regency Tbk12CTTHCitatah Industri Marmer Tbk13ANTMAneka Tambang Tbk<br />Periode yang digunakan adalah 1 Januari 2008 hingga 30 Desember 2010. Jika selama periode tersebut diketahui bahwa rata-rata return harian dari asset bebas resiko adalah 0,00183% per hari. Maka dari data harga saham harian ke-13 emiten tersebut beserta data IHSG (Rm) yang tersedia, hitunglah :<br />Return rata-rata (Ri) harian dan risiko (σi) masing-masing saham & market!<br />Risiko unik saham (αi) dan sensitivitas asset terhadap pasar (βi) dari masing –masing asset!<br />
    • Varians pasar ( ), varians asset ( ), dan covarian dari asset dengan residual error ( ) !
    Hitung excess return to beta (ERB) masing-masing saham! Kemudian urutkan saham-saham tersebut dari saham yang memiliki nilai ERB terbesar!<br />Hitung nilai untuk tiap saham!<br />Tentukanlah nilai Cut-Off Rate-nya! Aset apa saja yang masuk dalam portfolio optimal Mr. Myles?<br />Cari bobot optimal untuk masing-masing asset yang masuk dalam kombinasi portfolio optimal Mr. Myles!<br />Berapa nilai return dari risiko optimal dari portfolio Mr. Myles berdasarkan metode Single Index Model!<br />Part VI<br />Optimal Portofolio II<br />(Constant Correlation Model)<br />OPTIMAL PORTOFOLIO<br />(CONSTANT CORRELATION MODEL)<br />Constant Correlation Model pada intinya menggunakan asumsi bahwa koefisien korelasi () konstan dari tiap pasang saham. Secara garis besar langkah-langkah penentuan portofolio optimal dengan metode ini sama dengan Single Index Model. Perbedaannya, Constant Correlation Model bukan menggunakan excess return to beta (ERB) melainkan menggunakan excess return to standard deviation (ERS).<br />Asumsi-asumsi yang digunakan :<br />Koefisien korelasi antar asset konstan<br />Tersedia asset bebas risiko (risk free asset)<br />Short selling tidak diizinkan<br />Koefisien korelasi diasumsikan constant, maka dari rumus diketahui :<br />Sehingga, <br />Setelah koefisien korelasi () tiap pasang saham diperoleh maka, untuk memenuhi asumsi bahwa koefisien korelasi antar asset konstan, sehingga nilai konstan yang digunakan adalah nilai rata-rata dari koefisien korelasi () antar asset :<br />Banyak nya yang perlu dihitung adalah : <br />Kemudian langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam Constant Correlation Model adalah sebagai berikut :<br />Memeringkat saham berdasarkan Excess Return to Standard Deviation (ERS).<br />Ukuran risiko dalam metode ini digunakan untuk mengukur reward to volatility. Excess Return to Standard Deviation (ERS) dirumuskan :<br />Portofolio optimal berisi aktiva dengan nilai ERS yang lebih besar dari -nya. Pemeringkatan diurut dari nilai ERS terbesar sampai yang terkecil. ERS positif dikeluarkan dari kombinasi portofolio.<br />Menentukan Cutt- Off Rate ()<br />Untuk memperoleh nilai , maka harus dicari terlebih dahulu nilai masing-masing aset dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:<br />ERS yang lebih besar dari masuk ke dalam portofolio. yang masuk portofolio adalah .<br />Menentukan proporsi optimal<br />Nilai Zi dicari dengan rumus berikut:<br />Kemudian setelah itu baru bisa dihitung bobot optimal dari masing-masing aset yang termasuk kombinasi portofolio optimal dengan persamaan:<br />Perhitungan Menggunakan Microsoft Excell :<br /> : “=AVERAGE(number1, [number2],…)”<br /> : “=STDEV(number1, [number2],…)”<br /> : “=CORREL(known_y’s, known_x’s)”<br />Lab VI<br />Optimal Portofolio II (Constant Correlation Model)<br />1. Di bawah ini tersedia data risiko () dan return rata-rata harian pasar () beserta 10 data return rata-rata saham (), risiko saham (), dan sensitivitas masing-masing saham terhadap pasar <br /> () yang akan Mr. Louee pertimbangkan untuk portofolio investasinya selama periode 1 September 2008 hingga 29 Agustus 2010. Selain itu diketahui pula return rata-rata harian asset bebas risiko () sebesar 0,0185% per hari beserta nilai koefisien korelasi antar pasang saham sebagai berikut:<br />IHSGTLKMHADEBNBRAALIASIIISATSMCBUNTRULTJHMSPAVERAGE0.10%0.03%4.41%0.06%0.19%0.17%0.10%0.21%0.16%0.61%0.11%STDEV1.54%2.04%65.96%3.26%3.09%2.60%2.75%3.28%2.73%9.56%2.16%BETA0.921.821.091.281.170.961.081.071.260.27CORRELATION0.02780.28080.38020.40900.45730.28180.31860.09900.13330.10740.04320.03270.0465-0.00430.0428-0.00830.03050.33190.28910.19840.26680.35770.14050.09320.43710.32900.25160.41670.13030.10160.32420.32320.47600.08350.13980.27940.29300.12690.10700.31160.13590.09660.13880.14380.0798<br />Tentukan nilai koefisien korelasi konstan yang akan digunakan dalam perhitungan portofolio optimal berdasarkan constant coefficient correlation!<br />Hitung excess return to standard deviation masing-masing saham! Kemudian urutkan saham-saham tersebut dari saham yang memiliki nilai ERS terbesar!<br />Hitung nilai untuk tiap saham! <br />Tentukan nilai Cut-Off Rate-nya! Aset mana saja yang masuk ke dalam portofolio optimal Mrs. Marie?<br />Cari bobot optimal untuk masing-masing asset yang masuk dalam kombinasi portofolio optimal Mrs. Marie!<br />Berapa nilai return dan risiko optimal dari portofolio Mrs. Marie berdasarkan Constant Correlation Model?<br />PART VII<br />PORTFOLIO PERFORMANCE<br />Part VII<br />PORTOFOLIO PERFORMANCE<br />PORTFOLIO PERFORMANCE<br />Setelah memilih saham-saham yang masuk dalam portofolio dengan asumsi telah tercapai portofolio yang optimal maka yang selanjutnya perlu dilakukan oleh investor adalah menilai kinerja portofolio tersebut. Evaluasi kinerja portofolio terdiri dari 4 model pemilihan objektif yang umum diketahui, yaitu:<br />
    • Sharpe Ratio
    • Treynor Ratio
    • Jensen Alpha
    • Risk Measurement to standard deviation
    • Keempat model ini mendasarkan analisisnya pada return masa lalu untuk memprediksi return dan resiko di masa yang akan datang.
    • Sharpe Ratio
    • Sharpe ratio (Sharpe index, Sharpe measure, reward-to-variability ratio) adalah suatu pengukuran dari kelebihan return (atau premi risiko) per unit risiko dalam sebuah investasi aset atau strategi dalam trading. Portofolio yang memiliki Sharpe ratio yang lebih tinggi berarti portofolio tersebut semakin baik mengkompensasi risiko tambahan dengan return yang lebih tinggi.
    • X=Rx-Rfσx
    • Dimana:
    • X= Sharpe Ratio
    • Rx= Average annual rate of return
    • Rf= Risk free rate
    • σx = Standard deviation of asset or portfolio x
    • Grafik di bawah ini merupakan grafik efficient frontier dari kinerja portofolio dengan Sharpe ratio:
    • RfRxxσxGrafik Efficient Frontier
    • Treynor Ratio
    • ABCGrafik Treynor RatioTreynor ratio (reward-to-volatility ratio) mengukur kelebihan return dibandingkan jika investor memegang investasi yang lebih tidak beresiko (contoh: Treasury Bill di Amerika Serikat, SBI di Indonesia) terhadap risiko sistematiknya yang diukur oleh beta. Semakin tinggi Treynor ratio, semakin baik performa portofolio dalam analisisnya.
    • Dimana:
    • T= Treynor ratio
    • Rx= mean return of asset or portfolio x
    • Rf = Risk Free rate
    • βx = Beta of asset or portfolio
    Jensen Alpha<br />
    • Jensen Alpha digunakan untuk menentukan excess return dari sekuritas atau portofolio apabila dibandingkan dengan expected return teoritisnya. Expected return teoritisnya adalah dengan memprediksi return menggunakan market model, model yang biasa digunakan adalah model CAPM (Capital Asset Pricing Model). Market model menggunakan metode statistik untuk memprediksi risk -adjusted return dari sebuah aset. Apabila return suatu asset (return aktualnya) lebih tinggi daripada risk adjusted return (return teoritisnya), aset tersebut dikatakan memiliki “positive alpha” atau “excess return”. Apabila investor telah memilih aset yang ternyata memiliki alpha positif, diistilahkan bahwa investor tersebut telah ‘beat the market’, yang berarti return aktual dari investasinya lebih besar dari return teoritis investasi tersebut.
    • Jensen Alpha= Rx- Rf+βX Rm-Rf
    • Atau Jensen Alpha=Return aktual portofolio-return CAPM
    • Dimana:
    • Rp= return portofolio
    • Rf= risk free rate
    • β= beta
    • Rm= return pasar
    • Risk Measurement to Standard Deviation
    • Konsep yang digunakan untuk metode ini adalah konsep garis pasar modal (Capital Market Line/CML), yaitu selisih antara tingkat keuntungan suatu prtofolio dengan tingkat keuntungan yang terdapat pada CML, untuk deviasi standar yang sama yang disebut differential return.
    • Apabila tingkat keuntungan suatu portofolio lebih besar dari tingkat keuntungan yang berada pada CML, maka differential return portofolio tersebut positif, demikian juga sebaliknya. Capital Market Line dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
    • Rx=Rf+Rm-Rfσmσx
    • Dimana:
    • Rx = mean return of asset or portfolio x
    • Rf = Risk Free rate
    • Rm = Market return
    • σm = Market standard deviation
    • σx = Standard deviation of asset or portfolio x
    • Lab VIII
    • PORTFOLIO PERFORMANCE
    • Berikut ini adalah data historis harga saham dari General Electric (GE) dan Bank of America (BAC), serta harga historis dari indeks gabungan wall street (NYSE). Diketahui Treasury Bill rate (T-bill) sebesar 4%.
    • DateSekuritasMarketGEBACNYSE10/01/201118.5114.407966.0907/01/201118.4314.257980.3206/01/201118.5614.448000.905/01/201118.6414.508040.0404/01/201118.6114.248022.1803/01/201118.2814.198043.97
    • Diminta:
    • Buatlah portofolio yang terdiri dari saham GE dan Bank Of Amerika Corporation dengan bobot:
    • Portofolio I 30% saham GE
    • Portofolio II 50% saham GE
    • Portofolio III 70% saham GE
    • Analisis performa portofolio yang terdiri dari saham General Electric dan Bank of America dengan menggunakan:
    • Treynor ratio
    • Sharpe ratio
    • Jensen Alpha
    • Risk Measurement to Standard Deviation
    Part VIII<br />Market Efficiency and <br />Abnormal Return<br />
    • Lab VIII
    • MARKET EFFICIENCY & ABNORMAL RETURN
    • Efisiensi Pasar
    • Pada tahun 1965 profesor Eugene Fama membagi efisiensi pasar dalam tiga tingkatan, yaitu:
    Weak efficient market<br />Semistrong efficient market<br />Strong efficient market<br />Sebuah pasar dikatakan berada pada efisiensi lemah jika dalam pengambilan keputusan jual-beli saham, investor-investornya hanya menggunakan data harga dan volume masa lalu. Sebuah pasar dikatakan berada pada keadaan efisiensi semi-kuat jika dalam pengambilan keputusan jual-beli saham, investor-investornya menggunakan data harga dan volume masa lalu, dan semua informasi yang dipublikasikan seperti laporan keuangan, pengumuman bursa, dll. Sebuah pasar dikatakan berada pada efisiensi kuat jika dalam pengambilan keputusan jual-beli saham, investor-investornya menggunakan data yang sangat lengkap yang meliputi data harga dan volume masa lalu, informasi yang bersifat publik dan informasi yang bersifat privat.<br />Ketiga bentuk pasar tersebut dapat diuji dengan menggunakan tiga pendekatan yang berbeda:<br />Untuk weak efficient market digunakan pengujian terhadap pendugaan return (test for return predictability)<br />Untuk semi-strong efficient market digunakan studi peristiwa (event studies)<br />Untuk strong efficient market digunakan pengujian terhadap informasi privat (test for private information)<br />
    • Pengujian pasar bentuk efisiensi lemah (Test for Retun Predictability)
    Efficient market hypothesis mengatakan bahwa perubahan harga suatu sekuritas di masa lalu tidak berhubungan dengan harga sekuritas tersebut sekarang (pasar bergerak secara random). Untuk pasar yang efisien secara bentuk lemah, perubahan harga sekuritas adalah independen terhadap nilai masa lalu variable penduganya (seperti misalnya harga, return, dividend, atau interest rate). Metode berikut dapat digunakan untuk menguji independensi harga sekuritas terhadap nilai masa lalu variabel penduganya:<br />metode korelasi dan regresi linear<br />Run test (pengujian runtun suatu tanda)<br />Technical analysis <br />Pengujian pasar bentuk efisiensi semi-kuat (Event Study)<br />Event Study merupakan studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa (event) yang informasinya dipublikasikan sebagai pengumuman. Metode ini digunakan untuk menguji kandungan informasi dari suatu peristiwa dan digunakan untuk menguji efisiensi pasar bentuk setengah kuat.<br />PengumumanPeristiwaAda abnormalreturnTidak ada abnormal returnCepatBernilai ekonomisLambatTidak bernilai ekonomisReaksi salahReaksi BenarReaksi salahEFISIENTIDAK EFISIENTIDAK EFISIENTIDAK EFISIENReaksi salahReaksi benarTIDAK EFISIENEFISIENBernilai ekonomisTidak bernilai ekonomisPERISTIWAREAKSI PASARKECEPATANREAKSIUji kandungan informasiUji efisiensi informasiNILAIEKONOMISKETEPATANREAKSIEFISIENSI PASAR SECARA KEPUTUSANPengujian Efisiensi Pasar Secara Keputuasan<br />Pengujian pasar bentuk efisiensi kuat (Test for Private Information)<br />Pengujian informasi privat merupakan pengujian untuk pasar efisiensi kuat, namun pengujian ini cukup sulit dilakukan karena informasi privat yang akan diuji merupakan informasi yang tidak dapat diobservasi secara langsung. Oleh karena itu pengujian harus dilakukan secara tidak langsung, yaitu dengan menggunakan proksi. Proksi yang biasa digunakan adalah Insider Trading dan return dari reksa dana.<br />Abnormal Return<br />Abnormal return atau excess return merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnya terjadi terhadap return normal. Return normal merupakan return ekspektasi (expected return) atau return yang diharapkan oleh investor. <br />Efisiensi pasar dapat diuji dengan abnormal return yang terjadi. Pasar dikatakan tidak efisien jika satu atau beberapa pelaku pasar dapat menikmati return yang tidak normal dalam jangka waktu yang cukup lama.<br />AR= Abnormal Return sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t<br />Ri,t= Return sesungguhnya dari sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t<br />E[Ri,t]= Return ekspektasi dari sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t<br />Ri,t= Return sesungguhnya dari sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t<br />Pt= Harga sekuritas i pada saat t<br />Pt-1= Harga sekuritas i pada saat t-1<br />Ada dua periode yang sangat penting dipahami untuk melakukan event study. Periode tersebut adalah periode estimasi (estimating period) dan window period. <br />Estimation period merupakan periode sebelum periode peristiwa (event). Window period merupakan peride dimana event terjadi dan diduga terdapat abnormal return didalamnya. Secara grafis dapat digambarkan sebagai berikut:<br />t1t2t0t4t3Estimating PeriodWindow Period<br />ti-t2= Estimating period<br />t3-t0= jangka waktu window period sebelum peristiwa terjadi<br />t0-t4= jangka waktu window period setelah peristiwa terjadi<br />Lab VIII<br />Event Study (Praktikum Komputer)<br />Sinopsis:<br />Pada bulan September 2008 terjadi kehancuran pasar modal global yang dipicu oleh merebaknya kredit macet perumahan subprima di Amerika Serikat (Subprime Mortgage). Keadaan seperti ini mengakibatkan banyak perusahaan yang bergerak dalam bisnis keuangan (bank dan investment banking) mengalami kesulitan likuiditas karena investasi mereka dalam asset yang beragun mortgage mengalami penurunan yang sangat drastis. <br />Pada periode tersebut hampir semua saham yang ada di New York Stok Exchange (NYSE) mengalami penurunan dan penurunan tersebut tercatat sebagai penurunan terbesar setelah great depression yang pernah terjadi di Amerika Serikat sekitar tahun 60an. Krisis yang dialami industri keuangan Amerika secara cepat merambat menjadi krisis ekonomi yang tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, namun juga seluruh dunia mulai dari Eropa sampai Asia. <br />Menyikapi hal tersebut pemerintah Amerika Serikat menyiapkan dana sebesar $700 juta untuk menyelamatkan pasar modalnya dengan cara memberikan dana talangan (bail out) kepada perusahaan yang mengalami kerugian akibat kredit subprime mortgage. Perusahaan yang akan mendapatkan dana talangan itu diantaranya Citigroup (C), inc, Goldman Sach Inc (GS), Merrill Lynch & Co. (MNNY), dan JPMorgan Chase & Co (JPM). perusahaan tersebut merupakan investment banking yang sangat besar dan yang sangat menderita karena krisis yang terjadi.<br />Untuk merealisasikan rencana bail out tersebut pemerintah mengajukan proposal kepada kongres (semacam DPR) dan pada akhirnya disetujui pada tanggal 1 Oktober 2008. Persetujuan ini menimbulkan reaksi pada pasar modal di Amerika serikat dan dunia. Setelah dikabulkannya permintaan bail out pemerintah oleh kongres, Indeks S&P 500 mengalami rebound dari titik terendahnya selama 75 tahun dengan kenaikan 11.6% begitu pula dengan bursa di Asia seperti Tokyo Nikei yang meningkat 134% menanggapi informasi tersebut.<br />Instruksi:<br />Diberikan data historis harga saham empat perusahaan yang akan menerima dana bail out dari pemerintah Amerika dan data historis mengenai indeks pasar selama satu tahun (1 jan 2008 – 31 des 2008). Anda diminta untuk melakukan event study mengenai kasus tersebut untuk mengetahui ada atau tidaknya abnormal return dan menguji reaksi pasar dalam menanggapi informasi bail out tersebut. Window period selama 21 hari (10 hari sebelum dan setelah pengumuman bail out), estimation period selama 120 hari.<br />Buatlah time line untuk event study tersebut<br />Gunakan Mean-Adjusted Model untuk memprediksi abnormal return<br />Gunakan Market Model untuk memprediksi abnormal return<br />Gunakan Market-Adjusted Model untuk memprediksi abnormal return<br />Gunakan t-test dua sisi (=5%) untuk menguji efisiensi pasar<br />Langkah Pengerjaan<br />Tentukan tanggal-tanggal yang akan masuk ke dalam time line dan buat gambarnya<br />Cari return harian dan standar deviasi untuk tiap sekuritas selama periode event study<br />Cari return harian pasar selama periode event study<br />Mencari Abnormal return<br />Mean-Adjusted Model:<br />Cari return ekspektasi untuk tiap sekuritaas selama estimation period dengan formula<br />E[Ri,j]= Expected return sekuritas i pada waktu ke-j<br />Ri,j= Return aset i pada waktu ke-j<br />T= Banyaknya periode return<br />Cari return harian selama window period untuk setiap sekuritas<br />Cari Abnormal Return<br />Market Model<br />Membentuk model ekspektasi dengan menggunakan data return selama estimation period<br /> Cari dengan menggunakan rumus excel =INTERCEPT(Y,X), dimana Y adalah return pasar dan X adalah return sekuritas<br /> Cari dengan menggunakan rumus excel =SLOPE(Y,X), dimana Y adalah return pasar dan X adalah return sekuritas<br /> Model ekspektasi adalah:<br />Cari return ekspektasi untuk setiap hari yang ada pada window period dengan menggunakan data yang didapat dari model ekspektasi ( dan )<br />Cari Abnormal Return<br />Market-Adjusted Model<br />Berdasarkan Market-Adjusted Model, abnormal return selama window period merupakan:<br />ARi,t= Abnormal return dari aset i pada periode ke-t<br />Ri,t= Return aset i pada periode ke-t<br />Rmt= Return pasar pada periode ke-t<br />Menguji efisiensi pasar<br />Kita akan gunakan uji-t dua pihak untuk mencari signifikansi dari abnormal return yang terjadi selama window period dan melihat efisiensi pasar. Hipotesis yang akan diuji adalah bahwa informasi bail out menyebabkan timbulnya abnormal return (X) pada setiap sekuritas yang diuji. <br />Notasinya adalah:<br />H0 : X = 0 (Tidak ada abnormal return)<br />Ha : X 0 (Ada abnormal return)<br />Cari besarnya standardized abnormal return<br />SARi,t= Standardized abnormal return dari asset i pada periode ke-t<br />ARi,t= Abnormal return dari aset i pada periode ke-t<br />i= Standar deviasi aset i<br />b. Cari besarnya t-hitung<br />k= jumlah sekuritas<br />c. Cari nilai df dengan df = n-1<br />d.HO ditolak jika t hitung > t tabel<br />LAMPIRAN<br />KAMUS PASAR MODAL<br />American Depository Receipts (ADR’s) : Sekuritas yang diterbitkan di Amerika Serikat dan di dukung oleh saham-saham berasal dari negara lain, kemudian diperdagangkan di Pasar Modal Amerika Serikat. Sertifikat tersebut member dividend yang diperoleh dari saham luar negeri yang bersangkutan<br />Ask Price : Tawaran harga jual di Bursa Efek atas suatu saham selama jam perdagangan berlangsung.<br />Auction Market : Tawar menawar harga saham secara lelang ( rebutan ) di mana harga terbaik yang mendapat prioritas transaksi. Harga terbaik adalah tawaran harga beli tertinggi dan tawaran harga jual terendah.<br />Backdoor listing : Proses Go Public dengan cara membeli saham perusahaan yang sudah tercatat di Bursa Efek, kemudian melakukan restrukturisasi modal sehingga menjadi pengendali dan mencatatkan saham tambahan ke Bursa Efek.<br />Bank Kustodian : Pihak yang memberikan jasa penitipan efek dan harta lain yang berkaitan dengan efek serta jasa lain, termasuk menerima dividend, bunga, dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi, serta mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.<br />Bearish Market : Merupakan kondisi dimana harga sejumlah saham mengalami penurunan atau diperkirakan akan mengalami penurunan.<br />Best Effort Commitment : Komitmen sebaik mungkin yang diberikan oleh penjamin emisi untuk menjual efek dalam masa penawaran perdana.<br />Beta Saham : Fluktuasi kenaikan harga saham individual yang dinyatakan dalam kelipatan terhadap kenaikan harga pasar.<br />Bid Price : Tawaran harga beli dalam perdagangan efek selama jam perdagangan berlangsung.<br />Block sale : Penjualan saham dalam jumlah yang besar dan biasa dilakukan di papan negosiasi di mana jumlah dan harga terjadi atas kesepakatan antara pembeli dan penjual.<br />Bullish Market : Pasar dimana jika harga dari sejumlah besar saham mengalami peningkatan atau diharapkan mengalami kenaikan.<br />Coincident Indicators : Indikator pertumbuhan ekonomi dalam suatu siklus.<br />Cornering : Tindakan investor merekayasa short sale yang dapat menyudutkan investor lain dalam transaksi short sale.<br />Cross listing : Saling mencatatkan saham di Bursa Efek antara dua negara.<br />Floor Trading : Sistem perdagangan saham yang mengumpulkan para anggota Bursa dalam suatu ruangan yang ada di dalam gedung Bursa Efek.<br />Good Till Cancelled (GTC) : Pesanan jual atau beli yang berlaku sampai ada pemberitahuan dari investor mengenai pembatalan.<br />Jumbo Stock : Satu jenis saham yang berisikan jumlah unit saham sebesar modal disetor emiten yang disimpan di Sentral Kustodian.<br />Warrant : Hak untuk membeli saham pada harga tertentu dalam waktu lebih dari 3 tahun dan baru diperdagangkan paling cepat 6 bulan setelah diterbitkan.<br /> <br />