Presentasi inflasi

15,384 views
14,974 views

Published on

0 Comments
10 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
15,384
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
691
Comments
0
Likes
10
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Presentasi inflasi

  1. 1. INFLASI
  2. 2. KELOMPOK 3 Alyssa Salsabila Dani Yusuf Rahardjo Dwi Rahmatanti Mia Rahmawati Nurbaety Tsani Seruni Sekar Puri Yasmine Sophie
  3. 3. PENGERTIAN INFLASI Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanismepasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsimasyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicukonsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanyaketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakanproses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Pengertian inflasi sering didefinisikan dengan kalimat yang berbeda-beda. Meskipun pernyataan dalam definisi itu berbeda tetapi semuanyamempunyai maksud yang sama, yaitu membicarakan mengenai barang-barangkebutuhan masyarakat yang harganya naik secara terus-menerus. Jadi, yangdimaksud dengan inflasi adalah suatu peristiwa dalam perekonomian dimana ada kecenderungan harga-harga dari semua barang naik secaraterus-menerus atau berulang-ulang.
  4. 4. Pengertian Inflasi Menurut Para Ahli Nanga (2001: 237) menyatakan bahwa inflasi adalah suatu gejala di mana tingkat harga umum mengalami kenaikan secara terus-menerus. Kenaikan tingkat harga umum yang terjadi sekali waktu saja tidaklah dapat dikatakan sebagai inflasi. Rahardja (1997: 32) menyatakan bahwa inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga untuk meningkat secara umum dan terus-menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak disebut inflasi, tetapi jika kenaikan meluas kepada sebagian besar harga barang-barang maka hal ini disebut inflasi. Eachern (2000: 133) menyatakan bahwa inflasi adalah kenaikan terus-menerus dalam rata-rata tingkat harga. Jika tingkat harga berfluktuasi, bulan ini naik dan bulan depan turun, setiap adanya kenaikan kerja tidak berarti sebagai inflasi. Sukirno (2004: 27) memberikan definisi bahwa inflasi adalah suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam suatu perekonomian. BPS ( Badan Pusat Statistik ) (2000: 10) mendefinisikan inflasi sebagai salah satu indikator untuk melihat stabilitas ekonomi suatu wilayah atau daerah yang menunjukkan perkembangan harga barang dan jasa secara umum yang dihitung dari indeks harga konsumen.
  5. 5. Dapat disebut inflasi jika ada tiga faktor berikut :1. Kenaikan harga • Harga barang dapat dikatakan naik jika harganya menjadi lebih tinggi dari harga sebelumnya. Contohnya harga BBM yaitu Rp 3.500/liter pada minggu lalu, sedangkan pada minggu ini harga BBM menjadi Rp4.500/liter lebih mahal dari minggu kemarin.2. Bersifat umum • Kenaikan harga suatu barang tidak dapat dikatakan inflasi jika naiknya barang tersebut tidak menyebabkan harga-harga secara umum . Contohnya : jika harga BBM naik maka ongkos angkutan umum,bahan-bahan pokok menjadi naik ini baru bisa disebut inflasi.3. Berlangsung secara terus-menerus • Naiknya harga suatu barang tidak dapat dikatakan inflasi jika naiknya barang tersebut terjadinya hanya sesaat, inflasi itu dilakukan dalam rentang minimal bulanan.
  6. 6. Istilah dalam Menganalisis/Menanggapi Terhadap Tingkat Inflasia) Inflasi Menyusut Yaitu tingkat inflasi yang cenderung turun dari satu periode keperiode berikutnya. Hal ini ditandai dengan turunnya Indeks HargaKonsumen dari satu periode ke periode berikutnya.b) Inflasi Terus Meningkat Yaitu inflasi yang cenderung meningkat dari satu periode keperiode berikutnya yang dapat dilihat dari kenaikan IHK tiap periode.c) Inflasi Tidak Berubah Yaitu tingkat inflasi yang cenderung konstan, misalnya padabulan November 2004 tercatat IHK sebesar 106,4 % dan pada bulanDesember 2004 tercatat angka yang sama 106,4%. Maka hal ini dapatdikatakan inflasi tidak berubah.
  7. 7. PENGGOLONGAN INFLASI1. Menurut Tingkat Keparahan / Laju Inflasi2. Menurut Penyebab Awal Inflasi3. Menurut Asal Inflasi4. Menurut Besarnya Cakupan Pengaruh terhadap Harga
  8. 8. Menurut Tingkat Keparahan atau Laju Inflasi1) Inflasi ringan (creeping inflation) adalah inflasi yang lajunya kurang dari 10 % setahun, sehingga inflasi ini tidak begitu dirasakan. Inflasi ini sering disebut juga inflasi yang merayap, dan tidak begitu mengganggu perekonomian secara nasional. Seperti pada tahun 2004 lalu di Indonesia laju inflasi di bawah 10 %, sehingga perekonomian Indonesia pada posisi yang stabil.2) Inflasi sedang adalah inflasi yang lajunya antara 10%-30% setahun. Pada tingkatan ini mulai dapat dirasakan naiknya harga-harga meski tidak begitu signifikan, dan jika tidak segera diatasi akan menjadi inflasi berat.
  9. 9. 3) Inflasi beratInflasi yang lajunya berada pada batas antara 30%-100% setahun. Pada tingkatini harga-harga kebutuhan masyarakat naik secara signifikan dan sulitdikendalikan. Indonesia pernah mengalami inflasi berat pada tahun 1998. Padawaktu itu inflasi per Desember mencapai 77,63 %.4) HiperinflasiJenis inflasi ini sangat dirasakan karena dapat terjadi secara besar-besaran danjika diukur berada di atas 100% setahun. Di Indonesia pada tahun 1966 pernahmengalami inflasi sebesar 600%, hal ini disebab-kan pencetakan uang baru secarabesar-besaran untuk menutup defisit anggaran pada waktu itu.
  10. 10. Menurut Penyebab Awal Inflasi1) Inflasi tarikan permintaan ( Demand Pull inflation) Adalah inflasi yang disebabkan adanya kenaikan permintaan. Kenaikan permintaan ini sering dinamakan kelebihan permintaan. Kenaikan permintaan masyarakat akan barang-barang dan jasa ini bisa disebabkan oleh: a) Bertambahnya pengeluaran pemerintah yang dibiayai dengan pencetakan uang baru b) Bertambahnya investasi swasta karena adanya kredit murah c) Bertambahnya permintaan barang-barang ekspor.
  11. 11. Kurva Demand Pull Inflation P D2 S D1 P2 E2 P1 E1 D2 S D1 Q Q1 Q2
  12. 12. Menurut Penyebab Awal Inflasi2) Inflasi Dorongan Biaya ( Cost Push Inflation ) Adanya kenaikan harga-harga / inflasi yang disebabkan oleh peningkatan biaya produksi yang kemudian menyebabkan penurunan jumlah produksi.
  13. 13. Kurva Cost Push Inflation P S2 D S1 P2 E2 P1 E1 S2 D S1 Q Q2 Q1
  14. 14. Menurut Asal Inflasi1) Inflasi yang berasal dari dalam negeri disebut domestic inflation, yaitu inflasiyang disebabkan adanya peristiwa ekonomi dalam negeri, misalnya terjadi defisitanggaran belanja negara yang secara terus-menerus, kemudian pemerintahmemerintahkan Bank Indonesia untuk mencetak uang baru dalam jumlah besar.Atau misalnya karena panen yang gagal secara menyeluruh.2) Inflasi yang tertular dari luar negeri, yang dikenal dengan imported inflation,yaitu inflasi terjadi karena adanya penularan melalui harga barang impor. Inflasiini umumnya terjadi di negara berkembang yang mana sebagian besar bahan bakudan peralatan dalam unit produksinya berasal dari luar negeri. Misalnya di Jepangterjadi inflasi, sedangkan bahan-bahan untuk keperluan industri perakitan mobil,elektronik, foto, tekstil, farmasi dan lain-lain Indonesia mengimpor dari Jepang.
  15. 15. Menurut Besarnya Cakupan Pengaruh Terhadap Harga1) Inflasi tertutup ( Closed Inflation), yaitu jika kenaikanharga yang terjadi hanya berkaitan dengan satu atau duabarang tertentu.2) Inflasi terbuka ( Open Inflation ), apabila kenaikan hargaterjadi pada semua barang secara umum.
  16. 16. PENYEBAB INFLASI
  17. 17. PENYEBAB INFLASIa. Kenaikan permintaan melebihi penawaran atau di atas kemampuanberproduksi dimana inflasi terjadi disebabkan oleh naiknya permintaan totalterhadap barang dan jasa.b. Kenaikan biaya produksi, dimana inflasi yang terjadi karenameningkatnya biaya produksi, sehingga harga barang dan jasa yangditawarkan mengalami kenaikan.c. Meningkatnya jumlah uang yang beredar dalam masyarakat, artinyaterdapat penambahan jumlah uang yang beredar, sehingga para produsenmenaikkan harga barang.d. Berkurangnya jumlah barang di pasaran artinya jumlah barang yang adadi pasar atau jumlah penawaran barang mengalami penurunan, sehinggajumlahnya sedikit sedangkan permintaan akan barang tersebut banyaksehingga harga barang naik.e. Inflasi dari luar negeri, artinya inflasi karena mengimpor barang dari luarnegeri, sedangkan di luar negeri terjadi inflasi, sehingga barang-barang impormengalami kenaikan harga.f. Inflasi dari dalam negeri, artinya meningkatnya pengeluaran pemerintahatau terjadi defisit anggaran.
  18. 18. TEORI INFLASITEORI KUANTITAS TEORI KEYNES TEORI STRUKTURALIS Powerpoint Templates Page 18
  19. 19. TEORI KUANTITAS Teori kuantitas ini pada prinsipnya mengatakan bahwa timbulnya inflasi itu hanya disebabkan oleh bertambahnya jumlah uang yang beredar dan bukan disebabkan oleh faktor-faktor lain. Berdasarkan teori ini ada 2 faktor yang menyebabkan inflasi:1) Jumlah uang yang beredar Semakin besar jumlah uang yang beredar dalam masyarakat maka inflasi juga akan meningkat. Oleh karena itu sebaiknya pemerintah harus memperhitungkan atau memperkirakan akan timbulnya inflasi yang bakal terjadi bila ingin mengadakan penambahan pencetakan uang baru, karena pencetakan uang baru yang terlalu besar akan mengakibatkan goncangnya perekonomian. Powerpoint Templates Page 19
  20. 20. TEORI KUANTITAS2) Ekspektasi. Berdasarkan teori ini, walaupun jumlah uangbertambah tetapi masyarakat belum menduga adanyakenaikan, maka pertambahan uang beredar hanya akan menambahsimpanan atau uang kas karena belum dibelanjakan. Dengandemikian harga barang-barang tidak naik. Jika masyarakat mendugabahwa besok bahwa dalam waktu dekat harga barang akannaik, masyarakat cenderung membelanjakan uangnya karenakhawatir akan penurunan nilai uang, sehingga akan memicu inflasi. Powerpoint Templates Page 20
  21. 21. TEORI KUANTITASTeori ini menghasilkan 3 kemungkinan, yaitu :a) Masyarakat tidak mengharapkan harga-harga naik pada masa mendatang sehingga sebagian uang yang diterimanya disimpan, akibatnya harga-harga tidak naik dan ini merupakan awal munculnya inflasi.b) Masyarakat mulai sadar bahwa ada inflasi sehingga penambahan jumlah uang tidak disimpan melainkan digunakan untuk membeli barang. Hal ini menjadikan kenaikan permintaan sehingga harga-harga akan meningkat.c) Dalam tahap hyperinflation, orang sudah mulai kehilangan kepercayaan terhadap nilai mata uang. Peredaran uang makin cepat. Powerpoint Templates Page 21
  22. 22. TEORI KUANTITASCara mengatasi inflasi menurut teori kuantitas ini juga hanya adasatu jalan saja yang merupakan kunci untuk menghilangkaninflasi yaitu dengan mengurangi jumlah uang yang beredar.Maksudnya bahwa terjadinya inflasi entah faktor apapun yangmenyebabkannya, asal jumlah uang yang beredar dikurangi makadengan sendirinya inflasi akan hilang dan harga akan kembalipada tingkat yang wajar. Powerpoint Templates Page 22
  23. 23. TEORI KEYNESMenurut teori ini inflasi terjadi karena masyarakat memiliki permintaan melebihijumlah uang yang tersedia. Dalam teorinya, Keynes menyatakan bahwa inflasiterjadi karena masyarakat ingin hidup melebihi batas kemampuan ekonomisnya.Proses perebutan rezeki antargolongan masyarakat masih menimbulkanpermintaan agregat (keseluruhan) yang lebih besar daripada jumlah barang yangtersedia, mengakibatkan harga secara umum naik. Jika hal ini terus terjadi makaselama itu pula proses inflasi akan berlangsung.Yang dimaksud dengan golongan masyarakat di sini adalah :1) Pemerintah, yang melakukan pencetakan uang baru untuk menutup defisitanggaran belanja dan belanja negara.2) Pengusaha swasta, yang menambah investasi baru dengan kredit yang merekaperoleh dari bank.3) Pekerja/serikat buruh, yang menuntut kenaikan upah melebihi pertambahanproduktivitas. Powerpoint Templates Page 23
  24. 24. TEORI STRUKTURALISTeori Strukturalis disebut juga dengan teori inflasi jangka panjang karenamenyoroti sebab inflasi yang berasal dari struktur ekonomi, khususnya supplybahan makanan dan barang ekspor. Pertambahan produksi barang tidaksebanding dengan pertumbuhan kebutuhannya, akibatnya terjadi kenaikanharga bahan makanan dan kelangkaan devisa.Selanjutnya adalah kenaikan harga barang yang merata sehingga terjadi inflasi.Inflasi semacam ini tidak bisa diatasi hanya dengan mengurangi jumlah uangyang beredar, tetapi harus diatasi dengan peningkatan produktivitas danpembangunan sektor bahan makanan dan barang-barang ekspor. Powerpoint Templates Page 24
  25. 25. TEORI STRUKTURALISTeori ini berlandaskan kepada struktur perekonomian dari suatu negara(umumnya negara berkembang). Menurut teori ini, inflasi disebabkan oleh: Ketidak-elastisan penerimaan ekspor. Hasil ekspor meningkat namunlambat dibandingkan dengan pertumbuhan sektor lainnya. Peningkatan hasilekspor yang lambat antara lain disebabkan karena harga barang yang dieksporkurang menguntungkan dibandingkan dengan kebutuhan barang-barang imporyang harus dibayar. Dengan kata lain daya tukar barang-barang negera tersebutsemakin memburuk. Ketidak-elastisan Supply produksi bahan makanan. Terjadiketidakseimbangan antara pertumbuhan produksi bahan makanan denganjumlah penduduk, sehingga mengakibatkan kelonjakan kenaikan harga bahanmakanan. Hal ini dapat menimbulkan tuntutan kenaikan upah dari kalanganburuh / pegawai tetap akibat kenaikan biaya hidup. Kenaikan upah selanjutnyaakan meningkatkan biaya produksi dan mendorong terjadinya inflasi. Powerpoint Templates Page 25
  26. 26. DAMPAK INFLASIa. Terhadap pemilik pendapatan tetap dan tidak tetapb. Terhadap Para Penabungc. Terhadap Debitur dan Krediturd. Terhadap Produsene. Terhadap Perekonomian Nasionalf. Terhadap Distribusi Pendapatang. Terhadap Efisiensih. Terhadap Output (hasil produksi)i. Terhadap Pengangguran
  27. 27. Terhadap Pemilik Pendapatan Tetap dan Tidak TetapBagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, inflasi sangatmerugikan. Kita ambil contoh seorang pensiunan pegawai negeritahun 1990. Pada tahun 1990, uang pensiunnya cukup untukmemenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, di tahun 2003 atau tigabelas tahun kemudian, daya beli uangnya mungkin hanya tinggalsetengah. Artinya, uang pensiunnya tidak lagi cukup untukmemenuhi kebutuhan hidupnya.Sebaliknya, orang yang mengandalkan pendapatan berdasarkankeuntungan, seperti pengusaha, tidak dirugikan dengan adanyainflasi. Begitu juga dengan pegawai yang bekerja di perusahaandengan gaji mengikuti tingkat inflasi.
  28. 28. Terhadap Para PenabungInflasi menyebabkan orang enggan untuk menabung karena nilaimata uang semakin menurun. Memang tabungan menghasilkanbunga, tetapi jika tingkat inflasi di atas bunga, nilai uang tetapmenurun. Jika orang tidak menabung, dunia usaha dan investasiakan sulit berkembang karena untuk berkembang dunia usahamembutuhkan dana dari bank yang diperoleh dari tabunganmasyarakat.
  29. 29. Terhadap Debitur dan KrediturBagi orang yang meminjam uang kepada bank (debitur), inflasimenguntungkan karena pada saat pembayaran utang kepadakreditur, nilai uang lebih rendah dibandingkan pada saatmeminjam. Sebaliknya, kreditur atau pihak yang meminjamkanuang akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalianlebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman.
  30. 30. Terhadap ProdusenBagi produsen, inflasi dapat menguntungkan Jika pendapatan yangdiperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi. Jika hal initerjadi, produsen terdorong untuk melipatgandakan produksinya (biasanyaterjadi pada pengusaha besar). Namun, jika inflasi menyebabkan naiknyabiaya produksi hingga pada akhirnya merugikan produsen, produsenenggan untuk meneruskan produksinya. Produsen dapat menghentikanproduksinya untuk sementara waktu, bahkan jika tidak sanggup mengikutilaju inflasi, dapat gulung tikar (biasanya terjadi pada pengusaha kecil).
  31. 31. Terhadap Perekonomian Nasional 1. Investasi berkurang. 2. Mendorong tingkat bunga. 3. Mendorong penanam modal yang bersifat spekulatif. 4. Menimbulkan kegagalan pelaksanaan pembangunan. 5. Menimbulkan ketidakpastian keadaan ekonomi pada masa yang akan datang. 6. Menyebabkan daya saing produk nasional berkurang. 7. Menimbulkan defisit neraca pembayaran. 8. Merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat.
  32. 32. Terhadap Distribusi Pendapatan1. Inflasi akan merugikan bagi mereka yang berpendapatan tetap, seperti;pegawai negeri. Contoh, Amir seorang pegawai negeri memperoleh gaji Rp.60.000.000 setahun dan laju inflasi 10%. Bila penghasilan Amir tidakmengalami perubahan, maka ia akan mengalami penurunan pendapatan riilsebesar 10% x Rp. 60.000.000 = Rp. 6.000.000.2. Kerugian akan dialami bagi mereka yang menyimpan kekayaan dalambentuk uang tunai.3. Kerugian akan dialami para kreditur, bila bunga pinjaman yang diberikanlebih rendah dari inflasi.
  33. 33. 1. Proses produksi dalam penggunaan faktor-faktor produksi menjadi tidakefesien pada saat terjadi inflasi2. Perubahan daya beli masyarakat yang berdampak terhadap strukturpermintaan masyarakat terhadap beberapa jenis barang
  34. 34. 1. Inflasi bisa menyebabkan kenaikan produksi. Biasanya dalam keadaaninflasi kenaikan harga barang akan mendahului kenaikan gaji, hal ini yangmenguntungkan produsen2. Bila laju inflasi terlalu tinggi akan berakibat turunnya jumlah hasilproduksi, dikarenakan nilai riil uang akan turun dan masyarakat tidaksenang memiliki uang tunai, akibatnya pertukaran dilakukan antara barangdengan barang.
  35. 35. Suatu negara yang berusaha menghentikan laju inflasi yang tinggi, berartipada saat yang sama akan menciptakan pengangguran.
  36. 36. MENGHITUNG LAJU INFLASIUntuk menghitung laju inflasi salah satu yang digunakan adalah rumusberikut : I = x 100 % Keterangan : I = laju inflasi = indeks harga konsumen thn/bln yg dihitung = indeks harga konsumen thn/bln dasar/sebelumnya
  37. 37. CONTOH PERHITUNGAN LAJU INFLASIPerhatikan data berikut ini ! Bulan Indeks Harga Konsumen Desember 2010 252,68 Januari 2011 256,80 Februari 2011 258,44 Hitunglah laju inflasi bulan Februari !
  38. 38. JAWAB : 258,44 – 256,80 I = x 100% 256,80 I = 0,64 %
  39. 39. KEBIJAKAN UNTUKMENGATASI INFLASI
  40. 40. Cara Mengatasi Inflasi INFLASI KEBIJAKAN PEMERINTAH KEBIJAKAN KEBIJAKAN KEBIJAKAN MONETER FISKAL LAIN / RILL
  41. 41. KEBIJAKAN MONETERKebijakan moneter adalah kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkanpendapatan nasional dengan cara mengubah jumlah uang yang beredar.Penyebab inflasi diantara jumlah uang yang beredar terlalu banyak sehinggadengan kebijakan ini diharapkan jumlah uang yang beredar dapat dikurangimenuju kondisi normal. Kebijakan moneter, menggunakan cara-cara sebagaiberikut.1. Politik Diskonto (discount policy) adalah kebijakan pemerintah yang menetapkan naik dan turunnya suku bunga bank.2. Politik Pasar Terbuka ( open market policy ) adalah kebijakan pemerintah yang menjual atau membeli surat berharga bank sentral.3. Politik Persediaan Kas (cash ratio policy ) adalah kebijakan pemerintah yang menetapkan cadangan kas tiap bank pada bank sentral.4. Politik Kredit Selektif (tight money policy) adalah kebijakan pemerintah yang menetapkan persyaratan – persyaratan khusus dalam kredit.
  42. 42. KEBIJAKAN FISKALKebijakan Fiskal adalah kebijakan yang berhubungan dengan finansialpemerintah atau kebijakan yang berhubungan dengan pengaturanpenerimaan dan pengeluaran Negara. Jadi yang diatur dalam kebijakan fiskaladalah:1. Mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah, sehingga pengeluaran keseluruhan dalam perekonomian bisa dikendalikan. Pemerintah tidak menambah pengeluarannya agar anggaran tidak defisit.2. Menaikkan pajak. Dengan menaikkan pajak, konsumen akan mengurangi jumlah konsumsinya karena sebagian pendapatannya untuk membayar pajak. Dan juga akan mengakibatkan penerimaan uang masyarakat berkurang dan ini berpengaruh pada daya beli masyarakat yang menurun, dan tentunya permintaan akan barang dan jasa yang bersifat konsumtif tentunya berkurang.
  43. 43. KEBIJAKAN NON-MONETER/ RIILKebijakan non moneter adalah kebijakan yang tidak berhubungan denganfinansial pemerintah maupun jumlah uang yang beredar, cara ini merupakanlangkah alternatif untuk mengatasi inflasi. Kebijakan non moneter dapatdilakukan melalui instrument berikut:a) Mendorong agar pengusaha menaikkan hasil produksinya.b) Menekan tingkat upah.c) Melakukan pengawasan harga dan sekaligus menetapkan harga maksimal.d) Melakukan distribusi secara langsung.e) Melakukan sanering (pemotongan nilai mata uang).f) Menentukan kebijakan yang berkaitan dengan output.g) Kebijakan penentuan harga dan indexing
  44. 44. Beberapa Istilah yang Berkaitan dengan InflasiDeflasi didefinisikan sebagai meningkatnya permintaanterhadap uang berdasarkan jumlah uang yang berada dimasyarakat.Devaluasi yaitu kebijakan pemerintah menurunkan nilai matauang dalam negeri terhadap mata uang asing.Revaluasi yaitu kebijakan pemerintah menaikkan nilai matauang dalam negeri terhadap mata uang asing
  45. 45. SEKIAN DAN TERIMA KASIH

×