• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Tata Cara Konstruksi Sistem Drainase Perkotaan - Bagian 1
 

Tata Cara Konstruksi Sistem Drainase Perkotaan - Bagian 1

on

  • 1,385 views

Tata Cara Konstruksi Sistem Drainase Perkotaan - Bagian 1

Tata Cara Konstruksi Sistem Drainase Perkotaan - Bagian 1

Statistics

Views

Total Views
1,385
Views on SlideShare
1,361
Embed Views
24

Actions

Likes
0
Downloads
88
Comments
0

2 Embeds 24

http://www.nawasis.com 22
http://www.weebly.com 2

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Tata Cara Konstruksi Sistem Drainase Perkotaan - Bagian 1 Tata Cara Konstruksi Sistem Drainase Perkotaan - Bagian 1 Presentation Transcript

    • Persiapan Konstruksi SistemDrainase PerkotaanBagian 1 dari 2Seri Belajar Bersama, Mengalir BersamaTata Cara Konstruksi Sistem Drainase Perkotaan Powerpoint Templates Page 1
    • Latar BelakangPersiapan Konstruksi Sistem Drainase1. Persiapan gambar desain,2. Persiapan lapangan, bangunan kantor dan gudang,3. Pengukuran peil,4. Mobilisasi peralatan dan tenaga kerja,5. Perijinan Powerpoint Templates Page 2
    • Tata Cara Persiapan Konstruksi Sistem Drainase PerkotaanPENGERTIAN Powerpoint Templates Page 3
    • PengertianTata Cara Persiapan Konstruksi Sistem Drainase• Pemberi Tugas, adalah instansi atau badan hukum, baik pemerintah maupun non pemerintah, yang bertindak sebagai pemilik proyek secara keseluruhan, dan bertanggungjawab pada sektor pendanaan;• Direksi Teknik, adalah orang, Pejabat Proyek atau badan hukum yang ditunjuk oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), yang mempunyai kekuasaan penuh untuk mengawasi dan mengarahkan pelaksanaan pekerjaan, agar dapat tercapai penyelesaian sebaik-baiknya menurut persyaratan yang ada dalam dokumen kontrak; Powerpoint Templates Page 4
    • PengertianTata Cara Persiapan Konstruksi Sistem Drainase• Pelaksana Pembangunan adalah Kontraktor yang mendapat tugas untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan konstruksi fisik, sesuai dengan rencana dan spesifikasi pekerjaan yang ditetapkan;• Pengawas Lapangan adalah staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang mendapat tugas melakukan pengawasan atas nama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terhadap pembangunan konstruksi fisik yang dilaksanakan oleh Kontraktor, sesuai dengan rencana dan spesifikasi pekerjaan yang ditetapkan; Powerpoint Templates Page 5
    • PengertianTata Cara Persiapan Konstruksi Sistem Drainase• Penanggung Jawab Lapangan adalah staf kontraktor yang bertugas dan bertanggung jawab untuk mengatur pelaksanaan pekerjaan pembangunan secara keseluruhan, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga pasca konstruksi sebelum diserahkan secara resmi kepada pemilik proyek;• Pelaksana Logistik (Gudang), adalah staf kontraktor yang bertugas dan bertanggung jawab dalam hal pengadaan bahan, peralatan dan perlengkapan berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan konstruksi; Powerpoint Templates Page 6
    • PengertianTata Cara Persiapan Konstruksi Sistem Drainase• Pelaksana Teknis Lapangan, adalah staf kontraktor yang bertugas dan bertanggung jawab dalam hal pelaksanaan pekerjaan konstruksi sehari-hari di lapangan, berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan konstruksi;• Pelaksana Administrasi Lapangan, adalah staf kontraktor yang bertugas dan bertanggung jawab dalam bidang administrasi pekerjaan lapangan, monitoring dan pelaporan kemajuan pekerjaan, surat-menyurat, serta pembuatan dokumen- dokumen lapangan berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan konstruksi; Powerpoint Templates Page 7
    • PengertianTata Cara Persiapan Konstruksi Sistem Drainase• Mandor adalah staf kontraktor yang bertugas dan bertanggung jawab dalam bidang pengawasan pelaksanaan pekerjaan lapangan, dan bertanggung jawab penuh kepada Pelaksana Teknis Lapangan;• Kepala Tukang, adalah tenaga pelaksana senior yang bertugas mengkoordinir para tukang dalam bidang keahlian tertentu;• Tukang, adalah tenaga pelaksana dalam bidang keahlian tertentu, yang dalam pelaksanaan tugasnya, langsung dibantu oleh para pekerja; Powerpoint Templates Page 8
    • PengertianTata Cara Persiapan Konstruksi Sistem Drainase• Pekerja atau tenaga buruh, adalah tenaga pendukung dalam pelaksanaan pembangunan yang tidak termasuk dalam structural organisasi pelaksana lapangan; Powerpoint Templates Page 9
    • Tata Cara Persiapan Konstruksi Sistem Drainase PerkotaanKETENTUAN-KETENTUAN Powerpoint Templates Page 10
    • 1. Ketentuan UmumPersiapan Konstruksi• Pekerjaan persiapan konstruksi adalah kegiatan-kegiatan untuk mendukung persiapan pelaksanaan awal konstruksi;• Lingkup pekerjaan yang termasuk dalam pekerjaan persiapan konstruksi adalah: – persiapan gambar desain, termasuk di dalamnya gambar kerja; – persiapan lapangan; – mendirikan bangunan kantor dan gudang (direksi keet); – pengukuran peil; – mobilisasi peralatan dan tenaga kerja; – perijinan; – memasang bowplank untuk profil dan batas-batas bangunan; – membuat temporary coffering, serta – melakukan pemompaan air atau pengeringan Powerpoint Templates Page 11
    • 2. Gambar DesainKetentuan Teknis Penyiapan Gambar Desain (1/2)1. Sebelum dimulai pelaksanaan konstruksi, hendaknya dipelajari dengan seksama semua gambar desain sistem drainase perkotaan;2. Setiap ada perbedaan antara gambar dengan kenyataan di lapangan, hendaknya dilaporkan kepada Direksi Teknik atau Pengawas Lapangan;3. Berdasarkan gambar desain yang ada, lebih lanjut pihak kontraktor diwajibkan untuk membuat gambar kerja, dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar kerja yang telah disetujui oleh pihak Direksi Teknik, dan spesifikasi-spesifikasi lain yang berhubungan dengan pekerjaan tersebut; Powerpoint Templates Page 12
    • 2. Gambar DesainKetentuan Teknis Penyiapan Gambar Desain (2/2)4. Apabila terdapat kekurangan atau hal lain yang meragukan, kontraktor diwajibkan mengajukan permohonan secara tertulis, dan Direksi Teknik akan mengoreksi serta menjelaskan gambar-gambar tersebut sebagai kelengkapan spesifikasi teknis;5. Gambar-gambar kerja harus senantiasa disimpan di lapangan untuk pelaksanaan pekerjaan, monitoring, maupun revisi yang diperlukan;6. Kontraktor harus menyediakan gambar- gambar yang menunjukkan perbedaan antara gambar rencana dan gambar kerja yang telah mendapat persetujuan dari Direksi Teknik. Powerpoint Templates Page 13
    • 2. Persiapan LapanganKetentuan Teknis Kegiatan Persiapan Lapangan (1/2)1. Orientasi lapangan, berkaitan dengan sarana dan prasarana yang tersedia serta kondisinya pada saat awal pelaksanaan pekerjaan, seperti jalan ke lokasi pekerjaan, jembatan, fasilitas penerangan, dan lain sebagainya;2. Pemasangan papan nama proyek sebanyak yang diperlukan, minimal 2 (dua) buah, dengan ukuran dan penempatan yang ditunjuk oleh Direksi Teknik;3. Pemasangan papan informasi atau peringatan, dengan ukuran dan penempatan sesuai yang ditunjuk oleh Direksi Teknik; Powerpoint Templates Page 14
    • 2. Persiapan LapanganKetentuan Teknis Kegiatan Persiapan Lapangan (2/2)4. Pembersihan lokasi proyek dari segala macam tanaman sampai akar- akarnya, serta material yang tidak bermanfaat;5. Pembutan jalan masuk ke lokasi proyek, apabila belum tersedia di lapangan;6. Pembuatan jalur pipa air dari sumber ke lokasi pekerjaan, setelah terlebih dahulu mendapat persetujuan dari masyarakat atau pemerintah daerah setempat;7. Pembangunan fasilitas untuk penerangan lokasi pekerjaan, dengan menempatkan generator pada lokasi yang strategis; Powerpoint Templates Page 15
    • 3. Bangunan Kantor dan GudangKetentuan Teknis Bangunan Kantor dan Gudang (1/4)Jenis bangunan yang termasuk dalam bidang ini adalah• Direksi Keet (kantor),• Gudang,• Barak kerja,• Bengkel kerja, dan• Fasilitas penunjang lainnya; Powerpoint Templates Page 16
    • 3. Bangunan Kantor dan GudangKetentuan Teknis Bangunan Kantor dan Gudang (2/4)• Direksi keet dibuat dengan ukuran 3 x 6 m, dan terdiri dari: – lantai dibuat dari beton tumbuk 1 : 3 : 6; – tiang, rangka kuda-kuda dan atap terbuat dari kayu borneo, atau yang sejenis; – dinding, terbuat dari bahan tripleks; – atap bangunan dari asbes; – jendela terbuat dari naco, rangka daun pintu dari kayu borneo (atau yang sejenis) dan dilapis dengan double tripleks; – dinding pintu dan jendela dicat.• Direksi keet harus dilengkapi dengan perlengkapan mebel, yang terdiri dari kursi tamu, meja tulis, lemari, papan tulis, dan lain sebagainya; Powerpoint Templates Page 17
    • 3. Bangunan Kantor dan GudangKetentuan Teknis Bangunan Kantor dan Gudang (3/4)• Gudang berfungsi untuk menyimpan material dan perlengkapan, agar terlindung dari kerusakan akibat pengaruh cuaca dan pencurian;• Barak kerja dibuat sedemikian rupa sehingga para pekerja dapat berteduh dan beristirahat sepenuhnya secara layak;• Bengkel kerja, dibangun untuk menunjang kelancaran pelaksanaan pekerjaan, dan dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan yang memadai; Powerpoint Templates Page 18
    • 3. Bangunan Kantor dan GudangKetentuan Teknis Bangunan Kantor dan Gudang (4/4)• Lokasi bangunan kantor dan gudang, harus dibatasi dengan pagar yang cukup memadai untuk memisahkan batas areal proyek dengan milik penduduk, serta untuk keperluan keamanan proyek;• Pembuatan pos keamanan, fasilitas kesehatan, air bersih, dan lain sebagainya. Powerpoint Templates Page 19
    • 4. Pengukuran PeilKetentuan Teknis Pengukuran Peil (1/2)• Pengukuran peil merupakan kegiatan dalam tahap persiapan konstruksi, yang dilakukan untuk mengontrol posisi rencana bangunan, terhadap titik referensi yang telah ditetapkan.• Beberapa ketentuan yang harus diperhatikan, meliputi: – peil-peil dan ukuran-ukuran yang ditetapkan dalam gambar harus sesuai dengan rencana, kecuali bila ada perubahan; – pembuatan patok-patok bantu (BM kecil atau patok kayu), yang telah diikatkan terhadap titik referensi yang telah ditetapkan sebelumnya; – pelaksanaan pengukuran posisi dan elevasi areal penggalian, batas tanah milik masyarakat dengan berpedoman pada hasil perencanaan; Powerpoint Templates Page 20
    • 4. Pengukuran PeilKetentuan Teknis Pengukuran Peil (2/2)• Beberapa ketentuan yang harus diperhatikan, meliputi (lanjutan): – ketentuan lain yang belum dibahas pada bagian ini, akan diuraikan lebih lanjut pada tata cara pembahasan yang lebih detail, berkaitan dengan persiapan konstruksi untuk tiap bagian yang bersangkutan; – semua kondisi dan situasi awal wilayah proyek dan perubahannya, akan dituangkan dalam gambar dan disimpan, guna monitoring pelaksanaan pekerjaan lebih lanjut; Powerpoint Templates Page 21
    • 5. Mobilisasi Peralatan dan Tenaga KerjaKetentuan Teknis Mobilisasi (1/2)• Mobilisasi peralatan dan tenaga kerja merupakan tahap penyediaan dan pengadaan peralatan serta rekruitmen tenaga kerja yang akan terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan.• Adapun beberapa ketentuan yang harus diperhatikan adalah: – kontraktor harus melakukan mobilisasi tenaga kerja lengkap dengan alat- alat kerja yang dibutuhkan dengan secukupnya sesuai dengan kebutuhan dan jadwal masing-masing pekerjaan; – tenaga kerja yang dilibatkan dalam pelaksanaan pekerjaan harus sesuai dengan spesifikasi pekerjaan yang telah ditentukan; – apabila dipandang perlu, berkaitan dengan kapasitas dan prestasi kerja yang telah dicapai, pihak Direksi Teknik berhak untuk memerintahkan penambahan jumlah peralatan, atau menggantikannya dengan kapasitas yang lebih memadai; Powerpoint Templates Page 22
    • 5. Mobilisasi Peralatan dan Tenaga KerjaKetentuan Teknis Mobilisasi (2/2)• Adapun beberapa ketentuan yang harus diperhatikan (lanjutan): – kondisi peralatan yang akan digunakan harus dalam keadaan baik, dan menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan, sehingga dapat selesai tepat pada waktu yang telah ditentukan; – peralatan mesin yang akan digunakan untuk pekerjaan pokok, harus sudah tersedia di lapangan dan siap operasi 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal mulai pekerjaan dimulai; – berkaitan dengan mobilisasi atau demobilisasi alat berat, perlu dipikirkan tentang pengadaan prasarana pendukung untuk pencapain lokasi proyek seperti jembatan darurat, pontoom, jalan masuk, dan lain sebagainya; – pemindahan atau demobilisasi peralatan yang dipergunakan, ke luar lokasi pekerjaan, harus mendapat ijin tertulis dari pihak Direksi Teknik; – beberapa hal yang belum ditetapkan, akan dibahas pada tata cara yang lebih detail; Powerpoint Templates Page 23
    • 6. PerijinanKetentuan Teknis Perijinan• Perijinan adalah proses permohonan dan pengajuan ijin penggunaan fasilitas umum, sumber alam yang ada disekitar lokasi pekerjaan yang dilakukan secara resmi oleh kontraktor atau Direksi Teknik.• Beberapa bidang yang memerlukan perijinan khusus : – ijin penggunaan air dari sumber air dan atau pembuatan boring air tanah; – ijin pembongkaran bangunan yang lebih lanjut akan diikuti dengan perbaikan kembali; – ijin pengambilan sumber material seperti tanah, pasir, kerikil dan batu yang ditujukan secara resmi kepada pemerintah daerah setempat; – ijin pelaksanaan mobilisasi peralatan, terutama alat berat; – ijin dan pemberitahuan tentang pelaksanaan pekerjaan kepada aparat pemerintah daerah setempat; – ijin dan pemberitahuan kepada aparat keamanan berkaitan dengan permohonan bantuan pengamanan di sekitar lokasi pekerjaan Powerpoint Templates Page 24
    • Referensi DRAINASEMateri Diseminasi dan Sosialisasi Keteknikan Bidang PenyehatanLingkungan Permukiman (PLP), Direktorat Pengembangan PLP,Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementrian Pekerjaan Umum Free Powerpoint Templates Page 25
    • Indonesian Institute for Infrastructure StudiesINFO UNTUK ANDA Page 26
    • Materi LainnyaSeri Belajar Bersama : Drainase• Dasar-dasar Teknik dan • Konstruksi dan Pengelolaan Manajemen Drainase – Pelaksanaan Pembangunan• Perencanaan Rencana Induk Drainase (Clean Construction) dan Studi Kelayakan – Operasi dan Pemeliharaan Drainase Perkotaan – Proses Desain – Rencana Induk Drainase – Studi Kelayakan Drainase – Detail Desain Drainase Page 27
    • Materi LainnyaStep by Step Series : Pengelolaan Air Limbah Domestik• Kebijakan dan Strategi • Perencanaan Pengelolaan Pengembangan Sistem Air Limbah Sistem Terpusat Pengelolaan Air Limbah (Off-Site System)• Dasar-dasar Teknik dan • Instalasi Pengolahan Pengelolaan Air Limbah Lumpur Tinja (IPLT)• Penyusunan Perencanaan • Instalasi Pengolahan Air Sistem Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Limbah • Clean Construction Bidang• Perencanaan Pengolahan Air Limbah Sistem Setempat (On-Site System) Page 28
    • Materi LainnyaProgressio Series: Cara Mudah, Cepat dan Tepat• Proses Penyusunan Buku • Menyusun Skala Prioritas Putih Sanitasi (BPS) Program dan Kegiatan• Proses Penyusunan Strategi Sanitasi Sanitasi Kab/Kota (SSK) • Penggalangan Komitmen• Proses Penyusunan atas Program dan Kegiatan Memorandum Program Sanitasi (internalisasi dan (MPS) eksternalisasi)• Metode Review Strategi • Sumber Pendanaan Sanitasi (SSK) Pemerintah untuk Sanitasi• Penilaian Kualitas Program • Sumber Pendaan CSR untuk dan Kegiatan Sanitasi Sanitasi Page 29
    • Materi LainnyaStep by Step Series : Pedoman Pelaksanaan PPSP• Sasaran PSP di Daerah • Tahapan Pelaksanaan/• Kriteria Penetapan Peserta Implementasi Program PPSP • Tahapan Pemantauan dan• Tahapan Kampanye, Evaluasi Edukasi dan Advokasi • Struktur Organisasi dan Tata• Tahapan Kelembagaan, Kerja Pokja Sanitasi Provinsi Keuangan dan Peraturan • Struktur Organisasi dan Tata• Tahapan Penyusunan Kerja Pokja Sanitasi Rencana Strategis (BPS/SSK) Kabupaten/Kota• Tahapan Memorandum Program Sanitasi (MPS) Page 30
    • Websites Pilihan Nawasis.ComSanitasi.Net, Sanitasi.Org PenataanRuang.Com Page 31
    • Contact Page 32