Proses Penyusunan Perencanaan Sistem Pengelolaan Persampahan (bagian 1/3)
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Proses Penyusunan Perencanaan Sistem Pengelolaan Persampahan (bagian 1/3)

on

  • 1,487 views

Proses Penyusunan Perencanaan Sistem Pengelolaan Persampahan. Dasar-dasar Pengelolaan Persampahan.

Proses Penyusunan Perencanaan Sistem Pengelolaan Persampahan. Dasar-dasar Pengelolaan Persampahan.

Statistics

Views

Total Views
1,487
Views on SlideShare
1,487
Embed Views
0

Actions

Likes
1
Downloads
141
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Adobe PDF

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Proses Penyusunan Perencanaan Sistem Pengelolaan Persampahan (bagian 1/3) Proses Penyusunan Perencanaan Sistem Pengelolaan Persampahan (bagian 1/3) Presentation Transcript

    • nawasis.comProses Penyusunan PerencanaanSistem Pengelolaan PersampahanDasar-dasar Pengelolaan Persampahannawasis.com
    • nawasis.comTahapan Penyusunan PerencanaanSistem Pengelolaan Persampahan
    • nawasis.comPENGUMPULAN DATAProses Penyusunan Perencanaan Sistem Pengelolaan Persampahan
    • nawasis.comPengumpulan DataMetode Pengumpulan Data• Pengumpulan data– langkah penting dalam proses penyusunan studi rencana induksistem pengelolaan persampahan, karena tingkat keakuratan datamenjadi kunci dalam memproyeksikan rencana pengembanganjangka panjang.• Metode pengumpulan data dapat dilakukan secara :– primer : dengan melakukan penelitian atau analisa langsungdilapangan– sekunder : dengan menggunakan data atau hasil penelitian yangsudah ada.
    • nawasis.comPengumpulan DataJenis Data yang Diperlukan1. Data kondisi kota dan rencana pengembangan kota2. Data kondisi pengelolaan persampahan yang ada3. Permasalahan yang ada berkaitan dengan sistempengelolaan persamhan
    • nawasis.comData Kondisi KotaJenis data yang dibutuhkan1. Gambaran wilayah studi2. Kondisi fisik kota3. Prasarana kota4. Kependudukan5. Kondisi sosial ekonomi masyarakat6. Tingkat kesehatan masyarakat7. Rencana pengembangan kota
    • nawasis.comData Kondisi Kota1. Gambaran wilayah studi• Gambaran umum wilayah studi menjelaskan– posisi kota/kabupaten– batas wilayah, kordinat,– iklim/cuaca,– trade mark kota bila ada (contoh kota pelajar,kota bunga, kota hujan dan lain-lain).• Penggambaran ini juga dilengkapidengan peta.
    • nawasis.comData Kondisi Kota2. Kondisi fisik kota• Kondisi fisik suatu kota pada umumnya dapatdigambarkan dengan data yang meliputi antara lain :– Topografi (kondisi kemiringan lahan)– Geologi (kondisi tanah dan batuan)– Hidrologi (kondisi air tanah dan sungai yang melintasikota/kabupaten bersangkutan, baik kuantitas maupun kualitas)
    • nawasis.comData Kondisi Kota3. Prasarana kota (1/2)• Prasarana kota perlu diidentifikasi untuk mengenalisumber sampah sebagai target daerah pelayanan.• Data yang dibutuhkan meliputi :– Jaringan jalan, meliputi jalan arteri/protokol, kolektor, jalanlingkungan (dilengkapi peta jaringan jalan)– Perumahan, meliputi perumahan komplek dan non komplek baikyang teratur , tidak teratur, maupun perumahan kumuh– Fasilitas komersial, meliputi pertokoan, pasar, hotel, restauran,salon, bioskop, kawasan wisata, kawasan industri dan lain-lain– Fasilitas umum, meliputi perkantoran, fasilitas pendidikan(universitas, sekolah, dll), fasilitas kesehatan (RS, apotik,puskesmas dll
    • nawasis.comData Kondisi Kota3. Prasarana kota (2/2)• Data yang dibutuhkan meliputi (lanjutan):– Fasilitas sosial, meliputi rumah ibadah, panti sosial dll– Ruang terbuka hijau/hutan kota, meliputi taman kota, hutan kota,perkebunan, persawahan dan lahan-lahan pertanian• Data tersebut perlu dilengkapi dengan peta tata gunalahan.
    • nawasis.comData Kondisi Kota4. Kependudukan• Data kependudukan diperlukan untuk mengidentifikasidaerah pelayanan, menghitung tingkat pelayanan, dll.• Data yang dibutuhkan meliputi :– Jumlah penduduk kota, per kecamatan dan per kelurahan– Kepadatan penduduk rata-rata dan kepadatan di daerah terbangun• Data tersebut perlu dilengkapi dengan peta kepadatanpenduduk yang dapat dibedakanuntuk daerah dengan kepadatan:– > 100 jiwa/ha,– 50 – 100 jiwa / ha dan– < 50 jiwa/ha.
    • nawasis.comData Kondisi Kota5. Kondisi sosial ekonomi masyarakat• Data kondisi sosial masyarakat diperlukan untukmenentukan kualitas pengelolaan sampah danperhitungan tarif retribusi dikaitkan dengan kemampuanmembayar masyarakat.• Data yang diperlukan adalah :– Mata pencaharian masyarakat– Penghasilan masyarakat yang dinyatakan dengan dataincome/kk/bulan– Strata ekonomi yang dapat menggambarkan prosentase kelompokmasyarakat berpenghasilan tinggi, menengah dan rendah
    • nawasis.comData Kondisi Kota6. Tingkat kesehatan masyarakat• Data tingkat kesehatan masyarakat diperlukan sebagaiupaya untuk meningkatkan kualitas pelayananpersampahan di kawasan rawan sanitasi yang padaumumnya memiliki tingkat kesehatan yang rendah.• Data penyakit yang diperlukan pada umumnya yangberkaitan dengan buruknya kondisi sanitasi lingkungandan air bersih seperti:– diare, tipus, disentri dan– ISPA (akibat proses pembakaran sampah secara terbuka)
    • nawasis.comData Kondisi Kota7. Rencana pengembangan kota• Data rencana pengembangan kota diperlukan untukmemberikan gambaran pengembangan kota dalam kurunwaktu perencanaan yang akan digunakan sebagai acuanuntuk analisa pengembangan kebutuhan pelayananpersampahan jangka panjang.• Data rencana pengembangan kota yang dibutuhkan:– Rencana pengembangan wilayah– Rencana pengembangan jaringan jalan– Rencana pengembangan fasilitas kota– Proyeksi penduduk• Data tersebut perlu dilengkapi dengan peta pengembanganwilayah, jaringan jalan dan lain-lain.
    • nawasis.comData Kondisi Pengelolaan SampahJenis data yang dibutuhkan1. Tingkat Pelayanan2. Sistem Pengelolaan– Aspek Institusi– Aspek Teknis– Aspek Pembiayaan– Aspek Peraturan– Aspek Peran serta masyarakatdan swasta
    • nawasis.comData Kondisi Pengelolaan Sampah1. Tingkat pelayanan• Tingkat pelayanan merupakan gambaran indikator secarakuantitatif terhadap kondisi pengelolaan sampah suatukota.• Data tingkat pelayanan dapat diketahui dari beberapa hal,yaitu :– Dihitung dari prosentase perbandingan jumlah penduduk yangmendapatkan akses pelayanan sampah secara terpusat(dikumpulkan dari sumber sampai ke TPA) dan jumlah penduduktotal kota– Dihitung dari prosentase perbandingan jumlah sampah yangdiangkut ke TPA dan jumlah sampah total
    • nawasis.comData Kondisi Pengelolaan Sampah2. Sistem pengelolaan• Untuk memudahkan pengolahan data atau analisis suatukondisi pengelolaan persampahan suatu kota, data sistempengelolaan persampahan dapat dikelompokkan dalam 5kelompok yaitu data yang berkaitan dengan aspek:– teknis,– institusi/kelembagaan,– pembiayaan,– peraturan, dan– peran serta masyarakat/swasta
    • nawasis.comData Kondisi Pengelolaan Sampah2. Sistem pengelolaan, aspek institusi• Data yang diperlukan adalah :– Bentuk institusi yang mengelola sampah, dapat berupaPerusahaan Daerah, dibawah Dinas PU/Dinas Kebersihan/DinasLingkungan Hidup /Sub Dinas, seksi, sub seksi atau UPTD– Struktur organisasi– Tata laksana kerja, internal (dilingkungan Dinas) atau eksternal(antar instansi dan atau dengan pihak masyarakat)– SDM, meliputi jumlah SDM yang terlibat dalam pengelolaansampah (staf dan petugas lapangan), tingkat pendidikan dankursus atau pelatihan yang pernah diikuti baik di dalam maupun diluar negeri.
    • nawasis.comData Kondisi Pengelolaan Sampah2. Sistem pengelolaan, aspek teknis• Data teknis penanganan sampah :1. Daerah pelayanan, menggambarkan cakupan pelayanan (luas,wilayah pelayanan). Daerah pelayanan ini harus dipetakan secaramemadai.2. Sumber sampah, menggambarkan jumlah sumber-sumberpenghasil sampah:• perumahan, (perumahan teratur, tidak teratur dan perumahankumuh)• non-perumahan:– fasilitas komersial (seperti pasar, pertokoan, hotel, restauran, dll),– fasilitas umum (seperti perkantoran, sekolah, RS, puskesmas, taman,jalan, dll) dan– fasilitas sosial (tempat ibadah,panti sosial, dll).
    • nawasis.comData Kondisi Pengelolaan Sampah2. Sistem pengelolaan, aspek teknis• Data teknis penanganan sampah:1. Daerah pelayanan, menggambarkan cakupan pelayanan (luas,wilayah pelayanan). Daerah pelayanan ini harus dipetakan secaramemadai.2. Sumber sampah, menggambarkan jumlah sumber-sumberpenghasil sampah:• perumahan (perumahan teratur, tidak teratur dan perumahankumuh)• non-perumahan yang meliputi– fasilitas komersial (seperti pasar, pertokoan, hotel, restauran, dll),– fasilitas umum (seperti perkantoran, sekolah, RS, puskesmas, taman,jalan, dll) dan– fasilitas sosial (tempat ibadah,panti sosial, dll).
    • nawasis.comData Kondisi Pengelolaan Sampah2. Sistem pengelolaan, aspek teknis• Data teknis penanganan sampah (lanjutan):3. Timbulan sampah (lt/orang/hari, m3/hari atau ton/hari), datatimbulan sampah sebaiknya dilakukan secara primer, yaitudengan cara analisis timbulan sampah dengan metode yangrepresentatif (jumlah sample dan waktu pengambilan sampel 8hari berturut-turut) sesuai SNI tentang Metode SamplingTimbulan Sampah4. Komposisi dan karakteristik sampah, meliputi:• Data komposisi organik, kertas, plastik, logam, kaca, dan lain-lain.• Data karakteristik sampah perlu diketahui berat jenis sampah, kadarair, nilai kalor, dan lain-lain.• Data ini sebaiknya dilakukan secara primer.
    • nawasis.comData Kondisi Pengelolaan Sampah2. Sistem pengelolaan, aspek teknis• Data teknis penanganan sampah (lanjutan):3. Timbulan sampah (lt/orang/hari, m3/hari atau ton/hari), datatimbulan sampah sebaiknya dilakukan secara primer, yaitudengan cara analisis timbulan sampah dengan metode yangrepresentatif (jumlah sample dan waktu pengambilan sampel 8hari berturut-turut) sesuai SNI tentang Metode SamplingTimbulan Sampah4. Komposisi dan karakteristik sampah, meliputi:• Data komposisi organik, kertas, plastik, logam, kaca, dan lain-lain.• Data karakteristik sampah perlu diketahui berat jenis sampah, kadarair, nilai kalor, dan lain-lain.• Data ini sebaiknya dilakukan secara primer.
    • nawasis.comData Kondisi Pengelolaan Sampah2. Sistem pengelolaan, aspek teknis• Data teknis penanganan sampah (lanjutan):5. Pola penanganan sampah dari sumber sampai TPA, untukmengetahui aliran sampah dari setiap sumber sampah yang ke:• TPS, TPST,• Transfer depo, SPA dan• TPA (atau bahkan ke TPA liar).6. Pewadahan (jenis wadah yang umum digunakan)7. Pengumpulan :• metode pengumpulan baik komunal maupun individual,• sarana yang digunakan,• jumlah sarana pengumpulan, dll)
    • nawasis.comData Kondisi Pengelolaan Sampah2. Sistem pengelolaan, aspek teknis• Data teknis penanganan sampah (lanjutan):8. Pemindahan skala kawasan (metode pemindahan baik TPS,container, transfer depo, jumlah prasarana pemindahan, lokasi,dll) dan skala kota (transfer station atau stasiun peralihan antara,jumlah SPA, lokasi SPA)9. 3R skala kawasan (lokasi, jumlah, metode 3R dan kondisi operasi,jumlah pengurangan/ pemanfaatan sampah, dll) dan 3R skalakota (lokasi, jumlah pengurangan/pemanfaatan sampah, fasilitasdan kondisi operasi, dll)10. Pengangkutan (jumlah truck, jenis truck, frekuensi atau ritasitruck, rute angkutan, dll)11. Pembuangan akhir (lokasi, luas, fasilitas TPA, kondisi operasi danpemanfaatan lahan pasca TPA).
    • nawasis.comData Kondisi Pengelolaan Sampah2. Sistem pengelolaan, aspek teknisData lokasi TPA• luas,• jarak dari daerahpelayanan,• jarak dari permukimanterdekat,• jarak dari airport,• jarak dari badan air/mataair,• jenis tanah,• porositas tanah (K),• kemiringan lahan,• muka air tanah,• elevasi muka air tanah,• daya dukung tanah danlain-lain,
    • nawasis.comData Kondisi Pengelolaan Sampah2. Sistem pengelolaan, aspek teknisData fasilitas TPA• ketersediaan fasilitas umum (jalan masuk, salurandrainase, pos jaga/kantor dan pagar),• fasilitas perlindungan lingkungan (lapisan dasar kedap air,jaringan pengumpul leachate, instalasi pengolahanleachate, ventilasi gas, tanah penutup, buffer zone, sumuruji dll),• fasilitas operasional (alat berat, dump truck tanah,jembatan timbang)• fasilitas penunjang seperti air bersih, bengkel dan lain-lain.
    • nawasis.comData Kondisi Pengelolaan Sampah2. Sistem pengelolaan, aspek teknisData kondisi operasi TPA• sistem pencatatan jumlahsampah yang masuk ke TPAsecara harian (m3/hari atauton/hari),• sistem sel penimbunan sampah,• tinggi timbunan,• penutupan tanah yangdilakukan,• pemadatan sampah• operasional alat berat• lama waktu penutupan tanah,• kepadatan lalat,• ada tidaknya kebakaran/ asapdi TPA,• hasil proses pengolahanleachate (data kualitas influendan efluen leachate),• kegiatan pemulung (jumlahpemulung, jumlah sampah yangdapat dikurangi dari aktifitaspemulung dan lain-lain).
    • nawasis.comData Kondisi Pengelolaan Sampah2. Sistem pengelolaan, aspek teknisData pemanfaatan lahan pasca TPA• Data pemanfaatan lahan pasca TPA (TPA lama yang sudahtidak terpakai) yang perlu diketahui adalah :– lokasi,– fungsi baru (bangunan, lahan terbuka, atau dibiarkan terbukatanpa penanganan apapun)• Data tersebut dilengkapidengan peta dan gambarteknis.
    • nawasis.comData Kondisi Pengelolaan Sampah2. Sistem pengelolaan, aspek pembiayaan• Data pembiayaan untuk pengelolaan sampah :– Data APBD total dalam 3 tahun terakhir– Biaya pengelolaan (APBD) khusus untuk pengelolaan sampahdalam 3 tahun terakhir– Tarif retribusi sesuai Perda yang masih berlaku– Biaya penerimaan retribusi 3 tahun terakhir– Prosedur penarikan retribusi– Biaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat (3R) yang ada
    • nawasis.comData Kondisi Pengelolaan Sampah2. Sistem pengelolaan, aspek peraturan• Data peraturan yang dibutuhkan adalah :– Jenis peraturan yang ada sesuai Perda, pada umumnya meliputi• Perda yang mengatur pembentukan institusi pengelola sampah,• Perda yang mengatur ketentuan umum penanganan sampah dan• Perda yang mengatur tentang retribusi.– Kelengkapan materi Perda yang ada– Penerapan Perda terutama yang berkaitan dengan sanksi ataspelanggaran yang dilakukan
    • nawasis.comData Kondisi Pengelolaan Sampah2. Sistem pengelolaan, aspek masyarakat & swasta• Data kondisi peran serta masyarakat dalam bidangpersampahan yang dibutuhkan adalah :– Tingkat kesadaran masyarakat dalam pola penanganan sampahbaik secara umum maupun dalam kegiatan 3R pada skala sumberdan kawasan– Program penyuluhan dan edukasi yang ada serta pelaksanaannya– Peran swasta dalam penanganan sampah yang ada
    • nawasis.comPermasalahan• Teknis• Non Teknis
    • nawasis.comPermasalahanMasalah teknis1. Masalah yang melatar belakangi rendahnya cakupanpelayanan2. Masalah data dasar timbulan dan komposisi /karakteristik sampah yang tidak dilakukan secara primerdan berkala (sesuai dengan SNI tentang PengukuranTimbulan dan Komposisi Sampah)3. Masalah keterbatasan prasarana dan sarana persampahan4. Masalah efisiensi pola penanganan sampah yang masihrendah5. Masalah 3R yang masih belum dilakukan secara memadai6. Masalah keterbatasan lahan TP
    • nawasis.comPermasalahanMasalah teknis (lanjutan)7. Masalah lokasi TPA yang tidak memenuhi persyaratan(sesuai SNI tentang Tata Cara pemilihan Lokasi TPA)8. Masalah terbatasnya prasarana dan sarana TPA penyebabpencemaran lingkungan terutama yang berkaitan denganperlindungan lingkungan seperti lapisan dasar TPA,jaringan pengumpul leachate, pengolahan leachate,ventilasi gas, buffer zone, penutupan tanah dan lain-lain9. Masalah pengoperasian TPA yang cenderung dilakukansecara open dumping dan menjadi penyebab terjadinyapencemaran lingkungan maupun kecelakaan kerja10. Masalah pengelolaan TPA yang cenderung dilakukansecara “apa adanya”
    • nawasis.comPermasalahanMasalah non teknis1. Masalah kelembagaan terutama yang berkaitan denganbentuk institusi dalam kapasitas sebagai operator danregulator, struktur organisasi yang tugasnya tidak fokusmenangani masalah persampahan dan keterbatasan SDMyang ahli dibidang persampahan2. Masalah lemahnya kordinasi antar instansi yangberkaitan dengan masalah persampahan serta sulitnyamelaksanakan kerja sama antar kota untuk melaksankanpola regional3. Masalah keterbatasan biaya untuk investasi maupunbiaya operasi/pemeliharaan yang sering menimbulkanmasalah teknis dan cenderung mencemari lingkungan.
    • nawasis.comPermasalahanMasalah non teknis (lanjutan)4. Masalah rendahnya penerimaan retribusi dan tingginya subsidiAPBD yang dikhawatirkan dapat menghambat keberlanjutanpengelolaan persampahan5. Masalah sulitnya melakukan penerapan Perda terutama sanksiatas pelanggaran persampahan6. Masalah rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam polapenanganan sampah yang baik dan benar terutama dalamprogram 3R7. Masalah terbatasnya program kampanye dan edukasi bidangpersampahan bagi upaya peningkatan kesadaran masyarakat8. Masalah iklim investasi yang belum kondusif bagi pihak swastasebagai operator persampahan
    • nawasis.comPermasalahan Utama• Dari berbagai permasalahan yang ada baik teknis maupunnon teknis, perlu ditarik suatu garis permasalahan utamauntuk mendapatkan gambaran prioritas solusipenanganannya.• Permasalahan utama, dapat dinilai dari tingkat urgensi dandampak yang ditimbulkan serta berulang selalu terjadi
    • nawasis.comTarget Penanganan• Untuk merencanakan penanganan persampahan jangkapanjang, perlu ditetapkan suatu target yang realistis danaplikatif dengan mengacu pada target nasional,kesepakatan MDGs, target propinsi dan kota/kabupaten.• Secara umum target persampahan nasional adalah :– Cakupan pelayanan 70% pada tahun 2015– Pengurangan volume sampah melalui program 3R sebesar 20%pada tahun 2010– Peningkatan kualitas TPA (tempat pemrosesan akhir) menjadi• controlled landfill (kota sedang dan kecil) dan• sanitary landfill (kota besar dan metropolitan) pada tahun 2012
    • ReferensiPERSAMPAHANMateri Diseminasi danSosialisasi Keteknikan BidangPenyehatan LingkunganPermukiman (PLP), DirektoratPengembangan PLP, DirektoratJenderal Cipta Karya,Kementrian Pekerjaan Umum
    • Page 40Webs Berita, Info & PelatihanNawasis.Com, Sanitasi.Net,Sanitasi.Org, PenataanRuang.Com
    • Page 41Contact:Joy IrmanputhraIndonesian Institute forInfrastructure StudiesJl. P. Antasari, Jakarta, IndonesiaEmail : joyirman@nawasis.com