Proses Penyusunan Buku Putih Sanitasi Penilaian dan Pemetaan Sanitasi Kota www.Sanitasi.Net
Proses Penyusunan Buku Putih Sanitasi
Proses Penyusunan Buku Putih Sanitasi
PENILAIAN PEMETAAN CEPAT SANITASI KOTA <ul><li>Proses Penyusunan Buku Putih Sanitasi </li></ul>
Penilaian Pemetaan Cepat Sanitasi
BA1. Pertemuan Perdana <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></ul><ul><li>Terbentuknya kesepaham...
BA1. Pertemuan Perdana <ul><li>Sebelum memulai kegiatan penyusunan Buku Putih Sanitasi Kota, para anggota Pokja Sanitasi K...
BA1. Pertemuan Perdana
BA2. Pengumpulan Data Sekunder <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></ul><ul><li>Teridentifikas...
BA2. Pengumpulan Data Sekunder <ul><li>Data yang dikumpulkan dalam tahap ini sebagian besar berasal dari berbagai Satuan K...
BA2. Pengumpulan Data Sekunder
BA3. Manajemen dan Operasi Sistem Sanitasi <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></ul><ul><li>Te...
BA3. Manajemen dan Operasi Sistem Sanitasi
 
 
 
 
BA4. Pengumpulan Data Lanjutan <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></ul><ul><li>Terkumpulnya d...
BA5. Penyusunan Penilaian Cepat Sanitasi <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></ul><ul><li>Terp...
PENYUSUNAN KONSEP BUKU PUTIH SANITASI
B. Penyusunan Draf Buku Putih Sanitasi
BB1. Rapat Konsultasi (Tim Pengarah dengan Tim Teknis) <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></u...
BB2. Rapat Konsultasi (Camat dan Lurah) <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></ul><ul><li>Kesep...
BB3. Studi EHRA <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></ul><ul><li>Laporan EHRA: data primer kon...
BB3. Studi EHRA <ul><li>Profil Survei / Studi EHRA ( Environmental Health Risk Assessment ) </li></ul><ul><li>EHRA diranca...
BB3. Studi EHRA <ul><li>Profil Survei / Studi EHRA ( Environmental Health Risk Assessment ) </li></ul><ul><li>Data EHRA da...
BB3. Studi EHRA <ul><li>Langkah-langkah pelaksanaan Survei EHRA </li></ul><ul><li>Diskusi Pokja Sanitasi Kota. </li></ul><...
BB3. Studi EHRA <ul><li>Langkah-langkah pelaksanaan Survei EHRA: </li></ul><ul><li>Mengirim database elektronik dan kuesio...
BB4. Penilaian Pemetaan Kondisi Sanitasi Berdasarkan Studi EHRA dan Data Lainnya
BB5. Penetapan Area Beresiko <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></ul><ul><li>Disepakatinya 4 ...
BB5. Penetapan Area Beresiko
BB6. Penyusunan Draf Buku Putih Sanisi <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></ul><ul><li>Draf B...
FINALISASI BUKU PUTIH SANITASI
Finalisasi Buku Putih
BC1. Konsultasi Publik <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></ul><ul><li>Masukan para pemangku ...
BC1. Konsultasi Publik <ul><li>Konsultasi Tingkat Kota merupakan forum penyepakatan kondisi riil sanitasi kota yang tercan...
BC2. Finalisasi Buku Putih Sanitasi <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></ul><ul><li>Buku Puti...
BC2. Finalisasi Buku Putih Sanitasi <ul><li>Finalisasi Buku Putih dilakukan setelah mendapatkan masukan dari pemangku kepe...
Sumber Referensi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Proses penyusunan buku putih sanitasi step by step

2,410

Published on

Proses Penyusunan Buku Putih Sanitasi Step by Step menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam rangka menghasilkan Buku Putih yang akurat dan komprehensif.

Published in: Business, Technology
2 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
2,410
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
2
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Proses penyusunan buku putih sanitasi step by step"

  1. 1. Proses Penyusunan Buku Putih Sanitasi Penilaian dan Pemetaan Sanitasi Kota www.Sanitasi.Net
  2. 2. Proses Penyusunan Buku Putih Sanitasi
  3. 3. Proses Penyusunan Buku Putih Sanitasi
  4. 4. PENILAIAN PEMETAAN CEPAT SANITASI KOTA <ul><li>Proses Penyusunan Buku Putih Sanitasi </li></ul>
  5. 5. Penilaian Pemetaan Cepat Sanitasi
  6. 6. BA1. Pertemuan Perdana <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></ul><ul><li>Terbentuknya kesepahaman di antara anggota Pokja Sanitasi Kota tentang pentingnya menyiapkan Buku Putih Sanitasi Kota, </li></ul><ul><li>Disepakatinya langkah pelaksanaan, </li></ul><ul><li>Disepakatinya jadwal kerja, </li></ul><ul><li>Adanya pembagian tugas dan tanggung jawab. </li></ul>
  7. 7. BA1. Pertemuan Perdana <ul><li>Sebelum memulai kegiatan penyusunan Buku Putih Sanitasi Kota, para anggota Pokja Sanitasi Kota perlu bersama-sama memahami apa yang dimaksud dengan Buku Putih Sanitasi Kota, pentingnya menyusun Buku Putih Sanitasi Kota, mendapatkan kesepakatan tentang langkah-langkah yang perlu dilakukan, keterkaitan antar langkah kegiatan, serta kesepakatan jadwal kerja dan pembagian tugas di antara anggota Pokja Sanitasi Kota. </li></ul>
  8. 8. BA1. Pertemuan Perdana
  9. 9. BA2. Pengumpulan Data Sekunder <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></ul><ul><li>Teridentifikasinya data yang dibutuhkan, </li></ul><ul><li>Teridentifikasinya sumber data, </li></ul><ul><li>Terkumpulnya data dari aspek: </li></ul><ul><ul><li>Kebijakan Daerah dan kelembagaan, </li></ul></ul><ul><ul><li>Keuangan, </li></ul></ul><ul><ul><li>Umum, </li></ul></ul><ul><ul><li>Teknis, </li></ul></ul><ul><ul><li>Peran serta swasta dalam layanan sanitasi, </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemberdayaan masyarakat dan jender, </li></ul></ul><ul><ul><li>Komunikasi. </li></ul></ul>
  10. 10. BA2. Pengumpulan Data Sekunder <ul><li>Data yang dikumpulkan dalam tahap ini sebagian besar berasal dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), baik berupa data umum maupun data khusus yang menyangkut teknis, keuangan, kebijakan daerah dan kelembagaan, peran serta swasta dalam layanan sanitasi, dan media. </li></ul><ul><li>Sumber data lainnya adalah LSM atau universitas yang pernah melakukan penelitian di kota tersebut, atau juga konsultan yang pernah membantu Provinsi atau Pusat melakukan studi atau desain bagi kota yang bersangkutan. </li></ul>
  11. 11. BA2. Pengumpulan Data Sekunder
  12. 12. BA3. Manajemen dan Operasi Sistem Sanitasi <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></ul><ul><li>Teridentifikasinya sistem yang diterapkan untuk masing-masing subsektor sanitasi, termasuk lokasi dan informasi lainnya, </li></ul><ul><li>Teridentifikasinya permasalahan mendasar untuk setiap subsektor. </li></ul>
  13. 13. BA3. Manajemen dan Operasi Sistem Sanitasi
  14. 18. BA4. Pengumpulan Data Lanjutan <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></ul><ul><li>Terkumpulnya data lain yang masih dibutuhkan, </li></ul><ul><li>Terkumpulnya data tentang: </li></ul><ul><ul><li>Layanan sanitasi oleh sektor swasta dan masyarakat, </li></ul></ul><ul><ul><li>Pemberdayaan masyarakat dan jender, </li></ul></ul><ul><ul><li>Komunikasi (Media). </li></ul></ul>
  15. 19. BA5. Penyusunan Penilaian Cepat Sanitasi <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></ul><ul><li>Terpetakannya kondisi sanitasi kota secara cepat, </li></ul><ul><li>Tersusunnya dokumen penilaian pemetaan cepat situasi sanitasi kota ( rapid sanitation assessment) . </li></ul>
  16. 20. PENYUSUNAN KONSEP BUKU PUTIH SANITASI
  17. 21. B. Penyusunan Draf Buku Putih Sanitasi
  18. 22. BB1. Rapat Konsultasi (Tim Pengarah dengan Tim Teknis) <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></ul><ul><li>Kesepakatan hasil Penilaian Pemetaan Cepat Sanitasi Kota, </li></ul><ul><li>Kesepakatan untuk pengumpulan data Environmental Health Risk Assessment (EHRA). </li></ul>
  19. 23. BB2. Rapat Konsultasi (Camat dan Lurah) <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></ul><ul><li>Kesepakatan hasil Penilaian Pemetaan Cepat Sanitasi Kota, </li></ul><ul><li>Kesepakatan untuk membantu survei EHRA. </li></ul>
  20. 24. BB3. Studi EHRA <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></ul><ul><li>Laporan EHRA: data primer kondisi sanitasi rumah tangga yang memiliki konsekuensi pada risiko kesehatan lingkungan. </li></ul>
  21. 25. BB3. Studi EHRA <ul><li>Profil Survei / Studi EHRA ( Environmental Health Risk Assessment ) </li></ul><ul><li>EHRA dirancang untuk mendapatkan data representatif tentang deskripsi kondisi sanitasi tingkat kota dan kecamatan, sekaligus dapat dijadikan panduan dasar bagi pemahaman kondisi tingkat kelurahan. </li></ul><ul><li>Studi EHRA mendalami kondisi sanitasi dan perilaku yang berhubungan dengan sanitasi di tingkat rumah tangga. Hal yang ingin diketahui mencakup akses dan kondisi sarana sanitasi yang telah ada, antara lain air bersih, jamban, air buangan dan saluran pembuangan air, serta jasa pengumpulan limbah padat. Studi EHRA juga mengamati perilaku anggota rumah tangga dalam menggunakan fasilitas yang ada, dan mempelajari perilaku mereka dalam hubungannya dengan risiko kesehatan lingkungan. </li></ul><ul><li>Bersambung .... </li></ul>
  22. 26. BB3. Studi EHRA <ul><li>Profil Survei / Studi EHRA ( Environmental Health Risk Assessment ) </li></ul><ul><li>Data EHRA dapat menjadi panduan untuk menggambarkan kondisi sanitasi di tingkat kelurahan. Selain itu, data EHRA juga menyediakan informasi yang melengkapi dan memverifikasi penelitian yang sudah ada sebelumnya, termasuk melengkapi data-data untuk pembuatan buku putih kota. Apabila data kuantitatif yang terkumpul handal, maka data EHRA dapat membantu penentuan prioritas isu dalam penyusunan strategi sanitasi kota. </li></ul>
  23. 27. BB3. Studi EHRA <ul><li>Langkah-langkah pelaksanaan Survei EHRA </li></ul><ul><li>Diskusi Pokja Sanitasi Kota. </li></ul><ul><li>Memperbaiki desain dan instrumen sesuai hasil diskusi. </li></ul><ul><li>Persiapan logistik dan kontrak. </li></ul><ul><li>Melatih enumerator dan supervisor. </li></ul><ul><li>Mengoordinasi kerja lapangan. </li></ul><ul><li>Melatih tim entri data. </li></ul><ul><li>Melakukan entri data. </li></ul><ul><li>Bersambung .... </li></ul>
  24. 28. BB3. Studi EHRA <ul><li>Langkah-langkah pelaksanaan Survei EHRA: </li></ul><ul><li>Mengirim database elektronik dan kuesioner. </li></ul><ul><li>Pembersihan data (data cleaning). </li></ul><ul><li>Pemrosesan data (data processing), analisis dan laporan awal. </li></ul><ul><li>Umpan balik untuk Pokja Sanitasi Kota. </li></ul><ul><li>Umpan balik bagi enumerator & kelurahan/kecamatan. </li></ul><ul><li>Mengembangkan laporan berdasarkan umpan balik. </li></ul><ul><li>Distribusi laporan final EHRA. </li></ul>
  25. 29. BB4. Penilaian Pemetaan Kondisi Sanitasi Berdasarkan Studi EHRA dan Data Lainnya
  26. 30. BB5. Penetapan Area Beresiko <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></ul><ul><li>Disepakatinya 4 kategori area (kelurahan) berisiko berdasarkan data sekunder dan studi EHRA, </li></ul><ul><li>Disepakatinya penyebab utama timbulnya risiko. </li></ul>
  27. 31. BB5. Penetapan Area Beresiko
  28. 32. BB6. Penyusunan Draf Buku Putih Sanisi <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></ul><ul><li>Draf Buku Putih Sanitasi. </li></ul>
  29. 33. FINALISASI BUKU PUTIH SANITASI
  30. 34. Finalisasi Buku Putih
  31. 35. BC1. Konsultasi Publik <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></ul><ul><li>Masukan para pemangku kepentingan kota, untuk selanjutnya dimasukkan untuk penyempurnaan Buku Putih. </li></ul><ul><li>Konsultasi Tingkat </li></ul>
  32. 36. BC1. Konsultasi Publik <ul><li>Konsultasi Tingkat Kota merupakan forum penyepakatan kondisi riil sanitasi kota yang tercantum dalam draf Buku Putih. </li></ul><ul><li>Konsultasi ini juga menjadi forum untuk menampung dan membahas nilai, harapan, ekspektasi para pemangku kepentingan pembangunan sanitasi. </li></ul>
  33. 37. BC2. Finalisasi Buku Putih Sanitasi <ul><li>Hasil yang akan dicapai melalui proses ini adalah: </li></ul><ul><li>Buku Putih Sanitasi </li></ul><ul><li>Lampirkan data, peta, gambar, foto, dan hasil analisis </li></ul>
  34. 38. BC2. Finalisasi Buku Putih Sanitasi <ul><li>Finalisasi Buku Putih dilakukan setelah mendapatkan masukan dari pemangku kepentingan lainnya pada saat konsultasi di tingkat kota. </li></ul><ul><li>Buku Putih ini akan dijadikan acuan, setidaknya selama 3 tahun ke depan, sebelum Buku Putih tersebut diperbarui (setelah melalui proses monitoring dan evaluasi). </li></ul><ul><li>Untuk menjamin adanya dukungan politis dari pimpinan daerah, dan agar Buku Putih ini mempunyai ‘nilai jual’ ke pihak di luar Pemerintah Kota, maka disarankan untuk mencantumkan ‘Kata Pengantar’ dari Walikota. </li></ul>
  35. 39. Sumber Referensi

×