Tugas metlit ismail adiwijaya 5215080279
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Like this? Share it with your network

Share
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,033
On Slideshare
1,033
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
18
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. TUGAS METODOLOGI PENELITIANNama Mahasiswa : ISMAIL ADIWIJAYANo. Registrasi : 5215080279Program Studi : Pend. Teknik Elektronika (Reguler)Nama Blog : http://methodepenelitian095a.blogspot.com/Tugas ke-II ini dibuat berdasarkan jurnal yang saya susun untuk menjawab pertanyaantentang : 1. Metode mengajar apa yang digunakan? Jelaskan kekurangan dan analisis perbaikannya ! 2. Cari kajian teori dari internet tentang masalah dalam Penelitian Tindakan Kelas yang akan diteliti dari jurnal yang saya buat.Jurnal yang saya buat merupakan dari skripsi yang berjudul :“ PENINGKATAN HASIL BELAJAR DIGITAL MELALUI OPTIMALISASIKEGIATAN BENGKEL ELEKTRONIKA MENGGUNAKAN MODELCOOPERATIVE LEARNING METODE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) “Karya Alumni RONYTahun Lulus : 2010Program Keahlian : Pend. Teknik Elektronika (Universitas Negeri Jakarta)Jawaban dari pertanyaan di atas : 1. Metode mengajar yang digunakan pada jurnal skripsi di atas adalah : a. Penyajian Kelas (Class Presentations), Penyajian kelas adalah pengajaran yang dilakukan guru secara klasikal. Setelah 1-2 kali pertemuan, siswa bekeija dalam kelompoknya untuk menyelesaikan soal-soal yang diberikan okh guru. Selama penyajian kelas berlangsung, siswa sudah ben*Ja dalam bentuk kelompok, b. Kelompok (Teams). b. Kelompok (Teams) Kelompok terdiri dari 4-5 orang secara heterogen, baik itu kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, etnis atau kepribadian. Fungsi utama kelompok adalah untuk meyakinkan bahwa seluruh anggota kelompok harus dapat memahami materi yang diberikan guru, sehingga mereka dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi tes individu. Setelah guru menyajikan 1
  • 2. materi, siswa berada dalam kelompoknya untuk saling bekeija sama, berdiskusi dan menggabungkan jawaban dalam mengeijakan tugas. c. Permainan (Games) Terdiri dari pertanyaan-pertanyaan atau percobaan yang relevan dengan pengetahuan siswa sesuai dengan materi yang telah disajikan di kelas. d. Turnamen (Tournaments) Setiap kelompok mengutus 1-2 anggotanya pada meja turnamen untuk bersaing dengan anggota kelompok lain berdasarkan kemampuan anggota tersebut. Setiap anggota yang berhasil memenangi permainan di meja turnamen akan naik tingkat ke meja turnamen yang lebih tinggi. e. Pengakuan Kelompok (Team Recognition) Pengakuan kelompok dilakukan dengan memberikan penghargaan berupa hadiah atau sertifikat atas usaha dan keija keras yang telah dilakukan kelompok selama proses belajar mengajar berlangsung sehingga mencapai kriteria yang telah ditetapkan. Kelemahan metode Permainan :  Permainan menjadi tidak efektif bila tidak semua siswa dapat ikut serta, misalnya alat terlalu kecil sedangkan jumlah siswa besar. Kelemahan metode Permaian dan Tournament :  Akan kurang berhasil apabila alat-alat yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan siswa.  Kemungkinan tidak membawa hasil yang diharapkan bila siswa belum cukup pengalarnan.  Kadang-kadang ada permainan yang memerlukan waktu panjang sehingga tidak praktis dilaksanakan di sekolah, lebih merugikan lagi bila untuk dapat melanjutkan pelajaran. Analisa perbaikan : Penggunaan teknik ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Juga siswa dapat terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah. Dengan eksperimen siswa menemukan bukti kebenaran dari teori sesuatu yang sedang dipelajarinya.2. Kajian Teori dari Internet Kajian Belajar Kooperatif Pembelajaran kooperatif merujuk berbagai macam metode pengajaran dimana para siswa belajar dalam sekelompok-kelompok kecil untuk membantu satu sama lainnya 2
  • 3. untuk mempelajari materi pelajaran. Dalam kelas kooperatif, para siswa diharapkandapat saling membantu, saling mendiskusikan dan berargumentasi untuk mengasahkemampuan yang mereka kuasai pada saat itu dan menutup kesenjangan dalampemahaman masing-masing.Hal ini mengungkapkan bahwa hasil proses belajar mengajar dengan pembelajarankooperatif memungkinkan siswa belajar dan bekerja sama dalam menyelesaikan suatumasalah atau memahami suatu bahan pembelajaran, sehingga tidak hanya ranahkognitif, afektif dan psikomotorik saja yang diasah, tetapi ranah interaksi sosial antaraindividu.Model pembelajaran kelompok adalah rangkaian kegiatan belajar mengajar yangdilakukan oleh siswa pada kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuanpembelajaran yang telah dirumuskan. Ada 4 unsur yang penting dalam pembelajarankooperatif :1. Adanya peserta dalam kelompok2. Adanya aturan kelompok3. Adanya upaya belajar setiap kelompok4. Adanya tujuan yang harus dicapai.Cooperative Learning juga merupakan pembelajaran yang menekankan aktivitaskolaboratif siswa dalam belajar yang berbentuk kelompok, mempelajari materipembelajaran, dan memecahkan masalah secara kolektif kooperatif.Kajian Belajar Teams Games Tournament (TGT)Permainan TGT dimainkan pada meja-meja turnamen (Toumameni Tables). Setiap mejaturnamen dapat diisi oleh wakil-wakil kelompok yang berbeda, namun yang memilikikemampuan yang setara.a. Penyajian Kelas (Class Presentations), Penyajian kelas adalah pengajaran yang dilakukan guru secara klasikal. Setelah 1-2 kali pertemuan, siswa bekeija dalam kelompoknya untuk menyelesaikan soal-soal yang diberikan okh guru. Selama penyajian kelas berlangsung, siswa sudah ben*Ja dalam bentuk kelompok, b. Kelompok (Teams).b. Kelompok (Teams) Kelompok terdiri dari 4-5 orang secara heterogen, baik itu kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, etnis atau kepribadian. Fungsi utama kelompok adalah untuk meyakinkan bahwa seluruh anggota kelompok harus dapat memahami materi yang diberikan guru, sehingga mereka dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi tes individu. Setelah guru menyajikan materi, siswa berada dalam kelompoknya untuk saling bekeija sama, berdiskusi dan menggabungkan jawaban dalam mengeijakan tugas.c. Permainan (Games) Terdiri dari pertanyaan-pertanyaan atau percobaan yang relevan dengan pengetahuan siswa sesuai dengan materi yang telah disajikan di kelas. 3
  • 4. d. Turnamen (Tournaments) Setiap kelompok mengutus 1-2 anggotanya pada meja turnamen untuk bersaing dengan anggota kelompok lain berdasarkan kemampuan anggota tersebut. Setiap anggota yang berhasil memenangi permainan di meja turnamen akan naik tingkat ke meja turnamen yang lebih tinggi. e. Pengakuan Kelompok (Team Recognition) Pengakuan kelompok dilakukan dengan memberikan penghargaan berupa hadiah atau sertifikat atas usaha dan keija keras yang telah dilakukan kelompok selama proses belajar mengajar berlangsung sehingga mencapai kriteria yang telah ditetapkan. Kajian Belajar Digital Belajar menurut kamus Bahasa Indonesia adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, oleh karena itu belajar merupakan kegiatan yang alami oleh setiap manusia dalam hidupnya. Pengetahuan, keterampilan, kebiasan, kegemaran dan sikap seseorang terbentuk, dimodifikasi dan berkembang lewat belajar. Oleh karena itu seseorang dikatakan belajar apabila dapat diasumsikan dalam diri orang itu menjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan suatu perubahan tingkah laku. M. Dalyono dalam bukunya “Psikologi Pendidikan” megutip defensisi belajar dari beberpa ahli :a. Charles E. Skinner mengemukakan : “ Learning is a process of progressive beahvior adaptation”.b. Mc. Gooch mengatakan : “Learning is change in performance as a result of practice”. Dengan demikian belajar dapat dikatakan sebagai proses dasar dari perkembangan manusia, dengan belajar manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu, sehingga tingkah lakunya berkembang. Belajar bukan sekedar pengalaman tetapi belajar merupakan proses yang berlangsung secara aktif. Menurut Baharudin dan Esa Wahyuni dalam bukunya Teori Belajar dan Pembelajaran, “ belajar merupakan proses manusia untuk mencapai berbagai macam kompetensi, keterampilan dan sikap.” Sedangkan menurut Morgan yang dikutip M. Ngalim Purwanto, “ Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.” Proses belajar yang disertai proses pembelajaran akan lebih terarah daripada proses belajar yang hanya dari pengalaman dalam kehidupan sosial di masyarakat. Belajar dengan proses pembelajaran terdapat peran guru, bahan belajar dan lingkungan kondusif yang sengaja diciptakan. Perubahan tingkah laku akibat belajar dinamakan hasil belajar. Perubahan yang terjadi merupakan perubahan secara keseluruhan yang mencakup aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik. Aspek kognitif berkenaan dengan masalah pengetahuan dan kecakapan intelektual, aspek afektif berkenaan dengan sikap, nilai- nilai dan persepsi, sedangkan aspek psikomotor berkenaan dengan keterampilan terutama kelincahan-kelincahan tubuh dan koordinasinya. 4
  • 5. Sehingga dapat diartikan hasil belajar Digital adalah perubahan tingkah laku dari tidaktahu menjadi tahu dari tidak terampil menjadi terampil dalam pelajaran digital ataudalam hal-hal yang berhubungan perangkat atau sistem digit pada perangkat kerasmaupun perangkat lunak.Hasil belajar adalah test yang digunakan untuk menilai hasil-hasil pelajaran yang telahdisampaikan oleh guru pada siswa dalam jangka waktu tertentu. Itu artinya dalammengukur dan mengevaluasi keberhasilan proses maupun hasil belajar digunakansuatu test untuk mengetahui tingkat belajar kemampuan siswa.Hakikat Mata Pelajaran Menguasai Teori Asumsi yang mendasari teori ini adalah bahwa pembelajaran merupakan faktoryang sangat penting dalam perkembangan. Perkembangan merupakan hasil kumulatifdari pembelajaran. Menurut Gagne bahwa dalam pembelajaran terjadi prosespenerimaan informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran dalambentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi terjadi adanya interaksi antarakondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitukeadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proseskognitif yang terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangandari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yaitu, (1)motivasi; (2) pemahaman; (3) pemerolehan; (4) penyimpanan; (5) ingatan kembali;(6) generalisasi; (7) perlakuan dan (8) umpan balik.Keterampilan Praktik Keterampilan praktek merupakan suatu proses untuk meningkatkanketerampilan peserta dengan menggunakan berbagai metode yang sesuai denganketerampilan yang diberikan dan peralatan yang digunakan. Selain itu, pembelajaranpraktek merupakan suatu proses pendidikan yang berfungsi membimbing pesertadidik secara sistematis dan terarah untuk dapat melakukan suatu ketrampilan. Pentingnya pengalaman langsung terhadap proses belajar telah dikaji oleh Kolb(1984) dan Wallace (1994, dalam Millrood, 2001). Kolb mengatakan bahwapembelajaran orang dewasa akan lebih efektif jika pembelajar lebih banyak terlibatlangsung daripada hanya pasif menerima dari pengajar. Kolb (1984) dengan teoriexperiential learning-nya menjabarkan ide-ide dari pengalaman dan refleksi. Kolbmendifinisikan empat modus belajar yaitu: Concrete experience (pengalaman nyata),reflective observation (merefleksikan observasi), abstract conceptualization (konsepyang abstrak), dan active experimentation (eksperimen aktif). Wallace (1994) mengatakan bahwa ada dua sumber pengetahuan yaitupengetahuan yang diterima/diperoleh melalui belajar baik secara formal maupuninformal (received knowledge) dan pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman(experiential knowledge). Kedua sumber pengetahuan tersebut merupakan unsurkunci bagi pengembangan profesionalisme. Kemampuan melakukan refleksi dari 5
  • 6. praktek yang didasarkan pada pengalaman dan pengetahuan menentukan pencapaiankompetensi profesional.Sumber Referensi :http://psb-psma.org/content/blog/strategi-metode-mengajar kooperatifhttp://asnaldi.multiply.com/journal/item/5?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitemhttp://fajaralayyubi.wordpress.com/2011/08/23/pembelajaran-praktek-guna-meningkatkan-keterampilan-peserta-diklat/ 6