Proposal ptk

6,067 views

Published on

0 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
6,067
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
281
Comments
0
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Proposal ptk

  1. 1. PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS UPAYA MENINGKATKAAN HASIL BELAJAR DIGITAL SISWAMELALUI OPTIMALISASI KEGIATAN BENGKEL ELEKTRONIKA DENGAN METODE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) KELAS X DI SMK NEGERI 29 JAKARTA Disusun Oleh : ISMAIL ADIWIJAYAPROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO - FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2011 1
  2. 2. LEMBAR PENGESAHANJudul : Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Digital Siswa Melalui Optimalisasi Kegiatan Bengkel Elektronika Dengan Metode Teams Games Tournament (TGT) Kelas X di SMK Negeri 29 JakartaNama Peneliti : Ismail AdiwijayaNIM : 5215080279Tempat Penelitian : SMK Negeri 29 Jakarta, Jl. Prof Jokosutono S.H, No.1 Kelurahan Petogogan / Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12720Tanggal Pelaksanaan : 4 Juli 2011 – 15 September 2011 Jakarta, Desember 2011Menyetujui,Dosen Pembimbing, Peneliti,Drs. Mufti Ma’sum, M.Pd. Ismail AdiwijayaNIP. NIM. 5215080279 2
  3. 3. KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas karunia-Nya penulis dapatmenyelesaikan proposal penelitian yang berjudul: " Upaya Meningkatkan HasilBelajar Digital Siswa Melalui Optimalisasi Kegiatan Bengkel Elektronika DenganMetode Teams Games Tournament (TGT) Kelas X di SMK Negeri 29 Jakarta "sebagai penelitian tindakan kelas. Dalam penulisan proposal ini banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu,penulis sangat berharap saran dari para pembaca demi perbaikan proposalpenelitian ini. Semoga proposal Ini dapat disetujui dan dilaksanakan dengan baik. Penulis menyadari bahwa proposal penelitian ini dapat tersusun tidakterlepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasihkepada :1. Orang tua yang telah memberikan doa dan dukungan moril maupun materil.2. Bapak Drs. Mufti Ma’sum, M.Pd. sebagai dosen pembimbing dalam penelitian.3. Semua pihak yang telah membantu, yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Akhirnya semoga Allah SWT memberikan balasan atas segala bantuan yangdiberikan kepada penulis. Amin. Jakarta, Desember 2011 Penulis 3
  4. 4. DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL ...................................................................................... iHALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iiKATA PENGANTAR ................................................................................. iiiDAFTAR ISI .................................................................................................. ivBAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1 A. Latar Belakang .................................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ............................................................................. 2 C. Batasan Masalah ................................................................................. 2 D. Tujuan Penelitian ............................................................................... 2 E. Manfaat Hasil Penelitian .................................................................... 3BAB II KERANGKA TEORI, KERANGKA BERPIKIR, DANPERUMUSAN HIPOTESIS ......................................................................... 4 A. Kerangka Teori .................................................................................. 4 B. Kerangka Berpikir ............................................................................. 8 C. Perumusan Hipotesis ......................................................................... 9BAB III METODE PENELITIAN ............................................................. 10 A. Lokasi dan Waktu Penelitian ............................................................. 10 B. Subyek Penelitian .............................................................................. 10 C. Prosedur Penelitian ............................................................................ 10 D. Instrument Penelitian ....................................................................... 11 E. Teknik Analisis Data ......................................................................... 12DAFTAR PUSTAKA 4
  5. 5. BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Belajar adalah usaha untuk menyesuaikan diri terhadap kondisi atau situasi-situasi di sekitar. Konteks belajar di kelas, interaksi yang terjadi adalah individu dengan lingkungan kelasnya, sedangkan lingkungan belajar diciptakan sedemikian rupa oleh guru dalam kapasitasnya sebagai fasilitator yang akan mengorganisir kelas agar tetap kondusif. Kelas yang kondusif didasarkan pada konsep yang memandang bahwa pelajaran itu sendiri merupakan usaha menciptakan lingkungan yang dapat memberikan kemungkinan terjadinya proses belajar. Lingkungan yang dapat memberikan kemungkinan terjadinya proses belajar, dapat diciptakan dan diusahakan oleh guru sehingga proses pengajaran memberikan pehatian. Proses pengajaran yang ada pada umumnya dilakukan oleh guru-guru adalah pengajaran yang menggunakan metode biasa, yaitu metode ceramah saja tanpa menggunakan variasi lainnya, walaupun metode ceramah merupakan hal yang menjadi perlu dalam proses pembelajaran antara guru dengan murid, tetapi jika hanya metode ceramah yang digunakan ini akan menjadikan situasi yang monoton dalam proses belajar mengajar, sehigga menjadikan pengaruh yang sedikit banyak minat dan motivasi siswa dalam belajar. Akibat yang terjadi dari hal tersebut adalah turunnya kualitas belajar siswa. Dalam buku Teori Belajar dan Pembelajaran Evelin Siregar dan Hartini Nara mengutip pertanyaan Ali Imron Bahwa faktor yang mempengaruhi motivasi dalam proses pembelajaran ada 6 yaitu : 1. Cita-cita/ aspirasi pemelajar 2. Kemampuan pemelajar 3. Kondisi pemelajar 5
  6. 6. 4. Kondisi lingkungan pemelajar 5. Unsur-unsur dinamis dalam pembelajaran 6. Upaya guru dalam membelajarkan pengajaran. Dari teori tersebut dapat dilihat, peran seorang guru sangat signifikan untuk mengkondisikan lingkungan, unsur dinamis pembelajaran, upaya guru membelajarkan pemelajaran dari enam faktor yang ada. Sehingga motivasi siswa untuk belajar dengan baik dapat kembali lagi.B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang sebagaimana tersebut di depan, maka rumusan permasalahan yang diajukan dalam proposal ini adalah : “Apakah Model Pembelajaran Cooperative dengan metode Teams Games Tournament (TGT) dan pemanfaatan bengkel Elektronika secara optimal dapat meningkatkan hasil belajar Digital siswa.?”C. Batasan Masalah Dari latar belakang masalah dan permasalahan yang telah di identifikasi di atas, maka perlu adanya pembatasan masalah dalam penelitian ini, pembahasan masalah hanya mencakup: “Apakah pembelajaran melalui metode Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam di dalam bengkel Elektronika”?D. Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang di identitifikasi di atas, maka kegiatan dengan menggunakan metode TGT memanfaatkan perangkat bengkel elektronika untuk siswa-siswa kelas X SMK Negeri 29 Jakarta dalam usaha peningkatan minat belajar dasar–dasar elektronika digital bertujuan sebagai berikut : 6
  7. 7. 1. Agar minat siswa terhadap pelajaran dasar-dasar elektronika dapat ditingkatkan dengan penyampaian materi secara visual. 2. Agar mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) . 3. Untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran melalui penggunaan program bengkel elektronika.E. Manfaat Hasil Penelitian Manfaat yang dapat diperoleh melalui penggunaan media pembelajaran Teams Games Tournament (TGT). ini baik kepada para guru mata pelajaran dasar-dasar elektronika maupun Universitas Negeri Jakarta antara lain : 1. Mengajarkan mata kepada para guru mata pelajaran dasar-dasar elektronika bahwa media pembelajaran menggunakan TGT dapat digunakan untuk upaya peningkatan bengkel elektronika. 2. mengarahkan media pembelajaran berbasis bengkel elektronika menggunakan metode TGT di kelas. 3. Meningkatkan kemampuan guru dalam pengelolaan media pembelajaran berbasis bengkel elektronika di dalam kelas. 4. Terjalinnya kerja sama yang harmonis dan saling menguntungkan antara pihak guru, dosen, sekolah dan Universitas Negeri Jakarta, khususnya Jurusan Teknik Elektro dalam usaha meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan. 5. Mensosialisasikan Universitas Negeri Jakarta kepada masyarakat luas dengan memperkenalkan potensi yang dimiliki dan pelayanan yang bisa diberikan. 7
  8. 8. BAB II KERANGKA TEORI, KERANGKA BERPIKIR DAN PERUMUSAN HIPOTESISA. Kerangka Teori Hakikat Kajian Elektronika Digital Elektronika digital merupakan wahana perkembangan dari kalkulator, komputer, rangkaian terpadu dan bilangan biner 0 dan 1. Hal ini merupakan suatu bidang yang menarik di dalam elektronika karena penggunaan elektronika digital berkembang dengan cepat. digital yang dirakit dalam IC digunakan baik dalam komposer besar maupun kecil. Pada saat ini hampir sentra barang-barang ekkronik menggunakan dan memanfaatkan rangkaian elektronika digital. Sehingga menjadi sebuah tuntutan yang wajib untuk dipelajari di sekolah- sekolah kejuruan yang mempunyai jurusan elektronika, agar mampu menghasilkan lulusan yang mampu memenuhi tuntutan zaman. Salah satu standar kompetensi yang harus dimiliki pada kompetensi keahlian teknik elektronika industri yang berhubungan dengan elektronika digital adalah menerapkan konsep elektronika digital dan rangkaian elektronika komputer, sedangkan kompetensi dasar yang harus dimiliki antara lain : Menerapkan prinsip dasar logika dan aljabar boole dalam rangkaian elektronika digital. Dalam menerapkan prinsip dasar logika materi yang di ajarkan adalah operasi logika menggunakan gerbang-gerbang dasar. Bentuk dasar blok dari setiap rangkaian digital adalah suatu gerbang logika. Gerbang logika akan digunakan untuk operasi bilangan biner, sehingga timbul istilah gerbang logika biner. 8
  9. 9. Hakikat Belajar dan Hasil Belajar Digital Belajar menurut kamus Bahasa Indonesia adalah berusaha memperolehkepandaian atau ilmu, oleh karena itu belajar merupakan kegiatan yang alamioleh setiap manusia dalam hidupnya. Pengetahuan, keterampilan, kebiasan,kegemaran dan sikap seseorang terbentuk, dimodifikasi dan berkembanglewat belajar. Oleh karena itu seseorang dikatakan belajar apabila dapatdiasumsikan dalam diri orang itu menjadi suatu proses kegiatan yangmengakibatkan suatu perubahan tingkah laku. M. Dalyono dalam bukunya“Psikologi Pendidikan” megutip defensisi belajar dari beberpa ahli :a. Charles E. Skinner mengemukakan : “ Learning is a process of progressive beahvior adaptation”.b. Mc. Gooch mengatakan : “Learning is change in performance as a result of practice”. Dengan demikian belajar dapat dikatakan sebagai proses dasar dariperkembangan manusia, dengan belajar manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu, sehingga tingkah lakunya berkembang. Belajarbukan sekedar pengalaman tetapi belajar merupakan proses yang berlangsungsecara aktif. Menurut Baharudin dan Esa Wahyuni dalam bukunya Teori Belajar danPembelajaran, “ belajar merupakan proses manusia untuk mencapai berbagaimacam kompetensi, keterampilan dan sikap.” Sedangkan menurut Morgan yang dikutip M. Ngalim Purwanto, “ Belajaradalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadisebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.” Proses belajar yang disertaiproses pembelajaran akan lebih terarah daripada proses belajar yang hanyadari pengalaman dalam kehidupan sosial di masyarakat. Belajar denganproses pembelajaran terdapat peran guru, bahan belajar dan lingkungankondusif yang sengaja diciptakan. 9
  10. 10. Perubahan tingkah laku akibat belajar dinamakan hasil belajar. Perubahan yang terjadi merupakan perubahan secara keseluruhan yang mencakup aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik. Aspek kognitif berkenaan dengan masalah pengetahuan dan kecakapan intelektual, aspek afektif berkenaan dengan sikap, nilai-nilai dan persepsi, sedangkan aspek psikomotor berkenaan dengan keterampilan terutama kelincahan- kelincahan tubuh dan koordinasinya. Sehingga dapat diartikan hasil belajar Digital adalah perubahan tingkah laku dari tidak tahu menjadi tahu dari tidak terampil menjadi terampil dalam pelajaran digital atau dalam hal-hal yang berhubungan perangkat atau sistem digit pada perangkat keras maupun perangkat lunak. Hasil belajar adalah test yang digunakan untuk menilai hasil-hasil pelajaran yang telah disampaikan oleh guru pada siswa dalam jangka waktu tertentu. Itu artinya dalam mengukur dan mengevaluasi keberhasilan proses maupun hasil belajar digunakan suatu test untuk mengetahui tingkat belajar kemampuan siswa.a. Penyajian Kelas (Class Presentations), Penyajian kelas adalah pengajaran yang dilakukan guru secara klasikal. Setelah 1-2 kali pertemuan, siswa bekeija dalam kelompoknya untuk menyelesaikan soal-soal yang diberikan okh guru. Selama penyajian kelas berlangsung, siswa sudah ben*Ja dalam bentuk kelompok, b. Kelompok (Teams).b. Kelompok (Teams) Kelompok terdiri dari 4-5 orang secara heterogen, baik itu kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, etnis atau kepribadian. Fungsi utama kelompok adalah untuk meyakinkan bahwa seluruh anggota kelompok harus dapat memahami materi yang diberikan guru, sehingga mereka dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi tes individu. Setelah guru menyajikan materi, siswa berada dalam kelompoknya untuk saling 10
  11. 11. bekeija sama, berdiskusi dan menggabungkan jawaban dalam mengeijakan tugas.c. Permainan (Games) Terdiri dari pertanyaan-pertanyaan atau percobaan yang relevan dengan pengetahuan siswa sesuai dengan materi yang telah disajikan di kelas.d. Turnamen (Tournaments) Setiap kelompok mengutus 1-2 anggotanya pada meja turnamen untuk bersaing dengan anggota kelompok lain berdasarkan kemampuan anggota tersebut. Setiap anggota yang berhasil memenangi permainan di meja turnamen akan naik tingkat ke meja turnamen yang lebih tinggi.e. Pengakuan Kelompok (Team Recognition) Pengakuan kelompok dilakukan dengan memberikan penghargaan berupa hadiah atau sertifikat atas usaha dan keija keras yang telah dilakukan kelompok selama proses belajar mengajar berlangsung sehingga mencapai kriteria yang telah ditetapkan. Permainan itu berupa pertanyaan-pertanyaan yang ditulis pada kartu- kartuyang diberi angka. Tiap-tiap siswa akan mengambil sebuah kartu yang diberiangka dan berusaha untuk menjawab pertanyaan yang sesuai. Turnamen inimemungkinkan bagi siswa dari semua tingkat untuk menyumbangkan denganmaksimal bagi skor-skor kelompoknya bila mereka berusaha dengan maksimal.Selain itu, pembelajaran ini memberikan peluang yang sama kepada siswa untukmemperoleh prestasi, baik sebagai individu maupun anggota kelompok. 11
  12. 12. B. Kerangka Berpikir Mata Pelajaran Digital merupakan pelajaran yang penting di sekolah kejuruan yang memiliki jurusan Teknik Elektronika Industri, karena merupakan ilmu dasar yang harus dimiliki setiap lulusan demi untuk memenuhi kebutuhan industri di masyarakat, disebabkan pada saat ini hampir semua perangkat elektronik sudah menggunakan perangkat digital. Hasil belajar siswa merupakan suatu indikator dari tercapai atau tidaknya tujuan belajar dan tercapainya tujuan belajar tergantung bagaimana proses pembelajaran yang dibuat oleh guru yang bersangkutan, sehingga peserta didik mampu memahami dan mengerti tentang teori yang disampaikan dan mampu menerapkan serta mengaplikasikan pada masyarakat dan dunia industri. Proses yang baik di dalam kelas juga menentukan kenyamanan siswa dalam melakukan proses pembelajaran, sehingga proses pembelajaran yang menyenangkan mampu meningkatkan motivasi hasil belajar siswa. Kurikulum KTSP yang ada pada saat ini menuntut guru untuk lebih cerdas mengelola kelas, sebab diharapkan lulusan yang dihasilkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh pada lingkungan di sekitarnya. Lingkunganpun menuntut setiap lulusan untuk beradaptasi dimanapun berada, sehingga faktor sosialisasi, kerjasama dan saling memberikan pemahamannya adalah sesuatu yang harus dimunculkan kepada setiap lulusan di sekolah. Sehingga nantinya dapat meluluskan siswa-siswa yang tidak hanya baik dalam hal kognitif, yang berarti hasil belajar dengan nilai yang baik tetapi mampu bekerja sama dan bersosialisasi oleh masyarakat dengan baik. Mata pelajaran Digital banyak menutut siswa untuk menerapkan dan mempraktekan langsung pada bengkel, sehingga mengoptimalisasikan bengkel yang ada pada sekolah merupakan sesuatu yang jadi penting. Sedangkan metode pembelajaran kooperatif adalah peserta didik belajar secara kelompok bersama-sama temannya dengan cara saling menghargai pendapat dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk 12
  13. 13. mengemukakan gagasannya dengan menyampaikan pendapat mereka secara kelompok, maka siswa dilatih untuk membantu satu sama lain. Metode Teams Games Tournament (TGT) menuntut setiap kelompok untuk saling berkompetisi, sehingga mampu menumbuhkan motivasi dan sportifitas siswa serta menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Dengan demikian dapat diasumsikan akan terdapat peningkatan hasil belajar dengan mengptimalisasi penggunaan bengkel elektronika menggunakan model Cooperative Learning Metode Teams Games Tournament (TGT) pada mata diklat menguasai dasar Elektronika Digital dan Komputer di kelas X E12 SMKN 29 Jakarta.C. Perumusan Hipotesis Berdasarkan kerangka teoritis dan kerangka berpikir, maka hipotesis penelitiannya sebagai berikut : “ Dengan diberi pembelajaran Cooperative metode Teams Games Tournament (TGT) dan mengoptimalkan kegiatan elektronika, keaktifan belajar siswa dapat ditingkatkan dan hasil belajar digital dapat lebih baik atau meningkat.” 13
  14. 14. BAB III METODOLOGI PENELITIANA. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian yang akan di ajukan dalam proposal penelitian ini adalah SMK Negeri 29 Jakarta. 2. Waktu Penelitian Dengan beberapa pertimbangan dan alasan penulis menentukan menggunakan waktu penelitian selama 3 bulan Juli s/d September 2011.B. Subyek Penelitian Subyek yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 29 Jakarta dengan jumlah sampel siswa 45 orang.C. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian yang diterapkan dalam hal ini antara lain : 1. Perencanaan Meliputi penyampaian Rencana Perencanaan Pembelajaran (RPP), materi pelajaran, Guru membentuk siswa ke dalam beberapa grup, membantu pekerjaan siswa, latihan soal, pembahasan latian soal, ulangan harian. Bagian ini berisikan perlakuan yang akan diberikan kepada siswa sesuai dengan yang tertulis pada rencana tindakan. Di luar itu adalah pembelajaran-biasa yang telah anda lakukan sehari-hari, tidak perlu dituliskan di sini. Harus dibedakan benar antara pembelajaran biasa dengan PTK. Yang dituliskan dalam siklus hanyalah bagian yang diteliti saja. 14
  15. 15. 2. Tindakan (Action) Pada fase Tindakan ini kegiatan mencakup :  Siklus I, meliputi : Pendahuluan, kegiatan pokok dan penutup.  Siklus II (sama dengan I)  Siklus III (sama dengan I dan II) 3. Pengamatan Bagian ini berisikan hasil pengamatan menggunakan berbagai instrument Yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah sifat triangulasi dan saturasi data. Hasil-hasil pekerjaan siswa yang otentik dapat disajikan di sini. 4. Refleksi Pada bagian ini, perlu adanya pembahasan antara siklus–siklus tersebut untuk dapat menentukan kesimpulan atau hasil dari penelitian. Refleksi berisikan penjelasan tentang keberhasilan atau kegagalan yang terjadi setelah selang waktu tertentu. Refleksi diakhiri dengan perencanaan kembali untuk siklus berikutnya.D. Instrument Penelitian Instrument penelitian yang digunakan dalam pengajuan proposal ini adalah: 1. Data Hasil Belajar Siswa Kelas X, dalam hal ini peneliti hanya mengambil sampel 45 siswa pada data hasil belajar siswa pada mata pelajaran dasar– dasar elektronika. 2. Dokumen siswa Dokumen siswa berupa catatan siswa untuk menunjang lembar observasi berkurangnya kemalasan maupun kebosanan siswa. Dokumen siswa dilihat dan dicatat peneliti pada setiap akhir pelajaran. 3. Catatan Lapangan Catatan – catatan lapangan diperlukan untuk merekam kejadian – kejadian selama proses pembelajaran berlangsung. Catatan lapangan meliputi perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Berdasarkan dari hasil 15
  16. 16. refleksi ini peneliti dapat melakukan perbaikan–perbaikan terhadap rencana awal. 4. Wawancara dengan siswa Wawancara dengan siswa dilaksanakan setiap akhir siklus dengan pemilihan siswa yang diwawancarai secara acak sesuai dengan kebutuhan refleksi untuk perbaikan pada tindakan siklus berikutnya. Pedoman wawancara dengan siswa menitikberatkan pada tanggapan dan kesulitan belajar siswa selama proses pembelajaran berikutnya.E. Teknik Analisis Data Data hasil belajar siswa berupa tes akan dianalisis dengan menggunakan skor yang berdasarkan penilaian acuan patokan, dihitung berdasarkan skor maksimal yang mungkin dicapai oleh siswa. Nilai yang diperoleh dikelompokkan menjadi lima kategori, yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Pedoman pengkategorian hasil belajar siswa yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 1. Di samping itu juga dideskripsikan hasil pengamatan aktifitas pembelajaran dan perilaku siswa yang diketahui dari hasil pengamatan dengan menggunakan lembar observasi yang terjadi pada pelaksanaan proses belajar mengajar. 16
  17. 17. DAFTAR PUSTAKADalyno, M. Psikologi Pendidikan (Jakarta : Rineka Cipta, 2001), hal. 208.Siregar, E. dan Nara, Hartini (Jakarta, 2007), hal. 48., Buku Ajar Teori Belajar dan Pembelajaran (MKDK), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP UNJ).Purwanto, M. Ngalim. Psikologi Pendidikan. (Bandung : Remaja Karya, 1985), hal. 84.Baharudin dan Wahyuni Esa N. Teori Belajar dan Pembelajaran , (Yogyakarta : Ar-Ruzz Media, 2008), hal. 11.Slavin, R.E. Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktek, (London : Allaymand Bacon, 2005), hal. 4.Sanjaya, Wina, Startegi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta : Kencana, 2009), hal. 241. 17

×