Metodologi penelitian --to blog mufti ma'sum

1,634 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,634
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
106
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Metodologi penelitian --to blog mufti ma'sum

  1. 1. PENINGKATAN HASIL BELAJAR DIGITAL MELALUI OPTIMALISASI KEGIATAN BENGKEL ELEKTRONIKA MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING METODE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) (Penelitian Tindakan Kelas Pada Mata Diklat Dasar Elektronika Digital dan Komputer Kelas X di SMKN 29 Jakarta) RONY (Peneliti) Alumni Universitas Negeri Jakarta Pendidikan Teknik Elektronika (2010) Mufti Ma’sum (Dosen Pembimbing) Dosen Teknik Elektro FT-UNJ ISMAIL ADIWIJAYA /5215080279 (Editor) Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta Pendidikan Teknik Elektronika (2008)In the TGT method using a Classroom Action Research (Action Research Class) used 3 cycles ofaction. Each cycle consisted of 2 times face to face and each cycle consists of four stages of planning,action, analysis and reflection. The role of this research as a lecturer and observer assisted by teacherkalabor which only act as observers. In addition the value of learning outcomes, data taken at each cycleusing the field record sheet, the format of a structured classroom observation, photo documentation ofimportant events, student questionnaires and interviews in the last cycle. This can make studentsmotivated to learn in the classroom.Kata kunci : Belajar Digital, Hakikat Belajar Kooperatif, Pembelajaran TGTBelajar adalah usaha untuk Lingkungan yang dapat memberikanmenyesuaikan diri terhadap kondisi atau kemungkinan terjadinya proses belajar,situasi-situasi di sekitar. Konteks belajar dapat diciptakan dan diusahakan olehdi kelas, interaksi yang terjadi adalah guru sehingga proses pengajaranindividu dengan lingkungan kelasnya, memberikan pehatian. Prosessedangkan lingkungan belajar pengajaran yang ada pada umumnyadiciptakan sedemikian rupa oleh guru dilakukan oleh guru-guru adalahdalam kapasitasnya sebagai fasilitator pengajaran yang menggunakan metodeyang akan mengorganisir kelas agar biasa, yaitu metode ceramah saja tanpatetap kondusif. Kelas yang kondusif menggunakan variasi lainnya, walaupundidasarkan pada konsep yang metode ceramah merupakan hal yangmemandang bahwa pelajaran itu sendiri menjadi perlu dalam prosesmerupakan usaha menciptakan pembelajaran antara guru dengan murid,lingkungan yang dapat memberikan tetapi jika hanya metode ceramah yangkemungkinan terjadinya proses belajar. digunakan ini akan menjadikan situasi yang monoton dalam proses belajar mengajar, sehigga menjadikan pengaruhPeningkatan Hasil Belajar Digital Melalui Optimalisasi Bengkel Dengan Model TGT
  2. 2. yang sedikit banyak minat dan motivasi guru dalam menyampaikan materi akansiswa dalam belajar. Akibat yang terjadi mendorong siswa untuk lebih seringdari hal tersebut adalah turunnya dalam menerima materi tersebut.kualitas belajar siswa. Sehingga dengan demikian dapat menambah optimalisasi dan fokus siswaDalam buku Teori Belajar dan dalam pembelajaran sesuai denganPembelajaran Evelin Siregar dan Hartini tujuan dan pembelajaran tersebut.Nara mengutip pertanyaan Ali ImronBahwa faktor yang mempengaruhi Pembelajaran mata diklat Digital dimotivasi dalam proses pembelajaran ada SMK lebih banyak menggunakan6 yaitu : strategi biasa yaitu ceramah dan mungkin ada sebagian guru yang1. Cita-cita/ aspirasi pemelajar kurang mengoptimalisasi bengkel2. Kemampuan pemelajar tersedia, dikarenakan tidak ingin susah3. Kondisi pemelajar dalam mengajar atau tidak ada waktu4. Kondisi lingkungan pemelajar untuk mempersiapkan peralatan yang5. Unsur-unsur dinamis dalam digunakan. Kalaupun sudah pembelajaran menggunakan bengkel yang terjadi6. Upaya guru dalam membelajarkan biasanya kurang efektif dan efisien, pengajaran. biasanya siswa lebih banyak ribut dan tidak fokus sehingga mengakibatkan Dari teori tersebut dapat dilihat, hasil belajar kurang optimal peran seorang guru sangat signifikan dibandingkan dengan mata diklat lain. untuk mengkondisikan lingkungan, unsur dinamis pembelajaran, upaya Oleh karena itu strategi dalam guru membelajarkan pemelajaran pembelajaran menggunakan bengkel dari enam faktor yang ada. Sehingga harus tepat agar efektif dan efisien. motivasi siswa untuk belajar dengan Strategi belajar yang menggunakan baik dapat kembali lagi. metode biasa (ceramah) yang diterapkan oleh guru seringkali mengakibatkanPelajaran mata Diklat Digital atau di tujuan yang terdapat dalam kurikulumSMKN 29 Jakarta dikenal dengan mata kurang tercapai. Selain itu siswa jugadiklat MDEDK (Menguasai Dasar jarang terjun langsung untukElektronika Digital dan Komputer). menerapkan pelajaran-pelajaran yangMerupakan mata pelajaran yang tidak diberikan. Hal ini didasari olehterbatas hanya konsep teori melainkan kurikulum KTSP yang cenderung yangdalam menerapkan keterampilan mengarahkan siswanya untuktersebut dalam praktek di lapangan diterjunkan siswanya kepada dunia di(bengkel). Selain itu mata diklat Digital sekitarnya, sehingga menitik beratkandapat dijadikan wahana untuk melatih siswa dalam hal keterampilan.sikap berpikir kritis, logis, kreatif dansistematis serta untuk meningkatkan Permasalahanpembelajaran siswa dalam memahamidan mengidentifikasi permasalahan Dari pemaparan sebelumnya, penelitiyang mungkin terjadi, maka pemilihan mencoba untuk memberikan tindakan distrategi belajar siswa sangatlah penting kelas X E12 SMKN 29 Jakarta sesuaiyang perlu diperhatikan oleh seorang dengan fakta yang ada di lapangan danguru, karena dengan variatifnya seorang masalah yang sudah dipaparkanPeningkatan Hasil Belajar Digital Melalui Optimalisasi Bengkel Dengan Model TGT
  3. 3. sebelumnya. Adapun rumusan aljabar boole dalam rangkaianmasalahnya adalah “Apakah Model elektronika digital.Pembelajaran Cooperative denganmetode Teams Games Tournament Dalam menerapkan prinsip dasar logika(TGT) dan pemanfaatan bengkel materi yang di ajarkan adalah operasiElektronika secara optimal dapat logika menggunakan gerbang-gerbangmeningkatkan hasil belajar Digital dasar. Bentuk dasar blok dari setiapsiswa.?” rangkaian digital adalah suatu gerbang logika. Gerbang logika akan digunakan Kajian Teoritik untuk operasi bilangan biner, sehingga timbul istilah gerbang logika biner.Hakikat Kajian Elektronika Digital Hakikat Belajar dan Hasil BelajarElektronika digital merupakan wahana Digitalperkembangan dari kalkulator,komputer, rangkaian terpadu dan Belajar menurut kamus Bahasabilangan biner 0 dan 1. Hal ini Indonesia adalah berusaha memperolehmerupakan suatu bidang yang menarik kepandaian atau ilmu, oleh karena itudi dalam elektronika karena penggunaan belajar merupakan kegiatan yang alamielektronika digital berkembang dengan oleh setiap manusia dalam hidupnya.cepat. Pengetahuan, keterampilan, kebiasan, kegemaran dan sikap seseorang terbentuk, dimodifikasi dan berkembang lewat belajar. Oleh karena itu seseorang dikatakan belajar apabila dapat diasumsikan dalam diri orang itu menjadi suatu proses kegiatan yang mengakibatkan suatu perubahan tingkahdigital yang dirakit dalam IC digunakan laku. M. Dalyono dalam bukunyabaik dalam komposer besar maupun kecil. “Psikologi Pendidikan” megutipPada saat ini hampir sentra barang- defensisi belajar dari beberpa ahli :barang ekkronik menggunakan danmemanfaatkan rangkaian elektronika a. Charles E. Skinner mengemukakandigital. Sehingga menjadi sebuah tuntutan : “ Learning is a process ofyang wajib untuk dipelajari di sekolah- progressive beahvior adaptation”.sekolah kejuruan yang mempunyai jurusan b. Mc. Gooch mengatakan :elektronika, agar mampu menghasilkan “Learning is change inlulusan yang mampu memenuhi tuntutan performance as a result ofzaman. practice”.Salah satu standar kompetensi yangharus dimiliki pada kompetensi keahlian Dengan demikian belajar dapatteknik elektronika industri yang dikatakan sebagai proses dasar dariberhubungan dengan elektronika digital perkembangan manusia, dengan belajaradalah menerapkan konsep elektronika manusia melakukan perubahan-digital dan rangkaian elektronika perubahan kualitatif individu, sehinggakomputer, sedangkan kompetensi dasar tingkah lakunya berkembang. Belajaryang harus dimiliki antara lain : bukan sekedar pengalaman tetapiMenerapkan prinsip dasar logika danPeningkatan Hasil Belajar Digital Melalui Optimalisasi Bengkel Dengan Model TGT
  4. 4. belajar merupakan proses yang telah disampaikan oleh guru pada siswaberlangsung secara aktif. dalam jangka waktu tertentu. Itu artinyaMenurut Baharudin dan Esa Wahyuni dalam mengukur dan mengevaluasidalam bukunya Teori Belajar dan keberhasilan proses maupun hasilPembelajaran, “ belajar merupakan belajar digunakan suatu test untukproses manusia untuk mencapai mengetahui tingkat belajar kemampuanberbagai macam kompetensi, siswa.keterampilan dan sikap.” Hakikat Belajar KooperatifSedangkan menurut Morgan yangdikutip M. Ngalim Purwanto, “ Belajar Pembelajaran kooperatif merujukadalah setiap perubahan yang relatif berbagai macam metode pengajaranmenetap dalam tingkah laku yang dimana para siswa belajar dalamterjadi sebagai suatu hasil dari latihan sekelompok-kelompok kecil untukatau pengalaman.” membantu satu sama lainnya untukProses belajar yang disertai proses mempelajari materi pelajaran. Dalampembelajaran akan lebih terarah kelas kooperatif, para siswa diharapkandaripada proses belajar yang hanya dari dapat saling membantu, salingpengalaman dalam kehidupan sosial di mendiskusikan dan berargumentasimasyarakat. Belajar dengan proses untuk mengasah kemampuan yangpembelajaran terdapat peran guru, mereka kuasai pada saat itu danbahan belajar dan lingkungan kondusif menutup kesenjangan dalamyang sengaja diciptakan. pemahaman masing-masing.Perubahan tingkah laku akibat belajar Hal ini mengungkapkan bahwa hasildinamakan hasil belajar. Perubahan proses belajar mengajar denganyang terjadi merupakan perubahan pembelajaran kooperatif memungkinkansecara keseluruhan yang mencakup siswa belajar dan bekerja sama dalamaspek kognitif, aspek afektif dan aspek menyelesaikan suatu masalah ataupsikomotorik. Aspek kognitif berkenaan memahami suatu bahan pembelajaran,dengan masalah pengetahuan dan sehingga tidak hanya ranah kognitif,kecakapan intelektual, aspek afektif afektif dan psikomotorik saja yangberkenaan dengan sikap, nilai-nilai dan diasah, tetapi ranah interaksi sosialpersepsi, sedangkan aspek psikomotor antara individu.berkenaan dengan keterampilanterutama kelincahan-kelincahan tubuh Model pembelajaran kelompok adalahdan koordinasinya. rangkaian kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa padaSehingga dapat diartikan hasil belajar kelompok-kelompok tertentu untukDigital adalah perubahan tingkah laku mencapai tujuan pembelajaran yangdari tidak tahu menjadi tahu dari tidak telah dirumuskan. Ada 4 unsur yangterampil menjadi terampil dalam penting dalam pembelajaran kooperatif :pelajaran digital atau dalam hal-hal 1. Adanya peserta dalam kelompokyang berhubungan perangkat atau 2. Adanya aturan kelompoksistem digit pada perangkat keras 3. Adanya upaya belajar setiapmaupun perangkat lunak. kelompokHasil belajar adalah test yang digunakan 4. Adanya tujuan yang harusuntuk menilai hasil-hasil pelajaran yang dicapai.Peningkatan Hasil Belajar Digital Melalui Optimalisasi Bengkel Dengan Model TGT
  5. 5. Cooperative Learning juga merupakan berdiskusi dan menggabungkanpembelajaran yang menekankan jawaban dalam mengeijakan tugas.aktivitas kolaboratif siswa dalam belajaryang berbentuk kelompok, mempelajari c. Permainan (Games)materi pembelajaran, dan memecahkan Terdiri dari pertanyaan-pertanyaanmasalah secara kolektif kooperatif. atau percobaan yang relevan dengan pengetahuan siswa sesuaiHakikat Pembelajaran Teams Games dengan materi yang telah disajikanTournament (TGT) di kelas. Permainan TGT dimainkan pada d. Turnamen (Tournaments) meja-meja turnamen (Toumameni Setiap kelompok mengutus 1-2 Tables). Setiap meja turnamen dapat anggotanya pada meja turnamen diisi oleh wakil-wakil kelompok untuk bersaing dengan anggota yang berbeda, namun yang kelompok lain berdasarkan memiliki kemampuan yang setara. kemampuan anggota tersebut. Berikut adalah komponen yang Setiap anggota yang berhasil menggambarkan TGT : memenangi permainan di meja turnamen akan naik tingkat ke meja a. Penyajian Kelas (Class turnamen yang lebih tinggi. Presentations), Penyajian kelas adalah pengajaran yang dilakukan e. Pengakuan Kelompok (Team guru secara klasikal. Setelah 1-2 Recognition) kali pertemuan, siswa bekeija Pengakuan kelompok dilakukan dalam kelompoknya untuk dengan memberikan penghargaan menyelesaikan soal-soal yang berupa hadiah atau sertifikat atas diberikan okh guru. Selama usaha dan keija keras yang telah penyajian kelas berlangsung, siswa dilakukan kelompok selama proses sudah ben*Ja dalam bentuk belajar mengajar berlangsung kelompok, b. Kelompok (Teams). sehingga mencapai kriteria yang telah ditetapkan. b. Kelompok (Teams) Kelompok terdiri dari 4-5 orang Permainan itu berupa secara heterogen, baik itu pertanyaan-pertanyaan yang ditulis kemampuan akademik, jenis pada kartu- kartu yang diberi angka. kelamin, ras, etnis atau Tiap-tiap siswa akan mengambil kepribadian. Fungsi utama sebuah kartu yang diberi angka dan kelompok adalah untuk berusaha untuk menjawab pertanyaan meyakinkan bahwa seluruh yang sesuai. Turnamen ini anggota kelompok harus dapat memungkinkan bagi siswa dari semua memahami materi yang diberikan tingkat untuk menyumbangkan guru, sehingga mereka dapat dengan maksimal bagi skor-skor mempersiapkan diri dengan baik kelompoknya bila mereka berusaha untuk menghadapi tes individu. dengan maksimal. Selain itu, Setelah guru menyajikan materi, pembelajaran ini memberikan peluang siswa berada dalam kelompoknya yang sama kepada siswa untuk untuk saling bekeija sama, memperoleh prestasi, baik sebagai individu maupun anggota kelompok.Peningkatan Hasil Belajar Digital Melalui Optimalisasi Bengkel Dengan Model TGT
  6. 6. Kerangka Berpikir mampu bekerja sama dan bersosialisasi oleh masyarakat dengan baik.Mata Pelajaran Digital merupakanpelajaran yang penting di sekolah Mata pelajaran Digital banyak menututkejuruan yang memiliki jurusan Teknik siswa untuk menerapkan danElektronika Industri, karena merupakan mempraktekan langsung pada bengkel,ilmu dasar yang harus dimiliki setiap sehingga mengoptimalisasikan bengkellulusan demi untuk memenuhi yang ada pada sekolah merupakankebutuhan industri di masyarakat, sesuatu yang jadi penting.disebabkan pada saat ini hampir semuaperangkat elektronik sudah Sedangkan metode pembelajaranmenggunakan perangkat digital. kooperatif adalah peserta didik belajar secara kelompok bersama-samaHasil belajar siswa merupakan suatu temannya dengan cara salingindikator dari tercapai atau tidaknya menghargai pendapat dan memberikantujuan belajar dan tercapainya tujuan kesempatan kepada orang lain untukbelajar tergantung bagaimana proses mengemukakan gagasannya denganpembelajaran yang dibuat oleh guru menyampaikan pendapat mereka secarayang bersangkutan, sehingga peserta kelompok, maka siswa dilatih untukdidik mampu memahami dan mengerti membantu satu sama lain.tentang teori yang disampaikan danmampu menerapkan serta Metode Teams Games Tournamentmengaplikasikan pada masyarakat dan (TGT) menuntut setiap kelompok untukdunia industri. Proses yang baik di saling berkompetisi, sehingga mampudalam kelas juga menentukan menumbuhkan motivasi dan sportifitaskenyamanan siswa dalam melakukan siswa serta menciptakan suasana belajarproses pembelajaran, sehingga proses yang aktif dan menyenangkan.pembelajaran yang menyenangkan Dengan demikian dapat diasumsikanmampu meningkatkan motivasi hasil akan terdapat peningkatan hasil belajarbelajar siswa. dengan mengptimalisasi penggunaan bengkel elektronika menggunakanKurikulum KTSP yang ada pada saat ini model Cooperative Learning Metodemenuntut guru untuk lebih cerdas Teams Games Tournament (TGT) padamengelola kelas, sebab diharapkan mata diklat menguasai dasarlulusan yang dihasilkan mampu Elektronika Digital dan Komputer dimenerapkan ilmu yang diperoleh pada kelas X E12 SMKN 29 Jakarta.lingkungan di sekitarnya.Lingkunganpun menuntut setiap lulusan Hipotesisuntuk beradaptasi dimanapun berada,sehingga faktor sosialisasi, kerjasama Berdasarkan kerangka teoritis dandan saling memberikan pemahamannya kerangka berpikir, maka hipotesisadalah sesuatu yang harus dimunculkan penelitiannya sebagai berikut :kepada setiap lulusan di sekolah. “ Dengan diberi pembelajaranSehingga nantinya dapat meluluskan Cooperative metode Teams Gamessiswa-siswa yang tidak hanya baik Tournament (TGT) dandalam hal kognitif, yang berarti hasil mengoptimalkan kegiatan elektronika,belajar dengan nilai yang baik tetapi keaktifan belajar siswa dapatPeningkatan Hasil Belajar Digital Melalui Optimalisasi Bengkel Dengan Model TGT
  7. 7. ditingkatkan dan hasil belajar digital Kepustakaandapat lebih baik atau meningkat.” Dalyno, M. Psikologi Pendidikan KESIMPULAN (Jakarta : Rineka Cipta, 2001), hal. 208. Siregar, E. dan Nara, Hartini (Jakarta,Pembelajaran dengan menggunakan 2007), hal. 48., Buku Ajar Teorimetode Cooperative Learning Metode Belajar dan PembelajaranTeams Games Tournament (TGT) (MKDK), Fakultas Ilmusangat bermanfaat oleh siswa, karena Pendidikan (FIP UNJ).selain cara yang digunakan sangat Purwanto, M. Ngalim. Psikologiefektif dan efisien juga dapat Pendidikan. (Bandung : Remajamenumbuhkan semangat peserta didik, Karya, 1985), hal. 84.sehingga hasil pembelajaran yang Baharudin dan Wahyuni Esa N. Teoridiajarkan oleh guru, terutama pada Belajar dan Pembelajaran ,ranah kognitif dapat tercapai dengan (Yogyakarta : Ar-Ruzz Media,baik. 2008), hal. 11. Slavin, R.E. Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktek, (London : Allaymand Bacon, 2005), hal. 4. Sanjaya, Wina, Startegi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta : Kencana, 2009), hal. 241.Peningkatan Hasil Belajar Digital Melalui Optimalisasi Bengkel Dengan Model TGT
  8. 8. Peningkatan Hasil Belajar Digital Melalui Optimalisasi Bengkel Dengan Model TGT

×