Your SlideShare is downloading. ×
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Implementasi clustering pada jee container
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Implementasi clustering pada jee container

814

Published on

E-Book Tentang implementasi clustering di Java Container

E-Book Tentang implementasi clustering di Java Container

Published in: Technology
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
814
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
82
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Implementasi Clustering Pada JEE Container Dikembangkan oleh :Email : cs@meruvian.org Phone : 021-985 644 17
  • 2. Daftar IsiDaftar Isi .......................................................................................................................................... 2Bagian 1. Mengenal Cluster ........................................................................................................... 3 1.1 Pengertian Cluster .......................................................................................................... 3 1.2 Macam-macam Tipe Cluster ........................................................................................... 3Bagian 2. Mengapa Menggunakan Cluster .................................................................................. 6Bagian 3. Mengenal JEE Container .............................................................................................. 8 3.1 Pengertian JEE Container ............................................................................................... 8 3.2 Instalasi JEE Container .................................................................................................. 9Bagian 4. Deploy Java Web Application (Yama) .......................................................................... 17 4.1 Menyiapkan Kebutuhan Aplikasi ................................................................................... 17 4.2 Deploy Yama diJEE Container ....................................................................................... 21Bagian 5. Implementasi Cluster Pada Java Container ............................................................... 30 5.1 Load Balance JEE Container dengan WebServer .......................................................... 30 5.2 Fail Over dan Session Replication ................................................................................. 31 5.3 Implementasi Load Balance, Fail Over dan Session Replication Pada Container ........ 32 5.3.1 Apache Tomcat .................................................................................................. 33 5.3.2 Glassfish ............................................................................................................ 42 5.3.3 Jboss .................................................................................................................. 52Lampiran A : Meruvian Integrated Platform(MIP) versi.1.0 ..................................................................... 62Created By Meruvian Cloud Team 2
  • 3. Bab 1 Mengenal Cluster1.1 Pengertian ClusterClustering merupakan sebuah metode untuk menghubungkan beberapa resource sistem untuk bekerja secarabersama-sama layaknya sebuah single sistem.Teknologi clustering telah ada sejak dekade 1980-an yang awalnya digunakan pada sistem VMS (VirtualMemory System), yaitu sebuah Operating System yang diciptakan oleh Digital Equipment Corporation(DEC) yang nantinya akan dikenal dengan OpenVMSPada umumnya teknologi clustering ini dimanfaatkan untuk load balance trafik pada sebuah situs atauaplikasi dengan trafik yang tinggi.Namun pada perkembangannya cluster digunakan untuk melakukan paralelprocessing yang mana metode ini dimanfaatkan oleh Hadoop.1.2 Macam-macam Tipe ClusterPada implementasinya cluster terbagi menjadi dua metode, yaitu : • vertical clustering • horizontal clusteringCreated By Meruvian Cloud Team 3
  • 4. Vertical ClusteringVertical cluster merupakan sebuah model untuk menjalankan beberapa member cluster-nya berada dalam satusistem.PadaPada tipe vertical cluster ini kita dapat menjalankan failover yang berjalan pada level applicationserver.Namun tidak pada level physicial server karena tipe ini menggunakan sebuah single server.Horizontal ClusteringHorizontal cluster merupakan sebuah tipe cluster yang member cluster-nya berada pada sistem yang berbeda.Pada tipe horizontal cluster, failover dapat dilakukan baik pada level physical server.Created By Meruvian Cloud Team 4
  • 5. Mixed ClusteringTipe ini merupakan tipe gabungan antara horizontal cluster dan vertical cluster.Dengan lebihnya resourceyang dimiliki tipe ini mempunyai kemampuan untuk menghandle failover baik dari level physiclal atauapplication server.Created By Meruvian Cloud Team 5
  • 6. Bab 2 Mengapa Menggunakan Cluster ? Cluster merupakan sebuah terobosan yang sangat vital di era teknologi ini.Dengan semakinbanyaknya kebutuhan user dalam pemrosesan sebuah informasi, resource penyedia informasi harussiap mengganti metode yang digunakan dari menggunakan single mesin menjadi mesin cluster untukmeningkatkan performa dan juga mempercepat proses request dari user.Ada beberapa hal yang mendasari mengapa paradigma teknologi beralih dari single mesin ke clustermesin diantaranya : • Untuk membuat sebuah redundancy pada mesin cluster untuk mencegah terjadinya sistem down.Jikapun salah satu sistem mengalami down maka akan ada server replikasi pada server lain yang sedang berjalan.Inilahyang biasanya disebut dengan istilah failoverCreated By Meruvian Cloud Team 6
  • 7. • Untuk meningkatkan performa aplikasi. Dengan metode cluster ini, server – server yang tergabung dalam sebuah cluster akan bekerja bersama-sama dalam memproses request dari user dalam jumlah banyak.Dengan demikian pemprosesan data yang ada pada cluster berjalan akan lebih cepat dibanding dengan pemrosesan pada single mesin.Dengan adanya metode cluster tersebut, permasalah mengenai server down ataupun peningkatanperforma pada pemrosesan data yang besar akan teratasi.Created By Meruvian Cloud Team 7
  • 8. Bab 3 Mengenal JEE Container3.1 Pengertian JEE Container JEE Container merupakan sebuah interface yang menyediakan dukungan untuk komponen-komponen aplikasi JEE, untuk me-manage dan men-deploy aplikasi java enterprise.JEE menyediakan EJB container dan Web container di dalamnya.EJB container digunakan untukmengelola dan mengeksekusi Enterprise Bean.Sedangkan Web Container digunakan untuk mengeloladan mengeksekusi servet.Tipe package yang dapat berjalan pada JEE Container berupa Enterprise Archive (EAR), Java Archive(JAR) dan Web Archive (WAR).Beberapa macam JEE Container yang populer di kalangan java developer : • Apache Tomcat • Jetty • Glassfish • Jboss • Weblogic • dllUntuk JEE container yang akan kita gunakan pada bab-bab selanjutnya untuk keperluan clustering danCreated By Meruvian Cloud Team 8
  • 9. high availability adalah Apache Tomcat, Glassfish dan Jboss.Selanjutnya kita akan membahas langkah-langkah instalasi, deploy aplikasi ke dalam container sampaidengan membuat cluster.3.2 Instalasi JEE ContainerA. Instalasi JAVAAdapun langkah-langkah untuk menginstal java adalah sebagai berikut : 1. Download JDK dari http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/ . 2. Setelah master installasi di dapat lakukan untar. $ tar xcvf jdk-xxx-linux-xxx.tar.gz 3. Setelah itu akan didapatkan file eksekusi jdk jdk-xxx-linux-xxx.sh , salin file tersebut ke /opt. $ sudo chmod 777 /opt $ cp jdk-xxx-linux-xxx.sh /opt $ sudo chmod +x /op/ jdk-xxx-linux-xxx.sh 4. Run file .sh untuk memulai instllasi jdk. $ cd /opt $ ./ jdk-xxx-linux-xxx.sh 5. Proses installasi tadi akan membentuk sebuah folder berisi file java , rename-lah folder tersebut agar lebih mudah untuk proses-proses selanjutnya. $ mv jdkx_xxx/ Java 6. Jika proses sukses lakukan pengeditan .bashrc dan profile untuk mengkonfigurasi JAVA_HOME. $ nano /home/meruvian/.bashrc Tambahkan baris berikut di bagian paling bawah :Created By Meruvian Cloud Team 9
  • 10. JAVA_HOME=/opt/Java PATH=$PATH:$JAVA_HOME/bin $ sudo nano /etc/profile Tambahkan juga baris tadi di bagian paling bawah Jangan untuk menyimpan konfigurasi di atas. 7. Log out exit dari terminal untuk menerapkan hasil konfigurasi , jika benar lakukan perintah : $ java -version java version "1.x.x" Java(TM) SE Runtime Environment (build 1.6.0_23-b05) Java HotSpot(TM) Server VM (build 19.0-b09, mixed mode) Ini menandakan bahwa JAVA_HOME berhasil diterapkan di sistem dan siap  digunakan.B. Apache TomcatApache Tomcat merupakan software opensource untuk implementasi teknologi java servlct dan javaserver pages.Java container ini berada di bawah lisensi apache.Versi terkahir Apache Tomcat ketikabuku ini ditulis adalah Apache Tomcatv7.029.Untuk download, bisa kunjungi alamat http://tomcat.apache.org/Instalasi1.download apache tomcat versi tar.gz dari http://tomcat.apache.org/2.extrak file apache-tomcat-7.0.29.tar.gz dengan perintah :$ tar xzf apache-tomcat-7.0.29.tar.gz3.masuk ke folder apache-tomcat-7.0.29/bin, kemudian tambahkan mode executable untuk semua file.sh yang ada di dalam folder bin$ cd apache-tomcat-7.0.29/bin$ chmod +x *.sh4.jalankan file catalina.sh atau startup.sh untuk menjalankan tomcat container$ ./catalina.shatauCreated By Meruvian Cloud Team 10
  • 11. $ ./startup.shSelanjutnya akses browser dan ketikkan url http://localhost:8080/ sehingga akan muncul halamanseperti di bawah iniC. GlassfishGlassfish adalah sebuah aplikasi open source yang awalnya dikembangkan oleh Sun Micro Systemuntuk platform Java EE dan sekarang telah disponsori oleh Oracle Corporation dengan versi terbarudinamai Oracle Glassfish Server.Glassfish telah mendukung berbagai Enterprise sepertiJavaBeans,JPA,JavaServer Faces,JMS,RMI,JavaServer Pages,servlet,dll.Ini memungkin pengembang (developer) untuk membuat aplikasi yang portabel dan terukur danterintegrasi.Glassfish juga menyediakan optional componen yang dapat ditambahkan.InstalasiAdapun langkah-langkah installasinya adalah sebagai berikut : 1. Download versi terbaru Glassfish dari http://glassfish.java.net/downloads/ . 2. Unzip master Glassfish yang telah didownload tadi. $ unzip Glassfish.zipCreated By Meruvian Cloud Team 11
  • 12. 3. Selanjutnya adalah yang bisa dilakukan melalui halaman admin dari web browser disebut DAS (Domain Administration Server) yang diaktifkan melalui shell Glassfish (asadmin).Domain standar yang disediakan oleh Glassfish adalah domain1. $ cd Glassfish/bin $ ./asadmin change-admin-password Enter admin user name [default:admin] > admin Enter admin password> [enter] Enter new admin password> [password baru] Enter new admin password again> [password baru] 4. Kemudian aktifkan secure-admin untuk menjalankan Glassfish dalam mode aman. $ ./asadmin start-domain domain1 Enter admin user name>[admin] Enter admin password> [masukkan password] $ ./asadmin enable-secure-admin Kemudian restart Glassfish : $ ./asadmin restart-domain domain1 Successfully restarted the domain Command restart-domain executed successfully. Atau melalui Web browser dengan alamat http://localhost:4848 , port 4848 adalah port standar yang digunakan oleh Glassfish agar dapat diakses via web browser oleh pengguna. Pada awalnya akan muncul peringatan SSL yang memberitahukan bahwa enable-secure-admin telah diterapkan.Created By Meruvian Cloud Team 12
  • 13. K Kemudian akan muncul halaman login Glassfish , login dengan username admin dan password yang sudah dibuat sebelumnya.Created By Meruvian Cloud Team 13
  • 14. Kemudian akan muncul halaman admin Glassfish untuk keperluan administrasi server.Untuk melihat bahwa Glassfish telah berjalan akses juga http://localhost:8080Created By Meruvian Cloud Team 14
  • 15. C. JbossJboss meuapakan application server yang mengimplementasikan Java EE di bawah lisensi GNULGPL.JBoss dikembangkan oleh oleh Jboss, salah satu divisi dari Red Hat.Versi terakhir saat buku iniditulis adalah versi 7.1Jboss terbaru dapat didownload dari http://www.jboss.org/jbossas/downloadsInstalasi • Unduh jboss-as-7.1.2.Final.zip dari situs resminya di http://www.jboss.org/jbossas/downloads. • Ekstrak file tersebut ke dalam folder dengan perintah unzip $ unzip jboss-as-7.1.2.Final.zip • masuk ke dalam direktori jboss. $ cd Jboss-as-7.1.2 • Buat user admin untuk aplikasi jboss #./bin/add-user.sh <a> ManagementRealm <b> ApplicationRealm #Pilih yang <a> Enter the details of the new user to add. Realm (ManagementRealm) : <Enter> Username : admin Password : ****** Re-enter Password : ****** The username admin is easy to guess Are you sure you want to add user admin yes/no? yes About to add user admin for realm ManagementRealm Is this correct yes/no? yes • Jalankan Web Server JBOSS dengan menggunakan perintah di bawah ini. $ ./bin/domain.sh • Tunggu beberapa saat hingga Jboss selesai menjalankan semua servicenya.Created By Meruvian Cloud Team 15
  • 16. • Buka web server Jboss di web browser dan masukkan link berikut untuk mengakses Administrator. http://localhost:9990/console/App.html • Login dengan user dan password admin yang telah dibuat sebelumnya untuk login ke dalam dashboard.Created By Meruvian Cloud Team 16
  • 17. Bab 4 Deploy Java Web Application (Yama) Pada bab ini kita akan mencoba untuk melakukan deploy aplikasi web kita ke dalam JEEcontainer yang telah kita siapkan pada bahasan sebelumnya.Untuk aplikasi yang akan kita deploy pada bab ini adalah sebuah framework java berbasis web dengandatabase mysql yang kita sebut dengan Yama (untuk informasi lebih detail mengenai yama bisa dibacadi lampiran). Untuk itu kita akan melakukan beberapa persiapan seperti instalasi database, membuat databasedi mysql, export project ke dalam bentuk war sampai pada tahapan deployment pada JEE Container.4.1 Menyiapkan Kebutuhan Aplikasia. Instalasi Database MysqlUntuk kebutuhan database kita memilih Mysql karena database ini cukup powerfull meskipun padadasarnya Yama bisa terhubung dengan berbagai macam database baik SQL Database maupun No-SQLDatabase.Untuk instalasi database ketikkan perintah di bawah ini di terminal :Created By Meruvian Cloud Team 17
  • 18. $ sudo apt-get install mysql-serverTunggu beberapa menit untuk proses instalasi paket sampai kita menemui window untukmengkonfirmasi username dan password root database kitaMasukkan password untuk user root, lalu tekan enter.Masukkan kembali untuk konfirmasi password user root, tekan enter untuk menyetujui.Ketikkan perintah mysql -u root -p pada terminal untuk masuk ke mysql console :Created By Meruvian Cloud Team 18
  • 19. $ mysql -u root -pEnter password:Welcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or g.Your MySQL connection id is 39......mysql>b. Membuat Database Mysql Selanjutnya kita akan membuat database di Mysql untuk aplikasi Yama akan kita deploynantinya.Untuk membuat database ikuti step-step di bawah ini :1.Membuat database dengan nama “yama”mysql> create database yama;Query OK, 1 row affected (0.00 sec)2.Membuat privelege database yama untuk user dengan nama yamamysql> grant all on yama.* to yama@localhost identified by yama;Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)3.Menampilkan databasemysql> show databases;+--------------------+| Database |+--------------------+| information_schema || mysql || yama |+--------------------+3 rows in set (0.00 sec)c. Konfigurasi Database di YamaSebelum user mengeksport aplikasi user menjadi .war terlebih dahulu user perlu memastikan bahwaCreated By Meruvian Cloud Team 19
  • 20. konfigurasi database yang user gunakan sudah sesuai dengan database yang berada di Azure.Pada Yama, user dapat melihat konfigurasi database dengan mengakses file db.properties yang ada disrc/main/resourcesBuka file db.properties dan sesuaikan dengan konfigurasi database yang telah kita buat sebelumnya :db.url=jdbc:mysql://localhost:3306/yamadb.driver=com.mysql.jdbc.Driverdb.username=yamadb.password=passwordPada konfigurasi di atas kita menggunakan database yama, dengan username yama dan passwordpassword.d. Export .WAR ProjectCreated By Meruvian Cloud Team 20
  • 21. Yama menggunakan maven, untuk itu user bisa mendapatkan file war dengandengan mengakses klik kanan pada project terpilih Run As Maven BuildLalu isikan perintah clean verify pada textbox goals.Klik tombol Run.Selanjutnya buka folder target dan kita telah berhasil membuat file WAR yang akan kita deploy di JEEContainer nantinya.4.2 Deploy Yama di JEE Containera. Apache Tomcat Pada tahap ini kita akan melakukan deployment yama yang telah kita export ke dalambentuk .WAR ke dalam Apache Tomcat yang telah kita install pada bab sebelumnya.Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk melakukan deploy yama di apache tomcat : • Copy kan file .war ke dalam directory apache tomcat/webappsCreated By Meruvian Cloud Team 21
  • 22. $ cp yama.war apache-tomcat-7.0.29/webapps • Jalankan apache-tomcat dengan mengeksekusi ./catalina.sh atau ./startup.sh ./catalina.sh run (menjalankan tomcat dengan menampilkan log) atau ./startup.sh (menjalankan tomcat sebagai service di background) • Akses browser dan arahkan url ke http://localhost:8080/yamaLogin dengan username admin dan password admin sebagai user dan password default.b.GlassfishAdapun langkah-langkah mendeploy Yama di Glassfish adalah sebagai berikut :Jalankan glassfish dengan perintah ./asadmin start-domain $ ./asadmin start-domainAkses dashboard glassfish melalui browser dengan alamat http://localhost:4848Created By Meruvian Cloud Team 22
  • 23. Pilih Application kemudian klik Deploy untuk memulai deployment Kemudian masuk halaman Deploy ApplicationCreated By Meruvian Cloud Team 23
  • 24. Pilih file .war yang akan kita deploy dengan klik tombol choose file Kemudian pada halaman berikutnya pastikan bahwa Targets diarahkan ke server.Created By Meruvian Cloud Team 24
  • 25. Kemudian klik OK untuk memulai deploy.Jika proses berhasil , maka akan kembali ke halaman daftar aplikasi , dan di bagian terdapat aplikasiyama yang sudah di deploy.Klik Laucnh untuk mengakses aplikasiSelanjutnya kita akan dibawa ke halaman yang menunjukkan url dari aplikasi yama yang telah kitadeploy.Klik url tersebut sehingga kita mendapati halaman front end dari aplikasi yama seperti di bawah ini :Created By Meruvian Cloud Team 25
  • 26. c.Jboss Di bawah ini akan di jelaskan bagaimana langkah-langkah melakukan deployment file .WAR(dalam hal ini kita menggunakan Yama) ke dalam Jboss.Pada tulisan ini Jboss yang digunakan adalahJboss application server versi 7.1.2.Langkah-langkah deploy yama.war ke dalam Jboss: • Unduh jboss-as-7.1.2.Final.zip dari situs resminya di http://www.jboss.org/jbossas/downloads. • Ekstrak file tersebut ke dalam folder dengan perintah unzip $ unzip jboss-as-7.1.2.Final.zip • masuk ke dalam direktori jboss. $ cd Jboss-as-7.1.2 • Buat user admin untuk aplikasi jboss #./bin/add-user.sh <a> ManagementRealm <b> ApplicationRealm #Pilih yang <a>Created By Meruvian Cloud Team 26
  • 27. Enter the details of the new user to add. Realm (ManagementRealm) : <Enter> Username : admin Password : ****** Re-enter Password : ****** The username admin is easy to guess Are you sure you want to add user admin yes/no? yes About to add user admin for realm ManagementRealm Is this correct yes/no? yes • Jalankan Web Server JBOSS dengan menggunakan perintah di bawah ini. $ ./bin/domain.sh • Tunggu beberapa saat hingga Jboss selesai menjalankan semua servicenya. • Buka web server Jboss di web browser dan masukkan link berikut untuk mengakses Administrator. http://localhost:9990/console/App.html • Masukkan user dan password admin yang sebelumnya telah dibuat. • Klik Manage Deployments pada tab Domain. Klik Add Content, klik Choose File, dan arahkan ke direktori file .war yama berada, klik Next.Created By Meruvian Cloud Team 27
  • 28. • Otomatis aplikasi akan mendapatkan key algorithm yang berbeda setiap aplikasi yang dideploy, klik Save. • Klik next untuk memulai pendeployan, tunggu beberapa saat, sampai proses selesai. • Setelah semua proses selesai, jalankan aplikasi yama di web browser dengan mengakses alamat url http://localhost:8080/yamaCreated By Meruvian Cloud Team 28
  • 29. Created By Meruvian Cloud Team 29
  • 30. Bab 5 Implementasi Clustering Pada Java Container Pada bab ini kita akan membahas tentang bagaimana mengimplementasikan clustering padabeberapa JEE Container yang telah kita install pada bab sebelumnya.5.1 Load Balance J2EE Container dengan WebserverCreated By Meruvian Cloud Team 30
  • 31. Load Balance adalah pembagian beban pada server agar server dapat berjalanseimbang.Contohnya jika pengguna mengakses sebuah situs halaman dengan domain tertentumaka paket request akan sampai di server, kemudian load balancer yang telah dikonfigurasimeneruskan request ke aplikasi-aplikasi yang telah disesuaikan domainnya untuk diproses ,kemudian paket data dikembalikan lagi ke pengguna melalui port HTTP (80).Selain itu loadbalance juga bertujuan untuk menyembunyikan port container seperti 8080 dari akses publikPada bahasan ini kita menggunakan Apache2 sebagai webserver yang digunakan untukforntend load balance.Untuk urusan load balancing ini Apache2 mempunya beberapa moduleseperti mod_jk, mod_proxy ataupun module lain yang mempunyai fungsi sama.5.2 Failover dan Session Replication FailOver adalah metode clustering dimana jika server utama mengalami DOWN, makadengan otomatis sistem akan mengalihkannya ke server lain yang sedang UP.Metode penting bagi server yang bekerja dengan hit yang besar.Lalu bagaimana cara server utama memindahkan paket-paket yang telah dikirim oleh client keCreated By Meruvian Cloud Team 31
  • 32. server yang lain ketika server utama down ? Session Replication jawabnyaSession Replication, yaitu sebuah metode replikasi paket data pada instance server yangberbeda.Metode inilah yang digunakan pada cluster untuk memindahkan paket data ke serveryang lain ketika server utama mengalami down.5.3 Implementasi Load Balance, Failover dan Session Replication pada Java ContainerSebelum ke tahap selanjutnya ada baiknya kita mempersiapkan beberapa keperluan lain yangakan kita gunakan untuk percobaan cluster ini :A. Apache2Install apache2 sebagai webserver yang akan kita gunakan sebagai frontend load balance.$ sudo apt-get install apache2Setelah proses instalasi selesai, buka browser dan ketikkan url http://localhost untuk memastikanbahwa Apache2 Webserver sudah berjalan.Created By Meruvian Cloud Team 32
  • 33. 5.3.1 Apache TomcatA.Load Balancing Kali ini kita akan mencoba membuat sebuah load balancing antara apache tomcatdengan menggunakan HAProxyUntuk itu kita memerlukan 2 buah apache tomcat v 7 dengan ketentuan beberapa port yaitu : Port Tomcat 1 Tomcat 2 Shutdown 8005 8105 Http 8080 8180Created By Meruvian Cloud Team 33
  • 34. Ajp 8009 8109Untuk mengganti port tersebut, kita bisa mengedit file server.xml yang berada di dalam folderapache-tomcat/confCari pada bagian di bawah ini, dan ganti sesuai dengan keterangan di atas :shutdown <Server port="8005" shutdown="SHUTDOWN">Http <Connector port="8080" protocol="HTTP/1.1" connectionTimeout="20000" redirectPort="8443" />AJP <Connector port="8009" protocol="AJP/1.3" redirectPort="8443" />Selanjutnya jalankan masing-masing tomcat untuk memastikan bahwa tomcat berjalan dengan baik.Apache Tomcat pertama dengan port http 8080Apache Tomcat ke dua dengan port http 8180Created By Meruvian Cloud Team 34
  • 35. Konfigurasi HAProxyBuka terminal dan eksekusi perintah di bawah ini :download haproxy$ wget http://haproxy.1wt.eu/download/1.4/src/haproxy-1.4.18.tar.gzextrack haproxy$ tar -zxf haproxy-1.4.18.tar.gzinstall haproxy$ cd haproxy-1.4.18$ make installKetikkan perintah haproxy untuk memastikan bahwa haproxy berjalan dengan baik:$ haproxyHA-Proxy version 1.4.18 2011/09/16Copyright 2000-2011 Willy Tarreau <w@1wt.eu>Usage : haproxy [-f <cfgfile>]* [ -vdVD ] [ -n <maxconn> ] [ -N<maxpconn> ] [ -p <pidfile> ] [ -m <max megs> ]Created By Meruvian Cloud Team 35
  • 36. -v displays version ; -vv shows known build options. -d enters debug mode ; -db only disables background mode.-V enters verbose mode (disables quiet mode) -D goes daemon -q quiet mode : dont display messages -c check mode : only check config files and exit -n sets the maximum total # of connections (2000) -m limits the usable amount of memory (in MB) -N sets the default, per-proxy maximum # of connections (2000) -p writes pids of all children to this file -sf/-st [pid ]* finishes/terminates old pids. Must be last arguments.Buat folder haproxy di dalam /etc untuk menyimpan file konfigurasi haproxy$ sudo mkdir /etc/haproxy$ sudo nano /etc/haproxy/haproxy.cfgIsikan dengan konfigurasi di bawah ini :global log 127.0.0.1 local0 log 127.0.0.1 local1 notice maxconn 4096 daemondefaults log global mode http option httplog option dontlognull retries 3 option redispatch maxconn 2000 contimeout 5000 clitimeout 50000 srvtimeout 50000Created By Meruvian Cloud Team 36
  • 37. frontend http-in bind *:80 default_backend serversbackend servers option httpchk OPTIONS / option forwardfor stats enable stats refresh 10s stats hide-version stats scope . stats uri /admin?stats stats realm Haproxy Statistics stats auth admin:pass cookie JSESSIONID prefix server tomcat1 127.0.0.1:8080 cookie JSESSIONID_SERVER_1 check inter 5000 server tomcat2 127.0.0.1:8180 cookie JSESSIONID_SERVER_2 check inter 5000Perlu di ingat bahwa padastats auth admin:passadalah username dan password untuk authentifikasi ketika kita masuk ke haproxy manager server tomcat1 127.0.0.1:8080 cookie JSESSIONID_SERVER_1 check inter 5000 server tomcat2 127.0.0.1:8180 cookie JSESSIONID_SERVER_2 check inter 5000Pada bagian yang bercetak tebal di atas adalah port http dari tomcat1 dan tomcat2 yang kitamasukkan ke dalam cluster.Perlu di ingat, bahwa HaProxy yang kita konfigurasi menggunakan port 80, jadi matikanterlebih dahulu apache webserver yang sedang berjalan untuk menghindari crash.Konfigurasi membaca file konfigurasi file yang ada di haproxy.cfg$ sudo haproxy -f /etc/haproxy/haproxy.cfgCreated By Meruvian Cloud Team 37
  • 38. Open browser dan akses url :http://localhost/admin?statsLogin dengan username dan password yang telah kita buat sebelumnya di file haproxy.cfgWarna merah pada service tomcat1 dan tomcat2 menandakan bahwa tidak ada tomcat yang sedangberjalan.Jika di system terdapat tomcat yang tercluster yang sedang berjalan maka warna dari serviceakan berubah menjadi hijau.Sekarang kita jalankan apache tomcat1$ apache-tomcat-6.1/bin/catalina.sh runPada HAProxy browser akan tampak, bahwa satu service tomcat kita telah runningSelanjutnya pastikan dua buah tomcat yang telah kita konfigurasi berjalan.Kita akan coba akses url hostCreated By Meruvian Cloud Team 38
  • 39. kita untuk memastikan bahwa cluster dan load balancing yang kita konfigurasi berhasil.Masuk ke browser dan akses url http://localhost atau http://localhost/yamaRequest yang dikirim oleh client akan diarahkan oleh HaProxy ke dalam Tomcat yang sedangberjalan di dalam cluster.Created By Meruvian Cloud Team 39
  • 40. B. Fail Over Untuk konfigurasi Apache-tomcat untuk keperluan failover cukup mudah.Sekarang padamasing-masing apache tomcat yang telah kita konfigurasi pada bagian sebelumnya, edit fileserver.xml di dalam folder ${TOMCAT_HOME}/conf/server.xml.Tambahkan baris berikut di dalam file tersebut: <Cluster className="org.apache.catalina.ha.tcp.SimpleTcpCluster"/>C. Session Replication Untuk mereplikasi aplikasi Yama yang akan kita deploy ke dalam apache tomcat, cukuptambahkan tag <distributable/> di dalam file web.xml di dalam folder WEB-INF.<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><web-app version="3.0" xmlns="http://java.sun.com/xml/ns/javaee"xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"xsi:schemaLocation="http://java.sun.com/xml/ns/javaeehttp://java.sun.com/xml/ns/javaee/web-app_3_0.xsd"> <distributable/> … ...</web-app>Selanjutnya deploy seperti biasa dengan memindahkan file aplikasi dalam bentuk yama.war kedalam folder webapps di dalam apache tomcat.Kita bisa melakukan beberapa skenario untuk memastikan bahwa konfigurasi berhasil dengan • akses http://localhost/yamaCreated By Meruvian Cloud Team 40
  • 41. • login dengan username : admin password :admin • Matikan server2 sementara server1 tetap hidup Server 1 Server 2 Up Down • Buka kembali browser dan pastikan bahwa kita tidak perlu login kembali meskipun ada satu server yang kita matikan. • Selanjutnya hidupkan Server2 dan matikan Server1 Server 1 Server 2 Down Up • Buat Crud Item di dalam form yama, dan pastikan ketika kita melakukan save data tersimpan.Hal ini menunjukkan bahwa failover dan session replikasi kita berhasil terkonfigurasi antar server tersebutCreated By Meruvian Cloud Team 41
  • 42. 5.3.2 GlassfishPada bagian ini akan dibahas bagaimana cara melakukan cluster load balancing, fail over dansession replication dengan menggunakan glassfishv3.A. Load Balancing1.Pastikan bahwa apache2 telah terinstall dengan benar.2.Pastikan juga bahwa Glassfish sudah berjalan dengan baik. http://localhost:8080Created By Meruvian Cloud Team 42
  • 43. 3.Aktifkan modul proxy_http . $ sudo a2enmod proxy_http $ sudo service apache2 restart4.Kemudian lakukan perubahan pada file konfigurasi apache2 di /etc/apache2/apache2.conf $ sudo nano /etc/apache2/apache2.conf masukkan baris berikut di baris paling bawah LoadModule proxy_module /usr/lib/apache2/modules/mod_proxy.so5.Buat Virtual Host baru untuk mengatur Glassfish agar di-load balance oleh apache2. $ sudo nano /etc/apache2/sites-available/glassfish dengan isi : <VirtualHost *:80> ServerName glassfish.meruvian.com ProxyPass / http://localhost:8080/ ProxyPassReverse / http://localhost:8080/ ErrorLog /var/log/apache2/glassfish.error.log LogLevel warn CustomLog /var/log/apache2/glassfish.access.log combined </VirtualHost> glassfish.meruvian.com adalah nama host dimana Glassfish berjalan. Untuk menambahkannya edit /etc/hosts , dan tambahkan :Created By Meruvian Cloud Team 43
  • 44. 127.0.0.1 glassfish.meruvian.com6.Kemudian enable konfigurasi virtual host tadi . $ sudo a2ensite glassfish $ sudo /etc/init.d/apache2 restart7.Restart kembali Glassfish : $ cd Glassfish/bin/ $ ./asadmin restart-domain8.Akses http://glassfish.meruvian.com , jika berhasil maka akan muncul halaman seperti di bawah ini : 9. Dalam penerapan dalam aplikasi Yama,jika konfigurasi load balance benar dan Yama telah di deploy sebelumnya maka Yama bisa langsung diakses di http://glassfish.meruvian.com/yamaCreated By Meruvian Cloud Team 44
  • 45. B. Fail Over Glassfishv3 memiliki fitur GMS (Group Management Service) yang memang berfungsiuntuk mengatur beberapa metode clustering seperti failover dan session replication denganadanya menu baru yaitu Cluster.Adapun langkah-langkah dalam mengkonfigurasi failoverpada glassfish adalah sebagai berikut : 1. Pastikan Glassfish A dan B sudah dapat berjalan dengan baik pada port masing-masing (4848 dan 4838 ,8080 dan 8081).Pastikan juga bahwa load balance juga sudah berjalan baik seperti tutorial sebelumnya. 2. Pertama buatlah cluster pada Glassfish A dengan perintah : $ ./asadmin create-cluster meruvian_local_cluster 3. Kemudian buat instance dalam cluster di meruvian_local_cluster : $ ./asadmin create-local-instance –cluster meruvian_local_cluster local1 4. Setelah beralihlah ke direktori Glassfish B dan buat instance pada cluster meruvian_local_cluster : $ ./asadmin –port 4848 create-local-instance –cluster meruvian_local_cluster local2 [OUTPUT] JMX_SYSTEM_CONNECTOR_PORT=28692 JMS_PROVIDER_PORT=27682Created By Meruvian Cloud Team 45
  • 46. HTTP_LISTENER_PORT=28086 ASADMIN_LISTENER_PORT=24854 JAVA_DEBUGGER_PORT=29015 IIOP_SSL_LISTENER_PORT=23826 IIOP_LISTENER_PORT=23706 OSGI_SHELL_TELNET_PORT=26672 HTTP_SSL_LISTENER_PORT=28187 IIOP_SSL_MUTUALAUTH_PORT=23926 Command create-local-instance executed successfully. 5. Pastikan bahwa kedua instance telah berhasil dibuat . 6. Kemudian start cluster pada Glassfish A : $ asadmin start-cluster meruvian_local_cluster 7. Kemudian start instance local2 di Glassfish B: $ asadmin start-local-instance --node localhost-domain1 --sync normal local2 8. Pastikan keduanya sudah berjalan : 9. Untuk memastikan cluster berjalan , testing lah dari segi aplikasi yaitu dari Yama. Pada aplikasi Yama yang sudah berjalan tambahkan target ke cluster meruvian_local_cluster.Created By Meruvian Cloud Team 46
  • 47. Untuk menambahkan pilih manage target , dan add pada meruvian_local_cluster,kemudian Save 10. Kemudian akses melalui Web Links .Created By Meruvian Cloud Team 47
  • 48. [local1] http://glassfish1.meruvian.com:28085/yama menyatakan bahwa aplikasi yama telah dideploy di Glassfish A. [local1] http://glassfish1.meruvian.com:28086/yama menyatakan bahwa aplikasi yama sudah dideploy di Glassfish B. 11. Untuk testing aplikasinya , klik pada http://glassfish1.meruvian.com:28085/yama dan http://glassfish1.meruvian.com:28086/yama .Created By Meruvian Cloud Team 48
  • 49. 12. Untuk memastikan bahwa failover berjalan , matikan service pada Glassfish A , kemudian akses kembali pada port 28085 dimana aplikasi yama berjalan di Glassfish A. Glassfish A Glassfish B Down UP Seharusnya jika failover berhasil maka aplikasi Yama tetap bisa dijalankan, aplikasi CRUD Yama juga tetap berjalanCreated By Meruvian Cloud Team 49
  • 50. 13. Jika ingin dipadu dengan load balance , maka lakukan konfigurasi ulang pada /etc/apache2/sites-available/glassfish dan mengarahkan ProxyPass dan ProxyPass Reverse ke http://localhost:28085/ . Kemudian restart konfigurasi apache2 $ sudo service apache2 restart 14. Kemudian akses kembali http://glassfish.meruvian.comC. Session Replication Untuk session replication sudah secara otomatis tercluster pada konfigurasi GMS di langkah failover sebelumnya. Tapi untuk memastikan bahwa session replication berhasil lakukan edit pada web.xml di Glassfish A dengan perintah : $ nano glassfish/domain/domain1/application/yama/WEB-INF/web.xml Edit web.xml pada aplikasi dan tambahkan tag <distributable/>Created By Meruvian Cloud Team 50
  • 51. <?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <web-app version="3.0" xmlns="http://java.sun.com/xml/ns/javaee" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://java.sun.com/xml/ns/javaee http://java.sun.com/xml/ns/javaee/web-app_3_0.xsd"> <description>Testing Session</description> <display-name>meruvian</display-name> <distributable/> <session-config> <session-timeout> 30</session-timeout> </session- config> </web-app> Tambahkan juga glassfish-web.xml pada direktori yang sama: <?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <glassfish-web-app error-url=""> <session-config> <cookie-properties> <property name="cookieDomain" value="meruvian.com"/> </cookie-properties> </session-config> </glassfish-web-app> Kemudian restart kembali Glassfish A. Untuk mengetest session replication buat juga skenario dengan menginputkan data di form CRUD di saat service Glassfish A dan B dalam keadaan UP. Glassfish A Glassfish B UP UPCreated By Meruvian Cloud Team 51
  • 52. Masukkan data pada form Matikan service Glassfish A $./asadmin stop-domain Jika session replication yang sudah dipadu dengan load balance dan failover berhasil maka ketika tombol Save dipilih maka aplikasi tetap berjalan dan memasukkan semua data pada form ke Database , dan kemudian akan menampilkan hasilnya.Created By Meruvian Cloud Team 52
  • 53. 5.3.3 JBossPada tahap ini akan dijelaskan cara membangun clustering vertikal dengan menggunakancontainer Jboss AS7 Final dan dengan aplikasi Yama.Sebelumnya , diperlukan beberapa aplikasi yang perlu dipersiapkan sebelum membangunclustering, antara lain : • Untuk membangun clustering secara vertikal diperlukan beberapa kebutuhan antara lain: • Untuk server menggunakan Sistem Operasi Ubuntu 12.04 Precise • Menggunakan Jboss AS7.1 FInal • Menggunakan Java6 • Menggunakan aplikasi yama • Menggunakan MySQL sebagai database aplikasi yama • Menggunaan mod_cluster untuk load balancing dan session replicationSkenario yang akan dijalankan adalah sebagai berikut : • Menggunakan standalone mode dalam membangun cluster vertikal antara 2 node di dalam server yang sama • Konfigurasi akan difokuskan pada file standalone-ha.xml • Menggunakan mod_cluster sebagai load balancing dan session replication • Menggunakan IP kelas C, yaitu 192.168.2.20 dan port 8180 dan 8280Created By Meruvian Cloud Team 53
  • 54. A. Load BalanceDi bawah ini merupakan langkah-langkah membangun load balancing di Jboss AS7, aplikasiyang digunakan untuk load balancing adalah mod_cluster. • Untuk aplikasi kontainer yang gunakan adalah Jboss AS7 dan file yang digunakan adalah jboss-as-7.1.0.Final.tar.gz yang dapat diunduh di http://www.jboss.org/jbossas/downloads. • Ekstrak file tersebut ke dalam folder /opt. Dengan perintah tar -zxvf • Buat dua node dengan menggunakan nama standalone-node1 dan standalone-node2 • Buat user admin untuk kedua node dengan menggunakan perintah di bawah ini #./bin/add-user.sh <a> ManagementRealm <b> ApplicationRealm #Pilih yang <a> Enter the details of the new user to add. Realm (ManagementRealm) : <Enter> Username : admin Password : ******Created By Meruvian Cloud Team 54
  • 55. Re-enter Password : ****** The username admin is easy to guess Are you sure you want to add user admin yes/no? yes About to add user admin for realm ManagementRealm Is this correct yes/no? yes • Ubah konfigurasi standalone.conf yang berada di direktori /bin pada setiap node. ... JAVA_OPTS="$JAVA_OPTS -Djboss.server.default.config=standalone- ha.xml" • Berikan nama setiap node Standalone-node1 <server name="node1" xmlns="urn:jboss:domain:1.2"> Standalone-node2 <server name="node2" xmlns="urn:jboss:domain:1.2"> • mod_cluster yang digunakan dalam clustering ini adalah versi 1.2.0 Final, unduh file mod_cluster versi terbaru di http://www.jboss.org/mod_cluster/downloads/ • Pilih bundle yang binaries linux2-x86, unduh kemudian ekstrak pada direkori /opt • Konfigurasi file httpd.conf dengan konfigurasi dibawah ini.Listen 192.168.2.20:80<IfModule manager_module>CreateBalancers 1Maxsessionid 1 <VirtualHost 192.168.2.20:80> <Directory /> Order deny,allow Deny from all Allow from 192.168.2. </Directory> <Location /mod_cluster_manager> SetHandler mod_cluster-manager Order deny,allow Deny from all Allow from 192.168.2.Created By Meruvian Cloud Team 55
  • 56. </Location>LogLevel debugProxyPass /yama balancer://yama/ stickysession=JSESSIONID|jsessionidnofailover=OnProxyPassReverse /yama balancer://yama/ <Location /yama> SetHandler yama </Location>KeepAliveTimeout 60MaxKeepAliveRequests 0ManagerBalancerName yamaAdvertiseFrequency 5EnableMCPMReceiveAllowDisplay On</VirtualHost></IfModule> • Pastikan port :80 tidak sedang digunakan oleh aplikasi lain misalnya apache, jalankan aplikasi dengan perintah di bawah ini. $ sudo ./sbin/apachectl start • Jalankan aplikasi di web browser dengan menggunakan link berikuthttp://192.168.2.20/mod_cluster_manager • Tambahkan fungsi proxy-list pada konfigurasi domain:modclusterCreated By Meruvian Cloud Team 56
  • 57. <subsystem xmlns="urn:jboss:domain:modcluster:1.0"> <mod-cluster-config advertise-socket="modcluster" proxy- list="192.168.2.20:80" connector=”ajp”> • Pada domain:weld ubah ip adress lokal interfaces menjadi ip address server <subsystem xmlns="urn:jboss:domain:weld:1.0"/> </profile> <interfaces> <interface name="management"> <inet-address value="$ {jboss.bind.address.management:192.168.2.20}"/> </interface> <interface name="public"> <inet-address value="${jboss.bind.address:192.168.2.20}"/> </interface> <interface name="unsecure"> <inet-address value="$ {jboss.bind.address.unsecure:192.168.2.20}"/> </interface> • Ubah port pada domain:weld dengan menambahkan 100 untuk standalone-node1 dan 200 untuk standalone-node2 <socket-binding name="ajp" port="8109"/> <socket-binding name="ajp" port="8209"/> • Tes pada salah satu server jboss $ cd /opt/standalone-node1/bin/ $ sudo ./standalone.sh -u 230.0.0.4 -Djboss.server.base.dir=../standalone • Buka aplikasi yama yang telah di load balancer di web browser dengan url berikut: http://192.168.2.20/yamaCreated By Meruvian Cloud Team 57
  • 58. B. Fail OverJboss Application Server memiliki fitur Clustering dan Failover, dengan adanya fitur failover,kemungkinan downtime server bisa diminimalisir, fungsi failover di Jboss hampir sama denganfungsi failover pada umumnya, Berikut tahapan menggunakan failover di Jboss. • Pastikan server standalone-node1 dan standalone-node2 sudah berjalan dengan baik. • Pastikan juga Load Balance telah berjalan • Untuk mengecek kedua node telah berjalan dan port node yang digunakan dapat mengakses aplikasi mod_cluster di web browserCreated By Meruvian Cloud Team 58
  • 59. • Buka aplikasi yama yang telah di load balancing di web browser • Login ke dalam aplikasi dengan username dan password admin • Uji Failover dengan mematikan salah satu node, misal standalone-node2 dengan menekan tombol Ctrl + C. • Jika aplikasi tetap berjalan, berarti failover telah berjalan di cluster vertikal • Uji dengan sebaliknya, misal mematikan standalone-node2 dan standalone-node1 dalam keadaan menyalaCreated By Meruvian Cloud Team 59
  • 60. C. Session Replication Untuk menggunakan session replication pada setiap node, hanya perlu menambahkanbeberapa konfigurasi melanjutkan konfigurasi di load balancing. • Tambahkan konfigurasi instance-id pada konfigurasi domain:web Standalone-node1 <subsystem xmlns="urn:jboss:domain:web:1.1" default-virtual- server="default-host" instance-id="node1" native="false"> Standalone-node2 <subsystem xmlns="urn:jboss:domain:web:1.1" default-virtual- server="default-host" instance-id="node2" native="false"> • Tambahkan fungsi sticky session pada konfigurasi domain:modcluster <subsystem xmlns="urn:jboss:domain:modcluster:1.0"> <mod-cluster-config advertise-socket="modcluster" balancer="yama" sticky-session="true" sticky-session- force="false" proxy-list="192.168.2.20:80" connector=”ajp”> <dynamic-load-provider history="9" decay="2"> <load-metric type="cpu"/> </dynamic-load-provider> </mod-cluster-config> </subsystem> • Jalankan kedua node dengan perintah di bawah ini.Created By Meruvian Cloud Team 60
  • 61. • Cek kedua node telah berjalan dan aplikasi yama telah dideploy pada mod_cluster • Buka aplikasi yama yang telah di load balancer di web browser dengan url berikut: • Buat User baru di tab CRUD EXAMPLE dan sebelum menekan tombol SAVE, tes terlebih dahulu session replication tiap node, matikan salah satu node, misal standalone- node2. • Klik SAVE • Jika aplikasi tetap berjalan, berarti session replication telah berjalan di cluster vertikal • Uji dengan sebaliknya, misal mematikan standalone-node2 dan standalone-node1 dalam keadaan menyalaCreated By Meruvian Cloud Team 61
  • 62. Created By Meruvian Cloud Team 62
  • 63. Lampiran A : Meruvian Integrated Platform(MIP) versi.1.0Pengantar Jauh sebelum Meruvian didirikan, sampai saat buku ini dibuat, yaitu 2001 dibawahBlueOxygen, sampai ditahun 2010 diputuskan Meruvian mengembangkan engine yang serupa tetapilebih ringan dan memiliki skalabilitas. Konsep pengembangan adalah membuat sebuah engine atauplatform yang memudahkan pengembangan, dan telah menjadi dasar dari solusi sejak didirikannya,kami menyebutnya MIP (Meruvian Integrated Platform)Meruvian Integration Platform(MIP) merupakan platform integrasi berbasis RESTful yang digunakanuntuk menciptakan solusi pengembangan aplikasi secara lebih cepat. MIP terdapat 2 core model yaituYama dan Midas. Dalam platform ini Yama digunakan sebagai server dan Midas sebagaiclient(Aplikasi Android), keduanya berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan mekanismeREST. MIP merupakan platform yang bersifat opensource dengan menggunakan Apache License.Sehingga dapat dengan mudah dikembangkan. MIP juga mendukung teknologi berbasis cloud danmiddleware sehingga dapat dengan mudah dikolaborasikan. Arsitektur yang digunakan pada MIP Server atau Yama dapat diintegrasikan dengan berbagaikomponen mengacu 3 layer yaitu Model View Controller. Hibernate dipilih sebagai solusi Model,Spring sebagai IoC dan Struts2 sebagai Controller. Kemudian layer diatasnya akan menghasilkanoutput berupa JSON/XML --merupakan sebuah plugins REST untuk Struts2, dapat diakses dihttp://s2restplugins-java.net) -- yang dapat diintegrasikan dengan Android, Browser atau mobilityCreated By Meruvian Cloud Team 63
  • 64. Arsitektur YamaSekilas mengenai MIP : -) Pengembangan aplikasi secara lebih cepat -) Total REST Platform – Consumer & Producer -) Solusi lengkap: Cloud, Middleware untuk pengembangan solusi mobile -) Integration Project dari IAAS ke PAAS maupun ke SAAS dan diintegrasikan dengan aplikasi mobile -) OpenSource menggunakan Apache License -) Terintegrasi dengan program Link-&-Match MeruvianAdapun fitur-fitur pada MIP, meliputi :Created By Meruvian Cloud Team 64
  • 65. 1. MIP ServerMIP Server yang dikembangkan berbasis REST Service yang dapat diintegrasikan dengan MIP Clientyang berupa aplikasi mobile. Mekanisme pengembangannya berupa platform integrasi (SpringMVC,Hibernate, JPA), (Struts2, Hibernate, JPA). Sehingga, untuk pengembangan aplikasi menjadi sangatmudah dan cepat dengan adanya Pattern Platform yang dapat mempercepat proses pembuatan aplikasiyang sudah disediakan pada MIP Server.Nama Proyek: Yama (http://yama.java.net)2. MIP ClientSolusi mobile application baik menggunakan aplikasi android yang dikembangkan sebagai client dariintegrasi MIP.Nama Proyek: Midas (http://midas.java.net)Created By Meruvian Cloud Team 65
  • 66. Lampiran B : Tertarik Untuk Implementasi Clustering di Environtment Anda ? Hubungi kami di : Email : cs@meruvian.org Phone : 021-985 644 17Created By Meruvian Cloud Team 66

×