Hubungan internasional
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Hubungan internasional

on

  • 12,109 views

Materi PKn KLS XI Semester 2

Materi PKn KLS XI Semester 2

Statistics

Views

Total Views
12,109
Views on SlideShare
12,109
Embed Views
0

Actions

Likes
6
Downloads
290
Comments
2

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

Hubungan internasional Hubungan internasional Presentation Transcript

  • HUBUNGAN INTERNASIONAL Meita Purnamasari, M.Pd SMAN 1 Cimahi
  • Pengertian Hubungan InternasionalMenurut RENSTRA ( Rrencana Strategi PelaksanaanPolitik Luar Negeri Indonesia) adalah hubungan antar bangsa dalamsegenap aspeknya yang dilakukan suatu Negara yangmeliputi aspek politik, ekonomi, social budaya danhankam dalam rangka mencapai tujuan nasionalbangsa itu.Hubungan Internasional merupakan kegiatan interaksimanusia antar bangsa baik secara individual maupunkelompok, ahli hukum mengatakan bahwa hubunganinternasional adalah hubungan antara bangsa.
  • Wujud dari Hubungan Internasionala. Individual ( turis mahasiswa pedagang yang mengadakan kontak-kontak pribadi sehingga timbul kepentingan timbal balik di antara mereka ).b. Antar kelompok (Lembaga social dan keagamaan dan perdagangan yang melakukan kontak secara insidental, periodik atau permanen).c. Hubungan antar Negara ( negara yang satu dengan negara lainmengadakan kerjasama dalam bidang ekonomi, kebudayaan, tekhnologi, dll ).
  • Sifat Hubungan Internasional :• Persahabatan• Persengketaan• Permusuhan• Peperangan
  • Pola Hubungan InternasionalPenjajahan: bangsa yang satu menghisapbangsa lain yang disebabkan olehperkembangan kapitalisme. Kapitalismemembutuhkan bahan mentah bagi industridalam negeri, oleh karena bahan mentahitu banyak diluar negeri maka timbulkehendak untuk menguasai wilayahbangsa lain untuk menghisap kekayaanbangsa lain itu.
  • Pola Hubungan InternasionalSaling ketergantungan : hubungan ini terjadi antara negara-negara yang belum berkembang (negara-negara dunia ketiga ) dengan negara maju. Negara baru merdeka ataunegara berkembang ingin meningkatkan kesejahteraanrakyatnya mereka melakukan hubungan ekonomi, mengembangkan industri dan bersaing dengan negara majudi pasar global. Namun mereka tidak memiliki modal dantekhnologi, maka negara tadi bergantung kepada modal dantekhnologi negara maju. Pola hubungan ini dekat denganneo- kolonoalisme, yaitu usaha menguasai negara lain atasbidang ekonomi, kebudayaan, idiologi ataukemiliteran negara atau kawasan tertentu tapi dengan caramengindahkan proforma kemerdekaan politis.
  • Pola Hubungan InternasionalSama derajat anatar bangsa : hubunganini dilakukan dalam rangka kerjasamadalam rangka untuk mewujutkankesejahteraan mereka. Pola hubungan inisulit dilakukan terutama oleh negara-negara atau bangsa-bangsa yang serbaketinggalan dalam kualitas sumberdayanya, terutama sumber dayamanusianya.
  • Pola Hubungan InternasionalTerkait dengan hubungan sama derajat sila kedua Pancasilamengajarkan bahwa hubungan antar negara atau antar bangsaharus bertolak pada kodrat manusia. Dalam Pancasila kodratmanusia adalah makhluk ciptaan Tuhan YME yang merdeka dansama derajatnya. Oleh karena itu hubungan antar bangsa harusdiwarnai dengan penghormatan atas kodrat manusia sebagaimakhluk yang sederajat, tapa memandang idiologi, bentuk negaradan sistem pemerintahan dari negara lain itu.Oleh karena itu nasionalisme bangsa indonesia tidak jatuh kepahamChauvinisme dan kosmopolitisme. Chauvinisme adalah paham yangmengagung-agungkan bangsa sendiri dengan memandang renfahbangsa lain. Kosmopolitisme adalah pandangan yang melihatkosmos (seluruh Dunia ) sebagai polis (negeri sendiri ) sehinggacenderung melupakan nasionalisme yang sehat dan mengabaikantugas terhadap bangsanya sendiri.
  • Bangsa indonesia memilih politik luar negeri Bebas Aktif. Bebas berarti : 1. Bangsa Indonesia bebas bergaul dengan bangsa manapun. 2. Dalam pergaulan itu bangsa Indonesiatidak Intervensi atau tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain. 3. Dalam pergaulan itu terjadi saling memberi dan menerima bantuan dan pertolongan yang tidak mengikat.
  • Aktif berarti : 1. Bangsa Indonesia aktifbekerjasama dengan bangsa lain untuk perdamaian dunia 2. Bangsa indonesia aktif membelabangsa yang terancam keberadaan dan kedaulatannya atas dasar persamaan derajat tidak termasuk intervensi.
  • Dalam pelaksanaan kerjasama dan hubungan InternasionalPresiden sebagai kepala negara dibantu oleh Menteri danDepartemen Luar Negeri serta dibantu oleh para Duta dan Konsulyang diangkat oleh Presiden dan dibantu oleh Duta dan KonsulNegara lain yang diterimanya. Pengankatan Duta dan Konsul sertapenerimaan Duta dan Konsulk negara lain telah diatur dalampasal 13 UUD 1945, yang berbunyi :Ayat 1 Presiden mengangkat duta dan konsulAyat 2 Dalam hal mengangkat duta, Presiden memperhatikanpertimbangan DPR Ayat 3 Presiden menerima penempatan duta negara lain denganmemperhatikan pertimbangan DPR.
  • Arti Penting Hubungan dan kerjasama Internasional Tidak satupun bangsa di dunia ini dapat membebaskan diri ketergantungan dengan bangsa dan negara lain. Menurut Mochtar Kusumaatmaja hubungan dan kerjasama antar bangsa itu timbul karena adanya kebutuhan yang disebabkan oleh pembagian kekayaan alam dan perkembangan industri yang tidak merata di dunia. Disamping itu hubungan antar bangsa penting disebabkan1. Menciptakan hidup berdampingan secara damai.2. Mengembangkan penyelesaian masalah secara damai dan diplomasi.3. Membangun solidaritas dan saling menghormati antar bangsa.4. Berpartisipasi dalam melaksanakan ketertiban dunia5. Menjamin kelangsungan hidup bangsa dan nrgara di tengah bangsa-bangsa lain.
  • Sarana Hubungan InternasionalDiplomasi : seluruh kegiatan untuk melaksanakan politik luar negeri suatu Negara dalam hubungannya dengan Negara dan bangsa lain. Fungsi dasar Diplomat ada 3 yaitu :a. Sebagai lambang, prestise Negara pengirimb. Sebagai wakil yuridis yang sah dari Negara pengirimc. Sebagai perwakilan diplomatic suatu Negara di Negara lain. : perunding (negotiation), Melaporkan (reporting) , Perwakilan (refresentation), Melindungi kepentingan negara dan warga negaranya di luar negeri.
  • Sarana Hubungan Internasional Propaganda : usaha sistimatis untuk mempengaruhi pikiran, emosi demi kepentingan masyarakat umum. Propaganda : lebih ditujukan kepada warga Negara lain dari pada pemerintahannya, dan untuk kepentingan Negara yang membuat propaganda. Ekonomi : Sarana ekonomi umumnya digunakan secara luas dalam hubungan internasional baik dalam masa damai maupun masa perang. Pada masa tertentu semua negara harus terlibat dalam perdagangan internasional agar dapat memperoleh barang yang tak dapat diproduksi dalam negeri., sehingga terjadi ekspor dan impor.
  • Sarana Hubungan Internasional Kekuatan militer dan perang (show of Force): Peralatan militer yang memadai dapat menambah keyakinan dan stabilitas untuk berdiplomasi. Diplomasi tanpa dukunagan militer yang kuat dapat membuat suatu negara tidak memiliki rasa percaya diri sehingga tak mampu menghindari tekanan dan ancaman negara lain yang dapat menggangu kepentingan nasuonalnya. Maka dengan demikian demontrasi senjata, latihan perang bersama kerasp dilaksanakan untuk menampilkan kekuatannya. Namun yang lebih diutamakan bukanlah perang tetapi tindakan prevetif dalam hubungan internasional.
  • Asas dalam Hubungan Internasional1. Asas Teritorial yaitu hak dari suatu Negara atas wilayahnya, berhak menegakkan hokum terhadap barang dan semua orang yang berada di wilayahnya.2. Asas Kebangsaan yaitu kekuasan Negara atas warga negaranya, setiap warga Negara dimanapun ia berada tetap mendapat perlakuan hokum dari negaranya. Asas ini memiliki kekuatan eksteritorial yaitu hokum Negara tersebut tetap berlaku bagi warga negaranya walaupun berada di Negara asing3. Asas kepentingan umum Yaitu Negara dapat melindungi dan mengatur kepentingan dalam kehidupan masyarakat. Negara dapat menyesuaikan diri dengan semua peristiwa yang ada hubungannya dengan kepentingan umum. Hukum tidak terbatas oleh wilayah suatu Negara.
  • Perwakilan Negara di Luar Negeri : Perwakilan Diplomatik : adalah lembaga kenegaraan di luar negeri yang bertugas dalam membina hubungan politik dengan negara lain. Tugas ini dilakukan oleh perangkat diplomatik yang meliputi duta besar, duta, kuasa usaha dan atase-atase. Dalam praktik internasional ada dua jenis perwakilan diplomatik : 1. Kedutaan Besar, yang ditugaskan tetap pada suatu negara tertentu untuk saling memberikan hubungan rutin antar negara tersebut. 2. Perutusan Tetap, yang ditempatkan pada suatu organisasi internasional (PBB).
  • Perwakilan Negara di Luar Negeri : Tingkatan dan kepangkatan perwakilan diplomatik menurut menurut Kongres di Aachen tahun 1918 sbb : 1. Duta Besar ( Ambassador) adalah tingkatan tertinggi dalam perwakilan diplomatik. Duta Besar memiliki kekuasaan penuh dan luar biasa dan ditempatkan pada negara yang punya hubungan erat dan banyak hubungan timbal balik. Dalam beberapa hal seorang duta besar dapat memutuskan sesuatu yang menyangkut negaranya tanpa berkonsultasi dengan kepala negaranya terlebih dahulu.
  • Perwakilan Negara di Luar Negeri2. Duta (Gerzant) adalah setingkat lebih rendah dari duta besar, biasanya ditempatkan pada negara yang tidak banyak hubungan timbal balik dan derajat kereratan hubungan lebih rendah dari pada negara yang mengirim duta besar. Segala persoalan. Segala persoalan yang menyangkut ke dua negara, seorang duta harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pemerintah negaranya.
  • Perwakilan Negara di Luar Negeri : 3. Menteri Presiden (Minister President) adalah mereka yang tidak dianggab sebagai wakil kepala negara, tetapi hanya ditempatkan untuk mengurus urusan-urusan negaranya. 4. Kuasa Usaha (Charge D’affair), kuasa usaha tidak diperbantukan kepada kepala negara, tetapi kepada menteri luar negeri negara penerima. Berhubungan dengan kepala negara negara penerima melalui menteri luar negeri negara penerima5. Atase-atase, adalah tenaga ahli kedutaan, ada atase militer. atase perekonomian, atase pendidikan dan kebudayaan, dll.
  • Fungsi, Hak dan Kewajiban Perwakilan Diplomat menurut Konvensi Wina tahun 19611. Wakil negara pengirim di negara penerima2. Melindungi kepentingan negara dan warga negara pengirim sesuai hukum internasional.3. Mengadakan perundinagn dan persetujuan dengan negara penerima.4. Mengetahui keadan dan perkembangan di negara penerima dengan cara yang syah sesuai dengan Undang-undang dan melaporkannya kepada negara pengirim.5. Memelihara persahabatan serta membina hubungan ekonomi, pendidikan dan kebudayaan, ilmu pengetahuan antara negara pengirim dan penerima.
  • Berakhirnya Fungsi Misi Perwakilan Diplomatik1. Sudah habis masa jabatan2. Ia ditarik oleh pemerintah negaranya3. Karena tidak disenangi (di persona non grata )4. Negara penerima perang dengan negara pengirim.
  • Hak Kekebalan (immunitet) Korps Diplomatik : Hak Ekstrateritorialitas, hak kekebalan dalam daerah perwakilan seperti daerah kedutaan besar, daerah kedutaan termasuk halaman dan bangunannya dimana terpancang bendera dan lambang negara itu. Berdasarkan hukum internasional daerah itu dipandang sebagai daerah negara pengirim. Orang yang masuk tanpa izin bisa dikeluarkan.
  • Gedung perwakilan negara asing tidak bolehdigeledah atau dimasuki oleh petugas kehakiman,polisi, tanpa seizin kepala perwakilan diplomatikyang bersangkutan. Arsip-arsip, surat-suratataupun telegram tidak boleh dibuka oleh polisi,hakim tersebut. Warga negara yang mencariperlindungan digedung perwakilan diplomatiktidak dapat ditanmgkap begitu saja melainkanharus melalui perundingan dengan kepalaperwakilan setempat. Kecuali pelaku kejahatan,yang memang harus diserahkan pada polisisetempat.
  • Hak Kekebalan atau KebebasanKorps Diplomatik, setiap anggotakorps diplomatik harus tundukkepada hukum dan peraturankepolisian setempat namun tidakdapat dituntut dimukapengadilan. Mereka dibebaskan daripajak dan bea cukai, bebaspemeriksaan atas tas diplomatik,bebas mendirikan tempat ibabaddilingkungan kedutaan.
  • Perwakilan Konsuler : adalah lembaga kenegaraan di luar negeri yang bertugas dalam membina hubungan non politik dengan negara lain. Ada konsuler yang bersifattetap ada konsuler kehormatan. Tugas pokok konsul kehormatan adalah menghubungkan perdagangan ke dua negara. Pejabat ini tidak mendapat gaji, melainkan mendapat honoraruium atas jasa-jasanya itu.
  • Fungsi Perwakilan Knsuler menurut Konvensi Wina1. Melindungi kepentingan negara pengirim dan warga negaranya, badan hukum sesuai dengan hukum internasional ( sesuai batas-batas yang di izinkan).2. Memajukan hubungan perdagangan, ekonomi kebudayaan dan iptek ke dua negara.3. Mengeluarkan paspor dan Visa atau dokumen perjalanan kepada warga negara pengirim.4. Bertindak sebagai notaris dan panitera sipil, melakukan fungsi administif yang tidak bertentangan dengan peraturan negara penerima
  • Berakhirnya misi perwakilan konsuler :1. Fungsi seorang pejabat konsuler telah berakhir2. Penarikan dari negara pengirim3. Pemberitahuan bahwa ia bukan lagi sebagai anggota staf konsuler
  • Perbedaan perwakilan diplomatik denganperwakilan konsulerKorps Diplomatik :1. Memelihara kepentingan negaranya dengan melakukan hubungan dengan pejabat tingkat pusat.2. Berhak mengadakan hubungan bersifat politik.3. Satu negara hanya memiliki satu perwakilan diplomatik di negara penerima.4. Mempunyai hak ekstrateritorial (tidak tunduk pada kekuasaan peradilan)
  • Perbedaan perwakilan diplomatik denganperwakilan konsulerKorps Konsuler :1. Memelihara kepentingan negaranya dengan melaksanakan hubungan deng pejabat tingkat daerah (setempat).2. Berhak mengadakan hubungan yang bersifat non politik3. Satu negara dapat mempunyai lebih dari satu perwakilan konsuler.4. Tidak mempunyai hak ekstrateritorial (tunduk pada pelaksanaan kekuasaan peradilan).
  • PERJANJIAN INTERNASIONALPengertian perjanjian internasional a. Mochtar Kusumaatmaja, perjanjian internasional adalah perjanjian yang diadakan antara anggota masyarakat bangsa- bangsa yang bertujuan untuk mengakibatkan akibat hukum tertentu. Dalam definisi ini subyek hukum internasional yang mengadakan perjanjian adalah anggota masyarakat bangsa- bangsa, lembaga-lembaga internasional dan negara-negara. b. Definisi lain Perjanjian Internasional adalah kesepakatan antara dua atau lebih subyek hukum internasional (lembaga internasional. negara) yang menurut hukum internasional menimbulkan hak dan kewajiban bagi para pihak yang membuat kesepakatan.
  • Macam Perjanjian InternasionalPerjanjian internasional dapat dibedakan berdasarkan beberapa kriteria, yaitu :a. Jumlah pesertanyab. Srukturnyac. Objeknyad. Cara berlakunyae. Intrumen pembentuk perjanjiannya
  • Tahap Pembuatan Perjanjian Internasional :Menurut Mochtar Kusumaatmaja ada dua macamcara pembentukan perjanjian internasional :Perjanjian internasional yang dibentuk melalui 3tahap yaitu (perundingan, penandatanganan,ratifikasi atau pengesahan), cara ini dipakai apabilamateri atau yang diperjanjikan itu dianggap sangatpenting maka perlu persetujuan DPR.Perjanjian internasional yang dibentuk melalui 2tahap yaitu ( perundingan dan penandatanganan)dipakai untuk perjanjian yang tidak begitu penting,penyelesaian cepat, berjangka pendek, sepertiPerjanjian perdagangan.
  • Menurut Hukum Positif Indonesia, pada pasal 11ayat 1 UUD 1945 disebutkan bahwa Presidendengan persetujuan DPR membuat perjanjiandengan Negara lain. Dalam Undang-undangRI No. 24 tahun 2000 ditegaskan bahwapembuatan perjanjian internasional dilakukanmelalui tahap ( penjajakan, perundingan,perumusan naskah, penerimaan dan penandatanganan).
  • Menurut Konvensi Wina 1969 tentang Hukum PerjanjianInternasional disebutkan tahap pembuatan perjanjianinternasional dilakuakn melalui tahap:Perundingan (Negotiation), perundingan tahap pertama tentangobjek tertentu, diwakili oleh kepla negara, kepala pemerintahan,menteri luar negeri atau duta besar dengan menunjukkan SuratKuasa Penuh (full powers)Penandatanganan (Signature), biasanya dilakukan oleh menteriluar negeri atau kepala pemerintahan. Tapi perjanjian belumdapat diberlakukan sebelum diratifikasi oleh masing-masing negara.Pengesahan (Ratification), Penandatanganan hanya bersifatsementara dan harus dikuatkan dengan pengesahan ataupenguatan yang disebut ratifikasi
  • Ratifikasi perjanjian internasional dapat dibedakan sbb:Ratifikasi oleh badan eksekutif, biasanya dilakukan oleh raja absolut dan pemerintahan otoriter. Ratifikasi oleh badan Legislatif atau DPR,Parlemen tapi jarang digunakan. Ratifikasi campuran antara DPR (legislatif) dengan Pemerintah (Eksekutif).
  • JENIS PERJANJIAN INTERNASIONAL• Bilateral bersifat khusus (Treaty Contract) karena hanya mengatur kepentingan ke dua negara, oleh sebab itu perjanjian bilateral bersifat ‘tertutup’ dalam arti tertutup kemungkinan bagi negara lain untuk ikut serta dalam perjanjian tersebut.• Contohnya : Indonesia dengan RRC (1955) tentang Penyelesaian dwikewarganegaraan. Indonesia dengan Thailand tentang garis batas laut Andaman sebelah utara selat Malaka 1071. Indonesia dengan Malaysia tentang Ektradisi 1974. Indonesia dengan Australia tentang Pertahanan dan Keamanan kedua negara 1995
  • JENIS PERJANJIAN INTERNASIONAL Multilateral yang disebut juga Law Making Treatis biasanya mengatur hal yang berkaitan dengan kepentingan umum dan bersifat terbuka dala arti tidak hanya mengatur kepentingan negara yang mengadakan perjanjian itu tetapi juga kepentingan negara lain yang tidak turut serta dalam perjanjian itu (bukan Peserta). Contohnya :Konvensi Jenewa 1949 tentang perlindungan korban perang. Konvensi wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik. Konvensi Hukum Laut Internasiobnal 1982 tentang laut teritorial (200 mil), Zona Bersebelahan (24 mil), Zona Ekonomi Eksklusif (200 mil), Landas Benua (lebih 200 mil).