Your SlideShare is downloading. ×
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Pendidikan Agama Islam Semangat menuntut ilmu.

10,656

Published on

Semangat Menuntut Ilmu

Semangat Menuntut Ilmu

Published in: Education
0 Comments
6 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
10,656
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
356
Comments
0
Likes
6
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 2. Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 3. Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 4. Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 5. Nama Kelompok: Ketua: Muhamad Dzaki Albiruni Anggota: Anjel Siska Arie Ramdhiani Mahassa Devin Gifarry Adinata Fakhriza Muhammad Rona Maulida Sukma Firdaus Suryahadi Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 6. Materi: Konsep Dalil Hadits Daulah Abassiyah Kiat – Kiat Menuntut Ilmu Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 7. Konsep Menuntut Ilmu Ilmu merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab, masdar dari „alima – ya‟lamu yang berarti tahu atau mengetahui. “Ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang (pengetahuan) itu (Kamus Besar Bahasa Indonesia) „‟Salah satu ciri yang membedakan Islam dengan yang lainnya adalah penekanannya terhadap masalah ilmu (sains), Al quran dan Al –sunah mengajak kaum muslim untuk mencari dan mendapatkan Ilmu dan kearifan ,serta menempatkan orangorang yang berpengetahuan pada derajat tinggi‟‟ Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 8. Kedudukan Ilmu Dalam Islam Kebahagian di dunia dan akhirat akan dapat diraih dengan syarat memiliki ilmu yang dimanfa‟tkan. Manfa‟at ilmu pengetahun bagi kehidupan manusia, antara lain : 1. Ilmu merupakan cahaya kehidupan dalam kegelapan, yang akan membimbing manusia kepada jalan yang benar 2. Orang yang berilmu dijanjikan Allah akan ditinggikan derajatnya menjadi orang yang mulia beserta orang-orang yang beriman 3. Ilmu dapat membantu manusia untuk meningkatkan taraf hidup menuju kesejahteraan, baik rohani maupun jasmani 4. Ilmu merupakan alat untuk membuka rahasia alam, rahasia kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat Al-Qur‟an dan Hadits telah mengajarkan bahwa ilmu dan para ulama menempati kedudukan yang sangat terhormat dan menunjukan bahwa menuntut ilmu merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim. Hukum menuntut Ilmu bagi Muslim adalah Fardu „Ain. Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 9. Dalil – Dalil Mengenai Hukum Menuntut Ilmu Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Mujadalah ayat 11.) Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 10. "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama." (QS. Faathir : 28). Ulama adalah orang-orang yang mempunyai pengetahuan yang lurus dan pemahaman yang mendalam, Allah Ta'ala berfirman: "Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu." (Al-'Ankabuut : 43) Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 11. "Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang-orang yang berakal-lah yang dapat menerima pelajaran." ( Az - Zumar :9 ) "Allah menganugrahkan Al-Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al-Qur`an dan AsSunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi AlHikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran." (Al-Baqarah:269) Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 12. Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 13. Hadits "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan kepadanya, niscaya Allah akan pahamkan dia tentang agama(nya)." (Muttafaqun 'alaih) • • "Apabila seorang keturunan Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal: shadaqah jariyyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau seorang anak shalih yang mendo'akannya." (HR. Muslim no.1631) • • • Artinya : Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi muslimin dan muslimat” (HR. Ibnu Abdil Bari) Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 14. • ( ) Artinya: Barangsiapa yang menginginkan kehidupan dunia, maka ia harus memiliki ilmu, dan barang siapa yang menginginkan kehidupan akhirat maka itupun harus dengan ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya itupun harus dengan ilmu (HR. Thabrani) • • Artinya: “Tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina, karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka kepada para penuntut ilmu karena senang (rela) dengan yang ia tuntut. (H.R. Muslim). Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 15. Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 16. Keutamaan Menuntut Ilmu dan Kedudukan Ulama Tidak diragukan lagi bahwasanya pengetahuan para penuntut ilmu terhadap kemuliaan yang besar yang akan mereka dapati dengan menuntut ilmu dan kedudukan yang tinggi yang akan mereka peroleh, akan menjadikan mereka paling bersemangat dalam menempuh jalannya ilmu dan belajar, dan beradab dengan adab-adab yang syar'i yang akan menambah kedudukan dan keutamaan mereka di sisi Allah Subhaanah, serta akan meninggikan kemuliaan mereka dan akan terbuktilah kemanfaatan mereka terhadap manusia. Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 17. Daulah Abassiyah Adalah sebuah Bangsa Kolonial Muslim yang berdiri sejak Runtuhnya Bani Umayyah. Di Masa inilah Ilmuwan Muslim berhasil mengembangkan IPTEK dengan pesat. Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 18. Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 19. Ibnu Sina (Avicenna) • • • • • Nama lengkap Ibnu Sina adalah Abu Ali Husain Ibn Abdillah Ibn Sina. Ia lahir pada tahun 980 M di Asfshana, suatu tempat dekat Bukhara. Di Bukhara ia dibesarkan serta belajar falsafah kedokteran dan ilmu - ilmu agama Islam. Ketika usia sepuluh tahun ia telah banyak mempelajari ilmu agama Islam dan menghafal Al-Qur‟an seluruhnya. Dari mutafalsir Abu Abdellah Natili, Ibnu Sina mendapat bimbingan mengenai ilmu logika yang elementer untuk mempelajari buku Isagoge dan Porphyry, Euclid dan Al-Magest-Ptolemus. ia mempelajari ilmu kedokteran pada Isa bin Yahya, seorang Masehi. Belum lagi usianya melebihi enam belas tahun, kemahirannya dalam ilmu kedokteran sudah dikenal orang, bahkan banyak orang yang berdatangan untuk berguru kepadanya. Ia tidak cukup dengan teori - teori kedokteran, tetapi juga melakukan praktek dan mengobati orang - orang sakit.Ia tidak pernah bosan atau gelisah dalam membaca buku - buku filsafat dan setiap kali menghadapi kesulitan, maka ia memohon kepada Tuhan untuk diberinya petunjuk Dia jugalah yang mula - mula mempraktekkan pembedahan penyakit - penyakit bengkak yang ganas, dan menjahitnya. Dan last but not list dia juga terkenal sebagai dokter ahli jiwa dengan cara - cara modern yang kini disebut psikoterapi. Dibidang filsafat, Ibnu Sina dianggap sebagai imam para filosof di masanya, bahkan sebelum dan sesudahnya. Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 20. Al Khawarizmi Al-Khawarizmi sebagai “Bapak Aljabar” di Eropa dan Dunia. Beliau telah menciptakan pemakaian Secans dan Tangen dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi. Beliau bekerja dalam sebuah observasi yaitu tempat belajar matematika dan astronomi. Al Khawarizmi juga dipercaya untuk memimpin perpustakaan khalifah. Beliau pernah memperkenalkan angka-angka India dan cara-cara perhitungan India pada dunia Islam. Beliau juga merupakan seorang penulis Ensiklopedia dalam berbagai disiplin. Al-Khawarizmi adalah seorang tokoh yang pertama kali memperkenalkan aljabar dan hisab. Banyak lagi ilmu pengetahuan yang beliau pelajari dalam bidang matematika dan menghasilkan konsep-konsep matematika yang begitu populer yang masih digunakan sampai sekarang. PERANAN DAN SUMBANGAN AL-KHAWARIZMI 1. Al-Jabr wa‟l Muqabalah : beliau telah mencipta pemakaian secans dan tangens dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi. 2.Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah : Beliau telah mengajukan contoh-contoh persoalan matematika dan mengemukakan 800 buah masalah yang sebagian besar merupakan persoalan yang dikemukakan oleh Neo. Babylian dalam bentuk dugaan yang telah dibuktikan kebenarannya oleh al-Khawarizmi. 3.Sistem Nomor : Beliau telah memperkenalkan konsep sifat dan ia penting dalam sistem Nomor pada zaman sekarang. Karyanya yang satu ini memuat Cos, Sin dan Tan dalam penyelesaian persamaan trigonometri, teorema segitiga sama kaki, perhitungan luas segitiga, segi empat dan lingkaran geometri. Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 21. Abu Rayhan Al - Biruni • • • Selain menguasai beragam ilmu pengetahuan, Al - Biruni juga fasih dengan sederet bahasa seperti Arab, Turki, Persia, Sansekerta, Yahudi dan Suriah. Semasa muda dia menimba ilmu Matematika dan Astronomi. Menginjak usia 20 tahun, Al-Biruni telah menulis beberapa karya dibidang sains. Dia juga kerap bertukar pikiran dan pengalaman dengan Ibnu Sina. Selama hidupnya, Al-Biruni menghasilkan karya besar dalam bidang Astronomi lewat Masudic Canon yang didedikasikan kepada putra Mahmud, yaitu Ma‟sud. Atas karyanya itu, Ma‟sud menghadiahkan seekor gajah bermuatan penuh dengan perak. Namun, Al-Biruni mengembalikan hadiah yang ditermanya itu ke kas Negara. Al-Biruni lalu menulis buku astrologi, yaitu The Elements of Astrology. Selain itu, sang ilmuwan itupun menulis sederet karya dalam kedokteran, geografi, serta fisika. • Al-Biruni telah menulis risalah tentang astrolabe serta memformulasikan tabel Astronomi untuk Sultan Ma‟sud, “Papar Will Durant tentang kontribusi Al-Biruni dalam bidang Astronomi. Selain itu, Al-Biruni juga berjasa menuliskan risalah tentang planisphere dan armillary sphere. Dia bahkan mengatakan bahwa bentuk bumi adalah bulat. Dalam ilmu bumi, Al-Biruni menghasilkan sejumlah sumbangan penting sehingga dia dinobatkan sebagai “Bapak Geodesi”. Dia juga memberi kontribusi signifikan katografi, geologi, geografi dan mineralogy. Pada usia 22 tahun, Al-Biruni telah menulis karya penting dalam kartografi, yakni sebuah setudi tentang proyeksi pembuatan peta. • Pada usia 17 tahun, Al-Biruni sudah mampu menghitung garis lintang Kath Khwarizmi dengan menggunakan ketinggian matahari. Al-Biruni juga telah menghasilkan karya dalam bidang geologi. Salah satunya dia menulis tentang geologi India. Sementara itu dalam bidang mineralogy dia menulis kitab berjudul Al-Jawahir atau Book of Precious Stones yang menjelaskan beragam mineral. Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 22. Al-Biruni telah berperan mengenalkan metode saintifik dalam setiap bidang yang dipelajarinya. Misalnya, dalam Al-Jamawir yang sangat eksperimental. Pada bidang Optik, Al-Biruni bersama Ibnu Al-Haitham termasuk ilmuwan pertama yang mengkaji dan mempelajari ilmu Optik. Dialah yang pertama kali menemukan bahwa kecepatan cahaya lebih cepat dari kecepatan suara. • Dalam ilmu sosial, Al-Biruni didapuk sebagai Antropolog pertama didunia. Dia menulis secara detail studi kompertaif terkait antropologi manusia, agama, dan budaya di Timur Tengah, Mediterania, dan Asia Selatan. Dia dipuji sejumlah ilmuwan karena telah mengembangkan antropologi Islam. Dia juga mengembangkan metodelogi yang canggih dalam studi antropologi. • Al-Biruni tercatat sebagai pelopor eksperimental lewat penemuan konsep reaksi waktu. Pad usia 27 tahun, dia telah menulis buku sejarah yang berjudul Chronology. Dalam kitab yang ditulisnya, Fi Tahqiq ma Li‟IHid atau penelitian tentang India, dia membedakan metode saintifik dengan metode histories. Dia juga memberikan sumbangan yang signifikan bagi pengembangan matematika, khususnya dalam bidang teori dan praktik aritmatika, bilangan irasional, teori rasio, geometri, dan lainnya. Sejarah juga mencatat Al-Biruni sebagai Sarjana Muslim Pertama yang mengkaji dan mempelajari seluk-beluk India dan tradisi Brahminical. Kerja kerasnya ini menobatkannya sebagai “Bapak Idiologi”. • Sejarah Sains mencatat, ilmuwan yang hidup diera kekuasaan dinasti Samanid itu merupakan salah satu Pelopor metode Saintifik Eksperimental. Dialah ilmuwan yang bertanggunag jawab memperkenalkan metode eksperimental dalam ilmu mekanik. Al-Biruni pun tidak hanya menguasai beragam ilmu seperti fisika, Antropologi, Psikologi, Kimia, Astrologi, Sejarah, Geografi, Geodesi, Matematika, Farmasi, Kedokteran dan Filsafat, tetapi juga turut memberikan kontribusi yang begitu besar bagi setiap ilmu yang dikuasainya dengan menjadi seorang guru yang sangat dikagumi para muridnya. Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 23. Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 24. Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 25. Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 26. Kiat Kiat Menuntut Ilmu Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 27. Kiat – Kiat Menuntut Ilmu • • • • • • • • • • Belajar dengan Sungguh – Sungguh Niatkan Belajar karena Allah SWT. Selalu ingat prinsip Bersakit sakit dahulu, bersenang – senang kemudian. Tekadkan Belajar demi membahagiakan Orangtua dan Keluargamu nanti. Sebagai Balas Budi kepada Orangtua dan Guru yang telah berjuang untuk kita. Meningat Jasa – Jasa Guru yang telah Membimbing kita sebaik Mungkin. Berdoalah sebelum Belajar. Tidak Malu untuk Bertanya pada siapapun. Mengingat bahwa Islam sangat mengutamakan orang – orang yang menuntut Ilmu. Mengingat prinsip: “Man Jadda Wa Jadda.” Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup
  • 28. Penutup Terimakasih Atas Perhatiannya. Dan Mohon Maaf bila ada kesalahan. Wabillahi Taufiq Wal Hidayah. Oleh: Kelompok 3 Nama Kelompok Penutup

×