Your SlideShare is downloading. ×
0
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Litosfer
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Litosfer

794

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
794
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
51
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. LITHOSFER BATUAN 1. BTN. BEKU 2. BTN .SEDIMEN 3. BTN. METAMORF 1. SUHU/KONTAK 1. LUAR 2. KOROK 2. TEKANAN/DINA MO 3. GAS/PNEUMATO LISTIS 3. DALAM 1. TENAGA 2. TEMPAT 3.CARA 1.MEKANIS 1. DARAT/TERISTRI S 1. ANGIN/AEOLIS 2. LAUT/MARINE 2. AIR/AQUATIS 3.ES/GLASIAL 3.SUNGAI/FLUVI AL 2. KIMIAWI 3. ORGANIK
  • 2. Siklus Batuan 3. Btn. Sedimen Klatis 2. Btn. Beku 1.Magma 4.a. Btn. Sed. cemis 4.b. Btn. Sed.organis 4.c. Btn Sed. klastis 5. Btn. Metamorf
  • 3. BATUAN SEDIMEN Batuan yang berasal dari batuan beku atau zat-zat padat yang mengalami pelapukan dan kemudian diendapkan. ▲ Batu pasir ▲ Batu lumpur ▲ Batu konglomerat ▲ Batubara ▲ Batu kapur Sumber: Museum
  • 4. BATUAN METAMORF Batuan yang berasal dari batuan beku atau ▼ Batu kristal sedimen yang telah berubah bentuk akibat tekanan dan temperatur yang tinggi. Batu marmer Batu sabak Bijih emas Batu kuarsa Bijih tembaga ▲ Batu metamorf yang mengandung bahan tambang Sumber: Museum
  • 5. BATUAN SEDIMEN Batuan yang berasal dari batuan beku atau zat-zat padat yang mengalami pelapukan dan kemudian diendapkan. ▲ Batu pasir ▲ Batu lumpur ▲ Batu konglomerat ▲ Batubara Sumber: Museum Geologi ▲ Batu kapur
  • 6. BATUAN BEKU Batuan yang terbentuk dari magma yang keluar dari dalam bumi dan membeku karena proses pendinginan. Batu diorit Batu andesit Batu granit
  • 7. TENAGA PENGUBAH BENTUK BUMI TEKTONISME ENDOGEN SEISME VULKANISME T.GEOLOGI SEDIMENTASI EROSI EKSOGEN PELAPUKAN MASSWASTING
  • 8. Bentuk Muka Bumi Akibat Tenaga Endogen (tenaga dari dalam bumi) Tenaga endogen yang mempengaruhi bentuk muka bumi antara lain: • Proses vulkanisme • Proses tektonik • Proses diatropisme/vulkanisme Vulkanisme adalah segala kegiatan magma dari lapisan dalam litosfer yang Proses vulkanisme menyusup ke lapisan yang lebih atas sampai keluar ke permukaan bumi. Aktivitas vulkanisme menghasilkan sejumlah material yang turut berperan dalam membentuk badan gunung atau menimbun lapisan sekitar gunung. Bentuk-bentuk material vulkanik: • Bentuk cair yaitu lava dan lahar • Bentuk padat (disebut eflata atau piroklstik) antara lain: bom, lapili, pasir vulkanik, dan abu vulkanik • Bentuk gas berupa uap air, belerang, asam arang, dan karbon monoksida
  • 9. Tektonisme:tenaga yg menyebabkan dislokasi lapisan batuan POSITIF EPIROGENESA NEGATIF TEKTONISME SINKLINA LIPATAN ANTIKLINAL OROGENESA HORS PATAHAN SLENK/GRABEN
  • 10. GERAK EPIROGENESA
  • 11. MACAM BENTUK LIPATAN a. lipatan tegak b. lipatan miring c. lipatan rebah d. lipatan menggantung e. lipatan isoklin f. lipatan rebah berpindah menjadi sesar sungkup
  • 12. TEGAK MENGGANTUNG MIRING ISOKLIN REBAH SUNGKUP
  • 13. PEG. LIPATAN
  • 14. BENTUK PATAHAN HORS 2. SLENK/GRABEN 1.
  • 15. HORST SLEN K SINISTRAL HORST GRA BEN DEKSTRAL
  • 16. Berdasarkan bentuk hasilnya, diatropisme dibedakan menjadi: a. Sesar / patahan (faults) Sesar yaitu rekahan pada batuan yang telah mengalami pergeseran Bagian-bagian sesar: • Gawir • Bidang sesar • Garis sesar (fault ) line) • Atap sesar (hangingwall) • Alas sesar (footwall) Sesar normal Sesar naik Sesar mendatar
  • 17. Jenis-jenis sesar: • sesar normal (normal fault) • sesar naik (reverse fault), jika kemiringan bidang sesar < 45 atau < 30 (sesar naik yang kemiringannya < 30° disebut thrust fault) • sesar mendatar (strike slip fault) Sesar naik Sesar normal Sesar mendatar Sesar normal
  • 18. Contoh daerah lipatan 1. Sirkum pegunungan mediterania dan pasifik Contoh daerah patahan: 1. Daerah aliran sungai Rhein (graben) 2. Peg. Bukit Barisan (dekstral) 3. Daerah patahan Lembang 4. Daerah patahan Palu-Karo (Palu s/d Tel. Bone)
  • 19. VULKANISME:segala bentuk aktivitas magma EPUSIF ERUPSI/EKSTRUSI EKSPLOSIF APOFISA VULKANISME DIATREMA INTRUSI SILL TEKANAN KEKENTELAN MAGMA LAKOLIT KEDALAMAN DAPUR MAGMA SUHU BATOLIT
  • 20. Proses vulkanisme Aktivitas vulkanisme menghasilkan sejumlah material yang turut berperan dalam membentuk badan gunung atau menimbun lapisan sekitar gunung. Bentuk-bentuk material vulkanik: • Bentuk cair yaitu lava dan lahar • Bentuk padat (disebut eflata atau piroklstik) antara lain: bom, lapili, pasir vulkanik, dan abu vulkanik • Bentuk gas berupa uap air, belerang, asam arang, dan karbon monoksida
  • 21. a. b. c. d. Batolit Apofisa Sill lakolit
  • 22. PENAMPANG GUNUNG API
  • 23. Tipe magma yang dikeluarkan oleh gunung api: a. Magma Basaltik - mengandung kadar silika (42-52%)yang rendah dan relatif encer - dihasilkan dari letusan yang relatif tenang karena gas dalam magma dikeluarkan dengan cepat melalui celah atau retakan - magma basaltik ditemui pada sejumlah gunung di dunia, sehingga dikenal sebagai tipe Hawaii dan tipe Poehoe - tipe gunung api yang dihasilkan oleh tipe magma basaltik adalah tipe gunung api perisai Magma basaltik Poehoe
  • 24. Tipe magma yang dikeluarkan oleh gunung api: b. Magma rhyolit - Magma silika mengandung kadar silika yang tinggi(66%) dan bersifat kental - Magma silika dapat menyebabkan letusan yang sangat hebat, hal ini terjadi karena magma yang bersifat kental menyebabkan gas sukar memisahkan diri dari magma. Akibatnya, gas tersebut tersimpan dalam waktu yang lama dan menjadi tenaga yang kuat untuk menghasilkan ledakan. - Magma tipe ini menghasilkan tipe gunung api komposit atau strato dan gunung api maar
  • 25. Tipe magma yang dikeluarkan oleh gunung api: b Magma andesit - Magma silika mengandung kadar silika yang sedang(5266%) dan kekentalan sedang Akibatnya letusan gunung api bermagma andesit juga tergolong intermediate (sedang) . Gunung Tambora di Indonesia adalah contoh gunung api andesit. Letusan gunung Tambora mampu mengeluarkan volume debu yang besar ke atmosfer.
  • 26. Sebaran gunung api di Indonesia
  • 27. BENTUK GUNUNG API STRATO BENTUK EPUSIF+EKSPLOSIF PERISAI EPUSIF MAAR/CORONG EKSPLOSIF
  • 28. Tipe Erupsi a. Erupsi Linier - erupsi linier yaitu erupsi yang terjadi pada lubang yang berbentuk memanjang - magma yang keluar bersifat sangat encer dan menutupi wilayah yang sangat luas Erupsi linier b. Erupsi areal - erupsi areal yaitu letusan yang terjadi pada lubang yang berukuran besar dan luas - letusan tersebut terjadi karena posisi dapur magma berada dekat permukaan c. Erupsi sentral - Erupsi sentral yaitu letusan yang terjadi pada lubang erupsi berbentuk pipa yang relatif kecil dan sempit. - Erupsi tipe ini menghasilkan tiga bentuk gunung api yaitu: • Gunung api perisai • Gunung api maar • Gunung api strato
  • 29. Gunung api perisai Gunung api perisai yaitu gunung api bentukan hasil erupsi efusif atau aliran yang terbentuk karena sifat magma yang dikeluarkan cair atau encer. Contoh tipe gunung api perisai yaitu Gunung api di Kepulauan Hawaii Gunung api maar Gunung api perisai Gunung api maar Gunung api maar yaitu gunung api bentukan hasil erupsi eksplosif atau ledakan. Gunung api tipe ini memiliki dapur magma yang relatif kecil dan dangkal sehingga dengan satu kali letusan maka aktivitas gunung api tersebut akan berhenti dan biasanya akan membentuk danau Gunung api strato Gunung api strato merupakan gunung api berbentuk kerucut dengan lereng yang curam yang dihasilkan karena letusan eksplosif dan efusif secara bergantian. Contoh Gunung api strato yaitu Gunung Fuji di Jepang dan sebagian besar gunung api di Indonesia Gunung api strato
  • 30. 7 TIPE LETUSAN GUNUNG API No Tipe letusan G. api Keadaan Tekanan gas Kedalaman lava 1 Stromboli Cair benar sedang Dangkal 2 Hawaii Cair benar Rendah Sangat dangkal 3 Vulkanolemah, Cair Sedang/sangat Dangkal/dalam vulkano kuat tinggi 4 Perret Cair Sangat tinggi Sangat dalam 5 Pelee Kurang cair Sangat tinggi Dalam 6 Merapi Kurang cair Rendah Sangat dangkal 7 St. Vincent Kurang cair Sedang Dangkal
  • 31. GEJALA PASCAVULKANIS ?
  • 32. SEISME/GEMPA TEKTONIK SEISME VULKANIK TERBAN
  • 33. Gempa Gampa merupakan gerakan kulit bumi secara tiba-tiba akibat adanya patahan atau letusan yang diikuti serangkaian getaran yang dirambatkan hingga ke permukaan bumi. Berdasarkan hiposentrum (pusat gempa), gempa dibedakan menjadi: a. Gempa dalam (300-700 km) b.Gempa intermediet (100-300 km) c. Gempa dangkal (<100 km)
  • 34. Gempa Berdasarkan penyebabnya, gempa dibedakan menjadi: • Gempa tektonik, yaitu gempa yang mengiringi gerakan tektonik berupa patahan atau pergeseran lapisan batuan (dislokasi) • Gempa vulkanik, yaitu gempa yang terjadi sebelum, pada saat, maupun sesudah letusan gunung api. • Gempa runtuhan (terban), yaitu gempa yang terjadi akibat runtuhnya bagian atas rongga di dalam litosfer Episentrum yaitu suatu titik di permukaan bumi sebagai tempat gelombang gempa dirambatkan Letak episentrum tegak lurus terhadap hiposentrum
  • 35. Daerah Gempa Tektonik
  • 36. Sebaran Gempa bumi
  • 37. Tenaga eksogen yang bersifat mengikis muka bumi/merusak Dibedakan atas: a. Pelapukan: Penghancuran batuan menjadi lebih kecil/hancur/larut Menurut penyebabnya, pelapukan dibedakan menjadi: - Pelapukan biologi (pelapukan organik), disebabkan oleh makhluk hidup - Pelapukan fisik (pelapukan mekanik), terutama disebabkan oleh pengaruh cahaya matahari dan perubahan temperatur - Pelapukan kimia, merupakan peristiwa penghancuran massa batuan yang disertai dengan perubahan struktur kimia massa batuan
  • 38. b. Gerakan massa (mass wasting) :perpindahan massa batuan karena gaya berat benda tersebut Gerakan massa dapat dibedakan menjadi: - Tanah longsor, karena tanah tidak tidak ditumbuhi tanaman - Tanah mengalir, karena tanah sudah jenuh air - Rayapan tanah, yaitu gerakan tanah secara lambat ke arah bawah - Tanah amblas, karena adanya rongga tanah - Tanah mendat, yaitu longsoran tanah yang membentuk teras (tingkatan)
  • 39. c. Erosi Erosi merupakan peristiwa perpindahan material yang mengalami pelapukan dari suatu tempat ke tempat lain Berdasarkan penyebabnya, erosi dibedakan menjadi: 1. erosi oleh air (erotion) 2. erosi oleh es (gletser) 3. erosi angin (deflasi) 4. erosi oleh air laut (abrasi)
  • 40. d. Sedimentasi Sedimentasi merupakan pengendapan material yang dibawa oleh angin, air, atau gletser Berdasarkan tempat dan tenaga yang mengendapkannya, sedimentasi dibedakan menjadi: • 1. sedimentasi fluvial, yaitu oleh sungai • 2. sedimentasi eolis (sedimentasi teresterial), yaitu oleh angin • 3. sedimentasi laut (marine sedimentation), yaitu pada pantai
  • 41. Sifat Tanah Pembentukannya dipengaruhi oleh faktro Tersusun oleh Bahan mineral Bahan organik Udara Air Batuan induk Topografi (relief) Organisme Iklim Fisika Kimia Tekstur PH Struktur Mempengaruhi Klasifikasi tanah Dapat mengalami Prairie Forest tropical Desert Tundra Dapat dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu Erosi Mempengaruhi Konservasi Metode Vegetatif waktu Mekanik Warna
  • 42. Proses Pembentukan Tanah Tanah terbentuk dari proses pelapukan batuan yang terdapat dalam siklus geologi Berdasarkan tingkatan pelapukan dari atas ke bawah/horizon, maka lapisan tanah terdiri dari: 1. Horizon A (Top soil), yaitu lapisan yang telah mengalami pelapukan sepenuhnya 2. Horizon B (Sub soil), yaitu lapisan yang baru mulai mengalami pelapukan 3. Horizon C (Regolith), yaitu bahan induk tanah yang baru sedikit mengalami proses pelapukan. Regolith merupakan hasil pelapukan batuan dasar
  • 43. Iklim Vegetasi Aktivitas makhluk hidup Topografi Horizon Proses Geologi Lapisan Horizon C O Proses pada tanah: - Pencucian - Pembentukan lapisan podsol - pembentukan tanah gley -dll
  • 44. Tekstur Tanah - Tekstur tanah merupakan suatu keadaan yang menunjukkan sifat halus atau kasarnya butiranbutiran tanah - Untuk menentukan tekstur tanah, dapat menggunakan Segitiga Tekstur Tanah - Contoh tekstur tanah pada batuan: a. Tanah pasir, teksturnya terdiri dari 20% lempung, 18% liat, dan 65% pasir b. Pasir lempung, teksturnya terdiri dari 42% lempung, 18% liat, dan 40% pasir
  • 45. Struktur tanah merupakan bagian fisik tanah yang penyatakan tersusunnya butiran-butiran dalam segumpal tanah Struktur tanah dari berbagai macam horizon berbeda karena komposisi kimia, warna, dan teksturnya sendiri berbeda Tipe struktur tanah yang biasanya dikenal terdiri atas lempung, gumpal, kersai, remah, pilar, dan tiang
  • 46. Perbedaan warna tanah sangat dipengaruhi kandungan bahan organik, bahan mineral, kadar kelembaban, dan pengaruh drainase Kandungan bahan organik menyebabkan warna tanah menjadi gelap hingga hitam
  • 47. Keadaan pH tanah adalah derajat keasaman larutanlarutan dalam tanah. Tinggi rendahnya derajat pH sangat dipengaruhi faktor-faktor pembentuk tanah dan kepekatan ion-ion hidrogen (H+) dan hidroksil (OH-) di dalam tanah. Semakin tinggi ion hidrogen dalam tanah, semakin tinggi tingkat keasaman tanah
  • 48. Dampak terjadinya erosi tanah: 1. Tanah akan kehilangan unsur hara dan bahan organik 2. Penghancuran agregat dan pelepasan partikel-partikel tanah dari massa tanah 3. Degradasi sumber daya tanah dan lahan 4. Penjenuhan tanah oleh air 5. Kemampuan tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman menjadi berkurang
  • 49. a. Metode Vegetatif : • Penanaman tanaman penutup • • • • tanah Penanaman strip (strip cropping) Penanaman berganda (multiple cropping) Rotasi tanaman Penghutanan kembali (reboisasi)
  • 50. b. Metode Mekanik : Pengaturan sistem pengolahan tanah sehingga mengurangi erosi tanah -Pembuatan tanah berteras (terassering) -Pembuatan teras sesuai garis kontur (countur village)
  • 51. Dengan memberikan bahanbahan kimia sehingga dapat memperbaiki struktur tanah. Pemberian pupuk anorganik (urea,amonium sulfat dan kolorida)
  • 52. Terima kasih By: Bahpari (N1)

×