Your SlideShare is downloading. ×
0
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Sampel pada uji sensori
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Sampel pada uji sensori

1,492

Published on

Materi perkuliahan Evaluasi Sensori dengna judul Sampel pada Uji Sensoris

Materi perkuliahan Evaluasi Sensori dengna judul Sampel pada Uji Sensoris

Published in: Education
0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
1,492
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
47
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. SAMPEL PADA UJI SENSORI YUSMARINI
  • 2. • Sampel pada uji sensori sama dengan sampel pada uji yang lain • Teknik pengambilan sampel juga sama
  • 3. • Contoh (sampel) adalah bagian dari populasi yang diambil dengan cara tertentu agar mewakili keseluruhan populasi
  • 4. • Sejumlah individu yang ditarik dari populasi tidak dengan sendirinya menjadi sampel jika : * populasi tidak jelas batasannya * cara penarikan tidak menurut prosedur yang berlaku Ex : seringkali perusahaan mengirim “sampel” ke laboratorium untuk dianalisa “sampel” tersebut bisa jadi tidak sah ??? (tidak jelas populasi dan dan tata cara penarikannya juga tidak jelas)
  • 5. CUPLIKAN DAN SAMPEL • Cuplikan dan sampel sering dibaurkan • Cuplikan (speciment) : materi yang diambil dari populasi atau contoh • Cuplikan dari populasi tidak dapat mewakili mutu namun digunakan untuk menunjukkan bentuk komuditas dari mana cuplikan tsb diambil • Cuplikan dari contoh (sampel) biasanya digunakan untuk analisa mutu
  • 6. • Cara pengambilan cuplikan pada contoh juga ada prosedur tertentu (prosedur baku)
  • 7. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN 1. Metode pengambilan sampel 2. Penyiapan sampel 3. Penyajian sampel
  • 8. 1. METODE PENGAMBILAN SAMPEL • Sampel : mewakili bahan atau proses yg sedang dikaji Perlu diperhatikan cara yang dapat dipertanggung jawabkan Menghindari bias Kadangkala peneliti lebih terfokus pada seleksi panelis dan metode pengujian dan metode pengambilan sampel tidak terlalu diperhatikan
  • 9. JENIS PENARIKAN SAMPEL 1. Penarikan Sampel Acak (random sampling) tiap bagian populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk diambil Cara : undian (tiap individu diberi nomer dan diundi) cocok untuk sampel yang homogen (misalnya produk curah)
  • 10. 2. Penarikan Sampel Terpilih (selective sampling) “ jika populasinya tidak seragam atau sifat yang diamati tidak tersebar merata” Misalnya : • “contoh” pada karkas sapi (tidak homogen) • analisa mikroba patogen (diambil pada bagian yang paling besar peluangnya untuh ditumbuhi mikrobia patogen
  • 11. • Misal : sampel dari populasi produk pangan berupa bijibijian dalam 1 peti besar dengan ukuran 10 x 4 x 6 m 3 4 1 2 1 = dipusat peti 3 = di pojok kanan belakang 5 2 = di pojok kiri depan 4 = di samping kanan depan 5 = di samping kiri belakang
  • 12. 2. PENYIAPAN SAMPEL • Dihindari perlakuan (sengaja/tidak) yang menyebabkan bau / rasa yang berasal dari luar bahan yg akan di uji • Perlakuan penyiapan sampel diupayakan tidak mengubah sifat-sifat sampel • Ada kebebasan untuk memberi perlakuan pendahuluan terhadap bahan dasar seperti menggoreng, mengukus atau dinilai mentah saja
  • 13. ACUAN DALAM PENYIAPAN SAMPEL 1. Pada Uji Pembedaan * panelis diminta mendeteksi perbedaan antar sampel * penyiapan sampel tidak mengubah flavor bahan tidak dianjurkan memberi perlakuan penggorengan ataupun penambahan bumbu
  • 14. 2. Pada Uji Kesukaan * panelis menilai sampel berdasarkan kesukaannya * sampel disiapkan sebagaimana penggunaannya secara normal (misalnya dengan penambahan bumbu) * perlakuan penyiapan untuk semua sampel harus sama (identik)
  • 15. • Kadangkala suatu bahan pengggunaannya memerlukan bahan pembawa (carrier) misalnya : saus cabe (tahu)
  • 16. 3. PENYAJIAN SAMPEL • Penampilan sampel akan sangat mempengaruhi hasil pengujian • Sampel disajikan sedemikian rupa sehingga panelis menilai sampel berdasarkan sifat-sifat yang terkandung dalam sampel tersebut • Keseragaman penampilan sampel dalam pengujian perlu diperhatikan ( kuantitas sampel, wadah, sarana pengujian dan suhu sampel)
  • 17. HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PENYAJIAN SAMPEL 1. Ukuran Sampel * sampel disajikan secukupnya (tidak terlalu sedikit atau terlalu banyak) : kira-kira dapat dinilai 3 kali 2. Suhu Sampel * sampel disajikan pada suhu kamar, namun pada kasus tertentu dapat menyimpang. Minuman dingin : suhu penyajian tidak lebih rendah dari 450 F ( 7,20C) minuman hangat tidak lebih dari 1700F (76,70C)
  • 18. 3. Kenampakan • kenampakan bahan yang akan diuji dibuat seseragam mungkin, kecuali atribut yang sedang dinilai • Misal : sampel akan diuji aromanya (warna, ukuran dan bentuk diupayakan seragam) Jika ada perbedaan warna : dapat dieliminasi dengan : * mengurangi cahaya yang digunakan, * menggunakan warna cahaya tertentu * memberi pewarna yang umum digunakan pada bahan yang diuji
  • 19. 4. Cara Menyajikan Cara menyajikan : satu persatu atau bersamaan Penyajian satu persatu : urutan penyajian dan berapa kali disajikan Sampel diacak mana yang lebih dahulu disajikan dan selang waktu antar sampel harus sama Penyajian bersama (simultan) : perlu dihindari position error / posisi sampel diatur berbeda-beda
  • 20. 5. Jumlah Sampel * Jumlah sampel dalam 1 sesi tergantung type pengujian dan bahan yg diuji * Jika jumlah sampel yg akan diuji terlalu banyak : panelis lelah atau jenuh (sensitivitas menurun) * untuk uji kesukaan terhadap satu stimulus : sebaiknya disajikan 3 – 4 sampel maksimum 6 sampel dalam 1 sesi
  • 21. * untuk uji kesukaan (perbandingan berpasangan) maksimum 3 pasang sampel untuk 1 sesi * untuk uji kesukaan (metode rangking) 6 sampel dalam 1 sesi
  • 22. 6. Pemberian Kode Sampel * kode menggunakan angka 3 digit yag diambil dari tabel random * jangan sampai terjadi duplikasi (tidak boleh 2 sampel kodenya sama)
  • 23. 7. Sarana / Alat * sampel disajikan dalam wadah yang sama warna dan ukurannya * Alat harus bersih (menghindari perubahan rasa dan aroma) 8. Kuesioner * berisi petunjuk yg harus dikerjakan oleh panelis * petunjuk harus jelas
  • 24. • Dalam Kuesioner terdapat 3 bagian utama : 1. Informasi * nama panelis * tanggal pengujian * jenis sampel yang diuji 2. Instruksi * pemberian tugas dan cara-cara melakukan penilaian atau menyampaikan respon 3. Respon panelis * bagian yang harus diisi oleh panelis
  • 25. Gambar 3.3. Contoh formulir isian untuk Uji Pembedaan Pasangan Nama Panelis : Tanggal Pengujian : Jenis Contoh : Kriteria yang dinilai : Intruksi : Nyatakan apakah contoh yang disajikan sama atau berbeda dengan contoh baku. Bila sama beri tanda 0, sedangkan bila berbeda beri tanda 1. Kode Penilaian 513 Kode 481 Penilaian A : 948 B : 481
  • 26. Nama Panelis : Tanggal Pengujian : Jenis Contoh : Instruksi : Nyatakan salah satu contoh yang berbeda diantara ketiga contoh ini dan beri tanda 1. Kode Kriteria Penilaian Warna Kehalusan Rasa 876 745 269 Gambar 3.5. Contoh formulir isian untuk Uji Segitiga B : 893 A : 763 B : 487

×